Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatera
Penulis
KOMPAS.com
– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (pemda) di wilayah Sumatera, bersama pihak terkait, untuk mempercepat pendataan rumah rusak pascabencana.
Pendataan yang cepat dan akurat dinilai menjadi kunci utama percepatan penyaluran bantuan dari pemerintah pusat kepada masyarakat terdampak.
“Kuncinya adalah data. Mana yang rusak ringan, mana yang rusak sedang, dan mana yang rusak berat, di seluruh kabupaten/kota,” ujar Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pendataan Kerusakan Rumah, Fasilitas Umum, dan Jumlah Pengungsi Terbaru Pascabencana di Wilayah Sumatra. Rapat tersebut digelar secara virtual dari Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Tito menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Perhatian tersebut mencakup upaya memastikan masyarakat dengan
rumah rusak
ringan dan sedang dapat segera menerima bantuan dan kembali beraktivitas.
Tito menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema bantuan bagi rumah rusak ringan dan sedang berupa bantuan tunai sebesar Rp 15 juta untuk kategori rusak ringan dan Rp 30 juta untuk rusak sedang.
Sementara itu, bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hilang, pemerintah akan menyediakan hunian tetap (huntap). Selama proses pembangunan huntap berlangsung, warga dapat menempati hunian sementara (huntara) dan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH).
Tito menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak dapat dilakukan tanpa data yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh pemda segera menetapkan data kerusakan rumah berdasarkan kategori rusak ringan, sedang, dan berat melalui keputusan kepala daerah.
Data tersebut selanjutnya disampaikan kepada gubernur untuk diteruskan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial (Kemensos) guna ditindaklanjuti.
“Keinginan kita bersama, rumah rusak ringan dan sedang ini secepat mungkin mendapat bantuan pembiayaan agar masyarakat bisa mulai beres-beres dan kembali bekerja,” ucap Tito.
Untuk mempercepat proses pendataan, ia mendorong peran aktif aparat desa. Menurut Tito, kepala desa atau keuchik merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi warganya secara rinci.
Pendataan dapat dilakukan berbasis nama dan alamat tanpa harus menunggu kelengkapan administrasi kependudukan.
“Data dari desa diserahkan kepada camat, kemudian camat kepada bupati. Setelah direkap, bupati menetapkan data tersebut melalui surat keputusan (SK) sebagai daftar penerima bantuan,” jelas Tito.
Selain itu, dia juga meminta dukungan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membantu percepatan pendataan melalui jaringan yang dimiliki hingga tingkat kabupaten dan kota.
Tito mengingatkan bahwa keterlambatan pendataan berpotensi menghambat pencairan bantuan dan memperpanjang masa pengungsian, yang dapat menimbulkan persoalan sosial maupun kesehatan.
Ia juga menyoroti masih adanya sejumlah daerah yang belum menyampaikan usulan data kerusakan.
Tito mengingatkan pemda agar memastikan seluruh data disampaikan secara lengkap guna menghindari permasalahan di kemudian hari, terutama risiko adanya masyarakat terdampak yang tidak menerima bantuan karena tidak terdata.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah, serta sejumlah kepala daerah dari wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Tito Karnavian
-
/data/photo/2026/01/01/695563dd402f9.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Prabowo Perkenalkan Menteri ke Korban Banjir Sumut, Heran Seskab Teddy Disambut Riuh Nasional 1 Januari 2026
Prabowo Perkenalkan Menteri ke Korban Banjir Sumut, Heran Seskab Teddy Disambut Riuh
Tim Redaksi
TAPANULI SELATAN, KOMPAS.com –
Presiden RI Prabowo Subianto sempat memperkenalkan sejumlah menterinya kepada para korban banjir dan longsor di Posko Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menjelang Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025) malam.
“Saudara-saudara sekalian, saya hari ini datang ke sini tadi didampingi beberapa pejabat, beberapa pembantu saya, beberapa menteri-menteri,” ujar Prabowo di Posko Desa Batu Hula.
Prabowo awalnya memperkenalkan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Ketiganya berdiri saat namanya disebut.
