Jadi Stafsus Menteri Komdigi, Raline Shah Bakal Tinggalkan Dunia Aktris dan Model?
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Aktris
Raline Shah
mengatakan, kegiatannya sebagai pekerja seni masih akan ia jalani, setelah dilantik sebagai Staf Khusus Menteri Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Setelah menjabat sebagai stafsus menteri Komdigi, Raline mengatakan, ia bakal memilah dan memprioritaskan kegiatan yang penting.
“Pastinya mungkin ada sedikit limitasi, karena waktu dan prioritas mendapat jabatan baru ini sebagai staf khusus kementerian komunikasi dan digital,” kata Raline Shah kepada wartawan saat ditemui usai pelantikan di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2025).
Raline akan tetap aktif sebagai aktris dan model meski telah masuk dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hanya saja, kapasitasnya pekerjaannya di industri hiburan akan berbeda dari sebelum dia menjabat sebagai stafsus.
“Tapi yang pasti semua kerjaan saya sebagai pegiat seni, sebagai model, influencer akan terus berjalan. Tapi mungkin kapasitasnya beda,” ujar dia.
Detail penugasan Raline Shah sebagai Stafsus Menteri Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, masih perlu persetujuan dari Meutya.
Bintang film 5 CM tersebut akan menjadi penghubung kemitraan dan program Indonesia dengan pemerintahan luar negeri.
“Kerjasamanya dalam bidang telekomunikasi dan digital. Secara detailnya seperti saya bilang tadi, nanti kita akan share pas sudah di-
approve
dan sudah ada tanggalnya,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta Raline Shah, yang didapuk sebagai Staf Khusus Menteri Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, untuk memberi edukasi digital kepada masyarakat.
“Ibu Raline Shah, Kementerial Global tolong dibuatkan, Edukasi Digital tolong dijalankan,” ujar Meutya saat melantik Raline Shah di Kantor
Kemenkomdigi
, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2025).
Meutya mengaku banyak menerima pesan dari orangtua yang khawatir anaknya terpapar internet. Sebab itu, ia meminta Raline untuk memberi edukasi.
“Saya banyak sekali pesan dari para orangtua, kekhawatiran mereka terhadap bagaimana anak-anak mereka menggunakan internet,” kata Meutya.
Dengan arahan itu, Meutya berharap Raline dapat menyadarkan masyarakat terkait digitalisasi melalui edukasi-edukasi yang diberikan.
“Maka tolong Kementerian ini dibantu dengan edukasi secara masif kepada masyarakat,” tandas Meutya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Meutya Hafid
-
/data/photo/2025/01/13/67849e86e716d.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Jadi Stafsus Menteri Komdigi, Raline Shah Bakal Tinggalkan Dunia Aktris dan Model? Nasional 13 Januari 2025
-

PDN Senilai Rp2,7 Triliun Ditargetkan Beroperasi Maret 2025, Mundur Lagi
Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menuturkan pembangunan pusat data nasional (PDN) bakal rampung dan siap beroperasi pada akhir Maret 2025.
Setelah rampung, PDN akan langsung dioperasikan untuk mendukung sejumlah layanan pemerintahan.
“PDN kita Salah satunya adalah Insya Allah tolong mohon doa Itu mungkin di akhir Maret sudah bisa running,” kata Meutya di Komdigi, Senin (13/1/2025).
Diketahui, PDN nantinya akan memiliki peran sebagai tempat menampung data-data dari berbagai instansi pemerintah. PDN juga akan melakukan pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat.
Selain itu, PDN juga berfungsi untuk emastikan data dapat dipulihkan jika terjadi kerusakan atau kehilangan data.
Sebelumnya, menuturkan operasional pusat data nasional(PDN) kemungkinan akan molor dari target awal Januari 2025. Pemerintah membuka opsi untuk memperpanjang sewa PDNS.
