Tag: Meutya Hafid

  • Biar Tak Termakan Zaman, UMKM Kudu Rajin Tingkatkan Literasi Digital

    Biar Tak Termakan Zaman, UMKM Kudu Rajin Tingkatkan Literasi Digital

    Jakarta: Menteri Komunikasi Digital Meutya Hafid mengingatkan pelaku UMKM untuk terus memperkaya literasi digital. Dia menyatakan perkembangan teknologi yang pesat, terlebih hadirnya Artificial Intelligence (AI), mesti dilihat oleh para pelaku UMKM sebagai peluang untuk meningkatkan performa bisnis.
     
    Meutya mengatakan, UMKM merupakan salah satu sektor yang paling terdampak digitalisasi. Oleh karena itu kecakapan digital menjadi modal penting buat pengusaha dalam menjalankan bisnis.
     
    “Kita betul-betul harus mempersiapkan diri terhadap arus transformasi digital yang hadir di Tanah Air dan juga secara global di belahan dunia manapun,” tutur Meutya dalam acara UMKM Click & Grow di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 22 Desember 2024.
     
    “Sektor UMKM adalah salah satu yang akan sangat terdampak dengan adanya digitalisasi, dan tentu baik atau buruknya dampak arus (perkembangan teknologi) itu kita yang menentukan,” tambah dia.
     
    Meutya merinci, berdasarkan data Komidigi, jumlah UMKM yang sudah memanfaatkan ruang digital per 2023 baru sebanyak 38,7 persen. Meskipun angka tersebut sudah naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 34 persen, Meutya menyebut pemanfaatan digital oleh UMKM belum maksimal.
     
    “Sebetulnya kenaikannya belum signifikan dibandingkan arus digitalisasi yang sangat cepat. Jadi menurut saya kenaikan itu perlu digenjot lagi, perlu dipercepat lagi untuk menghadapi digitalisasi,” papar dia.
     
    Platform e-commerce termasuk salah satu bentuk teknologi yang dapat dimanfaatkan pengusaha UMKM untuk mengembangkan bisnis. Kehadiran lokapasar merupakan katalis penting dalam proses digitalisasi UMKM. Survei Populix pada 2023 menunjukkan 82 persen masyarakat Indonesia memilih e-commerce sebagai media untuk berbelanja.
     
    Selain itu, data yang dirilis E-conomy 2024 dan Google, Bain, and Temasek memproyeksi hingga 2025 nilai total transaksi e-commerce menyentuh USD110 miliar yang didukung oleh pertumbuhan e-commerce sebesar 15 persen.
     
    Statistik di atas menggambarkan besarnya potensi bisnis yang dapat dijajaki UMKM dari ekosistem e-commerce. Prasyarat utama untuk memanfaatkan potensi ini adalah para pengusaha UMKM mesti punya literasi digital yang memadai.
     

     

    Literasi digital perkuat UMKM
     
    Disampaikan Meutya, memperkaya literasi digital sudah menjadi keharusan bagi pengusaha UMKM. Sebab kecakapan memanfaatkan teknologi akan meningkatkan daya saing UMKM di pasar domestik maupun internasional.
     
    “Kita bukan pada posisi bisa menolak untuk menggunakan teknologi. Karena teknologi akan masuk ke segala lini melalui berbagai cara,” tegas Meutya.
     
    Pemerintah pun turun tangan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan pengusaha UMKM. Salah satunya lewat kolaborasi dengan platform e-commerce.
     
    Sejalan dengan upaya pemerintah mendorong literasi digital UMKM, Head of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan Shopee Indonesia menaruh perhatian besar terhadap literasi digital bagi UMKM.
     
    Shopee, kata Balques, menyediakan wadah edukasi, pelatihan, dan pendampingan bagi para pelaku UMKM melalui program Bimbel Shopee dan Kampus Shopee.
     
    Melalui Kampus Shopee yang diberikan secara daring untuk para UMKM di seluruh wilayah di Indonesia, lokapasar warna oranye ini memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan secara komprehensif kepada para pengusaha UMKM.
     
    Bekal pengetahuan yang diberikan bersifat holistik, dimulai dari wawasan bisnis digital hingga pemahaman untuk optimalisasi penjualan di platform Shopee.
     
    “Jadi, literasi digital itu memang menjadi kunci untuk berdaya saing di era digital. Dengan mengasah literasi dan kemampuan digital, pelaku UMKM akan mampu meningkatkan efisiensi bisnisnya dengan teknologi sehingga rekan-rekan pelaku UMKM bisa naik kelas bahkan hingga go internasional,” ujar Balques.
     
