Tag: Soekarno

  • Lagi! Polisi Tangkap 2 Orang Tersangka Judol yang Libatkan Komdigi – Espos.id

    Lagi! Polisi Tangkap 2 Orang Tersangka Judol yang Libatkan Komdigi – Espos.id

    Perbesar

    ESPOS.ID – Ilustrasi judi online. (freepik)

    Esposin, JAKARTA — Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya kembali menangkap dua orang tersangka terkait kasus judi online (judol) yang melibatkan oknum Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
     
    “Subdit Jatanras Polda Metro berhasil menangkap dua pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus perjudian online di Komdigi,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wira Satya Triputra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (10/11/2024). 

    Promosi
    Pengusaha Dimudahkan dengan Dana Cair Hingga 4 Kali Sehari di BRIMerchant

    Wira menjelaskan, kedua tersangka berinisial MN dan DM saat ini sedang dalam perjalanan menuju Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sekitar pukul 19.00 WIB.
     
    “Tim akan dijemput pukul 19.00 WIB di terminal internasional 2F,” katanya sebagaimana dilansir dari Antara. 
     
    Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi membenarkan penangkapan tersebut dan menjelaskan keduanya memiliki peran yang berbeda.

    “Tersangka berinisial MN sendiri berperan menyetorkan daftar website ke Kementerian Komdigi agar lolos blokir. Sementara DM menampung uang hasil judi dalam kasus tersebut, ” katanya.
     
    Ade Ary juga menambahkan untuk tersangka berinisial MN statusnya adalah DPO sedangkan DM bukan masuk DPO, namun ia belum bisa menjelaskan lebih detail terkait informasi apakah mereka oknum Komdigi atau warga sipil.
     
    Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkan dua tersangka kasus judi online yang melibatkan oknum Kementerian Komdigi ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
     
    “Ada tersangka yang diungkapkan sebagai DPO berinisial A, penyidik juga telah mengidentifikasi DPO lain dengan inisial M,” kata Ade Ary saat ditemui di Jakarta, Rabu (6/11/2024).
     
    Terhadap DPO A dan M, penyidik Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Subdit Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya masih melakukan pengejaran secara intensif.
     
    Polda Metro Jaya juga menyita sejumlah barang bukti sejumlah uang dengan total Rp73,7 miliar pada kasus judi online (judol) yang melibatkan oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
     
    “Penyidik telah menyita uang tunai sejumlah Rp73 miliar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (8/11/2024).
     
    Dalam kasus ini Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan untuk total tersangka ada 15 tersangka dengan 11 orang dari oknum Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan empat warga sipil.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram “Solopos.com Berita Terkini” Klik link ini.

  • Polisi kembali tangkap dua tersangka kasus judol yang libatkan Komdigi

    Polisi kembali tangkap dua tersangka kasus judol yang libatkan Komdigi

    Tersangka berinisial MN sendiri berperan menyetorkan daftar website ke Kementerian Komdigi agar lolos blokirJakarta (ANTARA) –

    Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya kembali menangkap dua orang tersangka terkait kasus judi online (judol) yang melibatkan oknum Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

     

     

    Wira menjelaskan kedua tersangka berinisial MN dan DM saat ini sedang dalam perjalanan menuju Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sekitar pukul 19.00 WIB.

     

    “Tim akan dijemput pukul 19.00 WIB di terminal internasional 2F,” katanya.

     

     

    “Tersangka berinisial MN sendiri berperan menyetorkan daftar website ke Kementerian Komdigi agar lolos blokir. Sementara DM menampung uang hasil judi dalam kasus tersebut, ” katanya.

     

    Ade Ary juga menambahkan untuk tersangka berinisial MN statusnya adalah DPO sedangkan DM bukan masuk DPO, namun ia belum bisa menjelaskan lebih detail terkait informasi apakah mereka oknum Komdigi atau warga sipil.

     

     

    “Ada tersangka yang diungkapkan sebagai DPO berinisial A, penyidik juga telah mengidentifikasi DPO lain dengan inisial M,” kata Ade Ary saat ditemui di Jakarta, Rabu (6/11).

     

    Terhadap DPO A dan M, penyidik Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Subdit Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya masih melakukan pengejaran secara intensif.

