Tag: Meutya Hafid

  • WIFI di Pusaran Internet Rakyat, Untung atau Buntung?

    WIFI di Pusaran Internet Rakyat, Untung atau Buntung?

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic) mengemban kewajiban menghadirkan layanan internet terjangkau bagi puluhan juta masyarakat setelah mereka memenangkan pita frekuensi 1,4 GHz.

    PT Telemedia Komunikasi Pratama telah terlibat dalam penggelaran Internet Rakyat Rp100.000, sementara itu MyRepublic belum mengumumkan. 

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan para pemenang seleksi memiliki kewajiban untuk menyediakan layanan layanan internet dengan harga per bulan yang terjangkau.

    Perluasan layanan internet murah diarahkan ke kelompok masyarakat menengah ke bawah yang jumlahnya mencapai 34,5 juta rumah tangga serta 2,8 juta rumah tangga di segmen low-income dengan pengeluaran telekomunikasi Rp17.000 sampai Rp180.000 per bulan.

    “Ini tidak hanya wajib dilaksanakan oleh PT Telemedia Komunikasi Pratama, namun juga wajib dilaksanakan oleh PT Eka Mas Republik selaku pemenang seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz,” kata Wayan kepada Bisnis, dikutip Kamis (27/11/2025).

    Dia mengatakan langkah tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah menghadirkan internet di rumah dengan kecepatan akses sampai dengan (up to) 100 Mbps dengan harga layanan yang terjangkau dan andal.

    Pemerintah menargetkan penetrasi internet tetap  berbasis fiber to the home (FTTH) dan fixed wireless access (FWA) dapat menyentuh 30% pada 2026. 

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan layanan internet tetap yang stabil dibutuhkan sebagai menjadi fondasi utama pembelajaran digital, serta untuk memberdayakan UMKM. 

    “Jadi FTTH dan FWA tahun depan kita targetkan 30 persen rumah memiliki koneksi tetap. Pendidikan dan UMKM memerlukan koneksi yang lebih secure dan lebih stabil,” kata Meutya.

    Komdigi resmi menutup lelang frekuensi 1,4 GHz dengan PT Telemedia Komunikasi Pratama memenangkan regional I dan PT Eka Mas Republik mendapat regional II dan regional III.

    Dengan berakhirnya lelang ini, Komdigi juga akan berkontribusi terhadap pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp805,5 miliar per tahun, dengan tahun pertama 2x dari angka yang disetorkan. 

    Mengutip laman resmi, Selasa (25/11/2025),  sesuai ketentuan Dokumen Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) resmi memenangkan lelang regional I yang meliput Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Telemedia menang dengan harga penawaran Rp403,7 miliar.

    Sementara itu Eka Mas Republik, perusahaan telekomunikasi milik Sinar Mas, mendapat regional II dengan harga penawaran Rp308,8 miliar, dan regional III dengan harga penawaran Rp100,8 miliar.

    Adapun regional II meliputi Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara, sementara regional III meliputi Kalimantan dan Sulawesi.

    Menkomdigi menetapkan kemenangan mereka melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital no.489/2025, 490/2025, dan Kepmen no.491/2025 tanggal 24 November 2025.

    “Penetapan Pemenang Seleksi sebagaimana dimaksud pada angka 2 bersifat final dan mengikat,” tulis Komdigi dalam websitenya.

    Pasar luas …

  • MyRepublic Wajib Gelar Layanan Internet Murah seperti Internet Rakyat WIFI

    MyRepublic Wajib Gelar Layanan Internet Murah seperti Internet Rakyat WIFI

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan para pemenang lelang 1,4 GHz diwajibkan untuk menggelar layanan internet dengan harga terjangkau.

    PT Telemedia Komunikasi Pratama telah terlibat dalam penggelaran Internet Rakyat Rp100.000, sementara itu MyRepublic belum mengumumkan. 

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan para pemenang seleksi memiliki kewajiban untuk menyediakan layanan layanan internet dengan harga per bulan yang terjangkau.

    Perluasan layanan internet murah diarahkan ke kelompok masyarakat menengah ke bawah yang jumlahnya mencapai 34,5 juta rumah tangga serta 2,8 juta rumah tangga di segmen low-income dengan pengeluaran telekomunikasi Rp17.000 sampai Rp180.000 per bulan.

