Tag: Soekarno

  • Invasi Plat Luar Kota dan Jeritan Kemacetan: Malang Dikepung Kendaraan Jelang 2026

    Invasi Plat Luar Kota dan Jeritan Kemacetan: Malang Dikepung Kendaraan Jelang 2026

    Malang (beritajatim.com) – Langit Kota Malang tampak kelabu di penghujung Desember 2025. Namun, hawa dingin yang biasanya memeluk kota ini seolah terusir oleh hawa panas yang menguar dari ribuan knalpot kendaraan yang memadati jalanan. Menjelang pergantian tahun menuju 2026, kota ini tidak sedang tidur. Ia sedang bergeliat, sesak, dan nyaris tak bergerak.

    Dalam pemantauan beritajatim.com sejak perayaan Natal hingga Sabtu (27/12/2025), denyut nadi lalu lintas Malang Raya mengalami arhitmia tak beraturan dan cenderung tersumbat. Bukan hanya di jalan arteri, jalur tikus yang biasanya menjadi andalan warga lokal pun kini tak luput dari serbuan roda empat.

    Simfoni Klakson di Kayutangan hingga Suhat

    Jalan Jenderal Basuki Rahmat, atau yang kini populer dengan sebutan Kayutangan Heritage, menjadi saksi bisu betapa magnet wisata Malang begitu kuat. Lampu-lampu jalan bergaya kolonial yang estetik kini bersaing dengan sorot lampu merah dari taillight mobil yang mengular panjang.

    Di kawasan Soekarno-Hatta (Suhat), yang dikenal sebagai denyut nadi gaya hidup mahasiswa, kondisinya setali tiga uang. Deretan kafe dan restoran penuh sesak. Di sekitar Alun-Alun Kota Malang, kendaraan berjejal berebut sisa aspal.

    Pemandangan ini didominasi oleh tamu dari luar kota. Jika biasanya jalanan Malang didominasi pelat N, kini pelat nomor kendaraan seolah sedang mengadakan reuni akbar se-Jawa. Pelat P dari wilayah Tapal Kuda (Bondowoso, Situbondo, Jember), AG dari Kediri Raya, L dari Surabaya, W dari Sidoarjo, hingga M dari Pulau Madura tampak mendominasi. Tak ketinggalan, pelat B dari Jakarta pun turut menghiasi kepadatan, menandakan bahwa Malang masih menjadi pelarian favorit warga ibu kota.

    Sejak sebelum Natal, tepatnya pada malam Misa Natal, hingga dua hari setelahnya, kepadatan ini sudah terasa mencekik. Namun, pertanyaan besarnya adalah: Mengapa Malang? Mengapa orang rela menempuh kemacetan berjam-jam hanya untuk terjebak di kemacetan lain di kota tujuan?

    Di sebuah sudut area parkir Mal Olympic Garden (MOG), tepatnya di belakang itu, Rozak (35), seorang wisatawan asal Jakarta, tampak menyeka keringat di dahinya. Ia baru saja memarkirkan mobilnya setelah berputar nyaris 15 menit mencari celah kosong.

    Saat ditemui di tengah ketergopohannya Rozak mengaku ingin memanjakan diri di Khayangan Reflexology untuk melepas penat setelah perjalanan darat yang melelahkan.

    “Jujur saja, Mas. Saya ke Malang ini niatnya melarikan diri,” ujar Rozak sambil terkekeh getir, Jumat (26/12/2025).

    Rozak bercerita, biasanya ia dan keluarga menghabiskan akhir tahun di Bandung. Namun, trauma kemacetan Puncak dan Lembang membuat ia memutar setir ke Jawa Timur.

    “Saya pikir Bandung sudah terlalu crowded, macetnya nggak manusiawi. Awalnya saya mengira Malang tidak akan sepadat itu. Ternyata perkiraan saya salah besar. Keluar dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya,” candanya.

    Meski begitu, Rozak mengakui ada alasan kuat mengapa ia tetap bertahan. “Tapi ya mau bagaimana lagi, Malang ini value for money-nya dapet banget. Makanan enak dan murah, tempat wisatanya banyak yang bersahabat di kantong. Kalau di Jakarta atau Bandung, bawa duit segini cuma dapet setengahnya. Jadi ya, macet-macet sedikit dinikmati saja lah sambil nunggu pijat.”

    Di sisi lain, kemeriahan pariwisata ini menjadi mimpi buruk bagi penghuni sementara kota ini: para mahasiswa. Rullah (27), mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi negeri di Malang, hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kondisi jalanan dari jendela kosnya di kawasan Sumbersari.

    Rullah adalah representasi dari ribuan mahasiswa yang memilih tidak pulang kampung demi mengejar revisi skripsi. Namun, niatnya untuk sekadar mencari kopi atau mencetak berkas skripsi kini menjadi perjuangan berat.

