Tag: Soekarno

  • Cerita Titiek Puspa Jadi Penyanyi Istana dan Bertemu Bung Karno

    Cerita Titiek Puspa Jadi Penyanyi Istana dan Bertemu Bung Karno

    Jakarta, Beritasatu.com – Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka atas kepergian salah satu legenda musik Indonesia, Titiek Puspa. Sang maestro tutup usia pada Kamis (10/4/2025) pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, dalam usia 87 tahun.

    Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan musik nasional yang telah ia warnai selama lebih dari tujuh dekade.

    Karier Titiek Puspa dimulai pada tahun 1952. Namanya mulai meroket di era 1960-an saat bergabung dengan Orkes Studio Jakarta. Puncak popularitasnya terjadi pada tahun 1970 hingga 1980-an, menjadikannya salah satu ikon musik paling berpengaruh di Indonesia.

    Salah satu momen bersejarah dalam hidup Titiek Puspa adalah ketika dirinya menjadi penyanyi Istana pada masa pemerintahan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.

    Bagi Titiek, pertemuan dengan Bung Karno adalah pengalaman yang sangat berkesan, bahkan ia menggambarkan sosok sang presiden seperti figur ayah yang penuh wibawa dan kasih.

    “Saat bertemu dengan bapak (Bung Karno), rasanya seperti bertemu ayah sendiri. Beliau adalah sosok yang sangat saya hormati dan kagumi. Saya tidak merasa takut, malah justru senang bisa dekat dengan beliau,” ujar Titiek dalam wawancaranya salah satu kanal YouTube, dikutip Beritasatu.com, Kamis (10/4/2025).

    Titiek juga mengungkapkan bahwa dirinya adalah penyanyi pertama yang secara langsung diminta oleh Bung Karno untuk tampil di Istana.

    “Bapak sendiri yang bilang ke saya, ‘Mulai sekarang, Titiek Puspa jadi penyanyi Istana.’ Saya pun dipanggil langsung ke Istana oleh presiden,” kenangnya.

    Saat menerima undangan pertamanya ke Istana, Titiek mengaku cukup terkejut. Ia bahkan sempat kembali ke rumah untuk mengganti pakaian karena merasa perlu tampil lebih pantas.

    “Saya waktu itu lagi di RRI Jakarta yang memang dekat dengan Istana. Tapi kan enggak bisa sembarangan pakai baju, harus pakai kain. Jadi saya pulang dulu, pakai konde, berdandan sendiri. Dari dulu memang saya selalu dandan sendiri, sampai sekarang pun masih begitu,” tuturnya sambil tersenyum.

    Pertemuan pertamanya dengan Bung Karno meninggalkan kesan mendalam. “Waktu pertama kali lihat bapak, rasanya seperti ada aura yang luar biasa. Saya sampai menundukkan kepala karena merasa begitu segan. Bahkan sempat berpikir jangan-jangan beliau memeluk saya karena saking kuatnya aura itu,” ujar Titiek.

    Setelah penampilannya di Istana, Bung Karno langsung menetapkan Titiek sebagai penyanyi tetap Istana. “Sejak saat itu, sekitar tahun 1961 atau 1962, saya sudah resmi menjadi penyanyi Istana,” tambahnya.

    Sebagai penyanyi Istana, Titiek juga kerap diajak Bung Karno dalam perjalanan dinas ke negara-negara tetangga. Ia menyebut bahwa dalam setiap kunjungan, mereka biasanya menginap terpisah, yakni Bung Karno di hotel, sedangkan para pengisi acara ditempatkan di kediaman kedutaan.

    “Jadi memang tidak campur, masing-masing punya tempat sendiri,” jelasnya.

    Puluhan tahun setelah peran istimewanya di masa Bung Karno, nama Titiek Puspa tetap bersinar dan karya-karyanya terus dikenang lintas generasi. Sosoknya tidak hanya dikenang sebagai seniman, tetapi juga sebagai simbol kekuatan perempuan dalam dunia seni Indonesia.

  • 7 Fakta Kabar Duka Titiek Puspa Meninggal Dunia, Anak Sempat Minta Doa hingga Sejarah Nama dari Sukarno – Page 3

    7 Fakta Kabar Duka Titiek Puspa Meninggal Dunia, Anak Sempat Minta Doa hingga Sejarah Nama dari Sukarno – Page 3

    Perjalanan karier Titiek Puspa begitu inspiratif. Ia mengawali kariernya sejak usia muda, penuh lika-liku, namun selalu diwarnai prestasi membanggakan.