    “Ini tidak hanya wajib dilaksanakan oleh PT Telemedia Komunikasi Pratama, namun juga wajib dilaksanakan oleh PT Eka Mas Republik selaku pemenang seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz,” kata Wayan kepada Bisnis, Selasa (25/11/2025).

    Dia mengatakan langkah tersebut salah satu upaya pemerintah menghadirkan internet di rumah dengan kecepatan akses sampai dengan (up to) 100 Mbps dengan harga layanan yang terjangkau dan andal.

    Sebelumnya, Komdigi menargetkan penetrasi internet tetap  berbasis fiber to the home (FTTH) dan fixed wireless access (FWA) dapat menyentuh 30% pada 2026. 

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan layanan internet tetap yang stabil dibutuhkan sebagai menjadi fondasi utama pembelajaran digital, serta untuk memberdayakan UMKM. 

    “Jadi FTTH dan FWA tahun depan kita targetkan 30 persen rumah memiliki koneksi tetap. Pendidikan dan UMKM memerlukan koneksi yang lebih secure dan lebih stabil,” kata Meutya.

    Komdigi resmi menutup lelang frekuensi 1,4 GHz dengan PT Telemedia Komunikasi Pratama memenangkan regional I dan PT Eka Mas Republik mendapat regional II dan regional III.

    Dengan berakhirnya lelang ini, Komdigi juga akan berkontribusi terhadap pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp805,5 miliar per tahun, dengan tahun pertama 2x dari angka yang disetorkan. 

    Mengutip laman resmi, Selasa (25/11/2025),  sesuai ketentuan Dokumen Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) resmi memenangkan lelang regional I yang meliput Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Telemedia menang dengan harga penawaran Rp403,7 miliar.

    Sementara itu Eka Mas Republik, perusahaan telekomunikasi milik Sinar Mas, mendapat regional II dengan harga penawaran Rp308,8 miliar, dan regional III dengan harga penawaran Rp100,8 miliar.

    Adapun regional II meliputi Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara, sementara regional III meliputi Kalimantan dan Sulawesi.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) menetapkan kemenangan mereka melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital no.489/2025, 490/2025, dan Kepmen no.491/2025 tanggal 24 November 2025.

    “Penetapan Pemenang Seleksi sebagaimana dimaksud pada angka 2 bersifat final dan mengikat,” tulis Komdigi dalam websitenya.

  • Komdigi Ajak MyRepublic Jual Internet Murah, Bidik Penetrasi FTTH 30% pada 2026

    Komdigi Ajak MyRepublic Jual Internet Murah, Bidik Penetrasi FTTH 30% pada 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan penetrasi internet tetap  berbasis fiber to the home (FTTH) dan fixed wireless access (FWA) dapat menyentuh 30% pada 2026. MyRepublic, sebagai penyedia layanan internet milik Sinar Mas, diminta untuk terlibat. 

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan layanan internet tetap yang stabil dibutuhkan sebagai menjadi fondasi utama pembelajaran digital, serta untuk memberdayakan UMKM. 

    “Jadi FTTH dan FWA tahun depan kita targetkan 30 persen rumah memiliki koneksi tetap. Pendidikan dan UMKM memerlukan koneksi yang lebih secure dan lebih stabil,” kata Meutya, dikutip Selasa (25/11/2025).

    Meutya mengatakan perluasan layanan diarahkan ke kelompok masyarakat menengah ke bawah yang jumlahnya mencapai 34,5 juta rumah tangga serta 2,8 juta rumah tangga di segmen low-income dengan pengeluaran telekomunikasi Rp17.000 sampai Rp180.000 per bulan.

    Kelompok ini memiliki kebutuhan internet tinggi namun terbatas daya beli.

    Menkomdigi juga mendorong layanan internet tetap milik Sinar Mas, MyRepublic, untuk menjual internet murah mengingat MyRepublic telah mengantongi izin penggunaan pita frekuensi 1,4 GHz. 

    Telemedia Komunikasi Pratama, yang juga pemenang lelang 1,4 GHz, telah lebih dahulu menjual layanan Internet Rakyat seharga Rp100.000 dengan kecepatan 100 Mbps

    “Karena harga internet saat ini mahal, rumah-rumah ini tidak terhubung, tapi skalanya besar. Jadi kalau kita murahkan, dapat skala yang besar, mudah-mudahan tidak hanya baik untuk masyarakat, tapi buat industri juga ini masuk akal,” kata Meutya. 

