Tag: Soekarno

  • Heboh Pagar Laut, Said Didu Tantang Prabowo Koreksi Kebijakan Jokowi

    Heboh Pagar Laut, Said Didu Tantang Prabowo Koreksi Kebijakan Jokowi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Said Didu, penggerak rakyat untuk menggugat Proyek Strategis Nasional Pantai Indah Kapuk (PSN PIK) 2 berharap Presiden Prabowo Subianto benar-benar memenuhi janjinya berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia tanpa takut dengan oligarki.

    “Semoga Bpk Presiden Prabowo melanjutkan langkah tegas mengambil kebijakan untuk mengoreksi kebijakan Jokowi demi selamatkan NKRI,” tulis Didu di akun X pribadinya, Sabtu (25/1/2025).

    Didu adalah aktivis lama. Sejak masih di Makassar. Juga ketika jadi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor (IPB). Juga ketika gabung di HMI. Ia konsisten menyuarakan yang dianggapnya benar.

    Menurut Didu, langkah tegas mengoreksi presiden pendahulu sudah sejak lama dilakukan oleh presiden sebelumnya.

    Hal seperti itu dilakukan oleh Soeharto saat gantikan Soekarno dan BJ Habibie saat gantikan Soeharto.

    “Koreksi kebijakan dan jadi Presiden mandiri,” tegasnya.

    Presiden Prabowo telah memerintahkan agar permasalahan pagar laut yang ada di perairan Tangerang diusut secara tuntas dan tetap berada di koridor hukum yang benar. Termasuk adanya sertifikat kepemilikan di dasar laut dengan luas mencapai 30 hektare yang dinilai ilegal.

    “Saya juga sudah memberi keputusan kepada unsur penegak hukum, Jaksa Agung; BPKP, Kapolri dan Panglima TNI untuk menegakkan hukum dan aturan, khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang melanggar ketentuan-ketentuan pertanahan dan hutan,” ujar Prabowo, Kamis (23/01/2025).

    Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberi perlakuan khusus kepada siapapun. Semua perusahaan, kata Prabowo, harus memenuhi segala aturan yang telah ditetapkan.

  • Sentil Hasto? Petinggi Demokrat: Di Depan Publik Bicara Perjuangan Soekarno, di Belakang Mau Nyogok Hakim Pra Peradilan

    Sentil Hasto? Petinggi Demokrat: Di Depan Publik Bicara Perjuangan Soekarno, di Belakang Mau Nyogok Hakim Pra Peradilan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mengunggah perkataan menggelitik di akun X, pribadinya.

    Dia menyentil adanya pihak yang berbicara perjuangan Soekarno di depan publik tapi mau nyogok hakim pra peradilan di belakang.

    “Di depan publik bicara perjuangan Soekarno, di belakang mau nyogok hakim pra peradilan,” tulis Andi Arief, Sabtu, (25/1/2025).

    Menurutnya, menghadapi masalah, ancaman kasus hukum, ancaman penjara dan lain-lain bagi politisi itu biasa. Ada kesempatan membuktikan di pengadilan.

    ”Jangan menyogok. Memang sih, sebaik-baik politisi itu jangan pernah jadi tersangka,” tuturnya.

    Unggahan Andi Arief itu direspon tak sedikit oleh warganet. Meski Andi Arief tak menyinggung langsung tapi warganet menandai akun Jubir PDI Perjuangan Guntur Romli dan akun resmi PDIP.

    “Kau baca tuh romlahhhh @GunRomli 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,” balas @FD***

    “@PDI_Perjuangan ad yg mulai Nyingung ne 🫢😁😁,” tambah @Le***

    Diketahui, saat ini kasus Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tengah diproses. Sidang perdana praperadilan Hasto Kristiyanto digelar pada Selasa, 21 Januari 2025. Namun saat itu KPK mangkir.

    Karena KPK minta ditunda, sidang pra peradilan itu rencananya akan kembali digelar pada 5 Februari mendatang.

    Di sisi lain, belum lama ini pernyataan Hasto yang banyak menyinggung soal perjuangan Soekarno sempat viral. (*)

  • Haru Penyerahan Jenazah Zukhi Fitria dan Aulia Belinda Korban Kebakaran Glodok Plaza

    Haru Penyerahan Jenazah Zukhi Fitria dan Aulia Belinda Korban Kebakaran Glodok Plaza

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyerahkan dua jenazah korban kebakaran Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat pada Jumat (24/1/2025).

