Update BNPB: Bertambah 8, Korban Jiwa Banjir Sumatera Capai 1.198 Jiwa

Update BNPB: Bertambah 8, Korban Jiwa Banjir Sumatera Capai 1.198 Jiwa

Update BNPB: Bertambah 8, Korban Jiwa Banjir Sumatera Capai 1.198 Jiwa
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terdapat penambahan korban jiwa dalam bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada Jumat (16/1/2026).
Data penambahan ini didapat dari provinsi Aceh sebanyak delapan orang. Dengan penambahan tersebut, jumlah keseluruhan korban meninggal dunia kini mencapai 1.198 jiwa.
“Adapun penambahan korban meninggal dunia ada di Provinsi Aceh sebanyak 8 orang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan
BNPB
Abdul Muhari dalam keterangan pers, Sabtu (17/1/2026).
Pria yang akrab disapa Aam ini mengatakan, jumlah keseluruhan
korban jiwa
tersebar di tiga provinsi dengan tertinggi berada di Aceh yakni 559 orang, disusul Sumatera Utara 375 orang, dan 264 orang dari Sumatera Barat.
Sedangkan korban hilang juga naik tiga orang dari sebelumnya 141 jiwa kini menjadi 144 jiwa.
Kenaikan data juga dialami dari jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 166.579 jiwa dari sebelumnya 131.521 jiwa.
Sebagai upaya percepatan
pemulihan pasca bencana
, Aam mengatakan pemerintah telah melakukan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan serta pemulihan kawasan permukiman.
“Agar semakin kondusif untuk dihuni kembali,” ucapnya.
Selain itu, ada juga upaya pemasangan jembatan yang dilakukan oleh Satgas Yonzipur 5/ABW di Kabupaten Aceh Utara.
Masih di wilayah yang sama, upaya pembersihan fasilitas publik juga dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri.
“Terkait pemenuhan air bersih, progres perbaikan jaringan PDAM terus dilakukan. Salah satunya di Kabupaten Bener Meriah. Upaya ini dilaporkan per Kamis (15/1) sudah mencapai 80 persen,” imbuhnya.
Aam mengatakan, pemerintah melalui BNPB berkomitmen memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur masyarakat dalam memastikan penanganan bencana berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
“Dengan sinergi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak, serta penguatan langkah mitigasi diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman, tangguh dan berdaya menghadapi risiko bencana ke depan,” tandasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.