Tag: Yuhronur Efendi

  • APBD 2026 Lamongan Fokus pada Sektor Strategis Penopang Kesejahteraan Rakyat

    APBD 2026 Lamongan Fokus pada Sektor Strategis Penopang Kesejahteraan Rakyat

    Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus meneguhkan komitmennya dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Hal itu tercermin dalam Pengantar Nota Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 yang disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pada Rapat Paripurna, Kamis (9/10/2025).

    Dalam penyampaiannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menegaskan bahwa arah kebijakan APBD 2026 tidak hanya berfokus pada angka-angka, melainkan pada keberpihakan nyata kepada rakyat.

    “Perencanaan anggaran tahun ini bernilai strategis bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Sektor pendidikan menjadi salah satu pilar utama. Pemkab Lamongan akan terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas pendidikan, mulai dari pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi, hingga pembangunan dan perbaikan sarana prasarana sekolah.

    Sementara di sektor kesehatan, program Lamongan Sehat dan Laserku (Lamongan Sehat dengan Kunjungan Rumah) akan terus diperkuat agar layanan kesehatan semakin menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan.

    Bidang perindustrian, perdagangan, dan pariwisata juga menjadi fokus utama sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Melalui penguatan UMKM, wirausaha muda, revitalisasi pasar desa, serta pengembangan wisata religius, bahari, dan budaya lewat gerakan Ramashinta, pemerintah bertekad memperluas peluang usaha dan lapangan kerja.

    Selain itu, Pemkab Lamongan turut memperkuat Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai wadah ekonomi rakyat berbasis gotong royong.

    Penguatan juga terus dilakukan di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, sebagai tulang punggung perekonomian Lamongan. Di sisi lain, peningkatan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta ketertiban dan sosial kemasyarakatan juga menjadi bagian penting dari kebijakan anggaran tahun depan.

    “Pada nota pengantar APBD Kabupaten Lamongan tahun anggaran 2026 tidak hanya menerapkan hitung-hitungan angka, tetapi mengutamakan keberpihakan kepada rakyat. Semua perencanaan bernilai strategis bagi kemajuan daerah,” tuurnya.

    Dalam nota keuangan tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp3,225 triliun, sementara belanja daerah dialokasikan sebesar Rp3,285 triliun, sehingga terjadi defisit anggaran sekitar Rp70,29 miliar.

    Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu, pendapatan daerah Lamongan tercatat sekitar Rp3,237 triliun dan belanja daerah mencapai Rp3,325 triliun.

    Dengan arah kebijakan yang berpihak pada rakyat dan fokus pada sektor strategis, Pemkab Lamongan optimistis APBD 2026 akan menjadi instrumen penting dalam mewujudkan Lamongan yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing. [fak/aje]

  • Bus Trans Jatim Koridor VII Mulai Beroperasi, Hubungkan Lamongan hingga Gresik
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        7 Oktober 2025

    Bus Trans Jatim Koridor VII Mulai Beroperasi, Hubungkan Lamongan hingga Gresik Surabaya 7 Oktober 2025