Diketahui saat ini pemerintah menyewa 3 PDNS yang terletak di Surabaya, Banten, dan Batam. Adapun PDNS 1 Surabaya, beberapa waktu mendapat serangan siber yang membuat ratusan data pemerintah di dalamnya terkunci berbulan-bulan.
Adapun, PDN pertama di Cikarang yang menelan investasi senilai Rp2,7 triliun akan mulai beroperasi pada awal 2025.
“Untuk PDN memang kami perlu sampaikan dari sekarang kemungkinan ada keterlambatan dari rencana di bulan Januari operasional,” kata Meutya saat Raker dengan Komisi I DPR, Selasa (5/11/2024).
Dengan kemungkinan terlambat operasional PDN, Meutya meminta adanya tambahan waktu dan anggaran dari Komisi I DPR RI.
Sebab, anggaran untuk PDN sebelumnya tidak diperhitungkan untuk perpanjangan, dengan asumsi bahwa PDN akan beroperasi tepat waktu.
“Jadi memang betul PR banyak sekali. Kalau ada keterlambatan berarti kami mungkin nanti akan memohon kepada Komisi 1 untuk PDNS. Kemarin anggaranya belum kami masukkan untuk perpanjangan PDNS,” ujarnya.
-

Fifi Aleyda Yahya Dirjen Baru di Komdigi, Cek Tugas dari Meutya Hafid
Jakarta, CNBC Indonesia – Fifi Aleyda Yahya dilantik sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Fifi dilantik bersama jajaran pejabat Kementerian Komdigi lainnya, di Lapangan Anantakupa, kantor Kementerian Komdigi, Senin (13/1/2025).
Ketika pelantikan, Menkomdigi Meutya Hafid, menitipkan pesan untuk mantan pembawa berita itu memastikan komunikasi publik yang efektif, transparan dan juga kredibel.
Selain itu ada alasan khusus untuk struktur baru Komdigi namanya diberi tambahan media.
“Artinya apa? Harus ada penguatan kerja sama yang baik dengan media masa sebagai mitra strategis kita untuk melakukan komunikasi publik pemerintahan,” ujar Meutya saat pelantikan.
Dalam Perpres no. 174/2024, tugas Dirjen Komunikasi Publik dan Media adalah perumusan kebijakan di bidang komunikasi publik dan media, pelaksanaan kebijakan di bidang komunikasi publik dan media, serta penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang komunikasi publik dan media. Selain itu, ada juga pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang komunikasi publik dan media serta pelaksanaan pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang komunikasi publik dan media.
Fifi adalah mantan pembawa berita, presenter, dan host ternama yang lahir di Jakarta, 1 April 1973.
Ia bekerja di Metro TV sejak 2001 dengan membawakan sejumlah acara Metro Hari Ini, Suara Anda, The Candidate, dan Sudut Pandang bersama Fifi Aleyda Yahya.
Fifi yang juga mantan None Jakarta tahun 1995 itu pernah bekerja sebagai pembaca berita di TVRI dalam acara English News Service
Diketahui, kini ia menjabat sebagai Ketua Komisi Komunikasi Publik Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI).
Selain Fifi, Menkomdigi juga melantik sejumlah nama-nama lama di lingkungan Kementerian Komdigi, seperti Ismail, Mira Tayyiba, serta Wayan Toni Supriyanto.
Berikut daftar Dirjen Komdigi yang baru dilantik Menkomdigi Meutya Hafid.
Sekretaris Jenderal: Ismail
Dirjen Teknologi Pemerintah Digital: Mira Tayyiba
Dirjen Infrastruktur Digital: Wayan Toni Supriyanto
Dirjen Pengawasan Ruang Digital: Alexander Subur
Dirjen Komunikasi Publik dan Media: Fifi Aleyda Yahya
Dirjen Ekosistem Digital: Edwin Hidayat Abdullah
Inspektur Jenderal: Arief Tri Hardiyanto(dem/dem)
-

Raline Shah Kaget Ditunjuk Jadi Staf Khusus Menteri Komdigi
Jakarta –
Setelah dilantik sebagai Staf Khusus Menkomdigi, Raline Shah mengaku memiliki program terkait bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital. Ia pun menunggu arahan selanjutnya dari Menkomdigi Meutya Hafid sebagai pimpinannya.
