Tag: Meutya Hafid

  • Daftar Lengkap HP Bisa Pakai eSIM dan Cara Cek Smartphone Sendiri

    Daftar Lengkap HP Bisa Pakai eSIM dan Cara Cek Smartphone Sendiri

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk bisa beralih ke eSIM. Cara ini dianggap bisa meningkatkan keamanan data pribadi, memperkuat ekosistem Internet of Things (IoT) dan mendukung efisiensi operasional industri telekomunikasi.

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sendiri telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pemanfaatan Teknologi Modul Identitas Pelanggan Melekat atau Embedded Subscriber Identity Module (eSIM) dalam penyelenggaraan telekomunikasi.

    Menteri Komdigi Meutya Hafid mengatakan migrasi eSIM ini belum bersifat wajib. Namun pihak kementerian mengajurkan untuk melakukannya bagi masyarakat dengan perangkat yang sudah bisa menggunakan eSIM.

    “Ini demi keamanan data pribadi dan perlindungan terhadap penyalahgunaan identitas,” kata Meutya.

    Sebagai informasi, belum semua ponsel mendukung eSIM. Setidaknya baru beberapa tahun terakhir ini para produsen mengeluarkan HP yang memang sudah bisa menggunakan eSIM di dalam perangkatnya.

    Berikut daftar HP keluaran lama yang sudah mendukung eSIM:

    Daftar iPhone bisa pakai esim

    iPhone 16
    iPhone 16 Pro
    iPhone 16 Pro Max
    iPhone 15
    iPhone 15 Plus
    iPhone 15 Pro
    iPhone 15 Pro Max
    iPhone 14
    iPhone 14 Plus
    iPhone 14 Pro
    iPhone 14 Pro Max
    iPhone 13
    iPhone 13 Mini
    iPhone 13 Pro
    iPhone 13 Pro Max
    iPhone 12
    iPhone 12 Mini
    iPhone 12 Pro
    iPhone 12 Pro Max
    iPhone 11
    iPhone 11 Pro
    iPhone 11 Max
    iPhone XS
    iPhone XS Max
    iPhone XR
    iPhone SE (2020 dan 2022)

    Daftar HP Samsung bisa ganti eSIM

    Samsung Galaxy S25
    Samsung Galaxy S25 Plus
    Samsung Galaxy S25 Ultra
    Samsung Galaxy S24
    Samsung Galaxy S24 Plus
    Samsung Galaxy S24 Ultra
    Samsung Galaxy S23
    Samsung Galaxy S23 Plus
    Samsung Galaxy S23 Ultra
    Samsung Galaxy S22
    Samsung Galaxy S22 Ultra
    Samsung Galaxy S22 Plus
    Samsung Galaxy S21
    Samsung Galaxy S21 Plus
    Samsung Galaxy S21 Ultra
    Samsung Galaxy S20
    Samsung Galaxy S20 Plus
    Samsung Galaxy S20 Ultra
    Samsung Galaxy Z Fold6
    Samsung Galaxy Z Flip6
    Samsung Galaxy Z Fold5
    Samsung Galaxy Z Flip5
    Samsung Galaxy Z Fold4
    Samsung Galaxy Z Flip4
    Samsung Galaxy Z Fold3
    Samsung Galaxy Z Flip3
    Samsung Galaxy Z Fold2
    Samsung Galaxy Z Flip 5G
    Samsung Galaxy Z Flip
    Samsung Galaxy Fold
    Samsung Galaxy Note20
    Samsung Galaxy Note20 Ultra

    Daftar HP Xiaomi bisa pakai eSIM

    Xiaomi Redmi Note 13 Pro
    Xiaomi Redmi Note 13 Pro+
    Xiaomi 12T Pro
    Xiaomi 13 Lite
    Xiaomi 13T
    Xiaomi 13T Pro

    Sederet HP Oppo bisa ganti eSIM

    Oppo Find X5 Pro
    Oppo Find X3 Pro
    Oppo Find X5
    Oppo A55s 5G
    Oppo Reno 5 A
    Oppo Find N2 Flip

