Tag: Joe Biden

  • Rusia Kecam Usulan AS Pasok Senjata Nuklir ke Ukraina: Gila!

    Rusia Kecam Usulan AS Pasok Senjata Nuklir ke Ukraina: Gila!

    Moskow

    Otoritas Rusia mengomentari usulan yang muncul di kalangan negara-negara Barat agar Amerika Serikat (AS) memasok senjata nuklir kepada Ukraina. Moskow menyebut gagasan semacam itu sebagai hal yang “gila”.

    Rusia juga mengatakan bahwa demi mencegah skenario semacam itu, merupakan salah satu alasan mengapa Moskow melancarkan invasi ke Ukraina.

    Laporan media terkemuka AS New York Times (NYT), seperti dilansir Reuters, Kamis (28/11/2024), menyebut beberapa pejabat negara Barat, yang tidak disebut namanya, telah menyarankan kepada Presiden Joe Biden untuk memasok senjata nuklir kepada Ukraina sebelum dia mengakhiri masa jabatannya.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dalam pernyataannya menegaskan bahwa menjadi kepentingan semua pemerintahan yang bertanggung jawab untuk memastikan skenario semacam itu tidak terjadi. Dia menyebut skenario seperti itu sama saja dengan “bunuh diri”.

    “Kami menganggap hal ini sebagai kegilaan,” ucap Zakharova ketika ditanya wartawan soal isu tersebut.

    “Ini benar-benar kegilaan yang disodorkan oleh pihak Barat kepada bagian tertentu dalam tatanan politik di Ukraina,” sebutnya.

    Lebih lanjut, Zakharova menuduh Kyiv menggunakan isu tersebut, yang digambarkannya sebagai propaganda, untuk berupaya memeras lebih banyak bantuan dari negara-negara Barat.

    Lihat Video: Joe Biden Bakal Izinkan Ukraina Pakai Senjatanya AS

  • Harga Bitcoin Kembali Dekati Level US$ 100.000

    Harga Bitcoin Kembali Dekati Level US$ 100.000

    Jakarta, Beritasatu.com – Pasar aset kripto mengalami lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir, terutama Bitcoin yang harganya kembali mendekati level psikologis US$ 100.000.

    Kenaikan ini didorong oleh tren bullish yang berlanjut, dipicu oleh berbagai sentimen positif, seperti meningkatnya adopsi aset kripto oleh institusi dan korporasi, kemungkinan negara-negara membentuk cadangan Bitcoin, serta dukungan kebijakan pro-kripto dari pemerintah Amerika Serikat (AS).

    Berdasarkan data Coinmarketcap pada Kamis (28/11/2024) pukul 06.18 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melonjak 5,13% menjadi US$ 3,34 triliun dalam sehari. Bitcoin mengalami kenaikan 4,51% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di harga US$ 95.972 per koin atau sekitar setara Rp 1,52 miliar (kurs Rp 15.872 per US$).

    Bitcoin sebelumnya mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 99.849,9 pada Jumat (22/11/2024). Sepanjang tahun ini, nilai Bitcoin telah meningkat lebih dari dua kali lipat.

    Sementara itu, Ethereum melonjak 10,4% ke level US$ 3.673 per koin, dan Binance Coin juga naik 4,94% ke level US$ 643 per koin.

    Galaxy Research memperkirakan tren bullish pada Bitcoin masih akan berlangsung dengan potensi harga menembus US$ 100.000 dalam waktu dekat. Namun,  kepala riset Galaxy Alex Thorn mengingatkan, adanya hambatan regulasi atau tindakan penegakan hukum dari pemerintahan Joe Biden bisa saja memengaruhi pasar.

    Meski begitu, Thorn tetap optimistis terhadap harga Bitcoin dalam dua tahun ke depan. Peluncuran produk keuangan, seperti opsi Bitcoin exchange-traded fund (ETF) diperkirakan akan menambah likuiditas pasar, menurunkan volatilitas, dan menarik minat institusi besar, sekaligus meningkatkan permintaan dari investor ritel.