Selanjutnya, Presiden memperkenalkan Menteri Luar Negeri Sugiono, Dia menyebut Sugiono sebagai putra Aceh.
“Beliau lahir di Takegon, Aceh. Tadinya saya ingin berangkat ke Aceh tapi karena cuaca akhirnya dialihkan, akhirnya datang ke Tapanuli Selatan,” jelasnya.
Selanjutnya, Prabowo memperkenalkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebagai orang Jawa Tengah.
Setelah itu, Prabowo memanggil Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Meski memiliki nama yang sama, Kepala Negara berkelakar mereka bukanlah saudara.
“Hadir juga Kepala Bakom Pemerintah, Saudara Angga Raka Prabowo. Namanya Prabowo juga. Tapi bukan saudara langsung, rupanya nama Prabowo itu banyak juga rupanya,” kata Prabowo.
Terakhir, Prabowo memperkenalkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Pengungsi langsung bersorak ramai ketika nama Teddy diperkenalkan.
“Hadir juga Seskab Saudara Teddy Indra Wijaya. Kok yang teriak itu emak-emak semua ya, gimana,” imbuhnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/01/695563dd402f9.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Prabowo Perkenalkan Menteri ke Korban Banjir Sumut, Heran Seskab Teddy Disambut Riuh Nasional 1 Januari 2026
Prabowo Perkenalkan Menteri ke Korban Banjir Sumut, Heran Seskab Teddy Disambut Riuh
Tim Redaksi
TAPANULI SELATAN, KOMPAS.com –
Presiden RI Prabowo Subianto sempat memperkenalkan sejumlah menterinya kepada para korban banjir dan longsor di Posko Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menjelang Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025) malam.
“Saudara-saudara sekalian, saya hari ini datang ke sini tadi didampingi beberapa pejabat, beberapa pembantu saya, beberapa menteri-menteri,” ujar Prabowo di Posko Desa Batu Hula.
Prabowo awalnya memperkenalkan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Ketiganya berdiri saat namanya disebut.
Selanjutnya, Presiden memperkenalkan Menteri Luar Negeri Sugiono, Dia menyebut Sugiono sebagai putra Aceh.
“Beliau lahir di Takegon, Aceh. Tadinya saya ingin berangkat ke Aceh tapi karena cuaca akhirnya dialihkan, akhirnya datang ke Tapanuli Selatan,” jelasnya.
Selanjutnya, Prabowo memperkenalkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebagai orang Jawa Tengah.
Setelah itu, Prabowo memanggil Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Meski memiliki nama yang sama, Kepala Negara berkelakar mereka bukanlah saudara.
“Hadir juga Kepala Bakom Pemerintah, Saudara Angga Raka Prabowo. Namanya Prabowo juga. Tapi bukan saudara langsung, rupanya nama Prabowo itu banyak juga rupanya,” kata Prabowo.
Terakhir, Prabowo memperkenalkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Pengungsi langsung bersorak ramai ketika nama Teddy diperkenalkan.
“Hadir juga Seskab Saudara Teddy Indra Wijaya. Kok yang teriak itu emak-emak semua ya, gimana,” imbuhnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/31/6955523f965b3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Di Bawah Rintik Hujan, Prabowo Temui Korban Banjir Sumut Jelang Tahun Baru 2026 Nasional 1 Januari 2026
Di Bawah Rintik Hujan, Prabowo Temui Korban Banjir Sumut Jelang Tahun Baru 2026
Tim Redaksi
TAPANULI SELATAN, KOMPAS.com –
Presiden RI Prabowo Subianto mengunjungi korban banjir bandang dan longsor di Posko Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), Rabu (31/12/2025) malam, menjelang pergantian tahun 2026.
Pantauan
Kompas.com
di lokasi, Prabowo tiba di posko pengungsian sekitar pukul 23.30 WIB. Ia mengenakan kemeja safari berwarna krem dan topi biru.
Presiden didampingi sejumlah pejabat, antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ratusan korban yang sudah menanti dari siang pun menyambut Prabowo dengan antusias.
