Tag: Meutya Hafid

  • Operator Seluler Bersiap Hadapi Lonjakan Trafik Saat Lebaran 2025

    Operator Seluler Bersiap Hadapi Lonjakan Trafik Saat Lebaran 2025

    Operator Seluler Bersiap Hadapi Lonjakan Trafik Saat Lebaran 2025
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menyambut hari raya Idul Fitri 1446 Hijriyah atau 2025,
    operator seluler
    telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan trafik komunikasi yang diperkirakan meningkat drastis.
    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh operator telekomunikasi guna memastikan kualitas jaringan tetap stabil selama periode mudik dan
    Lebaran
    .
    “Mungkin nanti dari Pak Dirut Tekomsel dulu yang menyampaikan peningkatannya sudah sejauh mana untuk
    traffic
    ,” ujar Meutya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (
    Komdigi
    ), Selasa (25/3/2025).
    Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyebut bahwa meski baru diumumkan tiga hari lalu bahwa penurunan tarif hingga 50 persen belum menunjukkan dampak signifikan dalam peningkatan pembelian paket data.
    “Biasanya lonjakan tertinggi akan terjadi pada minggu depan, menjelang hari H Lebaran. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peningkatan trafik bisa mencapai hampir dua kali lipat dari hari biasa,” kata Nugroho.
    Sementara itu, Chief Legal Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan infrastruktur untuk menghadapi kenaikan trafik yang diperkirakan mencapai 15 persen.
    “Mungkin kalau dari Indosat, kami paketnya memang sudah dikeluarkan ya, dan biasanya
    historical
    peningkatan
    traffic book
    terjadi itu sekitar hampir 15 persen,” ujar Reski.
    “Jadi, nanti kita bisa lihat rata-rata sekitar 15 persen akan ada peningkatan
    traffic
    dan kami sudah menyiapkan juga segala infrastrukturnya sehingga yang unik dan semua yang berkomunikasi selama masalah lingkungan
    lebaran
    ini bisa Insya Allah lancar dan nyaman,” katanya lagi.
    Meski saat ini belum terjadi lonjakan trafik yang signifikan, operator memprediksi bahwa peningkatan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama menjelang malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri.
    “Belum ada peningkatan signifikan tapi bisa akan sesuai dengan peningkatan tarif
    traffic
    jadi pastinya nanti juga akan ada peningkatan,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Diskon Internet 50% Berpotensi Tekan Pendapatan Operator Seluler

    Diskon Internet 50% Berpotensi Tekan Pendapatan Operator Seluler

    Bisnis.com, JAKARTA — Institute for Development on Economics and Finance (Indef) menilai diskon tarif paket internet hingga 50% bakal berdampak pada pemasukan operator seluler pada Lebaran 2025. 

    Peneliti INDEF sektor ekonomi bisnis, Izzudin Al Farras menilai potongan tarif berpotensi menggerus keuntungan dikarenakan kebijakan ini yang diketok mendadak.

    “Namun, terdapat potensi pengurangan keuntungan operator seluler karena adanya kebijakan yang relatif mendadak dari pemerintah ini,” kata Farras kepada Bisnis, Senin (24/3/2025).

    Maka dari itu, Farras mengharapkan pemerintah ke depannya dapat mempersiapkan kebijakan dengan lebih matang. Hal ini dilakukan agar operator seluler dapat mengintegrasikan kebijakan diskon tersebut.

    Selain itu, operator seluler juga dapat menyusun kebijakan paket internet yang lebih baik bagi konsumen. Sehingga, pelanggan bisa mengalokasikan perencanaan pengeluaran internet dengan lebih baik. 

    “Ada baiknya pemerintah fokus pada kebijakan yang bersifat struktural, misalnya peningkatan kecepatan internet  mobile maupun fixed broadband,” ujarnya.

    Di hubungi secara terpisah, Pengamat Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Joseph Matheus Edward menilai adanya diskon membuat penjualan paket internet akan maksimal.

    Dirinya menyebut, faktor adanya diskon tersebut akan mendorong pelanggan untuk membeli paket internet saat periode ramadan dan lebaran 2025.

    “Tetap maksimal (penjualan). Biasa perlunya cuma beberapa volume GB yang dibeli berkali kali volumenya. Karena efek psikologis murah dan diskon, padahal yang digunakan tidak berbeda jauh,” ucap Ian.

