Di Bawah Rintik Hujan, Prabowo Temui Korban Banjir Sumut Jelang Tahun Baru 2026
Tim Redaksi
TAPANULI SELATAN, KOMPAS.com –
Presiden RI Prabowo Subianto mengunjungi korban banjir bandang dan longsor di Posko Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), Rabu (31/12/2025) malam, menjelang pergantian tahun 2026.
Pantauan
Kompas.com
di lokasi, Prabowo tiba di posko pengungsian sekitar pukul 23.30 WIB. Ia mengenakan kemeja safari berwarna krem dan topi biru.
Presiden didampingi sejumlah pejabat, antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ratusan korban yang sudah menanti dari siang pun menyambut Prabowo dengan antusias.
Padahal, rintik hujan terus turun dari langit. Namun, kondisi hujan tidak menghalangi antusiasme mereka untuk bertemu kepala negara.
“Bapak ganteng,” seru sejumlah ibu-ibu.
Merespons antusiasme warga, Prabowo pun melambaikan tangan, seraya duduk ke kursi yang telah disediakan.
Kemudian, Prabowo dan jajarannya tampak menonton film Jumbo yang sedang ditayangkan dari layar videotron di posko pengungsian.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Sugiono
-
/data/photo/2025/12/31/6955523f965b3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Di Bawah Rintik Hujan, Prabowo Temui Korban Banjir Sumut Jelang Tahun Baru 2026 Nasional 1 Januari 2026
-
/data/photo/2025/09/17/68ca538f66e88.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
7 Tolak Pilkada via DPRD, PDI-P: Rakyat Bisa Marah Hak Demokrasinya Diambil Nasional
Tolak Pilkada via DPRD, PDI-P: Rakyat Bisa Marah Hak Demokrasinya Diambil
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– PDI-P menolak wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan bukan secara langsung oleh rakyat.
Ketua DPP
PDI-P
Andreas Hugo Pareira mengatakan, pengambilan kembali hak memilih kepala daerah yang sudah diberikan kepada rakyat, berpotensi memicu kemarahan publik.
“Saya kira rakyat akan marah, karena hak yang sudah diberikan kepada rakyat ini akan diambil lagi oleh elite-elitenya yang ingin melanggengkan kekuasaannya,” ujar Andreas saat dihubungi, Rabu (31/12/2025).
Andreas berpandangan, dalam sistem demokrasi terdapat prinsip tidak tertulis bahwa hak yang telah diberikan kepada rakyat tidak seharusnya ditarik kembali.
“Dalam sistem demokrasi berlaku hukum yang tidak tertulis; ‘apa yang sudah diberikan kepada rakyat, pantang untuk diambil kembali’,” jelas Andreas.
Pimpinan Komisi XIII DPR RI itu mengakui bahwa perubahan sistem pemilihan di Indonesia berlangsung relatif cepat.
Tak terkecuali untuk perubahan pemilihan kepala daerah dan presiden dari mekanisme tidak langsung menjadi langsung oleh rakyat.
“Perubahan sistem pemilihan kita, memang cenderung terlalu cepat, dari tidak langsung oleh DPRD menjadi pemilihan langsung oleh rakyat. Ini tentu termasuk pemilihan presiden, dari oleh MPR menjadi langsung oleh rakyat,” kata Andreas.
Namun, lanjut Andreas, persoalan utama bukan terletak pada cepat atau lambatnya perubahan sistem, tetapi komitmen negara dalam menjaga
hak demokrasi
yang sudah dimiliki masyarakat.
“Namun hak demokrasi yang sudah diberikan kepada rakyat ini, apakah mau diambil kembali?” ujar Andreas.
Oleh karena itu, Andreas berpandangan bahwa perbaikan kualitas demokrasi seharusnya dilakukan dengan membenahi sistem pilkada langsung, bukan dengan mengembalikannya ke DPRD.
