Tag: Soekarno

  • WNA Mesir Penyelundup 32 Reptil Dilindungi Ditangkap, Ada Biawak Aru hingga Sanca Albino

    WNA Mesir Penyelundup 32 Reptil Dilindungi Ditangkap, Ada Biawak Aru hingga Sanca Albino

    Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama sejumlah instansi terkait berhasil menggagalkan penyelundupan 32 ekor reptil liar, termasuk beberapa yang berstatus dilindungi, oleh seorang warga negara Mesir berinisial AAEA di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

    Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Aswin Bangun, menjelaskan bahwa AAEA terdeteksi membawa satwa hidup di dalam bagasi tanpa dokumen resmi ketika hendak terbang menuju Jeddah.

    Ia menegaskan bahwa penanganan kasus tersebut melibatkan BKSDA Jakarta, Karantina, Polri, Imigrasi, dan sejumlah pihak lain mengingat bandara internasional merupakan salah satu titik paling rawan dalam peredaran satwa ilegal lintas negara.

    “Setiap upaya membawa satwa dilindungi keluar atau masuk wilayah Indonesia tanpa dokumen sah akan kami proses sebagai tindak pidana, tanpa pengecualian, termasuk terhadap warga negara asing,” kata Aswin, Sabtu (14/12/2025).

    Temuan yang terjadi pada Senin (8/12) itu bermula dari kecurigaan petugas karantina terhadap bagasi pelaku.

    Setelah dilakukan koordinasi dengan Polri, Imigrasi, dan BKSDA Jakarta, pemeriksaan lanjutan menemukan 32 reptil hidup yang disembunyikan dalam 10 kantong kecil. Seluruh satwa kemudian diserahkan kepada BKSDA Jakarta, sementara AAEA diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    BKSDA Jakarta mengidentifikasi bahwa satwa yang disita terdiri dari tiga ekor biawak aru (Varanus beccarii) yang berstatus dilindungi, enam ekor sanca albino (Malayopython reticulatus), tujuh belas ekor sanca morph jenis Platinum Tiger het, dua ekor leopard gecko (Eublepharis macularius), dan empat ekor kadal tegu (Tupinambis teguixin).

    Seluruh reptil tersebut telah dikirim ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur untuk menjalani observasi, pemeriksaan kesehatan, serta perawatan sesuai standar kesejahteraan satwa.

     

    Setiap tanggal 5 November diperingati sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satw…

  • Kemlu Berhasil Pulangkan 54 WNI Terjaring di Markas Scam Myanmar

    Kemlu Berhasil Pulangkan 54 WNI Terjaring di Markas Scam Myanmar

    Jakarta

    Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Direktorat Pelindungan WNI (Dit. PWNI) Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok, kembali berhasil memulangkan 54 Warga Negara Indonesia (WNI) dari perbatasan Myanmar-Thailand. Puluhan WNI tersebut merupakan korban scam di Myanmar.

    Para WNI tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (13/12/2025), sekitar pukul 05.30 WIB. Setibanya, mereka langsung diserahkan kepada instansi terkait untuk proses penanganan dan pendampingan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

    Pemulangan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Indonesia dalam menangani WNI terdampak operasi penindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar terhadap pusat kegiatan online scamming dan online gambling di kawasan Myawaddy. Dalam operasi tersebut, tercatat sebanyak 349 (tiga ratus empat puluh sembilan) WNI berhasil diamankan.

    Hingga 9 Desember 2025, sebanyak 302 (tiga ratus dua) WNI masih dalam proses pemulangan secara bertahap. Repatriasi saat ini diprioritaskan bagi WNI yang telah menyatakan kesiapan untuk membiayai tiket pemulangan secara mandiri.

    Sebelumnya, pada gelombang pertama pemulangan, sebanyak 56 (lima puluh enam) WNI/PMIB telah dipulangkan dari Myawaddy pada 8 Desember 2025 melalui Jembatan Persahabatan Myanmar-Thailand No. 2. Mereka diterima oleh KBRI Bangkok di Mae Sot, Thailand, sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jakarta melalui Bangkok pada 9 Desember 2025.

    Kementerian Luar Negeri RI akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan pemulangan seluruh WNI dapat berlangsung dengan aman, cepat, dan terkoordinasi.

    (maa/dhn)

  • Mendes Izinkan Dana Desa Dipakai untuk Pemulihan Bencana Aceh-Sumatera

    Mendes Izinkan Dana Desa Dipakai untuk Pemulihan Bencana Aceh-Sumatera

    Tangerang, Beritasatu.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menyampaikan, untuk mempercepat pemulihan di daerah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera, Kemendes PDT memberi kelonggaran bagi kepala desa di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk mengalihkan penggunaan dana desa bagi penanganan dan pemulihan pascabencana.

    “Boleh (pakai dana desa). Dahulu waktu Covid-19 kan digunakan, malah ke sana semua,” kata Yandri di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (12/12/2025).

