Penyelundupan 98.000 Benih Lobster ke Luar Negeri Digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com –
Empat penumpang pesawat berinisial FE, DR, UH, dan FD, ditangkap petugas Bea dan Cukai di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, karena hendak menyelundupkan total 98.165 benih bening lobster (BBL) atau baby lobster ke Kamboja dan Singapura.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, mengatakan, penyelundupan itu pertama kali diketahui setelah adanya koper mencurigakan yang dilaporkan pihak Aviation Security (Avsec).
Mereka mencurigai koper milik empat pelaku tersebut saat ingin melakukan penerbangan ke Kamboja dan Singapura pada waktu yang berbeda.
“Petugas menemukan empat koper yang berisi BBL yang disembunyikan dalam selimut basah, serta dikemas dalam plastik bersegel berisi oksigen dan pendingin berupa es di dalam selimut,” ujar Djaka Budi Utama saat konferensi pers di KPU Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Jumat (9/1/2026).
Kasus pertama terungkap pada Sabtu (20/12/2025), ketika Avsec mencurigai bagasi milik FE yang hendak terbang dari Jakarta ke Kamboja.
Setelah koper dibuka bersama pemilik dan perwakilan maskapai di ruang rekonsiliasi, petugas menemukan 24.770 ekor
baby lobster
yang dibungkus plastik dan dibalut selimut basah.
Seminggu kemudian, pada Sabtu (27/12/2025), modus serupa kembali ditemukan pada penumpang berinisial DR. Dalam koper DR, petugas mendapati 29.780 ekor baby lobster yang dikemas dengan cara yang sama.
“Dari hasil wawancara singkat, DR ternyata diperintahkan oleh UH dengan upah Rp 5 juta,” kata dia.
Setelah mengetahui keterlibatan UH, mereka langsung melakukan penyelidikan dan memantau pergerakan UH.
Hingga pada pada kasus ketiga, Kamis (8/1), petugas Bea Cukai sudah mengunci identitas UH sebagai target operasi.
Para petugas langsung memeriksaan bagasi UH serta rekannya FD yang melakukan penerbangan di rute yang berbeda. Dari pemeriksaan itu, terdapat 43.615 ekor Baby Lobster yang siap diselundupkan.
“Adanya upaya pembawaan BBL sejumlah 43.615 ekor jenis pasir dengan metode penyamaran yang bertujuan mengelabui petugas,” jelas dia.
Adapun seluruh baby lobster yang gagal diselundupkan ke Kamboja dan Singapura merupakan jenis pasir.
Kini, 98.165 baby lopster tersebut dilepaskan liarkan di Pandeglang, Banten. Sedangkan untuk empat tersangka itu dijerat Undang-undang Perikanan dan Kepabeanan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 10 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.
“Kami akan terus memperkuat sinergi dan pengawasan untuk memastikan sumber daya alam Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak melalui praktik ilegal,” ucap Djaka.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Soekarno
-
/data/photo/2026/01/09/6960e7dfb4b7d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penyelundupan 98.000 Benih Lobster ke Luar Negeri Digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta Megapolitan 9 Januari 2026
-

Pakai Seragam Lengkap Sampai Masuk Pesawat, Ternyata Wanita Ini Hanya Pramugari Gadungan
Jakarta: Aksi seorang wanita dandanan ala pramugari Batik Air pada penerbangan Palembang-Jakarta viral di jagat media sosial.
Wanita yang diketahui Khairun Nisa ini melakukan penyamarannya pada saat penerbangan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada hari Selasa, 6 Januari 2026.
Wanita asal Palembang ini diketahui berusia 23 tahun. Ia berpenampilan layaknya awak kabin dari maskapai Batik Air dengan mengenakan kebaya putih, rok batik khas pramugari, rambut sanggul rapi, dan membawa tas yang berlogo Batik Air.
Karena penampilannya tampak meyakinkan, penyamaran yang dilakukan oleh Khairun Nisa tidak menimbulkan kecurigaan pada saat proses boarding. Oknum pramugari ini masuk melalui jalur fast track dan mengaku sebagai awak kabin.