    “Rasanya kayak jadi orang asing di kota sendiri, Mas,” keluh Rullah saat ditemui di sebuah warung kopi kecil yang terselip di gang sempit, menghindari jalan utama.

    “Biasanya kalau mau ke kafe ngerjain tugas, cukup 10 menit motoran. Sekarang? Bisa 30 menit itu pun tangan pegal ngerem terus. Mau pesan makanan lewat ojol (ojek online), harganya naik, abangnya juga sering nolak orderan karena macet. Niat hati mau healing tipis-tipis biar skripsi lancar, malah stressing lihat plat B dan L di mana-mana,” tambahnya dengan nada frustrasi khas Gen Z.

    Bagi Rullah, libur Nataru di Malang bukan lagi soal pesta kembang api, melainkan soal bertahan hidup di tengah kepungan kendaraan. “Harapan saya cuma satu, semoga cepat tanggal 2 Januari biar jalanan balik normal lagi,” tutupnya.

    Data Berbicara: Lonjakan Kendaraan via Tol Pandaan-Malang

    Apa yang dirasakan Rozak dan Rullah, bukan sekadar perasaan subjektif. Data menunjukkan adanya lonjakan drastis volume kendaraan yang menyerbu Malang.

    Berdasarkan data resmi PT Jasamarga Pandaan Malang, pintu gerbang utama menuju kota apel ini mencatatkan angka yang fantastis. Terhitung sejak 18 Desember hingga 25 Desember 2025, tercatat sebanyak 271.001 kendaraan memasuki wilayah Malang melalui Gerbang Tol (GT) Ruas Pandaan Malang.

    General Manager Operasi PT Jasamarga Pandaan Malang, Muhammad Reza Pahlevi Guntur, membedah data tersebut. “Secara persentase, artinya ada peningkatan jumlah kendaraan sebanyak 17,10 persen jika dibandingkan dengan lalu lintas normal,” ungkap Reza dalam keterangan resminya, Jumat (26/12/2025).

    Sebagai perbandingan, pada hari-hari biasa dalam rentang waktu yang sama, jumlah kendaraan yang melintas hanya berkisar di angka 231.432 unit.

    Angka 271.001 tersebut merupakan akumulasi dari lima gerbang tol utama: GT Purwodadi, GT Lawang, GT Singosari, GT Pakis, dan GT Malang. Namun, titik krusial tetap berada di Singosari.

    “Kendaraan yang keluar (masuk Malang) dari GT Singosari paling banyak. Yakni mencapai 108.005 kendaraan. Ini naik sekitar 20,97 persen dibanding lalu lintas normal,” pungkas Guntur.

    Angka ini mengonfirmasi mengapa kawasan Singosari hingga Karanglo menjadi titik kemacetan yang paling menguras emosi pengendara.

    Respons Otoritas

    Menanggapi fenomena lautan kendaraan ini, pihak kepolisian dan dinas perhubungan memiliki pandangan dan strategi tersendiri.

    Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, membenarkan adanya peningkatan volume kendaraan tersebut. Namun, dalam pesan singkatnya kepada media, ia memberikan perspektif yang sedikit berbeda.

    “Benar ada peningkatan, tapi belum signifikan,” bebernya singkat. Pernyataan belum signifikan ini mungkin merujuk pada fakta bahwa lalu lintas, meski padat, masih bisa bergerak (mengalir) dan belum terjadi gridlock total yang melumpuhkan kota sepenuhnya.

    Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas (lalin) yang bersifat insidentil dan situasional. Fokus utama adalah mengurai simpul-simpul kemacetan saat puncak libur Tahun Baru 2026.

    Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa tidak ada rekayasa permanen yang akan membingungkan pengguna jalan. Semuanya bergantung pada kondisi real-time di lapangan.

    “Salah satu ruas yang berpotensi dilakukan pengaturan khusus adalah Jalan Ahmad Yani, terutama dari arah utara ke selatan yang kerap mengalami kepadatan luar biasa akibat limpahan dari pintu tol dan arteri Surabaya-Malang,” jelas Widjaja, Kamis (25/12/2025).

    Ia menambahkan opsi yang paling mungkin diambil adalah contraflow. “Jika terjadi kepadatan tinggi, dimungkinkan dilakukan contraflow, baik di sisi timur maupun barat, melihat situasi di lapangan,” ujarnya.

    Tak hanya pintu masuk kota, kawasan pendidikan seperti Universitas Brawijaya (UB) juga mendapat perhatian khusus. Jalan MT Haryono yang menjadi poros penghubung Batu-Malang seringkali terkunci.

    “Kawasan UB juga kita pantau, kalau dibutuhkan akan kami lakukan pengalihan arus,” ungkapnya.

    Harapan pada Infrastruktur Baru

    Di tengah kemacetan yang mendera, Widjaja juga menyoroti peran vital infrastruktur yang telah dikebut pengerjaannya oleh pemerintah daerah. Pelebaran Jembatan Kedungkandang, misalnya, disebut sebagai salah satu penyelamat arus lalu lintas di sisi timur kota.

