Tag: Soekarno

  • Penyebab Gorong-gorong di Jalan Suhat Malang Berasap Terungkap, DPUPRPKP: Bisa Menyumbat Saluran

    Penyebab Gorong-gorong di Jalan Suhat Malang Berasap Terungkap, DPUPRPKP: Bisa Menyumbat Saluran

    Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

    TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Viral di media sosial, gorong-gorong atau saluran air yang berada di depan sebuah ruko di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kecamatan Lowokwaru Kota Malang mengeluarkan kepulan asap cukup tebal.

    Diketahui, kepulan asap itu mengepul keluar dari celah gorong-gorong tersebut.

    Menanggapi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang langsung turun tangan mendatangi lokasi.

    Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (5/3/2025) dini hari.

    “Iya, benar ada kejadian tersebut. Tim di lapangan sudah kami perintahkan untuk melakukan pengecekan,” ujarnya kepada TribunJatim.com.

    Dari pengecekan itu, ternyata kepulan asap tersebut berasal dari oknum masyarakat yang sedang membakar sampah di dalam gorong-gorong.

    “Jadi, ada bekas sampah yang dimasukkan di sela lubang gorong-gorong. Lalu, sampah tersebut dibakar sehingga menimbulkan kepulan asap,” tambahnya.

    KEPULAN ASAP – Viral kepulan asap muncul dari gorong-gorong depan ruko di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Jawa Timur pada Rabu (5/3/2025) dinihari. DPUPRPKP Kota Malang lakukan pengecekan (istimewa)

    Pihaknya mengakui, perbuatan seperti itu sangat dilarang karena dapat mencemari lingkungan. Dikhawatikan, sisa sampah yang dibakar itu justru dapat menyumbat saluran gorong-gorong.

    “Kalau dilakukan terus menerus, pasti akan berdampak. Yang paling fatal, dapat menyebabkan penyumbatan saluran,” ungkapnya.n

    Oleh karena itu, Dandung mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan aktivitas serupa. Mulai dari membuang sampah pada saluran gorong-gorong hingga sampai melakukan bakar-bakar.

    “Kami terus mengimbau kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah atau bakar-bakar sampah di dalam saluran gorong-gorong. Akibatnya bisa menyumbat saluran gorong-gorong, dan biasanya baru dirasakan di kemudian hari,” tandasnya.

  • Pengamat Meyakini Pemegang Saham akan Dukung Penyelesaian Pesangon Karyawan Sritex yang Kena PHK – Halaman all

    Pengamat Meyakini Pemegang Saham akan Dukung Penyelesaian Pesangon Karyawan Sritex yang Kena PHK – Halaman all

    Hasiolan EP/Tribunnews.com

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Ketua Umum Asosiasi Rekanan Dagang Indonesia (Ardin) yang juga pelaku bisnis, Dr John N Palinggi SE MM MBA memberikan solusi strategis terukur, membawa manfaat serta harga diri pengusaha, terkait nasib 10 ribu buruh – karyawan PT Sritex yang terkena PHK massal karena perusahaan pailit.

    Ketua Asosiasi Mediator Indonesia yang diakreditasi Mahkamah Agung dan Mediator – Profesional Non Hakim yang diangkat oleh 12 Ketua Pengadilan Negeri Jakarta dan Non Jakarta ini yakin, pengusaha dan pemegang saham Sritex akan tampil mendukung penyelesaian atas pesangon dan penghargaan kepada karyawan yang di PHK.

    Menurut pria yang juga konsultan investasi tersebut, dalam kasus Sritex ini, kurator harus mengerti celah, lika-liku bisnis PT Sritex. 

    Di situ, kata dia, ada pemegang saham, Komisaris serta Direksi perusahaan, dimana pemegang saham mempercayakan kepada Direksi dan Komisaris untuk menyelenggarakan perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) serta tata kelola perusahaan yang baik dan sehat. 

    “Kalau sekarang ada permasalahan, maka sesuai UU Perseroan Terbatas, maka penanggung jawab ke dalam dan keluar termasuk ke pengadilan adalah Direktur Utama. maka kurator harus menghubungi Direksi dan komisaris untuk membahas hak-hak karyawan soal pasangan dan penghargaan.