Kecurigaan muncul ketika wanita tersebut diajak berinteraksi dengan awak kabin asli Batik Air pada saat berada di dalam pesawat. Menurut awak kabin tersebut, jawaban yang ditanyakan olehnya dinilai tidak sesuai dengan standar operasional prosedur awak kabin.
Akhirnya Khairun Nisa segera diamankan oleh petugas Aviation Security (Avsec) untuk pemeriksaan lebih lanjut setibanya di Bandara Seokarno-Hatta.
Awalnya, oknum tersebut masih bersikeras mengaku sebagai pramugari dan menunjukkan kartu identitasnya. Namun, setelah diperiksa identitas tersebut sudah tidak berlaku dan nama Khairun Nisa juga tidak terdaftar sebagai awak kabin aktif.
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hata, Kompol Yandri Mono, menjelaskan bahwa pramugari gadungan tersebut mengaku pernah melamar sebagai pramugari pada maskapai Batik Air, namun sayangnya ia tidak lolos pada proses seleksi.
Khairun Nisa nekat membeli seragam yang mirip dengan seragam resmi maskapai dan rutin berdandan layaknya pramugari. Ia berpamitan kepada orang tuanya seolah-olah pergi bekerja ke bandara.
Aksi ini ia lakukan semata-mata demi menjaga perasaan orang tuanya agar tetap bangga dan merasa uang yang dikeluarkan tidak sia-sia.
Akhirnya pramugari gadungan ini mengunggah video klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf serta mengakui perbuatannya yang telah merugikan maskapai.
“Saya menggunakan atribut pramugari beserta seragamnya. Dan sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air. Dengan ini saya memohon minta maaf kepada pihak maskapai, Batik Air, Lion Group,” ujarnya dalam video tersebut.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta: Aksi seorang wanita dandanan ala pramugari Batik Air pada penerbangan Palembang-Jakarta viral di jagat media sosial.
Wanita yang diketahui Khairun Nisa ini melakukan penyamarannya pada saat penerbangan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada hari Selasa, 6 Januari 2026.
Wanita asal Palembang ini diketahui berusia 23 tahun. Ia berpenampilan layaknya awak kabin dari maskapai Batik Air dengan mengenakan kebaya putih, rok batik khas pramugari, rambut sanggul rapi, dan membawa tas yang berlogo Batik Air.Karena penampilannya tampak meyakinkan, penyamaran yang dilakukan oleh Khairun Nisa tidak menimbulkan kecurigaan pada saat proses boarding. Oknum pramugari ini masuk melalui jalur fast track dan mengaku sebagai awak kabin.
Kecurigaan muncul ketika wanita tersebut diajak berinteraksi dengan awak kabin asli Batik Air pada saat berada di dalam pesawat. Menurut awak kabin tersebut, jawaban yang ditanyakan olehnya dinilai tidak sesuai dengan standar operasional prosedur awak kabin.
Akhirnya Khairun Nisa segera diamankan oleh petugas Aviation Security (Avsec) untuk pemeriksaan lebih lanjut setibanya di Bandara Seokarno-Hatta.
Awalnya, oknum tersebut masih bersikeras mengaku sebagai pramugari dan menunjukkan kartu identitasnya. Namun, setelah diperiksa identitas tersebut sudah tidak berlaku dan nama Khairun Nisa juga tidak terdaftar sebagai awak kabin aktif.
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hata, Kompol Yandri Mono, menjelaskan bahwa pramugari gadungan tersebut mengaku pernah melamar sebagai pramugari pada maskapai Batik Air, namun sayangnya ia tidak lolos pada proses seleksi.
Khairun Nisa nekat membeli seragam yang mirip dengan seragam resmi maskapai dan rutin berdandan layaknya pramugari. Ia berpamitan kepada orang tuanya seolah-olah pergi bekerja ke bandara.
Aksi ini ia lakukan semata-mata demi menjaga perasaan orang tuanya agar tetap bangga dan merasa uang yang dikeluarkan tidak sia-sia.
Akhirnya pramugari gadungan ini mengunggah video klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf serta mengakui perbuatannya yang telah merugikan maskapai.