    Kedua jenazah yakni Zukhi Fitria Rahdja (42) yang merupakan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Aulia Belinda Kurapak (28) seorang mantan Pramugari Lion Air.

    Suasana haru tampak menyelimuti pihak keluarga ketika penyerahan jenazah yang dilakukan di Instalasi Kedokteran Forensik, atau Posko Postmortem Tim DVI Operasi Kebakaran Glodok Plaza.

    Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono mengatakan kedua jenazah diserahkan usai dinyatakan teridentifikasi melalui pencocokan data antemortem dengan postmortem.

    “Saya menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Prima di RS Polri Kramat Jati, Jumat (24/1/2025).

    Pantauan di lokasi, jenazah Zukhi yang dinyatakan teridentifikasi berdasar pencocokan data sampel DNA diserahterimakan kepada pihak keluarga sekira pukul 11.12 WIB. 

    Setelah penyerahan, jenazah Zukhi langsung dibawa menggunakan mobil RS Polri Kramat Jati ke Bandara Soekarno Hatta untuk diterbangkan ke Pekanbaru sesuai keputusan pihak keluarga.

    Proses penyerahan jenazah Zukhi Fitria Rahdja di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (24/1/2025). (Bima Putra/TribunJakarta.com)

    Sementara jenazah Aulia yang teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA dan data medis diserahterimakan sekira pukul 22.28 WIB, setelah pihak keluarga mengadakan prosesi ibadah.

    “Terima kasih kepada seluruh keluarga yang telah berkenan dan bersabar menunggu proses identifikasi korban. Kami mohon maaf atas segala yang kurang berkenan,” ujar Prima.

    Dalam penyerahan jenazah ini, ibunda Aulia Belinda yang datang ke RS Polri Kramat Jati tampak tak kuasa menahan sedih ketika menerima berkas surat kematian atas nama sang anak.

    Matanya berkaca-kaca saat melihat petugas forensik mengangkat peti jenazah terdapat tulisan nama lengkap sang putri, lalu memasukkannya ke mobil jenazah RS Polri Kramat Jati.

    Sementara pihak keluarga besar berupaya merangkul ibu Aulia agar tidak larut dalam sedih, mereka saling menguatkan melepas Aulia yang jenazahnya akan dimakamkan di Toraja, Sulawesi Selatan.

    “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses identifikasi (jenazah korban Glodok Plaza) yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu,” tutur Prima.

    Dari total 14 orang dilaporkan hilang Tim DVI sudah berhasil mengidentifikasi tiga korban, sementara untuk jenazah lain masih dalam proses identifikasi sehingga pihak keluarga dimohon bersabar.

    Pasalnya dengan kondisi jenazah yang terbakar atau tak bisa dikenali secara visual, identifikasi hanya dapat dilakukan melalui data medis meliputi sidik jari, gigi, dan sampel DNA.

    Sidik jari, gigi, dan DNA menjadi parameter utama dalam identifikasi DVI karena pada ketiganya terdapat karakteristik khusus untuk menunjukkan identitas seseorang secara medis.

    Identifikasi melalui DVI menitikberatkan pada ketelitian dibanding kecepatan, agar jenazah yang diserahterimakan kepada masing-masing pihak keluarga sesuai dan dapat memberi kepastian.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Presiden Prabowo Terima Kunjungan Menteri Luar Negeri India di New Delhi

    Presiden Prabowo Terima Kunjungan Menteri Luar Negeri India di New Delhi

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar, di hotel tempatnya bermalam di New Delhi, pada Jumat (24/1/2025) waktu setempat.

    Duta Besar RI di New Delhi Ina Krisnamurthi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari tradisi yang telah lama dijalankan oleh India dalam menyambut tamu negara utama.

    “Salah satu paket di awal pertemuan atau kunjungan kenegaraan itu selalu diawali dengan namanya permintaan kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri sebagai Utusan Khusus Perdana Menteri untuk menyambut tamu negara,” ujar dalam keterangan resmi, Sabtu (25/1/2025)

    Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri S. Jaishankar memberikan penjelasan terkait rangkaian kegiatan Presiden Prabowo selama kunjungan kenegaraan ini.

