Tag: Soekarno

  • Cucu Soekarno Didi Mahardika Bertemu Prabowo di Istana

    Cucu Soekarno Didi Mahardika Bertemu Prabowo di Istana

    Bisnis.com, JAKARTA — Cucu presiden pertama RI Soekarno Didi Mahardika menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/11/2024).

    Menurut pantauan Bisnis, Didi tiba di lingkungan kompleks Istana Kepresidenan pada pukul 16.53 WIB dengan mengenakan kemeja hitam.

    Saat ditanyakan oleh wartawan, terkait dengan maksud tujuan kehadirannya Didi hanya mengatakan ingin bertemu sapa dengan Kepala Negara.

    “Saya silahturahmi saja. Sudah lama enggak ketemu [Prabowo],” ujar Didi kepada wartawan, Senin (25/11/2024).

    Sosok Didi Mahardika yang erat dengan identitas cucu mantan presiden pertama RI Ir. Soekarno. Didi merupakan anak dari Rachmawati Soekarnoputri. 

    Karir politik Didi Mahardika cukup moncer, terbukti saat dia terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

    Tak hanya berkarir di bidang politik, pria yang disebut Ahmad Dhani sebagai cucu asli Soekarno ini juga pernah menjadi Disc Jockey atau DJ.

  • Tweet Lama Ridwan Kamil yang Roasting Mantan Presiden Kembali Viral, Said Didu Beri Sindiran Menohok

    Tweet Lama Ridwan Kamil yang Roasting Mantan Presiden Kembali Viral, Said Didu Beri Sindiran Menohok

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu terheran-heran melihat cuitan lawas yang diduga milik Calon Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil yang merendahkan mantan Presiden.

    Cuitan yang diunggah warganet dengan akun @pakaipeci itu, memperlihatkan cuitan Ridwan Kamil yang menyinggung nama-nama besar seperti Soekarno, Gus Dur, hingga Bj Habibie.

    “#twitjoke: Sukarno gila wanita. Suharto gila harta. Mega gila makan. Gusdur pura2 gila. SBY gila curhatan. Habibie gila Generan,” tulis Ridwan Kamil.

    Hanya saja, pada unggahan @pakaipeci, tidak ditampilkan jelas waktu dan tanggal Ridwan Kamil mengunggah cuitan tersebut

    “Ya Allah semua orang hebat dianggap gila,” ujar Said Didu dalam keterangannya di aplikasi X @msaid_didu (25/11/2024).

    Said Didu semakin geram lantaran Bj Habibie, mantan Presiden yang diketahui sama-sama kelahiran Sulsel dianggap gila oleh Ridwan Kamil.

    “Pak Habibie lbh parah dianggap gila benar. Ampuunnnn,” tandasnya.

    Hingga unggahan tersebut ramai diperbincangkan di X, Ridwan Kamil belum memberikan keterangan mengenai kebenaran dari potongan gambar yang telah tersebar tersebut.

    Sebelumnya diketahui, pada 19 Agustus 2024 lalu, Partai Gerindra secara resmi mendukung Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat, dan Suswono, politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk Pilgub 2024.

    Dukungan ini datang dari 12 partai politik, menjadikan mereka bagian dari koalisi besar yang dikenal dengan nama KIM Plus.

  • KPK OTT Gubernur Bengkulu, Sita Rp 7 Miliar dan Video Rohidin Pakai Jaket Polantas Viral
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        25 November 2024

    KPK OTT Gubernur Bengkulu, Sita Rp 7 Miliar dan Video Rohidin Pakai Jaket Polantas Viral Medan 25 November 2024