    “Pelebaran Jembatan Kedungkandang sangat efektif karena sebelumnya hampir setiap pagi dan sore terjadi antrean panjang di lokasi tersebut,” analisisnya.

    Selain itu, perbaikan Jembatan Gatot Subroto yang sempat longsor dan perbaikan jalan di Soekarno-Hatta diharapkan sudah tuntas sepenuhnya jelang malam pergantian tahun. “Jika tuntas, ini akan sangat membantu kelancaran lalu lintas di Kota Malang,” pungkas Widjaja dengan nada optimis.

    Menikmati Malang dengan Segala Dinamikanya

    Matahari mulai terbenam di ufuk barat Kota Malang, namun lampu-lampu kendaraan justru semakin terang menyala. Suara klakson masih bersahutan, beradu dengan alunan musik dari kafe-kafe pinggir jalan.

    Bagi Rozak, dan ratusan ribu wisatawan lainnya, kemacetan ini adalah harga yang harus dibayar demi sepiring bakso Malangan, jalan-jalan di trotoar Kayutangan, sejuknya udara Batu, dan kenangan liburan bersama keluarga. Bagi Rullah dan warga lokal, ini adalah ujian kesabaran tahunan yang harus dilewati dengan dada lapang.

    Malang, dengan segala pesonanya, memang memiliki daya pikat yang aneh. Ia membuat orang mengeluh karena macetnya, namun selalu membuat mereka kembali lagi di tahun berikutnya. Dan menjelang 2026, kota ini kembali membuktikan diri sebagai primadona pariwisata Jawa Timur, meski harus ditebus dengan peluh dan kepadatan di jalan raya. (dan/ian)

  • IKN Diserbu 37.000 Pengunjung di Hari Pertama Libur Natal dan Tahun Baru

    IKN Diserbu 37.000 Pengunjung di Hari Pertama Libur Natal dan Tahun Baru

    Bagi masyarakat yang membawa kendaraan pribadi, kunjungan ke kawasan IKN bisa dilakukan langsung. Namun bagi pengguna transportasi umum, disarankan berhenti di rest area terlebih dulu dan melanjutkan perjalanan menuju kawasan inti menggunakan bus listrik yang telah disediakan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keteraturan dan kelancaran arus kunjungan di dalam kawasan.

    Selama dibuka untuk umum, pengunjung tidak hanya menikmati udara segar dan bentang alam khas Nusantara, tetapi juga menyaksikan langsung proses pembangunan ibu kota baru. Di Taman Kusuma Bangsa, pengunjung bisa mengenang jasa Proklamator seperti Soekarno dan Mohammad Hatta. Ada pula Plaza Seremoni, serta panorama senja yang teduh di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai.

    Tak hanya kawasan inti pemerintahan, sejumlah destinasi alam di sekitar IKN juga siap dinikmati. Wisatawan dapat menjelajah Gunung Parung, Bukit Batu Dinding Samboja, Bukit Teletubbies Samboja, hingga keindahan Samboja Lake View, Pantai Pinus Sanipah, dan kawasan konservasi BOSF Samboja Lestari yang sarat pengalaman edukatif tentang lingkungan.

    Menurut Troy, pengelolaan kunjungan selama Nataru juga menjadi momentum pembelajaran dalam menyiapkan sistem layanan publik di IKN ke depan.

    “Pelaksanaan Nataru menjadi evaluasi penting untuk menyempurnakan tata kelola kunjungan masyarakat, sehingga layanan publik ke depan bisa berjalan semakin efektif dan berkelanjutan,” pungkas Troy.

  • Isu Politik-Hukum: Revisi UU Kebencanaan hingga TPPO di Kamboja

    Isu Politik-Hukum: Revisi UU Kebencanaan hingga TPPO di Kamboja

    Jakarta, Beritasatu.com – Isu politik dan hukum selama sehari terakhir diramaikan dengan berita mengenai rencana revisi UU Kebencanaan hingga pemulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.

    Selain itu, ada juga berita mengenai Rapimnas I Golkar dan juga mutasi serta rotasi di lingkungan Kejaksaaan Agung.

    Berikut lima isu politik dan hukum terkini Beritasatu.com: 

    1. DPR Siapkan Revisi UU Bencana, BNPB Berpeluang Jadi Kementerian

    Komisi VIII DPR mulai ancang-ancang merevisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana atau UU Penanggulangan Bencana. Langkah ini diambil menyusul evaluasi penanganan banjir besar di Sumatera yang dinilai masih menyisakan persoalan, terutama dalam aspek koordinasi lintas lembaga.

    Anggota Komisi VIII DPR, M Husni, menyebut lemahnya koordinasi antarkementerian dan lembaga berdampak pada distribusi bantuan yang tidak optimal. Meski bantuan telah disalurkan, efektivitas dan ketepatan sasaran dinilai masih belum maksimal.

