Tag: Meutya Hafid

  • Rudi Valinka Jadi Stafsus Kementerian Komdigi, Pengamat: Apa Urgensinya Mengangkat "Buzzer"?
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        14 Januari 2025

    Rudi Valinka Jadi Stafsus Kementerian Komdigi, Pengamat: Apa Urgensinya Mengangkat "Buzzer"? Nasional 14 Januari 2025

    Rudi Valinka Jadi Stafsus Kementerian Komdigi, Pengamat: Apa Urgensinya Mengangkat “Buzzer”?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
    Adi Prayitno
    , mempertanyakan alasan ditunjuknya Rudi Sutanto alias
    Rudi Valinka
    sebagai Staf Khusus (Stafsus) Bidang Strategi Komunikasi Kementerian Komunikasi dan Digital.
    Pasalnya, Rudi Valinka selama ini dikenal publik sebagai sosok di balik akun pendung (
    buzzer
    ) @
    kurawa
    di media sosial 
    X.
    “Tentu publik bertanya-tanya, apa urgensinya stafsus yang dinilai berlatar belakang
    buzzer
    yang kerap agresif menyerang pihak lain selama ini?” kata Adi kepada
    Kompas.com
    , Selasa (14/1/2025).
    “Kayak tak ada orang hebat aja di negara ini,” ujar dia melanjutkan.
    Adi mengatakan, Menteri Komdigi Meutya Hafid semestinya menyeleksi orang-orang yang diangkat dalam posisi strategis secara hati-hati.
    Menurut dia, seorang menteri perlu mengecek betul latar belakang dan rekam jejak si stafsus demi menjaga kredibilitas kementerian.
    Ia pun berpesan, orang yang ditunjuk sebagai stafsus seharusnya mereka yang ahli dan terbukti dalam urusan komunikasi dan digital.
    “Yang jadi stafsus mestinya mereka yang ahli dan terbukti dalam urusan Komdigi, bukan cuma misalnya banyak
    follower
    -nya di medsos,” kata Adi.
    Oleh karena itu, Adi tidak heran bila akhirnya Kementerian Komdigi dikritik publik seiring pengangkatan Rudi Valinka sebagai stafsus.
    Sementara itu, Meutya mengaku tidak mengetahui apakah Rudi Sutanto adalah orang yang sama dengan Rudi Valinka.
    “Saya enggak tahu ya Rudi Sutanto yang saya kenal ya Rudi Sutanto. Jadi saya tidak mau berspekulasi mengenai siapa Rudi Sutanto,” kata Meutya usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/1/2025).
    Meutya menuturkan, Rudi yang ia kenal dan dilantik tadi pagi adalah seorang pegiat strategi komunikasi.
    Hal ini pula yang tercantum dalam curriculum vitae (CV) yang diterimanya.
    “Yang dari CV yang kami terima, beliau memang juga adalah strategi komunikasi dan jadi juga mewarnai di kementerian ini, karena secara kementerian juga ini enggak cuma digital tapi juga di bidang komunikasi,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Siapa Pemilik Aplikasi Jagat? Seorang Arsitek Lulusan MIT

    Siapa Pemilik Aplikasi Jagat? Seorang Arsitek Lulusan MIT

    Saat ini, fenomena pencarian Koin Jagat tengah populer di berbagai wilayah di Indonesia. Koin-koin Jagat tersebut disebar di berbagai titik oleh aplikasi bernama Jagat melalui fitur Treasure Hunt.

    Aplikasi Jagat belakangan ini ramai dibicarakan setelah Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan akan menelusuri dan mengawasi aplikasi ini. Hal ini menyusul banyak laporan dari masyarakat tentang fasilitas publik yang rusak akibat orang-orang mencari Koin Jagat di berbagai titik.

    Lalu, sebenarnya siapa pemilik aplikasi Jagat yang ramai baru-baru ini? Berikut penjelasan selengkapnya di bawah ini.

    Apa itu aplikasi Jagat?

    Aplikasi Jagat adalah platform media sosial yang dikembangkan oleh Jagat Technology Pte. Ltd. Aplikasi ini dirancang untuk memberdayakan orang-orang agar dapat membuat konektivitas, menikmati interaksi di dunia nyata, membuat penemuan baru, dan berbagi pengalaman yang menarik.