“Saya menggunakan atribut pramugari beserta seragamnya. Dan sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air. Dengan ini saya memohon minta maaf kepada pihak maskapai, Batik Air, Lion Group,” ujarnya dalam video tersebut.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain diGoogle News
(RUL)
-
/data/photo/2026/01/08/695efc60e2e2f.jfif?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
6 Terungkapnya Pramugari Gadungan, Seragam Palsu demi Tutupi Malu ke Orangtua Megapolitan
Terungkapnya Pramugari Gadungan, Seragam Palsu demi Tutupi Malu ke Orangtua
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com
– Seorang perempuan berinisial KN (23) nekat terbang dari Palembang menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan mengenakan seragam pramugari Batik Air.
Langkah itu ia lakukan bukan untuk menjalankan tugas, melainkan demi mempertahankan kebohongan kepada orangtuanya bahwa ia telah bekerja sebagai
pramugari
.
Namun, kisah itu berakhir ketika kru Batik Air menyadari kejanggalan seragam yang ia kenakan di dalam kabin.
KN disebut pernah melamar sebagai
pramugari Batik Air
, tetapi tidak lolos seleksi.
Kegagalan itu membuatnya malu untuk menceritakan ke orangtuanya sehingga dia memutuskan untuk berbohong.
“Dia ngelamar kerja jadi pramugari, namun ternyata gagal,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
Saat KN hendak ingin ke Jakarta, ia menggunakan seragam pramugari Batik Air untuk meyakinkan orangtuanya.
“Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya,” jelas dia.
Karena merasa harus mempertahankan cerita yang terlanjur ia sampaikan kepada keluarga, KN nekat membeli berbagai atribut pramugari Batik Air melalui toko daring.
Seragam yang dikenakan KN bukanlah inventaris resmi maskapai. Ia membelinya melalui toko daring, lengkap dengan koper berlogo Batik Air dan atribut name tag.
“Baju pramugarinya itu beli
online shop.
Termasuk kopernya juga,” ujar Yandri.
Sementara itu, Batik Air mengatakan, seluruh atribut yang dipakai bukan bagian dari sistem inventaris perusahaan.
Bahkan, mereka juga tidak pernah mengeluarkan atau menjual kepada pihak luar, termasuk terhadap KN.
“Seluruh atribut yang digunakan oknum tersebut bukan inventaris resmi Batik Air, tidak pernah didistribusikan oleh perusahaan,” kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Kecurigaan pertama muncul dari kru kabin Batik Air yang sedang bertugas di penerbangan rute Palembang-Jakarta ID 70-508.
Ketika melakukan
inflight service
, staf melihat seorang “pramugari” duduk di bangku penumpang dengan seragam yang terlihat janggal.
“Kru kami mengenali adanya kejanggalan saat fase
inflight service
, kemudian melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai kewenangan,” kata Danang.
Bahkan kecurigaan itu semakin jadi saat melihat bagian rok yang digunakan KN berbeda motif dengan pramugari lainnya.
Meskipun begitu, para kru kabin tidak melakukan kegaduhan apapun. Mereka lebih memilih diam agar penerbangan bisa aman.
Namun, setelah pesawat mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, petugas Avsec menindaklanjuti laporan tersebut dan memeriksa KN.
Saat ditanya, ia tidak dapat menunjukkan identitas sebagai staf maskapai Batik Air.
Petugas kemudian membawa KN ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Di sana, ia mengaku tidak bekerja sebagai pramugari dan sebenarnya hanya sedang mencari pekerjaan di Jakarta.
“Sebenarnya dia masih cari kerja. Mengaku sudah bekerja itu karena malu sama keluarga,” kata Yandri.
Kepada Yandri, KN juga mengakui bahwa ia berencana berganti pakaian di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.
Namun, waktu
boarding
terlalu mepet saat dirinya tiba di bandara tersebut.
Oleh karena itu, ia terpaksa melakukan penerbangan dari Palembang ke Jakarta dengan pakaian tersebut.
“Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke bandara Soekarno-Hatta,” kata Yandri.
Sementara itu, pihak Batik Air memastikan KN terdata sebagai penumpang yang sah karena memiliki
boarding pass
.
“Berdasarkan hasil penelusuran, oknum tersebut tercatat sebagai penumpang yang sah, dengan membawa dan menunjukkan boarding pass resmi,” kata Danang.
