Tag: Soekarno

  • Amnesti Hasto Picu Keretakan Jokowi-Prabowo

    Amnesti Hasto Picu Keretakan Jokowi-Prabowo

    GELORA.CO – Pemberian amnesti dari Presiden Prabowo Subianto yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dikomentari Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia, Mohammad Anas RA.

    Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya sekadar keputusan hukum, melainkan memiliki dimensi politik yang kompleks dan strategi Presiden.

    “Isu kriminalisasi terhadap Sekjen PDIP oleh kekuasaan Jokowi menjadi stigma dikalangan pengurus partai banteng moncong putih pimpinan Megawati Soekarno Putri,” kata Anas kepada redaksi, Jumat, 1 Agustus 2025.

    Dia pun menyakini terdapat proses lobi politik di antara PDIP dengan pemerintah. Anas memprediksi, setelah Hasto bebas, kemungkinan besar PDIP akan segera merapat ke kabinet. 

    Jika ini kejadian, maka Prabowo mencetak sejarah di mana semua partai politik di parlemen mendukung pemerintahan presiden terpilih, sehingga kebijakan strategis bisa berjalan baik.

    “Saat ini, Gerindra dan PDIP tampaknya aktif menjalin komunikasi. PDIP juga terlihat berupaya melobi Prabowo terkait kasus Hasto dan berusaha membangun citra sebagai partai yang tidak bersikap anti-pemerintah di mata publik,” jelas Anas.

    Di sisi lain, Anas membaca amnesti Hasto juga akan menimbulkan persoalan baru yakni awal keretakan hubungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto.

    “Narasi tahanan politik yang dibangun Hasto Kristiyanto itu sukses sehingga mendapat amnesti dari Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.

  • Pasutri Bawa 19,87 Kg Sabu Dibekuk di Parkiran Mal

    Pasutri Bawa 19,87 Kg Sabu Dibekuk di Parkiran Mal

    Pekanbaru

    Polda Riau melalui polres jajaran menggencarkan penindakan tegas terhadap para bandar hingga pengedar narkoba. Baru-baru ini, Polresta Pekanbaru menangkap pasangan suami istri (pasutri) di parkiran mal dengan barang bukti 19,87 kilogram sabu.

    Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki Mustika Rahmat mengatakan penindakan ini merupakan wujud komitmen jajarannya dalam memberantas segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

    “Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun kepada para pelaku narkoba terutama bandar yang telah merusak generasi bangsa. Kami akan tindak tegas,” tegas Kombes Jeki, Jumat (1/8/2025).

    Terpisah, Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Bagus Faria mengatakan kedua tersangka H alias Anto (38) dan K alias Sari (30) ditangkap di parkiran mal di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, pada Rabu (16/7) sore. Keduanya tertangkap setelah tim Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mendapatkan informasi adanya transaksi narkoba di lokasi.

    “Dengan bantuan pihak keamanan mal, tim melakukan pengecekan CCTV dan berhasil mengidentifikasi dua orang yang sesuai dengan ciri-ciri laporan,” kata Kompol Bagus.

    Pasangan suami istri pengedar narkoba ditangkap di parkiran mal Kota Pekanbaru. Sabu 19,87 kg disita polisi, Rabu (16/7/2025)./Foto: dok. Polresta Pekanbaru

    “Setelah kami timbang, 20 bungkus paket tersebut berisi sabu seberat 19,87 kilogram,” imbuhnya.

    Hasil interogasi kedua tersangka ini mengaku bahwa sabu itu dibawa dari Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan hendak mengedarkannya di Kota Pekanabru.

    “Pasangan suami istri tersebut terancam hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal hukuman mati,” pungkasnya.

    (mei/dhn)

  • Hasto Dapat Amnesti dari Prabowo, Politikus PDI-P: Jadi Koreksi terhadap Distorsi Hukum
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        1 Agustus 2025

    Hasto Dapat Amnesti dari Prabowo, Politikus PDI-P: Jadi Koreksi terhadap Distorsi Hukum Nasional 1 Agustus 2025

