Tag: Joe Biden

  • Benteng Berjalan Seharga Rp 24 Miliar Tunggangan Donald Trump

    Benteng Berjalan Seharga Rp 24 Miliar Tunggangan Donald Trump

    Jakarta

    Donald Trump resmi dilantik menjadi Presiden ke-47 Amerika Serikat (AS). Kini, Donald Trump kembali berhak menumpangi benteng berjalan yang disebut The Beast.

    Ini bukan pertama kalinya Cadillac One berjuluk The Beast menjadi tunggangan Donald Trump. The Beast versi terbaru ini telah digunakan Presiden AS sejak 2018. Ketika itu, mobil diperbarui dan diserahkan kepada Secret Service saat Trump masih menjabat sebagai Presiden AS. The Beast yang digunakan Trump ketika itu kemudian dialihkan menjadi mobil kepresidenan Joe Biden di periode selanjutnya.

    Kini, Trump yang telah dilantik menjadi Presiden AS kembali menggunakan The Beast. Mobil ini menjadi benteng berjalan yang mampu menangkal segala bentuk serangan yang mungkin dilakukan oleh teroris atau pembunuh. Jika Presiden terluka, Beast memiliki berbagai macam perlengkapan medis di dalamnya, termasuk lemari es yang penuh dengan golongan darah presiden sendiri.

    Versi terbaru The Beast yang telah dipesan oleh Secret Service sejak 2014 menggabungkan berbagai teknologi. The Beast disebut menggunakan campuran baja, aluminium, dan pelindung keramik, yang masing-masing difokuskan pada jenis ancaman yang berbeda. Secret Service menolak memberikan rincian spesifik, tetapi dinding limusin tersebut diyakini berukuran setidaknya delapan inci tebalnya, dengan jendela berlapis lima inci yang membuat pintunya seberat pintu jet 757.

    Selain itu, mobil ini ampuh menangkal serangan biokimia. Tunggangan Donald Trump ini juga dilengkapi dengan ban antibocor sehingga The Beast dapat terus melaju dalam keadaan darurat.

    Sementara itu, ada sejumlah fitur lain seperti sistem night vision dan sistem keamanan lainnya. Sistem ini dapat mengeluarkan asap, menembakkan gas air mata, dan menyebarkan tumpahan minyak untuk membuat kendaraan yang mengejarnya kehilangan kendali. Bahkan gagang pintunya dapat dialiri listrik untuk menyetrum mereka yang mungkin mencoba masuk ke dalam.

    The Beast juga berisi serangkaian teknologi komunikasi yang luas, termasuk kemampuan untuk mengirimkan kode yang diperlukan untuk menembakkan senjata nuklir.

    Mobil dinas kepresidenan AS memiliki suplai oksigen sendiri di dalam kabin. Presiden memiliki akses ke tombol panik yang menyediakan oksigen ke kabin mobil. Untuk komunikasi, di dalamnya terdapat telepon satelit yang bisa terhubung langsung dengan Wakil Presiden dan Pentagon, markas Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

    Tangki bahan bakar juga tahan peluru dan dilapisi dengan busa khusus jika terjadi ledakan. Di bagasi mobil terdapat dispenser pelindung asap, gas air mata, dan sistem pemadam kebakaran lengkap. The Beast juga dilengkapi dengan senapan dan meriam gas air mata.

    Saat penyerahan Cadillac One terbaru dari GM kepada Secret Service untuk Donald Trump pada 2018 lalu, NBC News memberitakan bahwa limosin ini menghabiskan biaya sebesar US$ 1,5 juta. Jika dirupiahkan berarti harga The Beast tunggangan Trump ini senilai Rp 24,4 miliar (kurs US$ = Rp 16.310).

    (rgr/din)

  • Donald Trump Beri Tambahan Waktu 75 hari untuk TikTok ‘Bernapas’ di AS

    Donald Trump Beri Tambahan Waktu 75 hari untuk TikTok ‘Bernapas’ di AS

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani sebuah perintah eksekutif yang menunda larangan pengoperasian TikTok di Amerika Serikat selama 75 hari.

    Melansir dari Techcrunch, Selasa (21/1/2025) perintah ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk mengejar resolusi guna menjaga keamanan nasional sekaligus memungkinkan kelangsungan layanan aplikasi TikTok di AS.

    Perintah eksekutif tersebut menginstruksikan Jaksa Agung AS untuk menangguhkan penegakan Undang-Undang Melindungi Warga Amerika dari Aplikasi yang Dikendalikan Musuh Asing (PAFACA), yang pada dasarnya melarang TikTok beroperasi di AS. 

    Selama periode penundaan ini, Departemen Kehakiman diminta untuk tidak melakukan tindakan hukum apapun terhadap entitas yang tidak mematuhi ketentuan PAFACA.