     

    Polda Metro Jaya juga menyita sejumlah barang bukti sejumlah uang dengan total Rp73,7 miliar pada kasus judi online (judol) yang melibatkan oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

     

    “Penyidik telah menyita uang tunai sejumlah Rp73 miliar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (8/11).

     

    Dalam kasus ini Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan untuk total tersangka ada 15 tersangka dengan 11 orang dari oknum Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan empat warga sipil.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2024

  • Ini Peran 2 Tersangka Mafia Akses Judol yang Ditangkap

    Ini Peran 2 Tersangka Mafia Akses Judol yang Ditangkap

    Jakarta

    Polisi menangkap dua orang tersangka kasus mafia akses judi online (judol). Dua tersangka itu punya peran berbeda.

    Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengatakan dua orang itu berinisial MN dan DM. Keduanya akan dibawa lewat Bandara Soekarno-Hatta hari ini.

    “(Peran) MN menyetorkan list web dan uang. DM menampung uang hasil kejahatan,” kata Wira kepada wartawan, Minggu (10/11/2024).

    Kasus mafia akses judi online ini melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Polisi belum mengungkap apakah dua orang itu merupakan pegawai Komdigi juga atau bukan.

    “Berhasil menangkap dua pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus perjudian online di Komdigi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.

    “Tim akan dijemput pukul 19.00 WIB di terminal internasional 2F,” tambahnya.

    Dari daftar tersangka tersebut termasuk tiga tersangka utama AK, AJ dan A yang mengendalikan ‘kantor satelit’ di Kota Bekasi. Polisi juga sudah menetapkan dua orang DPO, yakni A dan M.

    AK sendiri diduga punya peranan penting. Dia diduga tak lolos sebagai pegawai Komdigi, namun malah bisa membuka dan menutup blokir situs judi.

    (haf/imk)

  • Polisi Tangkap Satu DPO dan Tersangka Baru Pada Kasus Judi Online di Lingkungan Komdigi

    Polisi Tangkap Satu DPO dan Tersangka Baru Pada Kasus Judi Online di Lingkungan Komdigi

    Bisnis.com, JAKARTA – Polisi telah satu DPO dalam kasus dugaan perjudian online yang melibatkan oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra mengatakan satu DPO itu berinisial MN. Selain MN, Polisi juga telah menangkap terduga pelaku berinisial DM.

    “Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil menangkap 2 pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus Perjudian Online di Komdigi,” ujar Wira dalam keterangan tertulis, Minggu (10/11/2024).

    Dia menambahkan, saat ini pihaknya akan menjemput kedua tersangka itu di Terminal Internasional 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

    Di samping itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi menyampaikan kedua DPO ini memiliki peran yang berbeda.

    “MN berperan menyetorkan list web dan uang, sementara DM menampung uang hasil kejahatan,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, polisi telah menetapkan 15 orang tersangka dalam kasus ini. 11 dari 15 tersangka itu merupakan 11 oknum pegawai Komdigi.

    Menurut pengakuan salah satu tersangka, sindikat ini telah “menjaga” 1.000 situs judi online agar tidak diblokir. 

    Sementara itu, terdapat 4.000 situs telah diblokir lantaran tidak melakukan setor kepada sindikat ini. Setoran itu dilakukan dua Minggu sekali.

    Dalam kasus ini, pelaku juga mengaku mendapatkan keuntungan senilai Rp8,5 juta lantaran telah mengamankan situs judi online agar tidak diblokir diblokir. 

  • Ditangkap, 2 DPO Kasus Judi Online Libatkan Kemenkomdigi Tiba di Bandara Soetta Malam Ini

    Ditangkap, 2 DPO Kasus Judi Online Libatkan Kemenkomdigi Tiba di Bandara Soetta Malam Ini

    Jakarta, Beritasatu.com – Polda Metro Jaya menangkap dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus judi online (judol) yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi). Keduanya, yakni MN dan DM.

    Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra mengatakan, saat ini MN dan DM tengah dalam perjalanan ke Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sekitar pukul 19.00 WIB.

    “Tim akan dijemput pukul 19.00 WIB di terminal internasional 2F,” katanya saat dihubungi Minggu (10/11/2024).

    Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan bahwa MN dan DM mempunyai peran berbeda.

    MN berperan menyetorkan daftar web ke Kemenkomdigi agar lolos blokir. Sementara itu, DM menampung uang hasil judi dalam kasus tersebut.

