Tag: Joe Biden

  • Putin Siap Negosiasi dengan Trump soal Ukraina, Perang Berakhir?

    Putin Siap Negosiasi dengan Trump soal Ukraina, Perang Berakhir?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan terbuka untuk membahas kesepakatan gencatan senjata Ukraina dengan presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Hal ini terjadi tatkala Trump, yang baru saja memenangkan pemilihan awal bulan ini, berkomitmen menyelesaikan konflik tersebut.

    Dalam pelaporan terperinci yang dikutip Reuters, lima pejabat Rusia saat ini dan mantan pejabat mengatakan Kremlin secara umum mengatakan Moskow dapat setuju untuk membekukan konflik di sepanjang garis depan.

    “Mungkin ada ruang untuk negosiasi mengenai pembagian tepat empat wilayah timur Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson,” menurut tiga orang yang semuanya meminta anonimitas untuk membahas masalah-masalah sensitif.

    “Rusia mungkin juga terbuka untuk menarik diri dari sebagian kecil wilayah yang dikuasainya di wilayah Kharkiv dan Mykolaiv, di utara dan selatan Ukraina,” tambah dua pejabat lainnya.

    Putin mengatakan bulan ini bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata harus mencerminkan ‘realitas’ di lapangan. Namun ia khawatir gencatan senjata yang berumur pendek hanya akan memungkinkan Barat untuk mempersenjatai kembali Ukraina.

    “Jika tidak ada kenetralan, sulit untuk membayangkan adanya hubungan bertetangga yang baik antara Rusia dan Ukraina,” kata Putin kepada kelompok diskusi Valdai pada 7 November.

    “Mengapa? Karena ini berarti Ukraina akan terus-menerus digunakan sebagai alat di tangan yang salah dan merugikan kepentingan Federasi Rusia.”

    Dua sumber mengatakan keputusan Presiden AS Joe Biden yang akan lengser untuk mengizinkan Ukraina menembakkan rudal ATACMS Amerika jauh ke Rusia dapat mempersulit dan menunda penyelesaian apa pun.

    Pada hari Selasa, Kyiv menggunakan rudal untuk menyerang wilayah Rusia untuk pertama kalinya, menurut Moskow yang mengecam tindakan tersebut sebagai eskalasi besar.

    Para sumber menyebut jika tidak ada gencatan senjata yang disepakati, maka Rusia akan terus berperang.

    Jaminan Keamanan

    Para sumber mengatakan Rusia terbuka untuk membahas jaminan keamanan bagi Kyiv. Ini merupakan bentuk tukar guling dari permohonan Kyiv untuk masuk pada aliansi NATO, yang ditolak keras oleh Moskow.

    “Konsesi Ukraina lainnya yang dapat didorong Kremlin termasuk Kyiv yang setuju untuk membatasi jumlah angkatan bersenjatanya dan berkomitmen untuk tidak membatasi penggunaan bahasa Rusia,” kata orang-orang tersebut.

    Rusia sendiri melancarkan serangan skala besar terhadap Ukraina Timur atau Donbass pada 24 Februari 2024. Moskow berupaya merebut wilayah itu dengan alasan diskriminasi rezim Kyiv terhadap wilayah itu, yang mayoritas dihuni etnis Rusia, serta niatan Ukraina untuk bergabung bersama aliansi pertahanan Barat, NATO.

    Realita di Lapangan: Kemenangan Rusia

    Rusia menguasai 18% wilayah Ukraina termasuk seluruh Krimea, semenanjung yang dianeksasinya dari Ukraina pada tahun 2014. Secara total, Rusia memiliki lebih dari 110.000 km persegi wilayah Ukraina.

    Di sisi lain, Ukraina menguasai sekitar 650 km persegi wilayah Kursk milik Rusia. Sejauh ini, Moskow masih berupaya mengusir pasukan Kyiv dari wilayah itu, bahkan Rusia dilaporkan telah memanggil pasukan Korea Utara untuk melakukan hal ini.