    “Selama periode ini, Departemen Kehakiman tidak akan mengambil tindakan apapun untuk menegakkan Undang-Undang tersebut atau menjatuhkan hukuman apapun terhadap entitas mana pun atas ketidakpatuhan terhadap Undang-Undang tersebut,” bunyi perintah tersebut.

    Adapun, keputusan Trump ini datang setelah Mahkamah Agung AS memutuskan untuk menegakkan PAFACA, yang pertama kali disahkan dengan dukungan bipartisan selama masa pemerintahan Presiden Joe Biden.

    Meski demikian, langkah ini memberi ruang bagi TikTok untuk tetap beroperasi sementara pemerintah mencari solusi lebih lanjut terkait masalah keamanan dan kontrol data.

    Alasan Trump Memberi Relaksasi

    Sebelumnya, Donald Trump mengungkapkan alasannya memberikan relaksasi kepada TikTok dibandingkan dengan pendahulunya, Joe Biden.

    Trump secara terbuka mengakui bahwa TikTok memiliki andil cukup besar dalam kontestasi Pilpres 2024 lalu. Dia berhasil menang karena strategi kampanyenya di media sosial, termasuk TikTok. 

    Politikus Partai Republik itu bahkan memuji aplikasi tersebut karena telah membantunya memenangkan hati para pemilih muda dalam pemilihan umum 2024. “Titik hangat di hati saya untuk TikTok,” ujar Trump dilansir dari Reuters, Senin (20/1/2025).

    Langkah Trump yang ‘menyelematkan’ TikTok, sejatinya pembalikan sikap dari masa jabatan pertamanya. Pada tahun 2020, ia pernah akan melarang aplikasi video pendek tersebut karena khawatir perusahaan tersebut membagikan informasi pribadi warga Amerika kepada pemerintah China. 

    Namun pada periode keduanya, Trump justru telah menyampaikan komitmennya untuk memperpanjang jangka waktu sebelum larangan hukum berlaku, sehingga dapat membuat kesepakatan untuk melindungi keamanan nasional AS.

    “Saya ingin Amerika Serikat memiliki posisi kepemilikan 50% dalam usaha patungan,” tulisnya di Truth Social.

  • Usai Dilantik Jadi Presiden AS, Trump Langsung Kritik Pemerintahan Biden

    Usai Dilantik Jadi Presiden AS, Trump Langsung Kritik Pemerintahan Biden

    Jakarta

    Donald Trump resmi dilantik sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat (AS). Dalam pidato perdananya, Trump langsung menyoroti pemerintahan era Joe Biden.

    Dilansir CNN, Selasa (21/1/2025), Trump menyampaikan pidato pertamanya sebagai Presiden Amerika Serikat di Gedung Capitol AS usai dilantik. Trump menyebut Joe Biden tidak mampu mengelola krisis sederhana di dalam negeri.

    “Kita sekarang memiliki pemerintahan yang tidak dapat mengelola krisis sederhana di dalam negeri, sementara pada saat yang sama tersandung pada katalog berkelanjutan dari berbagai peristiwa bencana di luar negeri,” kata Trump.

    Trump juga menyinggung imigrasi, fokus utama pemerintahan barunya. “Pemerintah gagal melindungi warga negara kita yang taat hukum tetapi membuktikan tempat perlindungan dan perlindungan bagi para penjahat berbahaya,” ucap Trump

    Lebih lanjut, Trump juga menyinggung Biden yang memberikan dana tak terbatas untuk pertahana tapi menolak mempertahankan perbatasan Amerika Serikat.

    “Kita memiliki pemerintahan yang telah memberikan dana tak terbatas untuk pertahanan perbatasan asing tetapi menolak untuk mempertahankan perbatasan Amerika atau, yang lebih penting, rakyatnya sendiri,” ujar dia.

    Kemudian, tiba giliran Trump mengucapkan sumpah. Ketua Mahkamah Agung John Roberts akan mengambil sumpah Trump.

    Berikut ini sumpah Trump yang dibacakan John Roberts dan diikuti oleh Trump.

    (maa/eva)

  • Trump Tiba di Gedung Putih Jelang Pelantikan Presiden AS, Disambut Biden

    Trump Tiba di Gedung Putih Jelang Pelantikan Presiden AS, Disambut Biden

    Jakarta

    Presiden terpilih Donald Trump dan istrinya, Melania Trump, tiba di Gedung Putih usai kebaktian di Gereja St John, Washington D.C. Trump disambut langsung oleh Presiden Joe Biden dan ibu negara Jill Biden.

    Dilansir CNN, Senin (20/1/2025), setelah kebaktian pagi di gereja, presiden terpilih dan wakil presiden terpilih beserta masing-masing pasangan mereka biasanya mengunjungi Gedung Putih. Mereka akan bertemu dengan presiden dan wakil presiden yang masih menjabat.

    Tahun ini, Biden dan Trump, bersama pasangan mereka, diharapkan minum teh bersama di Gedung Putih. Secara tradisi, presiden yang akan lengser kemudian menemani presiden terpilih ke US Capitol untuk upacara pelantikan.