    Pemerintah melakukan percepatan konektivitas rumah tangga dan akses konten pendidikan digital sebagai langkah kunci untuk memastikan anak Indonesia tumbuh dengan kemampuan digital dasar yang kuat dan setara di seluruh wilayah.

    Meutya mengatakan percepatan penyediaan konektivitas stabil dan konten digital pendidikan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia anak.

    Agenda ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan digitalisasi pendidikan sebagai fondasi peningkatan kompetensi generasi muda.

    “Dengan semangat arahan Bapak Presiden, Kemkomdigi menjadikan konektivitas dan konten digital pendidikan sebagai bagian dari upaya nasional meningkatkan SDM sejak usia anak,” ujarnya.

    Meutya menekankan pentingnya internet yang aman, stabil, dan merata agar transformasi pembelajaran digital berjalan efektif.

    Hal ini sejalan dengan PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS yang mengamanatkan ruang digital ramah anak.

    “Saya juga memberikan apresiasi terhadap program CSR Roketin Generasi Tunas Digital yang kita lakukan bersama hari ini upaya mendukung literasi digital pelajar, mendorong implementasi PP TUNAS di tingkat keluarga dan sekolah,” ucapnya.

  • Internet Murah 5G Manfaatnya Dirasakan Mulai Tahun Depan

    Internet Murah 5G Manfaatnya Dirasakan Mulai Tahun Depan

    Jakarta

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mempersiapkan kebijakan baru agar mempercepat internet murah yang dapat menggenjot sinyal 5G di Indonesia.

    Sebagai informasi, meski sudah diperkenalkan pada pertengahan 2021, cakupan jaringan seluler generasi kelima itu baru kurang dari 10%. Untuk mengakselerasi koneksi nasional, Komdigi bakal membuka lelang frekuensi 2,6 GHz.

    Direktur Kebijakan dan Strategi Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan mengatakan pihaknya tengah mengusahakan persiapan untuk melakukan lelang bisa dilakukan tahun ini.

    “Kemudian persiapan sedapat mungkin tahun ini. mudah-mudahan awal tahun depan bisa rilis lah,” kata Denny dikutip dari CNBC Indonesia.

    Untuk menghadirkan koneksi 5G yang optimal dibutuhkan setidaknya lebar pita 100 MHz. Sejauh ini, belum ada operator seluler yang menggunakan spektrum untuk satu layanan 5G. Keterbatasan spektrum membuat provider mesti berbagai dengan 4G yang sekarang masih banyak digunakan pengguna.

    Sebelumnya, Komdigi sudah melalui tahapan konsultasi publik juga untuk penggunaan frekuensi 2,6 GHz. Pita mid-band yang memiliki keunggulan kapasitas dengan bandwidth yang tersedia sebanyak 190 MHz. Selain itu juga, frekuensi 2,6 GHz dengan moda Time Division Duplex (TDD) memiliki ekosistem perangkat 4G dan 5G terbanyak ke-2 secara global.

    Ditanya soal insentif, Denny mengatakan pemerintah mengusahakannya. Pihaknya berusaha mengusulkan hal tersebut kepada Kementerian Keuangan dan auditor BPKP.

    Soal gambaran bentuk insentif, Denny tak berbicara banyak. Kemungkinan dibuat dengan harga yang tidak terlalu mahal, namun operator pemenang tetap melakukan kewajibannya untuk membangun jaringan yang jadi komitmennya.

    Sinyal pertama kali Komdigi bakal membuka lelang frekuensi 2,6 GHz itu diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.

    “Mudah-mudahan untuk kejar akhir tahun ini, kita juga akan melakukan lelang dari 2,6 GHz untuk pembangunan 5G,” kata Meutya dalam acara FEKDI x IFSE 2025 di Jakarta Pusat, sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (30/10) silam.

    Dia menambahkan, meski seleksi frekuensi tersebut digelar akhir tahun ini, Komdigi membidik prosesnya baru rampung pada tahun depan. Kemudian, setelah itu, pembangunan jaringan 5G melalui frekuensi 2,6 GHz segera bisa dimulai.