    Diketahui, Pemerintah bersama penyelenggara layanan telekomunikasi seluler menghadirkan diskon tarif paket internet hingga 50% serta memastikan jaringan tetap stabil sepanjang periode mudik lebaran dan Nyepi 2025.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama operator layanan seluler memastikan masyarakat tetap terhubung dengan keluarga tanpa hambatan.

    Meutya Hafid menyatakan Pemerintah bersama operator seluler telah bersepakat menyediakan Paket Ramadan-Lebaran dengan harga lebih terjangkau selama satu bulan penuh bagi pelanggan prabayar maupun pascabayar.

    “Presiden ingin agar mudik ini bisa berjalan dengan aman, menyenangkan dan masyarakat dibantu,” jelasnya.

    Menurut Meutya Hafid sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, operator telekomunikasi seluler telah menyiapkan berbagai paket khusus yang memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan paket reguler. 

    Paket ini mencakup diskon besar untuk kuota data, bonus telepon, serta dukungan layanan pelanggan selama periode mudik.

  • Komdigi Tegaskan Diskon 50% Paket Internet Wujud Sinergi, Bukan Kewajiban

    Komdigi Tegaskan Diskon 50% Paket Internet Wujud Sinergi, Bukan Kewajiban

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut diskon tarif paket internet hingga 50% saat Lebaran 2025 merupakan sinergi antara pemerintah dan operator seluler.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan bahwa tidak ada kewajiban bagi operator seluler untuk mengikuti kebijakan ini, karena bentuknya adalah sinergi.

    “Tanpa diwajibkan kita sudah sinergi,” kata Wayan kepada Bisnis, Senin (24/3/2025),

    Lebih lanjut, Wayan menuturkan adanya diskon paket internet 50% merupakan cara yang dilakukan Komdigi dan operator seluler untuk mendukung mudik Lebaran 2025.

    “Ini (diskon paket internet 50%) adalah bentuk sinergitas atas komdigi dan opsel dalam mendukung program pemerintah mudik lebaran,” ujarnya.

    Diketahui, Pemerintah bersama penyelenggara layanan telekomunikasi seluler menghadirkan diskon tarif paket internet hingga 50% serta memastikan jaringan tetap stabil sepanjang periode mudik lebaran dan Nyepi 2025.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama operator layanan seluler memastikan masyarakat tetap terhubung dengan keluarga tanpa hambatan.

    Meutya Hafid menyatakan Pemerintah bersama operator seluler telah bersepakat menyediakan Paket Ramadan-Lebaran dengan harga lebih terjangkau selama satu bulan penuh bagi pelanggan prabayar maupun pascabayar.

    “Presiden ingin agar mudik ini bisa berjalan dengan aman, menyenangkan dan masyarakat dibantu,” jelasnya.

    Menurut Meutya Hafid sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, operator telekomunikasi seluler telah menyiapkan berbagai paket khusus yang memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan paket reguler. 

    Paket ini mencakup diskon besar untuk kuota data, bonus telepon, serta dukungan layanan pelanggan selama periode mudik.

    Berikut daftar promo ramadan dan lebaran dari operator seluler:

    1.⁠ ⁠Telkomsel

    Telkomsel menghadirkan berbagai produk dan solusi digital yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan selama RAFI. 

    Ragam promo dihadirkan Telkomsel, seperti Paket Internet Mudik Seru. Paket ini dibanderol dengan harga Rp50.000 dengan kuota 20GB/7 hari dan dapat diaktifkan hingga 7 April 2025.

    Selain itu, Telkomsel juga memberikan diskon bagi pelanggan yang masih bekerja hingga sahur denga meluncurkan Paket Serba Lima Ribu Sahur.

    Paket ini memiliki kuota 15GB seharga Rp5.000 dan masih ada lagi penawaran kouta lainnya sepanjang Ramadan pukul 23.00 – 07.00 WIB.

    Selain itu, tersedia promo menarik seperti IndiHome Promo 12+1 dengan gratis 1 bulan setelah berlangganan setahun, Special THR Promoberupa potongan biaya pengiriman, dan tambahan kuota melalui Telkomsel One More Quota untuk paket keluarga.