    Sementara itu, beberapa saat yang lalu, Wakil Presiden Kamala Harris dan asisten Doug Emhoff juga menyambut Wakil Presiden terpilih JD Vance dan istrinya Usha Vance di Gedung Putih setelah kebaktian di Gereja Episkopal St. John.

    Sebagai informasi, pada 2021 lalu, Trump sempat mengabaikan Biden dan tidak melanjutkan tradisi mengundang presiden terpilih ke Gedung Putih. Padahal, tradisi seperti ini sudah dimulai sejak tahun 1837 dengan Martin Van Buren dan Andrew Jackson.

    (maa/taa)

  • Link Live Streaming Pelantikan Donald Trump Jadi Presiden AS Hari Ini

    Link Live Streaming Pelantikan Donald Trump Jadi Presiden AS Hari Ini

    Bisnis.com, JAKARTA – Donald Trump bakal resmi dilantik kembali sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada Senin 20 Januari 2025. Pelantikan dijadwalkan bakal digelar sekitar pukul 23.30 WIB.

    Melansir Reuters, Senin (20/2/2025), Trump akan mengambil sumpah jabatan sebagai Presiden AS. Pelaksanaan sumpah jabatan dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat John Roberts, pada pukul 12 siang waktu lokal.

    Pelantikan awalnya akan dilakukan di depan Gedung DPR AS. Namun, dilakukan perubahan dan diputuskan untuk dilakukan dalam kompleks kongres karena cuaca yang sangat dingin.

    Trump kemudian akan menyampaikan pidato pelantikannya. Dalam wawancara, dia mengatakan bahwa pidatonya membangkitkan semangat dan menyatukan.

    Hal itu akan menandai perubahan dari pidato Hari Pelantikannya yang pertama pada 2017, yang menguraikan negara yang hancur yang ia gambarkan sebagai “Pembantaian Amerika.”

    Untuk diketahui, Trump bakal kembali resmi dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2025 menggantikan posisi Joe Biden. Trump sebelumnya sempat menjabat sebagai Presiden AS pada 2017 hingga 2021.

    Adapun, pada Pemilu 2024, Trump berhasil memenangkan Pemilu AS melawan pesaingnya yaitu Kamala Harris. Dalam menjalankan tugasnya, Trump bakal didampingi oleh JD Vance selaku Wakil Presiden (Wapres) AS.

    Prosesi pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS bakal ditayangkan secara langsung atau live di sejumlah saluran media asing.

    Berikut daftar link live streaming pelantikan Donald Trump pada 20 Januari 2025:

    1. LiveNOW from Fox

    2. C-SPAN

    3. DW News

    4. The Washington Examiner

    5. CNN

    6. MSNBC

  • Ini Strategi Jaga Ekonomi RI di Tengah Was-Was Efek Trump 2.0

    Ini Strategi Jaga Ekonomi RI di Tengah Was-Was Efek Trump 2.0

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan terus mewaspadai beragam tantangan struktural maupun siklikal yang mengancam ekonomi Indonesia, terutama pada masa kepemimpinan presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk kedua kalinya.

    Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementerian Keuangan Deni Surjantoro menyampaikan bukan hanya Trump 2.0, tantangan siklikal saat ini dipicu tensi geopolitik, dinamika ekonomi USA, pelemahan Eropa, perlambatan ekonomi China.

    “Tantangan tersebut berpotensi memicu peningkatan perang dagang, fenomena proteksionisme, fragmentasi, volatilitas harga komoditas, suku bunga, dan nilai tukar,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (20/1/2025).

    Sementara tantangan struktural yang perlu direspon secara konsisten antara lain transisi demografi, perubahan iklim, dan Artificial Intelligence (AI), serta ekonomi digital.

    Untuk mengatasi hal tersebut, Deni menyampaikan strategi ekonomi dan fiskal yang ditempuh adalah melakukan transformasi ekonomi dengan penguatan human capital, hilirisasi, mendorong investasi yang berorientasi ekspor, pengembangan ekonomi hijau, serta ketahanan pangan dan energi.

    Agar transformasi ekonomi tersebut berjalan efektif maka disertai reformasi fiskal secara holistik baik sisi pendapatan, belanja, dan pembiayaan.

    “Kombinasi transformasi ekonomi dan refom fiskal diharapkan mampu menstimulasi ekonomi, meningkatkan kesejahteraan dan sekaligus penyehatan fiskal,” lanjutnya.

    Sementara Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah masih menunggu kebijakan apa yang akan diterapkan Trump. 

    Sebagaimana diketahui, Donald Trump segera dilantik menggantikan Joe Biden pada Senin (20/1/2025) pukul 12.00 siang waktu setempat. Jadwal pelantikan Donald Trump itu berlangsung pada Selasa (21/5/2025) sekitar pukul 00.00 WIB. 