    Ia menjelaskan, dana desa merupakan sumber pendanaan paling cepat yang bisa dimanfaatkan pemerintah desa ketika kondisi darurat membutuhkan tindakan segera.

    Selain kebijakan anggaran, Kemendes PDT juga memprioritaskan pengiriman bantuan langsung ke lokasi bencana untuk memulihkan layanan dasar yang terhenti akibat kerusakan fasilitas dan infrastruktur.

    Saat ini fase tanggap darurat kini telah memasuki tahap pemulihan dan rehabilitasi jangka menengah. Prioritas utama adalah memulihkan fungsi pemerintahan desa, layanan kesehatan, pendidikan, serta distribusi logistik yang sebelumnya terhambat.

  • 22,5 Ton Bantuan Logistik Dikirim untuk 12 Desa Terdampak Bencana di Aceh
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        12 Desember 2025

    22,5 Ton Bantuan Logistik Dikirim untuk 12 Desa Terdampak Bencana di Aceh Megapolitan 12 Desember 2025

    22,5 Ton Bantuan Logistik Dikirim untuk 12 Desa Terdampak Bencana di Aceh
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Sebanyak 22,5 ton bantuan logistik dikirim oleh Wide Fund For Nature (WWF) Indonesia dari Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, untuk membantu warga di 12 desa terdampak bencana di Aceh, Jumat (12/12/2025).
    Bantuan itu ditujukan untuk wilayah Bireuen dan Bener Meriah yang masih kesulitan akses dan membutuhkan suplai kebutuhan pokok.
    “Ini pengiriman yang ke delapan dan yang paling besar. Kita kirimkan 22,5 ton, termasuk 15 ton beras dan berbagai kebutuhan lain seperti pembalut, pakaian, peralatan medis, serta perlengkapan untuk tim penyalur,” ujar CEO WWF Indonesia, Aditya Bayunanda, di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta.
    Ia menjelaskan, distribusi ke Aceh dipilih karena lembaganya memiliki jaringan dan infrastruktur yang memudahkan penyaluran hingga ke desa-desa.
    “Itu wilayah kerja kita, sehingga kita bisa memfokuskan pengiriman ke sana,” kata Aditya.
    Dengan pengiriman terbaru ini, total bantuan yang masuk ke Aceh melalui WWF mencapai sekitar 57 ton.
    Namun, Aditya menyebut kebutuhan warga masih cukup besar, terutama bahan pangan.
    “Saat ini yang paling dibutuhkan masih sembako. Tapi minggu depan kami akan melakukan assessment langsung ke desa-desa untuk melihat apa yang benar-benar masih mereka perlukan,” jelasnya.
    Selain logistik untuk warga, disiapkan pula bantuan khusus untuk hewan yang terdampak bencana, berupa 400 kilogram makanan kucing dan anjing.
    “Ada 400 kg untuk makanan hewan, karena ini bagian dari tragedi ini yang enggak terliput ya tapi memang di sana pets, baik kucing dan anjing yang juga merasakan dampak dari bencana ini,” ujar Aditya.
    Sementara itu, Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Ronald C Payung mengatakan sejak awal Desember sudah ada sekitar 160 ton bantuan yang dikirim melalui sembilan penerbangan.
    “Pengiriman 6–7 kali menggunakan maskapai Garuda, Batik, Super Air Jet, Citilink, dan Pelita Air,” jelas Ronald.
    Sisanya dikirim melalui maskapai kargo Rimbun Air dengan sekali pengangkutan lebih dari 500 kilogram.
    Total bantuan Polri mencapai sekitar 157 ton, sementara bantuan masyarakat yang difasilitasi Polresta Bandara Soekarno-Hatta berada di kisaran 6–7 ton.
    “Ini akan terus berjalan karena sampai hari ini kami masih menerima bantuan masyarakat untuk kami distribusikan melalui personel Polri di daerah terdampak,” ujar Ronald.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banteng Jatim U-17 Tembus Final Soekarno Cup 2025, Berkat Mental Juara

    Banteng Jatim U-17 Tembus Final Soekarno Cup 2025, Berkat Mental Juara

    Surabaya (beritajatim.com) – Banteng Jatim FC U-17 memastikan langkah ke partai final Soekarno Cup 2025 usai menundukkan Banteng Jawa Tengah dengan skor tipis 2-1 di Stadion Ngurah Rai, Bali, Kamis (11/12/2025). Kemenangan ini menegaskan kekuatan mental dan kedewasaan taktik tim muda Jawa Timur dalam laga berintensitas tinggi.

    Sejak awal pertandingan, tekanan langsung terasa dengan tempo cepat dan duel keras di lini tengah. Banteng Jatim mampu menjaga fokus permainan hingga peluit akhir, meski mendapat tekanan berat pada menit-menit krusial.