    Aplikasi Jagat juga mencakup aplikasi sosial, game, AI, e-commerce, dan perencanaan kota. Aplikasi ini memiliki misi untuk membangun perluasan realitas yang mendorong orang-orang untuk lebih sering keluar guna menciptakan koneksi yang nyata dan membangun komunitas di dunia nyata.

    Dengan lebih dari 7 juta unduhan hanya dalam 5 bulan, aplikasi Jagat menjadi yang teratas di Jepang, Vietnam, Taiwan, dan Spanyol.

    Pemilik aplikasi Jagat

    Co-founder dan Presiden Jagat.io adalah Barry Beagen, seorang arsitek lulusan sarjana Civil and Environmental Engineering dari Cornell University pada 2011. Barry kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar master di bidang arsitektur dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada 2015.

    Dilansir profil LinkedIn pribadinya, Barry memulai kariernya di dunia arsitektur dengan berbagai posisi, di antaranya sebagai Asisten Peneliti di Urban Risk Lab MIT, Arsitek di Diller Scofidio + Renfro, serta Asisten Profesor Arsitektur, Perencanaan, dan Pelestarian di Universitas Columbia. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Program di Kota Kita Foundation di Indonesia pada periode 2018 hingga 2021.

    Dilansir Urbanet, Barry sempat menjadi seorang arsitek dan perancang tata kota yang berfokus pada sisi infrastruktur dan pembangunan kota yang berkelanjutan dan tahan terhadap perubahan iklim.

    Pada Kota Kita Foundation, ia mengembangkan metodologi untuk proses perencanaan kota kolaboratif dengan warga dan pemerintah.

    Barry pun diketahui membangun aplikasi Jagat sejak Desember 2021 di Jakarta, Indonesia.

  • Heboh Stafsus Menkomdigi Buzzer Medsos, Ini Kata Meutya Hafid

    Heboh Stafsus Menkomdigi Buzzer Medsos, Ini Kata Meutya Hafid

    Jakarta

    Tak hanya Raline Shah yang menjadi sorotan karena diangkat Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), tetapi ada juga Rudi Sutanto yang dikaitkan sebagai buzzer media sosial bernama Rudi Valinka atau @kurawa. Menkomdigi Meutya Hafid pun buka suara.

    Meutya mengaku tidak tahu sosok Rudi Sutanto itu sebagai pegiat media sosial dengan akun X @kurawa. Adapun saat pengenalan Rudi Sutanto usai dilantik, Meutya tidak membeberkan lebih lanjut mengenai sosoknya dibandingkan saat pengenalan Raline Shah.

    “Saya nggak tahu ya Rudi Sutanto yang saya kenal ya Rudi Sutanto. Jadi saya tidak mau berspekulasi mengenai apa siapa Rudi Sutanto, yang dari CV yang kami terima beliau memang juga adalah strategi komunikasi. Jadi juga mewarnai di kementerian ini, karena secara kementerian juga ini nggak cuma digital tapi juga di bidang komunikasi,” kata Meutya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/1/2025).

    Meutya menyampaikan alasan menunjuk Rudi Sutanto adalah lantaran dia dianggap ahli di bidang komunikasi strategis. Sehingga ia menyerahkan bidang tersebut kepada Rudi.

    “Karena ekspertis di bidang komunikasi. Kan tadi saya sudah jelaskan, teman-teman,” ujar Meutya.

    Sosok Rudi Sutanto yang dikaitkan dengan penggiat media sosial Rudi Valinka atau Kurawa di dua kanan bawah. Foto: Agus Tri Haryanto

    Meutya kembali menegaskan tak tahu soal Rudi Valinka yang dikaitkan dengan Rudi Sutanto. Dia mengaku tidak aktif bermain media sosial (medsos) Twitter atau yang kini sudah berubah nama menjadi X.

    “Saya nggak tahu, Mas, saya juga nggak terlalu main Twitter,” katanya.

    Diberitakan sebelumnya, Menkomdigi Meutya Hafid melantik sejumlah pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Komdigi, Senin (13/1/2025). Selain mengambil sumpah jabatan di level Direktur Jenderal (Dirjen), Meutya juga melantik Staf Ahli Menkomdigi dan Staf Khusus Menkomdigi.

    Khusus untuk Staf Khusus Menkomdigi ada empat orang, yang terdiri dari Raline Shah sebagai Staf Khusus Menkomdigi Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, Aida Rezalina Azhar sebagai Staf Khusus Menkomdigi Bidang Hubungan Antarlembaga, Ruby Sutarto sebagai Staf Khusus Menkomdigi Bidang Strategis Komunikasi. Sedangkan, Arnanto Prabowo tidak tampak karena sedang tugas di luar negeri.