Setelah pemeriksaan, pihak Batik Air memutuskan tidak melanjutkan proses hukum.
Namun pihak maskapai memberi syarat agar KN tidak mengulangi tindakannya dan menyerahkan seluruh atribut yang menyerupai seragam resmi.
“Barang-barang berbau Batik, seperti baju dan koper, disita. Ia juga membuat surat pernyataan dan video permohonan maaf,” kata Yandri.
Dalam video tersebut, KN menyatakan dirinya bukan pramugari Batik Air dan meminta maaf kepada pihak maskapai serta Lion Group.
“Video ini saya buat pernyataan dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun. Terima kasih,” kata KN.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

18 Ribu Kejadian Bencana Non Alam Surabaya Selama 2025, 404 Nyawa Melayang
Surabaya (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat ada 18.681 lebih kejadian darurat atau non (bukan) bencana alam yang terjadi selama tahun 2025, Kamis 8 Januari 2026.
Belasan ribu kejadian ini ditangani petugas BPBD meliputi jenis kejadian darurat medis, kecelakaan, penemuan jenazah, orang hilang, pohon tumbang, orang tenggelam, orang tersesat, gagal teknologi, kebakaran, laporan masalah hewan, genagan dan lainnya.
Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar Pranoto Negoro mengatakan, dari rentetan kejadian satu tahun itu ada 404 korban dinyatakan meninggal dunia atau tewas.
“132 meninggal dunia akibat korban kecelakaan, dan 272 orang dengan kasus laporan penemuan jenazah,” ujar Arif Sunandar Pranoto Negoro, hari Kamis (8/1/2026).
Ia pun merinci, bahwa jumlah kecelakaan selama tahun 2025 yang ditangani oleh petugas BPBD ini mencapai 7.318. Kejadiannya tersebar di sejumlah ruas jalan kota, mulai dari Jalan Ahmad Yani hingga Kedung Cowek, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.
“Kecelakaan di Jalan Ahmad Yani 463 kejadian, di Jalan Ir Soekarno 222 kejadian, Jalan Diponegoro 170, kemudian disusul dengan ruas jalan lainnya,” papar dia.
Kemudian, insiden darurat medis sebanyak 9.848 kejadian. Dalam penanganannya, petugas merujuk 6.325 korban ke fasilitas kesehatan dan total 696 korban dibantu untuk pembuatan Surat Kematian.
Arif melanjutkan, munculnya korban jiwa kejadian non bencana alam di Surabaya lebih mendominasi, jika dibandingkan dengan kejadian bencana alam murni. Dia menyebut, dalam kasus orang tenggelam di sungai ada 13 orang setahun.
“Korban tenggelam selama satu tahun sebanyak 13 orang. Orang tersesat empat kali. Kalau menagani genangan ada total 160 kali,” rincinya.
Penangan hewan atas laporan warga, juga tidak luput dari perhatian BPBD Kota Surabaya selama 2025. Selain itu, pohon tumbang dan rumah rusak turut mencatatkan angka yang signifikan.
“Evakuasi hewan ada 57 kejadian, evakuasi pohon tumbang terjadi 270 titik dengan dua di antaranya menimpa manusia. 130 rumah rusak juga terjadi di Surabaya, dengan mayoritas 83 di antaranya akibat faktor pelapukan,” ungkapnya.
Sebagai penutup, ia menyebut kejadian darurat non bencana alam sepanjang tahun 2025 di wilayah Surabaya, paling banyak terjadi di wilayah Surabaya Timur dengan persentase 28,7 persen atau 5.369 kejadian, posisi kedua disusul Surabaya Selatan 27,5 persen atau 5.147 kejadian.
“Kemudian Surabaya Pusat 16,1 persen kejadian atau 3.012 kejadian, Surabaya Barat 15,2 persen atau 2.846 kejadian dan terakhir Surabaya Utara 12,5 persen 2.307 kejadian,” ucap Arif.
Serta memasuki tahun 2026, Arif mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati untuk mengantisipasi kejadian non bencana alam di lingkungannya. Apabila warga mengalami kejadian atau melihatnya diimbau untuk segera menghubungi Call Centre Kedaruratan 112 Kota Surabaya.