    Hasto Dapat Amnesti dari Prabowo, Politikus PDI-P: Jadi Koreksi terhadap Distorsi Hukum
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Politikus PDI-P yang juga Anggota Komisi II DPR RI,
    Romy Soekarno
    , menyebut pemberian amnesti dari
    Presiden Prabowo Subianto
    kepada Hasto Kristiyanto sebagai bentuk koreksi terhadap distorsi hukum yang terjadi dalam proses penanganan perkara.
    Sebab, kata Romy, proses hukum terhadap Hasto sejak awal menimbulkan banyak pertanyaan publik karena dinilai janggal dari segi prosedur, konstruksi kasus, dan waktu penanganannya.
    “Penanganan kasus ini, dalam banyak hal, lebih mencerminkan manuver kekuasaan ketimbang penegakan hukum yang objektif dan adil,” ujar Romy saat dihubungi Jumat (1/8/2025).
    “Dalam konteks inilah, pemberian amnesti menjadi koreksi yang tepat terhadap distorsi hukum sekaligus bentuk pemulihan terhadap hak-hak politik seorang warga negara,” sambungnya.
    Menurut Romy, pemberian amnesti ini bukan semata menyatakan Hasto tidak bersalah, melainkan penegasan bahwa hukum tidak boleh dijadikan alat kekuasaan untuk membungkam kritik lawan politik.
    “Hukum harus tetap menjadi penjaga moral kolektif bangsa dan bandul keadilan yang berpihak kepada kebenaran dan kepentingan rakyat,” ucapnya.
    Meski begitu, Romy mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
    Dia menilai tindakan tersebut menunjukkan keberanian Prabowo menyikapi persoalan hukum yang dinilainya sarat kepentingan politik.
    “Keputusan ini mencerminkan sikap kenegarawanan yang mampu membaca persoalan hukum tidak semata-mata dalam bingkai legal-formal, tetapi juga dalam konteks politik, keadilan substantif, dan kepentingan demokrasi bangsa secara lebih luas,” tutur Romy.
    Romy berharap, dengan amnesti ini, Hasto dapat kembali berkontribusi secara penuh dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.
    “Dengan amnesti ini, kita berharap beliau dapat kembali hadir secara penuh dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk terus berkontribusi dalam memperkuat demokrasi Indonesia yang konstitusional, sehat, dan berkeadaban,” pungkasnya.
    Diberitakan sebelumnya, DPR menyetujui amnesti untuk Hasto Kristiyanto yang telah divonis 3,5 tahun penjara oleh hakim dalam kasus suap pergantian antar waktu (PAW) Fraksi PDI-P DPR.
    “Pemberian persetujuan dan pertimbangan atas Surat Presiden Nomor 42 Pres 07 27 25 tanggal 30 Juli 2025 tentang amnesti terhadap 116 orang yang telah terpidana, diberikan amnesti, termasuk saudara Hasto Kristiyanto,” kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/7/2025).
    Amnesti adalah pengampunan atau penghapusan hukuman seseorang atau sekelompok orang yang melakukan tindak pidana.
    Amnesti merupakan hak prerogatif presiden atau hak istimewa yang dimiliki kepala negara mengenai hukum dan undang-undang di luar kekuatan badan-badan perwakilan.
    Hak prerogatif presiden terdapat dalam Pasal 14 UUD 1945.
    Adapun mengenai amnesti, diatur dalam Pasal 14 ayat (2) UUD 1945 sebagai berikut: Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.
    Untuk diketahui, Hasto Kristiyanto divonis 3,5 tahun penjara dalam kasus suap Harun Masiku.
    “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Hasto Kristiyanto dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat Rios Rahmanto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (25/7/2025).
    Selain pidana badan, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman denda Rp 250.000.000.
    “Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti pidana kurungan selama 3 bulan,” ujar Rios.
    Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni 7 tahun penjara.
    Dalam perkara ini, hakim menyatakan Hasto terbukti bersalah menyuap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2017-2022, Wahyu Setiawan.
    Hakim menyebutkan bahwa Hasto menyediakan uang suap senilai Rp 400 juta untuk menyuap Wahyu.
    Sementara itu, hakim menyatakan dakwaan jaksa KPK bahwa Hasto merintangi penyidikan terhadap kasus Harun Masiku tidak terbukti.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Festival Pesta Bunga dan Buah Tanah Karo 2025 Resmi Dibuka, Gubernur Bobby Nasution Disambut Hangat Warga – Page 3

    Festival Pesta Bunga dan Buah Tanah Karo 2025 Resmi Dibuka, Gubernur Bobby Nasution Disambut Hangat Warga – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Antusiasme luar biasa mewarnai pembukaan Festival Pesta Bunga dan Buah Tanah Karo 2025. Ribuan warga memadati kawasan Berastagi sejak pagi hari demi menyambut kedatangan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution. Nama sang gubernur terus-menerus diteriakkan warga sebagai bentuk sambutan hangat.

