FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menyorot tajam soal rencana besar dari rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Dimana, rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri diajukan ke Presiden Prabowo Subianto akan memastikan memperbaiki regulasi untuk menghilangkan korupsi, kolusi, dan nepotisme, termasuk menghilangkan praktik titipan dalam proses rekrutmen dan promosi.
Rencana dan wacana inilah yang kemudian disorot tajam oleh Chusnul Chotimah.
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, ia menyebut upaya pemberantas ini bakal sulit terwujud.
Chusnul menyebut salah satu alasannya karena didalam Polri masih dikuasi oleh Geng Solo.
Hal inilah yang disebut bisa jadi alasan mimpi dan cita-cita memberantas KKN itu sulit bahkan mustahil terealisasi. “Maaf pak @prabowo, prof @mohmahfudmd,” tulisnya dikutip Minggu (18/1/2026).
“Selama polri masih dikuasai geng Solo. Rakyat sulit percaya ke depan ga ada titip-titipan Krn mereka sendiri adlh hasil dari titip-titipan,” sambungnya.
Ia pun memberi saran dan menyebut masih ada satu jalan untuk bisa mewujudkan cita-cita ini.
Caranya dengan melalukan reformasi secara menyeluruh atau total di tubuh Polri dan dari langkah ini barukah proses ke depannya menurutnya bisa dipercaya. “Polri harus direformasi total, baru bisa dipercaya.🙏,” terangnya.
Sebelumnya, Mahfud MD menyebut penerimaan anggota Polri kerap diwarnai intervensi dari beragam kepentingan, mulai dari elite politik hingga pejabat pemerintahan.
“Model rekrutmen dengan jatah-jatah ini merusak prinsip meritokrasi dan menutup akses masyarakat luas,” ujar Mahfud