  • Hamas tidak Merasa Dikhianati Atas Keputusan Hizbullah Genjatan Senjata dengan Israel

    Hamas tidak Merasa Dikhianati Atas Keputusan Hizbullah Genjatan Senjata dengan Israel

    GELORA.CO – Anggota kantor politik Hamas Basem Naim mengatakan pihaknya menyambut baik perjanjian gencatan senjata Hizbullah-Israel seraya menegaskan bahwa Hamas “tidak merasa dikhianati” atas keputusan Hizbullah.

    “Bukan hanya Hizbullah yang membuat keputusan itu. Jika rakyat Lebanon memutuskan bahwa mencapai kesepakatan dengan Israel adalah demi kepentingan mereka, itu tidak masalah bagi kami, karena tujuan kami bukanlah agar Netanyahu menghancurkan Lebanon,” katanya kepada surat kabar Italia Repubblica, Rabu (27/11/2024).

    Namun Naim mengatakan, “Kesepakatan apapun dengan Lebanon, Yaman atau Iran tidak akan menjamin keamanan di kawasan. Tidak akan ada perdamaian hingga masalah Palestina terselesaikan.”

    Sebelumnya pada Selasa malam, dengan muara mutlak, Kabinet Keamanan Israel menyetujui perjanjian gencatan senjata dengan Lebanon.

    Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memandang perlu gencatan senjata, seraya menambahkan bahwa Israel akan menanggapi setiap kemungkinan dimulainya kembali permusuhan.

    Selain itu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga mengumumkan pada Selasa bahwa Pemerintah Israel dan Lebanon telah menyetujui usulan gencatan senjata dari Washington, yang mencakup penarikan tentara Israel dari Lebanon dalam waktu 60 hari.

    Berdasarkan rencana tersebut, angkatan bersenjata Lebanon akan menguasai Lebanon selatan, sedangkan Hizbullah akan merelokasi para pejuangnya ke utara Sungai Litani.

    Sementara itu, sebuah komite internasional yang dipimpin Amerika Serikat akan dibentuk untuk memantau kepatuhan kedua pihak terhadap ketentuan perjanjian gencatan senjata tersebut.

    Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon yang ditengahi melalui upaya diplomatik AS dan Prancis mulai berlaku pada Rabu pukul 4 pagi waktu setempat (0200 GMT).

    Berdasarkan kesepakatan tersebut, Angkatan Bersenjata Lebanon akan dikerahkan ke Lebanon selatan dalam waktu 60 hari, dan selama waktu tersebut Israel akan secara bertahap menarik pasukannya yang tersisa.

    Kesepakatan tersebut juga mengharuskan Hizbullah untuk memindahkan pasukannya ke utara Sungai Litani.

    Presiden Amerika Serikat Joe Biden menegaskan bahwa meskipun tidak akan ada pasukan Amerika di Lebanon selatan, “Kami, bersama Prancis dan negara-negara lain, akan memberikan bantuan yang diperlukan untuk memastikan kesepakatan ini dilaksanakan secara penuh dan efektif.”

    “Warga sipil di kedua belah pihak akan segera dapat kembali dengan aman ke komunitas mereka dan mulai membangun kembali rumah, sekolah, pertanian, bisnis, dan kehidupan mereka,” kata Biden.

    Menurut sejumlah laporan, lima ribu hingga 10 ribu tentara Lebanon akan dikerahkan ke wilayah antara perbatasan Israel-Lebanon dan Sungai Litani. Pengerahan itu bertujuan untuk mencegah kelompok bersenjata dipersenjatai kembali, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

    Sedikitnya 55 orang tewas pada Senin dalam serangan Israel di Lebanon, sehingga jumlah korban tewas sejak Oktober 2023 menjadi 3.823 orang, kata Kementerian Kesehatan Lebanon pada Selasa.

    Sebanyak 160 orang lainnya luka-luka dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah korban luka-luka menjadi 15.859 orang.

    Dalam beberapa jam terakhir, serangan udara Israel ke ibu kota Lebanon, Beirut, dan pinggiran selatannya, serta provinsi selatan dan timur negara itu, semakin intensif, yang mengakibatkan puluhan orang tewas dan cedera.