    Kalau tidak ketemu jalan keluar maka kurator mengundang pemegang para saham, untuk membantu menyelesaikan masalah ini, meskipun pemegang saham tidak bertanggung jawab terhadap tindakan pidana perusahaan yang tidak dia lakukan,” kata John Palinggi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/3/2025).

    Pemegang saham, imbuhnya, hanya menanggung risiko terhadap saham yang ditempatkan di perusahaan tersebut serta diminta membantu masukan penyelesaian terkait pesangon dan penghargaan untuk karyawan yang diberhentikan.

    “Kurator juga harus tahu, berapa jaminan di bank dan jaminannya itu berupa apa, umumnya tanah dan peralatan serta bangunan pabrik, juga harus dilihat perjanjian akta kreditnya. Kalau itu jaminannya, saya pastikan karyawan tidak akan dapat pesangon karena bank mempunyai hak untuk mengambil,” papar John.

    PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) resmi menutup seluruh produksinya pada 1 Maret 2025, seiring menumpuknya utang yang dimiliki perseroan dan tak mampu membayarnya.

    Diketahui, Sritex yang merupakan perusahaan tekstil berpusat di Sukoharjo, Jawa Tengah, didirikan pada 1966 oleh HM Lukminto dengan nama awal UD Sri Redjeki.

    Era tersebut, pemerintahan Indonesia masih dipimpin Presiden Soekarno.

     Perusahaan ini berawal dari usaha perdagangan kain di Pasar Klewer, Solo.

    Pada tahun 1978, Sritex resmi berbentuk perseroan terbatas (PT) dan mulai berkembang pesat di industri tekstil Indonesia.

    Pada tahun 1992, PT Sritex mengintegrasikan empat lini produksinya, pemintalan, penenunan, sentuhan akhir, dan garmen ke dalam satu lokasi pabrik yang diresmikan oleh Presiden Soeharto.

    Keberhasilan perusahaan semakin terlihat pada tahun 1994 ketika PT Sritex mendapat kepercayaan dari NATO dan Angkatan Bersenjata Jerman untuk memproduksi seragam militer.

    Selain itu, perusahaan ini juga melayani pesanan dari berbagai negara seperti Inggris, Papua Nugini, serta merek-merek fashion terkenal seperti Guess dan H&M.

     

     

  • PKS Usulkan Prabowo Tabuh Beduk Saat Malam Takbiran

    PKS Usulkan Prabowo Tabuh Beduk Saat Malam Takbiran

    PKS Usulkan Prabowo Tabuh Beduk Saat Malam Takbiran
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Anggota Komisi VIII DPR RI dari PKS,
    Hidayat Nur Wahid
    (HNW), mengusulkan agar Presiden RI
    Prabowo Subianto
    menabuh beduk saat momentum malam Takbiran menjelang
    Hari Raya Idul Fitri
    1446 Hijriah.
    HNW mengusulkan ini kepada Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam rapat Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Selasa (4/3/2025).
    HNW menyarankan Presiden Prabowo melanjutkan tradisi menabuh beduk di malam takbiran.
    “Yang ingin saya usulkan adalah dulu betapa umat itu sangat nyaman dengan menyambut Hari Raya Idul Fitri karena malam takbiran itu diselenggarakan bahkan di Istana atau di Istiqlal, presiden waktu itu bahkan ikut takbiran nabuh beduk,” ucap Hidayat kepada Menag.
    “Jadi saya usulkan agar sunah ini dihidupkan kembali, Bapak,” usulnya.
    Menurutnya, usulan ini bisa menjadi ungkapan syukur akan hadirnya Hari Raya Idul Fitri.
    Terlebih, Lebaran tahun ini kemungkinan digelar serentak sehingga tidak ada perbedaan.
    “Insya Allah nanti
    hari raya Idul Fitri
    -nya bareng sehingga dengan demikian maka kekhawatiran berbeda itu tidak ada,” tuturnya.
    Selain itu, Wakil Ketua Majelis Syura Hidayat Nur Wahid (HNW) juga mengusulkan Istana menggelar peringatan Nuzulul Qur’an.
    Ia mencontohkan, sejak era Presiden ke-1 RI Soekarno, peringatan Nuzulul Qur’an selalu diadakan di Istana.
    “Dulu selalu Nuzulul Qur’an, bahkan sejak zaman Presiden Soekarno sekalipun, hari-hari besar Islam itu juga diselenggarakan peringatannya di Istana Negara. Tapi kemarin entah ke mana itu, muter-muter di seluruh Indonesia,” kata HNW.
    Wakil Ketua MPR RI ini berharap Prabowo bisa kembali menghidupkan tradisi tersebut.
    Hal ini, kata dia, akan memberikan suasana positif.
    “Nah menurut saya sangat baik kalau kemudian ini dihidupkan kembali, sunah ini baik hidupkan lagi, sunah dari Istana Negara kemudian hari besar keagamaan itu diperingati dan itu akan memberikan nuansa yang sangat-sangat positif,” imbuhnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9
                    