Sebagai informasi, selain Raline Shah, ada tiga Staf Khusus Menkomdigi yang juga diangkat untuk membantu tugas Meutya, di antaranya Aida Rezalina Azhar, Rudy Sutarto, dan Arnanto Prabowo.
Raline sendiri mengaku tidak menduga akan mengisi jabatan di pemerintahan. Ia pun meminta awak media untuk mendoakan agar dapat menjalankan amanah tersebut.
“Sebenarnya saya tidak menduga dan tidak ada ambisi atau keinginan apapun masuk ke dalam pemerintahan,” ujar Raline kepada awak media setelah pelantikan di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Senin (13/1/2025).
“Kebetulan saya sedang di luar negeri dan Ibu Meutya japri saya untuk menanyakan avaibility untuk meeting dan kebetulan saya di luar negeri dalam jangka waktu panjang, jadi saya bilang bagaimana kalau kita berbicara lewat dari saja,” ucapnya.
Komunikasi itu kemudian berlanjut dengan beberapa pertemuan secara langsung antara Meutya Hafid dan Raline Shah di Jakarta. Diskusi terkait judi online, internet, telekomunikasi, hubungan internasional, pendidikan masyarakat, dan juga yang berkaitan dengan digital menjadi topik pembicaraan keduanya.
“Jadi, saya merasa bahwa itu harus benar-benar spesifik. Dan, yang dua peran ini (Kemitraan Global dan Edukasi Digital) saya sangat senang dan saya yakin bisa menjalankan dengan baik. Saya ambil dengan besar hari dan juga kerja saya juga sudah ditentukan dengan jelas,” jelasnya.
Aktris yang membintangi film 5 ini akan bersungguh-sungguh dan memberikan yang terbaik sebagai Stafsus Menkomdigi bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital.
“Malah kalau bisa dibilang usaha pun belum ada. Tapi ternyata ditunjuk dan diberi amanah ini dan saya benar-benar merasa bahwa saya punya peran di sini, saya mempunyai kapabilitas di sini dan juga ingin berkontribusi dan memberikan yang terbaik di dalam my role, yaitu kemitraan global, relasi internasional dan pendidikan untuk masyarakat,” tuturnya.
Raline belum bisa mengungkapknya secara rinci program sebagai Staf Khusus Menkomdigi. Sebab, program-program tersebut, kata dia, masih perlu dibahas lagi dan mendapat persetujuan dari Meutya Hafid.
“Tapi yang pasti sudah ada beberapa program ke luar negeri untuk membicarakan kemitraan dengan perusahaan swasta di luar negeri dan juga beberapa pemerintahan seperti Singapura dan India. Kerjasamanya dalam bidang telekomunikasi dan digital,” pungkasnya.
(agt/fyk)
-

Ramai Startup RI Tutup, Komdigi Bakal Benahi Tata Kelola Ekosistem Digital
Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola digital di Tanah Air, sehingga memberi banyak manfaat bagi peningkatan ekonomi digital dalam negeri.
Edwin menuturkan saat ini ekosistem digital Tanah Air sedang diterpa isu kurang baik. Banyak startup dan unicorn melakukan PHK, hingga berguguran di tengah musim dingin pendanaan.
“Ke depan kita mengarah untuk dengan pertumbuhan digital ekonomi, pembenahan di ekosistem digital kan itu harus dijalankan ya supaya semuanya bisa lebih tergerak,” kata Edwin pasca dilantik di Komdigi, Senin (13/1/2025).