    Hizbullah memulai serangkaian serangan rudal balistik, roket, dan pesawat tak berawak terhadap Israel tak lama setelah kelompok Hamas Palestina melancarkan serangan lintas batas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

    Kelompok Lebanon itu mengatakan serangannya dimaksudkan untuk menunjukkan solidaritas dengan Hamas dan rakyat Gaza serta menekan Israel agar melakukan gencatan senjata di daerah kantong pantai yang terkepung itu.

    Israel membalas dengan serangan udara besar-besaran ke negara kecil di Mediterania itu untuk melawan apa yang mereka sebut sebagai sasaran Hizbullah. Pada Oktober, Israel memperluas serangannya hingga mencakup invasi darat ke Lebanon.

  • Apa Kabar Gaza Usai Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Jadi Nyata?

    Apa Kabar Gaza Usai Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Jadi Nyata?

    Jakarta

    Gencatan senjata mulai diberlakukan di Lebanon, setelah Israel dan Hizbullah menyetujui kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dan Prancis. Diketahui Hizbullah yang didukung Iran, mulai menembakkan rudal ke wilayah Israel sebagai bentuk solidaritas untuk Hamas yang berperang melawan negara Yahudi itu sejak Oktober tahun lalu.

    Upaya berbulan-bulan untuk merundingkan gencatan senjata di Jalur Gaza hanya menghasilkan sedikit kemajuan, dan kini perundingan itu terhenti. Qatar sebagai mediator mengatakan bahwa pihaknya telah memberitahu kedua pihak yang bertikai jika perundingan ditunda hingga mereka siap membuat konsesi.

    Dalam pernyataannya usai mengumumkan gencatan senjata di Lebanon, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa pemerintahannya terus mendorong gencatan senjata di Jalur Gaza. Lalu bagaimana nasib Gaza usai gencatan senjata Hizbullah dan Israel?

    Dilansir Reuters dan Al Arabiya, Rabu (27/11/2024), militer Israel kembali menggempur wilayah Jalur Gaza, dengan beberapa serangan menghantam sekolah yang kini menampung para pengungsi perang. Sedikitnya 15 orang tewas akibat rentetan serangan terbaru Tel Aviv di Jalur Gaza.

    Laporan para pejabat kesehatan di Jalur Gaza, 8 warga Palestina tewas dalam serangan yang menghantam Sekolah Al-Tabeaeen, yang menampung keluarga-keluarga yang mengungsi di Gaza City. Mereka yang tewas, menurut para petugas medis setempat, mencakup dua anak laki-laki dari mantan juru bicara Hamas Fawzi Barhoum.

    Kematian kedua anaknya itu telah dikonfirmasi oleh Barhoum sendiri secara terpisah. Sementara itu puluhan orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan di area tersebut.

    Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

  • Tentara Lebanon Siap Dikerahkan Jamin Penegakan Gencatan Senjata

    Tentara Lebanon Siap Dikerahkan Jamin Penegakan Gencatan Senjata

    Beirut

    Militer Lebanon menyatakan pihaknya sedang bersiap mengerahkan pasukan ke wilayah selatan negara tersebut, setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah mulai diberlakukan pada Rabu (27/11) pagi. Tentara-tentara Lebanon itu ditugaskan membantu dalam menjamin penegakan gencatan senjata.

    Militer Lebanon dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Rabu (27/11/2024), menyerukan agar para penduduk di desa-desa perbatasan menunda kepulangan ke rumah-rumah mereka hingga pasukan militer Israel bergerak mundur dari wilayah selatan negara tersebut.

    Pasukan Tel Aviv telah beberapa kali terlibat pertempuran dengan para petempur Hizbullah di wilayah Lebanon bagian selatan, dan telah mendorong posisinya hingga sejauh enam kilometer di dalam wilayah Lebanon.

    Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah berlaku mulai Rabu (27/11) pagi, setelah kedua belah pihak menyetujui kesepakatan yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) dan Prancis. Hal ini menjadi kemenangan langka bagi diplomasi di kawasan yang diguncang dua perang selama setahun terakhir.

    Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa gencatan senjata mulai diberlakukan pada Rabu (27/11) pagi, dengan pertempuran diharapkan berhenti sejak pukul 04.00 waktu setempat.