    Keramaian tersebut menjadi bukti nyata semangat masyarakat dalam menyambut salah satu festival budaya terbesar di Tanah Karo. Selain ingin menyaksikan langsung kemeriahan festival, kehadiran Bobby Nasution juga menjadi magnet tersendiri bagi warga.

    “Luar biasa antusias warga Karo, luar biasa sambutannya, melihat ramainya warga yang memeriahkan event ini akan menjadi dorongan ekonomi di Karo dan juga dorongan pariwisata,” ujar Bobby Nasution usai melepas parade Festival Bunga dan Buah di Berastagi, Kamis (31/7).

    Suasana semakin meriah saat Bobby Nasution, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha dan Bupati Karo masuk ke panggung utama di Open Stage Berastagi. Kepada seluruh masyarakat, Bobby Nasution meminta agar tidak melupakan hakikat Festival Bunga dan Buah.

    Perbesar

    Pembukaan Festival Pesta Bunga dan Buah Tanah Karo 2025…. Selengkapnya

    “Kita harus mensyukuri pemberian Tuhan ini, tanah yang subur, pertanian yang bagus, kita harus menjaganya agar alam ini juga menjaga kita, memberi kita kehidupan,” kata Bobby Nasution.

    Festival Bunga dan Buah kali diisi berbagai kegiatan seperti parade mobil hias, parade peragaan busana dan parade kontingen yang dilepas langsung Bobby Nasution. Selain itu, event yang akan berlangsung selama tiga hari ini juga di isi dengan penampilan seni musik, tarian, business matching, makan buah gratis dan berbagai kegiatan lainnya.

    “Ke depannya kita ingin event ini bisa mendatangkan investor baru, memperluas pasar UMKM dan lebih mendorong sektor pariwisata kita,” kata Bobby Nasution

    Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha mengatakan, Karo punya andil besar untuk Indonesia. Dari sektor pertanian, Karo berkontribusi besar memasok produk pertanian, sektor pariwisata yang diperhitungkan dan memiliki catatan sejarah nasional.

    Perbesar

    Pembukaan Festival Pesta Bunga dan Buah Tanah Karo 2025…. Selengkapnya

    “Karo berkontribusi besar untuk Indonesia, pertaniannya, pariwisatanya dan juga sejarah karena di sini Soekarno dan Hatta, pernah diasingkan dan nenek moyang Karo membantu kuat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” kata Giring.

    Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting berkomitmen untuk terus menyempurnakan pelaksanaan festival di tahun-tahun mendatang. Ia menegaskan pentingnya persiapan sejak dini agar Festival Bunga dan Buah yang masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) dapat berjalan semakin maksimal.

    “Satu minggu setelah event ini kita langsung bentuk panitia untuk tahun depan, jadi tidak ada alasan persiapan dalam waktu yang sempit, jadi festival ini lebih baik lagi,” tegas Antonius.

    Pembukaan Festival Bunga dan Buah 2025 turut dihadiri Direktur Otorita Borobudur Agustin Peranginangin, unsur Forkopimda Sumut, anggota DPRD Sumut, serta sejumlah bupati/walikota, pejabat Kementerian Pariwisata, dan anggota DPRD Karo.

  • Abdul Muis: Pena, Perjuangan, dan Warisan Abadi Sang Tokoh Pergerakan Nasional

    Abdul Muis: Pena, Perjuangan, dan Warisan Abadi Sang Tokoh Pergerakan Nasional

    Bisnis.com, JAKARTA – “Di balik kata-kata yang tajam, ada semangat perjuangan yang tak pernah padam, itulah Abdul Muis.” Kalimat ini merangkum sosok jurnalis dan sastrawan yang meyakini bahwa tinta bisa menumbangkan tirani.

    Di zaman di mana informasi dimanipulasi dan media kadang kehilangan integritas, kisah Abdul Muis mengajarkan bahwa literasi dan jurnalisme bukan sekadar profesi. Dia adalah medan pertempuran moral dan nasionalisme sejati.

    Mengapa penting hari ini? Karena saat ini kita menghadapi peperangan verbal dan kultural. Di mana kata bisa menumbangkan opini publik atau membentuk identitas bangsa. Abdul Muis menunjukkan bahwa pena, integritas, dan keberanian menulis bisa membuka jendela perlawanan masa kini.

