Tag: Meutya Hafid

  • Menlu Perancis Temui Prabowo, Bahas Rencana Kunjungan Presiden Macron

    Menlu Perancis Temui Prabowo, Bahas Rencana Kunjungan Presiden Macron

    Menlu Perancis Temui Prabowo, Bahas Rencana Kunjungan Presiden Macron
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Menteri Eropa dan Luar Negeri Perancis
    Jean Noel Barrot
    menemui Presiden
    Prabowo Subianto
    di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (26/3/2025).
    Pertemuan ini membahas rencana kunjungan kenegaraan Presiden Perancis
    Emmanuel Macron
    ke Indonesia pada Mei 2025 untuk merayakan hubungan erat Indonesia-Perancis yang sudah berjalan selama 75 tahun.
    “Saya kira kami telah melakukan diskusi yang sangat produktif dengan Presiden Prabowo, mempersiapkan kunjungan Presiden Macron mendatang, yang akan menjadi kesempatan untuk merayakan ulang tahun ke-75 hubungan antara Indonesia dan Prancis,” kata Jean Noel Barrot di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.
    Barrot menambahkan, pertemuan dua kepala negara juga bertujuan untuk membuka babak baru hubungan yang lebih erat.
    Tujuannya adalah untuk memperkuat kedaulatan bersama dan menyatukan kekuatan, guna menyelesaikan beberapa masalah penting di abad ini, mulai dari krisis regional hingga masalah global.
    “Jadi, ini juga merupakan kesempatan bagi saya untuk mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas persiapan aktif kunjungan (Presiden Macron) ini ke pihak Indonesia,” kata Barrot.
    “Dan kami akan bekerja keras untuk ini, agar kunjungan ini menjadi sukses besar dan menjadi tonggak penting bagi hubungan yang sangat penting antara kedua negara,” ujar dia.
    Sebelumnya diberitakan, dikutip dari
    Kompas TV
    , Presiden Perancis Emmanuel Macron akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Mei 2025.
    Konfirmasi itu disampaikan oleh Macron kepada Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Indonesia, Meutya Hafid, di tengah acara AI Action Summit yang berlangsung di Grand Palais, Paris, pada Senin (11/2/2025).
    Jika rencana ini terealisasi, Macron akan menjadi Presiden Prancis pertama yang mengunjungi Indonesia sejak kedua negara sepakat untuk menjalin kemitraan strategis pada 2011.
    Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Meutya Hafid, menyambut positif rencana kedatangan Macron dan menganggapnya sebagai kesempatan penting untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.
    “Kunjungan Presiden Macron ke Indonesia akan semakin memperkokoh kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk ekonomi digital, kecerdasan buatan, pertahanan, dan energi hijau,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Operasional PDN Molor, Ketersediaan Anggaran dan Kepercayaan Industri Disorot

    Operasional PDN Molor, Ketersediaan Anggaran dan Kepercayaan Industri Disorot

    Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Data Center Indonesia (Idpro) menyinggung soal ketersediaan anggaran di tengah  molornya operasional Pusat Data Nasional (PDN) menjadi April 2025

    Ketua umum IDPRO Hendra Suryakusuma menyebut PDN Cikarang adalah proyek fundamental dalam agenda kedaulatan data Indonesia dan tulang punggung percepatan transformasi digital di lembaga dan kementerian.

    “Jika ada pergeseran target operasional dari Maret ke April 2025, ini tentu harus menjadi catatan penting, mengingat sebelumnya proyek ini juga mengalami revisi jadwal,” kata Hendra kepada Bisnis, Rabu (26/3/2025).

    Diketahui, PDN nantinya akan memiliki peran sebagai tempat menampung data-data dari berbagai instansi pemerintah. PDN juga akan melakukan pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat.

    Selain itu, PDN juga berfungsi untuk emastikan data dapat dipulihkan jika terjadi kerusakan atau kehilangan data.

    PDN Cikarang ditarget akan beroperiasi pada Januari 2025. Namun, pengoperasian PDN ini kembali diundur hingga akhir Maret 2025. Saat ini, pemerintah memprediksi PDN Cikarang baru bisa beroperasi pada April 2025.

    Hendra menuturkan, proyek seperti PDN, keterlambatan bukan hanya isu konstruksi, tapi juga kesiapan dari sisi operasional dan tata kelola datanya.

    Maka dari itu, Hendra mengatakan pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah penguatan manajemen proyek.

