Tag: Meutya Hafid

  • Baru Dilantik Prabowo, Kepala BSSN Nugroho Sowan ke Menkomdigi

    Baru Dilantik Prabowo, Kepala BSSN Nugroho Sowan ke Menkomdigi

    Jakarta

    Usai dilantik Presiden Prabowo Subianto, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo langsung sowan ke Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Apa yang dibahas keduanya?

    Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Jumat (21/2/2025).

    “Karena memang salah satu arahan presiden kepada kami adalah untuk menjaga keamanan siber dan kami sama-sama memimpin desk keamanan siber yang saat ini juga tengah bekerja dan koordinasi itu menjadi amat sangat penting,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid.

    Dengan koordinasi antara Menkomdigi dan Kepala BSSN ini diharapkan persoalan yang berkaitan dengan keamanan siber dapat diatasi dengan cepat dari sebelumnya.

    “Ini yang kita tadi sudah sepakat akan jalankan bahwa ke depan sinerginya akan lebih kuat lagi, paling tidak dalam urusan komunikasi nanti di level pimpinan itu sudah harus siap 24 jam kalau tiba-tiba terjadi hal-hal yang memang perlu atensi,” tuturnya.

    Sementara itu, Nugroho mengatakan, kunjungannya pada hari ini sebagai arahan Prabowo dan juga untuk langsung bekerja sebagai Kepala BSSN usai dilantik kemarin.

    “Langkah pertama saya adalah sowan ke ibu menteri karena setelah menjadi mitra utama dari BSSN paling banyak relasi yang sangat kuat dari segi pekerjaan. Apalagi kalau tidak bicara tentang perlindungan keamanan sistem, ada perangkat, ada proses,” ucapnya.

    Disampaikannnya, berbicara proses yang mana berkaitan dengan regulasi masih banyak pekerjaan rumah yang mesti segera dituntaskannya. Dalam hal ini, Nugroho berkoordinasi dengan Meutya Hafid.

    “Sehingga kami mencoba meng-exercise beberapa hal tadi, nanti akan segera tindaklanjuti. Kita berharap ke depan apa yang menjadi peran, tugas, dan fungsi dari Komdigi bersinergi dengan BSSN dapat diselenggarakan dengan maksimum,” pungkas Nugroho.

    (agt/fay)

  • Komidigi dan BSSN Akan Perkuat Keamanan PDN

    Komidigi dan BSSN Akan Perkuat Keamanan PDN

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi guna membahas keamanan siber Indonesia, termasuk pada infrastruktur Pusat Data Nasional (PDN).

    Pertemuan yang terjadi pada, Jumat (21/2/2025) pagi ini merupakan bentuk sinergi dari Komdigi dan BSSN untuk menjaga keamanan siber tanah air.

    Apalagi, Meutya mengatakan bahwa Komdigi dan BSSN merupakan memimpin desk keamanan siber yang saat ini tengah bekerja dan koordinasi. Sehingga pertemuan hari ini menjadi amat sangat penting.

    “Jadi mudah-mudahan harapan kami dengan Kepala BSSN yang baru kita akan bisa lebih bersinergi untuk menjaga keamanan siber kita,” kata Meutya di Komdigi, Jumat (21/2/2025).

    Di tempat yang sama, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan kedatangan dirinya pagi ini untuk melakukan silaturahmi karena Komdigi merupakan salah satu mitra dari BSSN.

    Apalagi jika bicara tentang perlindungan keamanan sistem, Nugroho menuturkan banyak regulasi-regulasi yang akan bersinggungan dengan kewenangan dari Komdigi.

    “Sehingga kita berharap ke depan apa yang menjadi peran, tugas, dan fungsi dari Komdigi bersinergi dengan BSSN dapat diselenggarakan dengan maksimum,” ucapnya.

    Lebih lanjut, untuk program jangka pendek yang akan dikerjakan BSSN dan Komdigi, Nugroho menyebutkan kedua belah pihak bakal berfokus terhadap Pusat Data Nasional (PDN) dan perlindungan data.

    “Kita kan ada bersinergi dalam kaitan dengan PDN. Banyak hal yang harus kita lakukan, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan pelindungan data pribadi,” ujar Nugroho.