    Dimulai dari kemenangannya dalam kontes Bintang Radio Jenis Hiburan tingkat Jawa Tengah pada tahun 1954, ia berhasil melewati berbagai tantangan.

    Meskipun mendapat tentangan dari orang tua yang menginginkannya menjadi guru taman kanak-kanak (TK), Titiek Puspa diam-diam mengikuti berbagai festival musik dengan nama samaran. Kegigihannya membuahkan hasil, namanya semakin dikenal dan bersinar di kancah musik Indonesia.

    Tidak hanya bernyanyi, Titiek Puspa juga menunjukkan bakatnya dalam dunia akting. Ia aktif membintangi berbagai operet di TVRI, sinetron, dan film hingga tahun 2017.

    Bahkan, pada tahun 2014, ia membentuk grup vokal Duta Cinta, membuktikan semangat berkaryanya yang tak pernah padam, meski sudah masuk usia senja.

    Titiek Puspa telah mencapai puncak kesuksesan di dunia hiburan. Salah satu prestasi membanggakannya adalah wajahnya yang pernah terpampang di Billboard Times Square, New York. Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi seorang seniman Indonesia.

    Selain bernyanyi dan berakting, Titiek Puspa juga berbakat sebagai pencipta lagu dan sutradara operet. Keahliannya yang beragam menambah deretan prestasinya yang gemilang. Ia telah menghasilkan banyak karya yang dikenang hingga kini.

    Ia telah menginspirasi banyak seniman muda di Indonesia. Dedikasi dan kerja kerasnya menjadi bukti nyata bahwa dengan bakat yang diasah dan pantang menyerah, seseorang dapat mencapai kesuksesan dan meninggalkan warisan yang berarti.

    Nama Titiek Puspa sendiri merupakan nama panggung dari Sudarwati. Ada cerita, kalau nama Titiek Puspa merupakan pemberian langsung dari Presiden pertama RI Soekarno.

    Pemberian nama Titiek Puspa sendiri bermula pada dekade 1950-an. Ketika itu ia memenangkan kompetisi menyanyi Radio Republik Indonesia (RRI) di Semarang.

    Penampilan Titiek Puspa ini menarik perhatian Sjaiful Bachri dari Orkes Simfoni Jakarta, yang kemudian mengajaknya bergabung sebagai penyanyi tetap.

    Dari momen itu, kemudian Titiek kerap tampil di berbagai acara kenegaraan, termasuk di Istana Negara. Penampilan dan bakatnya yang memikat membuat Presiden Soekarno terkesan. Dalam salah satu kesempatan, Soekarno memanggilnya secara langsung dan memberi nama panggung baru: “Titiek Puspa.”

    Nama itu bukan sekadar panggilan biasa, tapi bentuk penghargaan dan simbol pengakuan terhadap kecantikan, kelembutan, dan keharuman karyanya, seperti bunga puspa yang mekar.

    Kata “Titiek” juga mencerminkan keunikan dan keluwesan sosoknya yang khas Indonesia. Sejak saat itu, nama Titiek Puspa resmi digunakan dan melekat dalam seluruh perjalanan karier dan kehidupan seninya.

    Titiek pun sempat mengenang kali pertama dipanggil Presiden Soekarno ke Istana Negara pada 1960. Kala itu, usia Titiek Puspa baru 23 tahun. Kali pertama dipanggil ke Istana, ia syok.

    Masih segar dalam ingatan pelantun “Kupu-Kupu Malam,” undangan ke Istana sampai ke telinganya saat berada di studio RRI. Rupanya, Bung Karno penasaran dengan Titiek Puspa.

    “(Bung Karno bilang) Aku mau lihat Titiek Puspa, bawa sini. Terus, saya masih di RRI, eh dipanggil Bapak Presiden. Oh ana apa, kaget aku. Loh, ada apa ini? Sudah pokoknya harus ke sana ya,” Titiek Puspa mengenang pertemuan dengan Presiden Soekarno.

    Undangan ini disertai syarat khusus yakni tidak boleh pakai rok. Harus pakai kain tradisional. Dalam hitungan menit, Titiek Puspa menyulap penampilannya dengan kebaya yang dipadu kain jarit.

    “Jadi ya (tampil) seada-adanya, terus sampai di sana (Bung Karno bilang): Oh ya, iki tha Titiek Puspa. Wah, pinter nganggo jarik, sopo sing njariki? (Wah, pintar pakai kain jarit, siapa yang memakaikan?),” ia membeberkan.