Diketahui, beberapa startup terkenal memutuskan untuk tutup dalam beberapa tahun terakhir. Zenius, startup pendidikan online, terpaksa menghentikan sementara operasionalnya karena tantangan operasional.
JD.ID, raksasa e-commerce asal China, memutuskan untuk menutup layanannya di Indonesia. Kemudian, rumah.com, salah satu portal properti terbesar di Indonesia ini juga melakukan PHK besar-besaran dan mengurangi layanannya.
Edwin menambahkan terkait dengan tugas pokok dan fungsi atau tupoksi, pihaknya bakal memantau pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI yang meliputi gen AI dan biotech.
Selain itu, pihaknya juga akan memantau terkait sektor logistik seperti e-Commerce dan sebagainya.
“Mungkin kita lebih kepada pengembangan yang sudah baik ya, kita teruskan tapi kita lihat pengembangannya gimana,” ujarnya.
Adapun, pada hari ini Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid melantik lima Direktur Jenderal (Dirjen) dalam nomenklatur baru di Komdigi.
Adapun, kelima Dirjen baru tersebut dilantik berdasarkan surat Keputusan Presiden yang ditetapkan pada tanggal 2 Januari 2025 dan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kelima Dirjen baru tersebut yakni, Wayan Toni Supriyanto yang dilantik sebagai Dirjen Infrastruktur Digital. Wayan sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI).
Mira Tayyiba dilantik sebagai Dirjen Teknologi Pemerintah Digital, sebelumnya Mira mengampu jabatan sebagai Sekjen Kominfo.
Lalu, Direktorat baru yaitu Direktorat Jenderal Ekosistem Digital akan dipimpin oleh Erwin Hidayat yang dilantik sebagai Dirjen Ekosistem Digital.
Kemudian, untuk dua Dirjen lagi yaitu Dirjen Pengawasan Ruang Digital sendiri akan dipegang oleh Brigjen Pol Alexander Sabar dan Dirjen Komunikasi dan Media dipegang Fifi Aleyda Yahya.
-

Jabat Stafus Menkomdigi, Raline Shah Tetap Jadi Pekerja Seni-Influencer
Jakarta –
Artis Raline Shah diangkat sebagai staf khusus Menkomdigi Meutya Hafid. Raline tetap menjadi pekerja seni dan influencer.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid telah melantik pejabat tinggi di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), termasuk salah satunya ada nama selebriti Raline Shah yang resmi menjadi Staf Khusus Menkomdigi.
Kendati telah diambil sumpah jabatan menjadi Stafsus Menkomdigi pada hari ini Senin (13/1/2025), Raline mengatakan akan tetap menjalani peran sebagai artis yang selama ini telah membesarkan namanya.
Sebagai informasi, Raline Shah kini menduduki jabatan Staf Khusus Menkomdigi Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Komdigi Nomor 7/10 Januari 2025 yang langsung ditandatangani oleh Meutya Hafid.
Perempuan kelahiran Jakarta, 4 Maret 1985 ini, tidak sendiri sebagai Stafsus Menkomdigi. Ia akan berkoordinasi dengan pejabat serupa lainnya bersama dengan Aida Rezalina Azhar, Rudy Sutarto, dan Arnanto Prabowo.
“Kegiatan saya sebagai pekerja seni akan terus berlangsung. Pastinya mungkin ada sedikit limitasi karena waktu dan prioritas,” ujar Raline kepada awak media di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta.
Ketika ditanya, apakah Raline Shah akan tetap menjalani sebagai brand ambassador dari produsen smartphone, mengingat jabatan di Kementerian Komdigi ini bersinggung langsung dengan industri teknologi, ia pun menjawabnya.
“Mendapat jabatan baru ini sebagai Staf khusus Kementerian Komunikasi dan Digital tapi yang pasti kerjaan saya sebagai pegiat seni, sebagai model, influencer akan terus berjalan,” ucapnya.