    “MN menyetorkan list web dan uang. DM menampung uang hasil kejahatan,” ungkap Ade Ary.

    Penangkapan dua orang DPO kasus judi online (judol) yang melibatkan pegawai Kemenkomdigi menambah panjang daftar orang yang telah ditangkap pihak kepolisian. Sebelum MN dan DM, telah ditangkap 11 orang yang juga pegawai Kemenkomdigi.

  • Yuk Simak! Ini Beragam Jenis Gelar Pahlawan Nasional di Indonesia

    Yuk Simak! Ini Beragam Jenis Gelar Pahlawan Nasional di Indonesia

    Jakarta: Rakyat Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November. Perayaan Hari Pahlawan ini merupakan bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa. 

    Terkait dengan gelar pahlawan, negara Indonesia sejauh ini memiliki penghargaan khusus dalam kategori gelar pahlawan ataupun gelar kehormatan. Adapun beberapa gelar tersebut misalnya Pahlawan Kemerdekaan, Pahlawan Revolusi, hingga Pahlawan Kebangkitan Nasional. 

    Dengan berbagai peran dan pengorbanan, para tokoh ini menunjukkan perjuangan untuk Indonesia bukan hanya soal kemerdekaan, tetapi juga mempertahankan dan membangun negeri ini demi masa depan yang lebih baik.

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Pahlawan Nasional menjadi penghormatan tertinggi yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang terbukti memberikan kontribusi luar biasa di berbagai bidang. 
     

    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 menekankan pentingnya gelar Pahlawan Nasional sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan apresiasi terhadap jasa pahlawan yang telah berjuang demi Indonesia. Penghargaan ini bukan sekadar gelar, tetapi simbol penghormatan yang harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melanjutkan perjuangan membangun bangsa yang lebih baik.

    Berikut ini jenis-jenis Gelar Pahlawan Nasional:
    1. Pahlawan Kemerdekaan Nasional

    Gelar ini diberikan kepada tokoh yang berperan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Mereka berjuang melalui berbagai cara, seperti perlawanan fisik, diplomasi, atau penyebaran ideologi. 

    Para pahlawan dalam kategori ini dikenal sebagai pelopor perlawanan dan simbol kebangkitan nasionalisme di Indonesia, yang menginspirasi rakyat untuk bersatu melawan penjajah.

    Pahlawan Nasional adalah gelar kehormatan yang dianugerahkan pemerintah Republik Indonesia kepada individu yang telah memberikan kontribusi besar dalam memperjuangkan, mempertahankan, atau mengembangkan nilai-nilai kemerdekaan bangsa. Gelar ini tak hanya menjadi lambang penghargaan, tetapi juga simbol yang mengabadikan jasa para tokoh dalam sejarah Indonesia.
    2. Pahlawan Revolusi

    Gelar ini khusus diberikan kepada tokoh-tokoh yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman pemberontakan. Sebagai contoh peristiwa Gerakan 30 September 1965. Para tokoh ini, yang sebagian besar berasal dari kalangan militer, rela berkorban untuk mempertahankan ideologi bangsa di tengah ancaman yang mengancam kedaulatan Indonesia.
    3. Pahlawan Perintis Kemerdekaan

    Gelar ini dianugerahkan kepada para pelopor yang berjuang pada masa awal kebangkitan nasional. Mereka adalah tokoh-tokoh yang mengawali perlawanan terhadap penjajahan dan memimpin pergerakan kebangkitan dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan, sosial, dan budaya. Melalui kontribusi awal ini, mereka meletakkan dasar bagi perjuangan kemerdekaan yang lebih luas.
    4. Pahlawan Proklamator

    Gelar ini diberikan kepada tokoh-tokoh yang memiliki peran langsung dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Di Indonesia, gelar ini dianugerahkan khusus kepada Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai “Dwitunggal Proklamator” karena keduanya membacakan teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945, yang menandai kemerdekaan Indonesia.
    5. Pahlawan Kebangkitan Nasional

    Gelar ini dianugerahkan kepada tokoh-tokoh yang berperan besar pada awal pergerakan nasional, terutama pada masa lahirnya organisasi yang mengedepankan kesadaran nasionalisme. Tokoh seperti Dr. Soetomo dan Wahidin Soedirohoesodo adalah contoh Pahlawan Kebangkitan Nasional. Mereka mendirikan organisasi Budi Utomo pada 1908, yang dianggap sebagai titik awal kebangkitan nasional di Indonesia.
    6. Pahlawan Ampera

    Gelar ini diberikan kepada mereka yang berjuang pada masa Orde Lama, terutama dalam memperjuangkan penyatuan bangsa di masa peralihan pasca-G30S/PKI. Pahlawan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) mencakup mereka yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan kesatuan bangsa di tengah konflik ideologi dan politik yang tengah memanas saat itu.