    Kepada Bung Karno, bintang film Inem Pelayan Sexy mengaku pakai kain jarit sendiri dan membuat sanggul sendiri. Inilah yang membuat Bung Karno makin kagum.

    “Wah pinter, la jarene kowe pinter nyanyi (katanya kamu pintar menyanyi)? (Saya menjawab) Mboten pinter namung saget. Enggak, bukan pintar hanya bisa,” beri tahu Titiek Puspa.

    Menilik dokumentasi wawancara khusus Titiek Puspa dengan Liputan6.com, Mei 2022, ia menggambarkan wajah Presiden Soekarno yang berkarisma seolah bercahaya. Ia sampai tak berani menatap mata Bung Karno.

    “Tapi aku waktu ngomong itu enggak berani ngelihat mukanya itu. Itu muka kayak bersinar jeng jeng jeng jeng! Itu yang namanya karisma, innalillahi. Aku sampai lupa begitu,” Titiek Puspa menggambarkan.

    “Terus ngomong: Pak, lagunipun punapa, Pak. Takut tahu-tahu nyerondol meluk begitu. Enggak tahu pingsan juga karena enggak tahu apa ya, dia bicaranya tuh jes, jes, jes, jes, gitu. Woh, sudah itu, yang namanya karismatik tuh itulah,” tutupnya.

  • Cerita Titiek Puspa Diajak Bung Karno Jadi Penyanyi Istana…
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        10 April 2025

    Cerita Titiek Puspa Diajak Bung Karno Jadi Penyanyi Istana… Nasional 10 April 2025

    Cerita Titiek Puspa Diajak Bung Karno Jadi Penyanyi Istana…
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Penyanyi senior Sudarwati yang populer dengan nama
    Titiek Puspa
    meninggal dunia pada usia 87 tahun pada Kamis (10/4/2025) hari ini.
    Penyanyi legendaris ini meninggal pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.
    Sebelum berpulang, Titiek Puspa sempat menjalani perawatan intensif sejak 26 Maret 2025 akibat pendarahan otak yang dialaminya.
    Semasa hidupnya, Titiek pernah menjadi penyanyi Istana pada masa Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno atau Bung Karno.
    Dilansir dari wawancara
    Kompas TV
    bersama Titiek Puspa pada tahun 2022, Titiek mengungkap dirinya pernah diajak langsung oleh Bung Karno untuk bernyanyi di Istana.
    “Bapak sendiri yang minta ke saya, ‘Mulai hari ini Titiek Puspa jadi penyanyi Istana’, gitu kan. Saya dipanggil sama presiden, Titiek Puspa dipanggil ke Istana,” ungkap Titiek pada rekaman video tiga tahun lalu, dikutip dari
    Kompas TV
    .
    Saat mendapat undangan ke Istana, Titiek merasa kaget.
    Ia juga sempat pulang ke rumahnya untuk bersiap-siap sebelum datang menemui Bung Karno.
    “Wah.
    Ono opo ki
    ? Saya kan di RRI, RRI kan RRI Jakarta dekat sama Istana, tapi tidak boleh pakai baju gitu, musti pakai kain. Wah pulang dulu dong. Iya,” ucap dia.
    “Aku pakai konde, pakai ini. Ya sudah. Dari dulu saya tuh dandan sendiri. Sampai sekarang pun masih sendiri,” sambungnya.
    Setibanya di Istana, Titiek mengaku sempat berbincang dengan Bung Karno.
    Kala itu, menurut Titiek, Soekarno memintanya untuk bernyanyi.
    Namun, ia mengaku sudah lupa dengan lagu yang dinyanyikan saat itu.
    “Nah sampai di sana ketemu, ‘Oh
    iki
    Titik Puspa? (Oh ini Titiek Puspa?)’.
    Njih
    (iya). ‘
    Jarene
    (katanya) pinter nyanyi?’ Mboten, cuma bisa saja. ‘Ya sudah
    saiki
    (sekarang) nyanyi coba’. Bapak pengen lagu apa? ‘Wes lagu
    sakarepmu
    ‘. Aku sendiri lupa nyanyi apa,” ucap Titiek mengingat dialog puluhan tahun yang lalu.
    Menurut dia, Bung Karno memiliki aura yang luar biasa yang membuatnya sungkan hingga menundukkan kepala.
    “Pertama liat bapak tuh itu mukanya jeng jeng jeng jeng gitu. Sampai saya abis ngelihat, saya takut, saya sampai nunduk. Takut kalau tahu-tahu memeluk gitu ya, karena memang, pokoknya itu yang namanya aura tuh berlipat ganda,” ungkapnya.
    Setelah Titiek Puspa bernyanyi, Bung Karno langsung mengajaknya untuk menjadi penyanyi Istana.
    “Yaudah dari mulai itu. Tahun berapa ya, 60
    piro
    (berapa), apa ya, 62 apa 61 ya, saya sendiri lupa tuh, udah jadi penyanyi Istana,” ucap dia.
    Sebagai penyanyi Istana, Titiek juga kerap diajak berkeliling negara-negara tetangga oleh Bung Karno.
    Tak hanya Titiek, ada juga penyanyi dan grup band Istana yang diajak saat itu.
    “Terus kalau tur kan bapak di hotel. Kita di rumahnya kedutaan. Jadi enggak nyampur gitu, sendiri-sendiri,” kata dia.
    Puluhan tahun setelah itu, nama Titiek Puspa pun terus berkibar sebagai salah satu penyanyi paling populer di Indonesia yang melintasi berbagai zaman
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kenangan Titiek Puspa Pertama Kali Menyanyi di Istana, Dilarang Pakai Rok oleh Bung Karno – Page 3