Sebelumnya, Meutya Hafid tidak asal memilih Raline Shah sebagai Stasus Menkomdigi. Sejumlah kriteria yang dinilai cocok akhirnya membuat Meutya mengambil keputusan bulat dengan melantiknya sebagai stafsus.
Latar belakang sebagai pekerja seni juga menjadi salah satu alasan Meutya yakin kalau perempuan yang pernah menjadi Puteri Indonesia Sumatera Utara tahun 2008 itu membawa ide segar bagi Kementerian Komdigi.
“Jadi, seluruh perspektif itu inign kita masukkan kepada kantor ini dalam rangka membuat kebijakan yang inklusif untuk semua. Kemudian, Ibu Raline juga dipilih untuk memperkuat lebih banyak perempuan,” tuturnya.
Disampaikannya juga, Meutya beralasan Raline Shah cocok jadi Stafus Menkomdigi karena memiliki relasi yang kuat di jaringan global.
“Ibu Raline juga dipilih karena memiliki jaringan global yang cukup baik sebagaimana kita tahu relasi Ibu Raline di mancanegara cukup kuat,” ucapnya.
“Juga tadi satu lagi, tugasnya edukasi digital, kita ingin anak-anak kita teredukasi bagaimana penggunaan internet yang bijak, bermanfaat, dan rasanya tidak perlu menteri untuk menjelaskan satu per satu tapi mungkin tokoh yang akrab dengan publik bisa lebih didengar oleh generasi muda kita terkait pemanfaatan ruang digital yang lebih baik,” pungkas Meutya.
(agt/fay)
-

Menkomdigi Targetkan Aturan Penggunaan AI Rampung April 2025
Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyampaikan masih menggodok aturan mengenai penggunaan dan etika kecerdasan artifisial atau (AI). Regulasi tersebut diharapkan dapat selesia 3 bulan lagi atau pada April 2025.
Meutya menuturkan, Indonesia sebetulnya sudah memiliki aturan terkait etika kecerdasan artifisial atau AI yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Namun, Meutya menuturkan bahwa pihaknya memang berencana mengubah surat edaran tersebut menjadi peraturan yang lebih mengikat, yang ditargetkan rampung 3 bulan ke depan.
“Ini digodok oleh Pak Wamen Nezar dan kami sudah tugaskan beliau. Dalam waktu 3 bulan kita akan buatkan juga peraturannya,” kata Meutya di Komdigi, Senin (13/1/2025).
Sebelumnya, Adapun, pada 19 Desember 2023, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menkominfo No. 9/2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial.
Langkah ini merupakan awal dari pengembangan model tata kelola kecerdasan artifisial di Indonesia, merespons cepatnya inovasi dan pemanfaatan teknologi ini.
Menkominfo Budi Arie Setiadi mengharapkan SE ini dapat menjadi pendorongan etika dalam pengembangan dan pemanfaatan AI. Selain itu, SE ini juga dapat menunjukkan ekosistem AI yang adil, akuntabel, aman, dan inovatif.
“Secara khusus, (SE berpengaruh) dalam membuat dan merumuskan kebijakan internal mengenai data dan etika internal kecerdasan artifisial,” ujar Budi saat konferensi pers, Jumat (22/12/2023).
Adapun Budi menjelaskan ada beberapa kebijakan yang tercantum dalam SE tersebut, mulai dari nilai etika AI, manfaatkan pelaksanaan nilai etika AI, tanggung jawab pemanfaatan artificial intelligence, dan manajemen risiko dan manajemen krisis pengembangan AI.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana memberlakukan pembatasan pada ekspor cip baru kecerdasan buatan (AI) untuk pusat data atau data center ke sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Melansir dari Technave, Minggu (12/1/2025) kebijakan ini mengklasifikasikan negara-negara ke dalam tiga kategori berdasarkan hubungan mereka dengan AS dan risiko yang ditimbulkan terhadap keamanan nasional.