    Menurut ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata tersebut, seperti diumumkan Biden, Israel sepakat untuk menarik pasukannya secara bertahap, dalam waktu 60 hari ke depan, dari wilayah Lebanon bagian selatan.

    Penarikan pasukan Israel itu dilakukan saat tentara-tentara Lebanon, dari Angkatan Bersenjata resmi negara itu, mengambil alih wilayah di dekat perbatasan dengan Israel, demi memastikan Hizbullah tidak membangun kembali infrastrukturnya di sana.

    Lihat video: 3 Alasan Netanyahu Dorong Gencatan Senjata di Lebanon

  • Israel-Hizbullah Gencatan Senjata, Iran Bilang Gini

    Israel-Hizbullah Gencatan Senjata, Iran Bilang Gini

    Teheran

    Otoritas Iran menanggapi kesepakatan gencatan senjata yang tercapai antara Israel dan kelompok Hizbullah, yang bermarkas di Lebanon. Teheran menyatakan pihaknya menyambut baik diakhirinya “agresi” Tel Aviv di Lebanon.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Rabu (27/11/2024), menyatakan negaranya “menyambut baik berita” berakhirnya “agresi Israel terhadap Lebanon”.

    Baghaei juga menegaskan “dukungan kuat Iran terhadap pemerintah, bangsa dan perlawanan Lebanon”.

    Iran selama ini menjadi pendukung finansial dan militer bagi Hizbullah, yang bermarkas di wilayah Lebanon.

    Gencatan senjata, yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) dan Prancis, berhasil disepakati oleh Israel dan Hizbullah. Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa gencatan senjata mulai diberlakukan pada Rabu (27/11) pagi, dengan pertempuran diharapkan berhenti sejak pukul 04.00 waktu setempat.

    Menurut ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata tersebut, seperti diumumkan Biden, Israel sepakat untuk menarik pasukannya secara bertahap, dalam waktu 60 hari ke depan, dari wilayah Lebanon bagian selatan.

    Penarikan pasukan Israel itu dilakukan saat tentara-tentara Lebanon, dari Angkatan Bersenjata resmi negara itu, mengambil alih wilayah di dekat perbatasan dengan Israel, demi memastikan Hizbullah tidak membangun kembali infrastrukturnya di sana.

  • Hizbullah Akan Tetap Aktif Usai Gencatan Senjata dengan Israel

    Hizbullah Akan Tetap Aktif Usai Gencatan Senjata dengan Israel

    Beirut

    Kelompok Hizbullah menegaskan akan tetap aktif di Lebanon setelah gencatan senjata disepakati dengan Israel, yang mengakhiri pertempuran kedua pihak. Aktif dalam hal ini merujuk pada aktivitas Hizbullah dalam membantu warga Lebanon yang mengungsi, untuk kembali ke desa mereka di dekat perbatasan.

    Hizbullah juga bertekad akan membangun kembali area-area di Lebanon yang hancur akibat serangan-serangan militer Israel beberapa bulan terakhir.

    “Mulai sekarang, kami akan mengonfirmasi bahwa Perlawanan (Hizbullah) akan tetap ada, akan terus berlanjut, dan akan terus berjalan,” tegas pejabat senior Hizbullah, Hassan Fadlallah, yang juga anggota parlemen Lebanon, dalam wawancara dengan Reuters, seperti dilansir pada Rabu (27/11/2024).

    Wawancara itu dilakukan sebelum kesepakatan gencatan senjata diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Selasa (26/11) malam. Biden mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah diberlakukan mulai Rabu (27/11) pagi, dengan pertempuran berhenti sejak pukul 04.00 waktu setempat.

    “Dan buktinya adalah ketika agresi Israel terhadap Lebanon berakhir, maka Perlawanan yang bertempur di medan perang akan bekerja membantu rakyatnya untuk kembali (ke rumah-rumah mereka) dan membangun kembali,” cetus Fadlallah.