    “Saudara-saudari menjabat menjadi stafsus memiliki peran strategis dalam mendukung menteri karena memang melakatnya kepada menteri langsung. Kami titipkan dengan itu tolong menjaga nama baik kementerian. Meskipun tidak dalam struktur resmi kementerian, tapi yakinlah bahwa stafsus akan kita perlakukan ke depan sebagai bagian integral dari keluarga Kementerian Komunikasi dan Digital,” ungkap Meutya.

    (agt/fay)

  • Benarkah Stafsus Menkomdigi Rudi Sutanto adalah Rudi Valinka Pendukung Jokowi? Meutya Hafid: Nggak Tahu

    Benarkah Stafsus Menkomdigi Rudi Sutanto adalah Rudi Valinka Pendukung Jokowi? Meutya Hafid: Nggak Tahu

    loading…

    Menkomdigi Meutya Hafid memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/1/2025). FOTO/RAKA DWI NOVIANTO

    JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital ( Menkomdigi ) Meutya Hafid buka suara terkait pelantikan Rudi Sutanto sebagai Staf Khusus Menteri Bidang Strategis Komunikasi. Rudi Sutanto ramai dikaitkan dengan seorang selebtweet bernama Rudi Valinka, pemilik akun Twitter @kurawa yang selama ini dikenal sebagai pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media sosial.

    “Saya nggak tahu ya. Rudi Sutanto yang saya kenal ya Rudi Sutanto, jadi saya tidak tidak mau berspekulasi mengenai apa siapa Rudy Sutanto,” kata Meutya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/1/2025).

    Meutya menjelaskan, berdasarkan CV yang pihaknya terima, Rudi Suranto bekerja sebagai strategi komunikasi.

    “Yang dari CV yang kami terima beliau memang juga adalah strategi komunikasi. Dan jadi juga mewarnai di kementerian ini karena secara kementerian juga ini nggak cuma digital tapi juga di bidang komunikasi,” jelasnya.

    Terkait alasan Meutya melantik, menurutnya Rudi menjadi salah satu ahli di bidang komunikasi.

    “Karena ekspertis di bidang komunikasi kan tadi saya sudah jelaskan teman-teman,” kata Meutya.

    Saat dikonfirmasi kembali apakah Rudi Sutanto merupakan Rudi Valinka, Meutya kembali menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

    “Saya enggak tahu Mas, saya juga enggak terlalu main Twitter,” tandasnya.

    (abd)

  • Sosok Stafsus Komdigi Raline Shah: Model, Aktris, dan Jaringan Politik Sumut

    Sosok Stafsus Komdigi Raline Shah: Model, Aktris, dan Jaringan Politik Sumut

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid baru saja menunjuk Raline Shah sebagai Staf Khusus Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital Komdigi.

    Pemilik nama lengkap Raline Rahmat Shah itu ditunjuk sebagai Stafsus Komdigi berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Komdigi terkait pengangkatan stafsus Menkomdigi.

    Raline Shah lahir pada 4 Maret 1985. Dia adalah anak dari seorang pengusaha sekaligus mantan anggota MPR dan DPR, Rahmat Shah bersama denhan istrinya Roseline Abu, seorang filantropis keturunan Melayu.

    Rahmat Shah adalah tokoh penting dalam politik Sumatra Utara. Dia pernah bergabung dengan Golkar, netral dan kemudian bergabung dengan PPP. Rahmat tercatat pernah menjabat sebagai senator dari Sumatra Utara.

    Selain Rahmat, Raline dalam banyak pemberitaan juga disebut memiliki hubungan kekerabatan dengan Ketua DPD Golkar Sumatra Utara, Musa Rajekshah. Musa dan Raline dalam catatan Bisnis, juga tercatat sebagai keponakan mendiang politikus Hanura, Kodrat Shah.

    Adapun Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid juga tercatat pernah menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatra Utara. Dia juga merupakan politikus Golkar.

    Kehidupan Pribadi

    Raline sempat tinggal di Jakarta dan Medan saat masih kecil, sebelum pindah ke Johor Bahru, Malaysia pada 1998. 