    Bus Trans Jatim Koridor VII Mulai Beroperasi, Hubungkan Lamongan hingga Gresik
    Tim Redaksi
    LAMONGAN, KOMPAS.com
    – Bus Trans Jatim Koridor VII akhirnya resmi beroperasi dengan menghubungkan Terminal Makam Sunan Drajat Lamongan, dengan Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
    Peresmian tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dengan mendampingi adalah Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Selasa (7/10/2025).
    Bus Trans Jatim Koridor VII, tepatnya melayani rute Paciran (Terminal Makam Sunan Drajat)-Dukun (Gresik)-Karanggeneng (Lamongan)-Sukodadi (Lamongan)-Terminal Lamongan.
    Ada sebanyak 15 armada bus yang disiapkan, guna menunjang operasional bus Trans Jatim Koridor VII.
    Dengan rincian, sebanyak 7 armada bus akan beroperasi dari arah Lamongan menuju Paciran.
    Sementara 7 unit lainnya dari Paciran menuju Lamongan.
    Serta 1 unit difungsikan sebagai armada cadangan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
    “Pemkab Lamongan sangat mengapresiasi hadirnya bus Trans Jatim Koridor VII. Tentu ini akan berperan penting dalam memudahkan dan meringankan (biaya) mobilitas masyarakat Pantura,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
    “Kabupaten Lamongan sendiri salah satu aglomerasi Gerbang Kertosusila, yang memiliki posisi strategis. Tidak hanya dari sisi geografis, tetapi juga sisi ekonomi, sosial dan budaya. Sehingga dukungan infrastruktur, sangat membantu memperluas akses pemerataan pembangunan,” sambungnya.
    Tidak hanya itu, dengan beroperasinya bus Trans Jatim Koridor VII juga akan berdampak pada pengurangan penggunaan kendaraan pribadi, hingga memfasilitasi siswa menuju ke sekolah.
    Tentunya dengan fasilitas yang cukup aman, dan biaya yang relatif terjangkau (Rp 5.000 untuk umum dan Rp 2.500 untuk pelajar/santri).
    “Semua masyarakat Pantura hingga pelajar, akan sangat terbantu dengan adanya bus Trans Jatim. Karena selain memiliki fasilitas yang maksimal, tarifnya juga sangat murah meriah. Bahkan, pada tujuh hari pertama beroperasi gratis,” kata Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
    Guna mendukung operasional koridor baru tersebut, telah terdapat sejumlah fasilitas penunjang seperti halte, rambu pemberhentian, dan juga sarana jalan.
    Di mana Pemkab Lamongan berkomitmen, untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bupati Lamongan Sampaikan Aspirasi ke Menkeu, Minta Skema Transfer ke Daerah Kembali Normal

    Bupati Lamongan Sampaikan Aspirasi ke Menkeu, Minta Skema Transfer ke Daerah Kembali Normal

    Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan aspirasi daerah kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Keuangan Negara I Surabaya pada Kamis, 2 Oktober 2025.

    Bersama dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Pak Yes, yang juga merupakan Koordinator Wilayah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Jawa Timur, mengungkapkan berbagai isu penting terkait keberlangsungan Transfer ke Daerah (TKD).

    Dalam forum strategis tersebut, Pak Yes menekankan bahwa skema Transfer ke Daerah (TKD) harus kembali berjalan normal seperti tahun-tahun sebelumnya.

    “Kami menyampaikan kepada Pak Menteri Keuangan agar TKD bisa kembali normal seperti tahun-tahun lalu. Hal ini menjadi masukan dari daerah, karena berhubungan langsung dengan kelancaran program pembangunan serta pelayanan publik di kabupaten/kota,” ujarnya.

    Pentingnya TKD, menurut Pak Yes, sangat erat kaitannya dengan stabilitas fiskal daerah. Sebagai koordinator wilayah APKASI Jawa Timur, Pak Yes juga membawa suara dari berbagai kepala daerah di Jawa Timur yang menginginkan kepastian serta kelancaran dalam alokasi TKD.

    “Keberlangsungan transfer tersebut merupakan salah satu instrumen vital dalam menjaga stabilitas fiskal daerah, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan nasional di tingkat lokal,” ucapnya lebih lanjut.

    Forum tersebut menjadi momen penting bagi daerah untuk menyuarakan kebutuhan akan kepastian dalam hal alokasi anggaran yang akan menunjang berbagai program pembangunan dan pelayanan publik. Dengan adanya alokasi TKD yang stabil dan lancar, diharapkan pemerintah daerah bisa lebih optimal dalam menjalankan program-program strategis untuk masyarakat. [fak/suf]

  • Trans Jatim Koridor VII Segera Mengaspal, Hubungkan Lamongan Kota-Paciran

    Trans Jatim Koridor VII Segera Mengaspal, Hubungkan Lamongan Kota-Paciran

    ​Surabaya (beritajatim.com) – Trans Jatim koridor VII dipastkan segera mengaspal. Transportasi massal kebanggaan Jawa Timur tersebut akan melayani rute yang menghubungkan Lamongan Kota-Paciran.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim), Nyono, mengungkapkan nantinya Trans Jatim akan mengantarkan penumpang dari Terminal Lamongan menuju Terminal Paciran dan sebaliknya. Koridor baru di wilayah pesisir ini ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2025 mendatang.

    Dia melanjutkan, pembukaan rute ini merupakan komitmen Pemprov Jatim dalam menyediakan layanan transportasi publik yang inklusif.

    ​”Dibukanya Koridor VII Trans Jatim ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan di kawasan Gerbangkertasusila serta membuka peluang pengembangan dermaga Paciran untuk melayani penyeberangan ke sejumlah pulau di Jawa,” kata Nyono, Kamis (2/10/2025).