    KPK OTT Gubernur Bengkulu, Sita Rp 7 Miliar dan Video Rohidin Pakai Jaket Polantas Viral
    Editor
    KOMPAS.com
    – Operasi tangkap tangan (OTT)
    Gubernur Bengkulu
    Rohidin Mersyah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (
    KPK
    ) sempat diwarnai ketegangan saat tersangka digelandang ke Polres Bengkulu, Minggu (24/11/2024). 
    Saat itu sejumlah simpatisan berusaha untuk menghalangi Rohidin dibawa ke Jakarta. Aparat kepolisian berjaga ketat untuk mengendalikan situasi.
    Meski tidak ada laporan bentrokan fisik, namun suasana tetap tegang karena massa terus bertahan dan meneriakkan tuntutan mereka.
    Dilansir dari
    Tribunnews.com
    , Rohidin akhirnya berhasil dibawa dari Polres Bengkulu menggunakan mobil Inafis dan mengenakan jaket polisi lalu lintas (Polantas). 
    Saat itu Rohidin langsung diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Minggu (24/11/2024) siang. 
    Seperti diberitakan sebelumnya, Rohidin telah ditetapkan tersangka terkait kasus pemerasan dan gratifikasi. 
    KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Isnan Fajri (IF) dan Ajudan Gubernur, Evriansyah (E) alias Anca. 
    Menurut Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Rohidin juga sempat mengancam untuk mencopot bawahan jika tidak memberikan dukungan untuk Pilkada 2024. 
    “Pada Juli 2024, Rohidin Mersyah menyampaikan membutuhkan dukungan berupa dana dan penanggung jawab wilayah dalam rangka pemilihan Gubernur Bengkulu pada Pilkada Serentak bulan November 2024,” katanya di Gedung Merah Putih, Jakarta, Minggu (24/11/2024).
    Dalam OTT itu, KPK menyita uang tunai sebesar Rp 7 miliar dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Pemprov Bengkulu, Sabtu (23/11/2024). 
    Uang tersebut diamankan dari empat tempat, yaitu, pertama, uang tunai sebesar Rp 32,5 juta ditemukan dari mobil Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu Syarifudin. 
    Lalu uang tunai sebesar Rp 120 juta diamankan dari rumah Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Provinsi Bengkulu Ferry Ernest Parera. 
    Berikutnya uang tunai sejumlah Rp 370 juta dari mobil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. 
    Terakhit, uang tunai Rp 6,5 miliar dalam mata uang Rupiah, dollar Amerika (USD), dan dollar Singapura (SGD) dari rumah dan mobil Ajudan Gubernur, Evriansyah (E) alias Anca. 
    “Sehingga total uang yang diamankan pada kegiatan tangkap tangan ini sejumlah total sekitar Rp 7 miliar dalam mata uang Rupiah, dollar Amerika (USD), dan dollar Singapura (SGD),” kata Alex.
    Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul: VIRAL Video Cagub Petahana Bengkulu Rohidin Mersyah Menyamar Jadi Polantas saat Dibawa ke KPK
     
     
     
     
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7 Fakta Terkini OTT KPK saat Masa Tenang Pilkada Bengkulu

    7 Fakta Terkini OTT KPK saat Masa Tenang Pilkada Bengkulu

    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bengkulu dan dibawa ke Jakarta pada Minggu 24 November 2024. OTT ini menyeret Gubernur Bengkulu sekaligus calon gubernur petahana, Rohidin Mersyah. 

    Sebanyak tujuh orang, termasuk sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Bengkulu, turut ditahan dalam OTT tersebut.

    Kasus ini menjadi sorotan tajam karena terjadi di masa tenang Pilkada, hanya beberapa hari sebelum pemungutan suara pada 27 November 2024. 

    Berikut 7 Fakta Terkini OTT KPK di Bengkulu:
    1. Operasi Tangkap Tangan KPK
    KPK melakukan OTT di Bengkulu pada Minggu, 24 November 2024. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menyebut detail dugaan kasus ini akan disampaikan secara lengkap dalam konferensi pers pada Minggu sore.

    2. Barang Bukti dan Jumlah yang Ditahan
    Dalam OTT ini, KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai yang jumlahnya masih dihitung. Sebanyak tujuh orang diamankan, termasuk Gubernur Bengkulu sekaligus calon gubernur petahana, Rohidin Mersyah, beserta sejumlah pejabat Pemprov Bengkulu.