    Di sana dia bersekolah di Kolej Tuanku Ja’afar, sebuah sekolah asrama di Negeri Sembilan, Malaysia. Selama menempuh pendidikan, dia memulai kiprahnya di dunia film dengan menyutradarai 2 drama sekolah, berakting dalam 3 musikal dan berbagai produksi teater. 

    Kemudian, Raline melanjutkan pendidikan dengan berkuliah di National University of Singapore jurusan ilmu politik, dan menerima gelar dalam Ilmu Politik & Media Baru dan Komunikasi pada 2007. 

    Raline kemudian memulai kariernya di dunia hiburan dengan menjadi model untuk Mannequin Studios sejak 2004 hingga 2008.

    Dia juga sempat bekerja di Departemen Hubungan Masyarakat Paragon Medical selepas lulus kuliah dari 2008 hingga 2011.

    Dunia Hiburan

    Setelah menjadi model, dia kemudian mulai terjun ke dunia hiburan dengan menjadi salah satu kontestan Puteri Indonesia pada 2008 mewakili Sumatera Utara. 

    Dalam gelaran bergengsi tersebut, Raline terpilih masuk dalam lima besar dan dianugerahi gelar “Putri Favorit Indonesia”.

    Raline kemudian memulai debut aktingnya pada 2012, dengan berperan sebagai Riani di film 5 Cm garapan sutradara Rizal Mantovani.

    Sejak itu, Raline mulai membintangi berbagai judul film seperti 99 Cahaya di Langit Eropa, Supernova, Surga Yang Tak Dirindukan, Orang Kaya Baru, dan sebuah film di Malaysia, Polis Evo 2.

    Sejak sekolah Raline sudah gemar mengumpulkan berbagai prestasi seperti Silver Youth International Award pada 2002 dan Gold International Youth Award pada 2003 atas prestasinya dalam bidang olahraga, seni, dan lingkungan.

    Dia juga menerima Best Business Studies Academic Achievement Award serta memperoleh Gold Duke of Edinburgh Award untuk eksplorasi, pendakian, dan kerja sosial.

    Selain karier dan prestasinya di dunia hiburan, Raline Shah juga sempat ditunjuk sebagai Komisaris Independen Air Asia pada 2017, dan memiliki bisnis kedai kopi bersama keluarga, Kisaku, di kawasan Blok M.

    Tak hanya itu, pada 2023 Raline juga pernah ditunjuk menjadi pembicara di KTT ASEAN 2023. Kala itu Raline didapuk untuk menjadi perwakilan dari generasi muda ASEAN.

    Dalam sambutannya, dia menekankan pentingnya memprioritaskan kemanusiaan melampaui batas-batas negara, dan nilai-nilai bersama yang mengikat masyarakat Asia Tenggara.

  • Lindungi Anak di Ranah Digital, Pemerintah Buat Aturan Pembatasan Usia Bermedia Sosial

    Lindungi Anak di Ranah Digital, Pemerintah Buat Aturan Pembatasan Usia Bermedia Sosial

    loading…

    Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan pemerintah bakal mengeluarkan aturan mengenai batas usia dalam mengakses media sosial. Foto/SindoNews

    JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan pemerintah bakal mengeluarkan aturan mengenai batas usia dalam mengakses media sosial (medsos). Meutya menyebut saat ini pihaknya masih mempelajari sebelum mengeluarkan aturan tersebut.

    “Sebetulnya ini masih kita pelajari dulu betul-betul. Tapi pada prinsipnya gini sambil menjembatani aturan yang lebih ajeg pemerintah akan mengeluarkan aturan pemerintah terlebih dahulu sambil kemudian kajian yang terkait dengan perlindungan anak,” kata Meutya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (14/1/2025).

    Kementerian Komdigi, kata Meutya, juga akan berkoordinasi dengan DPR untuk membuat aturan yang lebih kuat untuk mengatur batasan usia bermedsos.

    “Lebih kuatnya lagi yang tidak bisa diranah kementerian karena harus melibatkan DPR itu juga kami akan siapkan. Sambil menjembatani sekali lagi kita keluarkan aturan sambil bicara dengan DPR apa aturan, UU seperti apa yang bisa kita keluarkan untuk melindungi anak-anak kita,” jelasnya.

    Presiden Prabowo Subianto, kata Meutya, juga memberikan atensi khusus terkait aturan pembatasan usia bermedia sosial. Menurut Prabowo, penting melindungi anak-anak di ranah digital.