    Kenangan Titiek Puspa Pertama Kali Menyanyi di Istana, Dilarang Pakai Rok oleh Bung Karno – Page 3

    Menilik dokumentasi wawancara khusus Titiek Puspa dengan Liputan6.com, Mei 2022, ia menggambarkan wajah Presiden Soekarno yang berkarisma seolah bercahaya. Ia sampai tak berani menatap mata Bung Karno.

    “Tapi aku waktu ngomong itu enggak berani ngelihat mukanya itu. Itu muka kayak bersinar jeng jeng jeng jeng! Itu yang namanya karisma, innalillahi. Aku sampai lupa begitu,” Titiek Puspa menggambarkan.

    “Terus ngomong: Pak, lagunipun punapa, Pak. Takut tahu-tahu nyerondol meluk begitu. Enggak tahu pingsan juga karena enggak tahu apa ya, dia bicaranya tuh jes, jes, jes, jes, gitu. Woh, sudah itu, yang namanya karismatik tuh itulah,” tutupnya.

  • Akal Bulus Dokter PPDS UNPAD yang Cabuli Keluarga Pasien, Bius Korban Hingga Tak Sadarkan Diri – Halaman all

    Akal Bulus Dokter PPDS UNPAD yang Cabuli Keluarga Pasien, Bius Korban Hingga Tak Sadarkan Diri – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Terbongkar akal bulus dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) yang cabuli keluarga pasien.

    Kasus pencabulan yang dilakukan dokter PPDS ini pertama kali muncul lewat unggahan akun Instagram @ppdsgram pada Selasa (8/4/2025) malam.

    Kejadian tak senonoh ini dilakukan dokter residen anestesi dari PPDS FK UNPAD yang bernama Priguna Anugerah.

    Sementara korban berinisial FH (21) merupakan keluarga pasien yang sedang menjaga sang ayah yang dirawat dan butuh transfusi darah.

    Ia melakukan aksi bejatnya di satu ruangan Gedung MCHC lantai 7 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, pada pertengahan Maret 2025.

    Priguna Anugerah memanfaatkan kondisi kritis ayah korban untuk melakukan transfusi darah.

    Dokter bejat tersebut melancarkan akal bulusnya dengan melakukan pemeriksaan crossmatch atau kecocokan golongan darah untuk keperluan transfusi.

    Modus yang digunakan pelaku adalah memberikan obat bius yang membuat korban tidak sadarkan diri, dilansir Tribun Jabar.

    Ia menyuntikkan cairan yang diduga mengandung obat bius jenis Midazolam.

    Sampai akhirnya korban tidak sadarkan diri.

    Priguna Anugerah menghubungkan jarum ke selang infus, lalu menyuntikkan cairan bening ke selang infus tersebut.

    Tak butuh waktu lama, korban merasakan pusing usai mendapatkan suntikan dari Priguna Anugerah.

    Korban akhirnya sadar setelah 4-5 jam mendapatkan suntikan dari dokter cabul tersebut.

    Setelah sadar, korban merasakan adanya rasa nyeri di bagian tangan bekas infus dan di area organ intimnya.

    Hingga akhirnya, korban mengambil tindakan untuk visum.

    Hasilnya adalah ditemukannya cairan sperma di kemaluannya.

    Informasi ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, dalam konferensi pers di Polda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Rabu (9/4/2025).

