Tag: Soekarno

  • Bos Garuda Ungkap Biang Kerok Tiket Pesawat Domestik Lebih Mahal Dibanding ke Luar Negeri

    Bos Garuda Ungkap Biang Kerok Tiket Pesawat Domestik Lebih Mahal Dibanding ke Luar Negeri

    Jakarta

    Mahalnya harga tiket pesawat di Indonesia masih menjadi sorotan. Bahkan, harga tiket pesawat domestik disebut-sebut lebih mahal dibanding tiket pesawat ke luar negeri.

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra, menjelaskan salah satu alasan utama mahalnya harga tiket penerbangan domestik alias dalam negeri karena adanya pengenaan pajak. Ia menyebut, salah satunya pajak untuk pembelian avtur. Padahal, pajak itu tidak dikenakan di luar negeri.

    “Avtur yang kita beli untuk penerbangan domestik itu kena pajak. Avtur kita terbang ke Singapura, nggak kena pajak. Tiket kita jual ke Balikpapan, kena pajak. Kita jual ke Shanghai, nggak kena pajak,” kata Irfan dalam Public Expose di Gedung Manajemen Garuda, Bandara Soekarno-Hatta, Senin (11/10/2024).

    Selain itu, ada juga pengenaan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) yang turut mengalami kenaikan hingga 35%.

    “Nah setelah TBA itu ada pajak, habis itu ada PJP2U yang ini tahun 2023 naik 35%, diam-diam, nggak tahu kan? Tiba-tiba harga tiket gue naik, kan ya harus naik dong, marah lu semua sama gue ya kan,” ucapnya.

    “Bayarnya Rp 168.000 kalau ke domestik, ya terus saya bilang pindahkah ke Terminal 2 (Soekarno-Hatta), nggak boleh, yang Rp 120.000. Kalau di Halim Rp 70.000,” tambahnya.

    Meski begitu Irfan mengatakan selama ini Garuda Indonesia belum pernah menaikkan harga tiket pesawat di luar ketentuan yang berlaku. Sehingga harga tiket penerbangan domestik yang dijual maskapai sejak 2019 lalu hingga 2024 ini belum mengalami perubahan.

    Namun, harga tiket ini semakin mahal karena imbas kenaikan PPN dari 10% menjadi 11% sejak 2022 lalu. Artinya kenaikan pajak inilah yang membuat harga akhir tiket perjalanan domestik semakin mahal.

    “Kita tidak pernah keluar dari rambu-rambu harga tiket yang diatur oleh pemerintah. Dari 2019, nggak pernah naik. Tapi pajak masuk, kena pajak,” terangnya.

    Lihat juga video: Promo Citilink Jelang Akhir Tahun, Bisa Dapat Tiket Internasional Rp 10 Ribu

    (acd/acd)

  • Bos Garuda tidak akan pertanyakan apabila diganti saat RUPSLB

    Bos Garuda tidak akan pertanyakan apabila diganti saat RUPSLB

    Ada tiga hal yang nggak akan pernah saya tanyaJakarta (ANTARA) – Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan menanyakan tiga hal apabila diganti dari jabatannya saat ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (15/11) pekan ini.

    Pertama, Ia menyebut tidak akan menanyakan alasan apabila posisinya saat ini digantikan oleh individu lain.

    “Ada tiga hal yang nggak akan pernah saya tanya. Yang pertama, kenapa saya diganti kalau saya diganti. Karena nggak punya hak saya nanya. Dulu waktu disuruh (jadi Dirut) nggak nanya,” ujar Irfan saat sesi doorstop di Kawasan Bandara International Soekarno Hatta, Jakarta, Senin.

    Kedua, Ia tidak akan menanyakan siapakah individu yang akan menggantikan para direksi saat ini, serta Ia pun meminta kepada jajaran direksi saat ini untuk tidak menanyakan hal tersebut juga.

    “Kedua, saya juga nggak akan nanya dan saya juga minta direksi lain nggak nanya siapa yang ganti,” ujar Irfan.