    “Kalau lancar, (lelang frekuensi 2,6 GHz) tahun depan selesai dan pembangunannya juga sudah mulai dirasakan tahun depan,” kata Meutya.

    (agt/fay)

  • MyRepublic Rocket Week 2025 Hadirkan Tokoh Teknologi & Kreator Inspiratif

    MyRepublic Rocket Week 2025 Hadirkan Tokoh Teknologi & Kreator Inspiratif

    Jakarta

    Rangkaian kegiatan MyRepublic Rocket Week 2025 (MRW25) berlangsung sukses dengan sesi konferensi dan workshop yang menghadirkan para tokoh inspiratif di bidang teknologi, pendidikan, ekonomi digital, dan industri kreatif.

    Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid didampingi Board of Sinar Mas Franky Oesman Widjaja, membuka kegiatan CSR bertajuk ‘Roketin Generasi Tunas Digital’ menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat fondasi transformasi digital nasional.

    “Pemerintah terus mendorong perluasan konektivitas agar lebih banyak keluarga Indonesia dapat menikmati internet yang cepat, stabil, dan terjangkau. Upaya ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga investasi pada kualitas hidup masyarakat dari pendidikan, kesehatan, hingga peluang ekonomi,” kata Meutya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/11/2025).

    Sementara Board of Sinar Mas, Franky Oesman Widjaja menyampaikan program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, penyedia layanan internet, sekolah, dan komunitas dalam membangun ruang digital yang aman, produktif, dan berdaya saing bagi generasi muda Indonesia.

    “Percepatan transformasi digital ini hanya dapat terwujud bila kita bergerak bersama. Capaian bersama hari ini bukan akhir, melainkan tonggak untuk berkontribusi lebih besar lagi menuju ekosistem digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Franky.

    Ruang Inspirasi untuk Semua Generasi Digital

    Sebagai bagian dari misi ‘Unlock Your Digital Potential’, MRW25 menghadirkan lima workshop tematik yang dikurasi khusus untuk berbagai segmen komunitas digital Indonesia.

    Sesi MyRep Creator membahas bagaimana proses industri media dan konten digital terbentuk dari ide hingga ke layar penonton dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan teknologi. Sementara MyRep Edu berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran digital yang adaptif dan interaktif.

    Di sisi lain, MyRep Trader menghadirkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya trading berbasis kecepatan dan strategi praktis, sedangkan MyRep Preneur memberikan wawasan praktis agar pelaku usaha dapat menguasai penjualan online dengan kekuatan digital. Melengkapi rangkaian kegiatan tersebut, MyRep Gamer diselenggarakan pada 22 November 2025 di Taman Literasi Blok M, Jakarta Selatan, menghadirkan pengalaman langsung bagi para gamer dan industri gaming mengenai strategi monetisasi untuk pertumbuhan ekosistem digital.

    “Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi luar biasa yang dapat berkembang ketika didukung oleh teknologi yang tepat. Melalui inovasi digital, berbagai industri dapat tumbuh dan beradaptasi menuju masa depan yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” ujar Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia Timotius Max Sulaiman.

    “MyRepublic Rocket Week 2025 menjadi wujud nyata dari semangat Unlock Your Digital Potential – ruang kolaborasi bagi kreator, pendidik, dan pelaku usaha untuk bersama-sama membangun ekosistem digital Indonesia yang inklusif dan berdaya saing,” sambungnya.

    Dalam setiap sesi, para pembicara menyoroti bagaimana teknologi dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan industri. Secara keseluruhan diskusi mengerucut pada satu pesan utama: kolaborasi adalah kunci untuk mempercepat inovasi digital di Indonesia.

    Kesuksesan MRW25 juga tidak lepas dari dukungan berbagai sponsor dan mitra strategis yang berperan penting dalam membangun ekosistem digital nasional. Acara MRW25 disponsori oleh Fiberhome, ZTE, Huawei, Mandiri, YOFC, ZTT, Raja Besi, Corning, SJA dan didukung oleh Vidio, CNBC Indonesia, Furukawa, Mahakarya Pictures, UniPin, Eka Tjipta Foundation, PRIMA, PUBG Mobile, Tzu Chi Sinar Mas serta bekerja sama dengan APJII, APJATEL, dan Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi).