    Selain itu, Balques menuturkan literasi digital yang diberikan Shopee tak sebatas cara membangun dan mengembangkan bisnis. Shopee, kata dia, juga memberikan pemahaman tentang keamanan data dan transaksi secara daring.
     
    “Kami percaya literasi digital tidak hanya tentang memanfaatkan teknologi, tetapi juga memahami cara melindungi diri di dunia digital. Dengan langkah-langkah ini, Shopee ingin memastikan pengalaman jual-beli online yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi seluruh ekosistem kami,” tutur dia.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (HUS)

  • Ini Kunci UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi Digital

    Ini Kunci UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi Digital

    Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong pelaku UMKM cepat beradaptasi dan mampu memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), sebagai senjata utama untuk bersaing di pasar global. Dengan AI, UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengembangkan strategi pemasaran, dan menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar internasional. 

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan kemampuan tersebut adalah kunci menghadapi tantangan arus digitalisasi di era ekonomi digital. Sehingga, penguatan keterampilan digital UMKM menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Jika UMKM di luar negeri telah menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing, maka kita juga harus siap. Jika tidak, kita akan kalah dalam persaingan global,” ujar Meutya Hafid dalam acara bertajuk UMKM Click and Grow Berdaya Bertransformasi dengan AI Bersama Kemkomdigi yang diadakan di Urban Forest, Jakarta Selatan, dilansir pada Minggu, 22 Desember 2024.

    Berdasarkan data Kemkomdigi, hingga 2023, baru sekitar 38,7 persen UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi digital. Sedangkan, dari data Badan Ekonomi Kreatif pada periode yang sama sebesar 42 persen. Angka ini naik dari 34 persen pada 2022, namun belum signifikan mengingat derasnya arus digitalisasi.

    “Pertumbuhannya belum cukup cepat untuk mengimbangi transformasi digital yang tengah berlangsung. Kita harus mempercepat langkah agar UMKM dapat lebih kompetitif,” jelas Meutya.

    Untuk itu, Komdigi terus mendorong literasi digital melalui berbagai program, termasuk pelatihan, diskusi, dan kampanye online bekerja sama dengan media. Acara pelatihan kali ini diikuti sekitar 500 pelaku UMKM yang antusias belajar meningkatkan keterampilan digital mereka.
    AI: Revolusi Cara Kerja UMKM
    Menkomdigi juga menggarisbawahi teknologi AI dapat menjadi alat revolusioner bagi UMKM. AI memungkinkan pelaku usaha meningkatkan efisiensi, mulai dari pembuatan logo, profil perusahaan, hingga analisis pasar.

    “AI mampu membantu UMKM di berbagai tahap, mulai dari langkah awal hingga pengembangan lebih lanjut. Namun, jika kita tidak mempersiapkan diri, negara lain yang sudah lebih maju dalam penggunaan AI akan menjadi lebih kompetitif, sementara kita tertinggal,” ujar Meutya.

    Dia mengingatkan kesiapan UMKM dalam mengadopsi teknologi, seperti AI, akan berdampak langsung pada target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

    Kegiatan Upscaling UMKM dan Digitalisasi UMKM, tersebut menjadi ajang diskusi langsung antara pelaku UMKM dan Kemkomdigi. Meutya Hafid yang didampingi Plt Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Molly Prabawaty, serta sejumlah jajaran pejabat Komdigi, sempat meninjau langsung booth peserta pelatihan dan berdialog dengan pelaku usaha untuk mendengar aspirasi mereka.

    “Kami membutuhkan masukan dari pelaku UMKM untuk terus mengembangkan strategi digitalisasi yang tepat. Ini adalah pekerjaan rumah bersama agar teknologi digital dan AI benar-benar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi,” kata Meutya.

    Dengan berbagai tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh era digital, Komdigi berharap seluruh pelaku UMKM segera mengambil langkah konkret dalam memperkuat literasi digital dan memanfaatkan teknologi, termasuk AI, sebagai bagian dari strategi bisnis. Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendorong efisiensi, meningkatkan daya saing, dan mewujudkan visi pertumbuhan ekonomi nasional.

    Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong pelaku UMKM cepat beradaptasi dan mampu memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), sebagai senjata utama untuk bersaing di pasar global. Dengan AI, UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengembangkan strategi pemasaran, dan menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar internasional. 
     