    3. Daftar Nama Pejabat yang Diduga Diperiksa
    Pejabat yang turut diamankan dan diperiksa di antaranya:

    – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah
    – Sekda Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri
    – Kadis Pendidikan, Saidir
    – Kadis Kelautan, Syafriandi
    – Kadis Koperasi, Karmawanto
    – Kadis Tenaga Kerja, Syarif
    – Kadis Pekerjaan Umum, Tejo
    – Kadis ESDM, Doni
    – Kepala Biro Umum, Tedy Alvian
    – Kepala Biro Kesra, Fery Arnes
    4. Diterbangkan ke Jakarta
    Setelah menjalani pemeriksaan di Polresta Bengkulu, para pejabat ini diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat pukul 11.55 WIB. Mereka diberangkatkan dari Bandara Fatmawati Soekarno dengan pengawalan ketat oleh anggota kepolisian.

    5. OTT di Masa Tenang Pilkada
    Operasi ini menuai sorotan karena dilakukan di masa tenang Pilkada, hanya tiga hari sebelum pencoblosan pada 27 November 2024. Kuasa hukum Rohidin, Aizan Dahlan, memprotes tindakan KPK ini, menilai bahwa penangkapan tersebut mencederai proses Pilkada dan melanggar kesepakatan bersama untuk tidak memproses kandidat selama masa tenang.

    “KPK telah melakukan kesalahan karena memproses calon gubernur pada masa tenang. Kami mempertanyakan dasar tuduhan terhadap klien kami hingga saat ini,” ujar Aizan.
    6. Kuasa Hukum Rohidin Dilarang Mendampingi Kliennya
    Aizan juga menegaskan bahwa dirinya dilarang mendampingi kliennya selama proses pemeriksaan berlangsung. Hal ini dinilainya melanggar hak pendampingan hukum yang seharusnya diberikan kepada setiap warga negara.

    “Hingga saat ini kami tidak mengetahui apa kesalahan klien kami. KPK seharusnya menghormati kesepakatan bersama untuk tidak memproses paslon selama masa Pilkada,” tegas Aizan.
    7. Dugaan Gratifikasi untuk Pilkada
    Berdasarkan informasi yang beredar, para pejabat tersebut diduga mengumpulkan dana untuk mendukung kemenangan salah satu pasangan calon dalam Pilgub Bengkulu. KPK masih mendalami siapa pihak pemberi dan penerima gratifikasi ini.

    “Pungutan ke pegawai untuk pendanaan pilkada sepertinya,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bengkulu dan dibawa ke Jakarta pada Minggu 24 November 2024. OTT ini menyeret Gubernur Bengkulu sekaligus calon gubernur petahana, Rohidin Mersyah. 
     
    Sebanyak tujuh orang, termasuk sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Bengkulu, turut ditahan dalam OTT tersebut.
     
    Kasus ini menjadi sorotan tajam karena terjadi di masa tenang Pilkada, hanya beberapa hari sebelum pemungutan suara pada 27 November 2024. 
    Berikut 7 Fakta Terkini OTT KPK di Bengkulu:

    1. Operasi Tangkap Tangan KPK

    KPK melakukan OTT di Bengkulu pada Minggu, 24 November 2024. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menyebut detail dugaan kasus ini akan disampaikan secara lengkap dalam konferensi pers pada Minggu sore.

    2. Barang Bukti dan Jumlah yang Ditahan

    Dalam OTT ini, KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai yang jumlahnya masih dihitung. Sebanyak tujuh orang diamankan, termasuk Gubernur Bengkulu sekaligus calon gubernur petahana, Rohidin Mersyah, beserta sejumlah pejabat Pemprov Bengkulu.

    3. Daftar Nama Pejabat yang Diduga Diperiksa

    Pejabat yang turut diamankan dan diperiksa di antaranya:
     
    – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah
    – Sekda Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri
    – Kadis Pendidikan, Saidir
    – Kadis Kelautan, Syafriandi
    – Kadis Koperasi, Karmawanto
    – Kadis Tenaga Kerja, Syarif
    – Kadis Pekerjaan Umum, Tejo
    – Kadis ESDM, Doni
    – Kepala Biro Umum, Tedy Alvian
    – Kepala Biro Kesra, Fery Arnes

    4. Diterbangkan ke Jakarta

    Setelah menjalani pemeriksaan di Polresta Bengkulu, para pejabat ini diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat pukul 11.55 WIB. Mereka diberangkatkan dari Bandara Fatmawati Soekarno dengan pengawalan ketat oleh anggota kepolisian.