    Gol pembuka dicetak Arya Abdul Wahab pada menit ke-6 melalui penetrasi cepat di sisi kanan pertahanan lawan. Keunggulan Jatim bertambah pada menit ke-83 lewat Muhammad Danial El Zeno yang memanfaatkan kemelut di depan gawang.

    Situasi memanas saat Banteng Jawa Tengah memperkecil kedudukan melalui penalti Manggih Aliffendy pada menit ke-85, membuat sisa laga berlangsung menegangkan.

    Manajer tim Banteng Jatim U-17, Dr. Ir. Daniel Rohi, M.Eng.Sc., IPU, menyebut keberhasilan tim lahir dari proses panjang pembinaan dan dukungan moral yang konsisten dari berbagai pihak. Dia menilai perhatian Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, memberi energi tersendiri bagi pemain.

    “Kemenangan ini membuktikan bahwa manajemen mental tim kami sangat teruji. Mampu merespons tekanan, terutama saat penalti terjadi di menit-menit krusial, menunjukkan kedewasaan dan karakter juara yang kami tanamkan,” ujar Daniel Rohi.

    Dukungan serupa juga datang dari Ketua Tim Banteng Jatim U-17, Eri Cahyadi, yang memberikan motivasi langsung kepada pemain sebelum pertandingan.

    “Setiap laga menunjukkan progres. Saya hanya berpesan agar mereka tetap fokus, disiplin, dan menjaga komunikasi sepanjang pertandingan. Mereka menjalankan itu dengan baik. Gol cepat, tekanan berani, hingga bertahan di menit-menit kritis itu bukti kedewasaan mereka,” kata Eri.

    Pelatih Kepala Banteng Jatim U-17, Anies Septiawan, S.Pd., mengakui laga semifinal menguras emosi dan konsentrasi pemain. Dia bersyukur anak asuhnya mampu menjaga ketenangan hingga akhir pertandingan.

    “Pertama alhamdulillah, syukur luar biasa. Jujur, tegang. Karena di menit-menit akhir kita kena penalti. Tapi sesuai doa dan keyakinan kita, akhirnya kita lolos. Alhamdulillah,” ujar Coach Anies.

    Kapten tim, Rizky Dwi Laksono, menilai arahan pelatih menjadi kunci saat tim berada dalam tekanan.

    “Pertandingan hari ini luar biasa, sangat menghibur, dan bagi pemain sendiri sangat tegang di menit-menit akhir. Instruksi Head Coach bisa meredakan dan mengontrol pertandingan hari ini, strategi pelatih sudah berjalan,” ujarnya.

    Kini Banteng Jatim U-17 mengalihkan fokus pada pemulihan fisik dan mental jelang partai final. Konsistensi pembinaan, soliditas tim, dan kesiapan mental menjadi modal utama Jawa Timur untuk mengincar gelar juara Soekarno Cup 2025. [asg/but]

  • Mendagri Tito: Karier Politik Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Selesai

    Mendagri Tito: Karier Politik Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Selesai

    Tangerang, Beritasatu.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan karier politik Bupati Aceh Selatan Mirwan MS terancam selesai setelah menerima sanksi pemberhentian sementara selama 3 bulan. Sanksi dijatuhkan karena Mirwan bepergian ke luar negeri tanpa izin saat daerahnya diterjang bencana.

    “Selesai. Bagi seorang politisi, kena sanksi seperti itu, karier politiknya pun akan berpengaruh,” kata Tito di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Jumat (12/12/2025).

    Sanksi kepada Mirwan diberikan setelah Inspektorat Jenderal Kemendagri melakukan pemeriksaan dan menemukan pelanggaran berat dilakukan oleh politisi Partai Gerindra itu. 

    Mirwan dianggap melanggar Pasal 76 ayat (1) huruf i Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengatur larangan bepergian ke luar negeri tanpa izin tertulis dari mendagri.

    “Mirwan terbukti melakukan pelanggaran karena pergi umrah ketika daerahnya tengah mengalami bencana. Diatur secara spesifik, ancaman sanksinya adalah pemberhentian sementara selama 3 bulan,” jelasnya.

    Keberangkatan Mirwan pada 2 Desember 2025 memicu protes karena dilakukan saat Aceh Selatan menghadapi banjir bandang dan longsor. Mirwan sebelumnya juga mengaku tidak sanggup menangani bencana tersebut. 

    Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem pada 5 Desember 2025 menegaskan tidak pernah memberi izin kepada Mirwan untuk berangkat umrah karena daerahnya sedang dalam status darurat bencana.

    Tito menekankan proses penjatuhan sanksi berlangsung profesional tanpa terpengaruh afiliasi politik. Meski Mirwan berasal dari Partai Gerindra yang sama dengan Presiden Prabowo Subianto, keputusan tetap murni berdasarkan hasil pemeriksaan.