“Menurut saya, lebih baik kita benahi sistem pemilihan langsung ini untuk menjadi lebih berkualitas secara demokratis, ketimbang mengambil kembali apa yang sudah diberikan kepada rakyat,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, wacana agar pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD kembali mencuat setelah disuarakan Presiden Prabowo Subianto dan Partai Golkar.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan agar mekanisme pemilihan kepala daerah pada pemilu mendatang dilakukan melalui DPRD.
Usulan tersebut disampaikan Bahlil secara langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam perayaan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025) malam.
“Khusus menyangkut pilkada, setahun lalu kami menyampaikan kalau bisa pilkada dipilih lewat DPRD saja. Banyak pro kontra, tapi setelah kita mengkaji, alangkah lebih baiknya memang kita lakukan sesuai dengan pemilihan lewat DPRD kabupaten/kota biar tidak lagi pusing-pusing. Saya yakin ini perlu kajian mendalam,” kata Bahlil.
Partai Gerindra secara terbuka menyatakan dukungan terhadap usulan tersebut.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono mengatakan, Gerindra mendukung pemilihan kepala daerah oleh DPRD, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
“Gerindra ada dalam posisi mendukung upaya ataupun rencana untuk melaksanakan pemilukada ini oleh DPRD di tingkat bupati, wali kota ataupun di tingkat gubernur,” ujar Sugiono dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).
Sugiono menilai, pilkada melalui DPRD lebih efisien dari sisi anggaran dibandingkan pilkada langsung yang melibatkan seluruh pemilih.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno mengakui bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD berpotensi mengambil hak rakyat.
Namun, dia menilai usulan tersebut tetap layak dipertimbangkan.
Menurut Eddy, pengalamannya mengikuti berbagai tahapan pilkada menunjukkan bahwa praktik
politik uang
, politik dinasti, dan politik identitas justru semakin menguat dalam pilkada langsung.
“Kami melihatnya itu adalah sebuah usulan yang memang layak dipertimbangkan. Kami melihat adanya peningkatan intensitas di berbagai hal. Satu, politik uang. Dua, politik dinasti. Dan pada saat itu ada politik identitas yang sangat besar intensitasnya, ketika pilkada itu dilaksanakan secara langsung (dipilih rakyat),” ujar Eddy dalam Refleksi Akhir Tahun 2025 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Eddy menambahkan, dengan dikembalikannya sistem pilkada melalui DPRD, berbagai ekses tersebut berpeluang untuk ditekan.
“Memang saya akui bahwa jika masyarakat publik sudah diberikan hak untuk memilih langsung, dan kemudian haknya diambil, saya kira akan menimbulkan berbagai masukan yang menghendaki agar itu tetap melekat pada mereka,” kata Eddy.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Prabowo Tiba di Silangit, Tinjau Langsung Pemulihan Pascabencana
Tapanuli (beritajatim.com) — Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara untuk meninjau kembali secara langsung lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara dan Aceh.
Prabowo mengenakan pakaian kemeja safari berwarna krem dan topi biru. Hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Tampak juga Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Kemudian turut mendampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan, serta Pangdam Bukit Barisan Mayjen Hendy Antariksa.
Prabowo kemudian berjalan menuju Helikopter TNI AU Caracal untuk meninjau jembatan bailey Sungai Garoga, Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Di lokasi tersebut, Prabowo melakukan peninjauan terhadap progres pembangunan jembatan, sebagai bagian dari upaya peningkatan konektivitas dan infrastruktur di wilayah terdampak bencana. (hen/ted)
-

Akhir Tahun 2025, 6 Bangunan di Taman Pelangi Surabaya Dirobohkan Lagi
Surabaya (beritajatim.com) – Tepat di penghujung tahun 2025, sebanyak enam bangunan bekas rumah warga di Kampung Taman Pelangi, Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya kembali dirobohkan pada hari Rabu (31/12/2025).
Perobohan bangunan ini dilakukan dengan menggunakan alat berat. Tujuannya untuk median proyek flyover yang akan mulai dibangun di atasnya pada tahun 2026-2027, sebagai proyek nasional.