                        Selamat Jalan Elsa Laksono, Dokter Gigi Pendaki yang Berpulang di Carstensz
                        Megapolitan

    9 Selamat Jalan Elsa Laksono, Dokter Gigi Pendaki yang Berpulang di Carstensz Megapolitan

    Selamat Jalan Elsa Laksono, Dokter Gigi Pendaki yang Berpulang di Carstensz
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Di sudut Rumah Duka Carolus, Jakarta Timur, Senin (3/3/2025) malam, aroma bunga segar bercampur suasana yang berkabung.
    Pintu masuk dipenuhi karangan bunga yang berjajar rapi, menyampaikan pesan perpisahan bagi
    Elsa Laksono
    .
    Elsa merupakan seorang pendaki senior yang tidak hanya mencintai gunung, tetapi juga mengabdikan hidupnya untuk menyembuhkan orang lain.
    “Turut berduka cita atas meninggalnya sahabat kami tercinta Drg Elsa Laksono,” begitu salah satu pesan tertulis di antara tumpukan bunga duka.
    Elsa, seorang dokter gigi yang juga petualang sejati, mengembuskan napas terakhirnya di ketinggian ribuan meter.
    Ia “pergi” dalam perjalanan pulang dari Puncak Carstensz, bukan karena menyerah, tetapi karena alam yang dicintai memanggilnya lebih dulu.
    Bersama tim ekspedisi beranggotakan sepuluh orang, Elsa berangkat menaklukkan Carstensz Pyramid, salah satu puncak tertinggi di Indonesia.
    Sejak Rabu (26/2/2025), Elsa dan rekan-rekannya bertolak dari Timika menuju Yellow Valley menggunakan helikopter.
    Perjalanan mendaki dimulai dua hari kemudian, melewati medan menantang, dari bebatuan curam hingga jembatan Tyrollean yang menggantung di ketinggian.
    Hari itu, Puncak Carstensz mereka taklukkan. Namun, di perjalanan turun, tubuh Elsa mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang luar biasa.
    Hipotermia merayap pelan, mengikis setiap tenaga yang tersisa.
    Bersama sahabatnya, Lilie Wijayanti Poegiono, Elsa terus berjuang melawan dingin yang menusuk hingga akhirnya, keduanya harus menyerah pada hukum alam.
    Di basecamp, pemandu pendakian Yustinus Sondegau bergerak cepat membawa pertolongan.
    Sleeping bag, fly sheet, air panas—semua dikerahkan untuk menyelamatkan mereka yang bertahan di ketinggian.
    Namun, Elsa dan Lilie telah pergi lebih dulu, meninggalkan jejak mereka di bebatuan Carstensz, saksi bisu keberanian yang tak pernah padam.
    Senin malam, di Ruang Petrus C, Rumah Duka Carolus, Jakarta, orang-orang yang mencintai Elsa berkumpul.
    Pelukan erat dan air mata menjadi bahasa duka yang tak perlu diucapkan.
    Buket bunga dari berbagai penjuru menghiasi ruangan, mulai dari Alumni Angkatan 84 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti hingga teman-teman sesama pendaki.
    Saat ambulans tiba membawa peti Elsa dari Bandara Soekarno-Hatta, sunyi menyelimuti seketika.
    Petugas rumah duka dengan hati-hati memindahkan peti yang masih dilapisi lakban cokelat itu.
    Ada sesuatu yang menggetarkan dari momen itu, seakan Elsa baru saja kembali dari perjalanan panjangnya, tetapi kali ini, tanpa ransel dan sepatu gunungnya.
    Elsa mungkin telah pergi, tetapi namanya akan tetap hidup di antara mereka yang mencintainya.
    Di antara para pendaki yang akan selalu mengenangnya dalam langkah-langkah mereka menapaki jalur berbatu.
    Elsa pergi di tempat yang ia cintai, di ketinggian yang selalu menjadi rumah bagi jiwanya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • InJourney Airports turunkan PJP2U dan PJP4U sebesar 50 persen

