Puan Resmikan Patung Soekarno di KBRI Tokyo Jepang
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Ketua DPR RI
Puan Maharani
meresmikan patung Presiden pertama RI, Soekarno, di Kompleks Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang.
Peresmian patung ini ditandai oleh pemotongan pita secara bersamaan oleh Puan, Ketua Parlemen Jepang Nukaga Fukushiro, dan Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi, di
KBRI Tokyo
, pada Rabu (28/5/2025) pagi.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, patung Ir. Soekarno di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, saya resmikan,” kata Puan, dalam keterangannya, Rabu.
Patung Bung Karno ini adalah karya Kiyomiya Purwanto Mahisa Ayu Ramadhana.
Puan pun merasa tersanjung bisa meresmikan secara langsung patung Bung Karno yang diletakkan di Kantor KBRI Tokyo.
“Pertama-tama saya sampaikan apresiasi kepada saudari Kiyomiya Purwanto Mahisa Ayu Ramadhana, yang telah melahirkan karya seni patung Ir. Soekarno,” ujar Puan.
Puan berpandangan, peletakan
patung Soekarno
ini bukan hanya sekadar karya seni di kantor KBRI, tetapi juga simbol dari gagasan Bung Karno di negara sahabat, khususnya simbol tentang pentingnya membangun kekeluargaan bangsa-bangsa sebagai jalan menuju perdamaian dan kemajuan.
“Bagi Bung Karno, membangun kekeluargaan bangsa-bangsa seperti antara Indonesia dan Jepang adalah membangun hubungan antar-budaya, antar-manusia, dan antar-kemajuan yang menjadi tugas kita semua,” tutur Puan.
Dia mengatakan, semangat Bung Karno adalah semangat kemerdekaan, martabat, dan kerja sama yang setara.
Oleh karenanya, semangat itu pula yang harus terus dirawat dalam hubungan Indonesia dan Jepang ke depan.
“Saya yakin, patung ini akan menjadi pengingat bahwa dari masa lalu kita belajar, di masa kini kita membangun, dan untuk masa depan kita bermitra,” imbuh cucu Bung Karno tersebut.
Puan juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan patung Soekarno ini.
Ia berharap, patung Soekarno yang berada di KBRI Tokyo tersebut menjadi simbol semangat dan persahabatan pemuda Indonesia-Jepang.
“Saya berharap, patung ini tidak hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga penyemangat bagi generasi muda kedua negara untuk terus menjalin persahabatan dan kolaborasi,” sebut Puan.
Dubes RI untuk Jepang, Heri Akhmadi, menilai, kehadiran patung ini adalah bentuk penghormatan atas sejarah kedua negara dan jembatan persahabatan antar kedua negara.
Patung yang didirikan di halaman KBRI Tokyo itu dipandang sebagai penanda hubungan sejarah yang erat antara Indonesia dan Jepang.
“Sebagaimana kita tahu, Ir. Sukarno pernah memiliki hubungan erat dengan masyarakat Jepang, baik secara historis maupun kultural. Sehingga kehadiran patung ini adalah bentuk penghormatan atas sejarah tersebut dan jembatan persahabatan antarkedua negara,” terang Heri.
Diketahui, sebelum peresmian patung, Puan lebih dulu melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Jepang, Nukaga Fukushiro.
Puan juga didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi, beserta jajaran KBRI Tokyo selama kunjungan kerjanya di Jepang.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Soekarno
-
/data/photo/2025/05/28/6836fa09798bd.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Puan Resmikan Patung Soekarno di KBRI Tokyo Jepang Nasional 28 Mei 2025
-

Puan resmikan patung Soekarno di KBRI Tokyo untuk persahabatan
“Bagi Bung Karno, membangun kekeluargaan bangsa-bangsa seperti antara Indonesia dan Jepang adalah membangun hubungan antar-budaya, antar-manusia, dan antar-kemajuan yang menjadi tugas kita semua,”
Jakarta (ANTARA) – Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan patung Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno yang diletakkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang, Rabu, guna menjadi simbol penting dalam membangun semangat kekeluargaan dan persahabatan antar bangsa.