    Ketiga, Ia tidak akan menanyakan alasan individu tersebut ditunjuk sebagai direksi baru di Garuda Indonesia saat RUPSLB nanti.

    “Yang ketiga, kenapa dia? karena Ini bukan kewenangan kita. Ada tata krama yang mesti kita jaga,” ujar Irfan.

    Irfan menyebut bahwa kapasitasnya di sini atas nama direksi dan jajaran direksi lainnya sebagai profesional.

    “RUPSLB besok Jumat (15/11) itu agendanya perubahan pengurus, itu direksi dan komisaris. Saya nggak mau bicara atas nama komisaris, tapi, atas nama direksi dan teman-teman direksi. Kita ini kan profesional. Diminta masuk, oke, diminta berhenti, oke juga,” ujar Irfan.

    Apabila Ia digantikan dari posisinya saat ini sebagai Dirut saat RUPSLB nanti, Ia menyebut belum memiliki rencana ke depan karena posisinya saat ini yang masih menjabat sebagai Dirut Garuda Indonesia.

    Pewarta: Muhammad Heriyanto
    Editor: Ahmad Wijaya
    Copyright © ANTARA 2024

  • Tiket Pesawat Mahal, Bos Garuda Sebut Ada Biaya yang Diam-diam Naik 35%

    Tiket Pesawat Mahal, Bos Garuda Sebut Ada Biaya yang Diam-diam Naik 35%

    Jakarta

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra buka suara soal anggapan bahwa tiket pesawat maskapai yang dipimpinnya masih tergolong mahal. Dalam penjelasannya, Irfan menyebut ada komponen biaya yang naik signifikan.

    Irfan mulanya, menjelaskan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi harga tiket pesawat mulai dari harga avtur, pajak bandara, dan biaya lainnya. Adapun seluruh komponen ini sudah diperhitungkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (PM) yang mengatur tarif batas atas (TBA).

    Namun, dia mengatakan, aturan terkait tarif batas atas ini belum mengalami perubahan selama 5 tahun terakhir. Padahal sejumlah komponen dalam perhitungan di aturan tersebut sudah mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

    “Nah itu nggak pernah berubah sampai 2024. Jadi saya pakai formula masih 2019. Di dalamnya sudah ada harga avtur, asumsi berapa ton avtur dipakai dan segala macam,” kata Irfan saat ditemui wartawan di Gedung Manajemen Garuda, Bandara Soekarno-Hatta, Senin (11/11/2024).

    Menurutnya, dengan naiknya biaya komponen tersebut, maka harga tiket yang dijual ke konsumen mau tidak mau harus naik. Namun karena tidak ada perubahan selama lima tahun terakhir inilah, Irfan menyebut Garuda Indonesia mau tak mau terus menggunakan tarif batas paling atas yang ditetapkan pemerintah.

    “Akibat perubahan-perubahan kondisi pasar, baik itu harga avtur maupun exchange rate, karena basis kita US dolar banyaknya sekarang sudah nggak untung lagi sebenarnya. Makanya kita minta dinaikin, eh lu orang ribut minta diturunin. Oke nggak masalah,” terangnya.

    Irfan mengatakan ada juga pengenaan pajak penambahan nilai (PPN) yang saat ini masih sebesar 11% dan biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) yang membuat harga tiket domestik semakin mahal.

    “Nah setelah TBA itu ada pajak, habis itu ada PJP2U yang ini tahun 2023 naik 35%, diam-diam, nggak tahu kan? Tiba-tiba harga tiket gue naik, kan ya harus naik dong, marah lu semua sama gue ya kan,” ucapnya,

    “Bayarnya Rp 168.000 kalau ke domestik, ya terus saya bilang pindahkah ke Terminal 2 (Soekarno-Hatta), nggak boleh, yang Rp 120.000. Kalo di Halim Rp 70.000,” tambahnya.

    Pada akhirnya inilah yang membuat Garuda Indonesia mau tak mau mempertahankan harga tiket penerbangannya di tarif batas atas (TBA) guna menjamin profitabilitas perusahaan.