    “Tersangka ini meminta korban FH untuk diambil darah dan membawa korban dari ruang IGD ke Gedung MCHC lantai 7 RSHS. Korban sempat merasakan pusing dari cairan yang disuntikkan pelaku, dan selepas siuman korban merasakan sakit pada bagian tertentu,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan.

    Hendra juga menjelaskan pasca korban sadar, dirinya diminta untuk mengganti pakaian operasi yang dipakai korban dengan pakaiannya sendiri.

    “Setelah sadar si korban diminta mengganti pakaiannya lagi. Lalu, setelah kembali ke ruang IGD, korban baru sadar bahwa saat itu pukul 04.00 WIB,” lanjut Hendra.

    Korban diketahui juga menceritakan apa yang dialaminya kepada sang ibu.

    Korban mengaku darahnya diambil sampai 15 kali percobaan.

    Termasuk juga memasukkan cairan bening ke selang infus.

    “Korban pun bercerita ke ibunya bahwa pelaku mengambil darah dengan 15 kali percobaan dan memasukkan cairan bening ke dalam selang infus yang membuat korban tak sadar, serta ketika buang air kecil, korban merasakan perih di bagian tertentu,” ujarnya.

    Hendra melanjutkan, pihaknya juga sudah minta keterangan dari para saksi.

    “Nanti akan meminta keterangan ahli untuk mendukung proses penyidikan ini,” tutur dia.

    Aparat mengamankan barang bukti berupa dua buah infus full set, dua sarung tangan, tujuh buah suntikan, 12 buah jarum suntik, satu kondom, dan beberapa obat-obatan.

    Hendra mengatakan, pelaku dijerat dengan pasal tindak pidana kekerasan seksual.

    Pelaku juga mendapatkan ancaman 12 tahun penjara.

    “Pelaku dikenakan pasal 6 C UU No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun,” papar Hendra.

    (TRIBUNNEWS/Ika Wahyuningsih/willy Widianto)(Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama/Salma Dinda Regina )

  • InJourney Airports Layani 9,16 Juta Penumpang Selama Libur Lebaran 2025 – Page 3

    InJourney Airports Layani 9,16 Juta Penumpang Selama Libur Lebaran 2025 – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airport melayani 9,16 juta penumpang selama periode angkutan Lebaran 2025. Angka ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

    Direktur Utama InJourney, Maya Watono menjelaskan masa angkutan libur lebaran dimulai sejak 21 Maret 2025 lalu dan akan berakhir pada 11 April 2025 mendatang. Sejauh ini, sudah ada 9,16 juta pergerakan penumpang di 37 bandara yang dikelola.

    “Selama 19 hari masa angkutan Lebaran pada periode 21 Maret hingga 8 April 2025, jumlah penumpang mencapai 9,16 juta penumpang, meningkat 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan pergerakan pesawat mencapai 64.732 pergerakan pesawat,” ungkap Maya dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).

    Adapun, selama periode tersebut, tercatat ada lima bandara tersibuk. Pertama, Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dengan 3,05 juta pergerakan penumpang dan 20.126 pergerakan pesawat.

    Kedua, Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS) dengan 1,18 juta pergerakan penumpang dan 7.050 pergerakan pesawat. Ketiga, Bandara Juanda (SUB) dengan 801 ribu pergerakan penumpang dan 5.165 pergerakan pesawat.

    Keempat, Bandara Sultan Hasanuddin (UPG) dengan 542 ribu pergerakan penumpang dan 3.946 pergerakan pesawat. Kelima, Bandara Kualanamu (KNO) dengan 448 ribu pergerakan penumpang dan 2.983 pergerakan pesawat. “Pada periode tersebut, tercatat sebanyak 2.913 extra flight yang terdiri dari 2.783 extra flight penerbangan domestik dan 130 extra flight untuk penerbangan rute internasional,” ucap Maya.

    InJourney mencatat, trafik tertinggi pada periode sebelum Lebaran terjadi pada H-3, yakni Jumat, 28 Maret 2025 dengan jumlah penumpang sebanyak 565.000 penumpang, dengan pergerakan pesawat mencapai 3.905 pesawat. Sementara trafik tertinggi pada periode setelah Lebaran terjadi pada H+5 atau Minggu, 6 April 2025, dengan catatan 597.000 penumpang dan 3.652 pergerakan pesawat.

    Transformasi Bandara Soekarno-Hatta

    InJourney Airports juga telah melakukan serangkaian program transformasi bandara khususnya pada Bandara Internasional Soekarno-Hatta, baik di Terminal 1, 2 dan 3. Program rezoning terminal dilakukan untuk mengatasi penumpukan penumpang. Sementara pada Terminal 2F dilakukan revitalisasi untuk penanganan penumpang umrah.