    Paket Indosat, XL, dan Smartfren …

  • Diskon 50% Paket Telkomsel, Indosat, XL, dan Smartfren Ramadan-Lebaran 2025

    Diskon 50% Paket Telkomsel, Indosat, XL, dan Smartfren Ramadan-Lebaran 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Smartfren  menghadirkan diskon paket internet hingga 50% selama Ramadan dan Lebaran 2025.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama operator seluler telah bersepakat menyediakan Paket Ramadan-Lebaran dengan harga lebih terjangkau selama satu bulan penuh bagi pelanggan prabayar maupun pascabayar.

    “Presiden ingin agar mudik ini bisa berjalan dengan aman, menyenangkan dan masyarakat dibantu,” kata Meutya dikutip, Senin (24/3/2025).

    Berikut daftar promo Ramadan dan lebaran dari operator seluler:

    1. Telkomsel

    Ragam promo dihadirkan Telkomsel, seperti Telkomsel Halo Special Ramadhan Benefit menawarkan voucher gratis untuk pelanggan baru atau peningkatan layanan, sementara Mudik Hepi memungkinkan pelanggan menukarkan Telkomsel POIN untuk mendapatkan tiket mudik. 

    By.U x Vision+ paket spesial bekerja sama dengan Vision+ untuk mendukung Timnas, dan penawaran Flash Sales bertema Ramadan. Terdapat pula cashback hingga 90% melalui Dunia Games Ramadhan untuk pembelian diamond game, serta paket video eksklusif untuk Netflix, YouTube Premium, dan Flex TV. 

    Melalui aplikasi MyTelkomsel, pelanggan dapat mengakses Ramadhan Corner untuk pengingat ibadah, pengiriman parsel & takjil, serta flash deal, sementara program MyTelkomsel Berkah Ramadhan menawarkan takjil gratis di Indomaret dan cashback hingga Rp150.000.

    2. Indosat 

    Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 menghadirkan paket spesial saat Ramadan 2025. Paket tersebut adalah, Paket Spesial Ramadan 150GB per 30 hari seharga Rp129.000 dengan pembagian kuota 5GB per hari.

    Selain paket 150GB per 30 hari seharga Rp129.000, Nicholas menyampaikan bahwa pihaknya juga memiliki dua paket lainnya dengan total kuota 30 GB dan 60 GB.

    Tidak hanya itu, terdapat juga paket dengan kuota sebanyak 300 GB. Kuota tersebut terbagi menjadi 150 GB kuota 24 jam dan 150 GB lainnya adalah kuota midnight dari jam 01.00-06.00.

    Adapun melihat dari aplikasi MyIM3 untuk paketan dengan kuota 60 GB per 30 hari dibanderol dengan harga Rp99.000 dan untuk paket 300 GB dibanderol dengan harga Rp150.000. 

    3. XL

    XL Axiata juga mempersiapkan beragam promo menarik khusus untuk pelanggan AXIS, XL Prabayar, XL PRIORITAS, XL Satu, dan XL Axiata Business Solution. 

    Beragam promo ini bisa didapatkan mulai 27 Februari hingga 15 April 2025 melalui aplikasi myXL, AXISNet.

    Dalam menyambut dan meramaikan Ramadan tahun ini, XL hadir dengan berbagai penawaran spesial melalui program promo Ramadan Deals di Aplikasi myXL. Harga yang dibanderol mulai dari Rp27.000.

    Selain itu, XL juga memberikan diskon 50% untuk pembelian di XL store. Penawaran spesial ini bisa dinikmati semua pengguna XL selama periode 1 Maret 2025 sampai dengan 2 April 2025.

    4. Smartfren

    Menyambut momen Ramadan dan Idul Fitri 1446 H, Smartfren menyelenggarakan program #RamadanPenuhBerkah

    Program ini membuat pelanggan Smartfren bisa menikmati diskon kuota untuk setiap pembelian Kuota Besar, antara lain Kuota 500 GB seharga Rp500.000 menjadi Rp250.000; Kuota 300 GB seharga Rp300.000 menjadi Rp225.000; serta Kuota 200 GB seharga Rp200.000 menjadi Rp180.000. 

    Selama Ramadan, pelanggan bisa sahur sambil menikmati internet terbaik Smartfren dengan harga spesial, yaitu Kuota Sahur 12 GB dari seharga Rp11.000 menjadi Rp5.500. Diskon ini bisa dinikmati oleh seluruh pelanggan Smartfren dengan cara sangat mudah, cukup melakukan pembelian paket internet Kuota Besar tersebut langsung melalui aplikasi MySmartfren.