    2. Soal Bendera GAM, TB Hasanuddin: Desember Ini Biasa, Nanti Berhenti

    Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menanggapi dengan santai aksi sekelompok masyarakat yang membawa bendera bulan bintang yang identik dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/12/2025).

    Politikus PDI Perjuangan itu menilai aksi tersebut bukan hal baru dan kerap muncul setiap Desember. Hal itu karena bertepatan dengan momen kelahiran gerakan tersebut. “Itu biasa setiap Desember, nanti juga berhenti,” kata TB Hasanuddin saat dihubungi, Jumat (26/12/2025).

    3. Rapimnas I Golkar Tegaskan Solid di Bawah Kepemimpinan Bahlil

    Rapimnas I Partai Golkar menjadi momentum penting yang menegaskan soliditas dan kekompakan internal partai di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Lessy.

    Umar mengatakan, rapimnas I merupakan salah satu forum pengambilan keputusan tertinggi partai yang memperlihatkan konsolidasi kuat seluruh elemen Golkar, mulai dari jajaran pimpinan pusat hingga daerah. “Saya bersama seluruh pimpinan daerah, termasuk organisasi masyarakat (ormas) dan sayap Partai Golkar, menyatakan dukungan penuh untuk mengawal kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia dalam menjalankan agenda strategis partai,” ujar Umar Lessy.

    4. Mutasi Kejaksaan, Jaksa Agung Tunjuk Kajari Baru di Sejumlah Daerah

    Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan mutasi dan rotasi pejabat di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Sejumlah posisi strategis kepala kejaksaan negeri (kajari) kini diisi oleh pejabat baru sebagai bagian dari penyegaran organisasi.

    Mutasi tersebut tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 tertanggal 24 Desember 2025, yang ditandatangani Jaksa Agung Muda Pembinaan Hendro Dewanto. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna mengatakan mutasi ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan, memperkuat kinerja institusi, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum. 

    5. 9 WNI Diduga Terlibat Online Scam Kamboja Tiba di Soekarno-Hatta

    Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memulangkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) dari Kamboja yang diduga terlibat dalam praktik penipuan daring (online scam). Dari jumlah tersebut, tujuh orang diketahui sempat diperkerjakan di sentra penipuan online di sejumlah wilayah di negara tersebut.

    Seluruh WNI dipulangkan menggunakan penerbangan komersial dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Jumat (26/12/2025) malam.

  • Dipekerjakan Jadi Scammer, 9 WNI Dipulangkan dari Kamboja

    Dipekerjakan Jadi Scammer, 9 WNI Dipulangkan dari Kamboja

    Dipekerjakan Jadi Scammer, 9 WNI Dipulangkan dari Kamboja
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memfasilitasi pemulangan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kamboja (26/12/2025).
    Kemlu menyatakan, sebanyak tujuh dari sembilan WNI telah berada di Kamboja lebih dari satu tahun dan diduga dipekerjakan sebagai
    scammer
    dalam
    jaringan penipuan daring
    di beberapa wilayah.
    “Seluruh WNI dipulangkan ke Indonesia pada 26 Desember 2025 dengan penerbangan komersial rute Phnom Penh–Jakarta, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 18.50 WIB,” dalam siaran pers, Jumat (26/12/2025).
    Sebelum dipulangkan, Kemlu mengatakan, sembilan WNI tersebut telah menjalani proses keimigrasian setempat, termasuk penyelesaian deportasi dan penerbitan
    exit permit
    .
    KBRI Phnom Penh juga telah memfasilitasi pemberian Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi 6 WNI sebagai dokumen perjalanan pulang ke Indonesia.
    “Para WNI tercatat berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Lampung,” lanjut keterangan Kemlu.
    Terakhir, Kementerian Luar Negeri mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi, guna menghindari risiko eksploitasi dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kalah Pilpres dan Pilwali di Bumi Bung Karno, DPC PDIP Kota Blitar Dirombak

    Kalah Pilpres dan Pilwali di Bumi Bung Karno, DPC PDIP Kota Blitar Dirombak

    Blitar (beritajatim.com) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengalami kekalahan 2 kali beruntun di Bumi Bung Karno. Meski Kota Blitar menyandang predikat sebagai “kandang banteng” selama beberapa tahun, namun pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2024, PDIP harus menelan pil pahit yakni kalah beruntun.

    Hasil ini tentu mencoreng wajah PDIP di “rumah sendiri”. Pasalnya, di Kota Blitar ada makam ayah dari sang Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yakni Ir. Soekarno.

    Melihat kondisi itu DPP PDIP dan DPD PDIP Jawa Timur tak mau tinggal diam. Dalam Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, DPP dan DPD mengambil keputusan untuk merombak kepengurusan DPC PDIP Kota Blitar.