    Menurut Dubes Ina, tidak ada pembahasan substantif dalam pertemuan tersebut, karena acara ini berfokus pada penghormatan kepada Presiden Prabowo sebagai kepala negara dan pemerintahan yang menjadi tamu utama atau chief guest pada peringatan ke-76 Hari Republik India.

    “Jadi beliau diperlakukan secara lengkap ya sebagai presiden maupun sebagai pejabat kepala pemerintahan,” lanjut Ina.

    Dubes Ina juga mengatakan bahwa India memiliki hubungan khusus dengan Indonesia dalam konteks Hari Republik. Tradisi mengundang tamu kehormatan pada perayaan ini dimulai oleh Presiden pertama RI, Soekarno, yang menjadi tamu utama pertama pada perayaan Hari Republik India tahun 1950.

    “Bahkan sequence-nya itu sendiri ditetapkan atau mulai diciptakan karena tahun 1950 Presiden Soekarno menjadi tamu utama, chief guest pertama dari Republic Day pertama. Jadi kalau lihat sequence-nya itu hampir tidak ada perubahan dari sejak 1950 demikian,” ucap Ina.

    Kunjungan ini juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-India. Hal ini menjadi salah satu alasan kuat dipilihnya Presiden Prabowo sebagai tamu utama, selain harapan untuk mengokohkan kemitraan strategis komprehensif yang telah disepakati sejak 2018.

    Untuk diketahui, Presiden Prabowo dijadwalkan akan menghadiri serangkaian acara kenegaraan, termasuk Hari Republik India pada 26 Januari mendatang yang akan diwarnai berbagai upacara tradisional penuh makna.

    Kehadiran Presiden Prabowo sebagai tamu utama diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral kedua negara tetapi juga menjadi momen bersejarah dalam perjalanan hubungan diplomatik Indonesia-India.

    Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan ini adalah Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar RI di New Delhi Ina Krisnamurthi.

  • Megawati sebut sudah ada pihak yang mau ambil jabatan ketum PDIP

    Megawati sebut sudah ada pihak yang mau ambil jabatan ketum PDIP

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Megawati sebut sudah ada pihak yang mau ambil jabatan ketum PDIP
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Jumat, 24 Januari 2025 – 19:58 WIB

    Elshinta.com – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri mengatakan banyak yang sedang mengincar jabatan sebagai ketua umum jika dirinya tidak menjabat lagi.

    Hal tersebut disampaikan Megawati ketika berdialog dengan ribuan kadernya di acara perayaan hari ulang tahun dirinya ke 78 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat.

    Mulanya Wakil Gubernur Jakarta Terpilih Rano Karno tengah menuntun Megawati ke atas panggung acara untuk menunjukkan ragam lukisan hasil karya seniman di Jakarta.

    Lukisan itu diberikan kepada Megawati sebagai hadiah ulang tahun dari para seniman. Rano Karno pun menuntun Mega yang sedang memberikan penilaian terhadap masing-masing tulisan.

    “Jadi mc? ibu jadi kurator lukisan,” tanya Rano ke Megawati sambil bergurau.

    “Loh saya ketua umum,” jawab Mega singkat.

    Semua kader yang ada di dalam hall pun tertawa dengan respon Megawati tersebut.

    “Kalau tau saya ini kan berarti turun pangkat ya, wah pasti udah ada deh yang mau ambil,” kata Mega melanjutkan jawaban untuk Rano.

    Sontak seluruh kader semakin bergemuruh mendengar jawaban lanjutan dari Megawati tersebut.

    Sebelumnya, isu terkait adanya pihak yang ingin merebut kursi kepemimpinan PDI Perjuangan juga sempat diucapkan Megawati dalam beberapa kesempatan.

    Yang terbaru yakni kala Megawati berpidato di acara pembukaan HUT Ke-52 PDIP di Sekolah Partai PDIP, di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (10/1).

    Dia pun mengatakan dirinya enggan memenuhi permintaan untuk kembali maju jadi ketua umum jika para kader tidak solid dan tidak memiliki semangat yang sama.

    Kendati demikian, dirinya lantas melanjutkan bahwa apabila ia tak mau ditetapkan lagi sebagai ketua umum, ada pihak yang diam-diam mengincar posisinya.