    “Jual tiket itu margin-nya single digit (di bawah 10%), oleh sebab itu ketika permintaan-permintaan harga tiket terus menerus turun buat kita nggak ada pilihan lain kecuali bertahan (di harga tertinggi sesuai aturan), dan memang nggak ada pilihan lain,” kata Irfan.

    “Jadi ini yang kita lakukan sebagai suatu perusahaan untuk memastikan tanggung jawab kita kepada para investor dan publik bahwa perusahaan dijaga dan dipastikan dari waktu ke waktu akan meningkatkan profitability-nya,” terangnya lagi.

    Lihat juga Video: Sandi Klaim Tiket Maskapai Garuda Menuju Bali Sudah Turun 45%

    (acd/acd)

  • Garuda akan kedatangan empat pesawat baru dari Lebanon dan Australia

    Garuda akan kedatangan empat pesawat baru dari Lebanon dan Australia

    Semua nyewa. Kita kan leasing semua, jadi ya bayar sewa, nggak ada yang beli

    Jakarta (ANTARA) –

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra memastikan bahwa perseroan akan kedatangan empat pesawat baru pada akhir tahun 2024 ini.

    Ia memastikan bahwa satu pesawat akan datang pada pekan ini yang berasal dari Lebanon, dan sisanya sekitar dua atau tiga pesawat akan berasal dari tempat penyimpanan pesawat Alice Springs di Australia.

    “Satu dari Lebanon. Sama dari Alice Springs yang di Australia yang gurun tempat naruh pesawat-pesawat itu, kalau nggak salah tiga atau dua gitu,” ujar Irfan saat sesi doorstop di Kawasan Bandara International Soekarno Hatta, Jakarta, Senin.

    Ia menyebut bahwa ke empat pesawat tersebut nanti statusnya adalah sewa dari pihak ketiga, bukan pembelian.

    “Semua nyewa. Kita kan leasing semua, jadi ya bayar sewa, nggak ada yang beli kita,” ujar Irfan.

    Irfan berharap kehadiran empat pesawat tersebut nantinya dapat meningkatkan pelayanan perseroan pada periode libur Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 mendatang.

    “Mudah-mudahan menjelang akhir tahun (tiba), sehingga bisa memastikan pelayanan menjelang libur Nataru (Natal dan Tahun Baru),” ujar Irfan.

    Per Oktober 2024, total jumlah pesawat yang dioperasikan oleh Grup Garuda Indonesia sebanyak 96 pesawat, atau berkurang sebanyak satu pesawat dibandingkan sebanyak 97 pesawat pada periode September 2024.

    Adapun, rinciannya yaitu sebanyak 56 pesawat dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan sebanyak 40 pesawat dioperasikan oleh Citilink.

    Per Oktober 2024, perseroan mencatatkan net income senilai 18,11 juta dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan sebelumnya tercatat rugi bersih senilai 82,86 juta dolar AS pada periode sama tahun 2023.

    Capaian net income GIAA disebabkan oleh adanya perubahan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 73 menjadi PSAK 107.

    PSAK 73 merupakan standar pembukuan transaksi sewa pada beban operasi, sedangkan PSAK 107 adalah standar akuntansi untuk akad ijarah yang digunakan dalam pembiayaan oleh bank syariah dan lembaga keuangan lainnya.

    Pewarta: Muhammad Heriyanto
    Editor: Faisal Yunianto
    Copyright © ANTARA 2024

  • Garuda Indonesia raih laba 18,11 juta dolar AS per Oktober 2024

    Garuda Indonesia raih laba 18,11 juta dolar AS per Oktober 2024

    PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membukukan laba bersih atau net income senilai 18,11 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada periode Oktober 2024, dibandingkan sebelumnya tercatat rugi bersih senilai 82,86 juta dolar AS pada periode sama tahun 2023.

    Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra dalam Public Expose di Kawasan Bandara International Soekarno Hatta, Jakarta, Senin, menjelaskan capaian net income GIAA disebabkan oleh adanya perubahan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 73 menjadi PSAK 107.