    Jakarta: Rakyat Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November. Perayaan Hari Pahlawan ini merupakan bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa. 
     
    Terkait dengan gelar pahlawan, negara Indonesia sejauh ini memiliki penghargaan khusus dalam kategori gelar pahlawan ataupun gelar kehormatan. Adapun beberapa gelar tersebut misalnya Pahlawan Kemerdekaan, Pahlawan Revolusi, hingga Pahlawan Kebangkitan Nasional. 
     
    Dengan berbagai peran dan pengorbanan, para tokoh ini menunjukkan perjuangan untuk Indonesia bukan hanya soal kemerdekaan, tetapi juga mempertahankan dan membangun negeri ini demi masa depan yang lebih baik.
    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Pahlawan Nasional menjadi penghormatan tertinggi yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang terbukti memberikan kontribusi luar biasa di berbagai bidang. 
     

     
    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 menekankan pentingnya gelar Pahlawan Nasional sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan apresiasi terhadap jasa pahlawan yang telah berjuang demi Indonesia. Penghargaan ini bukan sekadar gelar, tetapi simbol penghormatan yang harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melanjutkan perjuangan membangun bangsa yang lebih baik.
     
    Berikut ini jenis-jenis Gelar Pahlawan Nasional:

    1. Pahlawan Kemerdekaan Nasional

    Gelar ini diberikan kepada tokoh yang berperan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Mereka berjuang melalui berbagai cara, seperti perlawanan fisik, diplomasi, atau penyebaran ideologi. 
     
    Para pahlawan dalam kategori ini dikenal sebagai pelopor perlawanan dan simbol kebangkitan nasionalisme di Indonesia, yang menginspirasi rakyat untuk bersatu melawan penjajah.
     
    Pahlawan Nasional adalah gelar kehormatan yang dianugerahkan pemerintah Republik Indonesia kepada individu yang telah memberikan kontribusi besar dalam memperjuangkan, mempertahankan, atau mengembangkan nilai-nilai kemerdekaan bangsa. Gelar ini tak hanya menjadi lambang penghargaan, tetapi juga simbol yang mengabadikan jasa para tokoh dalam sejarah Indonesia.

    2. Pahlawan Revolusi

    Gelar ini khusus diberikan kepada tokoh-tokoh yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman pemberontakan. Sebagai contoh peristiwa Gerakan 30 September 1965. Para tokoh ini, yang sebagian besar berasal dari kalangan militer, rela berkorban untuk mempertahankan ideologi bangsa di tengah ancaman yang mengancam kedaulatan Indonesia.

    3. Pahlawan Perintis Kemerdekaan

    Gelar ini dianugerahkan kepada para pelopor yang berjuang pada masa awal kebangkitan nasional. Mereka adalah tokoh-tokoh yang mengawali perlawanan terhadap penjajahan dan memimpin pergerakan kebangkitan dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan, sosial, dan budaya. Melalui kontribusi awal ini, mereka meletakkan dasar bagi perjuangan kemerdekaan yang lebih luas.

    4. Pahlawan Proklamator

    Gelar ini diberikan kepada tokoh-tokoh yang memiliki peran langsung dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Di Indonesia, gelar ini dianugerahkan khusus kepada Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai “Dwitunggal Proklamator” karena keduanya membacakan teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945, yang menandai kemerdekaan Indonesia.

    5. Pahlawan Kebangkitan Nasional

    Gelar ini dianugerahkan kepada tokoh-tokoh yang berperan besar pada awal pergerakan nasional, terutama pada masa lahirnya organisasi yang mengedepankan kesadaran nasionalisme. Tokoh seperti Dr. Soetomo dan Wahidin Soedirohoesodo adalah contoh Pahlawan Kebangkitan Nasional. Mereka mendirikan organisasi Budi Utomo pada 1908, yang dianggap sebagai titik awal kebangkitan nasional di Indonesia.

