Tag: Sri Mulyani Indrawati

  • Makna Mendalam Erick Thohir Rayakan Idul Fitri 2025 – Page 3

    Makna Mendalam Erick Thohir Rayakan Idul Fitri 2025 – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H kepada seluruh masyarakat. Dalam pesannya, yang diunggah melalui instagram pribadinya, Erick berharap agar Idul Fitri membawa kedamaian di hati, kelapangan jiwa, serta keberkahan dalam kehidupan.

    “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Semoga momen Idul Fitri membawa kedamaian di hati, kelapangan jiwa dan keberkahan hidup,” ujar Erick Thohir, Senin (31/3/2025).

    Menurutnya, hari Raya Idul Fitri tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mempererat silaturahmi, memaafkan kesalahan, dan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terdekat.

    Momentum ini menjadi pengingat untuk terus menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, serta semangat berbagi kepada sesama.

    “Mohon maaf lahir dan batin dan selamat berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.

    Pesan Menteri Keuangan di Hari Raya Idul Fitri tahun 2025

    Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk kembali bertemu dengan Idul Fitri. Ucapan itu disampaikan dalam sebuah video yang diunggah di akun instagram pribadinya @smindrawati.

    Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, kini tibalah saatnya untuk merayakan hari yang penuh berkah dan kebahagiaan.

    Menurutnya, bulan Ramadan adalah waktu yang penuh dengan ibadah dan solidaritas sosial, yang mempererat hubungan antar sesama serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    “Alhamdulillah kita telah ditemukan kembali dengan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Hari kemenangan yang selalu kita nantikan dengan penuh syukur dan sukacita. Setelah satu bulan kita terus melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan,” kata Sri Mulyani dikutip dari instagram pribadinya, Senin (31/3/2025).

    Ia juga mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah yang telah dilakukan selama Ramadan, mengampuni segala dosa, dan menjadikan umat Muslim kembali dalam keadaan fitri.

     

  • Ahok Halalbihalal di Rumah Megawati, Sempat Ngobrol dengan Didit

    Ahok Halalbihalal di Rumah Megawati, Sempat Ngobrol dengan Didit

    Jakarta

    Ketua DPP PDIP Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku sempat ngobrol dengan putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo saat halalbihalal ke rumah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Apa isi obrolan itu?

    “Ngobrol, ngobrol sama Mas Didit,” kata Ahok saat meninggalkan kediaman Megawati di Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2025).

    “Ya salam aja, kebetulan kan teman adik saya dia, teman dekat,” imbuhnya.

    Ahok mengaku hanya membahas seputar Lebaran dengan Megawati. Dia menuturkan tak ada pembahasan terkait politik.

    “Ya Lebaran aja tadi,” ujar Ahok saat menjawab obrolan dengan Megawati.

    Sebagai informasi, sejumlah kader PDIP juga halalbihalal ke kediaman Megawati. Di antaranya Bambang Pacul, Ahmad Basarah, Utut Adianto, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Yasonna Laoly, Samuel Wattimena, Ronny Talapessy, Trimedya Panjaitan, Todung Mulya Lubis, Deddy Sitorus, Maqdir Ismail hingga TB Hasanuddin.

    Selain itu, ada juga Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono dan Chairman of CT Corp, Chairul Tanjung. Kemudian, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

    (mib/maa)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Pesan Menyentuh Sri Mulyani di Hari Lebaran Idul Fitri 1446 H – Page 3

    Pesan Menyentuh Sri Mulyani di Hari Lebaran Idul Fitri 1446 H – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyampaikan rasa syukur ataskesempatan yang diberikan untuk kembali bertemu dengan Idul Fitri. Ucapan itu disampaikan dalam sebuah video yang diunggah di akun instagram pribadinya @smindrawati.

    Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, kini tibalah saatnya untuk merayakan hari yang penuh berkah dan kebahagiaan.

    Menurutnya, bulan Ramadan adalah waktu yang penuh dengan ibadah dan solidaritas sosial, yang mempererat hubungan antar sesama serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    “Alhamdulillah kita telah ditemukan kembali dengan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Hari kemenangan yang selalu kita nantikan dengan penuh syukur dan sukacita. Setelah satu bulan kita terus melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan,” kata Sri Mulyani dikutip dari instagram pribadinya, Senin (31/3/2025).