    Ia menjelaskan, capaian net income itu masih berasal dari sebesar 10 persen lessor (penyewa pesawat) yang menyetujui PSAK 107, dari total seluruh pesawat sewaan di bawah perseroan.

    “Ini sudah 10 persen setuju. Sebesar 10 persen jumlah pesawat ya,” ujar Irfan.

    Apabila semua lessor (penyewa pesawat) menyetujui penerapan PSAK 107, ia optimistis bahwa ke depan ekuitas perseroan dapat berbalik positif dibandingkan posisi negatif saat ini.

    “Per kemarin Oktober 2024 kita bukukan (PSAK 107) langsung bisa positif, 10 persen dari list total pesawat. Berarti, nanti ke depan pun juga, kalau semuanya sudah setuju kita udah langsung positif, ekuitas kita positif,” ujar Irfan.

    PSAK 73 merupakan standar pembukuan transaksi sewa pada beban operasi, sedangkan PSAK 107 adalah standar akuntansi untuk akad ijarah yang digunakan dalam pembiayaan oleh bank syariah dan lembaga keuangan lainnya.

    Dalam PSAK 73, biaya sewa pesawat akan dimasukkan sebagai beban operasional, sementara itu dalam PSAK 107 biaya sewa pesawat akan akan menjadi cash basis.

    Per Oktober 2024, Garuda Indonesia membukukan pendapatan senilai 2,84 miliar dolar AS atau meningkat sebesar 16,13 persen (yoy) dibandingkan sebelumnya senilai 2,44 miliar dolar AS.

    Pada periode ini, EBITDA perseroan tercatat senilai 780,34 juta dolar AS atau meningkat sebesar 13,82 persen (yoy) dibandingkan senilai 685,60 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya.

    Kemudian, operating result perseroan tercatat senilai 310,40 juta dolar AS per Oktober 2024 atau meningkat 19,69 persen (yoy) dibandingkan senilai 249,30 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya.

  • Polisi Sita Rp 2,8 Miliar dari Jaringan Oknum Komdigi Bina Judi Online

    Polisi Sita Rp 2,8 Miliar dari Jaringan Oknum Komdigi Bina Judi Online

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dua tersangka yang terlibat dalam kasus perjudian online di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ditangkap. Polisi menyita uang Rp 2,8 miliar dari kedua tersangka.

    Kedua tersangka dibawa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya melalui Bandara Soekarno-Hatta, Minggu malam (10/11/2024).

    Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengatakan, penangkapan kedua tersangka berinisial MN dan DM merupakan hasil pengembangan 15 tersangka yang telah ditahan.

    Dari hasil pemeriksaan belasan tersangka tersebut, penyidik menetapkan dua orang berinisial A dan MN masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

    “Penyidik di lapangan bahwa pada tanggal 9 November 2024, tim berhasil mengamankan salah seorang DPO dengan inisial MN, yang ketika MN dilakukan penangkapan, selanjutnya dilakukan pengembangan dan didapatkan satu orang tersangka lagi dengan inisial DM,” kata Wira, dikutip Senin (11/11/2024).

    Adapun peran kedua tersangka yang ditangkap yaitu MN bertugas sebagai penghubung antara bandar judi online dengan para tersangka oknum dari Komdigi.

    MN juga bertugas menyetorkan uang dan menyerahkan list website untuk dijaga websitenya, supaya tidak diblokir.

    Sementara itu, tersangka DM berperan membantu menampung uang hasil dari kejahatan para tersangka. Dari upaya paksa yang dilakukan terhadap kedua tersangka, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan barang bukti uang tunai sejumlah Rp300 juta. Selain itu juga telah disita uang Rp2,8 miliar dari rekening tersangka.

    “Rekan-rekan sama-sama kita lihat bahwa tersangka sudah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman secara intensif, agar nantinya kita bisa membuka segamblang-gamblangnya terhadap kasus yang sementara kita tangani ini,” jelasnya.

    Wira menegaskan bahwa para tersangka juga akan dijerat dengan pasal berlapis. Penyidik akan menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang kepada mereka yang terlibat dalam kasus ini.

