Tag: Joe Biden

  • Isu Presiden Tiga Periode Muncul Lagi, Trump Blak-blakan

    Isu Presiden Tiga Periode Muncul Lagi, Trump Blak-blakan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku serius soal rencananya mencalonkan diri lagi untuk periode ketiga. Konstitusi AS padahal membatasi masa jabatan Presiden AS hanya dua periode.

    Trump kini tengah menjalan periode keduanya sebagai Presiden AS. Periode pertama kepresidenan Trump adalah 2017-2021. Ia kalah dalam pemilihan presiden 2020 dari Joe Biden dan kembali menang pada pemilihan presiden 2024 dengan lawan yang sama.

    Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan NBC News, Trump menyatakan keseriusannya untuk terus menjadi presiden.

    “Tidak, saya tidak bercanda. Saya tidak bercanda. Namun, saat ini masih terlalu awal untuk memikirkannya,” kata Trump seperti dikutip oleh Reuters. “Ada cara untuk melakukannya [presiden tiga periode], seperti yang kalian tahu.”

    Trump tidak menjelaskan secara detail cara yang bisa ditempuh sehingga dirinya bisa menjadi presiden tiga periode.

    Pembatasan masa jabatan presiden AS diatur dalam amandemen ke-22 di konstitusi. Dalam aturan tersebut, seseorang hanya bisa menjadi presiden selama dua kali periode empat tahun.

    Jika Trump ingin mengubah konstitusi, ia harus didukung oleh 2/3 dari anggota Kongres, baik Senat maupun House of Representatives. Perubahan itu kemudian masih harus diratifikasi oleh parlemen di 3/4 dari 50 negara bagian AS.

    Rencana Trump untuk menjabat presiden tiga periode sudah beberapa kali disuarakan oleh sekutunya. Trump juga beberapa kali menyinggung untuk terus menjabat presiden setelah 2028. 

    Pada usia 78 tahun, Trump adalah presiden AS paling tua pada saat inagurasinya. Pada 2028, usia Trump bakal mencapai 82 tahun.

    Sejak era presiden pertama AS, George Washington, hanya ada satu presiden yang menempati posisi tersebut lebih dari dua periode yaitu Franklin D. Roosevelt. FDR mendobrak tradisi batasan dua periode saat memimpin AS melalui masa Great Depression dan Perang Dunia II. Ia meninggal dunia pada 1945 pada periode masa jabatan keempat.

    Pada 1951, Kongres AS kemudian melakukan amandemen konstitusi dengan mengatur pembatasan periode masa jabatan presiden.

    Steve Bannon, penasihat Trump, menyatakan keyakinannya bahwa Trump akan mencalonkan diri lagi pada 2028. “Kami sedang mencari caranya,” kata Bannon.

    (dem/dem)

  • Trump Tawarkan Pengurangan Tarif untuk Tiongkok Jika TikTok Terjual – Halaman all

    Trump Tawarkan Pengurangan Tarif untuk Tiongkok Jika TikTok Terjual – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Presiden Donald Trump mengungkapkan kemungkinan memberikan pengurangan tarif kepada Tiongkok jika pemerintah Beijing menyetujui kesepakatan terkait aplikasi TikTok.

    Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Rabu, 26 Maret 2025.

    Pernyataan Trump

    Trump menyatakan, “China harus memainkan peran dalam hal itu. Mungkin dalam bentuk persetujuan dan saya pikir mereka akan melakukannya.” Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, di mana Trump sebelumnya telah menandatangani memorandum yang menyerukan tarif perdagangan yang adil dan timbal balik terhadap semua mitra dagang utama AS.

    Nasib TikTok di AS telah menjadi topik perdebatan sejak tahun lalu, setelah Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang bipartisan yang memaksa ByteDance, perusahaan induk TikTok asal Tiongkok, untuk menjual aplikasinya kepada pembeli non-Tiongkok atau menghadapi larangan nasional.

    TikTok sempat berhenti beroperasi di AS menjelang pelantikan Trump, tetapi kembali berfungsi setelah presiden baru mengisyaratkan akan meninjau kebijakan tersebut.