    5. OTT di Masa Tenang Pilkada

    Operasi ini menuai sorotan karena dilakukan di masa tenang Pilkada, hanya tiga hari sebelum pencoblosan pada 27 November 2024. Kuasa hukum Rohidin, Aizan Dahlan, memprotes tindakan KPK ini, menilai bahwa penangkapan tersebut mencederai proses Pilkada dan melanggar kesepakatan bersama untuk tidak memproses kandidat selama masa tenang.
     
    “KPK telah melakukan kesalahan karena memproses calon gubernur pada masa tenang. Kami mempertanyakan dasar tuduhan terhadap klien kami hingga saat ini,” ujar Aizan.

    6. Kuasa Hukum Rohidin Dilarang Mendampingi Kliennya

    Aizan juga menegaskan bahwa dirinya dilarang mendampingi kliennya selama proses pemeriksaan berlangsung. Hal ini dinilainya melanggar hak pendampingan hukum yang seharusnya diberikan kepada setiap warga negara.
     
    “Hingga saat ini kami tidak mengetahui apa kesalahan klien kami. KPK seharusnya menghormati kesepakatan bersama untuk tidak memproses paslon selama masa Pilkada,” tegas Aizan.

    7. Dugaan Gratifikasi untuk Pilkada

    Berdasarkan informasi yang beredar, para pejabat tersebut diduga mengumpulkan dana untuk mendukung kemenangan salah satu pasangan calon dalam Pilgub Bengkulu. KPK masih mendalami siapa pihak pemberi dan penerima gratifikasi ini.
     
    “Pungutan ke pegawai untuk pendanaan pilkada sepertinya,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (DHI)

  • Museum Bajra Sandhi, Monumen Perjuangan yang Sarat Filosofi Hindu Bali

    Museum Bajra Sandhi, Monumen Perjuangan yang Sarat Filosofi Hindu Bali

    Liputan6.com, Bali – Museum Bajra Sandhi berlokasi di Jalan Raya Puputan No.142, Panjer, Denpasar Selatan, Bali. Museum ini lebih dikenal sebagai Monumen Bajra Sandhi yang dibangun sebagai bukti adanya jejak-jejak perlawanan dan perjuangan masyarakat Bali di masa kemerdekaan.

    Mengutip dari denpasarkota.go.id, Museum Bajra Sandhi hadir sebagai monumen yang melambangkan perjuangan rakyat Bali. Monumen ini berdiri kokoh di atas tanah seluas 13,8 hektare dengan luas gedung 4.900 meter.

    Bangunan museum ini dirancang oleh Ir. Ida Gede pada 1981. Namun, pembangunannya baru dimulai pada 1987 atas prakarsa mantan Gubernur Bali, Ida Bagus Mantra. Kemudian pada 14 Juni 2003, museum atau monumen ini baru diresmikan oleh Presiden RI saat itu, yakni Megawati Soekarno Putri.

    Secara arsitektur, Museum Bajra Sandhi sangat kental dengan gaya arsitektur tradisional khas Bali. Bukan sekadar bangunan, pembangunan museum ini juga sarat akan makna dan filosofi Hindu.

    Terkait nama, bajra memiliki arti genta. Para pendeta Hindu kerap menggunakan kata genta saat mengucapkan mantra dalam upacara-upacara keagamaan.

    Adapun beberapa elemen-elemen Hindu yang terdapat pada monumen ini salah satunya Guci Amertha yang disimbolkan dengan kumbha atau semacam periuk. Elemen tersebut dapat dilihat di bagian atas monumen.

    Selain itu, ada juga Ekor Naga Basuki yang ada di dekat Swamba dan kepalanya pada Kori Agung. Ada juga Badan Bedawang Akupa yang diwujudkan pada landasan monumen dengan kepalanya pada Kori Agung.

    Tak sampai di situ, terdapat elemen Gunung Mendara Giri yang diwujudkan berupa bentuk monumen yang menjulang tinggi. Terakhir, terdapat kolam yang mengelilingi monumen tersebut. Keberadaan kolam ini diibaratkan sebagai Ksirarnawa (lautan susu).

    Museum Bajra Sandhi tak hanya erat kaitannya dengan nilai filosofi Hindu. Seperti tertulis sebelumnya, monumen ini juga sarat akan simbol kemerdekaan.

