Tag: Joe Biden

  • Harga Minyak Naik Setelah Ukraina Serang Rusia dengan Rudal Jarak Jauh Buatan AS

    Harga Minyak Naik Setelah Ukraina Serang Rusia dengan Rudal Jarak Jauh Buatan AS

    Chicago, Beritasatu.com – Harga minyak dunia naik tipis pada Selasa (19/11/2024) setelah Ukraina menyerang Rusia dengan rudal jarak jauh buatan AS.

    Harga emas West Texas Intermediate (WTI) acuan AS kontrak Desember naik 23 sen atau (0,33%) mencapai US$ 69,39 per barel. Sementara sepanjang tahun ini, minyak mentah AS telah turun sekitar 3%. 

    Sedangkan harga minyak Brent acuan global kontrak Januari naik 1 sen atau 0,01% menjadi US$ 73,31 per barel. Sejak awal 2024 hingga kini, harga minyak patokan global turun hampir 5%.

    Dilansir CNBC International, meskipun harga minyak sedikit berubah pada Selasa, tetapi naik signifikan sekitar 3% pada Senin (18/11/2024) di tengah kekhawatiran meningkatnya perang Ukraina dan Rusia.

    Serangan itu terjadi setelah Presiden AS Joe Biden mengizinkan Ukraina menggunakan senjata itu untuk menyerang Rusia. Sikap Biden ini sebuah perubahan besar dari posisi Washington sebelumnya.

    Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa mengatakan, Ukraina menyerang fasilitas di wilayah Bryansk dengan enam rudal Atacams saat ketegangan meningkat di Eropa Timur. Sebagai tanggapan, Presiden Rusia Vladimir Putin menurunkan ambang batas Moskwa untuk menggunakan senjata nuklir.

    Keputusan Biden mengizinkan penggunaan rudal buatan AS untuk menyerang Rusia muncul hanya 2 bulan sebelum ia lengser dari jabatannya. Presiden terpilih Donald Trump berkampanye untuk mengakhiri perang di Ukraina.

    Invasi besar-besaran Moskwa ke Ukraina mengguncang pasar energi global pada 2022 karena negara-negara Eropa berusaha mengakhiri ketergantungan pada gas alam Rusia.

  • AS soal Aturan Baru Serangan Nuklir Rusia: Retorika Tak Bertanggung Jawab

    AS soal Aturan Baru Serangan Nuklir Rusia: Retorika Tak Bertanggung Jawab

    Rio de Janeiro

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui doktrin terbaru soal Rusia bisa mempertimbangkan serangan nuklir jika dihantam rudal konvensional yang didukung oleh negara berkekuatan nuklir. Amerika Serikat (AS) mengecam dan menyebut itu sebagai retorika tak bertanggung jawab.

    “Ini lebih merupakan retorika tak bertanggung jawab yang sama dari Rusia, yang telah kita lihat selama dua tahun terakhir,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS seperti dilansir AFP, Rabu (20/11/2024).

    Langkah Putin dilakukan setelah Washington mengizinkan Ukraina menembakkan rudal jarak jauh buatan AS ke wilayah Rusia. Moskow mengatakan Kyiv telah menggunakan senjata itu untuk pertama kalinya pada Selasa kemarin.

    Juru bicara tersebut mengatakan bahwa AS tidak terkejut dengan pengumuman Rusia.

    “Kami tidak terkejut dengan pengumuman Rusia bahwa mereka akan memperbarui doktrin nuklirnya,” kata dia seraya menambahkan bahwa Moskow telah memberikan isyarat niatnya untuk melakukannya selama beberapa minggu.

    “Karena tidak melihat adanya perubahan pada postur nuklir Rusia, kami tidak melihat alasan untuk menyesuaikan postur atau doktrin nuklir kami sendiri sebagai tanggapan atas pernyataan Rusia hari ini,” jelasnya.

    Pejabat AS sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Presiden Joe Biden yang menghadiri pertemuan puncak G20 di Rio de Janeiro, memberikan lampu hijau bagi sekutu Kyiv untuk menggunakan rudal jarak jauh terhadap Rusia.