    Syahrul Alim yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kota Blitar pun dicopot dari jabatannya. Ia digantikan oleh Yudi Meira. Pria yang memperoleh suara terbanyak di Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu itu ditunjuk sebagai Ketua DPC PDIP yang baru hingga tahun 2030.

    Usai diangkat menjadi Ketua DPC PDIP Kota Blitar, Yudi Meira pun memaparkan tugas berat yang embannya. Secara garis besar 3 tugas yang harus dipenuhi Yudi Meira di beberapa tahun mendatang.

    “Tugas berat bagi kita itu dari Bu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) itu pesan dari kursi dewan yang sebelumnya 10 jadi 8 itu kita harus minimal dikembalikan ke 10. Kursi DPR-RI dari 3 menjadi 2 harus dikembalikan menjadi 3, kemudian memenangkan kembali Pilwali 2030 mendatang,” ucap Yudhi pada Jumat (26/12/2025).

    Selama kepemimpinan Syahrul Alim, nasib PDIP di Kota Blitar memang kurang beruntung. Bagaimana tidak di kota yang status sebagai Bumi Bung Karno, Calon Presiden yang diusung PDIP yakni Ganjar-Mahfud harus menerima kenyataan kalah telak oleh Prabowo-Girban yang diusung Gerindra.

    Kala itu Prabowo-Gibran mendulang 59.809 suara sementara Ganjar-Mahfud hanya mendapatkan 28.621 suara di Kota Blitar.

    Belum sembuh dari ingatan kekalahan itu, PDIP kemudian masih harus dihadapan kenyataan pahit lainnya, yakni Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar, Bambang-Bayu juga harus tumbang dari Calon yang diusung PKB, Syauqul Muhibbin-Elim Tyu.

    Bahkan di kursi legislatif kota, PDIP juga harus merelakan 2 kursinya hilang. Mesti tetap berstatus partai dengan jumlah kursi legislatif terbanyak di Kota Blitar, namun hilangnya 2 kursi itu menjadi evaluasi yang tajam.

    “Dari DPP meminta kita untuk solid dan turun ke masyarakat karena PDIP itu partainya wong cilik jadi harus turun ke masyarakat,” imbuhnya.

    Kini tugas berat menanti Ketua DPC PDIP yang baru yakni Yudi Meira. Mampukah Yudi Meira memperbaiki kondisi PDIP di Bung Karno, tentu hanya waktu yang akan menjawab. [owi/beq]

  • Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran

    Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran

    Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Gereja Katedral Jakarta dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Susyana Suwadie menuturkan, nilai toleransi umat beragama terlihat di antara Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal setiap Perayaan Natal.
    Salah satu toleransi itu ialah tersedianya kantong parkir di
    Masjid Istiqlal
    yang digunakan oleh jemaat
    Gereja Katedral
    ketika ingin beribadah Misa.
    “Sudah berlangsung juga puluhan tahun, di mana setiap kali hari besar, kami kan harus mendirikan tenda untuk menambah kapasitas duduk sehingga kami tidak memiliki lahan parkir. Imam Besar (Masjid Istiqlal) selalu memberikan tempat, mempersilakan untuk umat memarkirkan kendaraan,” ujar Susyana di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).
    Susyana menuturkan, Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal memang sudah sejak awal direncanakan berdampingan saat Presiden RI Soekarno menetapkan Masjid Raya yang dibangun di dekat Katedral.
    “Sampai akhirnya 2022 itu dibangun terowongan, selesai, kemudian bisa digunakan, itu menambah kembali kemudahan,” tuturnya.
    Susyana mengatakan, kantong parkir
    basement
    di Masjid Istiqlal bisa menampung 700 sampai 800 kendaraan.
    Jemaat gereja yang parkir di
    basement
    tersebut dapat langsung terhubung lewat
    Terowongan Silaturahmi
    tanpa menyeberangi jalan.
    “Jadi menghindari juga menyeberang jalan di sana, karena kita ketahui jalanan sekecil inipun tapi intensitasnya cukup tinggi,” ucapnya.
    Menurut Susyana, Terowongan Silaturahmi bukan hanya sekadar kemudahan akses, tetapi menjadikan hidup antarumat beragama semakin erat.
    “Jadi pesan dari Imam Besar yang sekarang menjadi Menteri Agama dan juga Bapak Kardinal, bahwa terowongan ini bukan hanya cuma sebagai sebuah kotak kosong yang dilalui, tetapi harus punya pesan,” kata Susyana.
    “Jadi memiliki pesan dari kedua tokoh kita bahwa membuat instalasi seni itu harus memiliki pesan ada toleransi, cinta Tanah Air, dan juga saling menghargai tradisi satu sama lain,” lanjutnya.
    Pada akhirnya, Terowongan Silaturahmi itu kini menjadi inspirasi tamu-tamu dari dalam maupun luar negeri yang ingin mengunjungi Masjid Istiqlal sekaligus Gereja Katedral.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Selamatkan Bandara Soekarno-Hatta di "Kota Kotor"
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2025