    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan kemampuan tersebut adalah kunci menghadapi tantangan arus digitalisasi di era ekonomi digital. Sehingga, penguatan keterampilan digital UMKM menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
     
    “Pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Jika UMKM di luar negeri telah menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing, maka kita juga harus siap. Jika tidak, kita akan kalah dalam persaingan global,” ujar Meutya Hafid dalam acara bertajuk UMKM Click and Grow Berdaya Bertransformasi dengan AI Bersama Kemkomdigi yang diadakan di Urban Forest, Jakarta Selatan, dilansir pada Minggu, 22 Desember 2024.
    Berdasarkan data Kemkomdigi, hingga 2023, baru sekitar 38,7 persen UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi digital. Sedangkan, dari data Badan Ekonomi Kreatif pada periode yang sama sebesar 42 persen. Angka ini naik dari 34 persen pada 2022, namun belum signifikan mengingat derasnya arus digitalisasi.
     
    “Pertumbuhannya belum cukup cepat untuk mengimbangi transformasi digital yang tengah berlangsung. Kita harus mempercepat langkah agar UMKM dapat lebih kompetitif,” jelas Meutya.
     
    Untuk itu, Komdigi terus mendorong literasi digital melalui berbagai program, termasuk pelatihan, diskusi, dan kampanye online bekerja sama dengan media. Acara pelatihan kali ini diikuti sekitar 500 pelaku UMKM yang antusias belajar meningkatkan keterampilan digital mereka.
    AI: Revolusi Cara Kerja UMKM
    Menkomdigi juga menggarisbawahi teknologi AI dapat menjadi alat revolusioner bagi UMKM. AI memungkinkan pelaku usaha meningkatkan efisiensi, mulai dari pembuatan logo, profil perusahaan, hingga analisis pasar.
     
    “AI mampu membantu UMKM di berbagai tahap, mulai dari langkah awal hingga pengembangan lebih lanjut. Namun, jika kita tidak mempersiapkan diri, negara lain yang sudah lebih maju dalam penggunaan AI akan menjadi lebih kompetitif, sementara kita tertinggal,” ujar Meutya.
     
    Dia mengingatkan kesiapan UMKM dalam mengadopsi teknologi, seperti AI, akan berdampak langsung pada target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
     
    Kegiatan Upscaling UMKM dan Digitalisasi UMKM, tersebut menjadi ajang diskusi langsung antara pelaku UMKM dan Kemkomdigi. Meutya Hafid yang didampingi Plt Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Molly Prabawaty, serta sejumlah jajaran pejabat Komdigi, sempat meninjau langsung booth peserta pelatihan dan berdialog dengan pelaku usaha untuk mendengar aspirasi mereka.
     
    “Kami membutuhkan masukan dari pelaku UMKM untuk terus mengembangkan strategi digitalisasi yang tepat. Ini adalah pekerjaan rumah bersama agar teknologi digital dan AI benar-benar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi,” kata Meutya.
     
    Dengan berbagai tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh era digital, Komdigi berharap seluruh pelaku UMKM segera mengambil langkah konkret dalam memperkuat literasi digital dan memanfaatkan teknologi, termasuk AI, sebagai bagian dari strategi bisnis. Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendorong efisiensi, meningkatkan daya saing, dan mewujudkan visi pertumbuhan ekonomi nasional.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (AZF)

  • Digitalisasi dan AI: Kunci UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi Digital – Page 3

    Digitalisasi dan AI: Kunci UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi Digital – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong pelaku UMKM cepat beradaptasi dan mampu memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sebagai senjata utama untuk bersaing di pasar global.

    Dengan AI, UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengembangkan strategi pemasaran yang lebih cerdas, dan menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar internasional. 

    Kemampuan tersebut adalah kunci menghadapi tantangan arus digitalisasi di era ekonomi digital. Maka penguatan keterampilan digital UMKM menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

    Demikian ditegaskan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, saat acara bertajuk UMKM Click and Grow “Berdaya Bertransformasi dengan AI Bersama Kemkomdigi” yang diadakan di Urban Forest, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2024) kemarin.

    UMKM dikatakannya jadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh digitalisasi, tetapi juga memiliki peluang besar untuk berkembang jika mampu beradaptasi dengan teknologi.

    “Pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Jika UMKM di luar negeri telah menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing, maka kita juga harus siap. Jika tidak, kita akan kalah dalam persaingan global,” ujar Meutya Hafid.

    Berdasarkan data Kemkomdigi, hingga 2023, baru sekitar 38,7 persen UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi digital. Begitu pula data Badan Ekonomi Kreatif pada periode yang sama sebesar 42 persen. Angka ini memang naik dari 34 persen pada 2022, tetapi dinilai belum signifikan mengingat derasnya arus digitalisasi.