    Kehadiran umrah lounge diharapkan mampu menampung jemaah umrah dan haji yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Lounge ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti musala, ruang tunggu khusus, layanan kesehatan, hingga area penanganan bagasi. Infrastruktur dan teknologi terbaru juga diterapkan untuk memperlancar pelayanan, sehingga tidak terjadi kepadatan dan antrean dari jemaah umrah.

    “Program transformasi bandara yang telah dilakukan merupakan upaya dan komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang berkualitas sehingga para pengunjung merasa nyaman menggunakan angkutan udara, termasuk pada musim mudik Lebaran tahun ini yang berjalan dengan baik dan lancar,” urai Maya.

     

  • Akal Bulus Dokter PPDS UNPAD yang Cabuli Keluarga Pasien, Bius Korban Hingga Tak Sadarkan Diri – Halaman all

    Tidak Wajar, Perilaku Seksual Menyimpang Priguna Anugerah Dokter Residen Unpad Diungkap Psikolog – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Psikolog mengungkap Priguna Anugerah Pratama (31), dokter residen peserta Program Pendidikan Dokter Sepsialis (PPDS) di Universitas Padjajaran (Unpad) yang merudapaksa anak pasien, memiliki perilaku seksual yang menyimpang dan tidak wajar.

    Keterangan psikolog tersebut diungkapkan oleh Dirkrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, dalam wawancara yang tayang di kanal YouTube tvOneNews, Rabu (9/4/2025), seperti dikutip Tribunnews.

    Menurut Kombes Surawan, hingga saat ini Priguna Anugerah masih dalam masa konsultasi dengan psikolog.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap fakta, Priguna Anugerah memiliki kelainan seksual.

    “Pelaku memiliki kelainan seksual. Pelaku sendiri saat ini dalam masa konsultasi dengan psikolog terhadap perilaku seksualnya yang mungkin agak sedikit menyimpang,” ujar Surawan.

    “Psikolog sudah menyatakan bahwa pelaku memiliki kelainan perilaku seksual,” tuturnya.

    Priguna Anugerah sudah ditahan Polda Jabar sejak 23 Maret 2025.

    Dokter berusia 31 tahun tersebut menjadi tersangka setelah korban, yakni FA, melaporkan tindakan pemerkosaan yang dilakukan sang dokter residen pada 18 Maret 2025 lalu.

    Kepada penyidik, pelaku mengakui semua perbuatan bejatnya.

    Ia mengakui memang merudapaksa keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

    “Pelaku sudah memberikan keterangan bahwa dia melakukan semua perbuatannya terhadap korban dengan melakukan pembiusan terhadap korban lalu rudapaksa terhadap korban,” ujar Kombes Pol Surawan.

    Sementara itu, terkait gelagat tak wajar Priguna selama mendekam di tahanan, seorang dokter gigi bernama Mirza sempat membongkar cerita mengejutkan.

    Dari informasi yang ia terima, Mirza mengungkap kelakuan Priguna saat ditangkap polisi atas kasus pemerkosaan.

    Kabarnya, Priguna sempat nyaris mengakhiri hidupnya hingga melakukan hal nekat selama di bui.

    “Pada saat penyidikan pelaku ini sudah melakukan percobaan (mengakhiri hidup) dengan memasukkan obat-obatan bius,” kata seorang informan kepada drg Mirza di akun Instagram, dikutip dari TribunnewsBogor.com.

    “Ketika ditangkap oleh Polda pun masih dalam pengaruh obat-obatan dan di sel tahanan sekarang hanya tidur karena badannya lemas,” imbuhnya.

    Ketika dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Jabar, Priguna tampak lesu dan terus menunduk di depan awak media.

    Tak sepatah katapun diucap Priguna terlebih saat dicecar wartawan.

    Kronologi Priguna rudapaksa anak pasien

    Priguna Anugerah diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap keluarga pasien yang sedang menjaga ayahnya di RSHS Bandung.

    Modus Priguna Anugerah adalah memberikan obat bius yang membuat korban tidak sadarkan diri dengan dalih cek darah.

    Pelaku memanfaatkan kondisi kritis ayah korban dengan dalih akan melakukan transfusi darah.

    “Pelaku ini mau mentransfusi darah bapak korban karena kondisinya kritis, dan si pelaku meminta anaknya saja untuk melakukan transfusi,” ujar Kombes Pol Surawan, Rabu (9/4/2025).