    MyRepublic Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada para media partner yang turut mendukung kesuksesan acara ini, Berita Satu, Bisnis Cirebon, BTV, Cak Investment Club, CNBC, Detik, Futureloka, GGWP, Infobrand, Investor Daily, Iswara, JKT Creative Event, Kompas TV, Komunitas Gamer Indonesia, Konser FYP, Kontan, Medcom, Place to Go Concert, Radio Sonora, Selular ID, Seputar Game, Suara Pembaharuan, Tribunnews, The Rockin Life.

    Membangun Momentum Digital Indonesia

    Dengan antusiasme peserta yang hadir secara langsung maupun virtual, sesi konferensi dan workshop MRW25 menegaskan peran MyRepublic Indonesia sebagai penggerak inovasi dan kolaborasi digital di Indonesia.

    Melalui inisiatif seperti ini, MyRepublic Indonesia berharap dapat terus menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk belajar, berbagi, dan menumbuhkan potensi di dunia digital – sejalan dengan visinya untuk membangun masa depan konektivitas yang cepat, cerdas, dan berdampak positif bagi bangsa.

    (akn/ega)

  • Roblox Pasang Kamera untuk Deteksi Usia Pengguna Sesuai Aturan Komdigi

    Roblox Pasang Kamera untuk Deteksi Usia Pengguna Sesuai Aturan Komdigi

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap platform gim Roblox kini sudah dilengkapi fitur kamera yang bisa mendeteksi usia penggunanya. Kebijakan ini dilakukan sebagai komitmen mereka untuk mewujudkan ruang digital yang aman untuk anak, sesuai dengan aturan PP TUNAS tentang tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam perlindungan anak.

    Menteri Komdigi, Meutya Hafid, berharap platform-platform lain bisa segera menerapkan kebijakan serupa.

    “Komitmen yang baru saya lihat tertulis dari Roblox dan nanti akan disusul oleh yang lain-lain ini. Mudah-mudahan kemudian bisa betul-betul. Jadi artinya bukan hanya basa-basi saja mengikuti aturan tapi betul-betul bisa mematuhi aturan yang baru kita keluarkan,” ujar Meutya

    Klik di sini untuk menonton video-video lainnya!

  • Mengamankan 60% Pengguna Internet Muda Indonesia

    Mengamankan 60% Pengguna Internet Muda Indonesia

    Jakarta

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa tantangan terbesar ekosistem digital Indonesia bukan lagi semata soal pembangunan infrastruktur teknologi, melainkan keselamatan manusia yang menggunakannya.

    Dengan lebih dari 220 juta pengguna internet, Meutya menyoroti bahwa sekitar 60% di antaranya adalah anak muda, menjadikan kelompok ini sebagai pihak paling rentan terhadap risiko di dunia digital.

    “Kalau kita menjaga 60% ini dengan baik, maka Insya Allah keseluruhan ekosistem digitalnya akan baik,” ujar Meutya saat acara penandatanganan kerja sama literasi digital bersama 35 organisasi dan asosiasi masyarakat, di Jakarta, Jumat (21/11/2025).

    Komdigi mencatat telah menurunkan lebih dari 3 juta konten negatif dalam setahun terakhir, termasuk konten pornografi, eksploitasi seksual, kekerasan, penipuan, hoaks, hingga judi online. Namun Meutya mengakui bahwa ritme produksi konten negatif jauh lebih cepat daripada kapasitas penindakan pemerintah.

    “Pendekatan teknologi penting, tetapi tidak akan cukup. Fondasi utama melawan konten negatif adalah edukasi digital yang dilakukan secara masif,” tegasnya.

    Komdigi menilai bahwa upaya menjaga keselamatan ruang digital harus dimulai dari pemahaman dan literasi pengguna, terutama generasi muda yang menggunakan internet sejak usia dini dan kerap tanpa pendampingan.

    Banyak Manfaat, Banyak Jebakan

    Meutya menggambarkan dunia digital sebagai ruang yang penuh peluang sekaligus jebakan.

    “Anak-anak kita itu bukan berjalan, mereka berlari di ruang yang indah tapi penuh ranjau,” ujarnya.

    Menkomdigi Meutya Hafid Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Tanpa pendampingan orang tua atau orang dewasa, anak-anak dapat terpapar risiko seperti eksploitasi seksual online, kekerasan digital, perundungan, grooming, hingga manipulasi dan penipuan.