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan pusat data nasional (PDN) di Cikarang bakal beroperasi dalam waktu dekat. Saat ini masuk dalam tahap evaluasi keamanan siber guna mengantisipasi kasus PDNS 2 kembali terulang.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan PDN Cikarang bakal beroperasi setelah evaluasi terakhir selesai, terutama untuk cybersecurity.

    “Kita kan tidak mau terulang lagi ya apa yang terjadi dengan PDNS,” kata Nezar di Komdigi, Senin (17/2/2025).

    Diketahui, pada Kamis (20/6/2024) terjadi gangguan atau serangan pada Pusat Data Nasional yang berdampak pada beberapa layanan publik. Serangan siber ransomware telah membuat lumpuh Pusat Data Nasional alias PDN nyaris lumpuh 4 hari. 

    Aksi peretas Locbit 3.0 itu menunjukan sistem keamanan siber pemerintah masih rawan sekaligus membuktikan bahwa tidak ada tempat aman untuk perlindungan data. 

    Adapun soal Lockbit 3.0 yang meretas PDN, adalah salah satu grup peretas yang aktif sejak 2019 yang pada awalnya dikenal dengan nama ABCD. Mereka merupakan grup operator ransomware.

    Akibat serangan LocBit 3.0, sebanyak 210 sistem milik pemerintah pusat maupun daerah diketahui terdampak, yang paling parah tentu adalah Imigrasi. Alhasil pelayanan Imigrasi mengalami gangguan.

    Nezar menyampaikan bahwa PDN Cikarang bakal betul-betul beroperasi setelah standar untuk cybersecurity terpasang dengan baik.

    “Jadi kita pastikan betul bisa beroperasi dengan comply dengan sejumlah aturan dan standar utama untuk cybersecurity,” ujarnya.

  • Menkomdigi Soroti Moderasi Digital Demi Masa Depan Generasi Muda – Page 3

    Menkomdigi Soroti Moderasi Digital Demi Masa Depan Generasi Muda – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Menkomdigi Meutya Hafid menyerukan gerakan nasional mengelola penggunakan ruang digital dengan lebih bijak.

    Hal ini seiring dengan urgensi literasi digital dan keseimbangan aktivitas fisik dalam menghadapi fenomena brain rot.

    Brain rot sendiri merupakan penurunan kualitas mental akibat menkonsumsi konten digital yang berkualitas rendah.

    “Kita harus bijak dalam menggunakan teknologi. Ketergantungan berlebihan terhadap gadget dan derasnya arus informasi dapat berdampak negatif pada kualitas mental,” kata Meutya, dikutip dari keterangan resmi Komdigi, Jumat (21/2/2025).

    Ia pun mengajak generasi muda untuk memoderasi konsumsi digital dengan aktivitas produktif, termasuk membaca dan bersosialisasi.

    Menurutnya, pendidikan dan literasi digital yang kuat menjadi kunci untuk mengatasi dampak negatif era digital. Ia pun mendorong peran aktif institusi pendidikan dalam membentuk kebiasaan sehat dalam berinteraksi dengan teknologi.

    “Dengan literasi digital yang baik, kita bisa menghindari dampak buruk dari informasi berlebihan dan tak terkendali,” kata Meutya.

    Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat juga disorot Meutya. Pasalnya menurut dia, dalam membangun ekosistem digital diperlukan kolaborasi yang mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia yang cerdas, sehat, dan unggul.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid ungkap telah memblokir 993.144 konten judi online dalam 5 bulan terakhir. Selain konten judi online, 187.865 konten pornografi juga telah diblokir Komdigi.

  • Tak Ingin RI Pasar Teknologi Asing, Menkomdigi Tantang Anak Muda Inovasi

    Tak Ingin RI Pasar Teknologi Asing, Menkomdigi Tantang Anak Muda Inovasi

    Jakarta

    Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Indonesia tak ingin sekedar menjadi pasar bagi teknologi asing. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pun menantang generasi muda untuk berinovasi di bidang AI.

    “Kita tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi asing. Indonesia harus menjadi pemain utama, dan saya melihat langsung bahwa generasi muda kita siap menghadapi tantangan ini,” ungkap Meutya di AI Cloud Competition di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (19/2/2025).

    AI Cloud Competition yang merupakan kompetisi AI tingkat SMK di Kabupaten Bekasi ini hasil kolaborasi antara AWS dan Kementerian Komdigi guna menciptakan bibit-bibit talenta digital mumpuni di bidang AI.