    Batas Waktu dan Calon Pembeli

    Pada hari pertamanya menjabat, Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberi ByteDance waktu hingga 5 April untuk menjual atau melepaskan kepemilikan TikTok.

    Sejak saat itu, Wakil Presiden JD Vance dan penasihat keamanan nasional Michael Waltz telah bekerja untuk mencari pembeli potensial.

    Vance menyatakan optimisme bahwa kesepakatan akan tercapai sebelum batas waktu yang ditentukan.

    Dalam beberapa bulan terakhir, muncul berbagai spekulasi mengenai calon pembeli TikTok, yang memiliki jutaan pengguna dan diperkirakan bernilai hingga 50 miliar dollar AS.

    Beberapa tokoh bisnis, termasuk miliarder Wyoming Reid Rasner, dikabarkan tertarik untuk mengakuisisi TikTok.

    Respons ByteDance dan Tiongkok

    Hingga saat ini, TikTok belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump.

    Menurut laporan Yahoo News, ByteDance juga belum mengonfirmasi apakah mereka bersedia menjual aplikasi tersebut.

    Kesepakatan ini dapat menjadi titik krusial dalam hubungan perdagangan AS-Tiongkok yang semakin tegang dengan kebijakan tarif baru Trump.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Trump Tawarkan Pengurangan Tarif untuk Tiongkok Jika TikTok Terjual – Halaman all

    Trump Tawarkan Pengurangan Tarif jika Tiongkok Setuju dengan Kesepakatan TikTok – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Presiden Donald Trump menyatakan ia mungkin akan memberikan China “sedikit pengurangan tarif” jika pemerintah Beijing menyetujui kesepakatan terkait TikTok.

    “China harus memainkan peran dalam hal itu,” kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Rabu (26/3/2025) malam.

    “Mungkin dalam bentuk persetujuan, dan saya pikir mereka akan melakukannya.”

    Dikutip dari NBC News, Trump sebelumnya telah menandatangani memorandum pada Februari yang menyerukan tarif perdagangan “adil dan timbal balik” terhadap semua mitra dagang utama AS, termasuk sekutu lama.

    Ia juga mengumumkan bahwa 2 April akan menjadi “Hari Pembebasan di Amerika,” menandai dimulainya tarif perdagangan besar-besaran terhadap negara lain.

    Nasib TikTok di AS telah menjadi perdebatan sejak tahun lalu, setelah undang-undang bipartisan yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden memaksa ByteDance—perusahaan induk TikTok asal China—untuk menjual aplikasinya kepada pembeli non-Tiongkok atau menghadapi larangan nasional.

    TikTok sempat berhenti beroperasi di AS menjelang pelantikan Trump, tetapi kembali berfungsi setelah presiden baru mengisyaratkan akan meninjau kebijakan tersebut.

    Batas Waktu dan Calon Pembeli

    Pada hari pertamanya menjabat, Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberi ByteDance waktu hingga 5 April untuk menjual atau melepaskan kepemilikan TikTok.

    Sejak itu, Wakil Presiden JD Vance dan penasihat keamanan nasional Michael Waltz bekerja untuk mencari pembeli potensial.

    Vance mengatakan kepada NBC News bahwa ia optimistis kesepakatan akan tercapai sebelum batas waktu yang ditentukan.

    Dalam beberapa bulan terakhir, muncul berbagai spekulasi mengenai calon pembeli TikTok.

    Aplikasi ini memiliki jutaan pengguna dan diperkirakan bernilai hingga $50 miliar.

    Beberapa tokoh bisnis, termasuk miliarder Wyoming, Reid Rasner, dikabarkan tertarik untuk mengakuisisi TikTok.

    “Kita akan menemukan yang terbaik, yang terbaik untuk negara ini,” kata Trump. “Saya lebih mengkhawatirkan kepentingan Amerika daripada hal lain terkait TikTok.”

    TikTok tidak segera menanggapi pernyataan terbaru Trump, Yahoo News melaporkan.

    ByteDance juga belum memberikan komentar publik sejak Trump menandatangani perintah pada 20 Januari dan belum mengonfirmasi apakah mereka bersedia menjual aplikasi tersebut.

    Kesepakatan ini bisa menjadi titik krusial dalam hubungan perdagangan AS-China, yang kini semakin tegang dengan kebijakan tarif baru Trump.