Enam bangunan yang dibongkar dulunya merupakan rumah-rumah warga yang selama ini menjadi pelindung di antara dingin panasnya matahari. Kini bangunan itu ditinggalkan pemiliknya dan mulai dirobohkan, karena mereka warga sudah mendapatkan ganti rugi.
Mesin ekskavator sibuk menganyunkan moncong ke arah tembok-tembok penyangga atap. Diringi dengan jeritan mesin gergaji mesin senso dari kejauhan, di mana pekerja merapikan pepohonan Taman Pelangi yang rimbun.
Suasana perobohan bangunan bekas rumah warga Kampung Taman Pelangi Surabaya untuk Proyek Flyover (dok. Roesdan Suriansyah/beritajatim.com)
Sugiono (60), warga yang masih bertahan di rumahnya karena belum mendapatkan ganti rugi proyek hanya bisa memandang lurus. Sesekali keluar masuk rumahnya untuk merapikan perkakas di rumahnya.
“Sudah akan dirobohkan semua,” kata Sugiono.
Sambil memegang erat kerah bajunya, kakek itu mengatakan bahwa mungkin sebentar lagi rumahnya juga akan dirobohkan. Ia bilang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memberikan janji untuk memberikan ganti rugi terhadap rumahnya dan enam rumah warga lain dalam tempo cepat awal Januari 2026 mendatang.
“Hari ini saya akan kembali ke Pemkot, untuk menyerahkan syarat terakhir bukti pelunasan tagihan listrik dan PDAM,” ujarnya.
Ia pun turut menyampaikan bahwa sejak kemarin hingga hari ini, sudah ada enam rumah yang dirobohkan. Dan hanya akan ada enam rumah yang dirobohkan pada penghujung tahun ini.
“Hanya enam rumah yang dirobohkan akhir tahun ini. Tidak ada yang lain, sebab kami juga tidak mau jika rumah kami dirobohkan sebelum diberikan ganti rugi,” ucapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan bahwa perobohan bangunan di Taman Pelangi rampung pada akhir Desember 2025. Dengan rencana pengerjaan proyek flyover dimulai bertahap 2026 dan 2027 oleh Kementerian Pengerjaan Umum (PU).
“Karena kita hanya menyediakan tanahnya. (Pembangunan) ada di 2026 dan 2027 dilakukan oleh Kementerian PU,” kata Eri. (rma/but)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459477/original/078262600_1767162006-PHOTO-2025-12-31-12-14-33.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Prabowo Lewati Malam Tahun Baru 2026 di Lokasi Bencana
Liputan6.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali mengunjungi lokasi terdampak bencana di wilayah Sumatera Utara (Sumut), pada Rabu (31/12/2025). Dia diagendakan meninjau pembangunan jembatan bailey Sungai Garoga, Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kunjungan ini menjadi yang kelima bagi Presiden Prabowo untuk meninjau langsung penanganan bencana. Kunjungan Prabowo tersebut sekaligus memastikan kebutuhan para warga terdampak terpenuhi.
Dari Jakarta, Prabowo beserta rombongan terbatas tiba di Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara pada pukul 11.20 WIB. Setelahnya, Prabowo langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Tapanuli Selatan dengan menggunakan Helikopter Caracal TNI AU.
Di Tapanuli Selatan, Prabowo akan meninjau langsung progres pembangunan jembatan bailey yang dibangun bersama oleh aparat dan masyarakat setempat. Jembatan ini memiliki peran strategis sebagai penghubung utama antarwilayah yang sebelumnya terputus akibat bencana.
Dengan fungsi vital bagi masyarakat, pembangunan jembatan sekaligus diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, distribusi logistik, serta akses layanan dasar. Pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga juga diharapkan dapat dipercepat oleh kehadiran infrastruktur ini.
Selain meninjau pembangunan infrastruktur, Prabowo juga diagendakan mengunjungi posko pengungsian bagi warga terdampak. Di sana, Kepala Negara akan memastikan kembali para warga terdampak mendapatkan pelayanan yang layak dan seluruh bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
Prabowo tampak didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhouyono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Anggaraka Prabowo, hingga Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458299/original/097522900_1767076303-Sekjen_PKS.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
PKS Masih Kaji Usulan Kepala Daerah Dipilih oleh DPRD
Liputan6.com, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan, pihaknya masih mengkaji usulan kepala daerah level gubernur hingga bupati/wali kota dipilih dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD).