  • Reaksi 7 Menteri Prabowo soal Tempo Diteror: Kelakar Nasbi, Noel Sebut Tak Ada Kejahatan Sempurna – Halaman all

    Reaksi 7 Menteri Prabowo soal Tempo Diteror: Kelakar Nasbi, Noel Sebut Tak Ada Kejahatan Sempurna – Halaman all

    TRIBUNNEWS.com – Menteri Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, turut berkomentar mengenai teror terhadap kantor Tempo.

    Hingga Sabtu (22/3/2025), Tempo telah menerima teror berupa dua paket dari orang tak dikenal (OTK).

    Paket pertama diterima pada Rabu (19/3/2025), yang ditujukan kepada jurnalis Tempo sekaligus pembawa acara Bocor Alus, Franscisca Christy Rosana alias Cica.

    Paket itu diterima Cica pada Kamis (20/3/2024), usai liputan bersama rekan kerjanya. Saat dibuka, paket tersebut ternyata berisi kepala dua.

    Teror berlanjut pada Sabtu, Tempo menerima paket berisikan enam bangkai tikus yang kepalanya telah dipenggal.

    Dirangkum Tribunnews.com, berikut ini reaksi tujuh menteri Prabowo-Gibran terkait kasus teror terhadap Tempo:

    1. Menteri Komdigi, Meutya Hafid: Silakan Laporkan

    Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, menyarankan pihak Tempo untuk melaporkan teror yang diterima.

    Sebagai mantan jurnalis, kata Meutya, ia sangat menyayangkan tindakan teror tersebut.

    “Saya sebagai mantan jurnalis menyayangkan tentu, silakan saja nanti laporkan gitu, ya. Supaya ketahuan siapa yang kirim,” kata Meutya, Jumat (21/3/2025), dilansir Kompas.com.

    Lebih lanjut, Meutya memastikan Presiden Prabowo Subianto sangat memperhatikan kebebasan pers.

    Hal ini dibuktikan dengan pemerintah dan Prabowo menampung masukan dari berbagai pihak.

    “Bahwa masukan-masukan dari masyarakat, dari sosial media pun beliau mendengarkan dan beberapa kebijakan kan dikoreksi,” ujar Meutya.

    Sekali lagi, Meutya selaku Menteri Komdigi yang membawahi media, menyayangkan adanya teror terhadap Tempo.

    Ia juga menekankan agar Tempo melapor ke pihak kepolisian.

    “Kami mewakili pemerintah, kan kami Menteri Komunikasi yang membawahi pers gitu, ya, ini kita menyayangkan dan mempersilakan mendorong teman-teman dari Tempo untuk melaporkan secara hukum kepada kepolisian,” tandas dia.

    2. Wamen Komdigi, Nezar Patria: Kalau Ada Konflik, Diselesaikan dengan UU

    Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, memastikan pihaknya sangat mendukung terciptanya kebebasan pers.

    Karena itu, Nezar menyebut, apabila ada konflik, maka diselesaikan berdasarkan undang-undang.

    Sebab, kata Nezar, kebebasan pers telah diatur oleh undang-undang pers.

    “Ya kita mendukung yang namanya kebebasan pers. Kita berharap kalau ada konflik, bisa diselesaikan dengan undang-undang,” ujarnya, Jumat.

    “Ya kebebasan pers kan dilindungi oleh undang-undang pers ya. Jadi kalau memang ada hal yang tidak sesuai, mungkin bisa disesuaikan dengan undang-undang pers,” imbuh dia.

    Saat disinggung mengenai langkah pemerintah soal teror terhadap kantor Tempo, Nezar berpendapat harus menunggu penyelidikan dari pihak kepolisian.

    “Ya tergantung nanti penyidikannya gimana,” pungkas Nezar.

    3. Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas: Jangan Ditanya ke Kami

    Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas, meminta aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut kasus teror terhadap Tempo.

    Saat disinggung lebih lanjut mengenai kasus tersebut, Andi meminta agar pihaknya tak ditanya.

    Sebab, Andi mengaku tidak tahu tahu secara detil kasus tersebut.

    Ia menduga ada pihak yang ingin memecah belah masyarakat Indonesia.