    Salah satu peserta memperkenalkan aplikasi AI buatannya yang dirancang untuk mendeteksi pola hidup sehat. Menkomdigi pun langsung menanggapi bahwa solusi tersebut bisa diimplementasikan di masyarakat.

    Pada kesempatan ini juga, Meutya menyoroti banyaknya keterlibatan perempuan yang bergelut di ajang AI dan menekankan pentingnya peran kaum hawa dalam industri teknologi tersebut.

    “Lihat, semakin banyak perempuan yang mendalami AI. Ini tren yang harus kita dorong terus!” katanya, menegaskan bahwa kesetaraan di dunia teknologi adalah agenda penting yang harus didukung.

    Dalam kompetisi ini, para finalis menyampaikan paparan tentang aplikasi yang mereka buat dengan menggunakan infrastruktur AWS dan teknologi AI.

    Lomba ini dimenangkan oleh WMS Team dari SMKN 1 Babelan sebagai juara 1, T-Secret dari SMKN 1 Karawang sebagai juara 2, dan Locativy dari SMKN 1 Karawang sebagai juara 3.

    Dari 30.000 pendaftar, hanya lima tim yang berhasil mencapai babak final. Namun, Menkomdigi menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar soal menang atau kalah.

    “Karya-karya anak Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Kita harus terus belajar, berani mencoba, dan berinovasi. Indonesia membutuhkan kreativitas dan kemampuan kalian untuk melahirkan aplikasi-aplikasi digital berbasis kecerdasan artifisial,” ungkapnya.

    Meutya Hafid menutup acara dengan pesan penuh semangat. “AI bukan lagi masa depan, tapi kenyataan. Kalian adalah generasi yang akan membawa Indonesia ke era keemasan teknologi,” pungkas Meutya.

    (agt/agt)

  • Ini Deretan 5 Menteri Terbaik Menurut Survei Roda Institute – Page 3

    Ini Deretan 5 Menteri Terbaik Menurut Survei Roda Institute – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Research Oriented Development Analysis (RODA) Institute, Ahmad Rijal Ilyas mengatakan pihaknya telah melakukan riset terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri kabinet merah putih. Riset ini dilakukan pada 3-5 Februari 2025, responden dipilih, dari sektor pekerja, wirausaha, pemuda dan mahasiswa.

    Hasilnya, terdapat lima nama menteri yang menduduki 5 teratas adalah Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Nusron Wahid.

    “Itulah hasilnya, ada lima nama yang menduduki peringkat 5 teratas, responden kami tanyakan seputar, kinerja menteri, dekat dengan masyarakat, sering turun ke lapangan serta yang sangat terlihat mendukung visi Presiden Prabowo-Gibran Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” papar Rijal kepada awak media, Rabu (19/2/2025).

    Rijal mengatakan, lima nama pembantu presiden dengan peringkat tertinggi atau kinerja terbaik menurut Roda Institute adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar, karena dinilai publik sangat terasa terkait kebijakan-kebijakannya, terutama di sektor agama.

    “Yang mengejutkan justru, Menteri Koperasi Budi Ari Setiadi, dia berada di urutan kedua, pabrik merasa sangat merasakan hasil kinerja beliau di bidang koperasi, kemudian disusul oleh Menteri Komdigi Meutya Hafid, yang dinilai banyak gebrakan di 100 hari pertama,” kata Rijal.

    Setelah Meutya Hafid, lanjut Rijal, peringkat selanjutnya adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti yang dipilih masyarakat, karena dinilai sukses dalam melakukan inovasi pendidikan dan peningkatan kesejahteraan guru terlihat dari program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

    “Terakhir adalah Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, menduduki posisi kelima, menteri ini baru-baru saja viral masyarakat mengapresiasi terkait kinerja beliau, dinilai berani dan dekat dengan masyarakat,” tutup Rijal.

    Sebagai informasi, survei ini melibatkan 400 orang sebagai responden yang dipilih dengan metode simple random sampling dan terdistribusi secara proporsional pada seluruh provinsi di Indonesia. Adapun margin of error (MoE) survei ini sekitar ±4% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

  • RODA rilis lima menteri Kabinet Merah Putih dengan kinerja terbaik

    RODA rilis lima menteri Kabinet Merah Putih dengan kinerja terbaik

    Jakarta (ANTARA) – Hasil riset Research Oriented Development Analysis (RODA) Institute menyatakan ada lima menteri Kabinet Merah Putih yang memiliki kinerja terbaik.