    InJourney Airports turunkan PJP2U dan PJP4U sebesar 50 persen

    Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

    Dukung Penurunan Harga Tiket Pesawat Jelang Lebaran 

    InJourney Airports turunkan PJP2U dan PJP4U sebesar 50 persen
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Senin, 03 Maret 2025 – 14:46 WIB

    Elshinta.com – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) resmi menurunkan tarif jasa kebandarudaraan untuk mendukung penurunan harga tiket pesawat pada periode angkutan lebaran 2025.

    Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi menuturkan penurunan tarif berlaku di seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports, yakni penurunan masing-masing sebesar 50% untuk tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan tarif Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U). 
     
    “Penurunan tarif PJP2U berdampak langsung pada penurunan nominal tiket pesawat, dan penurunan tarif PJP4U membantu operasional maskapai. Penurunan dua tarif jasa kebandarudaraan ini menjadi kontribusi nyata InJourney Airports dalam menurunkan harga tiket pesawat.”

    “Kami berharap penurunan tarif jasa bandara ini dapat mendukung mobilitas masyarakat selama masa Hari Raya Idul Fitri 1446 H,” ujar Faik Fahmi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Senin (3/3). 

    Penurunan harga tiket pesawat dapat mendorong bergeliatnya lalu lintas penerbangan dan mewujudkan pemerataan ekonomi sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo – Gibran.

    Penurunan Tarif PJP2U
    Tarif Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) di 37 bandara InJourney Airports diturunkan sebesar 50% bagi penumpang pesawat yang memesan tiket penerbangan rute domestik kelas ekonomi dan penerbangan extra flight pada periode 1 Maret – 7 April 2025 dengan periode keberangkatan penerbangan pada 24 Maret – 7 April 2025. 

    PJP2U atau dikenal juga dengan Passenger Service Charge (PSC) adalah tarif atas pelayanan di bandara dan dititipkan di dalam tiket pesawat. Ketika calon penumpang pesawat membeli tiket penerbangan, maka nominal tiket penerbangan sudah termasuk tarif PJP2U. Sehingga, penurunan tarif PJP2U secara langsung berpengaruh terhadap nominal harga tiket. 

    Penurunan Tarif PJP4U
    InJourney Airports juga menurunkan tarif Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) untuk penerbangan domestik sebesar 50% bagi maskapai penerbangan untuk periode 24 Maret – 7 April 2025. 

    Faik Fahmi mengatakan penurunan PJP4U ini sebagai wujud pengelolaan bandara berbasis ekosistem di mana seluruh pihak saling bersinergi demi pelayanan kepada masyarakat.

    “Diharapkan penurunan tarif PJP4U sebesar 50% dapat mendukung operasional maskapai selama periode angkutan lebaran,” ujar Faik Fahmi.

    Seluruh bandara InJourney Airports siaga 24 jam
    Sejalan dengan penurunan harga tiket pesawat, jumlah pergerakan penumpang diperkirakan mengalami peningkatan. 

    Oleh karena itu, InJourney Airports pada periode angkutan lebaran 2025 juga menyiagakan operasional bandara selama 24 jam menyesuaikan kebutuhan dan memperhatikan permintaan penerbangan dari maskapai.

    Adapun bandara yang sudah pasti beroperasi 24 jam adalah Soekarno-Hatta Tangerang, I Gusti Ngurah Rai Bali, Kualanamu Deli Serdang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Hang Nadim Batam, Sultan Hasanuddin Makassar dan Sam Ratulangi Manado. 

    Sumber : Radio Elshinta

  • Karangan Bunga Ucapan Duka Cita Meninggalnya Pendaki Elsa Laksono Berdatangan di Rumah Duka Carolus – Halaman all

    Karangan Bunga Ucapan Duka Cita Meninggalnya Pendaki Elsa Laksono Berdatangan di Rumah Duka Carolus – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah karangan bunga ucapan duka cita atas wafatnya pendaki Elsa Laksono berdatangan di Rumah Duka Carolus, Jakarta Pusat, pada Senin (3/3/2025).