    “Pengerahan pasukan Pyongyang merupakan eskalasi yang signifikan dan kami memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menanggapinya. Saya tidak akan membahas detail tanggapan tersebut hari ini,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional.

    Reaksi AS muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh para pemimpin G20 gagal bertindak setelah perubahan aturan nuklir Putin.

    Ukraina dengan cemas mengamati apakah Presiden terpilih AS Donald Trump akan menghentikan bantuan militer Amerika dan mencoba mendorong kesepakatan damai yang dapat memaksa Kyiv menyerahkan wilayahnya kepada Moskow.

    Putin Setujui Aturan Baru Nuklir

    Putin telah menyetujui doktrin nuklir negaranya yang diperbarui. Doktrin nuklir terbaru ini menyatakan Rusia bisa mempertimbangkan untuk menggunakan senjata nuklirnya, jika dihantam serangan rudal konvensional yang didukung oleh negara berkekuatan nuklir.

    Disetujuinya doktrin nuklir terbaru Rusia oleh Putin ini menjadi peringatan tersendiri untuk Amerika Serikat (AS), yang mendukung Ukraina dengan pasokan persenjataan selama perang berlangsung sejak tahun 2022 lalu.

    Persetujuan untuk perubahan doktrin nuklir resmi Rusia, seperti dilansir Reuters, Selasa (19/11), menjadi jawaban Kremlin terhadap keputusan pemerintahan Presiden Joe Biden yang mengizinkan Ukraina menembakkan rudal jarak jauh pasokan AS untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia.

    Doktrin nuklir yang diperbarui ini menguraikan ancaman-ancaman yang bisa menjadi dasar bagi pemimpin Rusia untuk mempertimbangkan serangan nuklir.

    Disebutkan dalam doktrin nuklir terbaru itu, bahwa serangan dengan rudal konvensional, drone atau pesawat tempur dapat dianggap memenuhi kriteria tersebut.

    (lir/lir)

  • Ditopang Nvidia, Nasdaq Melonjak Abaikan Ketegangan Rusia-Ukraina

    Ditopang Nvidia, Nasdaq Melonjak Abaikan Ketegangan Rusia-Ukraina

    New York, Beritasatu.com – Bursa saham AS Wall Street bervariasi dengan Nasdaq Composite menguat pada Selasa (19/11/2024) didorong saham Nvidia dan investor mengabaikan kekhawatiran meningkatnya ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia.

    Indeks Nasdaq melonjak 1,04% menjadi 18.987,  S&P 500 naik 0,4%ditutup ke 5.916,98, dan Dow Jones Industrial Average merosot 120,66 poin atau 0,28% menjadi 43.268,94.

    Saham teknologi Nvidia naik hampir 5% menjelang laporan laba perusahaan pada Rabu (20/11/2024). Walmart naik 3% setelah membukukan laba lebih baik dari perkiraan. Sementara Tesla naik 2% sehingga sepanjang bulan ini sudah menguat 38%. 

    Sementara Alphabet dan Amazon juga bertambah masing-masing lebih 1%. Bursa saham AS menuju bulan terbaik sejak Januari 2023. 

    “Tren yang mendasari pasar cukup positif,” kata Kepala Investasi Truist, Keith Lerner dilansir CNBC International. 

    Dia mengatakan, faktor geopolitik di Ukraina dan Rusia tentu saja berisiko. “Beberapa aksi jual saham hanya moderat, tidak ada kepanikan. Itu lebih merupakan proses aksi ambil untung,” kata dia.

    Tekanan pasar dimulai awal sesi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan AS soal ambang batas penggunaan senjata nuklir. Hal ini merepons sikap Presiden Joe Biden yang mengizinkan Ukraina menggunakan senjata AS untuk menyerang Rusia.

    Menurut militer Rusia, Ukraina menyerang wilayah perbatasan Rusia Bryansk dengan rudal buatan AS. The New York Times mengutip pejabat AS dan Ukraina, mengonfirmasi serangan itu terjadi di gudang amunisi. 

    Sementara harga obligasi pemerintah meningkat di tengah melonjaknya Nasdaq karena investor beralih ke aset safe haven, seperti emas yang menyebabkan imbal hasil turun. 