    “Di dalam negeri, Putin dapat menjual kesepakatan gencatan senjata yang membuat Rusia menguasai sebagian besar wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson sebagai kemenangan yang memastikan pertahanan bagi penutur bahasa Rusia di Ukraina timur dan mengamankan jembatan darat ke Krimea,” menurut salah satu sumber.

    Masa depan Krimea sendiri tidak dapat didiskusikan, kata semua pejabat Rusia.

    Salah satu pejabat yang mengetahui diskusi tingkat atas Kremlin, mengatakan Barat harus menerima ‘kebenaran pahit’ bahwa semua dukungan yang diberikannya kepada Ukraina tidak dapat mencegah Rusia memenangkan perang.

    “Putin, mantan letnan kolonel KGB yang menyaksikan runtuhnya Uni Soviet saat bertugas di Dresden, mengambil keputusan untuk menyerang Ukraina sendiri hanya dengan nasihat terbatas dari sekelompok kecil penasihat terpercaya,” kata sumber itu.

    Ketika ditanya seperti apa kemungkinan gencatan senjata, dua sumber Rusia merujuk pada rancangan perjanjian yang hampir disetujui pada April 2022 setelah perundingan di Istanbul, dan yang telah disebut Putin di depan umum sebagai kemungkinan dasar untuk kesepakatan.

    Berdasarkan rancangan tersebut, yang salinannya telah dilihat Reuters, Ukraina harus menyetujui netralitas permanen dengan imbalan jaminan keamanan internasional dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yakni Inggris, China, Prancis, Rusia, dan AS.

    Satu pejabat Rusia lainnya mengatakan tidak akan ada kesepakatan kecuali Ukraina menerima jaminan keamanan dan netralitas.

    “Pertanyaannya adalah bagaimana menghindari kesepakatan yang mengunci Barat ke dalam kemungkinan konfrontasi langsung dengan Rusia suatu hari nanti,” ucapnya.

    (luc/luc)

  • Pernyataan Prabowo-Xi Jinping soal LCS Picu Kontroversi, Dubes AS Buka Suara

    Pernyataan Prabowo-Xi Jinping soal LCS Picu Kontroversi, Dubes AS Buka Suara

    Bisnis.com, JAKARTA – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir buka suara terkait pernyataan bersama Indonesia dan China, yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping, mengenai pengembangan wilayah yang diperebutkan di Laut China Selatan (LCS) atau Laut Natuna Utara.

    Lakhdhir mengatakan, AS mendukung Indonesia dan negara-negara tetangganya untuk membahas persoalan Laut China Selatan sesuai dengan hukum internasional yang tertuang dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut atau UNCLOS pada 1982.

    “Semua diskusi, baik itu dengan Indonesia atau tetangga-tetangga Indonesia, harus didasarkan pada hukum internasional UNCLOS. Itulah komitmen kami kepada Indonesia,” kata Lakhdhir pada Press Briefing di Kantor Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Jakarta pada Rabu (20/11/2024).

    Lakhdhir melanjutkan, Laut China Selatan juga menjadi salah satu topik pembahasan saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Gedung Putih belum lama ini.

    Pada pertemuan itu, Presiden AS, Joe Biden, serta pejabat senior lainnya di Washington D.C. menyampaikan komitmen untuk mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

    “Kami juga mendukung kedaulatan Indonesia atas Zona Ekonomi Eksklusif [ZEE],” tambahnya.

    Sementara itu, melalui pernyataan bersama antara Presiden Biden dan Presiden Prabowo usai pertemuannya di Gedung Putih, kedua pemimpin negara menggarisbawahi dukungan mereka yang tak tergoyahkan untuk menegakkan kebebasan navigasi dan penerbangan serta penghormatan terhadap hak kedaulatan dan yurisdiksi negara-negara pantai atas zona ekonomi eksklusif mereka sesuai dengan hukum laut internasional, sebagaimana tercermin dalam Konvensi Hukum PBB tahun 1982. Laut (UNCLOS). 