    “Kami lihat saja, kami belum monitor apa yang akan dilakukan. Kalau faktor fundamental kita kan kuat. Jadi tinggal kita melihat kebijakan di sana seperti apa,” ujar Airlangga, Senin (20/1/2025).

    Pasalnya, rencana implementasi tarif perdagangan Trump menjadi satu kebijakan yang diwaspadai berbagai negara mitra dagang. 

    Bahkan Bank Dunia dalam laporan Global Economic Prospects (GEP) edisi Januari 2025, melaporkan hasil simulasi sebuah model makroekonomi global digunakan untuk mengkalibrasi kemungkinan implikasi kenaikan tarif AS.

    Simulasi menunjukkan bahwa kenaikan tarif AS sebesar 10% pada semua mitra dagang pada tahun 2025, tanpa adanya tarif pembalasan yang diberlakukan sebagai tanggapan, akan mengurangi pertumbuhan global sebesar 0,2% pada tahun tersebut.

    Selain itu, pertumbuhan akan lebih lemah sebesar 0,1% setiap kenaikan tarif sebesar 10% tersebut untuk negara berkembang (emerging market and developing economies/EMDE)—di mana Indonesia termasuk ke dalam kategori tersebut.

    Lain halnya bila ternyata adanya tarif pembalasan yang proporsional oleh mitra dagang, efek negatif pada pertumbuhan global dan EMDE relatif terhadap baseline akan meningkat menjadi sekitar 0,3% dan 0,2%.

    Secara umum, Bank Dunia meramalkan pertumbuhan ekonomi global akan mencapai 2,7% pada 2025. Sementara negara EMDE diproyeksikan stagnan di level 4,1%.

    Artinya, bila efek tarif Trump tersebut benar-benar terjadi, ekonomi global dan EMDE akan merosot ke 2,5% dan 4% pada 2025. 

  • China Buka Suara TikTok Batal Diblokir, Kasih Warning ke Trump

    China Buka Suara TikTok Batal Diblokir, Kasih Warning ke Trump

    Jakarta, CNBC Indonesia – TikTok membatalkan penutupan akses di Amerika Serikat (AS) setelah sempat memblokir layanannya selama 12 jam sejak Sabtu (18/1) waktu setempat.

    Dalam pernyataannya, TikTok mengatakan pembatalan penutupan akses itu dikarenakan Presiden AS terpilih Donald Trump berkomitmen untuk mengeluarkan perintah eksekutif yang menunda pemblokiran TikTok.

    Dalam aturan yang diteken Presiden AS Joe Biden, TikTok diminta lepas dari induk ByteDance asal China atau terpaksa diblokir permanen. Mandat aturan itu memberikan tenggat kepada TikTok hingga Minggu (19/1).

    Sementara itu, Trump mengatakan dukungannya agar TikTok tetap berjalan di AS. Namun, Trump memberikan syarat agar kepemilikan TikTok di AS harus dibagi 50% untuk investor di negara Paman Sam.

    Hal ini membuat pemerintah China bereaksi. Dikutip dari Reuters, Senin (20/1/2025), Menteri Luar Negeri China menegaskan bahwa keputusan soal kepemilikan TikTok di AS harus dibuat secara independen oleh perusahaan, tanpa intervensi pemerintah AS.

    “Perusahaan harus memutuskan secara mandiri terkait operasional dan kesepakatan mereka,” menurut pernyataan Menteri Luar Negeri China.

    Pembatalan penutupan akses di AS diumumkan TikTok melalui media sosial X. TikTok menyatakan tengah dalam proses pemulihan layanan. Perusahaan juga menyebut Trump memberikan kejelasan dan jaminan tidak akan menghukum platform yang masih menyediakan layanan TikTok.

    “Sesuai kesepakatan dengan penyedia layanan, TikTok tengah dalam proses pemulihan layanan,” jelas TikTok.

    “Kami berterima kasih kepada Presiden Trump karena memberikan kejelasan dan jaminan yang diperlukan pada penyedia layanan bahwa tidak akan menghadapi hukuman karena menyajikan Tiktok pada lebih dari 170 juta warga Amerika dan lebih dari 7 juta usaha kecil berkembang,” TikTok menambahkan.

    TikTok juga mengatakan pihak perusahaan akan bekerja sama dengan Trump. Tujuannya mencari solusi jangka panjang agar aplikasi berbagi video itu tetap bisa beroperasi di AS.

    (fab/fab)

  • Susunan Kabinet dan Kepala Lembaga Pilihan Trump

    Susunan Kabinet dan Kepala Lembaga Pilihan Trump

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump akan segera dilantik, Senin (20/1/2025) waktu setempat. Pria penuh kontroversi itu telah menyiapkan sejumlah nama untuk membantunya di pemerintahan.

    Sejumlah loyalis Trump dipastikan akan membantunya di pemerintahan. Tak hanya itu, beberapa sosok mengejutkan pun turut ditunjuk Trump untuk memperkuat pemerintahannya.