    Selamatkan Bandara Soekarno-Hatta di "Kota Kotor" Megapolitan 25 Desember 2025

    Selamatkan Bandara Soekarno-Hatta di “Kota Kotor”
    Wartawan Kompas, 1989- 2018
    Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
    KALAU
    ingin membuktikan Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Provinsi Banten, diselimuti bau sampah, datang lah ke terminal 2, terutama pada waktu malam.
    Angin berhembus dari arah barat membawa serta bau menyengat, tidak sedap, membuat pengguna bandara terasa pening.
    Bau tidak sedap menyapa siapa saja yang menginjakkan kaki di bandara tersebut. Banyak orang kemudian menutup hidung, hanya membatin bau apa yang menusuk hidung, dan langsung pergi.
    Di bandara yang menjadi pintu utama keluar-masuk Indonesia ini sudah belasan tahun disergap bau tak sedap.
    Mestinya malu pemerintah kota Tangerang dan Banten yang disebut-sebut di dalam pesawat menjelang mendarat.
    “Para penumpang yang terhormat, sebentar lagi pesawat akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta di Tangerang, Banten,” demikian pengumuman yang selalu disampaikan oleh awak pesawat terbang pada menit-menit terakhir sebelum pesawat mendarat.
    Tanggung jawab pemerintah Tangerang dan Banten mestinya ada. Jangan hanya memungut pajaknya saja.
    Pejabat berwenang dalam menangani sampah yang mengganggu udara kawasan bandara seperti absen. Atau pejabatnya seakan-akan membiarkan bandara berbau sampah.
    Kompas.com
    pada terbitan 10 Agustus 2008, sudah memberitakan bau tak sedap di Bandara Soekarno-Hatta dan permukiman penduduk di sebelah barat bandara. Namun, hingga sekarang bau sampah yang menyelimuti bandara itu belum mendapat perhatian.
    November 2025, kami masih merasakan bau bakaran sampah yang menyengat di terminal 2 bandara tersebut, ketika menjemput keluarga yang mendarat dari Jepang pada tengah malam.
    Saya sudah tahu dari mana bau tak sedap itu. Kok tidak ada perbaikan polusi udara tak sedap di bandara ini. Masih bau sampah.
    Pantas saja
    Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut Tangerang Raya masuk dalam kategori “kota kotor”
    berdasarkan penilaian Adipura yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup.
    Tangerang Raya meliputi Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, masih berada dalam kategori “kota kotor” (
    Kompas.com
    , Senin, 22/12/2025).
    Menurut penilaian Adipura, ada empat kategori, yaitu kota kotor, kota bersertifikat, kota Adipura, dan Kota Adipura Kencana.
    Tangerang yang selama ini dibilang “pemilik” Bandara Soekarno-Hatta, berada di tingkatan paling rendah: Kota Kotor. Selamatkan bandara!
    Bandara Soekarno-Hatta yang ada dalam wilayah Tangerang Raya terkena dampaknya. Pengguna bandara terganggu sebaran bau tidak sedap berasal dari gunungan sampah yang berjarak sekitar dua kilometer dari bandara.
    Gunungan sampah yang sebagian terbakar itu berada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Rawa Kucing, Kota Tangerang, sebelah barat bandara.
    Di sebelah barat bandara ini terdapat sejumlah perumahan yang juga diliputi asap dan bau tidak sedap dari sumber yang sama.
    Di kawasan sebelah barat bandara selain ada tempat pemakaman umum Selapajang, juga pergudangan dan perumahan Bandaramas, perumahan Korpri, dan juga permukiman penduduk.
    Persoalan ini sudah disampaikan kepada Wali Kota Tangerang. Bahkan, wali kota Tangerang sudah berganti tiga kali, tetapi tidak satu pun wali kota yang berhasil menanganinya sampai Rabu, 24 Desember 2025.
    Menurut berita yang dilansir
    Kompas.com
    tahun 2008, Pemerintah Kota Tangerang, sudah punya rencana memindahkan TPA Rawa Kucing yang mengganggu bandara, ke tempat lain.
    Lokasi lain yang ditetapkan berada di Jatiwaringin, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Luas lahan sekitar 20 hektar.
    Kalau TPA sampah jadi dipindah ke lokasi baru, bandara akan aman dari bau sampah, karena berjarak sekitar 19 kilometer dari bandara.
    Pemerintah Kota Tangerang saat itu sudah membeli lahan 20 hektar di Jatiwaringin tahun 2002, dengan uang dari pinjaman Bank Pembangunan Asia (
    Kompas.com
    , 10/8/2008).
    Namun, kenapa sampai sekarang Bandara Soekarno-Hatta masih bau sampah? Entah masih adakah rasa malu akibat kegagalan mengatasi persoalan sampah?
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Puan Maharani Tegaskan Peran Perempuan dalam Sejarah Bangsa

    Puan Maharani Tegaskan Peran Perempuan dalam Sejarah Bangsa

    Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani menegaskan besarnya peran perempuan dalam perjalanan sejarah Indonesia.
     
    Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara Wonder Mom Awards 2025 yang berlangsung dalam rangka peringatan Hari Ibu Nasional.
     
    Puan menekankan bahwa peran perempuan tidak terbatas pada lingkup keluarga semata. Perempuan hadir sebagai penopang bangsa dan negara, memimpin, mengambil keputusan, serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
     

     
    “Semua itu sering kali dilakukan tanpa sorotan, namun dengan tanggung jawab yang besar dan kepemimpinan yang dipertanggungjawabkan,” ujar Puan.
     
    Menurutnya, kepemimpinan sejati bukan tentang suara yang paling keras, melainkan tentang keteguhan nilai, keberanian mengambil keputusan sulit, serta kesediaan mendengar suara rakyat.
     
    “Kepemimpinan sejati juga tentang membuka jalan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa,” tuturnya.
     

     
    Puan mengungkapkan salah seorang bukti nyata bahwa perempuan bukan sekadar pendamping, melainkan pembentuk arah sejarah bangsa, adalah mendiang Fatmawati Soekarno.
     
    “Bukan hanya sebagai istri, beliau adalah Ibu Bangsa dalam makna sesungguhnya. Karena dari tangannya lahir Sang Saka Merah Putih, simbol kemerdekaan dan persatuan,” ujarnya.
     
    Melalui momentum Hari Ibu Nasional ini, Puan berharap semakin banyak perempuan Indonesia terinspirasi untuk maju, memimpin, dan mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.

     

    Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani menegaskan besarnya peran perempuan dalam perjalanan sejarah Indonesia.
     
    Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara Wonder Mom Awards 2025 yang berlangsung dalam rangka peringatan Hari Ibu Nasional.
     
    Puan menekankan bahwa peran perempuan tidak terbatas pada lingkup keluarga semata. Perempuan hadir sebagai penopang bangsa dan negara, memimpin, mengambil keputusan, serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
     

     
    “Semua itu sering kali dilakukan tanpa sorotan, namun dengan tanggung jawab yang besar dan kepemimpinan yang dipertanggungjawabkan,” ujar Puan.
     
    Menurutnya, kepemimpinan sejati bukan tentang suara yang paling keras, melainkan tentang keteguhan nilai, keberanian mengambil keputusan sulit, serta kesediaan mendengar suara rakyat.
     
    “Kepemimpinan sejati juga tentang membuka jalan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa,” tuturnya.
     

     
    Puan mengungkapkan salah seorang bukti nyata bahwa perempuan bukan sekadar pendamping, melainkan pembentuk arah sejarah bangsa, adalah mendiang Fatmawati Soekarno.
     
    “Bukan hanya sebagai istri, beliau adalah Ibu Bangsa dalam makna sesungguhnya. Karena dari tangannya lahir Sang Saka Merah Putih, simbol kemerdekaan dan persatuan,” ujarnya.
     
    Melalui momentum Hari Ibu Nasional ini, Puan berharap semakin banyak perempuan Indonesia terinspirasi untuk maju, memimpin, dan mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.
     
     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Puan Sebut Fatmawati Soekarno Bukti Perempuan Bisa Membentuk Sejarah

    Puan Sebut Fatmawati Soekarno Bukti Perempuan Bisa Membentuk Sejarah

    Jakarta: Fatmawati Soekarno, istri Proklamator Soekarno, mendapatkan anugerah Lifetime Achievement Award dalam ajang Wonder Mom Awards 2025 yang digelar Metro TV. Penghargaan diterima langsung cucu Fatmawati, Puan Maharani, yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI.
     
    Puan Maharani menyebut Fatmawati bukan hanya sebagai istri presiden, melainkan ibu bangsa dalam makna sesungguhnya.
     
    “Ibu Fatmawati menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya sekadar pendamping tapi juga pembentuk arah sejarah Indonesia,” kata Puan dalam acara yang digelar bertepatan dengan Hari Ibu, Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.
     

    Baca Juga :

    Puan Maharani Tegaskan Peran Perempuan dalam Sejarah Bangsa

     
    Dalam momentum Hari Ibu Nasional ini, Puan berharap akan lebih banyak lagi sosok perempuan Indonesia teladan. Semakin banyak juga perempuan-perempuan Indonesia untuk maju, untuk memimpin, dan mengabdi bagi bangsa dan negara.
     
    “Pada kesempatan ini juga, atas nama keluarga besar Bung Karno, saya juga ingin menyampaikan terima kasih yang tulus atas Lifetime Achievement Award yang dianugerahkan kepada Ibu Fatmawati Soekarno,” kata Puan.
     
    Dalam kesempatan yang sama, Puan juga menerima penghargaan Excellent Mom in Political Leadership. Ia menegaskan penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja dan pengabdian.
     