    6. Pahlawan Ampera

    Gelar ini diberikan kepada mereka yang berjuang pada masa Orde Lama, terutama dalam memperjuangkan penyatuan bangsa di masa peralihan pasca-G30S/PKI. Pahlawan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) mencakup mereka yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan kesatuan bangsa di tengah konflik ideologi dan politik yang tengah memanas saat itu.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (PRI)

  • Apa Urgensi Kolam-kolam Retensi Gedebage? Ini Kata Peneliti

    Apa Urgensi Kolam-kolam Retensi Gedebage? Ini Kata Peneliti

    JABAR EKSPRES – Masalah banjir di kawasan Pasar Induk Gedebage dan Jalan Bypass Soekarno Hatta memang masih menjadi pekerjaan rumah yang sulit diselesaikan. Lantaran permasalahan banjir tidak kunjung beres, membuat warga sekitar ragu akan efektivitas kolam tersebut.

    Menanggapi hal ini, Peneliti asal Universitas Islam Bandung (Unisba) Prodi Perencanaan dan Wilayah Kota, Aulia Nur Azizah menyebut, memang sudah seharusnya Pemkot Bandung kembali menambah satu kolam retensi di wilayah tersebut.

    Menurutnya, keberadaan satu kolam retensi di wilayah Gedebage belum mampu mengentaskan permasalahan banjir di kawasan timur Kota Kembang tersebut.

    “Memang sudah seharusnya ditambah. Satu kolam retensi yang berada di depan Pasar Induk Gedebage itu baru mampu mengurangi beberapa titik dan menyelesaiakan lama atau tingginya genangan,” katanya kepada Jabar Ekspres, baru-baru ini.

    BACA JUGA:Kolam Retensi Tidak Menjawab Masalah Banjir Gedebage?

    Lewat penilitian sebelumnya yang berjudul evaluasi keberadaan kolam retensi di Gedebage sebagai upaya pengendalian banjir, diakuinya, kapasitas daya tampung Kolam Retensi Gedebage yaitu sebesar 5.425 m3 belum cukup menampung keseluruhan debit air yang dihasilkan oleh sungai Cipamulihan. Sehingga, hal itu menyebabkan masih terdapat titik genangan di wilayah tersebut.

    “Jadi kenapa masih banjir, ya karena kolam retensi ini belum mampu menampung keseluruhan debit air sungai Cipamulihan. Dari 24 RW, memang terjadi pengurangan genangan. Namun ada titik-titik yang belum terselesaikan terkait permasalahan banjir,” katanya

    Maka dari itu, dirinya meminta agar Pemkot Bandung mulai melakukan peningkatan daya dukung lingkungan guna mempermudah kinerja kolam retensi tersebut. Hal ini guna menanggulangi permasalah banjir di wilayah Timur Kota Bandung.

    Ditempat lain, Penulis sekaligus Pemerhati Lingkungan, Jujun Junaedi menuturkan, menyelesaikan permasalahan banjir Gedebage bukan hanya soal penambahan kolam retensi. Kompleksitas dan carut-marut sistem drainase jadi penyebab banjir cileuncang tersebut masih terjadi hingga saat ini.

    BACA JUGA:Dihantam Hujan Disertai Angin Kencang, Empat Rumah di Batujajar Rusak!

    “Pembangunan kolam retensi ini digadang-gadang jadi solusi mutakhir mengatasi permasalahan banjir di Gedebage. Tapi kenyataannya, disetiap musim hujan tiba permasalahan banjir ini masih tetap terjadi,” ujarnya

  • Kolam Retensi Tidak Menjawab Masalah Banjir Gedebage?

    Kolam Retensi Tidak Menjawab Masalah Banjir Gedebage?

    JABAR ESKPRES – Masalah banjir di kawasan Pasar Induk Gedebage dan Jalan Bypass Soekarno Hatta memang masih menjadi pekerjaan rumah yang sulit diselesaikan. Lantaran permasalahan banjir tidak kunjung beres, membuat warga sekitar ragu akan efektivitas kolam tersebut.