Padahal, rintik hujan terus turun dari langit. Namun, kondisi hujan tidak menghalangi antusiasme mereka untuk bertemu kepala negara.
“Bapak ganteng,” seru sejumlah ibu-ibu.
Merespons antusiasme warga, Prabowo pun melambaikan tangan, seraya duduk ke kursi yang telah disediakan.
Kemudian, Prabowo dan jajarannya tampak menonton film Jumbo yang sedang ditayangkan dari layar videotron di posko pengungsian.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458434/original/093626800_1767079627-IMG-20251230-WA0007.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Bapak Kalau Utang Jembatan, Jaminannya Apa?
Liputan6.com, Jakarta – Ada momen menggelitik saat Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertanya kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak soal jaminan utang membangun jembatan.
Hal ini disampaikan saat rapat bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatra, Selasa (30/12).
“Peran Menteri Keuangan agak sedikit Pak, karena kami di belakang, kami cuma ya bayar, kalau enggak tagihan. Yang kami tahu kan selama ini, satu pintu lewat BNPB, harusnya sih kita anggap lancar tadinya. Tapi saya baru tahu bahwa sebelah saya punya utang banyak rupanya,” kata Purbaya dalam rapat.
Purbaya pun melontarkan pertanyaan kepada Maruli yang memang duduk bersebelahan oleh dirinya. “Bapak kalau utang jembatan, jaminannya apa?,” tanya Purbaya.
“Ya tentara Pak,” jawab Maruli.
Tak hanya kepada Maruli, Purbaya juga mencolek Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. “Tadi juga yang Pak IPDN yang dibintangi itu besok bisa pencairan, bisa anda ambil,” ujar Purbaya.
“Perintah komandan saja,” jawab Tito
“Itu mau kapan di deploynya? 26? Ya sudah pak, bintangnya sudah saya coret di saya ya kan,” ujar Purbaya.
Selanjutnya, Purbaya pun menceritakan apa yang sudah dilakukan Kemenkeu selama ini sesuai petunjuk dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kami sudah melakukan percepatan penyaluran dana darurat, ini perintah Presiden. Totalnya Rp 268 miliar yang 3 provinsi, 52 kabupaten/kota,” ungkap Purbaya.
“Yang terdampak, ini Presiden, Rp 4 miliar per kabupaten/kota dan Rp 20 miliar per provinsi itu sudah dicairkan semua Pak, harusnya sih. Sudah dicairkan waktu itu,” sambungnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan terkait anggaran untuk membantu rehabilitasi lokasi bencana di Aceh dan Sumatera. Menkeu Purbaya terkejut mengetahui BNPB hanya memberi makan prajurit TNI maupun Polri di selama bantu korban bencana. Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak…
-
/data/photo/2025/12/22/6948789833338.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pekerjaan-pekerjaan Besar untuk Pulihkan Aceh Usai Banjir Nasional 31 Desember 2025
Pekerjaan-pekerjaan Besar untuk Pulihkan Aceh Usai Banjir
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pemulihan infrastruktur di Aceh pascabencana menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang akan dituntaskan pemerintah.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, wilayah
Aceh
Tamiang menjadi titik yang paling sulit dilakukan pemulihan. Bahkan, layanan pemerintah di daerah Aceh Tamiang belum maksimal.
Hal ini dikatakan Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pemulihan pasca-bencana dengan pimpinan DPR RI, kementerian/lembaga, hingga kepala daerah terdampak di Aceh, yang disiarkan langsung kanal YouTube DPR RI, Selasa (30/12/2025).
“Yang paling berat adalah (Aceh) Tamiang, karena Tamiang pemerintahannya belum berjalan efektif dan kemudian ekonomi juga belum berjalan maksimal. Kemudian untuk di daerah Sumatera Utara, sekalian saja di sini. Sumatera Utara itu cepat sekali
recover
,” kata Tito, Selasa.
Tito mengatakan, masih ada tujuh wilayah di Aceh yang terus menjadi perhatian pemerintah, meliputi Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.
Dia bilang, sebagian besar wilayah yang berhasil dipulihkan harus masuk dalam kategori kuning, yakni kategori dalam perhatian, karena mengalami bencana susulan.