    Hal itu terlihat pada jumlah anak tangga yang berada di pintu utama monumen tersebut. Anak tangga itu berjumlah 17 yang melambangkan tanggal kemerdekaan Republik Indonesia.

    Bukan itu saja, tiang agung yang berada di bagian dalam monumen pun berjumlah delapan yang melambangkan bulan kemerdekaan Indonesia, Agustus. Tiang tersebut juga memiliki ketinggian 45 meter yang melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia.

    Berkat sejarah dan nilai filosofi di baliknya, Museum Bajra Sandhi menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi di Bali favorit wisatawan. Lokasinya yang cukup strategis juga menjadi nilai tambah bagi tempat wisata ini.

     

    Penulis: Resla

  • Viral! Video Timses RK-Suswono Edarkan Stiker Kampanye Hitam Pram-Rano
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        23 November 2024

    Viral! Video Timses RK-Suswono Edarkan Stiker Kampanye Hitam Pram-Rano Megapolitan 23 November 2024

    Viral! Video Timses RK-Suswono Edarkan Stiker Kampanye Hitam Pram-Rano
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sebuah video yang menunjukkan kegaduhan warga akibat stiker berisi
    kampanye hitam
    yang diduga dilakukan tim kampanye Ridwan Kamil-Suswono, beredar luas di masyarakat.
    Video viral
    itu salah satunya diunggah di akun Instagram @gunromli.
    “Dapat info sudah turun puluhan M unt produksi & nyebarin stiker atau spanduk kampanye hitam. Tapi dengan militansi Tim #JakartaMenyala yang nempel2 langsung dikepung, ditangkep & dibawa ke Polsek. Ini kejadian di Utan Kayu, Jaktim,” tulis narasi video tersebut.
    Akun tersebut juga mengunggah video seorang pria yang tampak mengenakan jaket bertuliskan Ridwan Kamil-Suswono di punggungnya sedang berusaha menempel stiker di dinding rumah warga. 
    Satu stiker itu terdiri dari dua bagian. Yang berwarna biru untuk kubu RIDO dan merah kubu Pram-Rano. Isi pesan dalam stiker untuk kubu Pram-Rano dituding mengandung provokasi.
    Terdapat tulisan di stiker tersebut, “Mau dipimpin siapa?” “Gubernur pilihan Prabowo (RIDO)”, dan “Gubernur pilihan Megawati (Pramono Rano).
    Tampak di selebaran stiker tersebut menampilkan sosok Prabowo Subianto pada kubu RIDO, dan Megawati Soekarno Putri di kubu Pram Rano. 
    Menanggapi beredarnya video itu, Ridwan Kamil mengaku sudah mengetahuinya.
    “Saya sudah tahu, saya sudah sampaikan agar kita selalu mengampanyekan apa adanya,” kata Ridwan Kamil saat ditemui di Hotel Malioboro, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2024).
    Ridwan Kamil mengingatkan tim agar menghindari hal-hal yang bersifat kurang baik dalam berkampanye.
    “Kalau sifatnya kurang baik tolong dihindari karena kita ingin kampanye yang gembira,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Megawati Berdzikir di Rumah, Tak Hadiri Kampanye Akbar Pramono-Rano
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        23 November 2024

    Megawati Berdzikir di Rumah, Tak Hadiri Kampanye Akbar Pramono-Rano Megapolitan 23 November 2024

