TRIBUNJATENG.COM – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) terus mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan unggul dengan membuka ruang kolaborasi strategis bersama Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB), belum lama ini. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang 120 Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW, kedua institusi membahas pengelolaan Program Studi Bisnis Digital serta mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor UKSW, Prof. Intiyas Utami menegaskan komitmen universitas dalam mengembangkan kerja sama yang tidak sekadar seremonial, melainkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia akademik. “UKSW memiliki target untuk menjalin kerja sama yang berdampak. Setiap fakultas dituntut untuk menindaklanjuti kolaborasi yang telah terjalin agar menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan. Tahun lalu, UKSW berhasil meraih Gold Winner pada Anugerah Dikti Saintek dalam bidang kerja sama, khususnya dengan LSM. Tahun ini, kami berupaya mempertahankan pencapaian tersebut dan memperkuat kerja sama berbasis inovasi,” jelasnya.
UKSW, yang saat ini menaungi 15 fakultas dan 63 program studi, termasuk program PAUD hingga SMA, menempatkan penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai pilar utama dalam misinya. Salah satu inisiatif yang telah dilakukan adalah pendampingan masyarakat di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan wilayah dengan tingkat kemiskinan dan stunting tertinggi di Indonesia. Dalam program tersebut, Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Interdisiplin (FId) UKSW mendampingi masyarakat dalam mengelola hutan produksi seluas 4.000 hektar, termasuk melakukan studi kelayakan serta pengembangan wisata berbasis komunitas.
Sinergi Akademik Unggul
Dalam kesempatan yang sama, Rektor ITSB, Prof. Dr. Carmadi Machbub, mengungkapkan ketertarikannya terhadap model pengelolaan akademik UKSW yang telah terbukti unggul dan berkontribusi bagi masyarakat. “Kami ingin belajar dari UKSW yang telah banyak melahirkan karya inovatif. Saat ini, ITSB masih dalam tahap pengembangan dan tengah merintis program S2 serta S3 sebagai langkah menuju Research University. Kami berharap dapat menjalin kerja sama yang erat, termasuk kemungkinan mahasiswa S3 kami mendapatkan co-promotor dari UKSW,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret dari pertemuan ini, UKSW dan ITSB menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup empat bidang utama, yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia, pengabdian masyarakat, serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang disepakati bersama. MoU ini menjadi landasan bagi kedua institusi untuk memperkuat sinergi akademik dan inovasi berbasis riset yang dapat memberikan dampak luas bagi dunia pendidikan dan masyarakat.
Dekan FTI UKSW, Prof. Ir. Daniel H.F. Manongga, M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa kolaborasi ini akan membuka peluang bagi pengembangan Program Studi Bisnis Digital di ITSB, yang diharapkan mampu menghadirkan diferensiasi dalam kurikulum dan implementasi industri. “FTI UKSW siap berbagi pengalaman dan best practices dalam pengelolaan program studi berbasis teknologi dan bisnis. Kami juga mendorong kerja sama riset yang dapat menghasilkan inovasi yang aplikatif. Selain itu, kami juga ingin belajar dari ITSB,” tuturnya.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, UKSW dan ITSB semakin mempertegas komitmen mereka dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, inovatif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, diharapkan kolaborasi ini dapat mempercepat lahirnya inovasi-inovasi unggulan yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Melalui kegiatan ini, UKSW mengukuhkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, SDG 9 industri, inovasi, dan infrastruktur, dan SDG 17 kemitraan untuk mencapai tujuan. (*)