    Kelima menteri tersebut yakni Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.

    “Responden kami tanyakan seputar, kinerja menteri, dekat dengan masyarakat, sering turun kelapangan serta yang sangat terlihat mendukung visi Presiden Prabowo-Gibran,” kata Direktur Eksekutif Research Oriented Development Analysis (RODA) Institute Rijal Ilyas dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

    Riset yang dilakukan pada bulan Februari 2025 itu melibatkan responden dari sektor pekerja, wirausaha, pemuda dan mahasiswa.

    Rijal mengungkapkan, peringkat tertinggi atau kinerja terbaik dalam riset tersebut diraih Menteri Agama Nasaruddin Umar, karena kebijakan-kebijakan di sektor agama yang dinilai memberi dampak yang signifikan.

    Di posisi kedua, ada Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dan ketiga, Menteri Komdigi Meutya Hafid.

    “Yang mengejutkan justru, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dia berada di urutan kedua, publik merasa sangat merasakan hasil kinerja beliau di bidang koperasi, kemudian disusul oleh Menteri Komdigi Meutya Hafid, yang dinilai banyak gebrakan di 100 hari pertama,” kata Rijal.

    Setelah Mutya Hafid, lanjutnya, peringkat selanjutnya adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang dipilih masyarakat karena dinilai sukses dalam melakukan inovasi pendidikan dan peningkatan kesejahteraan guru terlihat dari program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

    Sementara itu peringkat kelima ditempati Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid yang dinilai berani atas sejumlah kasus viral baru-baru ini.

    “Terakhir adalah Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, menduduki posisi kelima, menteri ini baru-baru saja viral masyarakat mengapresiasi terkait kinerja beliau, dinilai berani dan dekat dengan masyarakat,” katanya.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Ade irma Junida
    Copyright © ANTARA 2025

  • Menkomdigi Gowes Sepeda ke Kantor, Ingin Jadi Contoh Sehat ke Pegawai

    Menkomdigi Gowes Sepeda ke Kantor, Ingin Jadi Contoh Sehat ke Pegawai

    Jakarta

    Ada pemandangan menarik, pada hari ini, Rabu (19/2/2025) Meutya Hafid untuk pertama kali naik sepeda sebelum beraktivitas menjadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Aktivitas tersebut merupakan hobi lama Meutya yang akan sering digeluti lagi nantinya.

    Ditemui di acara AI Cloud Competition yang oleh para pelajar SMK di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (19/2/2025), Meutya mengisahkan gowes merupakan kebiasaan lama yang ingin lakukan kembali saat ini.

    “Kalau sebagai menteri iya, kalau dulu sebagai Ketua Komisi DPR saya beberapa kali ke kantor, tapi sebagai Menkomdigi saya baru kali ini,” ucapnya kepada awak media.

    Lebih lanjut, kata Meutya, sejak pandemi COVID-19 ia sering gowes setidaknya seminggu tiga kali. Kegiatan itu yang ingin dihidupkan lagi di sela-sela kesibukannya sebagai Menkomdigi.

    “Dulu saya belum punya anak tapi sekarang kalau tiap hari mungkin belum sanggup tapi karena ada hari-hari saya harus antar anak sekolah dulu baru ke kantor. Tapi, rasanya mau mulai rutin lagi, pelan-pelan, mungkin seminggu dua kali bisa kali ya,” tuturnya.

    Tujuan Meutya bersepeda dari rumah menuju kantor Komdigi sebagai bagian dari menjaga kesehatannya.

    “Karena kemarin berat badan agak naik, harus dijaga kesehatan gitu, ya. Untuk bisa melakukan aktivitas dan menjalankan tugas-tugas, salah satunya adalah dengan gowes,” ucap Meutya.

    Kegiatan bersepeda Meutya ini pun ia bagikan di stories dan postingan akun Instagram miliknya @meutya_hafid. Menkomdigi berharap apa yang dilakukannya menjadi contoh sebagai pemimpin dan diikuti oleh para pegawai Komdigi.