Sekretaris Jenderal atau Sekjen PKS Muhammad Kholid menyatakan, partainya masih mendalami sistem terbaik terkait pemilihan kepala daerah (pilkada).
“Kami sedang mendalaminya dan membahasnya di DPP, mana yang terbaik buat masyarakat dan kelangsungan masa depan demokrasi kita,” ujar Kholid saat dikonfirmasi, Selasa (30/12/2025).
Kholid menyatakan, pihaknya ingin lebih dahulu mendengarkan banyak masukan ahli.
“Kita juga ingin terlebih dahulu banyak mendengarkan masukan dari para ahli, dari masyarakat sipil, ormas, kampus, dan tokoh-tokoh bangsa dan juga keluarga besar konstituen PKS,” ucap dia.
“Kami juga siap mendiskusikannya dengan teman teman partai politik lain, khususnya dengan teman teman partai koalisi,” pungkas Kholid.
Sebelumnya, Partai Gerindra mendukung usulan kepala daerah level gubernur hingga bupati/wali kota dipilih dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD). Sekjen DPP Partai Gerindra Sugiono mengatakan pemilihan kepala daerah oleh DPRD patut dipertimbangkan untuk diterapkan.
“Gerindra ada dalam posisi mendukung upaya ataupun rencana untuk melaksanakan pemilukada ini oleh DPRD di tingkat bupati, wali kota ataupun di tingkat gubernur,” ucap Sugiono dalam keterangannya, Senin 29 Desember 2025.
Gerindra melihat pemilihan kepala daerah melalui DPRD bisa lebih efisien daripada yang selama ini diterapkan.
“Pemilihan melalui DPRD bisa lebih efisien mulai dari proses atau waktu penjaringan kandidat, mekanisme, anggaran dan ongkos politik hingga pemilihan terlaksana,” kata Sugiono.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyinggung soal evaluasi Pilkada langsung yang dinilainya tidak menjamin kredibilitas seorang Kepala Daerah.
-

Empat Petinggi Parpol yang Pro Pilkada Lewat DPRD Bertemu, Said Didu: Pernah Pikirkan Rakyat
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu menyorot tajam ke sebuah foto pertemuan pimpinan tertinggi beberapa partai.
Lewat cuitan di media sosial X pribadinya, Said Didu membagikan foto yang memperlihat keempat pimpinan partai itu.
Diantaranya ada Bahlil Lahadalia perwakilan dari Partai Golkar, kemudian ada Muhaimin Iskandar perwakilan dari PKB.
Terlihat juga kehadiran dari Zulkifli Hasan perwakilan dari Partai PAN dan ada juga Sugiono selaku perwakilan dari Partai Gerinda.
Kemudian pertemuan para petinggi para ini guna membahas soal Pilkada Langsung-DPRD.
Ini yang kemudian disorot tajam oleh Said Didu dengan memberikan sindiran soal pertemuan ini.
“Kembali ke Laptop,” tulisnya dikutip Selasa (30/12/2025).
Ia memberikan sindiran soal ruang untuk tidak percaya ke para politisi. Karena menurutnya kebijakan yang diambil justru kerap merugikan rakyat.
“Selalu sisakan ruang ketidakpercyaan kepada politisi. Mereka pernah pikirkan rakyat ????,” sindirnya.
Beberapa waktu lalu, memang muncul wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah—baik gubernur, bupati, maupun wali kota—melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Partai Gerindra jadi motor
wacana ini, ada juga beberapa partai lain yang menyatakan sikap mendukung hadirnya wacana ini.Diantaranya ada, Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya menyuarakan penghapusan pemilihan kepala daerah secara langsung (pilkadasung).
Namun, PDI-Perjuangan dan Partai Demokrat menolak keras usulan politik ini.