  • Harga Minyak Menguat Imbas Gangguan Pasokan dan Ketegangan Perang Rusia-Ukraina

    Harga Minyak Menguat Imbas Gangguan Pasokan dan Ketegangan Perang Rusia-Ukraina

    Tokyo: Harga minyak naik tipis pada perdagangan Selasa, memperpanjang reli hari sebelumnya yang didorong oleh penghentian produksi di ladang minyak Johan Sverdrup Norwegia.
     
    Meski demikian para investor tetap berhati-hati di tengah kekhawatiran akan eskalasi perang Rusia-Ukraina.
     
    Melansir Channel News Asia, Selasa, 19 November 2024 harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari naik 15 sen, atau 0,2 persen, menjadi USD73,45 per barel pada pukul 04.30 GMT.
     
    Sementara minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember berada di USD69,31 per barel, naik 15 sen, atau 0,2 persen. Kontrak WTI Januari yang lebih aktif naik 13 sen, atau 0,2 persen, menjadi USD69,30.
     
    Kedua patokan tersebut naik lebih dari USD2 per barel pada hari Senin setelah Equinor Norwegia mengatakan telah menghentikan produksi dari ladang minyak Johan Sverdrup, ladang minyak terbesar di Eropa Barat, karena pemadaman listrik di darat.
     

     
    Pekerjaan untuk memulai kembali produksi sedang dilakukan, kata seorang juru bicara Equinor, tetapi tidak segera jelas kapan produksi akan dilanjutkan.
     
    Selain itu, ladang minyak terbesar di Kazakhstan, Tengiz, yang dioperasikan oleh perusahaan besar AS, Chevron, telah mengurangi produksi minyak sebesar 28 prsen hingga 30 persen karena perbaikan, sehingga membantu memperketat pasokan global. Perbaikan diharapkan selesai pada hari Sabtu, kata kementerian energi negara itu.
     
    “Penghentian produksi di ladang Johan Sverdrup yang berkapasitas 755 ribu barel per hari di Norwegia karena pemadaman listrik, dan penurunan produksi di ladang Tengiz di Kazakhstan memberikan keuntungan lebih lanjut,” kata para analis ING dalam sebuah catatan.
    Risiko geopolitik
    Selain itu, risiko geopolitik antara Rusia dan Ukraina telah meningkat setelah AS mengatakan akan mengizinkan Ukraina melakukan serangan rudal jarak jauh terhadap Rusia.
     
    Rusia telah melancarkan serangan udara terbesarnya ke Ukraina dalam hampir tiga bulan terakhir pada hari Minggu, menyebabkan kerusakan parah pada sistem tenaga listrik negara tersebut.
     
    Dalam sebuah pembalikan kebijakan Washington yang signifikan, pemerintahan Presiden Joe Biden mengizinkan Ukraina untuk menggunakan senjata-senjata buatan AS untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia, dua pejabat AS dan seorang sumber yang mengetahui keputusan tersebut mengatakan pada Minggu.
     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • 1.000 Hari Perang Rusia-Ukraina, Asa Perdamaian di Tengah Pertempuran

    1.000 Hari Perang Rusia-Ukraina, Asa Perdamaian di Tengah Pertempuran

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perang Rusia-Ukraina telah memasuki hari ke-1.000 pada Selasa (19/11/2024). Sejauh ini, prospek pertempuran masih belum menuju tujuan perdamaian, dengan sejumlah negara Barat masih terus memberikan dukungan bagi Ukraina dan tekanan bagi Rusia.

    Ribuan warga Ukraina telah tewas, lebih dari 6 juta orang hidup sebagai pengungsi di luar negeri, dan populasinya telah turun seperempat sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi melalui darat, laut, dan udara, yang memulai konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

    Kerugian militer telah menjadi bencana besar, meskipun hal itu tetap menjadi rahasia yang dijaga ketat. Perkiraan publik Barat berdasarkan laporan intelijen sangat bervariasi, tetapi sebagian besar mengatakan ratusan ribu orang telah terbunuh atau terluka di kedua belah pihak.