    (Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

  • Demi TikTok, Donald Trump Rela Jika Harus Mengalah

    Demi TikTok, Donald Trump Rela Jika Harus Mengalah

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump siap memberikan keringanan untuk China agar mau membantu penjualan Tiktok. Yakni dengan mengurangi tarif untuk negara tersebut.

    Bahkan, dia mendesak pemerintah China mau memainkan perannya agar menyetujui langkah divestasi platform video pendek tersebut.

    “Mungkin saya akan memberikan sedikit pengurangan tarif atau sesuatu untuk menyelesaikannya. Tiktok besar, namun tiap poin dalam tarif lebih berharga dari Tiktok,” kata dia dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (27/3/2025).

    Tak dijelaskan tarif apa yang akan dikurangi oleh Trump. Namun AS baru saja mengumumkan penerapan tarif 25% untuk impor mobil, yang akan berdampak pada kendaraan dari China.

    Pemerintahan Joe Biden memutuskan untuk Bytedance harus menjual operasional Tiktok di AS. Jika tidak dilakukan, Tiktok akan dilarang di negara tersebut.

    Namun Trump menunda keputusan pada Januari lalu hingga 5 April 2025. Dia mengatakan ingin AS memiliki setengahnya melalui usaha patungan.

    Terkait batas akhir 5 April atau minggu depan, Trump membuka peluang untuk memperpanjangnya. Tak masalah jika kesepakatan belum selesai hingga batas waktu tersebut.

    “Kami akan memperpanjangnya,” kata Trump.

    Awal Maret lalu, Wakil Presiden JD Vance meyakini kesepakatan dengan Tiktok bakal terjadi sebelum April mendatang. Dia percaya diri akan ada kesepakatan nantinya.

    “Hampir pasti akan ada kesepakatan tingkat tnggi yang menurut saya akan memenuhi kekhawatiran keamanan nasional, memungkinkan adanya Tiktok Amerika yang berbeda,” jelas Vance.

    (dem/dem)

  • Taktik Trump Selamatkan Elon Musk Usai Boikot Tesla-Starlink

    Taktik Trump Selamatkan Elon Musk Usai Boikot Tesla-Starlink

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Tanda-tanda kehancuran Elon Musk kian nyata. Boikot Tesla meluas, ditandai dengan penyerangan terhadap showroom Tesla di beberapa negara, hingga pemilik Tesla yang ramai-ramai ‘membuang’ mobil mereka.

    Penjualan Tesla juga anjlok dan sahamnya kian merosot hingga 31% pada tahun ini. Sentimen buruk terhadap sikap politik Musk menjadi pendorong anjloknya kerajaan bisnis orang terkaya di dunia tersebut.

    Bukan cuma Tesla, layanan internet berbasis satelit Starlink di bawah SpaceX milik Musk juga mulai ditinggal. Fenomena ini terjadi di Inggris. Banyak pelanggan Starlink berencana atau sudah beralih dari layanan tersebut.

    Trump Turun Tangan 

    Melihat nasib Musk yang kian merana, Presiden AS Donald Trump tak tinggal diam. Beberapa saat lalu, Trump blak-blakan menyebut aksi penyerangan showroom Tesla sebagai tindakan terorisme.

    Trump juga menyebut aksi boikot Tesla sebagai tindakan ilegal. Ia bahkan menunjukkan aksi solidaritas terhadap Musk dengan membeli unit mobil Tesla baru.

    Tak berhenti sampai di situ, baru-baru ini Menteri Perdagangan AS di bawah pemerintahan Trump, Howard Lutnick, meminta pejabat pemerintah untuk inisiatif broadband di daerah terpencil untuk memprioritaskan penggunaan Starlink milik Musk.

    Menurut laporan Financial Times, Lutnick bahkan menyebut nama Musk dalam perintah ke para petugas pemerintahan. Perintah Lutnick ini dibocorkan oleh Evan Feinman yang menjalankan program broadband di daerah terpencil AS.

    “Tujuan yang jelas dari arahannya adalah untuk meningkatkan jumlah satelit yang digunakan tanpa mempertimbangkan pertimbangan lain,” kata Feinman kepada Financial Times, dikutip dari Gizmodo, Rabu (26/3/2025).