    AS dan Indonesia juga mengakui pentingnya implementasi Deklarasi Perilaku Para Pihak di Laut Cina Selatan tahun 2002 secara penuh dan efektif dan menyatakan dukungan terhadap upaya Asean untuk mengembangkan Kode Etik yang efektif dan substantif di Laut China Selatan. yang mematuhi hukum internasional, khususnya UNCLOS, dan menghormati hak dan kepentingan pihak ketiga. 

    Sebelumnya, Indonesia membantah pihaknya secara efektif mengakui klaim China yang disengketakan di Laut China Selatan setelah pernyataan bersama dengan Beijing mengenai pengembangan wilayah yang diperebutkan mendapat kecaman keras. 

    Dikutip dari Bloomberg, kehebohan ini muncul setelah China mengeluarkan pernyataan bersama selama kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing baru-baru ini yang menyebutkan kedua negara sepakat untuk berkolaborasi dalam inisiatif maritim dan mencapai pemahaman bersama mengenai pembangunan bersama di bidang-bidang yang memiliki klaim yang tumpang tindih. 

    Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam keterangan resminya mengatakan pernyataan tersebut tidak dapat diartikan sebagai pengakuan atas klaim kontroversial “sembilan garis putus-putus” atau nine dash line yang dilakukan China. 

    Kerja sama ini tidak dapat dimaknai sebagai pengakuan atas klaim ‘9-Dash-Lines’. Indonesia menegaskan kembali posisinya selama ini bahwa klaim tersebut tidak memiliki basis hukum internasional dan tidak sesuai dengan UNCLOS 1982. Dengan demikian, kerja sama tersebut tidak berdampak pada kedaulatan, hak berdaulat, maupun yurisdiksi Indonesia di Laut Natuna Utara,” jelas Kemlu.

  • Putin Setujui Dekrit Penggunaan Senjata Nuklir, China Serukan Ini!

    Putin Setujui Dekrit Penggunaan Senjata Nuklir, China Serukan Ini!

    Beijing

    Otoritas China turut mengomentari langkah terbaru Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyetujui perubahan doktrin nuklir negaranya, saat ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengizinkan Ukraina menyerang Moskow dengan rudal jarak jauh pasokan negara-negara Barat.

    Kementerian Luar Negeri China, seperti dilansir AFP, Rabu (20/11/2024), menyerukan semua pihak untuk “tenang” dan “menahan diri” usai Putin, pada Selasa (19/11) waktu setempat, menandatangani dekrit yang menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklir Rusia.

    “Dalam situasi saat ini, semua pihak harus tetap tenang dan menahan diri, bekerja sama melalui dialog dan konsultasi untuk meredakan ketegangan dan mengurangi risiko strategis,” cetus juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, saat ditanya soal langkah terbaru Putin tersebut.

    “Sikap China yang mendorong semua pihak untuk meredakan ketegangan dan berkomitmen terhadap resolusi politik bagi krisis Ukraina tetap tidak berubah,” tegasnya.

    “China akan terus memainkan peran konstruktif dalam hal ini,” cetus Lin dalam pernyataannya.

    Rusia memberikan reaksi keras terhadap keputusan Biden, yang segera mengakhiri masa jabatannya, untuk mengubah kebijakan AS mengenai Ukraina dan mengizinkan Kyiv menggunakan rudal jarak jauh pasokan AS untuk menyerang lebih dalam ke wilayah Rusia.

    Putin, pada Selasa (19/11), menandatangani dekrit yang memungkinkan Moskow menggunakan senjata nuklir terhadap negara-negara non-nuklir, seperti Ukraina, jika negara itu melancarkan serangan konvensional dengan didukung oleh negara lainnya yang memiliki kekuatan nuklir.

    Saksikan juga video: Putin Umumkan Rusia akan Gelar Latihan Penggunaan Senjata Nuklir

  • AS Tutup Sementara Kedubes di Ukraina, Ada Apa?