Dia berpandangan patung Soekarno itu bukan hanya sekadar karya seni di kantor KBRI, tetapi juga simbol dari gagasan Bung Karno di negara sahabat tentang pentingnya membangun jalan menuju perdamaian dan kemajuan dunia.
“Bagi Bung Karno, membangun kekeluargaan bangsa-bangsa seperti antara Indonesia dan Jepang adalah membangun hubungan antar-budaya, antar-manusia, dan antar-kemajuan yang menjadi tugas kita semua,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta.
Menurut dia, semangat Bung Karno adalah semangat kemerdekaan, martabat, dan kerja sama yang setara. Dengan begitu, patung Bung Karno pun dibuat salah satunya di KBRI Tokyo sebagai perwakilan Indonesia bagi negara sahabat.
“Saya yakin, patung ini akan menjadi pengingat bahwa dari masa lalu kita belajar, di masa kini kita membangun, dan untuk masa depan kita bermitra,” kata dia.
Adapun patung Soekarno yang diresmikan itu adalah hasil karya Kiyomiya Purwanto Mahisa Ayu Ramadhana. Patung tersebut merupakan karya seni rupa yang mewakili simbol kekuatan ide, keberanian untuk bermimpi besar, dan tekad memperjuangkan kemerdekaan.
Patung yang diresmikan Puan di kompleks KBRI Tokyo, adalah satu adalah patung besar seluruh tubuh, dan satu lagi yaitu patung setengah badan Soekarno yang diletakkan di lobi kedutaan.
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2025 -

Lukisan Bung Karno dan Ngurah Rai tarik perhatian Macron
Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (tengah) dan Ibu Negara Prancis Brigitte Macron (kiri) mendengarkan penjelasan Presiden Prabowo mengenai sosok pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai di ruang kerja Presiden RI, Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.
Lukisan Bung Karno dan Ngurah Rai tarik perhatian Macron
Dalam Negeri
Editor: Calista Aziza
Rabu, 28 Mei 2025 – 16:58 WIBElshinta.com – Dua lukisan yang terpajang di tembok ruang kerja Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, yaitu lukisan potret diri Presiden Ke-1 Soekarno dan lukisan pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai menarik perhatian Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dalam pertemuan empat mata (tête-à-tête) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, Presiden Macron langsung menanyakan lukisan Bung Karno kepada Presiden Prabowo.
“Aa… jadi ini?” kata Presiden Macron bertanya kepada Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo langsung menjawab lukisan yang dimaksud Macron itu adalah Presiden Ke-1 RI Soekarno.
“Presiden pertama saya. Presiden pertama Indonesia. Presiden Soekarno,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Macron pun mengungkap kekagumannya terhadap lukisan tersebut, dan dia menyebut merasa terhormat dapat melihat sosok Presiden Ke-1 sekaligus proklamator kemerdekaan Republik Indonesia.
Lukisan lainnya yang menarik perhatian Macron ialah pahlawan nasional asal Bali I Gusti Ngurah Rai. Macron menanyakan sosok Ngurah Rai itu setelah sesi foto bersama dengan Presiden Prabowo sebelum duduk dan memulai pembicaraan empat mata.
“(Ngurah Rai) ini adalah salah satu pahlawan kami yang gugur, dia dari Bali, orang Bali. Namanya, I Gusti Ngurah Rai,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo lanjut bercerita aksi heroik I Gusti Ngurah Rai saat bertempur melawan pasukan penjajah Hindia Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia. Presiden menceritakan I Gusti Ngurah Rai bersama pasukannya terkepung oleh pasukan Belanda, dan saat itu Pasukan Ciung Wanara yang dipimpin oleh Ngurah Rai kehabisan peluru.