    Biografi Abdul Muis

    Dilansir dari Kemdikbud, Rabu (30/7/2025), Abdul Muis lahir 3 Juli 1883 di Sungai Puar, Agam, Sumatera Barat. Ia sempat belajar di Europeesche Lagere School dan meneruskan studi kedokteran di STOVIA, Batavia, yang terhenti karena sakit. Setelah bekerja di Departemen Pendidikan, ia beralih ke dunia jurnalistik saat bergabung dengan surat kabar nasionalis di awal abad ke-20.

    Profil Singkat

    Nama lengkap: Abdul Muis (juga dieja Abdoel Moeis)
    Profesi: Jurnalis, sastrawan, politisi nasionalis
    Karya terkenal: Salah Asuhan (1928)
    Gelar Pahlawan Nasional: Diberikan oleh Presiden Soekarno pada 30 Agustus 1959
    Wafat: 17 Juni 1959 di Bandung, dimakamkan di TMP Cikutra

    Perjalanan Aktivisme Abdul Muis

    Bergabung dengan Sarekat Islam

    Pada 1913, Muis terjun ke Sarekat Islam (SI), organisasi massa nasionalis pertama di Hindia Belanda. Di sana, ia bekerja sebagai wakil SI, memperluas jaringan politik dan intelektualnya, serta menjadi figur penting dalam menyalakan api pergerakan.

    Aktivisme di Hindia Belanda

    Muis dikenal sebagai penulis kritis. Ia menyoroti kebijakan diskriminatif kolonial, memimpin aksi protes, dan kerap berhadapan dengan Belanda. Tahun 1919 ia ditangkap dan diasingkan ke Garut setelah kampanye lantang menolak pajak kolonial.

    Keterlibatan dalam Volksraad

    Ditunjuk menjadi anggota Volksraad pada 1918, bersama Oemar Said Tjokroaminoto, ia membahas pengusulan perbaikan pemerintahan penduduk bumiputra di dewan kolonial.

    Delegasi ke Belanda

    Ketika Boedi Utomo, Jong Java, dan SI menuntut representasi di parlemen Belanda, Muis ikut menghasilkan diplomasi luar negeri. Ia menyuarakan keinginan Hindia untuk pemerintahan sendiri di Den Haag (1916-1918).

    Peran di Dunia Jurnalisme dan Sastra

    Kontribusi di Surat Kabar

    Sebagai redaktur Pewarta Hindia, De Express, dan Neratja, Muis menyebarkan opini kritis terhadap kolonialisme. Tulisan-tulisannya menggambarkan realitas diskriminasi dan menuntut kesetaraan sosial.

    Perjuangan lewat Tulisan

    Ia percaya bahwa kata bisa membebaskan jiwa bangsa. Ketika dilarang menulis karena dianggap provokatif, ia tetap menyuarakan gagasan melalui artikel samar dan tulisan budaya yang menyuarakan perlawanan.

    Kritik terhadap Kolonialisme

    Tulisan kritiknya di De Express membuat pemerintah kolonial resah. Dia dikenal sebagai “jurnalis yang ditakuti Belanda”.

    Karya Besar: Salah Asuhan

    Ringkasan Novel

    “Salah Asuhan” bercerita tentang Hanafi, pemuda Minangkabau yang terpesona budaya Barat dan menikahi Corrie, wanita Indonesia. Namun kesalahpahaman budaya, konflik identitas, dan pilihan hidup membuat mereka hancur.

    Kritik Sosial dan Budaya

    Melalui novel ini, Muis menyoroti bahaya westernisasi yang kehilangan akar budaya. Ia menyampaikan bahwa modernisasi perlu menjaga jati diri bangsa dan menjembatani nilai tradisi dan kemajuan.

    Pengaruh Sastra

    “Salah Asuhan” diakui sebagai salah satu tonggak sastra modern Indonesia pra-kemerdekaan. Menjelang kemerdekaan, karya ini membentuk pemikiran kritis terhadap identitas bangsa.

    Sastrawan Pejuang

    Lewat novel ini, Abdul Muis membuktikan bahwa sastra bisa menjadi senjata perlawanan, bukan sekadar estetis, tapi mengandung kritik politik dan kultur.