    Disebutkan juga oleh Fadlallah bahwa lembaga kesehatan, sosial dan pembangunan Hizbullah telah bersiap “untuk hari berikutnya” dan akan berkoordinasi dengan negara Lebanon untuk menampung para pengungsi, membersihkan puing-puing dari area-area yang hancur, menguburkan para korban tewas dan membantu rekonstruksi.

    Menurut ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata tersebut, seperti diumumkan Biden, Israel sepakat untuk menarik pasukannya secara bertahap, dalam waktu 60 hari ke depan, dari wilayah Lebanon bagian selatan.

  • Netanyahu Pastikan Gencatan Senjata di Lebanon Diterapkan

    Netanyahu Pastikan Gencatan Senjata di Lebanon Diterapkan

    Tel Aviv

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dirinya siap memberlakukan dan menegakkan perjanjian gencatan senjata dengan Lebanon, yang baru saja disepakati. Namun Netanyahu juga menegaskan Tel Aviv akan merespons dengan tegas setiap pelanggaran gencatan senjata oleh Hizbullah.

    “Kami akan menegakkan perjanjian (gencatan senjata) dan merespons dengan tegas setiap pelanggaran. Bersama, kita akan melanjutkannya hingga kemenangan,” tegas Netanyahu dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Rabu (27/11/2024).

    Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah, yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) dan Prancis, baru saja disepakati. Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa gencatan senjata mulai diberlakukan pada Rabu (27/11) waktu setempat, dengan pertempuran diharapkan berhenti sejak pukul 04.00 waktu setempat.

    Pengumuman itu disampaikan Biden setelah kabinet keamanan pada pemerintahan Netanyahu menyetujui kesepakatan gencatan senjata itu dengan 10 suara mendukung dan hanya satu suara yang menolak.

    Netanyahu, dalam pernyataannya, menyebut gencatan senjata akan memungkinkan Israel untuk fokus pada ancaman Iran, mengisi kembali pasokan senjata yang menipis dan memberikan waktu istirahat kepada tentaranya, serta untuk mengisolasi Hamas yang bertempur melawan Tel Aviv di Jalur Gaza.

    “Dalam koordinasi penuh dengan Amerika Serikat, kita akan mempertahankan kebebasan aksi militer sepenuhnya. Jika Hizbullah melanggar perjanjian atau berypaya mempersenjatai kembali (para petempurnya), kita akan menyerang dengan tegas,” cetusnya.

    Netanyahu mengklaim Hizbullah, yang merupakan sekutu Hamas, kini jauh lebih lemah dibandingkan pada awal konflik.

  • Welcome Perang Dagang Season 2 Trump: 3 Negara Kena, China & Sekutu AS

    Welcome Perang Dagang Season 2 Trump: 3 Negara Kena, China & Sekutu AS

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perang Dagang ‘season’ 2 presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepertinya segera dimulai. Meski Trump baru akan dilantik awal 2025, ia sudah mengumumkan akan menjatuhkan sanksi kenaikan tarif impor ke tiga negara.

    Ketiga negara itu adalah China, sekutu AS Kanada dan Meksiko. Ia berjanji segera mengenakan tarif setelah dilantik 20 Januari.

    Khusus China, ia mengatakan akan memberi tarif tambahan sebesar 10% sementara khusus Kanada dan Meksiko akan ada kenaikan tarif 25%. Hal ini dikatakannya di akun media sosial Truth Social miliknya.

    Awalnya, ia mengatakan akan menaikkan tarif untuk Kanada dan Meksiko. Setelahnya, ia menegaskan yang sama ke China, menyinggung penyelundupan fentanil, obat yang kerap disalahgunakan di AS dan menjadi penyebab kematian overdosis, bahkan hingga 70.000 orang di 2021.

    “Pada tanggal 20 Januari, sebagai salah satu dari banyak ‘Perintah Eksekutif’ pertama saya, saya akan menandatangani semua dokumen yang diperlukan untuk mengenakan tarif 25% pada Meksiko dan Kanada, pada SEMUA produk yang masuk ke Amerika Serikat, dan Perbatasan Terbuka yang konyol,” tulisnya, dikutip AFP, Rabu (27/11/2024).