    Pantauan Tribunnews.com, terdapat karangan bunga berbentuk persegi panjang yang diletakkan di sisi-sisi pintu masuk rumah duka.

    Karangan bunga tersebut diletakkan menumpuk secara vertikal.

    Selain jenis karangan bunga persegi panjang, terlihat beberapa karangan bunga berbentuk lingkaran dengan besi penyangga.

    Karangan bunga jenis ini didirikan secara berbaris di depan ruang Petrus C, tempat jenazah Elsa disemayamkan.

    “Selamat jalan, Elsa tercinta,” demikian ucapan yang tertulis pada satu di antara beberapa karangan bunga yang ada.

    Di antaranya, terdapat karangan bunga dari D-84 Malang dan Tim Cartensz Pyramid.

    Tak hanya itu, terdapat juga karangan bunga yang menuliskan gelar dokter gigi (drg) di depan nama Elsa Laksono.

    Hingga pukul 21.41 WIB, masih ada beberapa karangan bunga yang berdatangan dari para kerabat dan kolega mendiang Elsa Laksono.

    Sebelumnya, dua jenazah pendaki yang meninggal di Puncak Cartensz, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, tiba di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Senin (3/3/2025).

    Jenazah mereka tiba di Terminal Kargo Bandara Soetta sekira pukul 17.50 WIB. 

    Jenazah dua orang pendaki itu langsung dibawa menggunakan dua ambulans yang berbeda.

    Adapun jenazah Lilie dibawa ke Bandung, Jawa Barat. Sementara jenazah sahabatnya, Elsa Laksono disemayamkan di Rumah Duka Carolus, Jakarta Pusat.

    Untuk diketahui, dua jenazah itu diterbangkan dari Timika, Papua Tengah ke Makassar. Kemudian dilanjutkan untuk diterbangkan menuju ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    Dua pendaki itu meninggal dunia saat melakukan pendakian di Puncak Cartensz diduga akibat hipotermia.

  • Jenazah Elsa Laksono Pendaki yang Meninggal di Puncak Cartensz Disemayamkan di Rumah Duka Carolus – Halaman all

    Jenazah Elsa Laksono Pendaki yang Meninggal di Puncak Cartensz Disemayamkan di Rumah Duka Carolus – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jenazah Elsa Laksono (59), satu di antara dua pendaki yang meninggal dunia di Puncak Cartensz, Papua Tengah, disemayamkan di Rumah Duka Carolus, Jakarta Pusat, pada Senin (3/3/2025).

    Diketahui, sebelum ke rumah duka, jasad Elsa diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta.

    Pantauan Tribunnews.com, rombongan kendaraan yang menjemput jenazah tiba di Rumah Duka Carolus, sekira pukul 18.59 WIB.

    Ada beberapa karangan buka dari kerabat bertuliskan ucapan bela sungkawa atas kepergian pendaki wanita yang juga berprofesi sebagai dokter gigi itu.

    “Selamat jalan, Elsa tercinta” demikian kalimat yang tertulis pada satu di antara sejumlah karangan bunga yang ada.

    Selanjutnya, peti warna putih berisi jasad Elsa Laksono dibawa menuju ke ruangan Petrus C, di Rumah Duka Carolus.

    Ada sekitar lebih dari lima orang yang ikut masuk ke dalam ruangan tempat jenazah disemayamkan.

    Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi yang disampaikan pihak keluarga.

    Sebelumnya, dua jenazah pendaki yang meninggal di Puncak Cartensz, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, tiba di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Senin (3/3/2025).

    Jenazah mereka tiba di Terminal Kargo Bandara Soetta sekira pukul 17.50 WIB. 

    Jenazah dua orang pendaki itu langsung dibawa menggunakan dua ambulans yang berbeda.

    Untuk diketahui, dua jenazah itu diterbangkan dari Timika, Papua Tengah ke Makassar. Kemudian dilanjutkan untuk diterbangkan menuju ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    Dua pendaki itu meninggal dunia saat melakukan pendakian di Puncak Cartensz diduga akibat hipotermia.