    “Saya tidak peduli partainya, partainya Gerindra juga. Perintah Pak Presiden tidak masalah. Pak Presiden bilang tindak dan laksanakan, ya sudah kita laksanakan,” ujar Tito.

    Surat Keputusan pemberhentian sementara diterbitkan pada 9 Desember 2025. Langkah ini menjadi preseden penting dalam penegakan disiplin kepala daerah saat menghadapi situasi krisis.

    Dengan keluarnya sanksi ini, jabatan Mirwan dinonaktifkan sementara dan menjadi sorotan terkait akuntabilitas pejabat publik dalam menangani kondisi darurat.

  • Kementerian ESDM, SKK Migas dan KKKS Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Sumatra

    Kementerian ESDM, SKK Migas dan KKKS Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Sumatra

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) terus menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Bantuan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah dan industri hulu migas untuk meringankan beban masyarakat pasca banjir dan longsor. 

    Penyaluran bantuan dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta posko penanganan darurat di masing-masing wilayah terdampak. Bantuan yang diberikan mencakup logistik kebutuhan dasar dan sarana pendukung penanganan bencana, antara lain genset, paket sembako dan bahan pangan siap saji, air mineral dan perlengkapan sanitasi, selimut, tenda keluarga, matras, dan perlengkapan bayi, perlengkapan kesehatan dan obat-obatan, peralatan kebersihan untuk pemulihan pasca bencana, serta dukungan logistik tambahan sesuai kebutuhan lapangan.

    Bantuan kemanusiaan tersebut dilepas secara resmi oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, bersama Kepala SKK Migas, melalui armada cargo udara di Bandara Soekarno-Hatta yang disiapkan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses akibat terputusnya jalur transportasi.

    Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa kontribusi ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dan sektor energi dalam membantu masyarakat di tengah bencana.

    “Bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian Kementerian ESDM bersama SKK Migas serta KKKS terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa negara hadir untuk membantu warga yang terdampak, sekaligus mendukung percepatan penanganan darurat dan pemulihan kondisi di lapangan,” ujar Yuliot, (11/12/2025).

    Yuliot menambahkan bahwa dukungan ini tidak hanya bersifat material, namun juga merupakan simbol solidaritas dan komitmen jangka panjang sektor energi dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

    Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menyampaikan, sebelumnya SKK Migas telah mengoordinasikan partisipasi dari sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Sumatera Bagian Utara, untuk bersama-sama menyediakan bantuan yang relevan dengan kebutuhan terkini di posko pengungsian maupun titik-titik terdampak. 

    “Penyaluran bantuan secara berlanjut kita lakukan. Hari ini terkirim seberat 12 Ton dan 146 Kilogram terdiri dari tenda besar, genset & Jet Cleaner. Siang ini masuk cargo pesawat dan terbang menuju lokasi,” kata Djoko Siswanto.

  • 88 Tahun ANTARA dan saksi sejarah heroisme di Jatim

    88 Tahun ANTARA dan saksi sejarah heroisme di Jatim

    Surabaya (ANTARA) – Secara nasional, Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA menukil sejarah kelahirannya pada 13 Desember 1937 (88 tahun), namun LKBN ANTARA Biro Surabaya/Jawa Timur mulai mengukir sejarah pada 1 Oktober 1945. Meski selisih 8 tahun, justru sejarah ANTARA di Jatim sangat banyak mengukir sejarah.

    Hampir tidak ada satu pun jejak historis dari heroisme Arek-Arek Surabaya yang terlewatkan dari kesaksian tertulis pewarta Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Surabaya/Jatim, bahkan naskah proklamasi kemerdekaan RI juga disebarluaskan oleh ANTARA, termasuk ANTARA Perwakilan/Cabang Surabaya.

    Naskah Proklamasi diterima Kantor Berita (KB) Indonesia Cabang Surabaya (eks KB Domei) dalam bentuk morse dari KB Domei Pusat/Jakarta, 15 menit setelah dideklarasikan Soekarno-Hatta di Jakarta, Jumat, 17 Agustus 1945. Berita proklamasi itu diterima markonis Jakoeb dan Soewardi (dari KB Domei Jakarta) pada pukul 11.44 WIB, lalu disalin dari morse ke bahasa latin dan diserahkan ke RM Bintarti dan Soetomo (Bagian Redaksi).

    Penyebarluasan informasi terkait jejak historis itulah salah satu keunggulan kantor berita, karena masa silam memang tidak banyak media seperti sekarang. Jadi, ada dua keunggulan kantor berita, kala itu, yakni informasi historis dari jejak masa lalu (dalam bentuk narasi atau foto) dan jejaring informasi dari lokal, hingga internasional.

    Lewat pemberitaan proklamasi itu, akhirnya jejak historis perjuangan Arek-arek Surabaya pun terekam, hingga kini. Pada era perjuangan itu, KB Domei Cabang Surabaya dipimpin oleh Ohara (Jepang), dengan anggota redaksi Soetomo (Bung Tomo), RM Bintarti, Soemadji Adji Wongsokoesoemo, Wiwiek Hidayat, dan Fakih.