    “Akan mengenakan tarif sebesar 10%, di atas tarif tambahan apa pun, pada semua produknya yang masuk ke AS sebagai tanggapan atas kegagalannya dalam mengatasi penyelundupan fentanil,” ujarnya lagi merujuk China.

    Tarif merupakan bagian penting dari agenda ekonomi Trump. Politisi Partai Republik itu berjanji untuk mengenakan bea masuk yang luas kepada semua negara saat ia sedang berkampanye menjelang kemenangannya pada tanggal 5 November.

    Banyak ekonom telah memperingatkan bahwa tarif akan merugikan pertumbuhan dan mendorong inflasi. Pasalnya tarif tersebut, terutama dibayarkan oleh importir yang membawa barang ke AS, sering kali membebankan biaya tersebut kepada konsumen.

    Namun, mereka yang berada di lingkaran dalam Trump bersikeras bahwa tarif merupakan alat tawar-menawar yang berguna bagi AS untuk digunakan guna mendorong mitra dagangnya agar menyetujui persyaratan yang lebih menguntungkan. Termasuk untuk mendatangkan kembali pekerjaan manufaktur dari luar negeri.

    Respons China, Kanada dan Meksiko

    Sementara China memperingatkan AS. Negeri itu mengatakan tak akan ada yang menang dalam kebijakan “perang dagang”.

    “China percaya bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan China-AS saling menguntungkan,” tegas China melalui juru bicara kedutaan besar di AS, Liu Pengyu.

    “Tidak seorang pun akan memenangkan perang dagang,” tambahnya.

    Ia pun menjelaskan bahwa China sebenarnya sudah memerangi perdagangan fentanil, yang termasuk narkoba itu, dengan pemerintah Presiden AS saat ini Joe Biden. Bahkan kesepakatan sudah dibuat.

    “Pihak China telah memberi tahu pihak AS tentang kemajuan yang dibuat dalam operasi penegakan hukum terkait AS terhadap narkotika,” kata Liu lagi dimuat The Guardian.

    “Semua ini membuktikan bahwa gagasan China dengan sengaja membiarkan prekursor fentanil mengalir ke Amerika Serikat sepenuhnya bertentangan dengan fakta dan kenyataan,”tambahnya.

    Kanada sendiri berusaha meredam dampak ancaman Trump yang bisa menjadi bencana ekonomi di negara itu. Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengatakan bahwa ia telah melakukan percakapan yang “baik” dengan Trump segera setelah pengumuman presiden terpilih tersebut pada Senin malam.

    “Kami berbicara tentang bagaimana hubungan yang intens dan efektif antara kedua negara kita saling terjalin, serta beberapa tantangan yang dapat kita atasi bersama,” kata Trudeau kepada wartawan di Ottawa.

    Hal sama juga dibenarkan seorang sumber senior pemerintah. Bahwa kedua pemimpin tersebut telah melakukan “percakapan yang produktif dan konstruktif yang berfokus pada perdagangan dan keamanan perbatasan” dan berjanji “untuk tetap berhubungan”.

    Trudeau juga telah membentuk tim menteri untuk melobi anggota parlemen AS dan anggota lingkaran dalam Trump. Sekitar 1,9 juta orang di Kanada bergantung pada perdagangan.

    Di sisi lain, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan bahwa tarif impor yang diusulkan oleh Trump tidak akan menghentikan migrasi ilegal atau perdagangan narkoba yang menuju AS. Paman Sam, kata dia, selama ini memang merupakan tujuan utama.

    “Presiden Trump, bukan dengan ancaman atau tarif fenomena migrasi akan dihentikan, begitu pula konsumsi narkoba di Amerika Serikat,” katanya kepada wartawan, membacakan surat yang akan dikirimnya kepada Trump yang berisi usulan dialog.

    “Kerja sama dan saling pengertian diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut dan perang tarif hanya akan membahayakan perusahaan-perusahaan umum,” tambahnya.

    Ia menunjuk produsen mobil seperti General Motors dan Ford. Keduanya beroperasi di Meksiko demi keuntungan kedua negara.

    “Mengapa mengenakan pajak kepada mereka yang membahayakan mereka? Itu tidak dapat diterima dan akan menyebabkan inflasi dan kehilangan pekerjaan di Amerika Serikat dan Meksiko,” tambahnya.