    AS Tutup Sementara Kedubes di Ukraina, Ada Apa?

    Kyiv

    Amerika Serikat (AS) mengumumkan penutupan sementara kedutaan besarnya di Kyiv, Ukraina. Langkah ini diambil setelah pihak Kedutaan Besar AS menerima informasi soal potensi serangan udara besar-besaran di ibu kota Ukraina itu pada Rabu (20/11) waktu setempat.

    “Karena sangat berhati-hati, kedutaan besar (di Kyiv) akan ditutup, dan para pegawai kedutaan diinstruksikan untuk berlindung di tempat,” demikian pernyataan Departemen Urusan Konsuler Luar Negeri AS , seperti dilansir Reuters, Rabu (20/11/2024).

    “Kedutaan Besar AS merekomendasikan warga negara AS untuk bersiap berlindung segera jika peringatan serangan udara diumumkan,” imbuh pernyataan itu, yang dipublikasikan pada situs resmi Kedutaan Besar AS di Kyiv.

    Peringatan soal potensi serangan udara besar-besaran itu muncul sehari setelah Ukraina menggunakan rudal jarak jauh ATACMS pasokan AS untuk menyerang wilayah Rusia. Serangan itu memanfaatkan izin yang baru saja diberikan oleh pemerintah Presiden Joe Biden kepada Kyiv.

    Moskow telah memperingatkan negara-negara Barat selama beberapa bulan terakhir, jika Washington mengizinkan Kyiv menembakkan rudal pasokan AS, Inggris dan Prancis jauh ke dalam wilayah Rusia, maka itu akan dianggap sebagai keterlibatan langsung negara-negara anggota NATO dalam perang di Ukraina.

    Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Oktober lalu bahwa Rusia akan merespons serangan Ukraina yang dilancarkan menggunakan senjata buatan AS jauh ke dalam wilayah negaranya.

  • DK PBB Akan Voting Resolusi Gencatan Senjata Gaza, Sikap AS Tak Jelas

    DK PBB Akan Voting Resolusi Gencatan Senjata Gaza, Sikap AS Tak Jelas

    Draf resolusi yang akan divoting pada Rabu (20/11) waktu setempat itu juga menyerukan “masuknya bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar secara aman dan tanpa hambatan”, termasuk di Jalur Gaza bagian utara yang terkepung, dan mengecam segala upaya untuk membuat warga Palestina kelaparan.

    Delegasi Palestina di PBB berpendapat bahwa isi draf resolusi terbaru itu tidaklah cukup.

    “Nasib Gaza akan menghantui dunia selama beberapa generasi mendatang,” ucap Duta Besar Palestina, Riyad Mansour, memberi peringatan.

    Dia menyebut satu-satunya tindakan yang harus dilakukan Dewan Keamanan PBB adalah menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat berdasarkan pasal 7 Piagam PBB. Pasal itu memungkinkan Dewan Keamanan PBB mengambil langkah-langkah guna menegakkan resolusinya, seperti pemberlakuan sanksi.

    Namun isi draf resolusi terbaru itu sama sekali tidak menyebut opsi tersebut.

    Sejak awal perang berkecamuk di Jalur Gaza, Dewan Keamanan PBB gagal untuk satu suara dalam menyerukan gencatan senjata. AS yang merupakan salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB, berulang kali menggunakan hak vetonya yang menggagalkan disepakatinya sejumlah resolusi.

    Namun, beberapa diplomat menyatakan harapan mereka bahwa setelah kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS pada 5 November lalu, Presiden Joe Biden mungkin akan lebih fleksibel dalam beberapa minggu terakhir dia menjabat.

    Pada saat itu, AS tidak menggunakan hak vetonya, yang menjadi terobosan baru dari dukungan tradisional Washington terhadap Israel dalam isu sensitif mengenai permukiman Yahudi di wilayah Palestina.