    Berikut daftar nama yang sejauh ini telah diumumkan Trump untuk mengisi kabinet dan sejumlah lembaga tinggi AS:

    Menteri Luar Negeri: Marco Rubio

    Marco Rubio telah menjabat sebagai senator AS dari Florida sejak 2011 dan merupakan wakil ketua Komite Intelijen Senat. Ia mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2016 tetapi kalah dalam nominasi Partai Republik dari Trump.

    Menteri Pertahanan: Pete Hegseth

    Pete Hegseth adalah pembawa acara Fox News dan perwira Garda Nasional Angkatan Darat. Ia bertugas dalam perang di Irak dan Afghanistan, serta di Teluk Guantanamo.

    Jaksa Agung: Pam Bondi (Pilihan Kedua)

    Pam Bondi adalah seorang pelobi yang menjabat sebagai jaksa agung Florida dari tahun 2011 hingga 2019. Adapun pilihan pertama untuk posisi ini adalah Matt Gaetz, namun dia mengundurkan diri.

    Menteri Dalam Negeri: Doug Burgum

    Doug Burgum telah menjabat sebagai gubernur North Dakota sejak 2016. Kekayaannya mencapai ratusan juta dolar, terutama karena ia menjual perusahaan perangkat lunaknya ke Microsoft pada 2002. Ia mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024 dan menjadi pendukung utama Trump ketika ia mengundurkan diri.

    Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan: Robert F. Kennedy Jr.

    Robert F. Kennedy Jr. adalah aktivis antivaksin paling terkenal di Amerika. Ia mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024 sebagai seorang Demokrat, kemudian sebagai seorang independen. Ia keluar dari pencalonan pada Agustus 2024 dan mendukung Trump, tetapi ia masih muncul dalam surat suara di beberapa negara bagian.

    Menteri Keuangan: Scott Bessent

    Scott Bessent, 62, adalah seorang miliarder pengelola dana lindung nilai yang saat ini menjabat sebagai CEO, pendiri, dan kepala investasi di Key Square Capital Management di New York. Sebelumnya, ia menjabat sebagai kepala investasi di Soros Fund Management. Bessent merupakan penggalang dana utama kampanye Trump, dan juga menjadi salah satu penasihat ekonomi utama Trump.

    Menteri Perdagangan: Howard Lutnick

    Howard Lutnick adalah CEO miliarder dari perusahaan jasa keuangan Cantor Fitzgerald, wakil ketua tim transisi Trump, pengumpul dana kampanye utama, dan teman lama, sekutu, serta penasihat setia Trump. Lutnick juga merupakan ketua perusahaan pialang BGC Group Inc. dan perusahaan real estat komersial Newmark Group.

    Menteri Transportasi: Sean Duffy

    Sean Duffy adalah mantan perwakilan AS dari Wisconsin, pembawa acara The Bottom Line di Fox Business, dan kontributor di Fox News. Ia menjadi terkenal di The Real World: Boston dan bertemu istrinya Rachel Campos-Duffy di Road Rules: All Stars. Ia juga merupakan pembawa acara Fox News.

    Menteri Energi: Chris Wright

    Chris Wright adalah kepala eksekutif Liberty Energy, sebuah perusahaan fracking yang berpusat di Denver. The New York Times menggambarkannya sebagai “seorang penginjil yang ramah media untuk bahan bakar fosil yang menyebarkan pesan yang menggembirakan bahwa minyak dan gas dapat mengangkat orang keluar dari kemiskinan, sambil meremehkan ilmu iklim.”

    Menteri Pendidikan: Linda McMahon

    Linda McMahon adalah salah satu pendiri World Wrestling Entertainment, yang membangun gulat menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar bersama suaminya kala itu Vince McMahon. Ia memimpin Small Business Administration selama masa jabatan pertama Trump, dan saat ini menjabat sebagai ketua dewan America First Policy Institute, sebuah lembaga pemikir konservatif. Ia telah menjadi pendukung finansial utama kampanye Trump.

    Menteri Tenaga Kerja: Lori Chavez-DeRemer

    Lori Chavez-DeRemer adalah anggota DPR dari Partai Republik moderat yang baru pertama kali menjabat dan mewakili Distrik Kongres Kelima Oregon, tetapi kalah tipis dalam pemilihan ulang pada Hari Pemilihan. Ia juga menjabat sebagai wali kota Happy Valley, Oregon, dari tahun 2011 hingga 2019.

    Chavez-DeRemer adalah anggota Partai Republik pro-serikat pekerja yang langka dan merupakan salah satu dari sedikit anggota DPR dari Partai Republik yang mendukung UU PRO (Protecting the Right to Organize), yang akan memberlakukan perluasan hak-hak buruh yang bersejarah. Ia juga ikut mensponsori undang-undang untuk melindungi tunjangan Jaminan Sosial bagi pekerja sektor publik. Serikat pekerja Teamsters, termasuk presiden Teamsters Sean O’Brien, dilaporkan melobi Trump untuk memilihnya.