    Ia juga mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah yang telah dilakukan selama Ramadan, mengampuni segala dosa, dan menjadikan umat Muslim kembali dalam keadaan fitri.

    Bendahara negara ini mengatakan, lebaran tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Sang Maha Pencipta.

    “Sebuah ibadah yang mempererat solidaritas sosial. Hari ini kita merayakan kemenangan dengan hati insya Allah menjadi bersih dan diridoi Allah SWT,” ujarnya.

    Lebaran adalah waktu yang istimewa untuk berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara, baik di kampung halaman maupun di tempat perantauan. Dengan penuh kehangatan dan sukacita, umat Muslim merayakan hari kemenangan ini dengan saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi.

    “Selamat lebaran. Selamat berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman,” ujarnya.

    Adapun Menteri Keuangan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai ajang refleksi dan perbaikan diri. Dengan hati yang tulus dan niat yang ikhlas, mari rayakan lebaran dengan semangat kebersamaan dan saling memaafkan.

    “Mari rayakan lebaran dengan penuh kehangatan dan sukacita, dengan niat hati yang tulus dan ikhlas untuk saling memaafkan,” pungkasnya.

     

     

  • Lebaran ke Rumah Megawati, Sekjen Gerindra: Tak Bahas Politik
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        31 Maret 2025

    Lebaran ke Rumah Megawati, Sekjen Gerindra: Tak Bahas Politik Nasional 31 Maret 2025

    Lebaran ke Rumah Megawati, Sekjen Gerindra: Tak Bahas Politik
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai
    Gerindra
    , Ahmad Muzani, mengaku tak membahas masalah politi saat Lebaran di rumah Presiden ke-5 RI
    Megawati Soekarnoputri

    “Enggak ada hal berat apalagi politik, enggak ada sama sekali,” ujar Muzani saat ditemui awak media di depan rumah Megawati, Senin (31/3/2025).
    Muzani mengatakan, pertemuan hari ini murni untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan dalam rangka Lebaran.
    Hal yang sama juga berlaku dalam pertemuannya dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.
    “Pertemuan dengan Bu Mega, Pak JK tidak ada pembicaraan politik sama sekali, pembicaraan tentang Lebaran, tentang suasana Lebaran dan ya Lebaran semuanya, makan-makan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin,” kata Muzani lagi.
    Setelah mengunjungi Megawati, Muzani berencana untuk mengunjungi Wapres ke-6 RI Try Sutrisno dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.
    Terkait putra Presiden Prabowo Subianto,
    Didit Hadiprasetyo
    , yang juga bersilaturahmi ke Megawati, Muzani menyebut kedua keluarga memang akrab. 
    “Didit sangat akrab dengan Ibu Puan dan keluarga Bu Puan di sini,” kata Muzani.
    Bahkan, Didit disebutkan sangat menikmati suasana Lebaran di rumah Megawati.
    “Jadi, beliau menikmati suasana Lebaran ini,” lanjut Muzani.
    Muzani mengatakan, dirinya dan Didit sangat akrab dengan keluarga Megawati.
    “Ya kita semua akrab karena Lebaran,” kata dia.
    Hari ini, sejumlah pejabat negara dan kader Perjuangan terlihat bersilaturahmi ke Megawati Soekarnoputri.
    Mereka yang tiba antara lain, Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno alias Bang Doel.
    Kemudian, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin, dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.
    Sejumlah kader PDI Perjuangan yang lain juga sudah terlihat hadir di lokasi.
    Beberapa di antaranya adalah Juru Bicara PDI Perjuangan, Ronny Talapessy, dan Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto.
    Kemudian, terlihat juga Todung Mulya Lubis dan Maqdir Ismail. Kedua pengacara ini diketahui sering menjadi kuasa hukum PDI Perjuangan dalam beberapa kesempatan.
    Lalu, terlihat juga mantan anggota DPR RI Trimedya Panjaitan dan Ketua DPD PDIP Sumatera Utara Rapidin Simbolon.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sri Mulyani dan Budi Gunadi Sadikin Sambangi Kediaman Megawati di Hari Pertama Lebaran

    Sri Mulyani dan Budi Gunadi Sadikin Sambangi Kediaman Megawati di Hari Pertama Lebaran

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengunjungi kediaman Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

    Sri Mulyani dan Budi Gunadi tiba di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pukul 12.33 WIB pada hari pertama Lebaran, Senin (31/3/2025).