    Pertama, pemerintah perlu melakukan konsolidasi lintas pemangku kepentingan, terutama antara Komdigi, BSSN, Lembaga Pengadaan, dan mitra teknis.

    Selain itu, percepatan proses teknis seperti uji integrasi sistem, commissioning, serta sertifikasi keamanan siber perlu terus diselesaikan.

    “Ketiga, memastikan tidak ada bottleneck administratif atau anggaran di kuartal kedua 2025,” ujar Hendra.

    Lebih lanjut, IDPRO tetap memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah yang berfokus pada penguatan kedaulatan digital melalui pembangunan Pusat Data Nasional (PDN). 

    Hendra menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur digital ini memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan siber dan meningkatkan pelayanan teknologi informasi di Indonesia.

    “IDPRO berharap pemerintah menjaga konsistensi timeline serta transparansi pelaksanaan, karena ini akan berdampak langsung pada kepercayaan industri,” tuturnya.

    Diberitakan sebelumnya, Komdigi menyebut operasional Pusat Data Nasional (PDN) kemungkinan mundur menjadi April 2025. Bulan Ramadan menjadi pertimbangan pemerintah memundurkan waktu operasi.  

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa pihaknya memang awalnya menargetkan PDN Cikarang beroperasi pada akhir Maret 2025.

    Namun, karena berbarengan dengan datangnya bulan suci Ramadan, Meutya menuturkan PDN Cikarang bakal beroperasi paling lama di April 2025.

    “Iya kita kan tadinya ingin bulan Maret, ini karena karena bulan suci Ramadan mudah-mudahan tidak meleset dari Maret. Paling lama April,” kata Meutya di Komdigi, Selasa (18/3/2025).

  • Usai Merger Jadi XLSmart, Komdigi Ingatkan Komitmen Bangun 8.000 BTS

    Usai Merger Jadi XLSmart, Komdigi Ingatkan Komitmen Bangun 8.000 BTS

    Jakarta

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid merespon terkait selesainya merger XL Axiata dan Smartfren yang nantinya akan menjadi XLSmart. Meutya menyampaikan pesan kepada operator seluler XLSmart.

    “Pada prinsipnya adalah ya tentu kita harapkan yang paling utama adalah dari merger ini kualitas layanan harus lebih baik,” ujar Meutya Hafid di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (26/3/2025).

    Menkomdigi meminta agar XLSmart memperhatikan pelayanan customer service yang juga mesti lebih baik dari sebelumnya. Sehingga pelanggan yang tadinya terpisah dan kini tergabung, tidak mengalami kebingungan.

    Kemudian dari sisi komitmen infrastruktur, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan bahwa usai sepakat merger, XLSmart berencana untuk membangun sebanyak 8.000 base transceiver station (BTS) ke depannya.

    “Investasi, termasuk di daerah-daerah yang saat ini belum bersinyal dan itu ada di point komitmennya untuk memperluas pembangunan BTS-BTS di daerah yang memang belum ada sinyal. Itu juga masuk dalam komitmen yang mudah-mudahan ini dijalankan,” kata Meutya.

    “Dan, yang juga tidak kalah penting adalah para pegawainya setelah merger ini harus diperhatikan mengikuti standar-standar yang sudah ditetapkan dari aturan-aturan Kemankertrans, gitu ya. Jadi, itu yang kita titipkan kepada Smart dan XL,” pungkasnya.

    Pemegang saham XL Axiata dan Smartfren menyetujui terjadinya penggabungan kedua operator seluler menjadi XLSmart. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), XLSmart akan resmi beroperasi pada 16 April 2025 mendatang.

    Merger perusahaan telekomunikasi ini sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari regulator, yaitu Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aksi korporasi ini juga telah mendapatkan persetujuan secara prinsip dari Komdigi.

    Diberitakan sebelumnya, pada Desember 2024, XL Axiata, Smartfren, dan Smart Telecom mengumumkan kesepakatan definitif untuk melakukan merger yang nantinya menjadi XLSmart. Kesepakatan tersebut penggabungan perusahaan senilai Rp 104 triliun atau USD 6,5 miliar.

    Disebutkan bahwa XL Axiata akan menjadi entitas yang bertahan, sedangkan Smartfren dan SmartTel akan menggabungkan diri menjadi bagian dari XLSmart. Axiata Group Berhad dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali bersama, masing-masing memiliki 34,8% saham di XLSmart, dengan pengaruh yang sama terhadap arah dan keputusan strategisnya.