Negara-negara dalam kategori pertama, yang meliputi sekutu utama AS seperti Australia, Jepang, Taiwan, dan Uni Eropa, diberikan akses penuh ke chip pusat data untuk penggunaan komersial dan teknologi tinggi.
Sementara itu Bloomberg menyebut, beberapa negara Asia Tenggara dan Timur Tengah, seperti Malaysia dan Indonesia ditempatkan dalam kategori kedua. Kategori ini membuat negara negara tersebut dibatasi oleh jumlah daya dan kapasitas pusat data yang dapat diakses.
Sementara itu, negara-negara yang dianggap tidak sejalan dengan AS, seperti China, Rusia, Myanmar, dan Iran, termasuk dalam kategori ketiga dan sepenuhnya dilarang mengimpor chip pusat data dari perusahaan yang menggunakan teknologi AS.
Kebijakan ini bertujuan untuk membatasi potensi penyalahgunaan chip tersebut dalam pengembangan teknologi militer atau kegiatan yang dapat mengancam keamanan nasional AS.
-

Komdigi Angkat Dirjen Infrastruktur Digital Baru, Lelang Frekuensi Bakal Mundur?
Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto menyampaikan penataan spektrum frekuensi menjadi salah satu yang dikejar dalam jangka pendek. Namun, belum dapat memastikan apakah lelang digelar tahun ini.
Adapun, Wayan Toni baru saja dilantik menjadi Dirjen Infrastruktur Digital oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. Wayan juga akan terus mengkaji lelang spektrum frekuensi yang diharapkan dapat terlaksana tahun ini.
“Mungkin kita lihat dahulu, habis itu baru kita siapkan untuk pengadaan pelelangannya,” kata Wayan di Komdigi, Senin (13/1/2025).
Selain sisi frekuensi, Wayan mengatakan bahwa pihaknya juga akan melihat perkembangan-perkembangan teknologi yang ada di Indonesia.
Apalagi, saar ini sudah masuk beberapa satelit-satelit dari luar seperti Kuipers milik Amazon dan satelit dari China yang mulai mengorbit.
“Tujuan kami adalah bagaimana mempercepat penetrasi penyelenggaraan komunikasi di Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wayan menjabarkan tentang tugas pokok dan fungsi atau tupoksi dari Direktorat yang dirinya pegang.
Salah satu fokus utama dari Direktorat tersebut, kata Wayan adalah terkait infrastruktur komunikasi seperti kabel, radio, frekuensi, dan satelit.
“Pertama dari sisi konektivitas pemerataan. Itu ya Bakti di bawah kita untuk daerah 3T. Kemudian untuk daerah-daerah komersial tentu dengan penyelenggara komunikasi,” ucap Wayan.
Adapun, pada hari ini Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid melantik lima Direktur Jenderal (Dirjen) dalam nomenklatur baru di Komdigi.
Adapun, kelima Dirjen baru tersebut dilantik berdasarkan surat Keputusan Presiden yang ditetapkan pada tanggal 2 Januari 2025 dan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kelima Dirjen baru tersebut yakni, Wayan Toni Supriyanto yang dilantik sebagai Dirjen Infrastruktur Digital. Wayan sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI).
Mira Tayyiba dilantik sebagai Dirjen Teknologi Pemerintah Digital, sebelumnya Mira mengampu jabatan sebagai Sekjen Kominfo.
Lalu, Direktorat baru yaitu Direktorat Jenderal Ekosistem Digital akan dipimpin oleh Erwin Hidayat yang dilantik sebagai Dirjen Ekosistem Digital.
Kemudian, untuk dua Dirjen lagi yaitu Dirjen Pengawasan Ruang Digital sendiri akan dipegang oleh Brigjen Pol Alexander Sabar dan Dirjen Komunikasi dan Media dipegang Fifi Aleyda Yahya.