    “Kan kita tidak tahu sumbernya, karena itu silakan aparat untuk menyelidiki ya,” ujarnya, Jumat.

    “Waduh jangan ditanya ke kami dong kalau soal itu. Siapa tahu, itu bagian untuk memecah belah kita,” imbuh dia.

    4. Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi: Dimasak Saja

    Respons ambigu sempat ditunjukkan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, terkait kasus teror terhadap Tempo.

    Sambil bercanda, Nasbi mengatakan agar paket kepala babi yang ditujukan untuk Cica, dimasak saja.

    Ia juga meminta agar masalah tersebut tak disebar-sebarkan. Menurutnya, meski Tempo mendapat teror, produksi berita masih terus berjalan.

    Artinya, ujar Nasbi, kebebasan pers di tanah air masih bagus.

    “Sudah, dimasak saja, dimasak saja,” kata Nasbi bercanda, Jumat.

    “Ada yang takut enggak sekarang bikin berita? Ada yang dihalang-halangi enggak untuk liputan di Istana? Kan enggak. Itu artinya enggak ada kebebasan pers yang dikekang.”

    “Kayak misalnya Tempo masih boleh menulis berita enggak? Boleh kan? Masih boleh siaran Bocor Alus enggak? Tetap boleh kan? Itu artinya pemerintah enggak ikut campur sama sekali, enggak ganggu sama sekali,” urai dia.

    Saat kembali ditanya mengenai kasus teror terhadap Tempo, Sabtu, Nasbi menyatakan setuju atas sikap Cica.

    Menurut dia, sikap Cica yang menanggapi teror itu dengan candaan, justru membuat pelaku merasa gagal.

    “Justru saya setuju dengan Francisca menyikapi teror itu. Kan Fransisca merecehkan teror itu, sehingga KPI si peneror enggak kesampaian kan. Ya berarti kan salah orang itu, berarti kan enggak sampai itu (terornya)” ujar Nasbi, Sabtu.

    “Menurut saya kalau dilecehkan begitu, kan si pelaku KPI-nya enggak sampai. Tujuannya enggak sampai.”

    “Saya rasa kalau sekaligus dimasak, jedot-jedotin kepala itu si peneror. Ya gimana, gagal deh,” pungkasnya.

    5. Wamenaker, Immanuel Ebenezer: Saya Tidak Setuju Cara Biadab Seperti Itu

    Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel, mengutuk aksi teror terhadap Tempo.

    Ia mengaku tidak pernah setuju terhadap cara-cara yang dianggapnya biadab seperti sedemikian rupa.

    “Saya mengutuk pelaku teror terhadap Majalah Tempo. Saya tidak pernah setuju cara-cara biadab seperti itu,” tegas Noel, Minggu (23/3/2025).

    Noel menuturkan, pers nasional sudah susah-payah turut membangun demokrasi di Indonesia.

    Apabila perjuangan pers diwarnai teror seperti yang dialami Tempo, kata dia, adalah hal keterlaluan.

    “Dalam semua sequence (urutan) perjuangan demokrasi nasional, pers sebagai Pilar Demokrasi Keempat, selalu menjadi katalisator. Maka teror terhadap Majalah Tempo adalah perbuatan biadab,” urainya.

    Atas hal itu, Noel berharap Polri bisa mengusut tuntas kasus teror terhadap Tempo.

    Ia meyakini Polri bisa menyelesaikan kasus tersebut, terlebih memiliki teknologi face recognition.

    “Saya sangat berharap Polri bisa membuka tabir misteri teror Tempo,” kata Noel.

    “Ada adagium yang berkata: tidak ada kejahatan yang sempurna. Dengan adanya rekaman CCTV, maka teknologi face recognition (pengenalan wajah) milik Polri seharusnya bisa mengungkap siapa pelaku teror ini,” yakinnya.

    6. Menteri HAM, Natalius Pigai: Ini Sudah Masuk Kategori Ancaman

    Senada dengan Noel, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, juga meminta polisi untuk segera menyelidiki dan mengusut tuntas kasus teror terhadap Tempo.

    Ia menyebut kasus teror terhadap Tempo merupakan ancaman serius terhadap kebebasan pers.

    “Apakah ini memang diduga dilakukan oleh siapa, itu kan merupakan kewenangan kepolisian.”