    Tragedi telah menyentuh keluarga di setiap sudut Ukraina, di mana pemakaman militer merupakan hal yang biasa di kota-kota besar dan desa-desa terpencil, dan orang-orang kelelahan karena malam-malam tanpa tidur karena sirine serangan udara dan kesedihan.

    Meski begitu, baru-baru ini Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden justru memberi lampu hijau bagi rudal Washington untuk digunakan terhadap target yang lebih dalam di Rusia. Ini berpotensi untuk memperpanjang peperangan, bahkan mengeskalasi skala pertempuran ke depan.

    Walau begitu, kebijakan ini kemungkinan besar dapat dibalikan oleh presiden terpilih AS Donald Trump. Trump sendiri telah berjanji untuk menyelesaikan peperangan antara dua negara Uni Soviet

    Peta Kekuatan Terbaru

    Eskalasi makin terasa saat Moskow dan Kyiv berusaha untuk meningkatkan posisi medan perang mereka sebelum negosiasi apa pun. Moskow terus maju di Timur sementara Ukraina masih terus menekan Rusia di wilayah Utara, utaranya di daerah Kursk, yang sejatinya milik Negeri Beruang Putih

    Sudah didorong oleh pesawat nirawak serang Iran dan peluru artileri serta rudal balistik Korea Utara (Korut), Rusia kini telah mengerahkan 11.000 tentara Pyongyang dalam perang. Seorang pejabat senior Kyiv mengatakan Pyongyang memiliki kapasitas untuk mengirim 100.000 tentara.

    Sementara itu, Ukraina mengerahkan beberapa pasukan terbaiknya untuk mempertahankan sebagian kecil wilayah Kursk, yang direbut pada bulan Agustus sebagai alat tawar-menawar.

    Dengan datangnya musim dingin, Moskow pada hari Minggu memperbarui serangan udaranya terhadap sistem tenaga listrik Ukraina yang sedang berjuang. Kremlin menembakkan 120 rudal dan 90 pesawat tanpa awak dalam serangan udara terbesar sejak bulan Agustus.

    Tuntutan Moskow

    Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan minggu lalu bahwa Ukraina harus melakukan yang terbaik untuk mengakhiri perang tahun depan melalui cara diplomatik. Namun, ia dengan tegas menutup semua pembicaraan tentang gencatan senjata sebelum jaminan keamanan yang tepat diberikan kepada Ukraina.

    Kremlin mengatakan tujuan perangnya tetap tidak berubah sejak Putin mengatakan pada bulan Juni bahwa Ukraina harus menghentikan ambisinya untuk bergabung dengan NATO, dan harus mundur dari empat wilayah Ukraina yang sebagian dikuasai pasukannya, semuanya sama saja dengan menyerah kepada Kyiv.

     

    (luc/luc)

  • LAPORAN dari BRASIL: KTT G20 Teguhkan Komitmen Perjanjian Paris Meski Trump Ancam Mundur

    LAPORAN dari BRASIL: KTT G20 Teguhkan Komitmen Perjanjian Paris Meski Trump Ancam Mundur

    Bisnis.com, RIO DE JANEIRO — Leaders’ Declaration Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 kembali menegaskan komitmen terhadap United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dan Perjanjian Paris, di tengah rencana Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mundur dari komitmen tersebut. 

    Dalam dokumen deklarasi yang dihasilkan pada hari pertama KTT G20 Brasil, forum menegaskan tetap bersatu dalam usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka panjang dari perjanjian tersebut.

    “Kami menegaskan kembali sasaran suhu sebagaimana Perjanjian Paris untuk menahan peningkatan rata-rata suhu global di bawah 2 derajat celsius di atas level praindustri, serta mengejar upaya untuk membatasi peningkatan suhu ke 1,5 derajat celsius di atas level praindustri,” bunyi Leaders’ Declaration KTT G20 Brasil di Rio de Janeiro, Brasil yang dihasilkan Senin (18/11/2024). 

    Para pemimpin negara G20 menggarisbawahi dampak perubahan iklim akan lebih rendah pada kenaikan suhu sebesar 1,5 derajat celsius dibandingkan 2 derajat celsius, serta mengulang kembali usaha untuk membatasi kenaikan suhu ke 1,5 derajat celsius. 