    “Khususnya dalam hal ini, kami nanti menerapkan tindak pidana pencucian uang, karena terhadap kasus perjudian ini kami akan lapis dengan pasal pencucian uang.” pungkasnya.

    (dem/dem)

  • Fakta-fakta 2 Tersangka Baru Mafia Akses Judol Komdigi Ditangkap

    Fakta-fakta 2 Tersangka Baru Mafia Akses Judol Komdigi Ditangkap

    Jakarta

    Polisi menangkap 2 tersangka baru mafia akses judi online (judol) yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Tersangka berinisial MN dan DM.

    Berikut sejumlah fakta terkait penangkapan 2 tersangka baru itu:

    1. Tiba di Soetta, Dibawa ke Polda Metro

    MN dan DM tiba di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) pada Minggu (10/11) sekitar pukul 20.13 WIB. Kedua tersangka dibawa melalui pintu 2F bandara.

    Para tersangka tampak mengenakan masker. Setelah itu keduanya dibawa polisi meninggalkan bandara ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa intensif.

    Foto: Tersangka baru kasus mafia judol yang melibatkan pegawai Komdigi (Adrial Akbar/detikcom)

    “Bahwa tersangka sudah dibawa ke ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman secara intensif,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra di Bandara Soetta, Tangerang, Minggu (10/11/2024).

    2. Peran Tersangka

    MN, kata Wira, berperan sebagai penghubung antara bandar judi dengan para tersangka lainnya. “Adapun peran daripada saudara MN adalah sebagai penghubung antara bandar judi dengan para pelaku atau tersangka lainnya, tersangka yang udah kita tahan,” ucap Wira.

    Sementara itu, tersangka DM berperan membantu kejahatan dari tersangka MN. Termasuk, kata Wira, DM juga menampung uang hasil kejahatan.

    Simak selengkapnya di halaman berikutnya

  • Tersangka MN, Penghubung Bandar Judi Online di Kemenkomdigi

    Tersangka MN, Penghubung Bandar Judi Online di Kemenkomdigi

    Jakarta, Beritasatu.com – Tersangka MN, yang ditangkap Polda Metro Jaya, diketahui memiliki peran sebagai penghubung antara para tersangka dengan bandar terkait kasus judi online (judol) di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).

    Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra mengatakan, dengan peran itu, MN dapat dengan mudah menentukan situs judol mana saja yang dapat beroperasi dan tidak.

    Dari bandar judi online tersebut, MN yang merupakan penghubung, kerap mencairkan dana segar untuk keperluan pemblokiran situs judol.

    “Peran MN menyetorkan uang dan atau menyerahkan list website untuk dijaga website-nya supaya tidak diblokir,” kata Wira dalam konferensi pers di Terminal 2F Internasional, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (10/11/2024).

    Selain MN, polisi juga menangkap DM. Kuat dugaan kedua tersangka tersebut ditangkap di luar negeri karena mereka dijemput penyidik di terminal kedatangan internasional.

    Mengenai negara mana keduanya ditangkap, baik Wira dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indrardi enggan berkomentar lebih jauh, termasuk identitas dari MN.

    Wira menjelaskan, DM ditangkap setelah penyidik melakukan pengembangan dari penangkapan sang penghubung bandar judol. “Selanjutnya dilakukan pengembangan dan didapatkan satu orang tersangka lagi dengan inisial DM yang terlibat dengan perjudian online,” ungkapnya.

    Peran DM, menurut dia, sebagai penampung uang judol. Dari penangkapan kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti uang tunai Rp 300 juta dan uang yang tersimpan di dalam rekening tersangka Rp 2,8 miliar.

    Wira menegaskan, dari dua tersangka yang ditangkap, satu di antaranya merupakan tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Atas kerja keras daripada rekan-rekan tim penyidik di lapangan, bahwa pada 9 November 2024, tim berhasil mengamankan salah seorang DPO dengan inisial MN,” ungkapnya.