  • 9
                    
                        Selamat Jalan Elsa Laksono, Dokter Gigi Pendaki yang Berpulang di Carstensz
                        Megapolitan

    4 Pelayat Mulai Berdatangan ke Rumah Duka Elsa Laksono Megapolitan

    Pelayat Mulai Berdatangan ke Rumah Duka Elsa Laksono
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pendaki senior
    Elsa Laksono
    (59) bakal disemayamkan di
    Rumah Duka Carolus
    , Paseban, Senen, Jakarta Pusat. Elsa meninggal dunia saat mendaki 
    Puncak Carstensz
    , Papua pada Minggu (2/3/2025).
    Pantauan Kompas.com pada Senin (3/3/2025) pukul 20.43 WIB, tempat persemayaman Elsa berada di Ruang Petrus C.
    Tepat di depannya, terdapat buket bunga dari sejumlah kerabat, salah satunya atas nama Alumni Angkatan 84 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti.
    Selain itu, terdapat buket bunga ucapan duka dari Eddy Widadi & keluarga serta Ronald Gumulya.
    Di dalam Ruang Petrus C, sejumlah meja dan kursi berlapis kain putih telah disusun rapi.
    Beberapa karangan bunga juga terlihat di sana. Sejauh ini, belum ada peti Elsa di tempat persemayaman.
    Sejumlah pelayat dan kerabat telah tiba di tempat persemayaman. Mereka tampak saling berpelukan satu sama lain dan menangis atas kepergian Elsa.
    Peti jenazah telah tiba di Rumah Duka Carolus sejak 18.59 WIB menggunakan ambulans setelah bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta.
    Dari kejauhan, peti jenazah Elsa masih terlihat dilapisi lakban cokelat.
    Petugas Rumah Duka Carolus segera membawa peti tersebut ke sebuah ruangan sebelum akhirnya ditempatkan di ruang persemayaman.
    Diberitakan sebelumnya, dua pendaki senior Lilie Wijayanti Poegiono alias Mamak Pendaki dan Elsa Laksono meninggal dunia dalam perjalanan pulang dari pendakian Puncak Carstensz, Tembagapura, Mimika, Papua.
    Kedua pendaki senior ini merupakan bagian dari
    tim ekspedisi
    yang berjumlah 10 orang.
    Mereka bertolak dari Bandara Timika menuju Yellow Valley menggunakan helikopter milik PT Komala Indonesia pada Rabu (26/2/2025) pukul 07.00 WIT.
    Perjalanan mendaki dimulai pada Jumat (28/2/2025) dengan menyeberangi jembatan Tyrollean.
    Setelah mencapai puncak, para pendaki mulai mengalami gejala hipotermia saat perjalanan turun.
    Salah satu pendaki, Nurhuda, tiba di basecamp lebih dahulu untuk meminta bantuan bagi rekan-rekannya yang mengalami kondisi darurat.
    Pemandu pendakian, Yustinus Sondegau, langsung melakukan upaya penyelamatan dengan membawa sleeping bag, fly sheet, air panas, dan radio komunikasi.
    Namun, upaya tersebut tidak dapat menyelamatkan Elsa dan Lilie yang sudah lebih dahulu mengalami penurunan kondisi kritis.
    “Nahasnya, pendaki Octries menginformasikan ke pendaki Deshir bahwa dua orang ibu-ibu (Lilie dan Elsa) yang berada di Teras Dua telah meninggal dunia,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Suasana Pasar Takjil Jalan Surabaya Kota Malang, Diburu Warga dan Jadi Sasaran Mahasiswa

    Suasana Pasar Takjil Jalan Surabaya Kota Malang, Diburu Warga dan Jadi Sasaran Mahasiswa

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Purwanto

    TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Bulan ramadan memang menjadi momen paling dinanti bagi warga. 

    Salah satunya yakni mencari takjil atau makanan untuk berbuka puasa. 

    Salah satu yang ramai untuk berburu takjil saat ramadan yakni di Pasar Takjil Jalan Surabaya, Kota Malang. 

    Sejak, Senin (3/3/2024) sore nampak para pedang sudah menjajakan jualannya mulai dari makanan berat hingga camilan. 

    Dari pantauan Tribun Jatim Network, nampak para pedagang menjual makanan seperti jajanan kekinian seperti takoyaki, maklor, salad buah, dimsum, juga ada jajanan tradisional. 