    “Saya minta polisi memang harus usut, jangan hanya sekadar mendapat laporan adanya teror dan tidak harus berbasis laporan. Adalah kewajiban aparat penegak hukum memastikan adanya rasa keadilan,” tutur Pigai, Sabtu.

    Lebih lanjut, Pigai mengaku terkejut saat tahu Tempo mendapat teror.

    Ia pun menegaskan, ancaman dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan.

    “Ancaman tidak harus fisik, apalagi ancaman dengan simbol-simbol yang mencerminkan gambaran-gambaran yang menakutkan ini enggak boleh,” tegasnya.

    “Ini sudah masuk kategori ancaman. Saya harap polisi menindaklanjuti laporan ini dengan serius, agar ada rasa keadilan,” pungkas Pigai.

    7. Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi: Teror Murahan

    Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, menilai teror terhadap Tempo adalah aksi murahan.

    Ia pun mengajak publik untuk ikut serta melawan teror tersebut.

    “Teror murahan begini akan dilawan oleh segenap kekuatan prodemokrasi,” kata dia, Minggu.

    Ia menilai ancaman terhadap Tempo sangat berkaitan dengan kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan.

    Karena itu, Budi menuturkan, jika ada pihak yang merasa bermalasalah dengan kerja-kerja jurnalistik Tempo, maka seharusnya melapor ke Dewan Pers.

    Hal ini sesuai kaidah hukum dan demokrasi.

    Budi pun meminta agar Tempo maupun media-media yang lain, untuk tidak terpengaruh kasus teros tersebut.

    “Penggunaan cara di luar koridor tersebut tentu saja tidak dibenarkan, apalagi kalau menggunakan cara-cara teror dan intimidasi,” ujarnya.

    “Awak Tempo dan media-media lainnya jangan kendur. Jangan terpengaruh. Pokoknya, kita lawan intimidasi dan teror model beginian demi Indonesia yang lebih baik,” tegas Budi.

    (Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Chaerul Umam/Taufik Ismail/Fransiskus Adhiyuda/Reza Deni, Kompas.com)

  • Diskon 50 Persen Paket Internet dari Kemkomdigi, Akses Jaringan Dijamin Lancar Selama Lebaran dan Nyepi

    Diskon 50 Persen Paket Internet dari Kemkomdigi, Akses Jaringan Dijamin Lancar Selama Lebaran dan Nyepi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan pemudik tetap dapat terhubung selama Lebaran dan Nyepi 2025 dengan menghadirkan paket internet murah dan jaminan jaringan stabil.

    Kebijakan ini mencakup diskon internet hingga 50% bagi pelanggan prabayar dan pascabayar, menyesuaikan dengan lonjakan trafik layanan yang diperkirakan meningkat sebesar 20% selama periode mudik.

    “Kami ingin masyarakat tetap terhubung tanpa kendala, dengan tarif lebih terjangkau dan kualitas jaringan yang optimal,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam konferensi pers di kantor Kemkomdigi, Jakarta, dikutip Minggu (23/3/2025).

    Kemkomdigi telah membentuk satuan tugas khusus dan posko pengawasan yang akan beroperasi 24 jam penuh selama masa mudik untuk memastikan jaringan tetap stabil.

    Sebanyak 35 unit pelaksanaan teknis pemantauan spektrum frekuensi radio dikerahkan guna mengantisipasi gangguan jaringan di sepanjang jalur mudik.

    Selain itu, posko angkutan Lebaran terpadu juga telah ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk:
    • Bandara Internasional Soekarno-Hatta
    • Pelabuhan Merak
    • Rest Area KM57 & KM62
    • Stasiun Gambir Jakarta
    • Stasiun Tawang Semarang

    Berdasarkan data terbaru, jumlah pengguna layanan seluler di Indonesia telah mencapai lebih dari 352 juta.

    Dengan meningkatnya kebutuhan komunikasi selama masa mudik, kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengakses layanan digital dengan lebih mudah dan terjangkau.
    (Wahyuni/Fajar)

  • Menkomdigi Beberkan Langkah Strategis dan Tantangan Komdigi di Awal Kepemimpinannya – Page 3

    Menkomdigi Beberkan Langkah Strategis dan Tantangan Komdigi di Awal Kepemimpinannya – Page 3

    Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyayangkan teror kepala babi yang dikirimkan kepada wartawan Tempo Francisca Christy Rosana atau yang akrab disapa Cica. Dia pun mempersilakan wartawan Tempo melaporkan masalah tersebut agar terungkap siapa pengirimnya.