    ​Koridor VII akan membentang sepanjang 46,5 kilometer (km) melalui jalan provinsi, melayani rute Terminal Lamongan-Sukodadi-Dukun-Paciran.

    ​Berikut rincian operasional rute baru ini

    Rute Utama: Terminal Lamongan-Sukodadi-Dukun-Paciran (46,5 km).
    ​Waktu Tempuh: Sekitar 1 jam 40 menit untuk rute utama, dan sekitar 1 jam 50 menit untuk rute sebaliknya.
    ​Armada: Disiapkan 15 unit Bus Trans Jatim (14 unit operasional, 1 unit cadangan).
    ​Interval: Keberangkatan ditargetkan setiap 15-20 menit.
    ​Jam Operasional: Dimulai pukul 05.00 WIB dari Terminal Lamongan dan berakhir pukul 21.00 WIB di Terminal Paciran.
    ​Fasilitas: Didukung 45 halte dan 38 tempat pemberhentian.

    Dengan tarif yang murah dan fasilitas nyaman, Bus Trans Jatim diharapkan dapat menarik penumpang dari kalangan santri, pelajar, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).

    ​Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi optimistis rute baru ini akan memperkuat mobilitas masyarakat dan sekaligus mendukung promosi pariwisata pesisir.

    “Kami berharap layanan ini bisa membawa manfaat luas bagi warga Lamongan dan sekitarnya,” ujarnya. [tok/beq]

  • Groundbreaking di Glagah, Pak Yes Pastikan Rehabilitasi Irigasi Selesai 3 Bulan

    Groundbreaking di Glagah, Pak Yes Pastikan Rehabilitasi Irigasi Selesai 3 Bulan

    Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 16 titik daerah irigasi di Kabupaten Lamongan akan direhabilitasi. Langkah ini berdasarkan intruksi presiden (Inpres) tahap 2 tahun 2025.

    Saluran irigasi yang direhabilitasi tersebut di antaranya Daerah Irigasi Bengawan Solo, Daerah Irigasi Waduk Palangan, Daerah Irigasi Waduk Paprit, Daerah Irigasi Waduk Jajong, Daerah Irigasi Waduk Makamsantri, Daerah Irigasi Rawa Bulu, Daerah Irigasi Sluis Keyongan dan Daerah Irigasi Waduk Bowo.

    Kemudian Daerah Irigasi Rawa Manyar, Daerah Irigasi Waduk Pading, Daerah Irigasi Rawa Kwanon, Daerah Irigasi Waduk Takeran, Daerah Irigasi Waduk Delikguno, Daerah Irigasi Waduk Tuwiri, Daerah Irigasi Waduk Canggah, dan Daerah Irigasi Rawa Geger.

    Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan rehabilitasi saluran air tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan air, yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan.

    “Terlebih pada tahun 2025, Kabupaten Lamongan mendapatkan target swasembada pangan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan luas tambah tanam 193.373 hektare,” kata Yuhronur, saat melakukan groundreaking rehabilitasi saluran air di Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah, Selasa (23/9/2025).

    Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menyebutkan, 16 saluran air yang direhabilitasi meliputi saluran primer, sekunder, maupun saluran kerja menuju sawah.

    “Total di Kabupaten Lamongan ada enam belas titik, dengan dana sekitar Rp 69 miliar. Tentu ini akan kami manfaatkan sebaik baiknya, terutama dalam mendukung ketahanan pangan,” tuturnya.

    Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, mengatakan pengerjaan 16 itik ditarget rampung dalam tiga bulan. “Upaya pemeliharaan sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan juga terus dilakukan dengan normalisasi waduk dan embung,” ucapnya. (fak/kun)

  • Pemkab Lamongan Maksimalkan Pengelolaan Sampah, Gelar Aksi Bersih Serentak

    Pemkab Lamongan Maksimalkan Pengelolaan Sampah, Gelar Aksi Bersih Serentak

    Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus berupaya mengurangi volume sampah dengan memaksimalkan berbagai fasilitas pengelolaan. Mulai dari Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), Bank Sampah, Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

    Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan mencatat, masyarakat di 27 kecamatan menghasilkan rata-rata 550 ton sampah setiap hari. Jumlah ini menuntut pengelolaan yang serius, termasuk optimalisasi TPS3R di tingkat desa. Saat ini, baru tersedia 21 TPS3R dari total 474 desa dan kelurahan di Lamongan.

    Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya dengan memperbanyak fasilitas pengelolaan, tapi juga harus disertai edukasi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

    “Kesadaran dan kepedulian masyarakat juga memegang peranan penting dalam upaya mengurangi sampah,” kata Yuhronur saat melepas aksi bersih sampah serentak,5 memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025, di kawasan Gadjah Mada menuju Pasar Sukomulyo, Jumat (19/9/2025).

    Dalam aksi bersih yang melibatkan Forkopimda, OPD, pelajar, hingga masyarakat, Pemkab menurunkan 3 dump truck, 10 tossa, dan 100 pasukan kebersihan. Dump truck akan menyisir wilayah Kecamatan Tikung, Babat, dan Karangbinangun.

    Lebih lanjut Yuhronur menyampaikan, kapasitas pengelolaan TPST Samtaku, saat ini rata-rata mencapai 60 ton per hari, dengan volume sampah masuk 40–45 ton.

    “Untuk memperkuat kapasitas, Pemkab juga sedang menyiapkan pembangunan TPST Dadapan, yang akan melayani kawasan pantura,” ujar Pak Yes, sapaan akrab Yuhronur.

    Dalam kebijakan strategis daerah, Lamongan menargetkan 70 persen sampah tertangani dan 30 persen berkurang pada tahun 2024. Namun, realisasi di lapangan masih belum maksimal.

    “Karena itu, peran serta masyarakat serta peningkatan fasilitas pengelolaan sampah sangat penting, agar jumlah sampah yang tertangani terus meningkat,” ucapnya. (fak/ian)

  • Taspen Life komitmen hadirkan program untuk kesejahteraan ASN

    Taspen Life komitmen hadirkan program untuk kesejahteraan ASN

    Jakarta (ANTARA) – PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) komitmen menghadirkan program kesejahteraan yang terstruktur bagi aparatur sipil negara (ASN), khususnya pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk masa pensiun yang lebih sejahtera.

    “Taspen Life menegaskan untuk terus hadir sebagai mitra terpercaya dalam mendukung kesejahteraan ASN diseluruh Indonesia serta selalu menjaga komitmennya untuk tetap profesional, memenuhi kewajiban kepada seluruh peserta dan menjunjung tinggi prinsip good corporate governance,” kata Plt. Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Taspen R. Bayu Irawan dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis.

    Bayu menyampaikan pada Kamis hari ini, Taspen Life juga telah menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memastikan para PPPK memiliki program kesejahteraan yang dapat mendukung terciptanya rasa aman hingga masa pensiun.

    “Kerja sama ini adalah wujud kepedulian Taspen Life dan Pemerintah Kabupaten Lamongan bagi para PPPK yang berjumlah lebih dari 5.000 orang agar memiliki perlindungan dan perencanaan keuangan yang mampu memberikan ketenangan dan kesejahteraan di saat memasuki masa pensiun,” ujarnya.

    Kerja sama ini ditandatangani di Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dan dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama R. Bayu Irawan.

    Bayu mengharapkan kerja sama tersebut dapat menjadi teladan bagi pemerintah daerah lain untuk bersama-sama menghadirkan program kesejahteraan yang terstruktur bagi ASN, khususnya PPPK untuk bisa menghadirkan perlindungan yang berkesinambungan dan juga perencanaan keuangan untuk masa pensiun yang lebih sejahtera.

    Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi berkelanjutan yang telah dijalankan Taspen Group dengan berbagai pemerintah daerah di Indonesia.

    Sebelumnya untuk area Jawa Timur, Taspen Life telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya yang sukses melibatkan lebih dari 6.000 PPPK dalam program kesejahteraan.

    Pewarta: Benardy Ferdiansyah
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemkab Lamongan Gandeng Taspen untuk Jaminan Asuransi PPPK

    Pemkab Lamongan Gandeng Taspen untuk Jaminan Asuransi PPPK

    Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Asuransi Jiwa Taspen (Persero) terkait penyelenggaraan asuransi bagi Aparatur Sipil Negara, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

    Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menjamin kesejahteraan PPPK, yang selama ini tidak memperoleh jaminan hari tua atau pensiun.