    Penetapan sebagai Pahlawan Nasional

    Presiden Soekarno secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Abdul Muis pada 30 Agustus 1959.

    Namanya diabadikan via Jalan Abdul Muis di Jakarta dan Bandung, serta di berbagai sekolah dan perpustakaan. Beberapa program literasi nasional menggunakannya sebagai inspirasi.

    Semangat menulis kebenaran, melawan ketidakadilan lewat literasi, dan keberanian berpikir menjadi nilai penting bagi penulis dan aktivis muda masa kini.

    Fakta Menarik Abdul Muis

    Jurnalis yang Ditakuti: Kabinet Belanda pernah melarang tulisannya di De Express karena dianggap provokatif dan membahayakan stabilitas kolonial.
    Pernah Dilarang Menulis: Setelah aksi-aksinya di Sulawesi dan Yogyakarta, ia dikenai pembatasan dan bahkan diasingkan di Garut selama beberapa tahun.
    Novel Difilmkan: “Salah Asuhan” diadaptasi menjadi film tahun 1972 oleh sutradara Asrul Sani, mempertahankan reputasi karya tersebut sebagai bagian warisan sastra Indonesia.

    FAQ

    Siapa Abdul Muis? Jurnalis, sastrawan, dan aktivis nasionalis kelahiran 1883 dari Minangkabau.
    Karya terkenal Abdul Muis? “Salah Asuhan” (1928), novel yang menjadi pilar sastra modern Indonesia.
    Apa kontribusi Muis bagi bangsa? Ia mengobarkan perlawanan melalui tulisannya dan mengedepankan kesadaran identitas budaya serta jurnalisme kritis.
    Kapan Abdul Muis meninggal? Wafat 17 Juni 1959 di Bandung, dimakamkan di TMP Cikutra.
    Apa gelar kehormatan untuk Abdul Muis? Dianugerahi Pahlawan Nasional pada 30 Agustus 1959 oleh Presiden Soekarno.

    “Abdul Muis mengajarkan bahwa tak selalu perlu mengangkat senjata untuk memperjuangkan bangsa. Kadang, cukup dengan keberanian menulis kebenaran.”

    Ia menunjukkan bahwa jurnalisme dan sastra adalah medan perjuangan, tempat pena dipertaruhkan demi martabat bangsa. Semoga kisahnya mendorong generasi baru untuk memberi keberanian bagi suara kebenaran di era digital saat ini.

    Disclaimer: Artikel ini dihasilkan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan oleh tim redaksi Bisnis.com untuk memastikan akurasi dan keterbacaan informasi.

  • Kapan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dibacakan? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini

    Kapan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dibacakan? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini

    Jakarta: Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan teks proklamasi. Pembacaan teks proklamasi oleh dibacakan oleh Soekarno dengan lantang itu menjadi penanda kemerdekaan Indonesia.

    Selain sosok yang membacakan teks proklamasi banyak yang masih penasaran kapan waktu teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia tersebut dibacakan oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Lalu kapan sebenarnya teks tersebut dibacakan? Yuk simak penjelasan lengkapnya di sini.

    Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai peristiwa penting. Salah satu momen krusialnya adalah peristiwa pengeboman Hiroshima pada 6 Agustus 1945 oleh Amerika Serikat, yang diikuti dengan pengeboman Nagasaki pada 9 Agustus 1945. 

    Peristiwa ini memaksa Jepang menyerah kepada Sekutu yang dimanfaatkan oleh Soekarno/Hatta untuk mendeklarasikan kemerdekaan ke seluruh dunia.

    Pada 12 Agustus 1945, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat berkunjung ke Dalat, Vietnam, untuk bertemu Jenderal Terauchi yang memberi sinyal bahwa Jepang akan menyerahkan kemerdekaan kepada Indonesia. 
     
    Sekembalinya ke Indonesia, kabar penyerahan Jepang ini mendorong golongan muda untuk mendesak Soekarno dan Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan.

    Situasi ini memunculkan ketegangan antara dua golongan, yakni golongan muda yang menginginkan proklamasi segera dengan golongan tua yang lebih berhati-hati. Lalu puncaknya pada 16 Agustus 1945 ketika Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok oleh golongan muda untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. 

    Usai perundingan yang intens, Soekarno dan Hatta akhirnya kembali ke Jakarta malam itu juga.
     