“Pidie Jaya tidak dimasukkan kuning, tapi karena kemarin kena lagi beberapa hari lalu, ya kita harus memasukkan kuning lagi,” jelas Tito.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, pelebaran dan pendangkalan sungai akibat bencana di Sumatera, khususnya di Aceh, menjadi penyebab utama terganggunya pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Dody mengatakan, hampir seluruh sungai di daerah terdampak mengalami pelebaran dan pendangkalan hingga dua sampai tiga kali lipat dari kondisi semula.
“Hampir di semua kabupaten itu sungai-sungainya itu melebar dan mendangkal, rata-rata dua sampai tiga kali lipat dari kondisi semula,” ujar Dody.
Dia bilang kondisi tersebut menyebabkan banyak instalasi pengolahan air atau water treatment plant yang berada di tepi sungai tertutup lumpur.
“Sehingga banyak
water treatment plant
yang selama ini berada di tepi-tepi sungai tertutup lumpur semua, sehingga kemudian menyebabkan Bapak Ibu sekalian kesulitan air bersih di seluruh kabupaten yang terdampak,” tuturnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian PU tengah berupaya mengaktifkan kembali instalasi pengolahan air bersih secepat mungkin.
Dody menargetkan, dalam waktu tiga hingga empat bulan ke depan, sejumlah water treatment plant dengan kapasitas sekitar 20 liter per detik dapat kembali beroperasi di beberapa titik.
“Kami memang sedang bekerja keras agar
water treatment plant
ini bisa kita aktifkan secepat-cepatnya,” ucap Dody.
“Harapan kami dalam tempo 3 sampai 4 bulan ke depan beberapa water treatment plant yang berkapasitas sekitar 20 liter per detik bisa segera terbangun di beberapa titik,” sambungnya.
Dody juga mengatakan, Kementerian PU sudah mengirimkan tim konsultan untuk mengkaji kondisi sungai di Pidie Jaya, termasuk kemungkinan pembangunan bendungan atau sabo dam guna mencegah bencana serupa di masa mendatang.
“Kami juga sudah mengirimkan tim konsultan untuk mengkaji tentang kondisi sungai dan juga kemungkinan bendungan,” ucap dia.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan mengatakan, kerusakan sistem kelistrikan akibat bencana yang melanda Aceh saat ini jauh lebih masif dibandingkan saat tsunami 2004 silam.
Dia mengatakan, saat tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan hanya terjadi di delapan titik.
Sementara pada bencana kali ini, jumlah titik kerusakan melonjak tajam.
“Bencana kali ini dibanding dengan tsunami 2004 itu sangat berbeda. Pada saat tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan ada di 8 titik, sedangkan bencana kali ini di Aceh ada 442 titik,” kata Darmawan.
“Jadi skalanya sangat berbeda, kali ini sangat masif,” tegasnya.
Darmawan mengatakan, kecepatan pemulihan listrik saat ini sangat bergantung pada akses menuju lokasi terdampak, khususnya untuk evakuasi material dan peralatan kelistrikan.
Dia mengatakan, banyaknya wilayah yang akses jalannya masih belum memadai pun membuat proses pemulihan berjalan lebih lambat.
“Maka daerah-daerah yang memang aksesnya masih terbuka, pemulihan sistem kelistrikan bisa berjalan dengan cepat,” tuturnya.
Meski demikian, dia mengatakan, saat ini, sebanyak Dari total 23 kabupaten dan kota, sebagian besar wilayah sudah kembali menikmati pasokan listrik.
Pada kesempatan itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak mengungkapkan, pembangunan jembatan darurat pascabencana di Sumatera, khususnya Aceh, menghadapi proses yang panjang dan rumit, termasuk dalam hal pendanaan.
Maruli menjelaskan, pembangunan jembatan darurat harus diawali dengan survei lokasi untuk menentukan jenis jembatan yang sesuai.
“Kita harus survei tempat itu, tempat itu harus jenis jembatan apa yang tepat,” kata Maruli.