”Masyarakat dapat segera meminta bantuan petugas melalui Call Center 112 atau nomor layanan 081131112112 untuk mendapatkan penanganan darurat secara cepat dan tepat,” pungkasnya. [rma/aje]
-
/data/photo/2026/01/08/695efc60e2e2f.jfif?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Nekat "Nyamar" Jadi Pramugari Batik Air, Penumpang Asal Palembang Ini Berakhir di Avsec Regional 8 Januari 2026
Nekat “Nyamar” Jadi Pramugari Batik Air, Penumpang Asal Palembang Ini Berakhir di Avsec
Tim Redaksi
PALEMBANG, KOMPAS.com
– Seorang penumpang Batik Air berinisial KN (23) menjadi perbincangan setelah nekat mengenakan seragam pramugari lengkap dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta.
KN akhirnya diamankan oleh petugas
Aviation Security
(Avsec) saat tiba di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.
Menanggapi hal tersebut, General Manager Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, memberikan penjelasan terkait proses keberangkatan KN.
Ia memastikan bahwa saat berada di Palembang, KN telah diperiksa sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kami memastikan bahwa seluruh proses pelayanan dan keamanan telah dilaksanakan oleh petugas sesuai dengan SOP yang berlaku,” kata Ahmad Syaugi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (8/1/2026).
Ahmad Syaugi menjelaskan bahwa KN berangkat melalui jalur pemeriksaan penumpang reguler pada Selasa (6/1/2026) dengan nomor penerbangan ID 7058. Meskipun mengenakan atribut mirip kru pesawat, KN tetap mengikuti prosedur pemeriksaan keamanan di Security Check Point (SCP).
“Calon penumpang yang berpakaian seperti kru pesawat
Batik Air
tersebut memproses keberangkatan seperti halnya penumpang pesawat. Personel Aviation Security melakukan pemeriksaan keamanan mencakup pemeriksaan
boarding pass
yang dikeluarkan maskapai, serta pemeriksaan orang dan barang bawaan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di Bandara SMB II, tidak ditemukan hal mencurigakan pada diri KN. Ia memiliki dokumen penerbangan yang sah dan tidak membawa barang-barang terlarang, sehingga diizinkan naik ke pesawat.
Aksi KN tersebut sempat terekam kamera dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, perempuan tersebut tampak mengenakan atribut lengkap mulai dari seragam hingga kartu identitas salah satu sekolah pramugari.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa KN sempat mengaku sebagai
cabin crew
agar bisa masuk melalui jalur
fast track
. Namun, identitas aslinya terungkap setelah pihak maskapai dan petugas keamanan bandara melakukan koordinasi lebih lanjut.
“Kejadian ini telah diinvestigasi dan ditangani secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan operasional, dengan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak
airline
secara langsung,” ungkap Ahmad Syaugi.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695efc60e2e2f.jfif?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ini yang Bikin Pramugari Gadungan Batik Air Ketahuan di Pesawat Megapolitan 8 Januari 2026
Ini yang Bikin Pramugari Gadungan Batik Air Ketahuan di Pesawat
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com
– Perempuan berinisial KN (23) mengenakan seragam pramugari Batik Air saat menjadi penumpang pesawat tersebut dari Palembang menuju Jakarta.
Aksi itu terungkap setelah kru pesawat mencurigai perbedaan pada seragam yang dipakainya.
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat itu, kru kabin menyadari adanya perbedaan pada rok yang digunakan oleh KN.
“Kru pesawat curiga, kok ini ada
pramugari
Batik Air, menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda,” ujar Yandri Mono saat dikonfirmasi
Kompas.com,
Rabu (7/1/2026).
Merasa curiga, kru kabin selanjutnya melaporkan hal itu ke petugas keamanan penerbangan (Avsec) di Bandara Soekarno-Hatta.
Setibanya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Avsec langsung memeriksa KN dan mendapati bahwa ia bukan pegawai Batik Air.
“Setelah diinterogasi, memang bukan karyawan Batik Air. Kemudian dibawa ke Polres,” kata Yandri.
Dalam pemeriksaan, KN mengaku pernah melamar menjadi
pramugari Batik Air
, tetapi tidak lolos.