    “Tadi baru terpikir abis gowes, kita akan mendorong kebijakan untuk menilai pegawai dari tingkat kesehatannya karena kita yakin semakin sehat, produktivitas makin baik, ide-ide juga makin baik ketika pegawai kita menjaga kesehatannya. Mudah-mudahan langkah tadi bisa diikuti, nggak harus sepeda, jalan juga boleh, ada yang mau lari, silahkan saja,” pungkasnya.

    (agt/fyk)

  • Pembangunan Pusat AI di Jayapura Terlambat Tapi Masih Lanjut

    Pembangunan Pusat AI di Jayapura Terlambat Tapi Masih Lanjut

    Jakarta

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan perkembangan terbaru terkait pembangunan pusat AI (artificial intelligence) di Jayapura, Papua.

    Meutya mengatakan proses pembangunan pusat AI itu terlambat dari rencana sebelumnya. Kendati begitu, niatan pemerintah berkolaborasi dengan perusahaan teknologi tersebut masih akan terus berjalan.

    “Jadi, untuk di Papua kita juga bekerja sama kemungkinan besar nanti Nvidia juga ikut masuk. Ada keterlambatan waktu kita akui, tapi ini masih on track,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid di AI Cloud Competition, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/2/2025).

    “Jadi, mudah-mudahan dalam sebulan dua bulan ke depan untuk AI Excellence Center agar juga nanti ada pelatihan-pelatihan digital talent di Papua, itu khususnya, di Jayapura bisa kita resmikan dalam beberapa waktu ke depan,” ucapnya menambahkan.

    Diberitakan sebelumnya, Menkomdigi menyebutkan Indonesia bakal mempunyai Pusat AI di Jayapura pada awal 2025. Hal itu ia ungkapkan di Indonesia AI Day yang diselenggarakan oleh Indosat Ooredoo Hutchison dan Nvidia pada pertengahan November 2024.

    Ketika itu, Meutya mengungkapkan pekerjaan rumah Indonesia, khususnya di bidang AI, yang kemudian disambut positif oleh CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha untuk membangun fasilitas itu di Indonesia bagian timur.

    “Komitmen dari mitra, partner-partner kita luar biasa termasuk Pak Vikram. Januari atau Februari kita akan punya AI Center di Jayapura, Papua,” kata Meutya, 14 November 2024 silam.

    (agt/fyk)

  • Tak Ingin RI Pasar Teknologi Asing, Menkomdigi Tantang Anak Muda Inovasi

    Menkomdigi Meutya Ungkap Posisi RI Saat Perang Teknologi AI China-AS

    Jakarta

    Kehadiran model kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) buatan DeepSeek beberapa waktu lalu bikin gempar industri teknologi, khususnya di Amerika Serikat (AS). Perang teknologi pun semakin terasa antara AS dan China. Lantas, bagaimana posisi Indonesia?

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, mengungkapkan kondisi terkini panggung dunia yang semakin berinovasi dengan melahirkan teknologi AI masing-masing. Hal itu ia ungkapkan dalam kegiatan AI Cloud Competition yang oleh para pelajar SMK di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (19/2/2025).

    Sebagai informasi, AS punya teknologi AI yang sebelumnya sudah banyak digunakan di seluruh dunia, yaitu ChatGPT buatan OpenAI. Sedangkan, DeepSeek merupakan perusahaan rintisan asal China yang sempat bikin perusahaan teknologi AS ambruk sejak kemunculannya karena menawarkan layanan yang sama namun harga yang lebih terjangkau.

    Terkait situasi yang sedang terjadi itu, Meutya mengungkapkan posisi Indonesia saat ini.

    “Kalau belakangan ramai perang antara Amerika Serikat dan Tiongkok dengan lahirnya DeepSeek. Ke depan kurang lebih ya, modelnya akan seperti itu juga. Bagaimana posisi Indonesia? Posisi Indonesia adalah tentu di tengah sesuai diplomasi negara kita,” ujar Meutya.

    Lebih lanjut, Meutya mengatakan, Indonesia harus bisa memanfaatkan seluas-luasnya kemajuan teknologi dari berbagai aspek wilayah di dunia untuk kemudian bisa dipakai masyarakat.

    “Tanpa terkecuali dan tanpa harus memilih teknologi blok mana yang kita gunakan. Kita harus memiliki akses terhadap teknologi dari semua blok tersebut,” ucapnya.