“Pasukan Belanda menawarkan jika dia (Ngurah Rai) menyerah, maka dia akan dibiarkan hidup. Namun, dia berkata tidak, dia tidak mau menyerah. Jadi, dengan bayonet, dia menyerang, dan mereka semua gugur, satu batalyon gugur semuanya. Sosoknya masih terus dikenang,” kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan Presiden Macron.
Dalam perang Puputan Margarana pada 20 November 1946, I Gusti Ngurah Rai bersama pasukan Ciung Wanara-nya yang berjumlah 96 orang gugur dalam pertempuran. Puputan, merupakan kata dalam Bahasa Bali, yang dapat diartikan sebagai “perang sampai titik darah penghabisan, dan lebih baik mati daripada menyerahkan diri kepada musuh”.
Presiden Macron kemudian bertanya kapan peristiwa itu terjadi. “Itu terjadi saat perang (setelah) kemerdekaan kami, tahun 1946,” jawab Prabowo.
Usai berbicara membahas lukisan-lukisan di ruang kerja Presiden Prabowo, Presiden Macron dan Presiden Prabowo lanjut membahas isu-isu strategis yang menyangkut dua negara.
Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Macron dan Ibu Negara Prancis Brigitte Macron di Istana Merdeka pada Rabu pagi. Konvoi voorijder dan iring-iringan mobil mengantarkan Presiden Macron beserta Ibu Negara Prancis dari hotel mereka menginap sampai Istana.
Dalam perjalanannya itu, kendaraan Presiden Macron melintasi Monumen Nasional, dan di sana Presiden Macron disambut pasukan berkuda yang mengantarkan iring-iringan sampai ke dalam Istana.
Di Istana Merdeka, Presiden Prabowo menyambut kedatangan Macron dan Brigitte. Upacara penyambutan pun digelar yang di antaranya diwarnai dengan penembakan meriam sebanyak 21 kali.
Selepas prosesi penyambutan, Presiden Prabowo memperkenalkan jajaran menterinya kepada Macron, begitu pun sebaliknya.
Prabowo kemudian mengajak Macron masuk Istana, tetapi tepat di depan pintu, Presiden Prabowo memperkenalkan putra semata wayangnya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo kepada pasangan Presiden Macron dan Brigitte Macron.
Didiet — sapaan Ragowo — berbincang-bincang singkat dengan Presiden Macron dan Brigitte.
Kemudian, Presiden Macron mengisi buku tamu di ruang kredensial, dan Presiden Prabowo, Presiden Macron serta Brigitte Macron foto bersama.
Rangkaian selanjutnya, Presiden Prabowo dan Presiden Macron bertemu empat mata, kemudian keduanya memimpin pertemuan bilateral Indonesia dan Prancis, dan dilanjutkan dengan menyaksikan penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama antara dua negara.
Presiden Macron dan Presiden Prabowo kemudian dijadwalkan menyampaikan pernyataan bersama (joint statement) dari hasil pertemuan dua negara di Istana Merdeka hari ini.
Sumber : Antara
-

Ada Jam Tangan, Tas hingga Jaket Impor
GELORA.CO – Kepala Pusat Penerangan Komando Daerah Militer Jakarta Raya (Kapendam Jaya) Kolonel Czi Anto Indriyanto memberikan penjelasan terkait surat permintaan Kodim 0501/Jakarta Pusat agar beberapa barang dikembalikan oleh pihak Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Menurut Indriyanto, permohonan surat itu bukan bertujuan agar barang yang dibawa Arie Kurniawan terhindar dari proses pemeriksaan di Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta.
“Barang yang dibawa oleh Bapak Arie Kurniawan tetap dilaksanakan pemeriksaan secara keseluruhan oleh petugas dan tidak ada barang ilegal,” kata Indriyanto saat dikonfirmasi awak media, Rabu (28/5/2025).