    Puan berharap momentum Hari Ibu dapat menginspirasi lebih banyak perempuan Indonesia untuk maju, memimpin, dan mengabdi bagi bangsa.
     

    Jakarta: Fatmawati Soekarno, istri Proklamator Soekarno, mendapatkan anugerah Lifetime Achievement Award dalam ajang Wonder Mom Awards 2025 yang digelar Metro TV. Penghargaan diterima langsung cucu Fatmawati, Puan Maharani, yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI.
     
    Puan Maharani menyebut Fatmawati bukan hanya sebagai istri presiden, melainkan ibu bangsa dalam makna sesungguhnya.
     
    “Ibu Fatmawati menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya sekadar pendamping tapi juga pembentuk arah sejarah Indonesia,” kata Puan dalam acara yang digelar bertepatan dengan Hari Ibu, Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.
     

     
    Dalam momentum Hari Ibu Nasional ini, Puan berharap akan lebih banyak lagi sosok perempuan Indonesia teladan. Semakin banyak juga perempuan-perempuan Indonesia untuk maju, untuk memimpin, dan mengabdi bagi bangsa dan negara.
     
    “Pada kesempatan ini juga, atas nama keluarga besar Bung Karno, saya juga ingin menyampaikan terima kasih yang tulus atas Lifetime Achievement Award yang dianugerahkan kepada Ibu Fatmawati Soekarno,” kata Puan.
     
    Dalam kesempatan yang sama, Puan juga menerima penghargaan Excellent Mom in Political Leadership. Ia menegaskan penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja dan pengabdian.
     
    Puan berharap momentum Hari Ibu dapat menginspirasi lebih banyak perempuan Indonesia untuk maju, memimpin, dan mengabdi bagi bangsa.
     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Viral Video Relawan Malaysia Disambut Setiba di Aceh, Kemenkes Ungkap Faktanya

    Viral Video Relawan Malaysia Disambut Setiba di Aceh, Kemenkes Ungkap Faktanya

    Jakarta

    Sebuah video ramai beredar di media sosial dengan narasi penyambutan relawan kesehatan dari negara Malaysia yang baru tiba di Aceh. Terselip caption ‘Selamat Dantang di Aceh Saudaraku’.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) memastikan hal tersebut tidak benar alias hoax. Kemenkes meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran video hoax.

    “Sebuah video yang beredar di media sosial menyebut relawan kesehatan berompi biru berlogo Kemenkes berasal dari Malaysia,” tulis Kemenkes dalam Instagram-nya, dikutip Rabu (24/12/2025).

    “Faktanya, relawan tersebut adalah relawan kesehatan yang diterjunkan langsung oleh Pemerintah Indonesia sejak 19 Desember 2025 ke berbagai wilayah di Aceh, bukan relawan asal Malaysia,” sambungnya.

    Sebelumnya, Kemenkes telah memberangkatkan relawan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan korban bencana di Aceh pada Sabtu (20/12/2025). Sebanyak 126 relawan tenaga medis dan kesehatan dikirim ke sejumlah wilayah terdampak dengan kondisi medan berat.

    Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI, dr Yuli Farianti, M Epid menjelaskan, pengiriman relawan kesehatan sebenarnya sudah dilakukan sejak hari ketiga pascabencana. Namun, sebelumnya belum terkoordinasi secara terpusat seperti saat ini.

    “Ini adalah tenaga medis dan tenaga kesehatan yang dengan tulus hati dan ikhlas ingin mengabdikan diri untuk melayani masyarakat, khususnya saat ini di Aceh,” ujar perwakilan Kemenkes saat pelepasan relawan, Yuli saat pelepasan relawan, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, beberapa waktu lalu.

    Pengiriman relawan kesehatan sebenarnya sudah dilakukan sejak hari ketiga pasca bencana. Sebelumnya, Kemenkes telah memberangkatkan 70 tenaga kesehatan yang kini sudah berada di Aceh dan Medan. Namun, sebelumnya belum terkoordinasi secara terpusat seperti saat ini.

    “Bukan hari ini saja kita mengirim. Sejak hari ketiga bencana, kita sudah mengirim banyak tenaga, hanya saja belum terkoordinir. Sekarang kita satukan agar lebih efektif,” katanya.

    Adapun 126 relawan yang diberangkatkan terdiri dari berbagai profesi tenaga kesehatan, mulai dari dokter hingga tenaga pendukung layanan medis.

    Adapun profesi yang tergabung dalam tim relawan ini meliputi:

    Dokter spesialis mataDokter spesialis sarafDokter spesialis bedah sarafDokter spesialis anakDokter umumPerawatBidanPsikolog klinis dan psikiater, khususnya untuk layanan trauma healingTenaga laboratoriumRadiograferTenaga kesehatan lingkunganTenaga giziEpidemiolog dan tenaga kesehatan lainnya.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/naf)