    Komdigi telah menetapkan XLSmart, entitas operator seluler baru hasil merger antara XL Axiata dan Smartfren, harus mengembalikan lebar pita 2 x 7,5 MHz ke negara.

    (agt/fay)

  • Menkomdigi Cek Sinyal Internet di Stasiun Gambir, Tembus 50 Mbps

    Menkomdigi Cek Sinyal Internet di Stasiun Gambir, Tembus 50 Mbps

    Jakarta

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau kualitas jaringan telekomunikasi menghadapi puncak arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (26/3/2025). Koneksi yang akan dirasakan pemudik bisa mencapai sekitar 30 Mbps sampai 50 Mbps.

    Selain dari sisi pemantauan infrastruktur, Komdigi dan operator seluler pun saling berkoordinasi dengan menurunkan sumber daya manusia langsung ke lokasi.

    “Dari Kemkomdigi bersama operator seluler bagaimana kemarin sudah kami sampaikan itu kurang lebih turun 1.500 personel, di antaranya adalah juga di Stasiun Gambir dan di berbagai titik lainnya. Ada 30 mobil untuk memonitoring frekuensi dan juga layanan dari Kemkomdigi juga operator seluler,” ujar Meutya.

    Meutya sempat menanyakan perihal layanan internet yang dirasakan para pemudik di Stasiun Gambir. Ia mendapati tidak ada persoalan berarti, seperti masih bisa menikmati video streaming dengan lancar, begitu juga ketersediaan paket internet terjangkau.

    “Ya, itu Alhamdulillah-nya, tapi nanti dicek langsung. Kalau dari tadi penyampaian kepada kami Alhamdulillah semuanya lancar dari sisi jaringan dari sisi kecepatan internetnya tadi kita juga sudah cek langsung bahwa kurang lebih di 30-50 Mbps, Ini angkanya yang cukup cepat,” tuturnya.

    Pada kesempatan ini, Komdigi mengerahkan dua unit mobil pemantau spektrum di Stasiun Gambar untuk memastikan frekuensi dipakai untuk peruntukannya alias tidak ada disalahgunakan.

    Menkomdigi Meutya Hafid tinjau ketersediaan paket internet terjangkau di Stasiun Gambir, Jakarta. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan jika ada penurunan kecepatan internet sampai 2 Mbps atau 5 Mbps, maka Komdigi akan meminta kepada operator seluler untuk meningkatkan koneksinya lagi.

    “Kalau ada keluhan dari sisi frekuensi, kemudian dari sisi kualitas, kalau lemah, nanti akan kami langsung lakukan namanya ticketing kepada operator untuk segera menaikkan, kalau ada yang di bawah 2-5 Mbps untuk dinaikkan sinyalnya karena ini secara online dan real-time,” ucapnya.

    (agt/fay)

  • Kemkomdigi Kerahkan 1.500 Petugas Jaga Jaringan di Mudik Lebaran 2025

    Kemkomdigi Kerahkan 1.500 Petugas Jaga Jaringan di Mudik Lebaran 2025

    Jakarta

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melepas 1.500 petugas gabungan dari pemerintah dan operator seluler yang akan bertugas di posko-posko layanan telekomunikasi. Ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Komdigi memastikan kualitas jaringan selama arus mudik Idul Fitri 2025.

    Meutya juga melepas 29 kendaraan yang terdiri dari tujuh mobil monitoring dari Komdigi, 18 mobil dari operator seluler, empat sepeda motor quality of service, dan alat monitoring komunikasi.

    “Di luar kendaraan, kami juga menyebarkan alat-alat monitoring frekuensi kami secara mobile. Jadi bisa dipindah-pindah di mana ada aduan turunnya kualitas,” kata Meutya dalam apel di Kantor Kementerian Komdigi di Jakarta, Selasa (25/3/2025).

    Komdigi memperkirakan tahun ini akan ada lonjakan traffic hingga 20% dibandingkan dengan hari biasa. Lonjakan ini dikarenakan arus mudik Lebaran yang bersamaan dengan hari raya Nyepi.