     

    Penyusunan teks proklamasi

    Teks Proklamasi dirumuskan dengan cukup sat set. Bagaimana tidak Soekarno, dibantu oleh Mohammad Hatta dan Achmad Subardjo, menyusun teks tersebut pada malam 16 Agustus hingga dini hari 17 Agustus 1945. Penyusunan tersebut dilakukan di rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta. 

    Setelah dirumuskan, teks itu ditandatangani Soekarno dan Hatta atas usulan Sukarni, kemudian diketik Sayuti Melik dengan beberapa penyesuaian.
    Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 

    Di tanggal itu juga tepatnya, pukul 10.00 WIB, Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Kabar proklamasi ini segera menyebar ke seluruh penjuru negeri melalui media massa, radio, dan selebaran, menandai awal dari perjalanan bangsa Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

    Nah sekarang kamu sudah tahu kan kapan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan.

    Jakarta: Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan teks proklamasi. Pembacaan teks proklamasi oleh dibacakan oleh Soekarno dengan lantang itu menjadi penanda kemerdekaan Indonesia.
     
    Selain sosok yang membacakan teks proklamasi banyak yang masih penasaran kapan waktu teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia tersebut dibacakan oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Lalu kapan sebenarnya teks tersebut dibacakan? Yuk simak penjelasan lengkapnya di sini.

    Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai peristiwa penting. Salah satu momen krusialnya adalah peristiwa pengeboman Hiroshima pada 6 Agustus 1945 oleh Amerika Serikat, yang diikuti dengan pengeboman Nagasaki pada 9 Agustus 1945. 
     
    Peristiwa ini memaksa Jepang menyerah kepada Sekutu yang dimanfaatkan oleh Soekarno/Hatta untuk mendeklarasikan kemerdekaan ke seluruh dunia.

    Pada 12 Agustus 1945, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat berkunjung ke Dalat, Vietnam, untuk bertemu Jenderal Terauchi yang memberi sinyal bahwa Jepang akan menyerahkan kemerdekaan kepada Indonesia. 
     
    Sekembalinya ke Indonesia, kabar penyerahan Jepang ini mendorong golongan muda untuk mendesak Soekarno dan Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan.
     
    Situasi ini memunculkan ketegangan antara dua golongan, yakni golongan muda yang menginginkan proklamasi segera dengan golongan tua yang lebih berhati-hati. Lalu puncaknya pada 16 Agustus 1945 ketika Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok oleh golongan muda untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. 
     
    Usai perundingan yang intens, Soekarno dan Hatta akhirnya kembali ke Jakarta malam itu juga.
     

     

    Penyusunan teks proklamasi

    Teks Proklamasi dirumuskan dengan cukup sat set. Bagaimana tidak Soekarno, dibantu oleh Mohammad Hatta dan Achmad Subardjo, menyusun teks tersebut pada malam 16 Agustus hingga dini hari 17 Agustus 1945. Penyusunan tersebut dilakukan di rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta. 
     
    Setelah dirumuskan, teks itu ditandatangani Soekarno dan Hatta atas usulan Sukarni, kemudian diketik Sayuti Melik dengan beberapa penyesuaian.
    Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 

    Di tanggal itu juga tepatnya, pukul 10.00 WIB, Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Kabar proklamasi ini segera menyebar ke seluruh penjuru negeri melalui media massa, radio, dan selebaran, menandai awal dari perjalanan bangsa Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
     
    Nah sekarang kamu sudah tahu kan kapan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (RUL)

  • Jarnas Anti TPPO, Rahayu Saraswati Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Cegah Perdagangan Orang – Page 3

    Jarnas Anti TPPO, Rahayu Saraswati Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Cegah Perdagangan Orang – Page 3

    Pihak kepolisian pun menyatakan, ada 189 kasus TPPO dari periode Januari – Juni 2025.

    Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPO) Brigjen Nurul Azizah menyebutkan, jumlah korban mencapai 546 orang, mayoritas perempuan dan anak.

    Modus TPPO beraneka ragam, tapi paling dominan adalah pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural sebanyak 117 laporan. Sisanya, eksploitasi seksual komersial (48 LP) dan eksploitasi anak (24 LP).

    Demikian kata Nurul Azizah dalam keterangannya, Jumat 20 Juni 2025, seperti dikutip dari Kanal News Liputan6.com.

    Dia menerangkan, korban TPPO kebanyakan berasal dari Jawa Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, NTT, NTB, hingga Sumut.