    Menteri Pertanian: Brooke Rollins

    Brooke Rollins mengepalai Dewan Kebijakan Dalam Negeri Gedung Putih selama pemerintahan Trump pertama, kemudian mendirikan dan mengepalai lembaga pemikir pro-Trump, America First Policy Institute, yang seperti Project 2025 milik Heritage Foundation, telah berupaya mengembangkan cetak biru untuk pemerintahan Trump kedua.

    Menteri Keamanan Dalam Negeri: Kristi Noem

    Kristi Noem telah menjabat sebagai gubernur South Dakota sejak 2019. Sebelum menjadi gubernur perempuan pertama di South Dakota, ia merupakan satu-satunya wakil negara bagian tersebut di DPR AS selama delapan tahun.

    Menteri Urusan Veteran: Doug Collins

    Doug Collins adalah mantan anggota Kongres AS dari Georgia yang bertugas di DPR dari tahun 2013 hingga 2021. Ia adalah seorang pengacara dan veteran yang bertugas dalam perang Irak dan saat ini menjadi pendeta Angkatan Udara Cadangan.

    Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan: Scott Turner

    Scott Turner bermain selama sembilan musim di NFL, dan terlibat dalam politik selama jeda musim. Setelah pensiun, ia akhirnya menjabat dua periode di DPR Texas, lalu bergabung dengan pemerintahan Trump pertama sebagai kepala White House Opportunity and Revitalization Council. Ia sekarang menjadi ketua Center for Education Opportunity di lembaga pemikir pro-Trump America First Policy Institute. Ia juga pernah menjadi pembicara motivasi, dan menjadi pendeta asosiasi di gereja besar Baptis di Plano, Texas.

    Direktur CIA: John Ratcliffe

    John Ratcliffe adalah mantan anggota kongres Texas yang menjabat sebagai direktur intelijen nasional selama tahun terakhir masa jabatan pertama Trump.

    Komisioner FDA: Martin Makary

    Martin Makary adalah seorang dokter bedah di Universitas Johns Hopkins yang, menurut Stat News, adalah seorang selebritas terkenal di dunia medis, sekaligus pengkritik sistem perawatan kesehatan AS. Ia juga merupakan kepala staf medis di firma telehealth Sesame, tamu tetap di Fox News, dan penasihat pemerintahan Trump pertama.

    Direktur CDC: Dave Weldon

    Dave Weldon adalah seorang dokter dan mantan anggota kongres Florida selama tujuh periode. Di Kongres, Weldon merupakan sekutu setia gerakan anti-vaksin dan anti-aborsi.

    Surgeon General: Janette Nesheiwat

    Janette Nesheiwat adalah dokter keluarga dan gawat darurat, kontributor Fox News, dan direktur medis di CityMD, yang mengoperasikan pusat perawatan darurat di New York dan New Jersey. Ia juga memiliki lini suplemen makanan sendiri dan merupakan penulis buku yang akan segera terbit Beyond the Stethoscope: Miracles in Medicine. Julia Nesheiwat, menjabat sebagai penasihat Keamanan Dalam Negeri dalam pemerintahan Trump yang pertama, dan Trump telah menunjuk suami saudara perempuannya, anggota kongres Florida Mike Waltz, sebagai penasihat keamanan nasional untuk pemerintahan keduanya.

    Administrator Medicare dan Medicaid: Mehmet Oz

    Mehmet Oz adalah seorang ahli bedah jantung, tokoh televisi kawakan, dan penggemar berat crudités yang menerima dukungan Trump dalam pemilihan Senat Pennsylvania tahun 2022 tetapi kalah dari John Fetterman. Ia juga dikenal karena mempromosikan klaim kesehatan yang meragukan, dan bertugas di Dewan Kepresidenan Trump untuk Olahraga, Kebugaran, dan Nutrisi selama pemerintahan Trump yang pertama.

    Administrator EPA: Lee Zeldin

    Lee Zeldin menjabat sebagai perwakilan AS dari New York dari tahun 2015 hingga 2023. Ia mencalonkan diri sebagai gubernur New York pada tahun 2022 tetapi dikalahkan oleh Demokrat Kathy Hochul.

    Direktur National Intelligence: Tulsi Gabbard

    Tulsi Gabbard mewakili Hawaii di DPR AS dari tahun 2013 hingga 2021. Ia adalah veteran Garda Nasional yang bertugas di Irak. Gabbard mencalonkan diri sebagai presiden sebagai seorang Demokrat pada tahun 2020 dan mendukung Joe Biden ketika ia mengakhiri kampanyenya. Dua tahun kemudian, ia meninggalkan Partai Demokrat dan menjadi anggota tetap di tempat-tempat sayap kanan seperti Fox News dan CPAC. Ia mendukung Trump sebagai presiden pada tahun 2024.

    Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran: Russell Vought

    Russell Vought menjabat posisi yang sama selama pemerintahan Trump pertama, dan sebelumnya bekerja sebagai Wakil Presiden di kelompok lobi Heritage Action milik Heritage Foundation. Vought, yang menyebut dirinya sebagai nasionalis Kristen, adalah pendiri Center for Renewing America, salah satu lembaga pemikir yang mempersiapkan pemerintahan Trump kedua, dan ia adalah salah satu penulis cetak biru Project 2025 milik Heritage Foundation.

    Duta Besar NATO: Matthew Whitaker

    Matt Whitaker pernah menjabat sebagai penjabat jaksa agung selama pemerintahan Trump pertama, dan sebelumnya, menjadi Jaksa AS untuk Distrik Selatan Iowa.

    Duta Besar PBB: Elise Stefanik

    Elise Stefanik adalah perwakilan AS dari New York dan anggota peringkat keempat dalam kepemimpinan Partai Republik DPR.

    Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah: Elon Musk dan Vivek Ramaswamy

    Elon Musk adalah orang terkaya di dunia; kepala eksekutif Tesla dan SpaceX; pemilik X dan yang menyatakan dirinya sebagai “Chief Troll Officer.” Dia adalah perwakilan Trump yang paling terkenal dalam pemilihan 2024 dan menggelontorkan US$118 juta ke dalam super-PAC pro-Trump. Vivek Ramaswamy adalah pengusaha bioteknologi yang gagal mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2024 dan mendukung Trump ketika dia mengundurkan diri

    (luc/luc)

  • Trump Turun Tangan Buka Blokir TikTok, Netizen Ramai Komen Begini

    Trump Turun Tangan Buka Blokir TikTok, Netizen Ramai Komen Begini

    Jakarta, CNBC Indonesia – TikTok memulihkan layanannya di Amerika Serikat (AS) pada Minggu (19/1) waktu setempat, setelah sempat menutup akses selama 12 jam untuk 170 juta pengguna di negara tersebut mulai Sabtu (18/1).

    Pembukaan akses TikTok dilakukan setelah Presiden AS terpilih Donald Trump mengatakan akan mengeluarkan perintah eksekutif pada Senin (20/1/2025) hari ini, untuk menunda pemblokiran TikTok.

    Meski saat ini TikTok sudah bisa diakses kembali di AS, namun masa depannya belum jelas. Sebab, induk ByteDance asal China hingga kini masih menolak melakukan divestasi terhadap TikTok, sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan di AS dan ditandatangani Presiden AS ke-46 Joe Biden.

    Untuk sementara, TikTok memang masih aman berkat perintah Trump. Setidaknya, hal ini cukup melegakan bagi para kreator konten yang mencari penghasilan via aplikasi pertukaran video tersebut.

    “Kelangsungan hidup saya berada di ujung tanduk pada akhir pekan ini,” kata host live shopping di TikTok, Kimberly Balance, kepada Business Insider.

    “Saya tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya selama hidup saya menjadi pemilik bisnis,” ia menambahkan, dikutip dari MSN, Senin (20/1/2025).

    Balance yang memiliki akun ‘KIMMIEBBAGS’ menjual barang-barang bermerek di TikTok, Instagram, dan platform marketplace Whatnot.

    Pekan lalu, ia memindahkan bisnisnya dari Florida ke California untuk mengekspansi operasional live shopping miliknya.

    Balance berencana menggelar live shopping selama 6 jam di TikTok pada Sabtu (18/1) lalu, berkolaborasi dengan Reunited Luxury. Pada Kamis (16/1), TikTok menginformasikan ke Balance bahwa meeting dengan manajer produk bermerek TikTok pada Jumat (17/1) dibatalkan, begitu juga dengan rencana live shopping-nya pada hari Sabtu.

    Sejak dirilis pada 2023 lalu, TikTok Shop yang merupakan fitur marketplace di TikTok menjadi salah satu sumber penghasilan utama para kreator. TikTok juga membuka program affiliate yang memberikan komisi pada kreator jika membantu mempromosikan barang yang dijual di TikTok Shop.

    Pada April 2024, TikTok melaporkan platformnya berhasil berkontribusi terhadap miliaran dolar AS ke ekonomi AS, termasuk pendapatan US$15 miliar bagi pelaku bisnis kecil yang menggunakan aplikasinya. Selain itu, TikTok Shop juga mengklaim telah mendukung lebih dari 224.000 pekerjaan.

    Sebelum TikTok lumpuh total pada Sabtu lalu, beberapa kreator TikTok mengungkapkan ketakutan hal tersebut akan berdampak pada kondisi keuangan mereka.

    Dalam sebuah rilisan pers, seorang kreator bernama ChalkDunny mengatakan ia mendapatkan 60% penghasilannya sepanjang 2024 dari TikTok. Kreator lainnya dengan akun izzybizzyspicer mengatakan TikTok adalah platform sumber penghasilan terbesarnya.