    Ribuan petugas ini akan disebarkan ke 386 posko siaga bersama yang akan hadir di berbagai kota untuk memastikan kelancaran jaringan selama libur Nyepi dan Lebaran. Posko ini akan aktif mulai 26 Maret hingga 8 April 2025.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid melepas 1.500 petugas gabungan untuk jaga jaringan selama libur Nyepi dan Lebaran Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

    Lebih rinci, ada 30 posko Komdigi yang merupakan Unit Pelaksana Tugas (UPT) Balai Monitoring, 152 posko siaga dari Telkomsel, 184 posko dari Indosat, 10 posko dari XL Axiata, dan lima posko dari Smartfren.

    Selain itu, ada lima posko strategis yang sudah diumumkan sebelumnya yang tersedia di lokasi-lokasi penting yaitu Bandar Udara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, rest area KM57, rest area KM62, Stasiun Gambir, dan Stasiun Semarang Tawang.

    Komdigi juga mendirikan pusat pengendali di Pusat Monitoring Telekomunikasi yang ada di lantai 8 Kantor Kementerian Komdigi. Masyarakat juga dapat melaporkan keadaan darurat melalui nomor telepon 112 yang aktif di 141 kabupaten dan kota.

    “Ini sesuai dengan arahan Presiden bahwa kami ditugaskan seluruh jajaran beliau untuk memudahkan masyarakat yang melakukan mudik Lebaran maupun Nyepi. Jadi yang pertama tentu agar nyaman komunikasi harus tetap terjaga,” pungkas Meutya.

    (vmp/vmp)

  • Komdigi Kerahkan 1.500 Petugas Amankan Nyepi-Mudik Lebaran 2025

    Komdigi Kerahkan 1.500 Petugas Amankan Nyepi-Mudik Lebaran 2025

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sebanyak 1.500 petugas gabungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) maupun operator seluler dikirim untuk bertugas di posko-posko layanan telekomunikasi. Ini demi memastikan kelancaran layanan bagi masyarakat Indonesia di momen Lebaran 2025.

    “Kami bekerja sama dengan para operator seluler yang hadir, total gabungan itu kurang lebih 1500 personel,” kata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat pelepasan petugas posko siaga bersama di Kantor Komdigi, Jakarta, Selasa (25/3/2025).

    Meutya menyebut, total yang diberangkatkan kurang lebih 29 kendaraan. Baik itu kendaraan monitoring frekuensi maupun kendaraan yang akan mendukung layanan aduan.

    Keseluruhan posko berjumlah 386 posko siaga yang disiapkan untuk memastikan kelancaran telekomunikasi di masa lebaran yang efektif mulai 26 Maret hingga 8 April 2025.

    Foto: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat pelepasan petugas posko siaga bersama di Kantor Komdigi, Jakarta, Selasa (25/3/2025). (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)
    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat pelepasan petugas posko siaga bersama di Kantor Komdigi, Jakarta, Selasa (25/3/2025). (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)

    Ia menjelaskan ada sekitar 30 posko Kementerian Komdigi yang merupakan Unit Pelaksana Tugas (UPT) Balai Monitoring, 152 posko siaga dari Telkomsel, 10 posko dari XL Axiata, 5 posko dari Smartfren, dan 184 posko dari Indosat yang juga merupakan gerai layanan pelanggannya di berbagai kota.

    Dan ada 5 posko strategis yang adalah kerja sama Kemkomdigi dan para opsel yang sebelumnya sudah diumumkan tersedia di lokasi-lokasi penting saat momen mudik yakni Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, rest area KM57, rest area KM62, stasiun Gambir, dan stasiun Semarang Tawang.

    Dalam acara yang sama, Komdigi juga turut melepaskan puluhan kendaraan yang bertugas untuk memantau kualitas layanan dan frekuensi di sepanjang jalur mudik.

    Komdigi juga telah menyiapkan pusat pengendali di Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) yang ada di lantai 8 Kantor Kemkomdigi.

    Meutya menyampaikan bahwa semua langkah-langkah yang dijalankan Kemkomdigi sudah sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memastikan kelancaran proses mudik di masa Lebaran dan pelaksanaan Nyepi 2025 tetao terjaga.

    “Plus kemarin sudah disepakati ditambahkan dengan penurunan tarif hingga 50% dari para operator seluler,” terangnya.

    “Jadi kami mohon doa mulai hari ini tanggal 25 berangkat mereka akan beroperasi tanggal 26 sampai tanggal 8 April. Betul-betul kita mengawal sampai nanti hari terakhir dari libur lebaran.” pungkasnya.