    “Presiden kalau terkait anak-anak memang sangat atentif, tadi beliau sampaikan, lanjutkan, dipelajari. Dan agar bisa dilaksanakan beliau amat mendukung bagaimana perlindungan anak ini bisa dilakukan ke depan di ranah digital kita,” ungkapnya.

    (cip)

  • Segini Gaji Raline Shah Jadi Staf Khusus Menkomdigi – Page 3

    Segini Gaji Raline Shah Jadi Staf Khusus Menkomdigi – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Aktris Raline Shah resmi dilantik sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid untuk bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital. Selain peran strategisnya, gaji Raline Shah sebagai Staf Khusus menarik perhatian publik.

    Menteri Meutya Hafid menegaskan bahwa Staf Khusus akan menjadi bagian integral dari Kementerian, meskipun tidak termasuk dalam struktur resmi.

    “Staf Khusus akan kita perlakukan sebagai bagian keluarga besar Kementerian Komunikasi dan Digital,” ujarnya dalam siaran langsung kanal YouTube Komdigi.

    Dasar Aturan Gaji Staf Khusus Menteri

    Gaji dan fasilitas yang diterima Staf Khusus Menteri diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara.

    Berdasarkan Pasal 72, hak keuangan Staf Khusus setara dengan jabatan eselon IB atau Jabatan Pimpinan Tinggi Madya.

    Jenjang pangkat eselon IB berada pada golongan IV/d hingga IV/e. Gaji pokok PNS untuk golongan ini sebelum penyesuaian adalah sekitar Rp 3.447.200 hingga Rp 5.091.200.

    Namun, dengan kenaikan gaji PNS 2025 berdasarkan Perpres Nomor 10 Tahun 2024, kisarannya meningkat menjadi Rp 3.880.400 hingga Rp 6.373.200.

    Tunjangan Kinerja (Tukin) Sebagai Tambahan

    Selain gaji pokok, Staf Khusus Menteri juga berhak atas Tunjangan Kinerja (Tukin). Berdasarkan Perpres Nomor 119 Tahun 2017, Tukin untuk jabatan kelas 16, yang relevan dengan posisi Raline, adalah sekitar Rp 27.577.500 per bulan.

    Jika digabungkan, total penghasilan bulanan Raline Shah sebagai Staf Khusus Menteri Komdigi diperkirakan mencapai lebih dari Rp 30 juta, tergantung pada komponen lain seperti fasilitas tambahan.

     

  • Politik kemarin, Rudi Valinka hingga Presiden panggil Menkomdigi

    Politik kemarin, Rudi Valinka hingga Presiden panggil Menkomdigi

    Jakarta (ANTARA) – Beragam peristiwa politik telah terjadi pada Senin (13/1), dan berikut beberapa yang dapat Anda baca kembali di pagi ini, yakni mulai dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menanggapi soal “Rudi Valinka” hingga Presiden Prabowo Subianto memanggil Menkomdigi ke Istana Kepresidenan.

    1. Meutya akui tak tahu “Rudi Valinka” yang dilantiknya sebagai stafsus

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengaku tidak tahu soal pegiat sosial Rudi Valinka yang disebut-sebut merupakan Rudi Sutanto yang baru saja dilantik olehnya sebagai Staf Khusus Menteri Bidang Strategis Komunikasi di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.

    Pada Senin (13/1) pagi, Meutya diketahui melantik lima direktur jenderal serta sejumlah staf ahli dan staf khusus menteri di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital. Salah satu staf khusus yang dilantik, yakni Rudi Sutanto bersama dua lainnya, yakni Aida Rezalina sebagai Staf Khusus Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga dan Program Strategis, serta Raline Rahmat Shah sebagai Staf Khusus Menteri Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital.

    Selengkapnya baca di sini.

    2. Prabowo panggil Menkomdigi bahas transformasi digital dan e-government

    Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid guna membahas program-program strategis Kementerian Komdigi, antara lain transformasi digital dan penerapan e-government (pemerintahan digital, red.) di berbagai sektor layanan publik.

    “Program-program di Komdigi, di antaranya terkait dukungan kami untuk transformasi digital dan juga e-government, sebagaimana kita tahu Presiden sangat concern dengan digitalisasi,” kata Meutya saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/1).

    Selengkapnya baca di sini.