    Memanfaatkan ketidaktahuan korban, pelaku memberikan obat berupa midazolam hingga korban tidak sadarkan diri.

    Obat tersebut diberikan dengan cara disuntikkan.

    Pelaku menghubungkan jarum itu ke selang infus dan pelaku menyuntikkan cairan bening ke selang infus tersebut. 

    Beberapa menit kemudian, setelah mendapat suntikan obat dari Priguna, korban merasakan pusing. 

    Setelah diberikan obat itu atau 4 – 5 jam, korban sadar dan merasakan sakit pada area organ intim.

    “Tersangka ini meminta korban FH untuk diambil darah dan membawa korban dari ruang IGD ke Gedung MCHC lantai 7 RSHS. Korban sempat merasakan pusing dari cairan yang disuntikkan pelaku, dan selepas siuman korban merasakan sakit pada bagian tertentu,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, dalam konferensi pers di Polda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Rabu.

    Kronologis atau detik-detik menjelang Priguna pelaku perdaya korban terungkap.

    Pelaku meminta korban tidak ditemani adiknya.

    “Sesampainya di Gedung MCHC, tersangka meminta korban mengganti pakaian dengan baju operasi berwarna hijau dan memintanya melepas baju juga celananya. Lalu, pelaku memasukkan jarum ke bagian tangan kiri dan kanan korban sebanyak 15 kali,” kata Hendra.

    Ketika korban baru sadar, pelaku meminta mengganti pakaian operasi dengan pakaiannya sendiri. 

    “Setelah sadar, si korban diminta mengganti pakaiannya lagi. Lalu, setelah kembali ke ruang IGD, korban baru sadar bahwa saat itu pukul 04.00 WIB,” ujar Hendra. 

    Hendra menyampaikan bahwa korban setelah sadar langsung bercerita pada ibunya bahwa ia diambil darah hingga 15 kali. 

    “Korban pun bercerita ke ibunya bahwa pelaku mengambil darah dengan 15 kali percobaan dan memasukkan cairan bening ke dalam selang infus yang membuat korban tak sadar, serta ketika buang air kecil, korban merasakan perih di bagian tertentu,” tutur dia.

    Pihaknya, menurut Hendra juga sudah minta keterangan dari para saksi.

    “Nanti akan meminta keterangan ahli untuk mendukung proses penyidikan ini,” kata dia.

    Setelah kasus dugaan pemerkosaan ini mencuat ke publik, nama Priguna Anugerah pun langsung menjadi perbincangan.

    Priguna Anugerah adalah mahasiswa PPDS dari Fakultas Keokteran Universitas Padjajaan (Unpad).

    Ia merupakan peserta residen program spesial anestasi di RSHS Bandung.

    Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Priguna Anugerah beralamat di Kota Pontiana dan tinggal di Kota Bandung.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul TERNYATA Dokter PPDS yang Perkosa Anak Pasien Idap Kelainan Seksual, Nekat Lakukan Ini Saat di Bui dan di TribunJabar.id dengan judul Sosok Priguna Anugerah Dokter PPDS Unpad Cabuli Keluarga Pasien di RSHS, Bawa Korban ke Lantai 7

    (Tribunnews.com/Rakli/Anita K Wardhani) (TribunnewsBogor.com/Khairunnisa) (TribunJabar.id/Salma Dinda Regina)

  • Foto-Foto Perjalanan Ekspedisi Puncak Trikora (1)

    Foto-Foto Perjalanan Ekspedisi Puncak Trikora (1)

    Liputan6.com, Papua – Puncak Trikora atau Ettiakup merupakan salah satu gunung tertinggi di Indonesia, dengan ketinggian 4,751 meter di atas permukaan laut (MDPL).

    Puncak Trikora berlokasi di Papua Pegunungan, tepatnya di zona inti kawasan Taman Nasional Lorentz. Taman nasional ini merupakan Situs Warisan Alam Dunia yang ditetapkan UNESCO dan Warisan Alam ASEAN.

    Taman Nasional Lorentz adalah satu dari tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis. Taman nasional ini menghampar dari puncak gunung bersalju hingga batas tepi perairan Laut Arafura.

    Pada 1909, penjelajah dan ilmuwan Dr.H.A.Lorentz memimpin ekspedisi penjelajahan Papua. Mereka menamai gunung itu Puncak Wilhelmina (Wilhelina Top), diambil dari nama Ratu Belanda kala itu.

    Baru pada 1963, Pemerintah RI mengganti namanya jadi Puncak Trikora. Pengggantian nama ini simbol dan perayaan penyatuan Papua ke Indonesia.