    (fab/fab)

  • RI dan China Jajaki Kerja Sama Pengembangan Pusat Inovasi AI Asia Tenggara

    RI dan China Jajaki Kerja Sama Pengembangan Pusat Inovasi AI Asia Tenggara

    Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia dan China tengah mengkaji rencana pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pendirian pusat inovasi AI bersama di kawasan Asia Tenggara.

    Hal tersebut terungkap saat Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid bertemu dengan Sekretaris Partai Kota Nanning, Provinsi Guangxi, Tiongkok, Nong Shengwen. 

    “Kerja sama di bidang infrastruktur digital antara Indonesia dan Tiongkok menjadi yang terbesar di antara kerja sama dengan negara lainnya. Hal ini telah mendukung konektivitas hingga ke pelosok Indonesia melalui teknologi 4G dan 5G,” kata Meutya dalam pertemuan di Kantor Kementerian Komdigi, Selasa (25/03/2025).

    Meutya menyatakan minat untuk memperluas kerja sama di bidang AI dengan Kota Nanning sebagai inspirasi berkat keberhasilannya menjadi pusat smart city yang berbasis AI.

    Menurut Meutya, pengembangan AI di Indonesia juga akan diarahkan untuk mendukung sektor pertanian sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan ketahanan pangan.  

    “Kami terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai negara, termasuk China, dalam mengembangkan teknologi AI. Target kami adalah menciptakan 9 juta talenta digital yang berkapabilitas tinggi di bidang AI pada tahun 2030,” tuturnya.

    Sekretaris Partai Kota Nanning, Nong Shengwen, menyatakan komitmennya untuk mempererat hubungan kedua negara melalui inovasi teknologi.

    Nong Shengwen juga menegaskan kesiapan Nanning untuk memberikan dukungan penuh, termasuk kebijakan dan fasilitas, kepada perusahaan-perusahaan Indonesia yang ingin bekerja sama.

    “Kami berharap dapat membangun pusat kerja sama dan inovasi AI antara China dan Asean di Indonesia, dengan dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Digital,” jelasnya.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong peserta didik di Tanah Air untuk bisa menguasai kecerdasan buatan hingga perkembangan teknologi dan sains.

     Hal ini dia sampaikan saat menghadiri acara penyerahan secara digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025, serta peluncuran Katalog Elektronik versi 6.0. Acara tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (10/12/2024).

    “Serangan-serangan siber kian berjalan, untuk itu kita harus bekerja keras terutama menghasilkan anak-anak yang menguasai menguasai teknologi ini, menguasai siber, artificial intelligence,” ujarnya dalam forum itu.

    Orang nomor satu di Indonesia itu mengungkapkan alasan pemerintah lebih mengedepankan pendidikan dalam gelontoran APBN 2025 hingga Rp724,3 triliun adalah agar anak didik mampu beradaptasi dengan kecepatan perkembangan teknologi. 

    “Karena itu kita akan fokus kepada pendidikan yang kita sebut sains, teknologi, engineering, mathematics. Ini akan kita rebut walaupun bidang-bidang lain pun kita akan bina juga demikian,” ucapnya.

    Presiden Ke-8 RI itu menekankan bahwa meskipun Indonesia memiliki sumber daya manusia yang banyak serta kekayaan alam yang melimpah, tetapi pemerintah harus selalu waspada. Mengingat banyak pihak yang tak menghendaki Indonesia menjadi Negara maju.

    “Karena itu kita optimistis walaupun tetap harus waspada. Karena kita kaya, karena kita besar, kita selalu ada pihak yang tidak menghendaki kita maju,” pungkas Prabowo.

  • Cek Promo Telkomsel, IM3, 3, XL, Axis, hingga Smartfren

    Cek Promo Telkomsel, IM3, 3, XL, Axis, hingga Smartfren

    PIKIRAN RAKYAT – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengumumkan berbagai inisiatif baru untuk mendukung kelancaran mudik Lebaran 2025. Salah satu sorotan utama adalah pemberian diskon paket data hingga 50% yang bekerja sama dengan berbagai operator seluler besar di Indonesia.

    Langkah ini diharapkan mampu memastikan komunikasi yang lancar dan terjangkau bagi masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

    Diskon Paket Data hingga 50%

    Menteri Komdigi, Meutya Hafid, dalam konferensi pers menyatakan bahwa pemerintah bersama operator seluler sepakat memberikan diskon besar pada paket data internet. Diskon ini bertujuan memastikan masyarakat tetap terhubung dengan keluarga dan teman di kampung halaman tanpa khawatir biaya mahal.