    Ia mewanti-wanti para kreator di TikTok untuk bersiap menghadapi pemblokiran TikTok dan lebih fleksibel beradaptasi ke platform lain secepat mungkin.

    Nadya Okamoto, pendiri merek August untuk produk menstrual yang menjual barang di TikTok mengatakan kepada Business Insider bahwa ia lega TikTok kembali online. Kendati demikian, ketidakpastian nasib TikTok di masa depan membuatnya mulai berencana untuk mengurangi ketergantungannya terhadap TikTok.

    “Saya meminta para followers saya untuk mengikuti saya di platform lain seperti Instagram dan YouTube,” kata dia.

    “Saya juga mengeksplor peluang lain untuk menjadi affiliate di platform lain seperti YouTube Shop,” ia menuturkan.

    Hal serupa diungkap Balance yang mengatakan rencananya untuk mengekspansi persona internetnya ke platform lain.

    “Kami akan terus beroperasi di channel lain seperti Instagram, dan kemungkinkan meluncurkan channel YouTube,” kata dia.

    TikTok tidak segera memberikan konfirmasi terhadap permintaan komentar dari Business Insider terkait artikel ini.

    (fab/fab)

  • Perplexity AI Ajukan Tawaran Merger dengan TikTok AS

    Perplexity AI Ajukan Tawaran Merger dengan TikTok AS

    JAKARTA – Startup mesin pencari asal Amerika Serikat, Perplexity AI, mengajukan tawaran pada Sabtu  18 Januari untuk bergabung dengan TikTok AS. Tawaran tersebut diajukan kepada ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di China, menurut sumber yang akrab dengan rencana ini.

    TikTok menghadapi ancaman larangan operasional di Amerika Serikat mulai Minggu 19 Januari jika tidak memutuskan hubungan dengan ByteDance. Namun, Presiden AS terpilih Donald Trump pada Sabtu 18 Januari menyatakan bahwa ia kemungkinan akan memberikan perpanjangan waktu selama 90 hari kepada TikTok pada Senin mendatang.

    Menurut laporan awal dari CNBC, Perplexity AI mengusulkan merger dengan TikTok AS yang kemudian akan digabungkan dengan New Capital Partners untuk membentuk entitas baru. Struktur baru ini memungkinkan sebagian besar investor ByteDance tetap mempertahankan kepemilikan saham mereka, sekaligus memperluas konten video di platform Perplexity, ujar sumber yang meminta anonimitas karena isu ini bersifat rahasia.

    Menurut sumber tersebut, Perplexity AI percaya bahwa tawaran ini memiliki peluang besar untuk diterima karena bersifat merger, bukan penjualan. Merger ini bertujuan menciptakan entitas baru yang menguntungkan kedua belah pihak, serta mengurangi tekanan politik terhadap TikTok di Amerika Serikat.

    Perplexity AI dikenal sebagai startup mesin pencari yang menggunakan model bahasa besar (large language models) untuk memberikan jawaban cepat dengan sumber dan kutipan yang jelas. Teknologi ini memanfaatkan berbagai model canggih, termasuk dari OpenAI dan model open-source Llama milik Meta Platforms.

    Tanggapan TikTok dan ByteDance

    Hingga berita ini diturunkan, TikTok belum memberikan komentar resmi terkait tawaran dari Perplexity AI. New Capital Partners, yang menjadi bagian dari rencana merger ini, juga belum dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan.

    Dalam pernyataannya pada Jumat lalu, TikTok menyebutkan bahwa platform tersebut akan menghentikan layanannya di Amerika Serikat mulai Minggu 19 Januari kecuali pemerintahan Presiden Joe Biden memberikan jaminan kepada perusahaan-perusahaan seperti Apple dan Google bahwa mereka tidak akan menghadapi tindakan hukum jika larangan diberlakukan.

    Dampak Merger

    Jika berhasil, merger antara Perplexity AI dan TikTok AS dapat menciptakan sinergi yang kuat antara teknologi pencarian berbasis AI milik Perplexity dan popularitas TikTok yang telah memikat hampir setengah populasi Amerika. Selain itu, langkah ini dapat memberikan solusi strategis untuk mempertahankan operasional TikTok di Amerika Serikat tanpa melibatkan penjualan langsung, yang selama ini menjadi isu sensitif bagi ByteDance.

    TikTok, yang telah memainkan peran besar dalam membangun budaya online, mendukung usaha kecil, dan menjadi platform hiburan utama, kini berada di persimpangan penting. Dengan ancaman larangan operasional yang semakin dekat, keputusan pemerintah Amerika Serikat mengenai tawaran merger ini akan menjadi faktor kunci bagi masa depan TikTok di negara tersebut.

    Sementara itu, komunitas pengguna TikTok dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada platform ini terus berharap agar masalah ini dapat diselesaikan tanpa harus kehilangan akses ke salah satu platform media sosial paling populer di dunia.