Merangkum Semua Peristiwa
Indeks

Teror Kepala Babi di Tempo Disebut Upaya Memperkeruh Politik Indonesia

Teror Kepala Babi di Tempo Disebut Upaya Memperkeruh Politik Indonesia

Jakarta, Beritasatu.com – Teror pengiriman kepala babi dan bangkai tikus tanpa kepala ke kantor media Tempo menuai kecaman keras dari berbagai pihak di Indonesia, termasuk dari Pasukan Bawah Tanah (Pasbata).

Ketua Umum Pasukan Bawah Tanah (Pasbata), David Febrian, mengecam keras aksi teror berupa pengiriman kepala babi ke kantor Tempo. Ia menegaskan bahwa tindakan ini merupakan provokasi yang tidak dapat dibenarkan dalam negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan pers.

“Kita semua mendukung kebebasan pers, dan teror seperti ini jelas merupakan upaya adu domba. Ini adalah tindakan yang sengaja dilakukan untuk memperkeruh situasi politik dan mengadu domba antara para elite politik dengan media,” ujar David Febrian kepada wartawan pada Selasa (25/3/2025).

David menyarankan agar pihak Tempo segera melaporkan kejadian ini kepada kepolisian untuk diproses secara hukum.

“Negara kita sudah mengatur kebebasan pers, jadi tidak perlu ada keraguan terkait hal itu. Jika ada ancaman atau teror, segera laporkan ke aparat hukum agar bisa ditelusuri dan pelakunya ditemukan,” tegasnya.

David juga menambahkan bahwa kebebasan pers di Indonesia telah terjamin sejak era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri hingga Presiden Prabowo Subianto saat ini.

“Tidak ada larangan terkait kebebasan pers sejak zaman Ibu Megawati hingga sekarang. Setiap orang bebas membuat berita, jadi jika ada yang mempertanyakan kebebasan pers, Presiden kita sangat terbuka. Jangan ragukan itu,” tambahnya.

Kantor media Tempo menerima sebuah paket berisi kepala babi pada Rabu 19 Maret 2025 yang dikemas dalam kotak kardus yang dilapisi styrofoam. – (Istimewa/Istimewa)

Selain itu, David mengimbau media untuk tetap fokus menjalankan tugas jurnalistiknya dan tidak terprovokasi oleh aksi teror seperti ini.

“Saya minta media untuk tetap fokus. Mari kita bersama-sama cari dan usut siapa pelakunya. Kami juga akan melaporkan ini ke polisi. Kami mendukung Tempo untuk menyelesaikan kasus ini secara hukum,” ujarnya.

Menurutnya, tindakan teror seperti ini tidak perlu menjadi polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Jika ada teror, laporkan saja. Jangan berpikir terlalu jauh, biarkan aparat penegak hukum yang bekerja. Pasti pelakunya akan ditemukan. Jangan biarkan hal ini menjadi polemik yang memecah belah masyarakat,” katanya.

Aparat keamanan diharapkan dapat segera mengusut kasus ini dengan profesional dan transparan. David juga mengajak semua pihak untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh provokasi yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Sebelumnya, pada 19 Maret 2025, kantor Tempo menerima kiriman paket berisi kepala babi tanpa telinga. Paket tersebut dikirim melalui kurir menggunakan atribut aplikasi pengiriman barang, ditujukan untuk Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik.

Selain teror kepala babi, teror kembali terjadi pada 22 Maret 2025. Petugas kebersihan Tempo menemukan kardus berisi enam ekor tikus dalam kondisi kepala terpenggal.

Merangkum Semua Peristiwa