    Salah seorang warga Gedebage, Angga Permana (29) menilai bahwa kolam retensi tidak begitu ampuh menjawab masalah banjir. Menurutnya pembangunan kolam baru pun dirasa percuma dan akan berakhir sama saja. Banjir di wilayah tersebut tetap ada.

    “Sekarang bikin kolam retensi lagi. Kolam sebelumnya juga enggak berpengaruh. Hanya membuat cepat surut ketika banjir,” ucap Angga kepada Jabar Ekspres, Jumat (8/11).

    Kawasan Gedebage sudah memiliki kolam retensi yang mampu menampung 5.425 meter kubik air dan masuk ke aliran Sungai Cipamulihan. Namun kolam retensi tersebut belum bisa menampung aliran air, sehingga air tetap tumpah ke arah jalan.

    BACA JUGA:Dihantam Hujan Disertai Angin Kencang, Empat Rumah di Batujajar Rusak!

    Dari sejak pembangunan tahun 2018, dalam merancang pembangunan penampungan air hujan itu di Gedebage, Pemerintah (Pemkot) Bandung mengeluarkan anggaran sebesar Rp286,6 juta. Masuk tahap lelang tahun 2020, nilai kontraknya mencapai Rp6,6 miliar.

    “Kalau fungsi kolam retensi cuman bikin banjir cepet surut. Mending enggak perlu bikin lagi. Kan masalahnya itu banjir. Jadi ya kalau dibangun, terus tetap banjir, buat apa?” tegas Angga.

    Guna menjawab masalah banjir, Pemkot Bandung tampak agak ‘ngotot’ membangun kolam retensi baru di kawasan Gedebage. Hal ini diklaim sebagai upaya menangani masalah banjir menahun di wilayah Bandung Timur tersebut.

    Kepala Dinas Sumber Daya Alam dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi membenarkan, kolam retensi baru tengah dibangun pada area itu. Pengerjaan proyek yang memakan anggaran Rp 16.117.215.912 itu diklaim bakal rampung akhir tahun ini.

    BACA JUGA:Jelang Pilkada, KPU Ciamis Gelar Simulasi Pemungutan Suara di Sadananya

    “Memang sedang ada pembangunan kolam retensi di bawah sutet (area Pasar Induk Gedebage). Mudah-mudahan akhir Desember bisa beres,” singkat Didi kepada Jabar Ekspres, belum lama ini.

    Dirinya memastikan, saat ini pengerjaan kolam retensi masih terus berjalan. Diupayakan rampung guna mengantisipasi banjir lebih parah di kawasan Gedebage. “Sehingga ketika masih musim hujan di bulan Desember, masih berfungsi,” imbuhnya.

  • Profil RM Margono Djojohadikusumo yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional: Kakek Prabowo Subianto, Pendiri BNI, dan Cucu Pengikut Pangeran Diponegoro

    Profil RM Margono Djojohadikusumo yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional: Kakek Prabowo Subianto, Pendiri BNI, dan Cucu Pengikut Pangeran Diponegoro

    Jakarta, Beritasatu.com – Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo Subianto diusulkan agar mendapat gelar pahlawan nasional. Margono merupakan inisiator utama dalam mendirikan lembaga keuangan menjadi cikal bakal bank sentral di Indonesia dan pilar stabilitas ekonomi bangsa.

    “Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa RM Margono (Djojohadikusumo) dengan semangat kebangsaan yang kuat memimpin upaya mendirikan bank sentral Indonesia di republik yang baru merdeka,” kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Eddy Soeparno di Jakarta, Minggu (10/11/2024).

    Eddy mendukung pemberian gelar pahlawan nasional kepada RM Margono Djojohadikusumo karena terobosannya dalam membentuk bank sentral sekaligus pemimpin pertamanya menunjukkan kontribusi besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Profil RM Margono Djojohadikusumo, kakek Prabowo Subianto yang diusul jadi pahlawan nasional

    RM Margono Djojohadikusumo lahir di Purwokerto, Kabupaten Banyumas pada 16 Mei 1894, dan meninggal dalam usia 84 tahun di Jakarta pada 25 Juli 1978. 

    Margono yang merupakan orang tua dari Prof Dr Soemitro Djojohadikoesoemo, ayah kandung Prabowo Subianto, dikenal sebagai pahlawan ekonomi karena berandil besar dalam kemajuan bangsa.