Karena malu kepada keluarganya di Palembang, ia mengaku berpura-pura sudah bekerja sebagai pramugari.
Oleh karena itu, saat KN hendak ingin ke Jakarta, ia menggunakan seragam pramugari Batik Air untuk meyakinkan orang tuanya.
“Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya,” jelas dia.
Adapun KN mendapatkan seragam, beserta atribut Batik Air lainnya, seperti name tag dan koper itu melalui online shop. Kemudian, ia gunakan saat menuju bandara di Palembang.
Setibanya di bandara, KN mengaku pada polisi ingin berganti pakaian. Namun karena waktunya tidak cukup sehingga tetap naik pesawat dengan seragam tersebut.
“Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke bandara Soekarno-Hatta,” kata dia.
Selama pemeriksaan, polisi menyebut, tidak ditemukan indikasi tindak pidana apapun terhadap perempuan itu. Begitupula dengan potensi pelanggaran lainnya.
Oleh sebab itu, setelah pemeriksaan, pihak Batik Air disebut tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kesepakatan damai.
“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.
Sementara itu,
Kompas.com
telah menghubungi pihak Lion Air Group terkait peristiwa tersebut.
Namun, hingga berita ini tayang, belum ada pernyataan resmi dari mereka.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695efc60e2e2f.jfif?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wanita Nekat Pakai Seragam Pramugari Naik Batik Air, Ternyata Pernah Lamar tapi Tak Lolos Megapolitan 8 Januari 2026
Wanita Nekat Pakai Seragam Pramugari Naik Batik Air, Ternyata Pernah Lamar tapi Tak Lolos
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com –
Seorang penumpang berinisial KN (23) yang nekat pakai seragam pramugari Batik Air pernah melamar menjadi pramugari namun tidak lolos.
Hal itu membuat dirinya malu jika diketahui orangtuanya sehingga berbohong dan mengaku sudah diterima bekerja di
Batik Air
.
“Dia ngelamar kerja jadi
pramugari
, namun ternyata gagal,” ujar Kasat Reskrim Polresta
Bandara Soekarno-Hatta
, Kompol Yandri Mono saat dikonfirmasi
Kompas.com
, Rabu (7/1/2026).
Untuk meyakinkan orangtuanya, ia pun membeli atribut Batik Air, mulai dari seragam, name tag, dan koper di
online shop
.
Kemudian atribut itu ia gunakan dari rumah saat ingin menuju bandara di Palembang.
Setibanya di bandara, KN memang memiliki niat untuk berganti pakaian.
Namun karena waktunya tidak cukup sehingga tetap naik pesawat dengan seragam tersebut.
“Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke bandara Soekarno-Hatta,” kata dia.
Lebih lanjut, dia mengatakan
seragam pramugari
yang digunakan KN itu dicurigai oleh para kru kabin.
Pasalnya, KN yang duduk di kursi penumpang menggunakan seragam pramugari maskapai tersebut.
Petugas semakin curiga saat melihat motif yang berbeda pada rok yang digunakan oleh KN.
“Kru pesawat curiga, kok ini ada
pramugari Batik Air
, menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda,” jelas dia.
Merasa curiga, kru kabin selanjutnya melaporkan hal itu ke petugas keamanan penerbangan (Avsec) di Bandara Soekarno-Hatta.
Setibanya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Avsec langsung memeriksa KN dan mendapati bahwa ia bukan pegawai Batik Air.
Kemudian KN diamankan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta oleh Avsec. Di sana, ia diinterogasi oleh polisi.
Selama pemeriksaan, polisi menyebut, tidak ditemukan indikasi tindak pidana terhadap perempuan itu. Begitupula dengan potensi pelanggaran lainnya.
Oleh sebab itu, pihak Batik Air disebut tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kesepakatan damai.
“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.
Sementara itu, Kompas.com telah menghubungi pihak Lion Air Group terkait peristiwa tersebut.
Namun hingga berita ini tayang, belum ada pernyataan resmi dari mereka.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695efc60e2e2f.jfif?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penumpang asal Palembang Beli Seragam Pramugari dan ID Batik Air di Online Megapolitan 8 Januari 2026
Penumpang asal Palembang Beli Seragam Pramugari dan ID Batik Air di Online
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com –
Seorang perempuan berinisial KN (23) membeli seragam pramugari Batik Air melalui
online shop
.