    HP Honor yang bisa ganti eSIM

    Honor Magic V3
    Honor 200 Pro

    Cara Cek HP Bisa Pakai eSIM

    Mayoritas HP yang dirilis 1-2 tahun terakhir sudah dilengkapi fitur eSIM. Oleh karena itu, selain daftar di atas, Anda juga bisa mengecek sendiri apakah ponsel yang digunakan telah mendukung eSIM. Berikut cara mengeceknya:

    Cara cek iPhone

    Buka menu Pengaturan atau Setting di iPhone
    Gulir dan klik Seluler atau Cellular
    Setelah itu, pilih opsi Add eSIM
    Jika terdapat opsi tersebut iPhone yang dipakai pengguna telah mendukung eSIM

    Cara cek HP Android

    Buka menu Pengaturan
    Pilih menu Koneksi
    Gulirkan lalu klik pengelola SIM atau SIM Manager
    Jika terdapat opsi yang berjudul “Tambahkan eSIM” atau “Add eSIM”, HP Android mu telah mendukung penggunaan eSIM.

    (dem/dem)

  • Top 3 Tekno: Investasi Microsoft Rp 27 Triliun di Indonesia Jadi Sorotan – Page 3

    Top 3 Tekno: Investasi Microsoft Rp 27 Triliun di Indonesia Jadi Sorotan – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Microsoft memulai investasi besar-besaran senilai Rp 27 triliun untuk memperkuat infrastruktur cloud dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

    Berita ini menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Sabtu (19/4/2025) kemarin.

    Informasi lain yang juga populer yaitu mengenai harga iPhone 15 yang turun drastis di April 2025.

    Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

    1. Investasi Microsoft Rp 27 Triliun Dimulai, Indonesia Siap Jadi Pusat Digital Asia Tenggara?

    Microsoft memastikan telah memulai investasi besar-besaran senilai Rp 27 triliun untuk memperkuat infrastruktur cloud dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

    Komitmen ini disampaikan langsung oleh President Director Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, dalam pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid, dan Wakil Menteri Nezar Patria.

    Investasi Microsoft ini menandai langkah signifikan Indonesia menuju kemandirian digital dan menempatkannya sebagai calon kekuatan digital utama di Asia Tenggara.

    Nantinya, investasi Microsoft tersebut akan digunakan untuk membangun pusat data baru dan mengembangkan ekosistem AI di Indonesia.

    “Transformasi digital adalah arahan langsung Presiden, dan kami mendukungnya dengan kebijakan yang membuat Indonesia lebih kompetitif,” tutur Menteri Komdigi Meutya Hafid seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (19/4/2025).

    Dalam kesempatan itu, ia juga menyorot pentingnya edukasi publik tentang manfaat nyata AI, bukan hanya sebatas popularitasnya.

    Sementara Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menambahkan, kesiapan regulasi menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekosistem digital nasional.

    “Kami membangun sistem pengelolaan data yang kuat melalui Government Cloud, yang meski tidak sepenuhnya dimiliki pemerintah, dikembangkan dalam kerangka kategorisasi dan tata kelola data nasional,” tuturnya.

    Baca selengkapnya di sini 

     

  • Top 3 Tekno: Investasi Microsoft Rp 27 Triliun di Indonesia Jadi Sorotan – Page 3

    Investasi Microsoft Rp 27 Triliun Siap Dimulai, Indonesia Siap Jadi Pusat Digital Asia Tenggara? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Microsoft memastikan telah memulai investasi besar-besaran senilai Rp 27 triliun untuk memperkuat infrastruktur cloud dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

    Komitmen ini disampaikan langsung oleh President Director Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, dalam pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid, dan Wakil Menteri Nezar Patria.

    Investasi Microsoft ini menandai langkah signifikan Indonesia menuju kemandirian digital dan menempatkannya sebagai calon kekuatan digital utama di Asia Tenggara.

    Nantinya, investasi Microsoft tersebut akan digunakan untuk membangun pusat data baru dan mengembangkan ekosistem AI di Indonesia.

    “Transformasi digital adalah arahan langsung Presiden, dan kami mendukungnya dengan kebijakan yang membuat Indonesia lebih kompetitif,” tutur Menteri Komdigi Meutya Hafid seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (19/4/2025). 