    Paket-paket ini mulai diluncurkan sejak awal Maret dengan masa aktif hingga 30 hari, sehingga tetap bisa digunakan saat Lebaran.

    “Sejalan dengan arahan Presiden untuk memastikan mudik yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat, kami mengapresiasi kontribusi operator seluler dalam memberikan rasa nyaman melalui layanan telekomunikasi yang optimal selama periode mudik Lebaran 2025,” tutur Meutya Hafid.

    Posko dan Satuan Tugas Monitoring Jaringan

    Selain diskon paket data, Komdigi juga menyiapkan satuan tugas (satgas) khusus untuk memastikan jaringan telekomunikasi tetap stabil di tengah lonjakan trafik hingga 20% selama periode mudik.

    Posko pemantauan akan didirikan di titik-titik strategis seperti Bandara Internasional Soekarno Hatta, Pelabuhan Merak, rest area KM 57 dan KM 63, Stasiun Gambir Jakarta, dan Stasiun Tawang Semarang.

    “Kami meminta dengan amat terang dan jelas kepada para operator bahwa tidak boleh ada layanan publik yang terganggu. Komunikasi adalah salah satu kunci kelancaran dan keamanan selama mudik,” ujar Meutya Hafid.

    Penawaran Spesial dari Operator Seluler

    Setiap operator seluler besar di Indonesia turut menghadirkan berbagai penawaran menarik bagi pelanggan selama Ramadan dan Lebaran. Berikut rangkuman penawaran dari masing-masing operator:

    Telkomsel

    Telkomsel menghadirkan program Surprise Deal Ramadan dengan diskon hingga 50%. Paket ini dirancang agar tetap aktif selama masa mudik dan setelah Lebaran. Selain itu, Telkomsel juga memperkuat jaringannya di berbagai Point of Interest (POI) dan menyiapkan backup untuk mengantisipasi gangguan.

    Indosat Ooredoo Hutchison (IOH)

    Indosat menawarkan enam paket spesial Ramadan dengan harga lebih murah hingga 50%. Paket ini tersedia untuk pelanggan prabayar dan pascabayar dari dua brand andalannya, IM3 dan 3, dengan pilihan kuota 60 GB, 150 GB, hingga 300 GB. Selain itu, pelanggan juga mendapatkan bonus telepon hingga 5.000 menit ke sesama pengguna IOH.

    XL Axiata

    XL Axiata menyiapkan paket Ramadhan khusus untuk pelanggan prabayar, pascabayar, dan layanan home broadband dengan diskon hingga 50%. XL juga menyediakan promo menarik bagi driver Gojek, seperti bonus kuota 5 GB untuk paket Rp50 ribu dan 10 GB untuk paket Rp75 ribu. Selain itu, XL menyiapkan posko layanan di rute-rute strategis agar pelanggan tetap terlayani dengan baik selama mudik.

    Smartfren

    Smartfren meluncurkan program bertajuk Kuota Besar Ibadah Lancar dengan diskon hingga 50%. Paket andalannya termasuk kuota 500 GB yang turun harga dari Rp500 ribu menjadi Rp250 ribu, serta paket Kuota Sahur 12 GB dari Rp 11 ribu menjadi Rp5.500. Smartfren juga meningkatkan kapasitas jaringan dan menyiapkan sumber daya di titik-titik keramaian pemudik.

    Dukungan untuk Mudik Aman dan Nyaman

    Dengan adanya diskon besar dan penguatan infrastruktur jaringan, diharapkan masyarakat dapat menikmati mudik yang lebih lancar dan nyaman. Pemerintah dan operator seluler berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan selama periode krusial ini.

    “Komunikasi adalah bagian terpenting dari kelancaran dan keamanan. Kami berharap semua pemudik bisa tetap terhubung dengan keluarga tanpa kendala,” ucap Meutya Hafid.

    Jadi, sudah siap mudik dengan paket data super hemat tahun ini? Pastikan kamu memilih paket yang sesuai kebutuhan agar tetap terkoneksi sepanjang perjalanan!***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Pemegang Saham Smartfren Setuju Merger dengan XL Axiata – Page 3

    Pemegang Saham Smartfren Setuju Merger dengan XL Axiata – Page 3

    Untuk diketahui, proses merger antara dua operator seluler besar, XL Axiata dan Smartfren, semakin mendekati tahap final.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Wayan Toni Supriyanto, mengungkapkan setelah merger rampung, sejumlah spektrum frekuensi akan dikembalikan kepada pemerintah untuk ditata ulang.