Dia mengatakan surat tersebut dibuat agar pihak Bandara mengetahui bahwa anak dari Arie Kurniawan sedang sakit. Namun demikian, Indriyanto tidak menjelaskan secara rinci apa penyakitnya dan hubungan dengan barang yang ada di pihak Bea Cukai.
“Surat Dandim tersebut untuk memohon bantuan kepada petugas kepabeanan di Terminal 3 Bandara Soetta dikarenakan anak dari Bapak Arie Kurniawan sedang sakit,” jelas Indriyanto.
Indriyanto melanjutkan bahwa Dandim mau membuat surat tersebut lantaran memiliki hubungan pertemanan dengan Arie Kurniawan.
Indriyanto memastikan pihaknya akan tetap menelusuri temuan ini. Jika ditemukan pelanggaran, pihaknya tidak segan akan memberikan sanksi tegas.
“Permasalahan ini masih didalami, apabila ada hal-hal yang tidak sesuai aturan maka tentunya akan ada tindakan untuk yang bersangkutan,” jelas dia.
Sebelumnya beredar foto surat edaran dengan kop surat “KOMANDO DAERAH MILITER JAYA/JAYAKARTA KODIM DISTRIK MILITER 0501/JP” di media sosial yang berisi permintaan dari Dandim 0501/ Jakarta Pusat terkait barang-barang milik Ade Kurniawan.
Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3.
“Diajukan permohonan kepada pihak Bea Cukai terkait barang yang dibawa oleh penumpang penerbangan Emirates dengan nomor penerbangan EK 358 dari Dubai menuju Jakarta atas nama Mr. Arie Kurniawan,” seperti dikutip poin ke dua isi surat tersebut.
Juga disebutkan bahwa barang tersebut merupakan titipan keluarga yang dibeli dari luar negeri. Ada pun perincian barang sebagai berikut: jam tangan, berapa tas, jaket, dan pernak pernik cenderamata (tempelan untuk kulkas).
-

Puan bertemu Ketua DPR Jepang di Tokyo bahas penguatan bilateral
Jakarta (ANTARA) – Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Ketua Parlemen Jepang Nukaga Fukushiro dalam kunjungan kerjanya ke Tokyo guna membahas berbagai hal untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Jepang.
Menurut dia, hubungan bilateral perlu diperkuat karena kedua negara sama-sama menghadapi tantangan ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Adapun pertemuan Puan dengan Fukushiro digelar sebelum acara peresmian Patung Presiden RI Pertama Soekarno di KBRI Tokyo, Rabu, waktu setempat.
“Kedua negara merupakan pilar utama untuk menciptakan perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan di Asia,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta.
Menurut Puan, pertemuannya dengan Nukaga Fukushiro menjadi momen penting bagi persahabatan RI-Jepang, yang tahun ini memasuki 67 tahun sejak tahun 1958.
Hal itu, kata dia, sudah dikembangkan sejak kepemimpinan Presiden Soekarno yang memainkan hubungan bilateral.
Saat ini, dia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia juga sudah berupaya memperkuat hubungan kerja sama dengan Jepang.
Ia mengatakan kerja sama antara Parlemen Indonesia dan Jepang juga perlu terus diperkuat untuk melengkapi hubungan erat antara pemerintah.
“Pada kesempatan ini, saya ingin mengundang Bapak Ketua DPR Jepang untuk berkunjung ke Indonesia,” kata dia.
Menurut dia, Jepang merupakan salah satu mitra dagang dan investor asing utama di Indonesia.
Dengan begitu, menurut dia, Indonesia-Jepang perlu meningkatkan arus perdagangan dan investasinya di tengah meningkatnya gejala proteksionisme dan ketidakpastian ekonomi global.
Dia pun berharap Jepang tetap dapat mendukung Indonesia untuk pembangunan infrastruktur, hilirisasi, hingga transisi energi hijau.