Seragam tersebut ia gunakan saat naik pesawat rute Palembang menuju Jakarta dengan tujuan untuk meyakinkan orang uanya.
“Dia beli melalui
online shop
,” ujar Kasat Reskrim Polresta
Bandara Soekarno-Hatta
, Kompol Yandri Mono saat dikonfirmasi
Kompas.com
, Rabu (7/1/2026).
Begitu pula dengan
name tag
atau ID dan koper dibeli di online shop. Semua atribut itu ia gunakan saat ingin menuju bandara di Palembang.
Setibanya di bandara, KN mengaku pada polisi ingin berganti pakaian.
Namun karena waktunya tidak cukup sehingga tetap naik pesawat dengan seragam tersebut.
“Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke bandara Soekarno-Hatta,” kata dia.
Saat berada di pesawat, kru kabin pun menyadari keberadaan KN.
Mereka curiga lantaran KN yang merupakan penumpang terlihat menggunakan seragam
pramugariBatik Air
.
Saat diperhatikan lebih jelas, ternyata terdapat perbedaan corak pada rok yang digunakan KN.
“Kru pesawat curiga, kok ini ada pramugari Batik Air, menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda,” jelas dia.
Merasa curiga, kru kabin selanjutnya melaporkan hal itu ke petugas keamanan penerbangan (
Avsec
) di Bandara Soekarno-Hatta.
Setibanya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta,
Avsec
langsung memeriksa KN dan mendapati bahwa ia bukan pegawai Batik Air.
“Setelah diinterogasi, memang bukan karyawan Batik Air. Kemudian dibawa ke Polres,” kata Yandri.
Dalam pemeriksaan, KN mengaku pernah melamar menjadi pramugari Batik Air, tetapi tidak lolos.
Karena malu kepada keluarganya di Palembang, ia mengaku berpura-pura sudah bekerja sebagai pramugari.
Selama pemeriksaan, polisi menyebut, tidak ditemukan indikasi tindak pidana apapun terhadap perempuan itu. Begitupula dengan potensi pelanggaran lainnya.
Oleh sebab itu, pihak Batik Air disebut tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kesepakatan damai.
“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.
Sementara itu,
Kompas.com
telah menghubungi pihak Lion Air Group terkait peristiwa tersebut.
Namun hingga berita ini tayang, belum ada pernyataan resmi dari mereka.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695efc60e2e2f.jfif?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wanita Pakai Seragam Pramugari Bohongi Keluarga Sudah Bekerja di Batik Air Megapolitan 8 Januari 2026
Wanita Pakai Seragam Pramugari Bohongi Keluarga Sudah Bekerja di Batik Air
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com –
Seorang penumpang berinisial KN (23) nekat mengenakan seragam pramugari Batik Air saat terbang dari Palembang menuju Jakarta.
Aksi itu terungkap setelah kru pesawat mencurigai perbedaan pada seragam yang dipakainya.
Kasat Reskrim Polresta
Bandara Soekarno-Hatta
, Kompol Yandri Mono, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat itu, kru kabin menyadari adanya perbedaan pada rok yang digunakan oleh KN.
“Kru pesawat curiga, kok ini ada
pramugariBatik Air
, menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda,” ujar Yandri Mono saat dikonfirmasi
Kompas.com
, Rabu (7/1/2026).
Merasa curiga, kru kabin selanjutnya melaporkan hal itu ke petugas keamanan penerbangan (Avsec) di Bandara Soekarno-Hatta.
Setibanya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Avsec langsung memeriksa KN dan mendapati bahwa ia bukan pegawai Batik Air.
“Setelah diinterogasi, memang bukan karyawan Batik Air. Kemudian dibawa ke Polres,” kata Yandri.
Dalam pemeriksaan, KN mengaku pernah melamar menjadi pramugari Batik Air, tetapi tidak lolos.
Karena malu kepada keluarganya di Palembang, ia mengaku berpura-pura sudah bekerja sebagai pramugari.
Oleh karena itu, saat KN hendak ingin ke Jakarta, ia menggunakan seragam pramugari Batik Air untuk meyakinkan orangtuanya.
“Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya,” jelas dia.
Adapun KN mendapatkan seragam, beserta atribut Batik Air lainnya, seperti
name tag
dan koper itu melalui
online shop
. Kemudian, ia gunakan saat menuju bandara di Palembang.
Setibanya di bandara, KN mengaku pada polisi ingin berganti pakaian.
Namun karena waktunya tidak cukup sehingga tetap naik pesawat dengan seragam tersebut.
“Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke bandara Soekarno-Hatta,” kata dia.
Selama pemeriksaan, polisi menyebut, tidak ditemukan indikasi tindak pidana apapun terhadap perempuan itu. Begitupula dengan potensi pelanggaran lainnya.
Oleh sebab itu, pihak Batik Air disebut tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kesepakatan damai.
“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.
Sementara itu, Kompas.com telah menghubungi pihak Lion Air Group terkait peristiwa tersebut.
Namun hingga berita ini tayang, belum ada pernyataan resmi dari mereka.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695efc60e2e2f.jfif?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Nekat Pakai Seragam Pramugari, Penumpang Batik Air Ditangkap di Bandara Soetta Megapolitan
Nekat Pakai Seragam Pramugari, Penumpang Batik Air Ditangkap di Bandara Soetta
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com –
Seorang perempuan berinisial KN (23) nekat mengenakan seragam bak pramugari saat menumpang pesawat Batik Air rute Palembang (PLM)–Jakarta (CGK).
Dia juga mengaku sebagai cabin crew yang masuk melalui jalur
fast track.
Peristiwa tersebut terekam kamera yang diunggah oleh akun Instagram @jabodetabek24info.
Dalam video itu, perempuan tersebut tampak mengenakan atribut lengkap pramugari mulai dari seragam hingga kartu identitas sekolah pramugari dari
Batik Air
.
Padahal, dalam unggahan itu dijelaskan bahwa ia membeli tiket sendiri seperti penumpang pada umumnya sehingga lolos saat melakukan
boarding pass
.
“Saat proses
boarding
, yang bersangkutan lolos karena memiliki
boarding pass
. Namun, ketika berada di dalam pesawat dan ditanya oleh
crew
aktif, jawabannya ngawur dan tidak sinkron dengan standar pramugari,” tulis
caption
pada unggahan itu.
Kecurigaan itu bermula saat pesawat tiba di Terminal 2
Bandara Soekarno-Hatta
.
Di sana, petugas Aviation Security (Avsec) telah menunggu untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap perempuan itu.
Ia kembali dimintai keterangan soal identitas dan alasannya mengenakan atribut pramugari.
Namun, perempuan itu bersikeras mengaku sebagai pramugari Batik Air, bahkan menunjukkan ID yang disebut tidak jelas keasliannya.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan ditangkap untuk dimintai keterangan.
Saat dilakukan proses interogasi, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengatakan, perempuan itu mengaku pernah melamar menjadi pramugari Batik Air, tetapi gagal.
Karena malu kepada keluarganya di Palembang, ia nekat ke Jakarta menggunakan
seragam pramugari
palsu agar terlihat seolah sudah bekerja.
“Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya,” ujar Yandri Mono saat dikonfirmasi
Kompas.com
, Rabu (7/1/2026).
Baju pramugari yang digunakan KN tersebut dibeli melalui
online shop
, kemudian dipakai saat menuju bandara di Palembang.
Setibanya di bandara, KN mengaku pada polisi ingin berganti pakaian.
Namun, karena waktunya tidak cukup sehingga tetap naik pesawat dengan seragam tersebut.
“Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti. Namun, karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke Bandara Soekarno-Hatta,” kata Yandri.
Selama pemeriksaan, polisi menyebutkan, tidak ditemukan indikasi tindak pidana apa pun terhadap perempuan itu. Begitu pula dengan potensi pelanggaran lainnya.
Setelah pemeriksaan, pihak Batik Air disebut tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kesepakatan damai.
“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun, bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.
Sementara itu,
Kompas.com
telah menghubungi pihak Lion Air Group terkait peristiwa tersebut.
Namun, hingga berita ini tayang, belum ada pernyataan resmi dari mereka.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.