    “Saya sebagai mantan jurnalis menyayangkan tentu, dan silakan saja nanti laporkan, supaya ketahuan begitu siapa yang kirim,” kata Meutya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (21/3/2025), seperti dikutip dari kanal News Liputan6.com.

    Meutya memastikan Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen terhadap kebebasan pers. Hal ini, kata Meutya, dapat terlihat dari masukan-masukan masyarakat yang selalu ditampung oleh Prabowo.

    “Pasti dong, masih, kita tidak pernah berubah dalam rangka kebebasan pers sampai saat ini. Kita lihat berbagai masukan justru ditampung oleh pemerintah, presiden, bahwa masukan-masukan dari masyarakat, dari social media pun beliau mendengarkan, dan beberapa kebijakan kan dikoreksi,” jelasnya.

    Meutya menunggu laporan dari Dewan Pers terkait teror kepala babi yang dialami wartawan Tempo. Dia mendorong kasus tersebut diproses secara hukum di kepolisian.

    “Kita dorong justru silakan untuk diproses secara hukum di kepolisian,” ujar Menkomdigi.

     

  • Setelah Merger XL-Smartfren, 7,5 MHz Frekuensi 900 MHz Dikembalikan ke Kemkomdigi – Page 3

    Setelah Merger XL-Smartfren, 7,5 MHz Frekuensi 900 MHz Dikembalikan ke Kemkomdigi – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Proses merger antara dua operator seluler besar, XL Axiata dan Smartfren, semakin mendekati tahap final. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Wayan Toni Supriyanto, mengungkapkan setelah merger rampung, sejumlah spektrum frekuensi akan dikembalikan kepada pemerintah untuk ditata ulang.

    Dalam keterangannya di Kantor Kemkomdigi, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (22/3/2025), Wayan menyebutkan bahwa sebanyak 7,5 MHz dari pita frekuensi 900MHz yang saat ini dipegang oleh XL Axiata akan dikembalikan.

    Langkah ini merupakan bagian dari regulasi spektrum frekuensi yang berlaku di Indonesia. “(Spektrum yang dikembalikan) lebar pitarnya 7,5 MHz dari frekuensi 900 MHz, itu yang dipegang oleh XL akan dikembalikan,” kata Wayan.

    Pemerintah akan melakukan proses refarming atau penataan ulang terhadap spektrum frekuensi yang dikembalikan tersebut.

    Setelah itu, spektrum yang telah ditata ulang akan dilelang kembali agar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh industri telekomunikasi.

    “Jadi nanti (frekuensi yang ada di 900 MHz) dilelang lagi, biasa di-refarming lagi. Itu memang mekanismenya,” tambah Wayan.

    Kemkomdigi sendiri telah menyetujui rencana merger ini dengan dikeluarkannya persetujuan prinsip oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Saat ini, proses merger XL Axiata dan Smartfren berada di tangan para operator untuk ditindaklanjuti sesuai kesepakatan yang telah disusun.

    Kesepakatan merger ini pertama kali diumumkan pada Desember 2024, ketika para pemegang saham kedua perusahaan menyetujui penggabungan anak usaha mereka.

    Entitas baru ini akan memiliki valuasi perusahaan pra-sinergi gabungan sebesar Rp 104 triliun atau setara 6,5 miliar dolar AS. XL Axiata akan tetap menjadi entitas yang bertahan, sementara Smartfren dan SmartTel akan bergabung di bawah nama XLSmart.

    Kepemilikan XLSmart akan dikendalikan bersama oleh Axiata Group Berhad dan Sinar Mas, dengan masing-masing memegang 34,8 persen saham serta memiliki pengaruh yang sama dalam pengambilan keputusan strategis.