    Sejumlah eks wartawan KB Domei Cabang Surabaya itulah yang akhirnya memisahkan diri dari KB Domei dan mendirikan KB Indonesia Cabang Surabaya di Jalan Tunjungan 100 pada 1 September 1945, hingga akhirnya menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Cabang Surabaya, pasca-pelucutan senjata Jepang (1 Oktober 1945).

    Selain penyiaran naskah Proklamasi (17 Agustus 1945) itu, jejak historis dari para wartawan ANTARA itu pun dapat ditelusuri dalam sejumlah informasi penting sepanjang kurun 1945-1949, di antaranya kelahiran kantor berita Indonesia (1 September 1945), Perobekan Bendera Belanda (17 September 1945), dan Rapat Raksasa di Tambaksari (21 September 1945).

    Informasi historis lainnya adalah Fatwa dan Resolusi Jihad (21-22 Oktober 1945) yang disiarkan ANTARA (25 Oktober 1945), Sekutu mendarat di Surabaya (25 Oktober 1945), Jenderal AWS Mallaby tewas (30 Oktober 1945), Perang Besar (10 November 1945), hari terakhir ANTARA bertahan di Surabaya (22 November 1945), dan ANTARA bergiat kembali (medio Agustus 1949).

    Perobekan bendera Belanda

    Jejak historis perobekan bendera merah-putih-biru Belanda, 17 September 1945, tak terlepas dari peran sejumlah wartawan eks KB Domei Cabang Surabayayang merintis KB Indonesia Cabang Surabaya di Jalan Tunjungan 100 pada 1 September 1945 (lokasinya sekarang menjadi cagar budaya “Monumen Pers Perjuangan Surabaya”).

    Para wartawan eks KB Domei itu adalah Soetomo (Bung Tomo) dkk, yakni RM (Raden Mas) Bintarti, Amin Lubis, dan Sjamsoel Arifin. Menurut catatan mantan Redaktur ANTARA Boyke Soekapdjo, pada masa penjajahan Jepang, kantor berita hanya satu, yakni KB Domei. Selain KB, di tiap kota besar hanya ada satu koran, yakni “Asia Raya” di Jakarta dan “Soeara Asia” di Surabaya.

    Sebelumnya, Adam Malik dan para pejuang sudah mendirikan KB ANTARA (13 Desember 1937), namun ANTARA sempat akan dibubarkan, ketika masa penjajahan Jepang, karena ada KB Domei, tapi Adam Malik berhasil mempertahankan dan menjadikan ANTARA sebagai bagian dari KB Domei bagian Indonesia.

    KB Domei Surabaya adalah yang pertama memutuskan hubungan dengan KB Domei pusat di Jakarta, beberapa hari sesudah Proklamasi. Untuk mengisi kekosongan, Soetomo membentuk kantor berita Indonesia pada 1 September 1945 (lokasinya di Jl Tunjungan 100, Surabaya, yang digunakan penjualan arloji merek ternama — KB Indonesia itu akhirnya menjadi LKBN ANTARA Cabang Surabaya pasca-pelucutan senjata Jepang pada 1 Oktober 1945).

    Gedung yang telah masuk cagar budaya Kota Surabaya sebagai “Monumen Pers Perjuangan Surabaya” itulah yang diceritakan almarhum Wiwiek Hidayat (pimpinan ANTARA Surabaya pasca-Agresi Belanda II/1948), adalah kesempatan memberitakan peristiwa perobekan bendera merah-putih-biru (bendera Belanda) di atas gedung Hotel Orange (saat zaman Jepang dinamai Hotel Yamato dan kini disebut Hotel Mojopahit).

    Wartawan Kantor Berita ANTARA yang menjadi “saksi mata” perjuangan Arek-arek Surabaya dalam perobekan bendera merah-putih-biru di puncak Hotel Yamato pada 17 September 1945 (1 bulan pasca-proklamasi) adalah Wiwiek Hidayat (mengabarkan lewat berita teks), Abdoel Wahab Saleh (mengabadikan lewat foto), dan Djohan Sjahrozah (pelaku pengerahan massa ke Hotel Yamato.)

    Kebetulan, Kantor Berita ANTARA, saat itu berlokasi di Jalan Tunjungan 100 Surabaya, yang berada di seberang hotel itu, sehingga Wiwiek menjadi saksi mata proses perobekan bendera di hotel itu.

    Dalam perbincangan dengan Wiwiek, yang dicatat dalam blog-nya pada 2008-2009, mantan Wakil Ketua PWI Jatim (1994-1998) yang juga teman dekat Wiwiek di PWI Jatim, HM Yousri Nur Raja Agam, menyebut Wiwiek Hidayat menjadi saksi mata di sana, lalu mencatat dan memberitakannya, Wiwiek Hidayat tahu persis nama orang yang merobek kain warna biru dari bendera Belanda (merah-putih-biru) itu.