    Kedatangan kedua menteri ini merupakan tradisi silaturahmi yang biasa dilakukan oleh para pejabat negara saat Lebaran.

    Sri Mulyani, yang tiba terlebih dahulu, tampak mengenakan kaftan tunik putih, disusul oleh Budi Gunadi yang mengenakan batik bercorak biru.

    Pada kesempatan itu, Sri Mulyani yang datang bersama suami, Tonny Sumartono, sama sekali tidak memberikan pernyataan dan langsung meninggalkan lokasi.

    “Minal aidzin wal faizin,” ujar Sri Mulyani singkat sebelum meninggalkan kediaman Megawati Soekarnoputri.

    Selain itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pertemuannya dengan Megawati merupakan bentuk silaturahmi dalam momentum Lebaran.

    Selain Sri Mulyani dan Budi Gunadi, beberapa tokoh politik dan menteri lainnya juga terpantau hadir dalam kesempatan tersebut, mulai dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hingga Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono.

  • Jajaran Kabinet Merah Putih Hadiri Open House Prabowo di Istana

    Jajaran Kabinet Merah Putih Hadiri Open House Prabowo di Istana

    loading…

    Jajaran Kabinet Merah Putih menghadiri open house Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (31/3/2025). Foto/Binti Mufarida

    JAKARTA – Jajaran Kabinet Merah Putih menghadiri open house Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (31/3/2025). Mereka silaturahmi dengan Presiden Prabowo dalam rangka Idulfitri 1446 Hijriah.

    Dari pantauan SindoNews, Prabowo tampak menyalami satu per satu pejabat hingga menteri yang hadir. Terlihat juga Prabowo ditemani oleh putra semata wayangnya Didit Hediprasetyo.

    Tampak tamu pertama yang disambut Prabowo yaitu Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan keluarga. Selanjutnya, mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK).

    Selanjutnya, berturut-turut para menteri Kabinet Merah Putih termasuk Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Pada kesempatan itu, hadir juga Gubernur Jakarta Pramono Anung dan istri. “Mohon maaf lahir batin,” kata Pramono kepada awak media.

    Kemudian juga terlihat Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan suami. Lalu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Tampak juga Plt Ketua Umum PPP Mardiono, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Ketua MPR Ahmad Muzani, COO Danantara Pandu Sjahrir, Menko PMK Pratikno, Wamen Ekraf Irene Umar.

    Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Arsjad Rasyid, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronika Tan.

    (rca)

  • Menkeu Sri Mulyani Ikuti Salat Id di Kantor Pajak

    Menkeu Sri Mulyani Ikuti Salat Id di Kantor Pajak

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Salahuddin yang terletak di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, pada Senin (31/3/2025).

    Berdasarkan pantauan Bisnis.com, Sri Mulyani tiba di Masjid Salahuddin sekitar pukul 06.40 WIB. Sri Mulyani mengenakan baju muslimah berwarna krem dan menjinjing tas berukuran kecil.

    Sri Mulyani datang bersama suaminya, Tonny Sumartono dan disambut oleh Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Suryo Utomo. Sri Mulyani sempat berbincang singkat dengan Suryo sebelum kemudian memasuki masjid.

    Selain Sri Mulyani, beberapa anggota Kabinet Merah Putih juga melakukan salat Idulfitri di Masjid Salahuddin. Beberapa diantaranya adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi dan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu.

    Adapun, salat Idulfitri di Masjid Salahuddin pada tahun ini dipimpin oleh imam Nu’man Abdul Muiz dan khatib Ahmad Kusyairi Suhail.

    Sebelumnya, Hasil Sidang Isbat menetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah atau Lebaran Idulfitri pada 2025 jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

    Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa dari hasil sidang isbat yang dilakukan tertutup bahwa hilal belum terlihat.

    “Maka disepakati bahwa 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada hari Senin 31 Maret 2025,” kata Nasaruddin.

  • Tol Padang-Sicincin Gratis buat Mudik Lebaran

    Tol Padang-Sicincin Gratis buat Mudik Lebaran

    Jakarta

    Pemerintah secara resmi membuka Tol Padang-Sicincin secara fungsional sebagai upaya mendukung mobilitas pada pemudik. Menteri Keuangan (Menkeu) mengungkapkan hingga 20 Maret 2025 realisasi anggaran pembangunan ruas Tol Padang-Sicincin sebesar Rp906,24 miliar.