    Tidak hanya itu, negara-negara G20 juga bertekad untuk mendorong sistem pembiayaan internasional untuk mempercepat dan meningkatkan aksi iklim. 

    G20 Brasil juga akan menantikan hasil negosiasi New Collective Quiantified Goal (NCQG) yang ingin dicapai pada COP29, Baku, Azerbaijan. “Kami juga berjanji untuk mendukung Presidensi COP30 di 2025,” demikian bunyi deklarasi tersebut. 

    Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) berpotensi mundur dari Perjanjian Paris setelah Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) resmi kembali ke Gedung Putih. Untuk diketahui, mantan Presiden AS itu baru saja memenangkan Pemilihan Presiden AS 2024. 

    Adapun, kini AS masih diwakili oleh Presiden Joe Biden yang turut hadir dalam KTT G20, Brasil. Komitmen AS sebagai salah satu negara anggota G20 untuk tetap mengikuti Perjanjian Paris masih berada di bawah kepemimpinan Biden. 

    Dilansir Reuters, tim transisi pemerintahan Trump disebut telah menyiapkan instruksi dan proklamasi untuk mundur dari Perjanjian Paris. 

    Juru Bicara Tim Transisi Trump, Karoline Leavitt menyebut hasil Pemilu AS memberikannya mandat untuk menerapkan janji-janji yang dibuatnya selama kampanye. 

    Bahkan, beberapa orang dari tim transisi Trump telah membahas pemindahan Badan Perlindungan Lingkungan dari Washington.

  • Bos Apple Buka-bukaan Rahasia Besar Perusahaan

    Bos Apple Buka-bukaan Rahasia Besar Perusahaan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Apple diam-diam memiliki ‘senjata rahasia’ dalam membuat chip untuk berbagai lini produknya. Hal tersebut diungkap dua eksekutif Apple dalam sebuah wawancara dengan The Indian Express.

    Seperti diketahui, Apple mengandalkan chip rancangan sendiri untuk setiap perangkat. VP Apple untuk Platform Architecture, Tim Millet, bersama dengan VP Apple untuk Mac Product Marketing, Tom Boger, mengatakan perusahaan sengaja tak membuat banyak jenis chip.

    Alhasil, Apple bisa lebih fokus mengembangkan chip yang spesifik dibuat untuk produk-produk mereka. Apple tak memiliki ambisi untuk menjadi produsen chip bagi pabrikan lainnya.

    “Kami merancan chip dari awal untuk produk-produk kami. Ini adalah strategi yang menguntungkan bagi kami,” kata Boger, dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (19/11/2024).

    “Perusahaan lain yang mencari uang dari penjualan chip akan memiliki beban untuk menambahkan margin,” Millet menambahkan.

    Apple mulai membuat chip rancangan sendiri pada 2010 silam. Kala itu, Apple memperkenalkan chip A4 yang digunakan untuk iPad generasi pertama dan iPhone 4.

    Sejak itu, Apple terus mengembangkan semikonduktor mereka sendiri. Strategi ini memberikan kontrol penuh bagi perusahaan.

    Namun, konsekuensinya adalah biaya lebih yang harus dikeluarkan untuk riset dan pengembangan. Selain itu, ada juga kontrak yang terdampak dengan pembuat chip seperti Intel dan Imagination Technologies.

    Chip teranyar Apple, M4 Pro dan M4 Max, diperkenalkan pada bulan lalu untuk Mac. Millet mengatakan chip buatan Apple memiliki tiga keunggulan, yakni dari segi arsitektur, desain, dan teknologi proses.

    “Tool keempat kami yang benar-benar merupakan ‘senjata rahasia’ kami, menurut saya adalah kemampian untuk merancang bersama chip-chip ini dengan tim luar biasa, baik di divisi sistem maupun perancang produk,” ia menuturkan.