    Trikora adalah akronim Tri Komando Rakyat, operasi militer yang diluncurkan Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961. Pada 1963, Papua resmi jadi bagian Indonesia setelah melaui proses Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).

    Puncak Trikora termasuk gunung di Indonesia yang memiliki tingkat kesulitan tinggi untuk didaki sampai puncaknya. Medannya berat, cuacanya ekstrem.

    Pada Agustus 2024, kontributor Liputan6.com, Juvensius ‘Foxs Explore’, turut dalam ekspedisi 10 hari pendakian Puncak Trikora yang digelar Adventurann.

    Berikut sekilas laporan cerita dan foto-fotonya secara berseri:

     

  • Band Wali Ajak Keluarga Besar Umrah Bareng ke Tanah Suci

    Band Wali Ajak Keluarga Besar Umrah Bareng ke Tanah Suci

    Jakarta, Beritasatu.com – Band Wali mengajak keluarga besar menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah. Rombongan mencapai 50 orang menggunakan jasa travel umrah Primas.

    Hal itu diungkapkan Faank selaku perwakilan Band Wali saat dijumpai di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten.

    “Sebenarnya, awalnya kita ingin memberangkatkan orang tua kita masing-masing jauh sebelum Ramadan. Namun, mereka protes kenapa kita anak-anaknya tidak dampingi mereka. Alhasil kita cari waktu berangkat bareng, Pas sudah mau berangkat, anak-anak kami protes kenapa mereka tidak diajak, ya sudahlah akhirnya kita putusin kita berangkat semua meski biayanya jadi bengkak,” ungkap Faank.

    Tertundanya perjalan umrah ini membuat dua personel Band Wali harus bersedih lantaran ibunda Ovie (keyboardist) meninggal dunia sepekan sebelum Ramadan.

    “Selain meninggalnya ibunda Ovie, ibu saya juga tidak jadi ikut karena kemarin jatuh. Namun, itu buat kami qadarullah. Kami yakin ibunya Ovie sudah sampai duluan di sana dan insyaallah nanti kalau sudah sembuh ibu saya juga akan saya berangkatkan juga (umrah),” tambahnya dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).

    Sementara itu, Apoy (gitaris) berharap perjalanan umrah mereka bersama keluarga akan membawa keberkahan seusai nanti kembali ke Tanah Air.

    “Insyaallah, setelah umrah, kami sudah banyak PR (pekerjaan rumah) yang menunggu. Makanya di Madinah dan Makkah, kami minta doa agar proyek-proyek ini bisa kami selesaikan,” tandas gitaris Band Wali Apoy.
     

  • Investasi Properti di Tengah Tekanan Ekonomi? PIK 2 Punya Jawabannya

    Investasi Properti di Tengah Tekanan Ekonomi? PIK 2 Punya Jawabannya

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) kian mencuri perhatian sebagai kawasan unggulan dalam investasi properti premium.

    Terletak di kawasan pesisir Jakarta Utara, PIK 2 memiliki akses langsung ke jantung ibu kota dan Bandara Soekarno-Hatta, menjadikannya lokasi strategis bagi berbagai kalangan, dari investor domestik hingga asing.

    Menurut analis properti Aleviery Akbar, daya tarik utama PIK 2 terletak pada konsep pengembangan terintegrasi.

    “PIK 2 tidak hanya menawarkan perumahan mewah, tapi juga pusat perbelanjaan modern, fasilitas rekreasi bertaraf internasional, hingga layanan kesehatan global,” jelas Aleviery.

    “Ini menjadikannya destinasi investasi yang menjanjikan dalam jangka panjang,” sambungnya.

    Kawasan ini kini mulai diminati ekspatriat asal Tiongkok, Taiwan, dan Asia Tenggara. Di sisi lain, para pelaku bisnis lokal juga mulai menjadikan PIK 2 sebagai hunian sekaligus basis operasional usaha mereka.

    Meski harga properti di PIK 2 sudah menunjukkan tren premium, Aleviery menilai nilainya masih sebanding dengan fasilitas dan prospek ke depan. Ia menambahkan bahwa tekanan ekonomi makro tetap menjadi tantangan bagi pasar, khususnya segmen kelas menengah.

    “Selama pengembang konsisten menjaga kualitas, PIK 2 akan tetap menjadi pilihan utama di pasar properti kelas atas,” ujarnya.

    Dengan infrastruktur yang terus berkembang dan minat yang terus tumbuh, PIK 2 diyakini akan terus bersinar sebagai pusat properti eksklusif di Indonesia.