    “Kini, jalan tol Padang-Sicincin sudah dibuka secara fungsional. Para pemudik yang menggunakan jalur darat menuju wilayah Sumatera Barat, bisa memilih opsi melewati jalan tol ini,” tulis keterangan unggahan Instagram resmi @smindrawari dikutip, Minggu (30/3/2025).

    Sri Mulyani mengatakan, tol sepanjang 35,9 kilometer ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan pendanaan dari Badan Layanan Umum (BLU). Hingga 20 Maret 2025, realisasi anggaran pembangunan proyek Tol ini mencapai Rp906, 24 miliar.

    “Jalan tol ini dibangun dengan APBN #UangKita melalui pendanaan dari @blu.Iman dengan realisasi anggaran sebesar Rp906,24 miliar hingga 20 Maret 2025,” katanya.

    Sri Mulyani mengabarkan bahwa pemerintah memberikan kebijakan khusus dengan menggratiskan penggunaan jalan tol ini selama periode Lebaran. Hal ini untuk meringankan biaya perjalanan serta memberikan kenyamanan lebih bagi pemudik yang menuju Sumatera Barat.

    “Kabar baiknya, para pemudik bisa melewati jalan tol Padang-Sicincin secara GRATIS pada periode mudik lebaran kali ini,” katanya.

    (kil/kil)

  • Sri Mulyani Ungkap 3 Hal yang Bikin Bos NDB Kagum Usai Bertemu Prabowo

    Sri Mulyani Ungkap 3 Hal yang Bikin Bos NDB Kagum Usai Bertemu Prabowo

    Jakarta

    Presiden of New Development Bank (NDB) Dilma Vana Rousseff kagum terhadap pemerintah Indonesia saat ini, usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, Selasa (25/3/2025).

    NDB merupakan Bank Pembangunan yang didirikan oleh negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan South Africa) pada 2014 dengan komitmen modal awal US$ 100 miliar.

    Mengutip dari Instagram Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati @smindrawati, Sabtu (29/3/2025), berikut 3 hal yang bikin Bos NDB sekaligus mantan Presiden Brasil itu kagum:

    1. Program Makan Bergizi Gratis hingga Hilirisasi

    Sri Mulyani mengatakan dalam pertemuan tersebut, Prabowo menjelaskan berbagai program prioritas nasional yang membuat Bos NDB kagum, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Swasembada Pangan dan Program Hilirisasi.

    “Presiden Dilma menjelaskan NDB menghargai dan memuji Kepemimpinan Presiden Pabowo yang memiliki arah kebijakan pembangunan yang bertumpu pada penguatan fondasi nasional bidang pangan, hilirisasi, dan juga membahas program Makan Bergizi Gratis secara detail dengan berbagi pengalaman di Brazil dan juga yang dilakukan di India,” terang Sri Mulyani.

    2. Pengembangan Energi Hijau

    Dilma juga menyatakan kekaguman terhadap komitmen Indonesia mengembangkan renewable energy melalui Biofuel B-40. Brasil yang melakukan lebih dahulu, saat ini hanya mencapai B-14.

    3. Pembangunan Ekonomi

    Sri Mulyani mengatalan, Dilma juga kagum dengan arah pembangunan ekonomi Indonesia. Untuk itu Dilma tak segan mengajak Indonesia menjadi anggota NDB.

    “Pembangunan ekonomi Indonesia yang memiliki kinerja positif dan stabil yang berbasis perencanaan jangka panjang yang dimonitor secara kontinyu dan detail menjadikan Indonesia sebagai emerging market yang kuat dan menonjol,” papar Sri Mulyani.

    “Presiden Prabowo memutuskan menerima undangan menjadi anggota NDB. Selain mempertimbangkan dan mendapatkan kajian teknis dari Kementerian Keuangan – NDB juga diharapkan dapat berkolaborasi bersama institusi pembangunan Indonesia seperti Danantara,” pungkasnya.

    Tonton juga Video: Prabowo Optimistis RI Swasembada Pangan Kurang dari 4 Tahun

    (igo/hns)

  • Rasio Pajak RI Rendah, Guru Besar UI Dorong Pembentukan Badan Penerimaan Negara

    Rasio Pajak RI Rendah, Guru Besar UI Dorong Pembentukan Badan Penerimaan Negara

    Bisnis.com, JAKARTA — Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Haula Rosdiana mendorong Presiden Prabowo Subianto segera merealisasi pembentukan Badan Penerimaan Negara.