    Mereka dikirim ke negara seperti Malaysia, Myanmar, Thailand, Suriah, Dubai, sampai Korea Selatan. Di sana, mereka dipaksa kerja di sektor informal, perkebunan, bahkan untuk operasi penipuan online alias scam.

    “Kami ingin masyarakat lebih waspada. Jangan mudah percaya pada iming-iming pekerjaan di luar negeri dengan gaji besar. Cek legalitas perusahaan penempatan, pastikan ada kontrak kerja yang jelas, agar hak-hak sebagai pekerja migran bisa terlindungi,” tutur Nurul.

    Polisi Bandara Soekarno-Hatta baru baru ini juga menangkap 11 orang tersangka dugaan kasus TPPO yang memakan korban hingga 340 calon pekerja migran Indonesia.

    Salah satu tersangka, yakni AB yang ditangkap di Jakarta Utara, kedapatan merekrut calon pekerja migran Indonesia melalui media sosial Facebook. Modusnya, dia menawarkan kerja tanpa harus punya keahlian apapun di luar negeri, dengan gaji yang besar.

    “Modus menawarkan lewat media sosial Facebook, mencari atau merekrut WNI dipekerjakan ke luar negeri. Penyampaian besaran gaji yang besar, Rp16 juta sampai Rp30 juta, tanpa memiliki kompetensi atau keahlian tertentu, jadi masyarakat tertarik,” ungkap Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Ronald. F.C Sipayung, Kamis 3 Juli 2025.

  • Mulai 1 Agustus, sejumlah rute dari Bandara Halim pindah ke Bandara Soetta

    Mulai 1 Agustus, sejumlah rute dari Bandara Halim pindah ke Bandara Soetta

    Sumber foto: Mus Mulyadi/elshinta.com.

    Mulai 1 Agustus, sejumlah rute dari Bandara Halim pindah ke Bandara Soetta
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Selasa, 29 Juli 2025 – 20:48 WIB

    Elshinta.com – Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyatakan kesiapannya dalam menyambut perpindahan sejumlah rute penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma mulai 1 Agustus 2025. Dua maskapai, Citilink dan Batik Air, akan mengalihkan sebagian rute penerbangan ke Bandara Soekarno-Hatta.

    Sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan optimal kepada pengguna jasa, Bandara Soekarno-Hatta telah melakukan penyesuaian operasional untuk mengakomodasi tambahan penerbangan dari Citilink dan Batik Air. Penyesuaian ini mencakup pengaturan slot time, penempatan parking stand, serta koordinasi layanan ground handling dan fasilitas terminal.

    Kesiapan juga mencakup penyesuaian operasional di area check-in, boarding gate, layanan informasi, serta koordinasi intensif dengan pihak maskapai. Seluruh langkah ini dilakukan untuk memastikan proses keberangkatan berjalan lancar dan efisien, sekaligus menjaga kenyamanan penumpang di tengah potensi peningkatan trafik. Petugas customer service juga disiagakan untuk membantu penumpang dalam memperoleh informasi dan navigasi di dalam terminal.

    Dengan beralihnya sejumlah rute penerbangan dari Bandara Halim, penumpang yang akan terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta kini dilayani melalui Terminal 1B untuk Citilink dan Terminal 2D untuk Batik Air. Guna mempermudah akses ke terminal keberangkatan, penumpang dapat memanfaatkan moda transportasi umum KA Bandara yang terintegrasi langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta. Setibanya di Stasiun Kereta Bandara Soekarno-Hatta, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke terminal yang dituju dengan menggunakan Kalayang (Skytrain) secara gratis.

    General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional SoekarnoHatta, Dwi Ananda Wicaksana, menyampaikan bahwa perpindahan ini telah dipersiapkan secara matang demi memastikan pengalaman perjalanan yang tetap lancar dan nyaman.

     “Kami berkomitmen untuk menjaga kelancaran operasional dan memastikan para penumpang tetap mendapatkan pelayanan terbaik selama proses perpindahan ini. Seluruh elemen operasional kami siagakan, mulai dari pengaturan alur keberangkatan hingga pelayanan informasi di terminal, agar penumpang tetap merasa aman dan terbantu,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Mus Mulyadi, Selasa (29/7). 