    Pada 2022 lalu, CEO Apple Tim Cook mengatakan Apple akan mulai menggunakan chip yang dibuat di Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

    Pasalnya, TSMC yang merupakan manufaktur chip Apple telah menelurkan fasilitas pabrik di Arizona. TSMC juga mengatakan Apple bisa menjadi klien terbesar di fasilitas Arizona.

    Pengumuman dari Cook muncul setelah Presiden Joe Biden berupaya untuk menggenjot produksi chip dalam negeri dan mengurangi ketergantungan dengan pabrikan asing.

    Kebijakan CHIPS Act yang diteken menjadi aturan resmi pada 2022 memberikan pendanaan sebesar US$52,7 miliar untuk riset, pengembangan, manufaktur, serta pengembangan tenaga kerja di sektor semikonduktor di AS.

    (fab/fab)

  • Ekspor Indonesia Dikhawatirkan Seret Gara-gara Kemenangan Trump

    Ekspor Indonesia Dikhawatirkan Seret Gara-gara Kemenangan Trump

    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut kemenangan Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat (AS), bakal memberikan dampak bagi penurunan ekspor Indonesia lantaran AS merupakan mitra dagang utama.
     
    Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BK Perdag) Fajarini Puntodewi menyampaikan dalam pemerintahan mendatang, Trump diperkirakan mengenakan tambahan tarif pajak 10-20 persen untuk semua barang yang masuk ke AS.
     
    “Tentu, dengan adanya kebijakan ini, akan ada dampak, baik itu dengan perdagangan dengan Amerika maupun dengan Tiongkok tentunya, di mana kedua negara ini merupakan mitra utama perdagangan Indonesia,” ujar Puntodewi di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 19 November 2024.
    Puntodewi menjelaskan, AS dan Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia. Selain mengenakan tambahan tarif pajak bagi negara lain, Trump juga disebut memberikan tarif besar bagi produk-produk Tiongkok yang masuk ke AS sebesar 60 persen hingga 100 persen.
     
    Namun demikian, kata Puntodewi, pada kepemimpinan Trump yang pertama, tren ekspor Indonesia ke AS justru meningkat dan mengalami surplus. Kemudian, saat dilanjutkan oleh pemerintahan Joe Biden, tren ini melonjak semakin tajam.
     
    Oleh karena itu, pada kepemimpinan Trump ke depan diharapkan tidak membawa perubahan besar dalam kinerja ekspor. “Kita berhadap di Trump kedua ini, tidak terlalu banyak terjadi perubahan terhadap kinerja ekspor kita,” katanya.
     

     

    Perlu genjot daya saing

    Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai Indonesia perlu meningkatkan dan memperbaiki daya saing industri guna mengantisipasi kemenangan Donald Trump pada Pilpres 2024 yang akan mengurangi impor dari negara lain.
     
    “Yang penting, Indonesia memperbaiki daya saing industri,” kata Esther.
     
    Mengingat kepemimpinan Trump pada periode sebelumnya, Esther mewaspadai kemungkinan naiknya tarif impor dari negara lain ke AS. Terlebih, Trump mengusung kebijakan ‘American First’ yang lebih mengutamakan perekonomian domestik di negeri Paman Sam itu.
     
    Maka dari itu, Pemerintah Indonesia disarankan untuk memperkuat industri dalam negeri guna meredam efek kebijakan Trump nantinya.
     
    Sementara, ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengimbau Pemerintah Indonesia untuk memperkuat ekonomi domestik guna mengantisipasi efek kemenangan Trump.
     
    Pasalnya, Trump mempunyai hubungan yang kurang harmonis dengan Tiongkok yang berdampak pada timbulnya perang dagang. Kondisi itu menghambat permintaan barang dari negara lain untuk masuk ke dua negara tersebut.
     
    Efeknya, produk Indonesia bisa makin tertekan, termasuk produk tekstil. Tekanan ini bisa berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dari sisi perdagangan luar negeri yang tertahan.
     
    Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia juga perlu mencari pangsa pasar ekspor alternatif selain pasar tradisional. Huda merekomendasikan pasar di Timur Tengah sebagai alternatif bagi Indonesia.
     