Di sisi lain, menurut dia, peningkatan persahabatan antar masyarakat pun diperlukan untuk menjadi fondasi hubungan bilateral.
Hubungan antar masyarakat dapat dibangun dengan bidang pariwisata, serta promosi budaya, seni, makanan, dan film. Dengan begitu, dia berharap lebih banyak wisatawan Jepang berkunjung ke Indonesia.
“Kita juga perlu membangun hubungan antara generasi muda yang merupakan pemimpin di masa depan,” katanya.
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025 -

Presiden Prabowo kenalkan putranya kepada Presiden Macron dan Brigitte
Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto memperkenalkan putranya semata wayang Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, yang akrab disapa Didiet, kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Prancis Brigitte Macron.
Momen itu terjadi saat Presiden Prabowo dan Presiden Macron berjalan menuju ruang kredensial di area dalam Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, sebagaimana disiarkan langsung oleh Sekretariat Presiden.
Langkah Presiden Prabowo kemudian terhenti tepat di depan pintu masuk Istana, kemudian Presiden Prabowo memperkenalkan putranya itu kepada Macron dan Brigitte.
Didiet kemudian bersalaman dengan Presiden Macron, sembari berbincang-bincang singkat. Kemudian, Presiden Prabowo memperkenalkan Didiet kepada Brigitte dan keduanya lanjut bersalaman sambil berbincang-bincang.
Selepas itu, Presiden Prabowo mengantarkan tamunya masuk ke ruang kredensial untuk melanjutkan rangkaian acara, yaitu penandatanganan buku tamu, sesi foto bersama, dan masuk ke ruang kerja Presiden untuk pertemuan empat mata.
Di ruang kerja Presiden Prabowo, Presiden Macron dan Brigitte sempat mendengarkan penjelasan Presiden Prabowo mengenai dua lukisan yang terpajang, yaitu lukisan potret diri Presiden Ke-1 RI Soekarno dan lukisan pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai.
Dua lukisan itu menarik perhatian Presiden Macron saat masuk ruang kerja Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menjelaskan sosok Soekarno, kemudian lanjut menjelaskan aksi heroik Ngurah Rai dan pasukannya, Ciung Wanara, dalam pertempuran Perang Puputan Margarana melawan pasukan penjajah Hindia Belanda.
Ibu Negara Prancis Brigitte Macron juga ikut mendengarkan penjelasan dari Presiden Prabowo mengenai dua lukisan tersebut.
Selepas itu, Presiden Prabowo, Presiden Macron beserta Brigitte Macron foto bersama, dan dua pemimpin negara memulai pembicaraan empat mata.
Brigitte Macron pun keluar dari ruang kerja Presiden dan diantarkan oleh Didiet menuju kendaraannya. Brigitte kemudian meninggalkan lokasi Istana Merdeka.
Didiet merupakan lulusan Parsons School of Design (École Parsons à Paris), salah satu kampus ternama di Paris yang fokus pada seni dan desain.
Putra Presiden Prabowo yang juga cucu Presiden Ke-2 RI Soeharto itu diketahui sempat cukup lama menetap dan berkarier sebagai desainer di Paris, Prancis.
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025 -
/data/photo/2022/04/05/624bfa012b146.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Dandim Jakpus Surati Bea Cukai Minta Amankan Barang, Ini Penjelasan Kodam Jaya Nasional 28 Mei 2025
Dandim Jakpus Surati Bea Cukai Minta Amankan Barang, Ini Penjelasan Kodam Jaya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta (
Kodam Jaya
) memberikan klarifikasi terkait beredarnya surat dari Komandan Kodim (Dandim) 0501/JP Jakarta Pusat,
Letkol Harry Ismail
, kepada Kepala Kantor
Bea Cukai
Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam surat tersebut, Letkol Harry meminta petugas
Bea Cukai
mengamankan barang bawaan seorang penumpang bernama Arie Kurniawan yang baru kembali dari luar negeri.