    Polisi belum menjelaskan secara perinci identitas dan kronologi penangkapan tersangka judol yang melibatkan pegawai Kemenkomdigi. Saat ini kedua tersangka menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

  • Tambah 2 Lagi Tersangka Kasus Judi Online yang Libatkan Staf Kemkomdigi – Espos.id

    Tambah 2 Lagi Tersangka Kasus Judi Online yang Libatkan Staf Kemkomdigi – Espos.id

    Perbesar

    ESPOS.ID – Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wira Satya Triputra.

    Esposin, JAKARTA – Bertambah lagi tersangka kasus judi online yang melibatkan staf Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Tambahan itu diungkapkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang menangkap dua orang tersangka.  “Subdit Jatanras Polda Metro berhasil menangkap dua pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus perjudian online di Komdigi,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wira Satya Triputra, Minggu (10/11/2024).  Wira menjelaskan kedua tersangka berinisial MN dan DM saat ini sedang dalam perjalanan menuju Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sekitar pukul 19.00 WIB.  “Tim akan dijemput pukul 19.00 WIB di terminal internasional 2F,” katanya. 

    Promosi
    Terus Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas, BRI Telah Salurkan KUR Rp158,6 Triliun

     Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi membenarkan penangkapan tersebut dan menjelaskan keduanya memiliki peran yang berbeda.  “Tersangka berinisial MN sendiri berperan menyetorkan daftar website ke Kementerian Komdigi agar lolos blokir. Sementara DM menampung uang hasil judi dalam kasus tersebut, ” katanya.  Ade Ary juga menambahkan untuk tersangka berinisial MN statusnya adalah DPO sedangkan DM bukan masuk DPO, namun ia belum bisa menjelaskan lebih detail terkait informasi apakah mereka staf Komdigi atau warga sipil.

    Sejauh ini Polda Metro Jaya sudah menyita sejumlah barang bukti sejumlah uang dengan total Rp73,7 miliar pada kasus judi online (judol) yang melibatkan oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).  “Penyidik telah menyita uang tunai sejumlah Rp73 miliar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (8/11/2024).  Dalam kasus ini Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan untuk total tersangka ada 15 tersangka dengan 11 orang dari oknum Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan empat warga sipil.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram “Solopos.com Berita Terkini” Klik link ini.

  • 2 Tersangka Baru Judi Online Kemenkomdigi Tiba di Polda Metro Jaya

    2 Tersangka Baru Judi Online Kemenkomdigi Tiba di Polda Metro Jaya

    Jakarta, Beritasatu.com – Polda Metro Jaya membawa dua tersangka baru kasus judi online, yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) pada Minggu (10/11/2024). Sosok berinisial MN dan DM tiba di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya sekitar pukul 20.55 WIB.

    Setibanya di depan gedung Ditreskrimum, keduanya langsung dibawa menuju ruang pemeriksaan. Salah satu di antara tersangka yang dibawa, yakni MN, sebelumnya berstatus sebagai buronan dalam kasus ini.

    Polisi menyebut upaya pendalaman pada sosok MN akhirnya berujung pada penangkapan tersangka lain, yakni DM. Keduanya disebut diamankan aparat pada 9 November 2024.

    “Pada 9 November 2024, tim berhasil mengamankan salah seorang DPO dengan inisial MN. Ketika MN dilakukan penangkapan selanjutnya dilakukan pengembangan dan didapatkan satu orang tersangka lagi dengan inisial DM,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra saat menemui awak media di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

    Wira mengungkap peran MN sebagai penghubung antara bandar judi online dengan oknum pegawai Kemenkomdigi. Ia bertugas mendata situs judi online yang diminta untuk tidak diblokir sekaligus menyetorkan uang.

    Peran sosok DM sebagai fasilitator bagi aksi tersangka MN, termasuk menyiapkan atau menampung uang hasil transaksi kejahatan judi online.

    Dari keduanya aparat kepolisian menyita barang bukti berupa uang hasil kejahatan senilai Rp 3,1 miliar. Dari total uang tersebut, sebanyak Rp 300 juta disita dalam bentuk tunai, sedangkan sisanya Rp 2,8 miliar berupa saldo rekening.