    (sef/sef)

  • Gerbang PD 3 Makin Lebar, Rusia Siapkan Serangan Balas Dendam Rudal AS

    Gerbang PD 3 Makin Lebar, Rusia Siapkan Serangan Balas Dendam Rudal AS

    Jakarta, CNBC Indonesia – Rusia sedang mempersiapkan respons terhadap serangan rudal buatan Amerika Serikat (AS), Army Tactical Missile System (ATACMS). Sebelumnya senjata yang mampu menembus target sejauh 300 kilometer (km) itu telah digunakan Ukraina menyerang target di dalam Rusia pekan lalu.

    Pernyataan resmi diumumkan Kementerian Pertahanan Rusia, Selasa. Kyiv menembakkan senjata mematikan itu setelah Presiden AS Joe Biden memberi izin akhir pekan sebelumnya.

    Dalam pernyataan di Telegram, militer Rusia melaporkan bahwa selama tiga hari terakhir, pasukan Ukraina telah melakukan dua serangan jarak jauh di Wilayah Kursk menggunakan persenjataan Barat. Pada tanggal 23 November, Ukraina dilaporkan menembakkan lima rudal ATACMS jarak jauh ke desa Lotaryovka, sekitar 37 km barat laut kota Kursk, yang menargetkan posisi divisi rudal antipesawat S-400.

    “Serangan itu mengakibatkan tiga korban jiwa dan merusak radar,” kata kementerian dikutip laman Rusia, Russia Today (RT), Rabu (27/11/2024).

    Selain itu, pada 25 November, Ukraina meluncurkan delapan ATACMS lainnya di lapangan terbang Kursk-Vostochny, yang terletak di dekat desa Khalino. Lalu tujuh rudal ditembak jatuh menggunakan sistem pertahanan rudal S-400 dan sistem rudal dan senjata pertahanan udara Pantsir.

    “Salah satu rudal berhasil mencapai sasarannya. Akibatnya, dua prajurit terluka sementara fasilitas rusak ringan,” tambahnya lagi.

    Kementerian meyakinkan bahwa dari inpeksi di area target, senjata yang digunakan adalah benar-benar ATACMS dari AS. Karenanya, tambahnya, kementerian berjanji akan ada tindakan yang dilakukan Rusia sebagai tanggapan.

    “Tanggapan sedang dipersiapkan,” tegasnya.

    Sebenarnya Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pengerahan rudal balistik hipersonik Oreshnik terbaru negara itu sebagai tanggapan atas otorisasi Biden bagi Kyiv untuk menggunakan ATACMS pekan lalu. Senjata baru Rusia, yang mampu membawa hulu ledak nuklir, digunakan terhadap fasilitas industri militer Ukraina di kota Dnepropetrovsk.

    Putin juga menyebut serangan itu sebagai “uji coba tempur” senjata canggih tersebut dan memperingatkan bahwa “uji coba” semacam itu akan terus berlanjut. Ia juga mengatakan Rusia akan menanggapi “dengan tegas dan dengan cara yang sama” terhadap eskalasi lebih lanjut dari tindakan agresif oleh Kyiv dan para pendukung asingnya.

    Sementara itu, hal sama juga diberitakan AFP. Kementerian pertahanan juga mengunggah foto-foto yang dikatakannya sebagai pecahan rudal, yang memperlihatkan selongsong besar dengan tulisan berbahasa Inggris di sampingnya.

    “Moskow termasuk jarang memberikan rincian spesifik tentang serangan udara Ukraina dan hampir tidak pernah mengakui rudal telah mencapai target yang dituju,” tambah laman itu.

    Sejak diizinkannya penggunaan senjata Barat oleh Ukraina menyerang Rusia, dunia mengkhawatirkan eskalasi perang yang akan berujuk ke perang dunia ke-3 (PD3). Apalagi persis setelah izin Biden keluar, Putin mengumumkan resmi merevisi doktrin nuklirnya, yang bia menyerang negara mana saja yang dianggap “terlibat” dan membahayakan Rusia.

    (sef/sef)