    (nvc/ita)

  • Kanselir Jerman Sesalkan Pernyataan Akhir KTT G20, Kenapa?

    Kanselir Jerman Sesalkan Pernyataan Akhir KTT G20, Kenapa?

    Jakarta

    Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Selasa (19/11) mengkritik pernyataan akhir KTT Kelompok 20 (G20) di Rio de Janeiro, Brasil.

    “Ini terlalu lemah ketika G20 tidak dapat menyatakan dengan jelas bahwa Rusia bertanggung jawab [atas perang di Ukraina]. Ini bukan yang saya harapkan,” katanya.

    Scholz mengecam Presiden Rusia Vladimir Putin dengan mengatakan, “1.000 hari orang-orang harus menderita karena megalomania-nya yang buta, karena rencananya untuk memperluas wilayah hanya melalui kekerasan.”

    Macron desak Putin ‘mendengar akal sehat’ dan Cina untuk ‘gunakan pengaruhnya’

    Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk “mendengar akal sehat” di KTT ini. Representasi tinggi Rusia melalui Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov hadir di KTT G20.

    “Saya benar-benar ingin menyerukan kepada Rusia untuk mendengar akal sehat di sini. Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Rusia memiliki tanggung jawab,” katanya, menuduh Rusia menjadi “kekuatan destabilisasi global.”

    Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Cina Xi Jinping, sekutu utama Putin, Macron mengatakan kepada wartawan bahwa ia mendesak Xi untuk “menggunakan semua pengaruhnya” untuk mendorong Rusia menuju de-eskalasi.

    Xi memiliki “kemampuan untuk bernegosiasi dengan Presiden Putin agar dia menghentikan serangannya” di Ukraina dan mempertimbangkan kembali sikap nuklirnya, kata Macron.

    Scholz tetap putuskan menahan pengiriman Rudal Taurus

    Meskipun tidak puas dengan pernyataan akhir terkait Ukraina, Kanselir Scholz membela keputusannya untuk menahan pengiriman rudal jarak jauh ke Kyiv, dengan mengatakan itu adalah langkah yang tepat.

    Scholz menekankan bahwa Jerman adalah pendukung terbesar Ukraina di Eropa, dan akan tetap seperti itu. Namun, ia menekankan pentingnya “bertindak dengan kehati-hatian.”

    Scholz mengatakan bahwa ia menolak pengiriman rudal jarak jauh sejak awal karena hal itu akan memaksa pasukan Jerman terlibat dalam penentuan target jauh di dalam wilayah Rusia, dengan mengatakan, “Saya rasa itu tidak benar.”

    G20 dan Timur Tengah

    Meski menghargai seruan G20 untuk gencatan senjata di Gaza, Scholz menyatakan penyesalannya bahwa pernyataan tersebut tidak menyinggung hak Israel untuk membela diri terhadap ancaman dari Hamas, Hezbollah, dan Iran, di tengah konflik Timur Tengah yang terus meluas.

    “Saya sangat menyesal tidak ada konsensus. Akan lebih baik jika kita menyatakan: semuanya dimulai dengan serangan teroris yang mengerikan dan brutal terhadap Israel,” katanya.

    AS, Uni Eropa, Jepang, dan beberapa negara lainnya telah menyebut Hamas sebagai organisasi teroris.

    Pada akhirnya, kata Scholz, “kita dapat melihat dengan jelas bagaimana ketegangan geopolitik juga mempengaruhi G20… Angin dalam hubungan internasional semakin kencang.”

    Perubahan Iklim, Energi, dan PBB

    Deklarasi para pemimpin G20 mencakup beberapa prioritas dari kepresidenan Brasil, seperti perjuangan melawan kelaparan, perubahan iklim, dan reformasi tata kelola global.

    Deklarasi ini menegaskan kembali Perjanjian Paris untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5°C dan menyerukan peningkatan besar-besaran “pembiayaan iklim dari miliaran menjadi triliunan dari semua sumber” untuk mendukung transisi menuju energi hijau.