    “Pertumbuhannya belum cukup cepat untuk mengimbangi transformasi digital yang tengah berlangsung. Kita harus mempercepat langkah agar UMKM dapat lebih kompetitif,” jelas Meutya.

    Untuk itu, Kemkomdigi terus mendorong literasi digital melalui berbagai program, termasuk pelatihan, diskusi, dan kampanye online bekerja sama dengan media. Acara pelatihan kali ini diikuti oleh sekitar 500 pelaku UMKM yang antusias belajar meningkatkan keterampilan digital mereka.

     

  • Menkomdigi Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Hadapi Persaingan Global

    Menkomdigi Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Hadapi Persaingan Global

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong pelaku UMKM cepat beradaptasi dan mampu memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sebagai senjata utama untuk bersaing di pasar global. Dengan AI, UMKM mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengembangkan strategi pemasaran yang lebih cerdas, dan menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar internasional. 

    Kemampuan tersebut adalah kunci menghadapi tantangan arus digitalisasi di era ekonomi digital. Maka penguatan keterampilan digital UMKM menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

    Menurutnya, UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh digitalisasi, tetapi juga memiliki peluang besar untuk berkembang jika mampu beradaptasi dengan teknologi. Pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. 

    “Jika UMKM di luar negeri telah menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing, maka kita juga harus siap. Jika tidak, kita akan kalah dalam persaingan global,” ujar Meutya Hafid dalam diskusi bertajuk UMKM Click and Grow “Berdaya Bertransformasi dengan AI Bersama Kemkomdigi” pada Minggu (22/12/2024). 

    Meutya memaparkan hingga akhir 2023, baru sekitar 38,7 hingga 42 persen UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi digital. Pertumbuhannya dinilai belum cukup cepat untuk mengimbangi transformasi digital yang tengah berlangsung. 

    “AI mampu membantu UMKM di berbagai tahap, mulai dari langkah awal hingga pengembangan lebih lanjut. Namun, jika kita tidak mempersiapkan diri, negara lain yang sudah lebih maju dalam penggunaan AI akan menjadi lebih kompetitif, sementara kita tertinggal,” ucap Meutya.

    Ia pun mengingatkan bahwa kesiapan UMKM dalam mengadopsi teknologi seperti AI akan berdampak langsung pada target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen, seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

  • Pemerintah Susun Lima Prioritas Vertikal Utama Strategi AI Nasional

    Pemerintah Susun Lima Prioritas Vertikal Utama Strategi AI Nasional

    Bandung (beritajatim.com) – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengumumkan bahwa pemerintah telah menyusun Lima Prioritas Vertikal Utama Strategi Artificial Intelligence (AI) Nasional untuk memaksimalkan potensi teknologi dalam berbagai sektor penting. Lima Prioritas Strategi AI Nasional mencakup Layanan Kesehatan, Reformasi Birokrasi, Pendidikan Talenta, Smart Cities Mobility, dan Keamanan Pangan.

    “AI digunakan dalam layanan kesehatan karena memang sudah diawali oleh Kementerian Kesehatan untuk memperluas akses dan meningkatkan akurasi diagnosa. Teknologi ini memungkinkan pendeteksian dini penyakit serta efisiensi dalam manajemen rumah sakit,” ujar Meutya Hafid dalam Seminar Nasional Optimasi Pemanfaatan AI di Institut Teknologi Bandung, Sabtu (21/12/2024) kemarin.

    Meutya menjelaskan penerapan model 4P dalam layanan kesehatan, yakni prediktif, pencegahan, partisipatif, dan personal, meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan aksesibilitas bagi masyarakat Indonesia. Pada prioritas Reformasi Birokrasi, AI menjadi motor perubahan dengan beberapa lembaga pemerintahan yang telah mengimplementasikan proses pengolahan data berbasis AI, mengurangi waktu dan biaya operasional secara signifikan.

    Di kuartal 2025, pemerintah akan meluncurkan SPBE Digital sebagai layanan terintegrasi lintas kementerian. Di bidang Pendidikan Talenta, AI diterapkan melalui pembelajaran adiktif yang dirancang sesuai kebutuhan individu, dengan metode self-paced learning dan Micro Skill.

    “Prioritas strategi AI nasional adalah melahirkan talenta digital AI yang siap untuk teknologi AI,” ungkap Meutya.

    Pengembangan kota pintar dengan integrasi data dan pengelolaan lalu lintas berbasis AI menjadi perhatian utama di Smart Cities Mobility.