Kepala Penerangan
Kodam Jaya
(Kapendam Jaya) Kolonel Czi Anto Indriyanto menegaskan, surat itu tidak dimaksudkan untuk mengintervensi proses kepabeanan atau menghindari kewajiban pajak impor.
“Surat yang dibuat oleh Dandim bukan untuk mengintervensi atau menghindari kewajiban kepabeanan,” kata Kapendam Jaya kepada wartawan, Rabu (28/5/2025).
Kapendam menjelaskan bahwa meskipun surat permohonan tersebut dikirim, barang-barang milik Arie Kurniawan tetap diperiksa secara menyeluruh oleh petugas Bea Cukai di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
“Barang yang dibawa oleh Bapak Arie Kurniawan tetap dilaksanakan pemeriksaan secara keseluruhan oleh petugas dan tidak ada barang ilegal,” kata Anto.
Barang-barang tersebut berupa jam tangan, beberapa tas, jaket, serta pernak-pernik untuk kulkas yang dibawa sebagai oleh-oleh..
Menurut Anto, surat tersebut ditulis semata-mata untuk memohon bantuan dan perhatian dari petugas Bea Cukai, mengingat anak dari Arie Kurniawan sedang dalam kondisi sakit.
“Surat Dandim tersebut untuk memohon bantuan kepada petugas kepabeanan di Terminal 3 Bandara Soetta dikarenakan anak dari Bapak Arie Kurniawan sedang sakit,” jelasnya.
Anto menambahkan, Arie Kurniawan merupakan sahabat dari Letkol Harry, sehingga permintaan itu didasari hubungan personal.
Kodam Jaya menegaskan akan tetap memantau dan mendalami permasalahan ini.
Tindakan tegas pun akan diambil bila di kemudian hari terdapat pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.
“Permasalahan ini masih didalami. Apabila ada hal-hal yang tidak sesuai aturan, maka tentunya akan ada tindakan untuk yang bersangkutan,” ujar Kapendam.
Ia juga memastikan bahwa Letkol Harry telah dimintai klarifikasi oleh Kodam Jaya terkait surat yang telah telanjur beredar luas di media sosial.
“Kemarin Dandim 0501/JP sudah diminta penjelasan ke Kodam Jaya/Jayakarta,” kata Anto.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Momen Prabowo Kenalkan Ngurah Rai hingga Soekarno ke Macron di Istana
Bisnis.com, JAKARTA – Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia, terjadi sebuah momen berkesan saat Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan sosok pahlawan nasional Indonesia, I Gusti Ngurah Rai.
Saat Macron berjalan menyusuri salah satu ruang kerja Prabowo di Istana yang melekat sejumlah lukisan Indonesia, pandangannya tertuju pada salah satu sosok berpakaian militer dengan latar khas Bali.
Macron pun bertanya dengan penuh rasa ingin tahu, “Jadi, siapa itu?” tanya Macron di ruang kerja Prabowo, Rabu (28/5/2025).
Presiden Prabowo kemudian menjelaskan dengan penuh penghormatan dan menjelaskan sosok tersebut.
“Ini pahlawan kami yang gugur, dia dari Bali. Dia adalah I Gusti Ngurah Rai. Dia [dalam lukisan itu] sedang mendarat dan menghabiskan amunisinya untuk melakukan perlawanan dari penjajah,” kata Prabowo.
Tak sampai di sana, Kepala negara melanjutkan bahwa Ngurah Rai tak memilih menyerah tetapi justru terus melakukan perlawanan terhadap penjajah.
“Tapi dia menolak, dia tidak mau menyerah. Jadi, dengan bayonet terpasang, dia menyerang. Dan mereka semua gugur. Satu batalion gugur semuanya. Jadi, ini adalah peristiwa yang terkenal bagi kami,” kata Prabowo.
Macron yang mendengarkan dengan penuh perhatian lalu bertanya, “Kapan itu terjadi?”