    Megawati Berdzikir di Rumah, Tak Hadiri Kampanye Akbar Pramono-Rano
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua Umum PDI Perjuangan
    Megawati Soekarnoputri
    tidak hadir dalam kampanye akbar cagub cawagub nomor  urut 3
    Pramono Anung-Rano Karno
    di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2024). 
    Sekjen PDI Perjuangan
    Hasto Kristiyanto
    yang ditanya wartawan soal ketidakhadiran Megawati itu menegaskan bahwa Megawati tetap memberikan dukungan secara spiritual kepada Pramono-Rano. 
    “Ibu Mega hari ini tidak datang, tetapi memberikan dukungan spiritual,” ujar Hasto di kawasan GBK, Sabtu. 
    Hasto mengungkapkan, putri proklamator Ir Soekarno tersebut memilih berdzikir di rumahnya mendoakan Pramono-Rano. 
    “Beliau (Megawati) berkontemplasi, kemudian berdzikir menggunakan tasbih berwarna hijau,” ujar Hasto.
    Hal tersebut, kata Hasto, sebagai upaya Megawati melawan adanya dugaan berbagai intimidasi yang menyerang Pramono-Rano.
    Tapi, Hasto tak menjelaskan, intimidasi apa yang diterima oleh Pramono-Rano selama masa Pilkada Jakarta 2024.
    “Itulah yang dilakukan oleh Ibu Mega, mohon doa restunya,” ucap Hasto.
    Di sisi lain, Hasto mengucapkan terima kasih kepada para mantan gubernur DKI Jakarta yang telah memberikan dukungannya untuk Pramono-Rano.
    “Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Bang Foke, Bang Yos, Anies Baswedan, Mas Ahok,” pungkas dia. 
    Untuk diketahui, kampanye akbar kedua Pramono-Rano mengangkat tema ‘Hajatan Jakarta Menyala’.
    Selain berbagai hiburan musik, Pramono-Rano juga menyediakan kuliner gratis yang bisa dinikmati para warga.
    Ini merupakan kesempatan terakhir Pramono-Rano berkampanye dan menyapa warga.
    Mulai besok, Minggu (24/11/2024) hingga Selasa (26/11/2024) Pilkada Jakarta 2024 memasuki masa tenang. Para paslon tinggal menunggu hasil pencoblosan pada Rabu, (27/11/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Haru Dhani Komit Perkuat Koperasi, Perjuangkan Keringanan Pajak

    Haru Dhani Komit Perkuat Koperasi, Perjuangkan Keringanan Pajak

    JABAR EKSPRES – Pasangan Calon (Paslon) Haru Suandharu – Dhani Wirianata berkomitmen untuk mengembangkan koperasi di Kota Bandung. Caranya dengan memperjuangkan usulan keringan pajak dan dukungan permodalan.

    Hal itu diungkapkan Haru Suandharu saat berdialog bersama anggota Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bandung, Sabtu (23/11). Komitmen dukungan itu juga sebagai langkah untuk memberantas Bank Emok dan Pinjaman Online di masyarakat.

    Dalam pertemuan di Jalan Soekarno Hatta itu, Haru mendapat sejumlah aspirasi dari para pegiat koperasi Kota Bandung. Keluhan mereka salah satunya perihat pajak yang dinilai cukup memberatkan.

    Keluhan itupun langsung ditangkap oleh Calon Wali Kota Bandung nomor urut 2 itu. “Tadi itu ada ide untuk tidak berlakukan pajak pada koperasi. Khususnya Koperasi Simpan Pinjam atau KSP,” jelasnya.

    BACA JUGA:Antisipasi KPPS Sakit saat Bertugas, KPU Jabar minta Pemprov Siagakan Nakes dan Faskes selama Proses Pencoblosan

    Haru melanjutkan, selama ini modal yang ada di KSP cukup tergantung dari anggota. “Uang KSP kan dari anggota, digunakan juga untuk anggota. Jadi jangan sampai tidak ada beda dengan lembaga keuangan lain. Ini (pajak.red) akan kami perjuangkan untuk diusulkan ke pusat,” cetusnya.

    Politikus PKS itu melanjutkan, koperasi memiliki peran strategis dalam melawan peredaran Bank Emok ataupun Pinjaman Online di masyarakat. Karena itu keberadaannya harus dikuatkan.

    Sehingga dukungan permodalan kepada koperasi juga perlu dikucurkan dari Pemerintah Daerah. “Pinjol atau Bank Emok itu punya modal yang kuat, prosesnya juga gampang. Jadi kalo koperasi tidak dikuatkan juga akan kalah,” tuturnya.

    Untuk mengimbangi pergerakan Bank Emok dan Pinjaman Online, maka koperasi juga perlu didukung. Salah satunya soal modal. Sehingga koperasi benar-benar bisa hadir menjadi solusi permodalan masyarakat yang mudah.(son)

  • Megawati Absen Kampanye Pramono-Rano, Hasto: Bantu Zikir Pakai Tasbih Hijau

    Megawati Absen Kampanye Pramono-Rano, Hasto: Bantu Zikir Pakai Tasbih Hijau

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tak hadir di Hajatan Jakarta Menyala atau Kampanye Akbar pasangan calon (paslon) nomor urut 03 Pramono Anung dan Rano Karno, di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Sabtu (23/11/2024).