    Meutya menekankan bahwa banyak kasus kejahatan digital berawal dari aplikasi atau game yang tampak “tidak berbahaya”. Tanpa pengawasan, anak bisa berpindah dari konten positif ke zona berbahaya hanya dengan satu sentuhan jari.

    Menkomdigi menilai bahwa Indonesia sedang berpacu dengan waktu. Anak muda menghabiskan waktu berjam-jam per hari di media sosial, sementara orang tua sering kali tidak memiliki kapasitas pendampingan digital yang memadai.

    Jika dibiarkan, Indonesia berisiko menghadapi hilangnya kepercayaan publik terhadap platform digital dan meningkatnya kasus penipuan dan kekerasan daring. Selain itu merosotnya minat generasi muda pada organisasi dan komunitas yang membutuhkan proses panjang, serta kerentanan mental akibat paparan konten tidak layak usia.

    “Kalau kita membiarkan anak-anak terkoneksi tanpa pendampingan, itu sama saja membiarkan mereka berlari sendiri,” kata Meutya.

    Lebih lanjut ditekankan bahwa perlindungan anak di ruang digital adalah investasi jangka panjang.

    “Siapa yang akan melindungi mereka kalau bukan kita mulai dari sekarang? Generasi ini berlari cepat menuju masa depan, tapi tugas kita memastikan mereka tidak tersandung ranjau di jalannya,” ujarnya.

    (afr/rns)

  • Komdigi Umumkan Pemenang Anugerah Jurnalistik Komdigi 2025, Ini Daftarnya

    Komdigi Umumkan Pemenang Anugerah Jurnalistik Komdigi 2025, Ini Daftarnya

    Jakarta

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menyelenggarakan Ajang Anugerah Jurnalistik Komdigi (AJK) 2025. Ajang ini menghimpun 328 karya dari 209 jurnalis yang mengangkat isu pelindungan anak di ruang digital.

    Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyebut kontribusi jurnalis penting dalam mempercepat pemahaman publik tentang PP TUNAS.

    “PP TUNAS ini adalah isu yang dekat dengan publik dan penting bagi anak-anak kita, namun agak sulit dijelaskan secara mudah dalam beberapa kalimat. Jadi memang perlu narasi yang langsung menggambarkan realita di masyarakat,” jelas Meutya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).

    Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS mengatur tata kelola platform digital dalam melindungi anak dari konten berbahaya, risiko komersial, dan pemanfaatan data pribadi.

    Meutya menjelaskan upaya sosialisasi PP TUNAS perlu kerja sama berbagai pihak, termasuk media, untuk terjun ke masyarakat dan mendengarkan secara langsung dampak negatif ruang digital pada anak serta cara untuk mengatasinya.

    “Saya ingin berterima kasih kepada para wartawan yang telah menuliskan berita tentang peristiwa-peristiwa yang tidak terjangkau oleh Kemkomdigi,” ungkapnya.

    “Ini adalah sebuah kebahagiaan bagi kami di Kemkomdigi bahwa antusiasmenya cukup tinggi. (Sosialisasi PP TUNAS) perlu dilakukan terus-menerus, karena kita tidak hanya sedang melindungi anak-anak, kita sedang memotong akses dari industri yang masuk kepada 80 juta anak-anak Indonesia,” ungkapnya.

    Meutya juga menegaskan pemerintah akan terus menerima dan mempertimbangkan seluruh masukan dan kritik publik terkait penerapan PP TUNAS.

    Berikut daftar pemenang Anugerah Jurnalistik Komdigi 2025:

    LIPUTAN MEDIA ONLINE
    Pemenang I : Imam Dzulkifli – ritmee.co.id
    Pemenang II : Laras Olivia – riauonline.co.id
    Pemenang III : Irawan Sapto Adhi – kompas.com

    LIPUTAN MEDIA CETAK
    Pemenang I : Ghinan Salman – Harian Disway
    Pemenang II : Agustinus Djata – Palangka Post
    Pemenang III : Anisa Rahmadani – Tribun Medan

    LIPUTAN TV
    Pemenang I: Afwan Purwanto Muin – Kompas TV
    Pemenang II: Satriyo Adi Wicaksono – CNN Indonesia TV
    Pemenang III: Cahyaning Tyas Agpri – DAAI TV