    3. Presiden dan Menkomdigi bahas strategi lindungi anak di ruang digital

    Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid berdiskusi membahas strategi pemerintah untuk melindungi anak-anak di ruang-ruang digital.

    Meutya Hafid menghadap Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/1), untuk melaporkan berbagai program transformasi digital yang dijalankan Kementerian Komunikasi dan Digital, termasuk di antaranya digitalisasi sistem-sistem pemerintahan.

    Selengkapnya baca di sini.

    4. Meutya: Raline Shah bertugas bantu jalankan program edukasi digital

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid kembali menjelaskan pertimbangannya menunjuk aktris Raline Shah sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital.

    Meutya menilai sosok Raline sebagai pekerja seni mempunyai koneksi yang cukup bagus dengan komunitas internasional dan Raline juga dikenal memperhatikan isu-isu terkait anak.

    Selengkapnya baca di sini.

    5. Waka DPR tanyakan kepada Raffi Ahmad insiden pengawalan mobil dinasnya

    Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengaku sempat menanyakan kepada Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad ihwal kronologi insiden patroli dan pengawalan (patwal) kendaraan dinas dengan nomor polisi RI 36 yang viral di media sosial milik pesohor tersebut.

    “Jadi, yang pertama, saya sempat menanyakan,” kata Dasco usai menerima kunjungan Raffi Ahmad di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/1).

    Selengkapnya baca di sini.

    Pewarta: Rio Feisal
    Editor: Budi Suyanto
    Copyright © ANTARA 2025

  • Buzzer Jokowi Diangkat Jadi Stafsus Menteri Komdigi, Denny Siregar hingga Yusuf Dumdum Beri Sentilan

    Buzzer Jokowi Diangkat Jadi Stafsus Menteri Komdigi, Denny Siregar hingga Yusuf Dumdum Beri Sentilan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Rudi Sutanto dikenal di media sosial dengan nama Rudi Valinka, yang juga pemilik akun X – @kurawa telah dilantik jadi Staf Khusus Menteri Bidang Strategis Komunikasi Meutya Hafid.

    Pelantikan Rudi itu digelar Senin, (13/1/2025). Hal ini pun jadi perbincangan publik. Rudi yang selama ini aktif di Media Sosial dan lebih dikenal sebagai buzzer Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sendiri mengaku tak tahu menahu soal Rudi yang dikenal sebagai salah satu buzzer Jokowi.

    “Rudi Sutanto yang saya kenal ya Rudi Sutanto. Jadi saya tidak mau berspekulasi mengenai siapa Rudi Sutanto,” kata Meutya Hafid.

    Sementara itu, Pegiat Media Sosial, Denny Siregar, memberikan sentilan kepada Rudi.

    “Selamat ya @kurawa akhirnya cita-citanya untuk jadi pejabat kecapai juga. Biar bisa selevel ama @kangdede78,” ungkap Denny Siregar.

    Hal senada juga disampaikan oleh, Pegiat Sosial Media Yusuf Dumdum.

    “Selamat @kurawa sudah jadi pejabat di Komdigi yang di curriculum vitae (CV) ditulis sebagai ‘pegiat strategi komunikasi’,” ungkap Yusuf Dumdum. (*)

  • Prabowo Ingin Percepat Transformasi Digital dan e-Government

    Prabowo Ingin Percepat Transformasi Digital dan e-Government

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan program-program strategis Kementerian Komdigi, terutama terkait transformasi digital dan penerapan e-government di berbagai sektor layanan publik.

    Hal itu diungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid usai bertemu langsung dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/1/2025).

    “Sebagaimana kita tahu, Presiden sangat concern dengan digitalisasi. Presiden ingin layanan-layanan publik dilakukan secara transparan melalui digitalisasi,” ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/1/2025).

    Mantan anggota DPR itu juga menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, pihaknya menyampaikan berbagai program yang tengah dijalankan Kementerian Komdigi. Salah satunya adalah dukungan untuk percepatan transformasi digital di instansi pemerintah.

    “Kami membahas program-program di Kementerian Komunikasi dan Digital, di antaranya yang terkait dengan dukungan kami untuk transformasi digital dan juga e-government,” imbuhnya.

    Pertemuan tersebut menunjukkan komitmen pemerintahan Presiden Ke-8 RI dalam mendukung agenda digitalisasi sebagai salah satu pilar penting dalam reformasi birokrasi dan modernisasi layanan publik di Indonesia.