Berdasarkan hasil survei, TNI AD memutuskan membangun tiga jenis jembatan darurat, yakni jembatan Bailey, jembatan Armco, serta jembatan perintis atau jembatan gantung.
Setelah survei, material jembatan harus didatangkan dari Jakarta dan dikirim ke Aceh.
Namun, proses distribusi kerap terkendala kondisi jalan yang rusak.
“Di Aceh juga sampai turun di pelabuhan mau bergeser ke tempat untuk pengerjaan juga banyak yang terhambat di jalan, ada yang sampai satu minggu, Pak, nunggu penyelesaian,” ujarnya.
Dia mengatakan, hingga saat ini, Satgas Darurat Jembatan telah mengerahkan 22 jembatan Bailey di wilayah terdampak bencana, ditambah 14 jembatan Bailey dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Selain itu, sebanyak 39 jembatan Armco telah disiapkan di Aceh.
Mari juga mengakui, hingga saat ini Satgas masih bekerja secara swadaya.
“Sampai dengan saat ini kami belum mengerti sistem keuangannya, Pak. Kita swadaya semua ini, Pak,” kata dia.
Bahkan, dia mengatakan, pengadaan jembatan Armco dilakukan dengan cara berutang demi mempercepat proses pembangunan.
“Untuk Armco sampai pabrik-pabriknya itu kita borong semua, Pak, habis. Udah tiga tahap kita sudah kerjakan. Itupun ya saya nanti bisik-bisik Bapak aja Pak itu masih utang, Pak,” kata dia.
Meskipun begitu, Maruli menegaskan Satgas Darurat Jembatan akan terus bekerja untuk menangani kerusakan infrastruktur penghubung di wilayah terdampak bencana.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Mendagri: Total Biaya Pemulihan Banjir Sumatra-Aceh Rp59,25 Triliun
Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah sedang mempercepat pemulihan bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Menurut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp59,25 triliun.
Tito mengatakan penanganan terberat berada di Aceh Tamiang karena pemerintahan belum berjalan efektif begitupun pergerakan ekonomi belum berjalan maksimal.
“Kalau untuk pemulihan sampai selesai diperlukan anggaran lebih kurang Rp59,25 triliun. Masing-masing Rp33,75 untuk Aceh, Rp13,5 triliun untuk Sumatra Barat, dan Rp12 triliun untuk Sumatra Utara,” kata Tito saat rapat bersama pimpinan DPR dan Satgas Pemulihan Pascabencana, Selasa (30/12/2025).
Sedangkan, katanya, di Sumatra Utara pemulihan berangsur cepat di mana hanya tersisa 5 wilayah yang harus dipulihkan. Sementara di Sumatra Barat terdapat 3 wilayah mendapatkan perhatian intens.
Penyaluran uang pascabencana diperuntukan untuk memperbaiki kantor desa, sekolah, fasilitas kesehatan, sampai jembatan. Menurutnya, fokus penanganan adalah pembersihan di sejumlah wilayah, salah satunya dengan menambah pasukan TNI-Polri.
“Nomor satu sekali terutama di Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, pembersihan harus betul-betul dimobilisasi. Kemudian TNI sudah nambah pasukan, Polri juga sudah nambah pasukan, dan kemudian menghidupkan kembali pemerintahan, terutama Tamiang,” jelasnya.
Dia menilai Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang harus mendapatkan atensi lebih. Terlebih, katanya, presiden direncanakan hadir pada awal tahun 2026.
Sementara itu, bantuan bagi rumah terdampak mendapatkan bantuan Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta rusak sedang, dan Rp60 juta rusak berat atau hilang. Untuk skema penyaluran bantuan tersebut, dia menyarankan agar satu pintu melalui BNPB.
“Saran kami yang melakukan ini adalah BNPB, karena BNPB yang akan membayarkan. BNPB menjadi leading untuk data ini, mengambil data dari Pemda, kemudian data dari BPS, setelah itu divalidasi cepat oleh Polri, Kejaksaan, dan BPKP Perwakilan,” tandasnya.
/data/photo/2026/01/06/695cfc22b477e.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/07/693577d4cc6b7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/29/69521e8bb739a.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