    Sebagai informasi, DeepSeek merupakan startup teknologi asal China yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI). Mengutip Reuters, Rabu (29/1), DeepSeek berdiri pada akhir tahun 2023 oleh Manajer Dana Lindung Nilai China, Liang Wenfeng.

    DeepSeek menjadi salah satu dari sejumlah perusahaan rintisan yang muncul dalam beberapa tahun terakhir dan berupaya mencari investasi besar untuk mengembangkan AI besar-besaran. Seperti perusahaan rintisan AI lainnya, DeepSeek meluncurkan berbagai model AI kompetitif selama setahun terakhir yang telah menarik perhatian industri.

    DeepSeek berhasil menyalip pesaingnya, ChatGPT, sebagai aplikasi yang teratas di App Store AS dengan 2 juta unduhan. Melihat teknologi itu mengalahkan ChatGPT, bursa saham AS, Wall Street sempat anjlok usai hebohnya DeepSeek yang berhasil menyaingi ChatGPT dalam review aplikasi gratis terbaik di App Store Apple AS.

    (agt/fyk)

  • Meta Ajak Orang Tua Aktif Awasi Aktivitas Digital Anak

    Meta Ajak Orang Tua Aktif Awasi Aktivitas Digital Anak

    Jakarta

    Media sosial (medsos) bagai dua mata pisau bagi anak dan remaja. Di satu sisi, ada kekhawatiran mengenai keselamatan mereka di ranah digital, namun di sisi lain akan sangat disayangkan jika mereka tidak bisa memanfaatkan kemajuan teknologi.

    Dalam diskusi ‘Menciptakan Pengalaman Digital yang Lebih Aman bagi Remaja’ di kantor Meta Indonesia, Jakarta, Selasa (18/2/2025), Direktur Kebijakan Publik, Meta Asia Tenggara, Rafael Frankel, sepakat dengan Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), mengenai pentingnya regulasi ‘Medsos untuk Anak’ yang akan melindungi mereka di ranah digital.

    Alih-alih pembatasan apalagi melarang anak dan remaja bermedsos, Meta memberikan kontrol lebih kepada orang tua mengawasi aktivitas online anak. Hal ini sudah diterapkan Meta jauh sebelumnya dengan merilis fitur Parental Supervision Tools di Instagram, dan baru-baru ini merilis Teen Accounts, Instagram khusus pengguna berusia 13-17 tahun yang memiliki pengaturan ketat untuk menjaga keselamatan remaja di ruang digital.

    “Kita perlu mengubah pembicaraan ini agar lebih fokus pada pengalaman online yang lengkap bagi anak dan remaja Indonesia. Kita perlu benar-benar menyelaraskan pemberian alat kepada para orang tua, dan memfokuskan regulasi bagi orang tua untuk mengawasi dan mengendalikan pengalaman online anak remaja mereka,” jelasnya di kantor Meta Indonesia, Jakarta, Selasa (18/2/2025).

    Instagram Teen Accounts memberikan kontrol lebih kepada orang tua mengawasi aktivitas online anak. Foto: Meta

    Teen Accounts yang dirilis awal Februari untuk wilayah Indonesia, mengajak orang tua terlibat aktif mengawasi aktivitas anak dan remaja mereka. Akun khusus remaja ini memiliki sejumlah fitur yang berbeda dari akun Instagram milik orang dewasa karena secara otomatis akan membatasi kontak yang tidak diinginkan, menampilkan konten yang sesuai untuk usia mereka, dan membantu mereka mengelola waktu mereka di Instagram.

    Dibantu AI, moderasi konten Teen Accounts memfilter konten apa yang dapat dilihat oleh anak remaja agar mereka terhindar dari paparan konten negatif yang bersifat ketelanjangan, bullying, kekerasan, hingga konten yang eksplisit secara seksual.

    Dalam kesempatan ini, Meta juga berharap bisa bertemu dengan Menkomdigi Meutya Hafid untuk membahas rancangan regulasi perlindungan anak di ruang digital. “Kami ingin berbincang dengan (Menkomdigi) ibu Meutya untuk berdiskusi dan berdialog, karena jelas sangat penting bagi kami untuk membahas hal ini (aturan perlindungan anak di media sosial),” kata Rafael.

    (rns/rns)