    Dalam kesempatan itu, ia juga menyorot pentingnya edukasi publik tentang manfaat nyata AI, bukan hanya sebatas popularitasnya.

    Sementara Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menambahkan, kesiapan regulasi menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekosistem digital nasional.

    “Kami membangun sistem pengelolaan data yang kuat melalui Government Cloud, yang meski tidak sepenuhnya dimiliki pemerintah, dikembangkan dalam kerangka kategorisasi dan tata kelola data nasional,” tuturnya. 

     

    Adapun menurut President Director Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, investasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan, dan akan digunakan untuk peluncuran cloud region Indonesia.

    Ia menjelaskan, infrastruktur ini ini tidak hanya melayani kebutuhan domestik, tetapi juga akan mendukung perusahaan global yang beroperasi di Indonesia.

    “Peluncuran cloud region akan menjadi bagian dari AI Tour, acara global Microsoft, yang akan digelar di Jakarta pada 27 Mei. Ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang kesiapan Indonesia menjadi pemain besar dalam ekosistem AI global,” kata Dharma.

    Selain pembangunan infrastruktur, Microsoft juga berencana untuk meningkatkan kolaborasi riset dan pengembangan produk digital buatan Indonesia.

     

  • Top 3 Tekno: Investasi Microsoft Rp 27 Triliun di Indonesia Jadi Sorotan – Page 3

    Investasi Microsoft Rp 27 Triliun Dimulai, Indonesia Siap Jadi Pusat Digital Asia Tenggara? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Microsoft memastikan telah memulai investasi besar-besaran senilai Rp 27 triliun untuk memperkuat infrastruktur cloud dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

    Komitmen ini disampaikan langsung oleh President Director Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, dalam pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid, dan Wakil Menteri Nezar Patria.

    Investasi Microsoft ini menandai langkah signifikan Indonesia menuju kemandirian digital dan menempatkannya sebagai calon kekuatan digital utama di Asia Tenggara.

    Nantinya, investasi Microsoft tersebut akan digunakan untuk membangun pusat data baru dan mengembangkan ekosistem AI di Indonesia.

    “Transformasi digital adalah arahan langsung Presiden, dan kami mendukungnya dengan kebijakan yang membuat Indonesia lebih kompetitif,” tutur Menteri Komdigi Meutya Hafid seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (19/4/2025). 

    Dalam kesempatan itu, ia juga menyorot pentingnya edukasi publik tentang manfaat nyata AI, bukan hanya sebatas popularitasnya.

    Sementara Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menambahkan, kesiapan regulasi menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekosistem digital nasional.

    “Kami membangun sistem pengelolaan data yang kuat melalui Government Cloud, yang meski tidak sepenuhnya dimiliki pemerintah, dikembangkan dalam kerangka kategorisasi dan tata kelola data nasional,” tuturnya. 

    Adapun menurut President Director Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, investasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan, dan akan digunakan untuk peluncuran cloud region Indonesia.

    Ia menjelaskan, infrastruktur ini ini tidak hanya melayani kebutuhan domestik, tetapi juga akan mendukung perusahaan global yang beroperasi di Indonesia.

    “Peluncuran cloud region akan menjadi bagian dari AI Tour, acara global Microsoft, yang akan digelar di Jakarta pada 27 Mei. Ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang kesiapan Indonesia menjadi pemain besar dalam ekosistem AI global,” kata Dharma.

    Selain pembangunan infrastruktur, Microsoft juga berencana untuk meningkatkan kolaborasi riset dan pengembangan produk digital buatan Indonesia.

  • Kehadiran XLSmart Bakal Ubah Peta Persaingan Telekomunikasi Nasional

    Kehadiran XLSmart Bakal Ubah Peta Persaingan Telekomunikasi Nasional

    Bisnis.com, JAKARTA — Hadirnya PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) diyakini akan mengubah secara signifikan lanskap industri telekomunikasi nasional.

    PT XL Axiata Thbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Smart Telecom (ST) resmi melakukan merger menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart).

    Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Smartfren Telecom dan Smart Telecom setuju untuk menggabungkan diri dengan XL Axiata sebagai perusahaan penerima penggabungan. Kini, status Smartfren Telecom dan Smart Telecom kemudian berakhir karena hukum atau penggabungan usaha.

    XL Axiata juga sebelumnya juga telah memperoleh persetujuan terkait dengan penggabungan usaha tersebut dari rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 25 Maret 2025.

    Penggabungan ini menyisakan tiga pemain utama di pasar, yakni Telkomsel (TSEL), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan entitas baru yang disebut XLSmart.

    Direktur Eksekutif ICT sekaligus pengamat ekonomi digital Heru Sutadi menilai kehadiran XLSmart akan menciptakan kompetisi yang lebih sehat di sektor ini, khususnya dalam persaingan antara XLSmart dan IOH sebagai pemain kedua di bawah Telkomsel.

    “Semoga persaingan memberikan manfaat bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan berkualitas, tarif kompetitif, dan penyediaan jaringan hingga jauh ke pelosok Indonesia,” katanya kepada Bisnis.com, Jumat (18/4/2025).

    Selain itu, Heru menekankan pentingnya peran pemerintah untuk tidak menambah pemain baru di industri telekomunikasi dalam negeri.

    “Hal tersebut hanya akan jadi beban industri atau belajar dari sejarah industri telekomunikasi, operator mendapat ijin kemudian dijual kembali,” ujarnya.

    Pengamat Telekomunikasi dari STEI ITB Agung Harsoyo menyebut merger tersebut sebagai bentuk konsolidasi terakhir di industri operator seluler (opsel). 

    Menurutnya, dengan tiga pemain utama yang memiliki sumber daya relatif seimbang, ekosistem telekomunikasi Indonesia akan jauh lebih sehat.

    “Diharapkan tiga hal sekaligus tercapai industri telko bertumbuh, Pemerintah memperoleh pajak dan PNBP yang meningkat, pelanggan mendapatkan layanan berkualitas dan merata di seluruh wilayah Indonesia,” ucap Agung.

    Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan bahwa pihaknya memberikan restu setelah melakukan pertemuan dengan pihak XL Smart.

    “Maka hari ini kami setelah verifikasi faktual dengan bertemu, kami prinsipnya memberikan persetujuan kepada PT XLSmart Telecom Sejahtera,” kata Meutya di Komdigi, Kamis (17/4/2025).

    Meutya menyebut, persetujuan itu juga memberikan beberapa syarat kepada seperti penambahan base transceiver station (BTS) sebanyak 8.000. Selain itu juga peningkatakan kecepatan jaringan sampai dengan 16% pada tahun 2029.

  • Daftar Target XLSMART Setelah Merger Direstui Menteri Komdigi

    Daftar Target XLSMART Setelah Merger Direstui Menteri Komdigi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Layanan internet yang lebih cepat dan merata untuk jutaan warga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi target utama dari merger antara PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom Tbk ke dalam satu entitas baru: PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk yang resmi disahkan Pemerintah kemarin, Kamis (17/4/2025).

    Pengesahan merger ini diumumkan oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam konferensi pers di Media Center Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, kemarin. Menurutnya, penggabungan ini bukan hanya keputusan korporasi, tetapi juga mewajibkan adanya komitmen nyata dalam bentuk target-target yang jelas dan dapat diukur.

    “Di antaranya adalah, peningkatan kecepatan unduh hingga 16% pada tahun 2029, penambahan 8.000 BTS baru yang difokuskan pada daerah dengan layanan yang masih terbatas dan peningkatan akses layanan digital di lebih dari 175.000 sekolah, 8.000 fasilitas layanan kesehatan, dan 42.000 kantor pemerintahan di seluruh Indonesia,” tegas Meutya, dalam siaran pers, dikutip Jumat (18/4/2025).

    Selain itu, Pemerintah mensyaratkan agar entitas hasil merger bukan hanya memperluas jangkauan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan keterjangkauan layanan.

    “Kita pastikan harus dipenuhi oleh entitas baru ini yang bernama PT XL Smartfren Telecom Sejahtera Terbuka,” imbuh Meutya.