    “Pemkab Lamongan berkomitmen menjamin kesejahteraan ASN, khususnya PPPK. Karena dalam undang-undang, PPPK tidak tertulis mendapatkan jaminan hari tua atau dana pensiun. Sehingga kerja sama ini bertujuan untuk menjamin kesejahteraan PPPK di Lamongan,” ujar Yuhronur usai penandatanganan MoU di Pendopo Lokatantra, Kamis (18/9/2025).

    Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menambahkan, adanya jaminan kesejahteraan dipastikan akan berpengaruh pada peningkatan kualitas kinerja PPPK.

    “Sehingga pelayanan publik akan lebih maksimal,” ucapnya.

    Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lamongan, Farah Damayanti Zubaidah, menyebutkan hingga saat ini terdapat 6.662 PPPK yang telah menerima SK.

    “Untuk sistem pembayaran asuransi ke PT Asuransi Jiwa Taspen (Persero) akan langsung dipotong dari gaji, sebesar 4,75 persen setiap bulannya,” jelasnya. [fak/beq]

  • Belasan Siswa Keracunan, Bupati Lamongan Akan Evaluasi Pelaksanaan MBG

    Belasan Siswa Keracunan, Bupati Lamongan Akan Evaluasi Pelaksanaan MBG

    Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), setelah adanya belasan siswa SMA Negeri 2 Lamongan keracunan.

    Yuhronur menyampaikan, langkah terdekat yang akan diambil yakni melakukan kajian mendalam, untuk mengetahui penyebab terjadinya keracunan tersebut.

    “Penyebabnya di mana, kami akan segera mempelajari. Ini juga akan dilakukan uji laboratorium,” kata Yuhronur, saat menjenguk korban keracunan di Rumah Sakit Islam (RSI) Nasrul Ummah Lamongan, Rabu (17/9/2025).

    Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menegaskan, peristiwa ini menjadi pelajaran untuk dan bahan evaluasi, agar ke depan pelaksanaan Program MBG di Lamongan bisa lebih baik lagi.

    “Yang penting bagi kita, ini menjadi pelajaran kita semua. Supaaya seluruh MBG ini bisa lebih baik lagi dan memenuhi segala yang dipersyaratkan,” tuturnya.

    Namun sebelum mengambil langkah lanjutan, Pak Yes kembali menekankan pihaknya terlebih dulu melakukan kajian mendalam, untuk mengetahui secara pasti sumber masalahnya.

    “Karena tidak semua (keracunan). Ini hanya belasan siswa (dari penerima MBG). Dan lagi tidak haya dalam satu kelas, tapi beda-beda kelas, sehingga kita tidak bisa menyimpulkan sekarang,” ucapnya. [fak/suf]

  • Pemkab Lamongan Perkuat Kapasitas 474 Koperasi Desa Merah Putih Lewat Bimtek

    Pemkab Lamongan Perkuat Kapasitas 474 Koperasi Desa Merah Putih Lewat Bimtek

    Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat pondasi kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) operasional dan manajemen di Aula Gadjah Mada Pemkab Lamongan, Rabu (17/9/2025).

    Kegiatan ini diikuti 201 pengurus KDKMP dan berlangsung selama dua hari. Tujuannya untuk memperkuat kapasitas pengurus sebagai langkah penting setelah 474 KDKMP di Lamongan resmi berbadan hukum.

    “Bimtek ini menjadi fondasi awal agar seluruh pengurus memahami tugas, operasional, dan manajemen KDKMP. Kehadiran KDKMP harus mampu menjadi motor penggerak perekonomian desa,” kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat membuka kegiatan.

    Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan menghadirkan sejumlah mitra strategis sebagai pemateri, mulai dari pihak perbankan, perusahaan pupuk, Pertamina, hingga Bulog. Para pengurus diberi kesempatan berdiskusi langsung terkait sinergi bisnis maupun strategi pengelolaan usaha.

    Pada hari kedua, bimtek akan difokuskan pada manajemen koperasi sekaligus penyusunan standar operasional prosedur (SOP), agar setiap pengurus memiliki bekal yang kuat dalam menjalankan KDKMP secara profesional.

    Yuhronur yang akrab disapa Pak Yes menegaskan, tujuan utama kehadiran KDKMP adalah meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui prinsip gotong royong. Antara lain dengan menekan biaya produksi, memperbaiki nilai tukar petani, menghapus peran tengkulak, serta membuka lapangan kerja baru.

    “Dengan penguatan kapasitas ini, kami berharap KDKMP benar-benar menjadi instrumen nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi Lamongan dari desa,” ucapnya. [fak/beq]