    Presiden AS Joe Biden menggunakan hari terakhir pembicaraan untuk mengumumkan ratusan juta dolar dalam komitmen baru untuk iklim dan pembangunan.

    G20 juga menyatakan niatnya untuk menjadikan Dewan Keamanan PBB lebih representatif.

    rs/pkp (AFP, Reuters, AP)

    (ita/ita)

  • Wall Street Kembali Naik, Saham Nvidia Melonjak

    Wall Street Kembali Naik, Saham Nvidia Melonjak

    Jakarta: Indeks-indeks Wall Street mayoritas meningkat pada perdagangan Selasa, 19 November 2024.
     
    Penguatan tersebut disebabkan oleh saham Nvidia yang meningkat meskipun adanya ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina.
     
    Mengacu rangkuman dari BNI Sekuritas terkait global overnight review, Rabu, 20 November 2024, Nasdaq Composite naik 1,04 persen ke level 18.987,47, didorong oleh kinerja positif saham teknologi, terutama Nvidia.
     
    Lalu, S&P 500 menguat 0,4 persen ke 5.916,98, sedangkan Dow Jones melemah 0,28 persen ke 43.268,94.
     

     
    Saham Nvidia meningkat hampir lima persen menjelang laporan keuangan pada Rabu, 20 November 2024.
     
    Lalu, perusahaan ritel raksasa Walmart juga menguat tiga persen setelah membukukan hasil kinerja yang melampaui ekspektasi dan menaikkan proyeksinya karena belanja konsumen yang kuat.
     
    Sementara itu, saham Tesla naik 2 persen, saham Alphabet dan Amazon naik lebih dari 1 persen.
     
    Ketegangan yang memanas setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan Amerika Serikat (AS) terkait penurunan ambang batas penggunaan senjata nuklir.
     
    Langkah tersebut muncul setelah Presiden Joe Biden mengizinkan Ukraina menggunakan senjata AS untuk menyerang wilayah Rusia.
     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Pertama Kali, Ukraina Tembakkan Rudal Jarak Jauh AS ke Rusia!

    Pertama Kali, Ukraina Tembakkan Rudal Jarak Jauh AS ke Rusia!

    Kyiv

    Untuk pertama kalinya, militer Ukraina menembakkan rudal jarak jauh ATACMS yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS) ke wilayah Rusia. Serangan menggunakan rudal jarak jauh buatan Washington ini bertepatan dengan 1.000 hari perang berkecamuk di Ukraina sejak invasi Rusia pada Februari 2022 lalu.

    Serangan udara dengan rudal jarak jauh ATACMS ini, seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (20/11/2024), dilancarkan setelah pemerintahan Presiden Joe Biden mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jenis tersebut dalam serangan lebih jauh ke wilayah Rusia.

    Ukraina mengatakan pasukannya menyerang gudang senjata Rusia di area berjarak sekitar 110 kilometer di dalam wilayah Rusia. Disebutkan oleh Kyiv bahwa serangan itu menyebabkan ledakan susulan. Militer Ukraina tidak secara terbuka menyebut jenis senjata yang digunakan dalam serangan itu.

    Namun seorang pejabat senior Ukraina dan seorang pejabat AS, yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa serangan terhadap wilayah Bryansk di Rusia pada Selasa (19/11) waktu setempat itu “dilancarkan dengan rudal ATACMS” — yang merujuk pada Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat yang dipasok AS.

    Militer Rusia, dalam pernyataan terpisah, melaporkan pasukannya menembak jatuh lima rudal, dari total enam rudal, yang ditembakkan ke fasilitas militer di wilayah Bryansk. Puing-puing dari salah satu fasilitas itu sempat memicu kebakaran, yang berhasil dipadamkan dengan cepat dan tidak memicu korban atau kerusakan.

    Biden memberikan persetujuan kepada Ukraina untuk menggunakan rudal ATACMS yang dipasok AS, dan memiliki jangkauan hingga 300 kilometer, untuk serangan semacam itu di wilayah Rusia.