    “Kain warna biru itu dirobek dengan digigit. Setelah robek, dua warna merah dan putih yang tersisa pun kembali diikatkan ke tiang bendera dan dinaikkan kembali menjadi merah-putih. Orang yang merobek itu adalah Kusno Wibowo, dibantu Onny Manuhutu, dan ada dua orang lagi yang saya tidak kenal. Dokumentasinya (foto) masih tersimpan di (kantor berita) ANTARA,” kata Yousri menirukan Wiwiek.

    Selain itu, ANTARA mempunyai sosok perempuan menakjubkan bernama Loekitaningsih yang berpidato dalam Rapat Raksasa di Tambaksari Surabaya pada 21 September 1945 atau 4 hari sesudah peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato itu.

    Resolusi Jihad

    Terkait fatwa jihad dan resolusi jihad (diumumkan hampir bersamaan) itu, mantan Redaktur LKBN ANTARA Pusat Boyke Soekapdjo menyebut fatwa itu bermula dari upaya Bung Tomo (saat itu menjadi Pimred ANTARA) menemui Soekarno agar Jakarta meniru gerakan Arek-Arek Surabaya dalam perobekan bendera Belanda (Sekutu belum datang/ 25/10/1945), namun Soekarno tidak setuju, karena mempertimbangkan ancaman Sekutu.

    Akhirnya, Bung Tomo bersama Mayjen Moestopo (komandan sektor perlawanan Surabaya), Soengkono, dan tokoh lain datang menemui KH Hasyim Asy’ari untuk meminta fatwa untuk melakukan perang suci (jihad), guna mengusir Sekutu-Inggris dan NICA-Belanda. Arek-arek Surabaya khawatir NICA yang datang membonceng Sekutu akan berkuasa kembali melalui penunjukan Sekutu pada NICA,.

    Di tengah situasi yang memanas, KH M Hasyim Asy’ari memerintahkan KH Wahab Chasbullah untuk mengumpulkan wakil/konsul NU se-Jawa dan Madura untuk membahas permintaan Bung Tomo dkk di HBNO/Kantor Pemuda Ansor di Jalan Bubutan VI/2, Surabaya (Bubutan juga tidak jauh dari Blauran IV/25 yang menjadi Markas Oelama Djawa Timur/MODT) , sehingga tercetuslah Resolusi Jihad (22/10/1945), yang akhirnya digelorakan Bung Tomo dalam pidatonya yang berapi-api. LKBN ANTARA pun memberitakan resolusi jihad itu pada 25 Oktober 1945.

    Sejarahwan NU KH Agus Sunyoto (alm.) dalam buku karyanya yang berjudul “Fatwa dan Resolusi Jihad: Sejarah Perang Rakyat Semesta di Surabaya 10 November 1945” (2017) mencatat bahwa fatwa dan resolusi jihad diumumkan hampir bersamaan itu difatwakan para ulama guna menyambut kabar kedatangan Sekutu-Inggris yang diboncengi tentara NICA-Belanda, lalu disiarkan media massa, selang 3-5 hari berikutnya.

    Media massa yang memberitakan resolusi jihad itu disebut dalam buku karya KH Agus Sunyoto, yaitu LKBN ANTARA (25/10/1945), bertepatan mendaratnya Sekutu di Tanjung Perak, Surat Kabar “Kedaulatan Rakyat” Yogyakarta (26/10/1945 – edisi No.26 Tahun ke-1), dan Surat Kabar “Berita Indonesia” Jakarta (27/10/1945).

    Fatwa/Resolusi Jihad (berjuang membela bangsa dan negara dihukumi jihad fi sabilillah) itulah yang menggelorakan semangat juang Arek-Arek Surabaya menjelang Pertempuran 10 November 1945 yang didahului datangnya Sekutu yang dipimpin Brigadir Aubertin Walter Sothern (AWS) Mallaby dan mendarat di Tanjung Perak, Surabaya 25 Oktober 1945.

    Akhirnya, terjadi sejumlah insiden pada 27-29 Oktober 1945. Pada 27 Oktober 1945, Pesawat Sekutu menyebarkan selebaran yang memerintahkan pelucutan senjata untuk warga Surabaya. Kejadian ini dicatat perwira penerangan India PRS Mani, yang akhirnya juga masuk ANTARA (Buku “100 awak ANTARA”).

    Pada 28 Oktober 1945, Soetomo berpidato berapi-api mengobarkan semangat pejuang. Akhirnya, “kontak senjata” pun tak terelakkan. Sekutu sebagai pemenang Perang Dunia II pun kalah dalam satu pukulan terakhir, sehingga Sekutu pun meminta bantuan Presiden Soekarno untuk menenangkan pejuang. Bersama Wakil Presiden Hatta dan Menteri Penerangan Amir Sjarifoeddin, Soekarno pun datang ke Surabaya pada 29 Oktober 1945.