    Keamanan Pangan sebagai prioritas kelima melibatkan optimalisasi siklus hidup pangan dan pengelolaan lahan pertanian melalui prediksi iklim dan cuaca, proyeksi rantai pasok makanan dan logistik, serta peningkatan kualitas benih dan panen.

    Dalam acara tersebut, Menkomdigi Meutya Hafid didampingi Plt Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Ismail. Hadir juga Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Rahman Arif, Rektor ITB 2025-2030 Tatacipta Dirgantara, serta jajaran Rektorat dan Guru Besar ITB. [beq]

  • Menkomdigi Meutya Hafid: Ini 5 Fokus Strategi AI Nasional untuk Indonesia Maju – Page 3

    Menkomdigi Meutya Hafid: Ini 5 Fokus Strategi AI Nasional untuk Indonesia Maju – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah, lewat Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid terus berinovasi dalam pemanfaatan teknologi, terutama Artificial Intelligence (AI). 

    Menkomdigi menyatakan, Pemerintah Indonesia saat ini sudah merumuskan lima prioritas utama Strategi AI Nasional bertujuan untuk memaksimalkan potensi teknologi demi mendorong kemajuan di berbagai sektor penting.

    Dalam seminar bertajuk Optimasi Pemanfaatan AI dalam Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, Sabtu 21 Desember 2024, Menteri Meutya menjelaskan lima prioritas tersebut.

    Adapun lima prioritas itu, meliputi: Layanan Kesehatan, Reformasi Birokrasi, Pendidikan Talenta, Smart Cities Mobility, dan Keamanan Pangan.

    1. AI dalam Layanan Kesehatan

    “Pemanfaatan AI di sektor kesehatan dimulai oleh Kementerian Kesehatan, dengan fokus memperluas akses dan peningkatan akurasi diagnosa,” kata Meutya.

    Dia menjelaskan, “teknologi AI sudah mendukung pendeteksian dini penyakit serta efisiensi manajemen ruam sakit.” Penerapan model 4P—prediktif, pencegahan, partisipatif, dan personal—disektor kesehatan diyakini mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan aksesibilitas kesehatan di Indonesia.

    2. Dorong Reformasi Birokrasi

    Dalam reformasi birokrasi, AI menjadi motor penggerak efisiensi. Menkomdigi mengungkap, beberapa lembaga pemerintahan telah memanfaatkan AI untuk mempercepat proses pengolahan data.

    “Di kuartal 2025, kami juga akan meluncurkan SPBE Digital sebagai layanan terintegrasi lintas kementrian. Kemkomdigi juga telah menggunakan AI untuk mengawasi konten negatif di platform digital.”

     

  • Tiktok Ancam Keselamatan Anak, Albania Tegas Blokir Setahun

    Tiktok Ancam Keselamatan Anak, Albania Tegas Blokir Setahun

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Albania memutuskan memblokir selama 1 tahun TikTok setelah menemukan ancaman bahaya dari platform asal China tersebut. Konten Tiktok disebut memberi pengaruh buruk kepada anak-anak dan remaja. 

    Pemblokiran juga berkaitan dengan pembunuhan seorang remaja bulan lalu yang menimbulkan kekhawatiran atas pengaruh media sosial pada anak-anak.

    Perdana Menteri Edi Rama menyampaikan langsung larangan peredaran TiKTok di Albania di depan kelompok orang tua dan guru dari seluruh negeri.

    “Selama satu tahun, kami akan sepenuhnya menutupnya untuk semua orang. Tidak akan ada TikTok di Albania,” kata Rama, Minggu (22/12/2024). 

    Reuters melaporkan beberapa negara Eropa termasuk Prancis, Jerman, dan Belgia telah memberlakukan pembatasan penggunaan media sosial untuk anak-anak.

    Dalam salah satu peraturan terberat di dunia yang menargetkan Big Tech, Australia menyetujui pada November larangan media sosial lengkap untuk anak-anak di bawah 16 tahun.

    Rama telah menyalahkan media sosial, dan TikTok khususnya, karena memicu kekerasan di antara para pemuda di dalam dan di luar sekolah

    Organisasi Kesehatan Mental anak sempat menyampaikan bahwa TikTok mengandung konten dewasa, kekerasan, dan tidak jarang mempromosikan perilaku berbahaya lewat media sosial . 

    Sementara itu di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid belum lama meminta kepada TikTok, Tokopedia dan GoTo untuk lebih aktif dalam mengawasi konten, khususnya yang berkaitan dengan judi online. 

    Daftar Negara Pemblokir TikTok 

    Adapun Albania bukanlah satu-satunya negara yang melakukan pemblokiran terhadap TikTok. Dilansir dari berbagai sumber, TikTok juga sempat diblokir di beberapa negara Asia dan Afrika. 