-

Saiful Mujani Tunjukan Survei: Rakyat Sangat Tidak Setuju Kepala Daerah Tidak Dipilih Langsung Oleh Rakyat!
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pakar Ilmu Politik, Prof Saiful Mujani menegaskan rakyat tak sepakat dengan wacana beredar. Terkait pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak tipilih langsung oleh rakyat.
Dia membuktikannya dengan hasil survei yang dilakukan lembaganya, Saiful Mujai Research and Consulting alias SMRC.
“Rakyat: tidak setuju kepala daerah tidak dipilih langsung oleh rakyat,” tulis Saiful dikutip dari unggahannya di X, Selasa (30/12/2025).
Tidak hanya itu, melalui survei yang sama, Saiful juga membeberkan bahwa rakyat tak setuju jika kepala daerah di semua tingkatan tidak dipilih langsung rakyat.
“Rakyat: sangat tidak atau tidak setuju gubernur, bupati, walikota tidak dipilih langsung oleh rakyat,” terangnya.
Di sisi lain, survei itu menunjukkan rakyat ingin kepala daerah di tingkar kabupaten atau kota dipilih langsung oleh rakyat.
“Rakyat: bupati, walikota dipilih langsung oleh rakyat,” ujarnya.
Begitu pula dengan gubernur, Saiful menegaskan rakyat ingin memilih sendiri pemimpinnya.
”Rakyat: tidak setuju gubernur dipilih oleh presiden,” pungkas Saiful.
Saiful juga menyentil seluruh pimpinan partai. Menegaskan bahwa rakyat menolak wacana tersebut, selain itu juga melabrak putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Adapun wacana ini makin menguat setelah Sekjen DPP Partai Gerindra, Sugiono menyebut, pilkada dengan skema dupilih DPRD bisa lebih efisien dari sisi anggaran dibandingkan pilkada langsung di mana rakyat memilih langsung kepala daerahnya, mulai dari proses atau waktu penjaringan kandidat, mekanisme, anggaran dan ongkos politik hingga pemilihan terlaksana.
-

Golkar, PAN hingga Gerindra Siap Pilkada melalui DPRD, Loyalis Anies: Bangke
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah menyorot tajam ke Sekertaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Sugiono.
Sorotan ini muncul usai adanya wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah—baik gubernur, bupati, maupun wali kota—melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Tak hanya Gerindra, ada beberapa partai lain yang menyatakan sikap mendukung hadirnya wacana ini.
Diantaranya ada, Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya menyuarakan penghapusan pemilihan kepala daerah secara langsung (pilkadasung).
Namun, PDI-Perjuangan dan Partai Demokrat menolak keras usulan politik ini.
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Geisz Chalifah justru menyorot tajam ke Sekjen Gerindra, Sugiono.
Ini terkait penjelasan dari Sugiono soal penerapan wacana ini yang dianggapnya kurang baik.
Bahkan, Geisz sampai memberikan sindiran karena penjelasan sang Sekjen dianggap kurang baik.
“Sekjen Geridra bicara tentang pemilihan kepala daerah lewat DPRD, jabatannya memang Menlu penjelasannya Tolol. Dari Demokrat yang bicara Anto (Andi Alfian Mallarangeng),” tulisnya dikutip Selasa (30/12/2025).
“Kapasitas otak keduanya beda jauh. Anto ngerti yang dia bicarakan. Sugiono ini mahluk ajaib muncul dari mana?,” tuturnya.
Geisz tampaknya begitu muak dengan penjelasan soal mekanisme Pemilihan kepala daerah ini.
Yang membuat begitu muak bisa saja karena penjelasan dari pihak yang ingin menerapkannya namun memberi penjelasan ke publik dengan kurang baik.
“Lama-lama ngedengerin para bangsat bicara tentang bencana ujung-ujungnya jadi nafsuin. Ada yang ngomong kopi yang kita minum & gorengan yg kita makan,” tuturnya.
/data/photo/2023/05/09/645a3cb4eddf1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)