    Untuk menjamin kualitas layanan selama masa transisi, Meutya menegaskan bahwa tidak boleh ada gangguan atau penurunan mutu layanan bagi pelanggan. Pemerintah telah mewajibkan agar entitas baru tetap menjaga stabilitas jaringan dan kenyamanan pengguna.

    Selain publik, dia menambahkan perhatian juga diarahkan pada perlindungan tenaga kerja. Menjawab kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK), Meutya menegaskan bahwa tidak akan ada PHK massal dalam proses ini.

    “Kami memastikan seluruh hak tenaga kerja dijaga. Jika ada penyesuaian, harus dilakukan secara wajar, manusiawi, dan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

    Meutya menegaskan bahwa Pemerintah akan melakukan pengawasan ketat termasuk laporan semesteran, audit independen, dan inspeksi lapangan. Jika komitmen tidak dipenuhi, sanksi administratif hingga penalti akan diberlakukan.

    “Merger ini untuk penyehatan industri ke depan dalam kerangka membangun sebuah ekosistem atau transformasi digital sesuai amanah Presiden yang kita harapkan bisa lebih baik ke depan, dan juga sekali lagi lebih inklusif atau merata,” tutup Meutya.

    Dengan langkah ini, Pemerintah menegaskan posisinya sebagai pengawal transformasi digital yang tidak hanya dinikmati oleh segelintir, tetapi menjadi hak bagi seluruh rakyat Indonesia – dari kota besar hingga pelosok negeri.

    (haa/haa)

  • Microsoft Resmi Berinvestasi Rp27 Triliun untuk Cloud dan AI di Indonesia

    Microsoft Resmi Berinvestasi Rp27 Triliun untuk Cloud dan AI di Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA — Microsoft resmi membenamkan investasi senilai Rp27 triliun untuk mendukung transformasi digital di Indonesia. 

    Investasi ini bakal difokuskan pada penguatan infrastruktur cloud dan pengembangan kecerdasan buatan (AI), serta menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan digital di kawasan Asia Tenggara.

    “Transformasi digital adalah arahan langsung Presiden, dan kami mendukungnya dengan kebijakan yang membuat Indonesia lebih kompetitif,” kata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam keteranganya, Kamis (17/4/2025).

    Meutya juga menekankan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat tentang AI, tidak hanya dari sisi popularitas, tetapi juga dari sisi manfaat konkret.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan menambahkan bahwa kesiapan regulasi menjadi faktor penting dalam menunjang pertumbuhan ekosistem digital nasional. 

    “Kami membangun sistem pengelolaan data yang kuat melalui Government Cloud, yang meski tidak sepenuhnya dimiliki pemerintah, dikembangkan dalam kerangka kategorisasi dan tata kelola data nasional,” jelasnya.

    Sementara itu, President Director Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir menyampaikan bahwa investasi ini merupakan bagian dari komitmen Microsoft yang disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo.

    Investasi ini akan digunakan untuk peluncuran cloud region Indonesia. Infrastruktur ini tidak hanya melayani kebutuhan domestik, tetapi juga akan mendukung perusahaan global yang beroperasi di Indonesia.

    “Peluncuran cloud region akan menjadi bagian dari AI Tour, acara global Microsoft, yang akan digelar di Jakarta pada 27 Mei. Ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang kesiapan Indonesia menjadi pemain besar dalam ekosistem AI global,” ujar Dharma.

    Sebelumnya, CEO Microsoft Satya Nadella berjanji akan membawa infrastruktur AI terbaru ke Indonesia dengan menggelontorkan US$1,7 miliar atau Rp27,65 triliun (kurs Rp16.267).

    “Kami mengumumkan bahwa pusat data kami akan segera hadir di Indonesia. Itu sangat menggembirakan. Bahkan, hal yang benar-benar membuat saya bersemangat untuk diumumkan hari ini adalah perluasan investasi pusat data. Jadi US$1,7 miliar untuk membawa infrastruktur AI terbaru dan terhebat ke Indonesia,” ungkap Nadella dalam acara Microsoft Build: AI Day di Jakarta Convention Center, Selasa (30/4/2024).