    Pemerintah Taliban, Afghanistan, melarang TikTok karena dianggap menyesatkan generasi muda dan tidak sesuai dengan hukum Islam.

    Pada 2019, Pemerintah India memblokir TikTok karena konten yang tidak pantas dan kemudian dibuka blokirnya setelah TikTok menghapus konten yang melanggar. Pemerintah Indonesia juga sempat melakukan pemblokiran pada 2018, hingga akhirnya TikTok melakukan perbaikan dan blokir dibuka. 

    Pemblokiran karena konten tidak pantas di TikTok juga terjadi di Pakistan, Kenya, Iran, dan Somalia. 

    Sementara itu negara-negara eropa seperti Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Belanda, hingga Norwegia melarang ASN mengunduh TikTok di smartphone karena platform tersebut dicurigai sebagai alat spionase dan mengancam keamanan data nasional. Amerika Serikat juga melakukan hal yang sama. 

    Sidang 

    Sementara itu, Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) bakal mendengarkan banding dari TikTok terkait Undang-Undang Perlindungan Warga Amerika dari Aplikasi yang Dikendalikan Musuh Asing (PFACAA). Perjuangan TikTok mempertahankan pasar 170 juta pengguna dimulai tahun depan.

    Adapun, dalam UU tersebut mewajibkan perusahaan tersebut untuk beralih ke kepemilikan lokal atau menutup operasinya paling lambat 19 Januari 2024.

    Melansir dari The Register, Kamis (19/12/2024) keputusan ini menandai langkah penting dalam proses hukum yang sudah berlangsung, dengan TikTok dan pemiliknya, ByteDance.

    Mahkamah Agung akan menggelar sesi pendengaran lisan pada 10 Januari 2024. Sebelum itu, kedua belah pihak diminta untuk mengajukan ringkasan kasus masing-masing. 

    TikTok berharap Mahkamah Agung akan memutuskan bahwa larangan yang diberlakukan oleh PFACAA tidak sah, sehingga lebih dari 170 juta pengguna di AS dapat terus mengakses platform tersebut tanpa pembatasan.

    Meskipun Mahkamah Agung tidak berkewajiban untuk mendengarkan banding, keputusan ini dapat memiliki dampak signifikan terhadap industri teknologi dan kebijakan keamanan nasional AS. 

    Apalagi, pemerintahan Biden dapat memilih untuk memperpanjang tenggat waktu hingga 90 hari, meskipun tidak ada indikasi bahwa mereka akan melakukannya. 

  • Menkomdigi Targetkan 50% UMKM Bertransformasi Digital pada 2025

    Menkomdigi Targetkan 50% UMKM Bertransformasi Digital pada 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menargetkan terdapat 50% usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bertransformasi menjadi UMKM digital pada tahun depan atau 2025.

    Meutya menuturkan, tahun ini pihak dari Komdigi mendeteksi sudah ada kurang lebih 40% UMKM yang bertransformasi menjadi UMKM digital.

    Dengan adanya 40% UMKM yang menggunakan teknologi digital, Meutya mengharapkan pelaku UMKM mempunyai daya saing yang tinggi. Salah satunya dalam menghadapi teknologi-teknologi baru seperti kecerdasan artificial (AI).

    “Kita ingin tingkatkan supaya pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM ini naiklah ke mudah-mudahan tahun depan bisa 50-60%,” kata Meutya pasca acara Level UP UMKM Berama Menkomdigi, Sabtu (21/12/2024).

    Meski menargetkan akan ada kurang lebih 50% UMKM yang bertransformasi menjadi UMKM digital. Meutya menyebut masih terdapat tantangan untuk mencapai target tersebut.

    Salah satu tantangannya adalah kemauan dari para pelaku UMKM untuk bertransformasi menjadi UMKM digital.

    “Jadi tantangan-tantangan lain sih tidak terlalu menjadi catatan kecuali memang keinginan dari UMKM-nya bertransmigrasi atau bertransformasi ke digital,” ujarnya.

    Lebih lanjut, dengan bertransformasinya UMKM menjadi digital Meutya mengharapkan sektor UMKM dapat berkontribusi untuk menaikan pertumbuhan ekonomi hingga 8%.

    “Dari sektor UMKM yang sudah bertransformasi digital itu juga bisa bisa naik dan berkontribusi terhadap target 8% pertumbuhan ekonomi,” ucap Meutya.