    “Katanya minta saya (jadi) ketua umum lagi, ketum lagi tapi, nek anak buahku ngene wae, emoh (kalau anak buah saya seperti ini, tidak mau),” ujar Megawati.

    “Tapi terus ada yang kepengin (jadi ketum PDIP), ha-ha, gila,” sambungnya sembari tertawa.

    Sumber : Antara

  • Presiden RI bakal diantar kereta kuda saat hadiri Republic Day India

    Presiden RI bakal diantar kereta kuda saat hadiri Republic Day India

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto rencananya bakal diantar dengan kereta kuda dari Istana Kepresidenan menuju lokasi upacara peringatan Hari Republik (Republic Day) India Ke-76 di Kartavya Path, New Delhi, Minggu (26/1).

    Duta Besar RI untuk India Ina Krisnamurthi saat ditemui wartawan di Taj Mahal Hotel, New Delhi, Jumat (24/1), mengungkap rencana itu yang dia terima dari pejabat protokoler India.

    Ina menjelaskan prosesi pengantaran dengan kereta kuda itu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada Presiden Prabowo sebagai kepala negara, yang akan menghadiri upacara peringatan Republic Day India sebagai tamu utama (chief guest).

    “Penghormatannya itu betul-betul sebagai figur yang diterima sebagai yang tertinggi di suatu negara. Bentuknya apa? Misalnya, dari Istana Kepresidenan nanti akan naik kereta kuda. Nanti ada seremoninya yang menarik di saat Hari Republik itu,” kata Dubes RI untuk India.

    Dia melanjutkan dari informasi pejabat protokoler yang sama, prosesi pengantaran dengan kereta kuda itu kemungkinan menjadi tradisi yang berjalan sejak Republic Day pertama kali diperingati pada 26 Januari 1950.

    Dubes Ina melanjutkan Presiden RI Ke-1 Soekarno menjadi kepala negara asing pertama yang hadir sebagai chief guest dalam peringatan Republic Day India di Kartavya Path, New Delhi.

    “Bahkan sekuensinya (urutan prosesi, red.) itu sendiri ditetapkan atau mulai diciptakan karena tahun 1950 Presiden Soekarno menjadi tamu utama, chief guest pertama dari Republic Day yang pertama. Jadi, kalau lihat sekuensinya itu, hampir tak ada perubahan dari sejak 1950,” kata Ina Krisnamurthi.

    Presiden Prabowo melawat ke India dalam rangka kunjungan kenegaraan (state visit) dan menghadiri Republic Day India Ke-76 sebagai chief guest.

    Rangkaian agenda kenegaraan Presiden Prabowo di India telah dimulai Jumat, yaitu saat Presiden menerima kedatangan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar di hotel tempat Presiden menginap, New Delhi.

    Dalam pertemuan itu, Menlu India hadir sebagai utusan khusus Perdana Menteri India Narendra Modi yang bertugas menyambut kedatangan Presiden Prabowo. Menlu India juga menjelaskan rangkaian agenda kenegaraan Prabowo selama di New Delhi, India.

    Presiden Prabowo, dalam pertemuan itu, didampingi oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Dubes RI untuk India Ina Krisnamurthi.

    Presiden Prabowo tiba di New Delhi, Kamis (23/1) malam, langsung menuju ke hotel tempatnya menginap setelah menerima acara penyambutan di bandara.

    Agenda kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo dijadwalkan berlanjut pada hari Sabtu (25/1). Presiden bakal bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Hyderabad House, New Delhi, sekitar pukul 12.00 siang waktu setempat.

    Dalam hari yang sama, Presiden Prabowo juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden India Droupadi Murmu di kediaman kepresidenan, Rashtrapati Bhavan, New Delhi, Sabtu malam.

    Selanjutnya Presiden Prabowo bakal memenuhi undangan sebagai chief guest dalam peringatan Hari Republik India Ke-76, Minggu (26/1) pagi.

    Kegiatan Presiden Prabowo di India ditutup dengan menghadiri resepsi kenegaraan di Rashtrapati Bhavan pada Minggu sore. Resepsi itu digelar oleh Presiden India.