    Nadella menjelaskan bahwa pihaknya akan memiliki infrastruktur pelatihan inferensi kelas dunia, baik itu Nvidia, AMD, atau chip Maya milik Microsoft sendiri akan menjadi bagian dari infrastruktur pusat data.

    “Memungkinkan setiap pengembang dapat melatih model mereka, melakukan inferensi terbaik dari model mereka melalui seluruh infrastruktur,” ujarnya. 

  • Microsoft Modali Rp 27 Triliun, RI Jadi Poros AI Asia Tenggara

    Microsoft Modali Rp 27 Triliun, RI Jadi Poros AI Asia Tenggara

    Jakarta

    Microsoft berinvestasi Rp 27 triliun untuk penguatan cloud dan pengembangan AI di Tanah Air. Indonesia bisa menjadi kekuatan digital baru di Asia Tenggara.

    Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Nezar Patria, dan President Director Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir, di kantor Kemkomdigi, Jakarta.

    “Transformasi digital adalah arahan langsung Presiden, dan kami mendukungnya dengan kebijakan yang membuat Indonesia lebih kompetitif,” ujar Meutya Hafid dalam keterangan resminya, Kamis (17/4/2025).

    Ia juga menekankan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat tentang AI. Kecerdasan buatan bukan cuma sekadar untuk animasi, tapi banyak manfaat lain

    “AI jauh lebih dari sekadar video animasi. Kita ingin tampilkan solusi nyata dan kisah sukses yang bisa jadi inspirasi,” tambahnya.

    Wakil Menteri Nezar Patria menambahkan bahwa kesiapan regulasi menjadi faktor penting dalam menunjang pertumbuhan ekosistem digital nasional. “Kami membangun sistem pengelolaan data yang kuat melalui Government Cloud, yang meski tidak sepenuhnya dimiliki pemerintah, dikembangkan dalam kerangka kategorisasi dan tata kelola data nasional,” jelasnya.

    Sementara itu, Presdir Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir menyampaikan investasi ini merupakan bagian dari komitmen Microsoft yang disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo, dan akan digunakan untuk peluncuran cloud region Indonesia. Infrastruktur ini tidak hanya melayani kebutuhan domestik, tetapi juga akan mendukung perusahaan global yang beroperasi di Indonesia.

    “Peluncuran cloud region akan menjadi bagian dari AI Tour, acara global Microsoft, yang akan digelar di Jakarta pada 27 Mei. Ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang kesiapan Indonesia menjadi pemain besar dalam ekosistem AI global,” kata Dharma.

    Lebih dari sekadar pembangunan pusat data, Microsoft juga membuka peluang untuk kolaborasi riset dan pengembangan produk digital buatan Indonesia yang bisa menembus pasar global. Dengan dukungan ekosistem yang kuat dan visi yang jelas, Indonesia diharapkan semakin kokoh di jalur menuju kemandirian digital dan peran strategis di kawasan.

    (fay/rns)

  • XLSmart Sanggupi Tugas dari Komdigi Bikin 8 Ribu BTS

    XLSmart Sanggupi Tugas dari Komdigi Bikin 8 Ribu BTS

    Jakarta

    XLSmart bertandang ke kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia hari ini, Kamis, 17 April 2025. Banyak hal dibahas, salah satunya menyanggupi pembangunan delapan ribu base transceiver station (BTS).

    “Sampai dengan tadi dikatakan juga bahwa akan adanya lebih dari 8.000 site yang akan kita bangun, supaya tadi coverage-nya lebih besar lagi,” kata Presiden Komisaris XLSmart, Arsjad Rasjid, di Kantor Komdigi, Kamis (17/4/2025).

    Dengan begitu, menurut Arsjad, teknologi yang tengah dikembangbiakkan ini bisa digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan membantu pemerintahan. Lebih lanjut, dirinya mengatakan, hal ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

    Mekomdigi Meutya Hafid menyampaikan jumlah BTS-nya mungkin saja bisa lebih dari yang diminta. Lalu teknologi yang diterapkan tentunya mengikuti perkembangan jaman saat ini.