    Tidak sulit bagi Soekarno menenangkan pejuang, yang ditokohi sesama pejuang bawah tanah dan ditambah unsur ANTARA, seperti Djohan, Soetomo dan lain-lain, namun akhirnya terjadi “kontak senjata” juga antara Arek-Arek Suroboyo dengan tentara Sekutu di depan Gedung Internatio di kawasan Jembatan Merah, Selasa sore,30 Oktober 1945.

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bandara Dhoho Kediri Jadi Titik Awal Keberangkatan Umrah dengan Skema Feeder Domestik

    Bandara Dhoho Kediri Jadi Titik Awal Keberangkatan Umrah dengan Skema Feeder Domestik

    Kediri (beritajatim.com) – Bandar Udara Internasional Dhoho Kediri kini telah difungsikan sebagai titik awal keberangkatan jemaah umrah. Hari ini, Jumat (12/12/2025) biro perjalanan umrah PT Madina Wisata Muslim Kediri memberangkatkan jemaahnya melalui skema feeder domestik menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, sebelum melanjutkan penerbangan internasional.

    Ahmad Nurudin, Pimpinan PT Madina Wisata Muslim mengatakan, biro perjalanan umrah lokal yang berdomisili di Dusun Sumberurip, Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, menegaskan komitmennya dalam mendukung optimalisasi Bandara Dhoho. Biro yang beroperasi di bawah naungan El Hadi Internasional Grup ini sukses memberangkatkan rombongan jemaah umrah.

    “Alhamdulillah dalam satu tahun kita sudah bisa memberangkatkan kurang lebih enam rombongan, setiap bulan hampir rata – rata di musim umroh tahun 2025. Dan hari ini puncaknya di Desember, kita membuat dua program,” ujar Ahmad Nurudin.

    Di puncak musim umrah Desember 2025, pihaknya menjalankan dua program. Program Promo hari ini dengan memberangkatkan 50 jemaah melalui Bandara Dhoho Kediri menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, dengan paket khusus 9 hari. Keberangkatan lanjutan rombongan pada tanggal 16 Desember diberangkatkan melalui Bandara Juanda.

    Pemberangkatan perdana melalui Bandara Dhoho ini mendapat sambutan hangat dari PT Surya Dhoho Investama (SDHI), anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin.

    Harapan Rute Langsung Kediri-Jeddah

    Meskipun saat ini masih berupa penerbangan feeder (transit) di Jakarta, Ahmad Nurudin berharap Bandara Dhoho mampu menyediakan rute langsung Kediri ke Jeddah di masa mendatang. Dia menjelaskan bahwa penerbangan langsung akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi efisiensi biaya jemaah.

    “Sebenarnya bagi masyarakat Kediri, kalau Bandara Dhoho sudah benar-benar beroperasi dan menyediakan penerbangan dari Kediri ke Jeddah, kita sebagai masyarakat Kediri dan pada umumnya jamaah itu berangkatnya dari Dhoho, lebih dekat dan kita bangga,” tegasnya.

    Jemaah umrah dibawah naungan biro perjalanan PT Madina Wisata Muslim bersiap berangkat dari Bandara Dhoho Kediri.

    Keberangkatan dari Juanda mengharuskan jemaah mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi domestik. Dengan berangkat dari Dhoho, jemaah dapat menekan biaya tersebut secara substansial. PT Madina Wisata Muslim berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan kualitas kegiatan umrah bagi masyarakat Kediri.

    Ini bukan kali pertama Madina Wisata Muslim mewarnai operasional Bandara Dhoho. Sebelumnya, saat bandara dibuka, perusahaan di bawah naungan El Hadi, yakni PT Al Tour Wisata Mulia, juga telah melakukan inisiasi serupa.

    “Harapannya ke depan bersama-sama mampu untuk membawa Bandara Dhoho ini menjadi ikon maskapai atau penerbangan di Kota Kediri. Kita sebagai warga Kediri bangga ketika nanti Bandara Dhoho benar-benar menjadi salah satu bandara yang mampu memberikan fasilitas para jemaah umroh khususnya di Kota Kediri,” harapnya.

    Terpisah, Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDHI), Maksin Arisandi, menegaskan bahwa Bandara Dhoho memiliki daya tarik pasar yang kuat di mata maskapai internasional. Ia mencatat bahwa maskapai besar seperti Saudi Arabian Airlines, Singapore Airlines, All Nippon Airways (ANA), Malaysia Airlines, serta maskapai dari Australia, China, Brunei, Thailand, Turki, Iran, dan Eropa menunjukkan minat. “Maskapai selalu menilai dari sisi potensi, jadi minat mereka merupakan sinyal positif,” kata Maksin.