    Pewarta: Genta Tenri Mawangi/Hafidz Mubarak A
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

  • Dubes: Hubungan 75 tahun RI-India alasan Prabowo jadi tamu kehormatan

    Dubes: Hubungan 75 tahun RI-India alasan Prabowo jadi tamu kehormatan

    “Banyak pertimbangannya, namun salah satu pertimbangannya adalah nomor satu ini 75 tahun hubungan bilateral diplomatik Indonesia dan India,”

    Jakarta (ANTARA) – Duta Besar (Dubes) RI untuk India Ina Krisnamurthi menyatakan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan India yang sudah terjalin selama 75 tahun menjadi alasan kuat ditunjuknya Presiden RI Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan.

    Presiden Prabowo diketahui akan memenuhi undangan sebagai chief guest atau tamu kehormatan dalam Perayaan Ke-76 Hari Republik India pada Minggu (26/1) pagi.

    “Banyak pertimbangannya, namun salah satu pertimbangannya adalah nomor satu ini 75 tahun hubungan bilateral diplomatik Indonesia dan India,” kata Dubes Ina usai mendampingi Presiden Prabowo menerima kedatangan Menteri Luar Negeri (Menlu) India Subrahmanyam Jaishankar di hotel tempat Presiden bermalam, New Delhi, India, Jumat.

    Dubes Ina menjelaskan bahwa 75 tahun hubungan bilateral suatu negara, terutama dengan India, akan dirayakan dalam suatu penghormatan pada tingkat tertentu, dalam hal ini sebagai tamu kehormatan.

    Kontingen Indonesia yang terdiri dari 352 prajurit TNI dan para taruna akan mendapat tempat kehormatan, yakni berada di posisi depan dalam defile, seperti disampaikan Presiden Prabowo Subianto sebelum keberangkatannya ke India.

    Selain itu, hubungan kedua negara selama 75 tahun ini juga menandai estafet tamu kehormatan dari Presiden Pertama RI Soekarno yang hadir pada pertama kalinya diselenggarakan Hari Republik India pada 1950, hingga pada tahun 2025 ini oleh Presiden Prabowo Subianto.

    “75 tahun itu juga menandai hubungan antara tamu pertama di (India) Republic Day pertama yaitu Presiden Soekarno dengan sekarang Presiden Republik Indonesia Prabowo,” kata Dubes Ina.

    Ia menambahkan bahwa hubungan baik antara Indonesia dan India ini dapat ditingkatkan melalui Kemitraan Indonesia-India Comprehensive Strategic yang sudah disepakati sejak 2018.

    Untuk diketahui, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri serangkaian acara kenegaraan, termasuk Hari Republik India pada 26 Januari mendatang yang akan diwarnai berbagai upacara tradisional penuh makna.

    Kehadiran Presiden Prabowo sebagai tamu utama diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral kedua negara tetapi juga menjadi momen bersejarah dalam perjalanan hubungan diplomatik Indonesia-India.

    Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan ini adalah Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar RI di New Delhi Ina Krisnamurthi.

    Pewarta: Mentari Dwi Gayati
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

  • Bimtek 3.000 Anggota DPRD dari PDIP, Megawati Ingatkan Kadernya Solid dan Turun ke Masyarakat

    Bimtek 3.000 Anggota DPRD dari PDIP, Megawati Ingatkan Kadernya Solid dan Turun ke Masyarakat

    Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan seluruh anggota DPRD dari fraksi PDIP untuk menjadi kader yang solid, disiplin, dan selalu dekat dengan masyarakat.

    Pesan ini disampaikan Megawati saat memberikan pengarahan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada 3.000 anggota DPRD dari seluruh Indonesia di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/1/2025).

    Megawati menegaskan, para kader PDIP yang duduk di kursi legislatif daerah memiliki tugas utama untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

    “Partai harus bergairah dan penuh disiplin, dan kader turun ke bawah,” ujar Megawati dalam pidatonya.

    Ia juga mendorong para kader untuk memperluas wawasan dengan rajin membaca, khususnya buku-buku pemikiran Soekarno, yang menjadi sumber inspirasi perjuangan PDIP.

    “Gembleng diri dengan membaca pemikiran Bung Karno. Para founding fathers telah membuat konsepsi negara yang paripurna. Partai harus terus bersemangat mengikuti ajaran Bung Karno,” imbuhnya.