    Margono adalah pendiri sekaligus pemimpin pertama Bank Negara Indonesia (BNI). BNI yang berdiri pada 5 Juli 1946 awalnya dibentuk sebagai bank sentral sekaligus bank umum. BNI diresmikan di Yogyakarta pada 17 Agustus 1946 dan Margiono dipercaya sebagai direktur utamanya. 

    Margono Djojohadikusumo merupakan keturunan dari Raden Joko Kaiman, pendiri sekaligus bupati pertama Banyumas. Margono juga cucu buyut Raden Tumenggung Banyakwide atau Panglima Banyakwide, pengikut setia Pangeran Diponegoro.

    Margono lahir dari keluarga keturunan bangsawan yang bernah melawan Belanda dalam perang Jawa. Ayahnya priyayi yang menjadi pegawai pemerintah Belanda.

    Margono pernah belajar di sekolah dasar kolonial Belanda, Europeesche Lagere School pada 1901, setelah lulus ia melanjutkan pendidikan ke Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren di Magelang hingga 1911.

    Pada awal kemerdekaan Indonesia, Margono Djojohadikusumo dipercaya sebagai ketua pertama Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS), lembaga yang dibentuk sehari setelah Soekarno dan Mohammad Hatta dilantik sebagai presiden dan wakil presiden RI.

    Margono kemudian mengusulkan dibentuk sebuah bank sentral atau bank sirkulasi negara. Soekarno dan Hatta memberi mandat ke Margono mempersiapkan segala hal. Akhirnya pada 19 September 1945 Dewan Menteri Republik Indonesia memutuskan membentuk sebuah bank milik negara.

  • InJourney Airports Siapkan 3 Bandara Sambut Aquabike Jetski World Championship 2024 di Danau Toba – Page 3

    InJourney Airports Siapkan 3 Bandara Sambut Aquabike Jetski World Championship 2024 di Danau Toba – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Dalam menyambut ajang internasional Aquabike Jetski World Championship 2024 yang digelar di Danau Toba pada 13-17 November, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan kesiapan tiga bandara utama: Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, dan Bandara Kualanamu Deli Serdang.

    Ketiganya akan mendukung penuh penyambutan delegasi internasional dan wisatawan yang datang untuk menyaksikan kejuaraan bergengsi ini.

    Kesiapan Bandara di Tengah Antusiasme Aquabike 2024

    Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, menyatakan bahwa rencana operasi dan pelayanan khusus telah disiapkan di ketiga bandara tersebut.

    “Sebagai operator bandara, InJourney Airports bekerja sama dengan holding InJourney dan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) untuk memberikan pengalaman terbaik bagi semua pengguna jasa, serta mendukung kesuksesan Aquabike World Championship di Danau Toba,” ujarnya, Minggu (10/11/2024).

    Bandara Soekarno-Hatta Jadi Pintu Masuk Utama

    Sebagai bandara transit bagi sekitar 200 official dan pembalap internasional, Bandara Soekarno-Hatta menjadi gerbang utama menuju Danau Toba. Wisatawan dan delegasi yang tiba melalui Terminal 3 disambut dengan fasilitas modern, termasuk giant LED di area bagasi internasional yang menampilkan video keindahan alam dan budaya Indonesia. Terminal 3 juga menghadirkan area hijau dengan ragam tanaman khas Nusantara, merepresentasikan kekayaan alam Indonesia.

    Sambutan Tradisional di Bandara Raja Sisingamangaraja XII

    Delegasi yang tiba langsung di Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit disambut dengan pengalungan ulos dan tarian Tortor, sebagai bentuk penghormatan dan perkenalan budaya Batak. Di dalam bandara, para tamu dapat menikmati berbagai elemen budaya seperti replika Rumah Bolon dengan ornamen ukiran khas (Gorga), serta kesenian musik tradisional Batak yang menambah keunikan bandara sebagai etalase budaya lokal.

    “Ajang internasional seperti Aquabike World Championship merupakan kesempatan emas untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya budaya Batak,” ungkap Faik Fahmi.

    “Bandara Raja Sisingamangaraja XII menjadi representasi seni dan budaya Batak yang kami perkenalkan kepada dunia internasional,” tambahnya.