  • Menkomdigi Minta UMKM Perkuat Literasi Digital untuk Genjot Performa Bisnis

    Menkomdigi Minta UMKM Perkuat Literasi Digital untuk Genjot Performa Bisnis

    Jakarta

    Menteri Komunikasi Digital RI Meutya Hafid mendorong pelaku UMKM untuk terus memperkaya literasi digital. Meutya mengatakan UMKM merupakan salah satu sektor yang paling terdampak digitalisasi. Oleh karena itu, kecakapan digital menjadi modal penting buat pengusaha dalam menjalankan bisnis.

    Selain itu, perkembangan teknologi yang pesat, seperti hadirnya Artificial Intelligence (AI), pun harus dilihat pengusaha UMKM sebagai peluang untuk meningkatkan performa bisnis.

    “Kita betul-betul harus mempersiapkan diri terhadap arus transformasi digital yang hadir di Tanah Air dan juga secara global di belahan dunia manapun. Sektor UMKM adalah salah satu yang akan sangat terdampak dengan adanya digitalisasi, dan tentu baik atau buruknya dampak arus (perkembangan teknologi) itu kita yang menentukan,” tutur Meutya dalam keterangannya, Sabtu (21/12/2024).

    Hal ini disampaikannya dalam acara UMKM Click & Grow di Jakarta, Sabtu (21/12)

    Berdasarkan data Komidigi, jumlah UMKM yang sudah memanfaatkan ruang digital per tahun 2023 baru 38,7%. Meskipun angka tersebut naik dibandingkan tahun 2022 sebesar 34%, Meutya menyebut pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM masih belum maksimal.

    “Sebetulnya kenaikannya belum signifikan dibandingkan arus digitalisasi yang sangat cepat. Jadi menurut saya kenaikan itu perlu digenjot lagi, perlu dipercepat lagi untuk menghadapi digitalisasi,” papar Meutya.

    Saat ini, platform e-commerce termasuk salah satu bentuk teknologi yang dapat dimanfaatkan pengusaha UMKM untuk mengembangkan bisnis.

    Kehadiran e-commerce juga merupakan katalis penting dalam proses digitalisasi UMKM. Survei Populix tahun 2023 pun menunjukkan 82% masyarakat Indonesia memilih e-commerce sebagai media untuk berbelanja.

    Selain itu, data yang dirilis E-conomy 2024 dan Google, Bain, and Temasek memproyeksi hingga tahun 2025, nilai total transaksi e-commerce menyentuh US$ 110 miliar, yang didukung oleh pertumbuhan e-commerce sebesar 15%.

    Statistik ini tentunya menggambarkan besarnya potensi bisnis yang dapat dijajaki UMKM dari ekosistem e-commerce. Namun, untuk memanfaatkan potensi ini para pengusaha UMKM harus memiliki literasi digital yang memadai.

    Literasi Digital Perkuat UMKM

    Meutya mengungkapkan memperkaya literasi digital sudah menjadi keharusan bagi pengusaha UMKM. Sebab, kecakapan memanfaatkan teknologi akan meningkatkan daya saing UMKM di pasar domestik maupun internasional.

    “Kita bukan pada posisi bisa menolak untuk menggunakan teknologi. Karena teknologi akan masuk ke segala lini melalui berbagai cara,” tegas Meutya.

    Pemerintah pun turun tangan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan pengusaha UMKM. Salah satunya melalui kolaborasi dengan platform e-commerce.

    Sejalan dengan upaya pemerintah mendorong literasi digital UMKM, Head of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan Shopee Indonesia menaruh perhatian besar terhadap literasi digital bagi UMKM.

    Shopee, kata Balques, menyediakan wadah edukasi, pelatihan, dan pendampingan bagi para UMKM melalui program Bimbel Shopee dan Kampus Shopee.

    Melalui Kampus Shopee yang diberikan secara daring untuk para UMKM di seluruh wilayah di Indonesia, Shopee memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan secara komprehensif kepada para pengusaha UMKM. Hal ini termasuk pengetahuan yang diberikan bersifat holistik, dimulai dari wawasan bisnis digital hingga pemahaman teknis untuk optimalisasi penjualan di platform Shopee.

    “Jadi, Literasi digital itu memang menjadi kunci untuk berdaya saing di era digital. Dengan mengasah literasi dan kemampuan digital, pelaku UMKM akan mampu meningkatkan efisiensi bisnisnya dengan teknologi sehingga rekan-rekan pelaku UMKM bisa naik kelas bahkan hingga go internasional,” ujar Balques.