    Megawati menekankan, setiap kader, terutama anggota legislatif, harus taat pada arahan partai. Ia tidak segan meminta kader yang tidak mau mengikuti arahan untuk meninggalkan PDIP.

    “Anggota dewan PDIP harus memiliki rasa, yang mencerminkan hati dan memancar dari mata,” tegas presiden ke-5 Indonesia itu.

    Dalam sesi pengarahan yang bersifat tertutup, Megawati mengajak para peserta untuk berdiri dan merefleksikan tujuan mereka bergabung dengan PDIP. Sesi ini dimoderatori oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang memfasilitasi tanya jawab antara Megawati dan para peserta.

  • KPK Cegah 5 Orang ke Luar Negeri Terkait Kasus Proyek Fly Over di Pemprov Riau

    KPK Cegah 5 Orang ke Luar Negeri Terkait Kasus Proyek Fly Over di Pemprov Riau

    Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mencegah lima orang bepergian ke luar negeri terkait dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Fly Over Simpang Jalan Tuanku Tambusai-Jalan Soekarno Hatta (SP.SKA) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Kasus ini diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 60 miliar.

    Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika menyatakan surat pencegahan telah dikeluarkan pada 16 Januari 2025 dengan nomor keputusan 109 Tahun 2025. Pencegahan ini berlaku selama enam bulan ke depan.

    “Pada 16 Januari 2025, KPK telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 109 Tahun 2025 tentang larangan bepergian ke luar negeri terhadap lima orang warga negara Indonesia,” ujar Tessa, Jumat (24/1/2025).

    Kelima orang yang dicegah KPK terkait kasus fly over Pemprov Riau, yaitu pejabat pembuat komitmen (PPK) di Pemprov Riau berinisial YN, pegawai BUMN berinisial NR, dan tiga dari pihak swasta, TC, ES, dan GR.

    KPK membuka penyidikan kasus ini pada 10 Januari 2025. Hingga kini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

    “Penyidikan saat ini sedang berjalan,” tambah Tessa.

    Langkah pencegahan ini dilakukan untuk memastikan kelima individu tersebut tetap berada di Indonesia dan dapat memenuhi panggilan penyidik KPK guna mendalami dugaan korupsi proyek pembangunan fly over tersebut.

    Kasus fly over Pemprov Riau menjadi perhatian publik mengingat besarnya kerugian negara yang ditimbulkan. KPK berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini demi menegakkan keadilan dan memberantas korupsi di sektor infrastruktur.

  • Pelaku Penyiraman Air Keras ke Istri Ditangkap di Bali, Jual Mobil untuk Kabur – Halaman all

    Pelaku Penyiraman Air Keras ke Istri Ditangkap di Bali, Jual Mobil untuk Kabur – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Polres Cimahi menangkap Dodi Suhendar (30) yang menjadi tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap istrinya, AAF (29) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

    Penangkapan berlangsung di sebuah hotel di Denpasar Barat, Bali, Selasa (21/1/2025).

    Dodi sempat melarikan diri setelah melakukan aksi kekerasan tersebut.

    “Pelaku sempat melarikan diri setelah menyiram air keras ke istrinya, akhirnya berhasil kita tangkap di Bali,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto, Jumat (24/1/2025).

    Penyiraman air keras terjadi pada malam hari, Selasa (14/1/2025).

    Dodi datang ke rumah AAF untuk membahas perceraian yang telah disepakati oleh keduanya.

    Namun, saat itu Dodi berusaha membujuk AAF agar tidak melanjutkan proses perceraian.

    “Karena korban menolak, akhirnya pelaku menyiramkan air aki yang telah disiapkan dalam botol, sehingga korban mengalami luka serius,” tambah Tri.

    Setelah kejadian, Dodi menjual mobilnya untuk melarikan diri ke Bali.

    Ia berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Jumat (17/1/2025).

    Untuk menghilangkan jejak, Dodi juga mengganti ponselnya dengan unit baru.

    “Pelaku langsung melarikan diri, menjual kendaraan mobil untuk kabur, akhirnya pelaku diamankan di Bali, enam hari kemudian,” jelas Tri.

    Dodi kini dijerat dengan Pasal 43 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).