    Haula menilai ada kelemahan mendasar dari aspek kelembagaan dalam hal memungut penerimaan negara. Akibatnya, rasio perpajakan Indonesia kerap menjadi salah satu yang terendah di dunia.

    Laporan Bank Dunia bertajuk Estimating Value Added Tax (VAT) and Corporate Income Tax (CIT) Gaps in Indonesia misalnya, yang mengungkap rasio pajak Indonesia menjadi yang terendah di dunia.

    Pada 2021, rasio pajak Indonesia hanya sebesar 9,1%. Di antara negara kawasan saja, rasio pajak Indonesia lebih rendah dari Kamboja (18%), Malaysia (11,9%), Filipina (15,2%), Thailand (15,7%), dan Vietnam (14,7%).

    Oleh sebab itu, Haula meyakini perlu adanya perombakan secara kelembagaan. Caranya, dengan peleburan lembaga-lembaga pemungut setoran penerimaan negara ke Badan Penerimaan Negara.

    “Pak Sumitro [Sumitro Djojohadikoesoemo saja, mantan menteri keuangan, ayah Prabowo], tahun 1955 itu sudah bilang kelembagaan itu satu hal yang krusial, satu hal yang penting. Jadi kalau mau ingin mengadakan transformasi di dalam penerimaan negara, ya memang kelembagaan itu menjadi hal yang penting,” jelas Haula kepada Bisnis, dikutip Sabtu (29/3/2025).

    Profesor perempuan bidang perpajakan pertama di Indonesia ini pun mengkritisi langkah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang kembali melaksanakan joint programme alias program bersama antar lembaga di Kementerian Keuangan untuk menggenjot penerimaan negara.

    Haula menjelaskan joint programme merupakan cara lama. Saat masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), program serupa sempat dilaksanakan oleh Sri Mulyani pada 2018 hingga 2019.

    Masalahnya, masih ditemukan kelemahan dari program tersebut sehingga tidak secara maksimal menambah kas negara. Haula mengaku sudah sempat melakukan evaluasi terhadap program tersebut.

    Dia mencontohkan, pertukaran data antara lembaga yang ikut dalam joint programme tersebut tidak terlaksana secara otomatis dalam sistem. Artinya, antar lembaga masih harus meminta konfirmasi apabila ingin menerima atau meminta data.

    Oleh sebab itu, Haula meyakini joint programme tersebut hanya sekadar kebijakan yang dipaksakan dari atas ke bawah. Masing-masing lembaga masih memiliki ego sektoral dan fokus ke target kelembagaan masing-masing.

    Akibatnya, nilai kerja sama antar lembaga tidak terinternalisasi di lingkungan Kementerian Keuangan. Akhirnya, simpul Haula, joint programme hanya sekedar formalitas saja.

    “Kata Einstein gitu kan, ‘Insanity [kegilaan] itu adalah kalau kamu mengharapkan result [hasil] yang berbeda tapi masih dengan cara-cara yang sama,” ujarnya.

    Joint Programme

    Sebelumnya, Sri Mulyani meresmikan penyelenggara joint programme antara tujuh lembaga di lingkungan Kementerian Keuangan untuk menggenjot penerimaan negara pada Kamis (27/3/2025) kemarin.

    Sri Mulyani meyakini program bersama tersebut bisa membuat penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak akan terus meningkat.

    “Optimalisasi penerimaan negara tahun 2025 melalui joint program dimulai hari ini,” ungkap Sri Mulyani dalam keterangannya, Kamis (27/3/2025).

    Program bersama ini akan mensinergikan unit Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak atau DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Sekretariat Jenderal (Setjen), Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Inspektorat Jenderal (Itjen), dan Lembaga National Single Window (LNSW).

    Nantinya, tujuh lembaga tersebut akan melakukan analisis, pengawasan, pemeriksaan, penagihan, hungga intelijen bersama. Sri Mulyani mengungkapkan, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan rasio perpajakan Indonesia.

    “DJP, DJBC, Setjen, BKF, DJA, Itjen, dan LNSW yang akan saling bekerja sama menerjemahkan amanat Presiden ke dalam tugas dan fungsi Kemenkeu untuk meningkatkan penerimaan negara dan menciptakan fondasi fiskal yang berkelanjutan,” tutup bendahara negara itu.