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku alasan ketidakhadirannya karena ada banyak intimidasi secara massif dan terstruktur yang membuat putri dari Proklamator RI Soekarno itu lebih memilih mendukung Pramono Anung dan Rano Karno dari jauh.

    “Dengan melihat berbagai intimidasi yang terjadi secara massif dan ini pasti terstruktur, maka ibu Mega hari ini tidak datang tetapi memberikan dukungan spiritual,” ujarnya kepada wartawan.

    Bahkan, Hasto pun mengaku bahwa dukungan spiritual dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengirimkan doa dan zikir dengan menggunakan tasbih berwarja hijau.

    “Beliau melakukan kontemplasi, kemudian berzikir menggunakan tasbeh berwarna hijau dan ini menunjukkan bahwa berbagai intimidasi harus dilawan dengan kekuatan kebeneran. Itulah yang dilakukan Ibu Megawati Soekarnoputri. Mohon doa restu,” pungkas Hasto.

    Sekadar informasi, kampanye akbar ini merupakan agenda politik  terakhir dari masing-masing paslon dalam Pilkada 2024 Jakarta.

    Selepas kampanye akbar, masa tenang akan diberlakukan pada tanggal 24 hingga 26 November. Baru pada 27 November 2024 adalah waktu pencoblosan Pilkada.

  • Duh! Rp 90 Triliun Menguap Gegara Orang RI Doyan Berobat ke Luar Negeri

    Duh! Rp 90 Triliun Menguap Gegara Orang RI Doyan Berobat ke Luar Negeri

    Jakarta

    Indonesia berpotensi kehilangan devisa mencapai Rp 90 triliun lantaran sekitar 2 juta masyarakat berobat ke luar negeri. Hal ini disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat meninjau kawasan ekonomi khusus (KEK) Sanur.

    Melalui akun Instagram @erickthohir, Erick mengatakan pemerintah perlu intervensi agar potensi kehilangan devisa dapat dicegah, salah satunya dengan menyediakan fasilitas kesehatan yang berstandar internasional seperti di KEK Sanur.

    Erick menilai pariwisata Bali perlu didukung standarisasi kesehatan yang lebih tinggi. Sebab, Bali menjadi salah satu kota pariwisata yang kerap mendatangkan tokoh-tokoh terkemuka internasional.

    “Karena kita tahu banyak sekali bintang-bintang internasional, mau bintang film, bintang bola, belum lagi banyak turis-turis yang membutuhkan tentu fasilitas kesehatan yang standar internasional. Kurang lebih 2 juta masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri dan kita berpotensi kehilangan Rp 90 triliun. Nah kenapa nggak kita intervensi?” kata Erick, dikutip Jumat (22/11/2024).

    Dia pun berniat mengundang Presiden Prabowo Subianto sekitar bulan Maret usai pembangunan rumah sakit di kawasan tersebut rampung. Sementara untuk hotel di kawasan itu, Erick menyebut sudah beroperasi secara maksimal.

    “Untuk hotel sendiri ini sudah beroperasi maksimal. Sanur sebagai kawasan wisata yang dulu dibangun oleh Bapak Presiden Soekarno, kita bisa lihat dulu ini taman tapi sekarang menjadi lobi hotel ini juga bersejarah,” jelas Erick.

    Dia menjelaskan pihaknya berusaha membangun pariwisata di Bali. Tidak hanya di Ubud, Nusa Dua dan Kuta, dia juga berupaya menjadikan Sanur untuk menarik wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri.

    “Kita coba BUMN membangun kembali pariwisata yang ada di Bali. Tidak hanya Ubud, Nusa Dua, Kuta, tapi Sanur yang dulu cikal bakalnya dilupakan. Nah makanya kita bangun kembali ini kawasan ekonomi khusus untuk kembali mencoba menarik turis ke Sanur,” imbuh Erick.

    [Gambas:Instagram]

    (kil/kil)