  • Harga Minyak Dunia Melejit Hari Ini – Page 3

    Harga Minyak Dunia Melejit Hari Ini – Page 3

    Harga minyak dunia naik lebih dari USD 2 per barel pada perdagangan Senin. Kenaikan harga minyak ini setelah rilis berita bahwa produksi minyak mentah di ladang minyak Johan Sverdrup di Norwegia telah dihentikan.

    Selain itu, harga minyak dunia kembali naik karena adanya eskalasi perang Rusia-Ukraina.

    Mengutip CNBC, Selasa (19/11/2024), harga minyak mentah Brent naik USD 2,26, atau 3,18% dan ditutup pada level USD 73,30 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup pada USD 69,16 per barel, naik USD 2,14 atau 3,19%.

    Equinor, perusahaan energi internasional berkantor pusat di Norwegia, mengatakan telah menghentikan produksi dari ladang minyak Johan Sverdrup, yang merupakan ladang minyak terbesar di Eropa Barat, karena pemadaman listrik.

    Juru bicara Equinor mengatakan, pekerjaan untuk memulai kembali produksi sedang berlangsung, tetapi tidak segera jelas kapan akan dilanjutkan.

    Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan, harga minyak memperpanjang kenaikannya karena berita penghentian produksi, yang mengindikasikan kemungkinan pengetatan pasar minyak mentah Laut Utara. Pasokan fisik minyak mentah dari Laut Utara mendukung kompleks berjangka Brent.

    Harga juga naik karena perang Rusia di Ukraina meningkat selama akhir pekan.

    Dalam pembalikan signifikan kebijakan Washington, pemerintahan Presiden Joe Biden telah mengizinkan Ukraina menggunakan senjata buatan AS untuk menyerang jauh ke Rusia. Hal ini diungkap oleh dua pejabat AS dan sumber yang mengetahui keputusan tersebut.

     

  • Di Mana Biden Saat Foto Bersama Pemimpin Dunia di KTT G20?

    Di Mana Biden Saat Foto Bersama Pemimpin Dunia di KTT G20?

    Jakarta

    Saat sesi foto bersama para pemimpi dunia dalam KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, tidak nampak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Di mana Biden saat sesi foto tersebut?

    Ketidakhadiran Biden sempat menuai spekulasi. Muncul spekulasi Biden menghindari tampil bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov yang juga hadir.

    Insiden itu, seperti dilansir Associated Press dan The Guardian, Selasa (19/11/2024), terjadi ketika sesi foto bersama. Sesi foto bersama itu rutin dilakukan pemimpin dunia setiap menghadiri KTT G20, dan saat itu digelar di Museum Seni Modern yang terletak di tepi teluk Rio de Janeiro pada Senin (18/11) waktu setempat.

    KTT G20 di Brasil ini menjadi pertemuan puncak G20 terakhir yang dihadiri Biden sebagai Presiden AS, sebelum Donald Trump akan mengambil alih jabatan tersebut mulai Januari tahun depan. Pejabat AS yang enggan disebut namanya dan turut mendampingi Biden mengungkapkan ada masalah logistik sehingga Biden tak hadir saat sesi foto.

    Dia menyebut sesi foto digelar lebih awal dari yang dijadwalkan sebelumnya. Selain Biden, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dan PM Italia Giorgia Meloni juga tidak ikut dalam foto bersama itu.

    Foto bersama para pemimpin dunia pun dilakukan tanpa kehadiran sang Presiden AS. Saat Biden dan rombongannya tiba di lokasi, sesi foto berakhir.

    Para pemimpin dunia, termasuk Presiden China Xi Jinping, PM India Narendra Modi, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, tampak mengobrol saat berkumpul untuk berpose dengan latar belakang Gunung Sugarloaf yang menjadi ikon Rio de Janeiro. Mereka tersenyum dan mengangkat tangan saat diambil fotonya.

    (dek/lir)