  • Jaga Sinyal Tetap Stabil, Komdigi Kirim Mobil Pemantau Frekuensi di Jalur Mudik

    Jaga Sinyal Tetap Stabil, Komdigi Kirim Mobil Pemantau Frekuensi di Jalur Mudik

    Jaga Sinyal Tetap Stabil, Komdigi Kirim Mobil Pemantau Frekuensi di Jalur Mudik
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Kementerian Komunikasi dan Digital akan mengerahkan
    mobil pemantau frekuensi
    untuk memantau penggunaan frekuensi dan mengatasi potensi gangguan di jaringan seluler, khususnya di wilayah-wilayah padat pemudik seperti bandara, pelabuhan, dan jalur tol.
    “Rencananya kami juga akan memberangkatkan mobil-mobil pemantau frekuensi bersama-sama dengan teman-teman operator seluler, jadi sinerginya kita kuatkan untuk tahun ini dan berangkat sama-sama untuk membentuk posko-posko mudik sama-sama,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/3/2025).
    Mobil pemantau frekuensi
    ini juga bertugas untuk menjaga frekuensi yang digunakan untuk keselamatan. Misalnya komunikasi penerbangan, pelayaran, dan kebencanaan agar tetap aman dari gangguan.
    Selain memastikan stabilitas jaringan, Kementerian
    Komdigi
    juga telah meminta operator seluler untuk memberikan dukungan tambahan bagi masyarakat selama mudik. 
    Salah satunya melalui pemberian diskon tarif komunikasi hingga 50 persen untuk layanan prabayar dan pascabayar.
    “Kami apresiasi juga teman-teman operator seluler yang memang semangatnya sama,” tuturnya.
    Lalu lintas jaringan operator seluler selama masa libur panjang Nyepi dan Lebaran 2025 diprediksi akan mengalami lonjakan hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
    Kementerian Komdigi telah berkoordinasi intensif dengan operator seluler untuk mempersiapkan berbagai upaya mitigasi dalam rangka menghadapi kenaikan lalu lintas jaringan seluler tersebut.
    “Kami sudah beberapa kali tim kami rapat dengan teman-teman operator seluler untuk selalu memastikan bahwa insyaallah layanan komunikasi juga tidak akan terganggu,” katanya.
    Meutya juga mengajak masyarakat untuk mengakses Mudikpedia di tautan s.id/mudikpedia untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan selama perjalanan mudik.
    Ia turut mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi ancaman di dunia digital selama masa mudik, seperti penipuan yang menggunakan fake BTS, yang kasusnya meningkat menjelang Lebaran.
    “Hati-hati juga membuka tautan karena mendekati Lebaran ini kita juga memantau ada kenaikan penipuan-penipuan atau scam gitu di dunia digital ini menjelang Lebaran,” tandasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • RUU TNI Sah Militer Masuk Ruang Digital, Menkomdigi Buka Suara

    RUU TNI Sah Militer Masuk Ruang Digital, Menkomdigi Buka Suara

    Jakarta, CNBC Indonesia – DPR telah mengesahkan revisi Undang Undang Nomor 34 Tahun 2024 tentang TNI pada Kamis (20/3) pekan ini. Dalam revisi tersebut, ada 4 perubahan kunci yang ditetapkan.

    Salah satunya termasuk peran TNI dalam menanggulangi ancaman ruang siber. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 7 terkait tugas TNI dalam operasi militer selain perang.

    Tertera bahwa TNI bertugas membantu dalam upaya menanggulangi ancaman pertahanan siber. Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan terbuka untuk diajak diskusi terkait penerapan teknisnya.

    “Kami masih menunggu poin baru di UU TNI yang terkait keamanan siber. Pada prinsipnya, kami terbuka sekali untuk diskusi,” kata Meutya saat ditemui dalam acara buka puasa bersama Komdigi di kantor Komdigi, Jumat (21/3) malam.

    Lebih lanjut, Meutya mengatakan jika Komdigi dipersilakan untuk memberi masukan, maka pihak Komdigi akan dengan senang hati memberi masukan yang dibutuhkan.

    Dikutip dari laman resmi Komdigi, tertulis bahwa revisi UU TNI diharapkan membuat prajurit TNI makin siap menghadapi tantangan keamanan modern, termasuk ancaman siber dan dinamika geopolitik.

    Diketahui, ancaman siber makin mengkhawatirkan seiring perkembangan teknologi yang kian canggih. Ancaman siber itu meliputi penipuan online, pencurian identitas, peretasan dan pembajakan, hingga aksi mata-mata dari pihak tak bertanggun jawab yang bisa membahayakan keamanan nasional.

    Selain soal penambahan tugas di ranah digital, UU TNI yang baru juga mengatur usia pensiun prajurit hingga 65 tahun, serta penambahan 4 posisi jabatan publik yang bisa diisi TNI aktif.

    (fab/fab)