    Tidak ketinggalan berbagai minuman mulai dari es buah hingga berbagai macam teh maupun minuman segar lainnya. 

    Meski sangat ramai dan cenderung macet, tidak menghalangi sejumlah mahasiswa untuk berburu takjil. 

    Zeni Zahra Ramadhani salah satu mahasiswa nampak senang berburu makanan takjil di Jalan Surabaya Kota Malang. 

    “Sangat senang mas, ramai-ramai sama teman-taman. Tadi beli makanan mendoan, ada minuman es juga,” terang mahasiswa jurusan Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang itu. 

    Zahra panggilan akrabnya mengaku jika membeli takjil di Malang baru pertama kali. 

    “Ini baru pertama kali saya merasakan ramadan di Kota Malang. Senang sekali kan banyak teman-teman juga. Tadi juga banyak sekali mahasiswa yang berburu takjil di sini (Jalan Surabaya),” terang wanita asli Jakarta. 

    “Harganya juga terjangkau, murah kok,” tambahnya. 

    Selain di Jalan Surabaya, pasar takjil di Kota Malang juga ada di sejumlah tempat seperti di Soekarno Hatta, Mergosono, Kedungkandang, hingga di Sukun.

  • 3 Maret 1898: Lahirnya Laksamana Maeda, Tokoh Militer Jepang yang Membantu Kemerdekaan Indonesia

    3 Maret 1898: Lahirnya Laksamana Maeda, Tokoh Militer Jepang yang Membantu Kemerdekaan Indonesia

    Liputan6.com, Yogyakarta – Laksamana Tadashi Maeda atau yang dikenal dengan Laksamana Maeda adalah tokoh militer Jepang yang membantu kemerdekaan Indonesia. Bentuk bantuannya adalah dengan meminjamkan rumah dinasnya sebagai tempat perumusan naskah proklamasi.

    Mengutip dari laman Museum Pendidikan Nasional, Laksamana Maeda lahir pada 3 Maret 1898. Keluarganya adalah keturunan kelas samurai.

    Saat muda, Laksamana Maeda bersekolah di Akademi Angkatan Laut Jepang dengan mengambil spesialisasi Navigasi. Ilmu yang ia dapatkan kemudian membuat dirinya menjabat sebagai Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Jepang selama masa pendudukan Jepang di Indonesia.

    Jauh sebelum itu, Laksamana Maeda pernah bertugas sebagai Staf Khusus Seksi Urusan Eropa. Ia dipercaya untuk mengurus hal-hal terkait dengan Jerman.

    Selanjutnya, Laksmana Maeda ditunjuk sebagai ajudan Laksamana Sonosuke Kobayashi. Pada 1940, ia ditunjuk menjadi Atase untuk Belanda.

    Pada tahun yang sama, ia juga ditugaskan ke Indonesia. Saat di Indonesia inilah, ia menjabat sebagai Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Jepang.

    Meski merupakan bagian dari anggota militer Jepang, tetapi namanya begitu dikenal di masyarakat Indonesia. Ia memiliki peran yang cukup penting dalam persiapan kemerdekaan Indonesia.

    Sebelum pembacaan teks promlamasi, para pejuang Indonesia melakukan perumusan teks proklamasi untuk dibacakan sebagai simbol kemerdekaan. Saat itu, Laksmana Maeda memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia dengan meminjamkan rumah dinasnya.

    Para pejuang Indonesia pun berkumpul dan merecanakan kemerdekaan Indonesia. Hal itu dilakukan agar tidak dicurigai oleh Jepang.

    Laksamana Maeda menghargai perjuangan pejuang Indonesia untuk merdeka. Saat itu, ia juga menjamin keselamatan Soekarno-Hatta.

    Setelah Indonesia Merdeka, Laksamana Maeda diadili di Mahkamah Militer Jepang. Ia dianggap telah membantu Indonesia merdeka.

    Dalam sidang tersebut, Laksamana Maeda diputuskan tidak bersalah dan berhak bebas. Setelah bebas, ia memutuskan menjadi rakyat biasa dan hidup miskin.

    Adapun rumah dinas Laksamana Maeda saat itu berlokasi di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat. Saat ini, bekas rumah tersebut dijadikan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

    Penulis: Resla