    Menurutnya, salah satu maskapai yang paling potensial membuka rute umrah perdana adalah Flyadeal, maskapai low-cost dari Saudi Arabian Airlines. Proses izin penerbangan disebut tinggal menunggu finalisasi di Kementerian Perhubungan.

    “Target kami, awal tahun depan, Januari atau Februari sudah ada penerbangan umrah sebagai tahap uji coba,” tegas Maksin Arisandi.

    Diketahui, Bandara Dhoho Kediri mulai beroperasi kembali, pada bulan ini. Selain Madina Wisata Muslim, PT Kampung Coklat Internasional asa Blitar juga melakukan pemberangkatan jemaah umrahnya dari Bandara DHX dengan skema serupka. [nm/kun]

  • 6
                    
                        Etomidate Jadi Narkotika Usai Kapolri Lapor ke Presiden Prabowo
                        Nasional

    6 Etomidate Jadi Narkotika Usai Kapolri Lapor ke Presiden Prabowo Nasional

    Etomidate Jadi Narkotika Usai Kapolri Lapor ke Presiden Prabowo
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah resmi memasukkan etomidate, obat bius yang belakangan marak dicampurkan dalam cairan vape, ke dalam daftar Narkotika Golongan II.
    Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika yang ditetapkan pada awal Desember.
    Dengan perubahan ini, para pengguna
    vape
    yang mengandung
    etomidate
    kini dapat dikenai jerat pidana berdasarkan Undang-Undang Narkotika.
    Selain itu, aparat penegak hukum juga dapat merekomendasikan tindakan
    rehabilitasi medis
    maupun sosial.
    “Sekarang (etomidate) sudah masuk golongan narkotika, jadi pengguna bisa dikenakan UU Narkotika, (dan) rehab,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, kepada wartawan, Kamis (11/12/2025).
    Eko menjelaskan, sebelum adanya Permenkes terbaru ini, etomidate belum termasuk dalam golongan narkotika.
    Penindakan atas temuan etomidate saat itu hanya mengacu pada Undang-Undang Kesehatan.
    Konsekuensinya, hukum hanya dapat menjerat produsen dan pengedar, sementara pengguna tidak dapat dipidana.
    “Dulu belum masuk golongan narkotika. Jadi penindakan masih pakai UU Kesehatan dan hanya bisa dikenakan pada pengedar/produsen, pengguna tidak bisa dikenakan UU Kesehatan,” ujar Eko.
    Ia juga menunjukkan salinan Permenkes Nomor 15 Tahun 2025 sebagai dasar hukum baru tersebut.
    Dalam aturan itu,
    Narkotika Golongan II
    didefinisikan sebagai narkotika berkhasiat pengobatan yang hanya digunakan sebagai pilihan terakhir, dapat dimanfaatkan untuk terapi atau riset, namun memiliki potensi ketergantungan tinggi.
    Etomidate kini tercantum di urutan terakhir daftar golongan tersebut.
    Pengetatan aturan ini muncul di tengah meningkatnya temuan peredaran vape berisi cairan etomidate.
    Beberapa waktu lalu, kepolisian membongkar jaringan penyelundupan internasional yang memasok ribuan cartridge vape berisi zat anestesi tersebut, dengan nilai estimasi mencapai Rp 42,5 miliar.
    Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Ronald Sipayung mengungkapkan, satu warga negara asing asal Malaysia berinisial B ditetapkan sebagai tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO).
    B diduga menjadi pengendali sekaligus pemesan utama barang terlarang tersebut dari luar negeri.
    “Yang bersangkutan diduga berperan sebagai pengendali atau pemesan barang dari luar negeri,” ujar Ronald, dalam konferensi pers di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Rabu (12/11/2025).
    Atensi pemerintah terhadap penyalahgunaan etomidate meningkat setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan langsung kepada
    Presiden Prabowo Subianto
    mengenai temuan dua jenis obat bius yang belum tercakup dalam hukum pidana.
    Keduanya adalah ketamin dan etomidate.
    Masalah tersebut disampaikan Kapolri dalam laporannya saat acara pemusnahan barang bukti narkoba seberat 214,84 ton dengan total nilai Rp 29,37 triliun di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).
    “Kami laporkan bahwa hasil temuan di lapangan saat ini telah terjadi tren baru yang cukup mengkhawatirkan, yaitu maraknya penggunaan senyawa berbahaya berupa ketamin, yang digunakan dengan cara dihirup melalui hidung serta etomidate yang dicampur dengan liquid vape dan kemudian dihisap menggunakan pods,” kata Kapolri.
    “Kedua, senyawa berbahaya tersebut sampai dengan saat ini belum diatur dalam produk hukum, sehingga penggunanya tidak dapat dipidana,” tambah dia.
    Menurut Kapolri, ketamin kini banyak disalahgunakan dengan cara dihirup melalui hidung, sementara etomidate dicampur dalam cairan vape (liquid) dan dihisap menggunakan perangkat pods.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.