    “Pangsa pasar ekspor negara Timur Tengah bisa menjadi opsi bagi produk ekspor kita,” tutur dia.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (HUS)

  • Rusia Mulai Produksi Massal Shelter Bom Tahan Radiasi

    Rusia Mulai Produksi Massal Shelter Bom Tahan Radiasi

    Moskow

    Rusia telah memulai produksi massal tempat perlindungan (shelter) bom yang tahan radiasi. Tempat perlindungan ini diklaim bisa memberikan perlindungan dari berbagai ancaman buatan manusia dan bencana alam, termasuk radiasi dan gelombang kejut.

    Dimulainya produksi massal ini, seperti dilansir Reuters, Selasa (19/11/2024), diumumkan oleh institut penelitian pada Kementerian Urusan Darurat Rusia. Shelter bom bernama “KUB-M” yang mobile atau bisa dipindahkan itu disebut berbentuk mirip kontainer yang diperkuat.

    Menurut institut penelitian pada Kementerian Urusan Darurat Rusia, shelter bom ini dapat memberikan perlindungan terhadap radiasi, serpihan peluru, puing-puing dan kebakaran, serta bisa digunakan di lapisan es yang luas di wilayah utara Rusia.

    Unit standar dari KUB-M disebut mampu menampung hingga 54 orang, namun modul tambahan bisa dipasang untuk memperbesar kapasitasnya.

    Perang yang berkecamuk di Ukraina memasuki fase, yang menurut sejumlah pejabat setempat, bisa menjadi fase terakhir — yang paling berbahaya — ketika pasukan militer Rusia bergerak maju dengan pergerakan tercepat sejak invasi dimulai awal tahun 2022 lalu, dan negara-negara Barat berupaya menopang Kyiv.

    Institut penelitian pada Kementerian Urusan Darurat Rusia, dalam pengumuman, tidak mengaitkan shelter bom itu dengan krisis apa pun yang saat ini terjadi.

    Namun, pengumuman ini disampaikan setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akhirnya mengizinkan Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh pasokan negaranya untuk menyerang lebih jauh ke dalam wilayah Rusia.

  • Putin Setujui Aturan Baru Serangan Nuklir, Peringatan Buat AS!

    Putin Setujui Aturan Baru Serangan Nuklir, Peringatan Buat AS!

    Moskow

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui doktrin nuklir negaranya yang diperbarui. Doktrin nuklir terbaru ini menyatakan Rusia bisa mempertimbangkan untuk menggunakan senjata nuklirnya, jika dihantam serangan rudal konvensional yang didukung oleh negara berkekuatan nuklir.

    Disetujuinya doktrin nuklir terbaru Rusia oleh Putin ini menjadi peringatan tersendiri untuk Amerika Serikat (AS), yang mendukung Ukraina dengan pasokan persenjataan selama perang berlangsung sejak tahun 2022 lalu.

    Persetujuan untuk perubahan doktrin nuklir resmi Rusia, seperti dilansir Reuters, Selasa (19/11/2024), menjadi jawaban Kremlin terhadap keputusan pemerintahan Presiden Joe Biden yang mengizinkan Ukraina menembakkan rudal jarak jauh pasokan AS untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia.

    Doktrin nuklir yang diperbarui ini menguraikan ancaman-ancaman yang bisa menjadi dasar bagi pemimpin Rusia untuk mempertimbangkan serangan nuklir.

    Disebutkan dalam doktrin nuklir terbaru itu, bahwa serangan dengan rudal konvensional, drone atau pesawat tempur dapat dianggap memenuhi kriteria tersebut.

    Tidak hanya itu, menurut doktrin nuklir ini, setiap agresi terhadap Rusia yang dilakukan oleh sebuah negara yang merupakan anggota koalisi akan dianggap oleh Moskow sebagai agresi oleh seluruh anggota koalisi itu. Ketentuan ini tampaknya merujuk pada aliansi militer Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

    Beberapa pekan sebelum pemilihan presiden (pilpres) AS digelar, Putin memerintahkan perubahan doktrin nuklir untuk menegaskan bahwa setiap serangan konvensional terhadap Rusia yang dibantu oleh negara kekuatan nuklir dapat dianggap sebagai serangan bersama terhadap Moskow.