    LIPUTAN RADIO
    Pemenang I : Muhammad Jumahuddin Noor – RRI Banjarmasin
    Pemenang II: Saortua Marbun – Radio Sonora Jakarta
    Pemenang III: Anik Mukholatin Hasanah – RRI Surabaya

    FOTO JURNALISTIK
    Pemenang I : Aditya Pradana Putra – LKBN Antara
    Pemenang II : Priyombodo – Kompas.id
    Pemenang III : Muhammad Zulfikar – LKBN Antara Sumatera Barat

    SPECIAL AWARDING
    Kiki Safitri – Kompas.com

    (prf/ega)

  • Menkomdigi ungkap Roblox pasang fitur kamera untuk deteksi usia anak

    Menkomdigi ungkap Roblox pasang fitur kamera untuk deteksi usia anak

    ANTARA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Kamis (20/11), menyebut penyedia aplikasi Roblox telah memasang fitur kamera untuk para pengguna yang dapat mendeteksi usia anak. Menurutnya, hal tersebut sebagai upaya untuk menciptakan ruang digital yang ramah bagi anak. (Cahya Sari/Denno Ramdha Asmara/Roy Rosa Bachtiar)

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Komdigi Minta Meta-TikTok Cs Terapkan Fitur Ramah Anak, PP Tunas Berlaku Full 2026

    Komdigi Minta Meta-TikTok Cs Terapkan Fitur Ramah Anak, PP Tunas Berlaku Full 2026

    Bisnis.com, JAKARTA— Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta kepada platform digital untuk segera menerapkan teknologi yang mendukung terciptanya ruang digital yang aman. 

    Dia mengatakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS) rencananya akan berlaku penuh pada tahun depan. 

    Dia mengatakan saat ini regulasi sudah diterbitkan, namun pelaksanaannya masih menunggu kesiapan teknologi dari para platform digital.

    “Kami menunggu para platform untuk menyiapkan teknologinya. Mudah-mudahan di tahun depan ini sudah bisa betul-betul diterapkan,” kata Meutya usai acara Anugerah Jurnalistik Komdigi pada Rabu (19/11/2025). 

    PP TUNAS mengatur kewajiban Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) menyediakan teknologi dan fitur aman bagi anak, termasuk verifikasi usia, kontrol orang tua, serta edukasi keamanan digital.

    Meutya mengatakan regulasi ini diterbitkan pada Maret 2025 dan lahir dari kesadaran bahwa paparan media sosial, termasuk gim dengan fitur komunikasi, dapat berdampak buruk bagi anak.

    Karena itu, pemerintah menilai penundaan akses anak usia 13–18 tahun masuk platform digital perlu diterapkan. Meutya menambahkan ancaman di ruang digital bersifat sama dengan dunia fisik, mulai terorisme hingga perjudian dan narkoba.

    “Karena itu sekali lagi kenapa pemerintah merasa perlu mengatur atau menunda akses anak masuk ke dalam platform-platform digital,” katanya. 

    Meski demikian, dia mengakui implementasi PP TUNAS memiliki tantangan, antara lain tingginya tingkat adiksi digital dan resistensi dari platform besar yang harus mengubah cara mereka memfasilitasi akses pengguna anak. Namun, dia meyakini perusahaan teknologi akan mematuhi regulasi Indonesia.

    “Tapi kami selalu meyakini Insya Allah mereka semua mau dan akan mematuhi aturan di Indonesia. Jadi mohon dukungan untuk semuanya,” ungkapnya. 

    Sebelumnya, Pemerintah menegaskan PP TUNAS dirancang sebagai model tata kelola perlindungan anak di ruang digital yang dapat menjadi acuan global.

    Dalam aturan tersebut, seluruh PSE diwajibkan mengambil langkah aktif melindungi anak, mulai dari menyaring konten berbahaya, menyediakan fitur pelaporan yang mudah diakses pengguna, hingga menjamin proses penanganan laporan secara cepat dan transparan. Selain itu, platform digital juga harus menerapkan verifikasi usia serta pembatasan akses agar anak tidak terpapar konten negatif.

    Pemerintah juga dapat menjatuhkan sanksi administratif hingga pemblokiran bagi platform yang tidak patuh. Menurut data terbaru, 48% pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun yang menguatkan urgensi implementasi PP TUNAS secara penuh.