    “Jadi tadi sebagaimana kami sampaikan bahwa 8 ribu BTS baru ini yang diwajibkan, jadi artinya bisa lebih dari ini yang tentu secara otomatis karena memang kita sudah memasuki era 5G maka ini juga diharapkan juga berbasis teknologi 5G,” kata Meutya.

    Namun tak hanya itu saja kewajiban yang harus dicapai oleh XLSmart setelah melakukan penggabungan usaha. Hal ini mengingat, Komdigi telah memberikan sederet tugas yang harus mereka jalani.

    Meutya pun menyebutkan sederet kewajiban yang harus dipenuhi oleh XLSmart setelah merger, yakni peningkatan kecepatan unduh hingga 16% pada tahun 2029, penambahan 8 ribu BTS baru yang difokuskan pada daerah dengan layanan yang saat ini masih terbatas, peningkatan akses layanan digital lebih dari 175 ribu sekolah, 8 ribu fasilitas layanan kesehatan, dan 42 ribu kantor pemerintahan di seluruh Indonesia.

    Apabila XLSmart tidak bisa mencapai komitmen-komitmen yang diberikan, maka akan dijatuhi sanksi. Meutya mengatakan, sanksinya bisa berupa denda sampai pencabutan izin.

    (hps/rns)

  • Menkomdigi Bakal Sanksi XL Smart Bila Gagal Penuhi Komitmen 
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        17 April 2025

    Menkomdigi Bakal Sanksi XL Smart Bila Gagal Penuhi Komitmen Nasional 17 April 2025

    Menkomdigi Bakal Sanksi XL Smart Bila Gagal Penuhi Komitmen
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi)
    Meutya Hafid
    memastikan akan memberikan sanksi tegas jika PT
    XL Smart Telecom
    Sejahtera Tbk, entitas baru hasil penggabungan PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk, tidak menjalankan kewajibannya usai
    merger
    .
    “Apabila tidak terpenuhi, ada sanksi administratif berupa denda hingga pencabutan izin,” kata Meutya di kantornya, Kamis (17/4/2025).
    Kewajiban-kewajiban tersebut meliputi pembangunan 8.000
    Base Transceiver Station
    (BTS) tambahan.
    Penambahan BTS ini ditujukan untuk memperluas akses layanan digital yang difokuskan di daerah-daerah pelosok, utamanya ke lebih dari 175.000 sekolah, 8.000 fasilitas layanan kesehatan, dan 42.000 kantor pemerintahan di seluruh Indonesia.
    Kewajiban selanjutnya adalah memastikan peningkatan kecepatan unduh (download) layanan. Ada target yang harus dipenuhi pada empat tahun lagi.
    “Pemerintah tidak hanya memberikan persetujuan, tapi juga memberikan kewajiban atas komitmen-komitmen, di antaranya adalah peningkatan kecepatan unduh hingga 16 persen pada tahun 2029 nanti sudah ada peningkatan sampai 16 persen,” lanjut Meutya.
    Terkait dengan pengembangan teknologi, Meutya menyebut bahwa penambahan BTS yang diwajibkan diproyeksikan mendukung implementasi jaringan 5G.
    “8.000 BTS baru yang diwajibkan, jadi artinya bisa lebih dari ini, yang tentu secara otomatis karena kita sudah memasuki era 5G, maka ini harapkan juga berbasis teknologi 5G,” ujarnya.

    Di sisi lain, Meutya memastikan agar entitas baru ini tetap memenuhi hak-hak karyawan, utamanya terkait dengan potensi PHK pasca merger.
    “Kami juga memiliki komitmen terhadap bagaimana bahwa kami memastikan tidak ada PHK untuk karyawan,” tegasnya.
    Meutya juga meminta layanan pelanggan yang saat ini tercatat mencapai 95 juta pelanggan gabungan dari ketiga perusahaan tidak akan terganggu.
    “Kami pastikan para pelanggan tidak perlu khawatir, Kemenkomdigi akan mengawasi proses penggabungan ini agar kualitas layanan justru semakin baik, efisien, inklusif, dan terjangkau,” tegas Meutya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.