    Dalam keterangannya di Kantor Kemkomdigi, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (22/3/2025), Wayan menyebutkan bahwa sebanyak 7,5 MHz dari pita frekuensi 900MHz yang saat ini dipegang oleh XL Axiata akan dikembalikan.

     Langkah ini merupakan bagian dari regulasi spektrum frekuensi yang berlaku di Indonesia. “(Spektrum yang dikembalikan) lebar pitarnya 7,5 MHz dari frekuensi 900 MHz, itu yang dipegang oleh XL akan dikembalikan,” kata Wayan.

    Pemerintah akan melakukan proses refarming atau penataan ulang terhadap spektrum frekuensi yang dikembalikan tersebut.

    Setelah itu, spektrum yang telah ditata ulang akan dilelang kembali agar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh industri telekomunikasi.

    “Jadi nanti (frekuensi yang ada di 900 MHz) dilelang lagi, biasa di-refarming lagi. Itu memang mekanismenya,” tambah Wayan.

    Kemkomdigi sendiri telah menyetujui rencana merger ini dengan dikeluarkannya persetujuan prinsip oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

    Saat ini, proses merger XL Axiata dan Smartfren berada di tangan para operator untuk ditindaklanjuti sesuai kesepakatan yang telah disusun.

  • Komdigi Umumkan Penurunan Tarif Telekomunikasi 50 Persen Saat Lebaran 2025

    Komdigi Umumkan Penurunan Tarif Telekomunikasi 50 Persen Saat Lebaran 2025

    Komdigi Umumkan Penurunan Tarif Telekomunikasi 50 Persen Saat Lebaran 2025
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan
    operator seluler
    memberikan diskon tarif telekomunikasi hingga 50 persen selama periode libur Lebaran dan
    Nyepi
    2025.
    “Sudah disepakati, ditambahkan dengan penurunan tarif hingga 50 persen dari para operator seluler,” kata Meutya di Kantor Kementeria
    Komdigi
    , Selasa (25/3/2025).
    Sementara itu, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni mengatakan bahwa pihaknya memprediksi trafik komunikasi akan mengalami lonjakan hingga 20 persen selama periode Idul Fitri dan Nyepi dibandingkan dengan hari biasa.
    “Tahun ini, perayaan Idul Fitri beriringan dengan Hari Raya Nyepi dan diperkirakan akan mendorong kelonjangan trafik komunikasi hingga 20 persen dibandingkan harian biasa,” kata Wayan.
    Dia menyatakan bahwa momen libur panjang ini akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang berimbas pada kenaikan penggunaan layanan komunikasi.
    “Kualitas layanan komunikasi yang optimal, stabil, dan andal menjadi perhatian utama kami,” ujar Wayan.
    “Oleh karena itu, kami telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan jaringan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya lagi.
    Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyebut bahwa meski baru diumumkan tiga hari lalu, penurunan tarif hingga 50 persen belum menunjukkan dampak signifikan dalam peningkatan pembelian paket data seluler.
    “Biasanya lonjakan tertinggi akan terjadi pada minggu depan, menjelang hari H Lebaran. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peningkatan trafik bisa mencapai hampir dua kali lipat dari hari biasa,” kata Nugroho.
    Sementara itu, Chief Legal Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan infrastruktur untuk menghadapi kenaikan trafik yang diperkirakan mencapai 15 persen.
    “Mungkin kalau dari Indosat, kami paketnya memang sudah dikeluarkan ya, dan biasanya
    historical
    peningkatan
    traffic book
    terjadi itu sekitar hampir 15 persen,” ujar Reski.
    “Jadi nanti kita bisa lihat rata-rata sekitar 15 persen akan ada peningkatan
    traffic
    dan kami sudah menyiapkan juga segala infrastrukturnya sehingga yang unik dan semua yang berkomunikasi selama masalah lingkungan lebaran ini bisa insya Allah lancar dan nyaman,” katanya lagi.
    Meski saat ini belum terjadi lonjakan trafik yang signifikan, operator memprediksi bahwa peningkatan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama menjelang malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri 2025.
    “Belum ada peningkatan signifikan tapi bisa akan sesuai dengan peningkatan tarif
    traffic
    jadi pastinya nanti juga akan ada peningkatan,” ujar Reski.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.