    Dwi Ananda menambahkan bahwa koordinasi juga dilakukan bersama maskapai dan pihak terkait lainnya untuk memastikan informasi layanan dapat diterima dengan baik oleh penumpang, “Informasi mengenai lokasi terminal, jadwal penerbangan, hingga titik-titik layanan penumpang kami sebarluaskan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial dan informasi digital di bandara,” lanjutnya.

    PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengimbau para calon penumpang untuk memeriksa kembali jadwal penerbangan dan terminal keberangkatan sebelum menuju bandara, guna memastikan perjalanan berjalan lancar.

    Sumber : Radio Elshinta

  • Festival Hunian dan Gaya Hidup, Momen Kemeriahan BRI Consumer Expo 2025 di PIK2

    Festival Hunian dan Gaya Hidup, Momen Kemeriahan BRI Consumer Expo 2025 di PIK2

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Akhir pekan di PIK2 berubah menjadi momentum penuh warna berkat penyelenggaraan BRI Consumer Expo 2025 pada 26–27 Juli lalu.

    Acara ini tak hanya menyuguhkan promo properti menarik, tapi juga dirancang sebagai ruang hiburan dan interaksi keluarga.

    Digagas bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, expo ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memiliki rumah idaman dengan skema KPR bunga ringan, mulai 1,5% fixed selama satu tahun. Penawaran ini masih berlaku hingga 31 Juli 2025.

    “Lokasinya sangat strategis, dekat Bandara Soekarno-Hatta, hanya sekitar 7 menit dan didukung infrastruktur tol akses PIK2 dan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (KATARA) yang sedang dikembangkan, menjadikan PIK2 investasi properti yang menjanjikan,” jelas Hendra Winata, RCEO BRI Region VI/Jakarta 1.

    Lucia Aditjakra dari PIK2 menyebut, expo ini menciptakan koneksi antara masyarakat dan nilai hidup yang lebih dari sekadar tempat tinggal.

    “Kami akan terus mendorong terciptanya ruang-ruang interaksi positif bagi masyarakat, menghadirkan pengalaman yang bukan hanya bermanfaat secara finansial, tetapi juga berkesan secara sosial dan emosional,” ujarnya.

    Rangkaian acara yang digelar mencakup kompetisi fashion show Summer Beach, lelang emas, talkshow inspiratif, dan penampilan Delon Thamrin. Momentum kebersamaan juga hadir lewat lomba lukis tas anak, face painting, dan workshop yang dirancang ramah keluarga.

    Tak ketinggalan, diskon hingga 63% untuk peralatan rumah tangga dan bonus iPhone 16 Pro Max bagi peserta yang melakukan akad KPR di tempat menjadi magnet tambahan bagi para pengunjung.

  • Ingat, Citilink Pindahkan Sebagian Rute dari Bandara Halim ke Soetta Mulai 1 Agustus 2025 – Page 3

    Ingat, Citilink Pindahkan Sebagian Rute dari Bandara Halim ke Soetta Mulai 1 Agustus 2025 – Page 3

    Head of Corporate Secretary & CSR Division PT Citilink Indonesia Tashia Scholz mengatakan, rute penerbangan akan dilakukan pemindahan dari Bandara Halim ke Bandara Soekarno-Hatta antara lain rute dari dan menuju Palembang, Medan dan Kulon Progo.

    Sedangkan rute penerbangan Citilink yang beroperasi saat ini  di Bandara Halim antara lain dari dan menuju Silangit, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Way Kanan dan Denpasar.

    “Citilink akan menyampaikan informasi terkait pemindahan penerbangan ini kepada calon penumpang baik melalui pesan instan, email, website dan media sosial Citilink sehingga calon penumpang terinformasikan dengan baik,” kata Tasha.

    Ia mengatakan, Citilink mendukung rencana pemindahan sebagian layanan penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Bandara Soetta).

    Langkah itu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    Citilink juga senantiasa mengimbau calon penumpang untuk mengecek kembali jadwal penerbangannya dengan menghubungi contact center Citilink di 0804 1 080808, Linka virtual assistant di ‪+62 811-1011-0808, live chat di website www.citilink.co.id atau melakukan pengecekan informasi secara berkala di media sosial Citilink.

    Bagi penumpang yang penerbangannya terdampak atas pemindahan ini, Citilink menyediakan fasilitas bus untuk mobilisasi penumpang dari Bandara Halim menuju Bandara Soekarno-Hatta, serta menyediakan opsi refund atau re-route sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku.

    “Citilink senantiasa berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh penumpang,” tutur dia.