Prabowo menjawab bahwa momen itu terjadi saat Perang Kemerdekaan pada 1946.
“Itu terjadi saat Perang Kemerdekaan kami, tahun 1946. Dan, ya, itu masih diperingati [sampai hari ini],” tandas Prabowo.
Macron tampak mengangguk dan mendengarkan dengan serius. Ekspresinya menunjukkan kekaguman atas kisah keberanian dan pengorbanan yang diceritakan Prabowo.
I Gusti Ngurah Rai sendiri merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang dikenal karena kepemimpinannya dalam Perang Puputan Margarana pada tahun 1946, di mana dia bersama pasukannya bertempur hingga titik darah penghabisan melawan pasukan Belanda di Bali.
Momen ini bukan hanya mempererat hubungan diplomatik antara kedua negara, tetapi juga menjadi ajang bagi Prabowo untuk menunjukkan kebanggaan terhadap sejarah perjuangan bangsanya.
Tidak hanya itu, dalam kunjungan tersebut, Macron dan istrinya, Brigitte Macron, juga dibuat takjub oleh sebuah lukisan besar Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, yang terpajang mencolok di ruangan itu.
Brigitte Macron tampak terkesan ketika memasuki ruangan tersebut.
Dia melihat-lihat dengan penuh rasa ingin tahu sebelum akhirnya berdiri memandangi lukisan Soekarno yang menggantung di dinding utama.
Tak lama kemudian, Emmanuel Macron ikut masuk ke ruangan dan langsung menunjuk ke arah lukisan sambil bertanya kepada Prabowo,
“Ini adalah?” tanya Macron.
Dengan bangga, Prabowo menjawab bahwa orang tersebut adalah Presiden pertama RI.
“Dia adalah presiden pertama kami, Presiden pertama Indonesia. Presiden Soekarno”
Mendengar penjelasan itu, Macron tersenyum dan mengangguk penuh hormat.
“Ya, bangga sekali bisa melihatnya,” ujarnya,
-

Momen Presiden Macron Terkesima Lukisan Bung Karno di Ruangan Prabowo
Bisnis.com, JAKARTA – Kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia menyimpan satu momen menarik ketika dia menyambangi ruang pribadi Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Rabu (28/5/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Macron dan istrinya, Brigitte Macron, dibuat takjub oleh sebuah lukisan besar Presiden pertama Indonesia, Sukarno, yang terpajang mencolok di ruangan itu.
Brigitte Macron tampak terkesan ketika memasuki ruangan tersebut.
Dia melihat-lihat dengan penuh rasa ingin tahu sebelum akhirnya berdiri memandangi lukisan Sukarno yang menggantung di dinding utama.
Tak lama kemudian, Emmanuel Macron ikut masuk ke ruangan dan langsung menunjuk ke arah lukisan sambil bertanya kepada Prabowo,
“Ini adalah?” tanya Macron.
Dengan bangga, Prabowo menjawab bahwa orang tersebut adalah Presiden pertama RI.
“Dia adalah presiden pertama kami, Presiden pertama Indonesia. Presiden Sukarno”
Mendengar penjelasan itu, Macron tersenyum dan mengangguk penuh hormat.
“Ya, bangga sekali bisa melihatnya,” ujarnya, menyiratkan kekaguman terhadap sosok Sukarno yang dikenal dunia sebagai tokoh besar dalam gerakan non-blok dan pejuang kemerdekaan bangsa.
Momen ini menjadi sorotan karena menunjukkan kedekatan emosional Prabowo terhadap sejarah Indonesia serta penghormatan dari pemimpin asing terhadap tokoh nasional seperti Soekarno.
Kunjungan Macron ke Indonesia sendiri merupakan bagian dari agenda diplomatik untuk mempererat kerja sama bilateral di berbagai bidang, termasuk pertahanan, energi, dan pendidikan.