    Balques menambahkan, literasi digital yang diberikan Shopee pun tak sebatas cara membangun dan mengembangkan bisnis. Shopee, kata dia, juga memberikan pemahaman tentang keamanan data dan transaksi secara daring.

    “Kami percaya bahwa literasi digital tidak hanya tentang memanfaatkan teknologi, tetapi juga memahami cara melindungi diri di dunia digital. Dengan langkah-langkah ini, Shopee ingin memastikan pengalaman jual-beli online yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi seluruh ekosistem kami,” tutur Balques.

    Partisipasi di Sesi Shopee Live

    Pada kesempatan tersebut, Meutya juga menyempatkan diri mengunjungi booth sejumlah UMKM yang berpartisipasi. Dia juga bertandang ke booth Shopee yang menghadirkan UMKM fesyen, Sayra Official.

    Di sana, Meutya sempat bergabung sesi Shopee Live bersama owner Sayra Official, Surmiyati. Ia juga membeli produk baju abaya dari Sayra Official, serta menyemangati Sayra Official yang ingin mengekspor produknya melalui Program Ekspor Shopee.

    “Kami di sini hadir untuk mendukung UMKM. Semoga tahun depan bisa ekspor produknya ya,” kata Meutya.

    Balques menyampaikan Program Ekspor Shopee menjadi salah satu pintu masuk bagi produk-produk UMKM untuk menuju pasar global. Jumlah produk UMKM Indonesia yang diekspor Shopee ke Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin meningkat hampir 50% di tahun 2024 ini.

    Adapun program ini dapat dimanfaatkan UMKM seperti Sayra untuk menjajaki peluang ekspor ke berbagai negara di dunia.

    “Memungkinkan sekali sih, karena selain pelatihan untuk keterampilan digital tadi (Kampus dan Bimbel Shopee), kami juga mendukung produk UMKM untuk Ekspor ke Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin melalui program ekspor Shopee. Peluangnya besar sekali untuk Ibu Surmiyati dari Sayra Official di tahun mendatang untuk dimanfaatkan karena tahun ini, kami produk terekspor dari para UMKM mengalami peningkatan hampir 50%,” pungkas Balques.

    (prf/ega)

  • Menkomdigi Bantah BRI Kena Serangan Ransomware: Tak Ada Kebocoran Data

    Menkomdigi Bantah BRI Kena Serangan Ransomware: Tak Ada Kebocoran Data

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memastikan tidak ada serangan siber ransomware atau kebobolan pada sektor perbankan.

    Hal tersebut disampaikan Meutya usai adanya dugaan serangan ransomware terhadap BRI yang belum lama ini beredar di media sosial, salah satunya X/Twitter.

    Meutya menuturkan pihaknya sudah berkordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) dan mendapatkan tidak ada serangan yang menyasar sektor perbankan.

    “Nah sejauh ini kami setelah berkoordinasi dengan BSSN dan menyatakan tidak ada peretasan, artinya ya, kebocoran akibat peretasan,” kata Meutya dalam acara Level UP UMKM Berama Menkomdigi, Sabtu (21/12/2024).

    Meutya pun menyampaikan agar masyarakat tidak mudah termakan berita yang tersebar di media sosial. Apalagi dari akun media sosial yang tidak jelas asal usulnya.

    Selain media sosial, Meutya juga meminta masyarakat agar melihat pemberitaan dari media massa yang memang kredibel dan terdaftar.

    “Jadi kalau sosmednya kan mungkin kita dapat informasi dari sosmed, tapi kita juga harus melihat media-media yang mainstream betul apa tidak ada kebocoran,” ujarnya.

    Adapun, informasi mengenai dugaan serangan ransomware terhadap BRI banyak beredar di media sosial, salah satunya X/Twitter.

    Akun @FalconFeedsio, yang mengatasnamakan diri sebagai perusahaan keamanan teknologi, menyebut bahwa bank tertua di Tanah Air itu telah menjadi korban serangan Bashe Ransomware.

    Cuitan tersebut juga menampilkan gambar berupa tenggat waktu terkait data-data dari BRI pada 23 Desember 2024 pukul 09.00 UTC.

    BRI Membantah

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. alias BRI (BBRI) merespons dugaan adanya serangan ransomware terhadap perseroan. Informasi itu ramai diperbincangkan di media sosial sejak Rabu (18/12/2024) petang.

    Saat dikonfirmasi, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyebut bahwa data maupun simpanan nasabah di bank pelat merah tersebut tetap aman.

    “BRI memastikan data dan dana nasabah aman, serta masyarakat dapat bertransaksi secara normal,” katanya kepada Bisnis melalui pesan singkat, Kamis (19/12/2024).