    Starlink menggunakan satelit di orbit rendah Bumi (LEO) yang menawarkan kecepatan internet yang lebih mumpuni ketimbang layanan internet berbasis ruang angkasa yang lebih lama seperti HughesNet.

    Kritik Starlink

    Kendati demikian, Feinman menjadi kritikus yang blak-blakan terhadap penggunaan Starlink sebagai pengganti serat optik. Pasalnya, ia menilai internet berbasis satelit tidak dapat mencapai jenis kecepatan yang diharapkan dari infrastruktur berbasis darat.

    Ia menilai transmisi bolak-balik ke luar angkasa mengakibatkan terjadi delay yang signifikan untuk beberapa skenario penggunaan. Hal ini mengakibatkan gangguan sinkronisasi ketika melakukan panggilan video atau game multipemain.

    Feinman menjelaskan Starlink mudah disediakan pada awalnya, karena pelanggan hanya memerlukan parabola. Namun, Feinman berpendapat warga pedesaan AS akan mendapatkan layanan yang kurang berkualitas untuk jangka panjang.

    Feinman dapat digambarkan sebagai mantan karyawan yang tidak puas dengan perintah pemerintah. Namun, protes yang ia kemukakan dan ditolak mentah-mentah merupakan contoh nyata dari pengaruh Musk di Gedung Putih yang menguntungkan kerajaan bisnisnya dengan mengorbankan orang lain.

    Presiden Trump telah menggunakan platformnya untuk mempromosikan kendaraan Tesla di tengah anjloknya penjualan, dan lembaga lain telah mempertimbangkan untuk memberikan kontrak kepada perusahaan Musk.

    Semuanya digadang-gadang sebagai imbalan pemerintah Trump terhadap sumbangan Musk senilai hampir US$300 juta (Rp4,9 triliun) untuk mendukung kampanye pemenangan Trump dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS pada 2024 lalu.

    Starlink Pernah Ditolak Biden

    Upaya terbaru Musk untuk menjadi jantung internet pedesaan AS bukanlah kejutan besar. Selama pemerintahan Joe Biden, Komisi Komunikasi Federal (FCC) menolak subsidi hampir US$900 juta (Rp14,9 triliun) untuk SpaceX melalui program Bead, dengan mengatakan layanannya tidak memenuhi harapan terkait kecepatan.

    Bead, sebutan untuk program internet pedesaan, adalah inisiatif senilai US$42,45 miliar (Rp703 triliun) yang diluncurkan di bawah pemerintahan Biden untuk memperluas pita lebar berkecepatan tinggi di komunitas pedesaan.

    Selain menolak subsidi untuk Musk, Bead juga menerima kritik dari Partai Republik karena belum ada layanan yang diluncurkan melalui program yang berusia 3 tahun itu. Setidaknya 3 negara bagian bersiap untuk memulai uji coba yang tepat saat Trump mulai memimpin untuk masa jabatan keduanya.

    (fab/fab)

  • TikTok Rilis Fitur Peringatan Darurat hingga Family Pairing, Apa Fungsinya? – Page 3

    TikTok Rilis Fitur Peringatan Darurat hingga Family Pairing, Apa Fungsinya? – Page 3

    Di sisi lain, Nasib TikTok di Amerika Serikat kembali di ujung tanduk. Induk perusahannya, ByteDance, diberikan tenggat waktu hingga 5 April untuk menjual TikTok ke perusahaan non-Tiongkok.

    Kalau tidak, aplikasi ini berisiko diblokir di AS. Situasi ini bukan pertama kalinya terjadi, mengingat TikTok pernah menghadapi ancaman serupa pada 2020.

    Beberapa perusahaan AS dikabarkan berminat untuk mengakuisisi TikTok. Pada 2020, Microsoft, Oracle, dan Walmart sempat masuk pada jajaran calon pembeli, tapi rencana itu batal. 

    Kini, di bawah tekanan pemerintahan Joe Biden, ByteDance harus kembali mencari pembeli yang memenuhi persyaratan pemerintah AS.

    Mengutip Phone Arena, Senin (17/3/2025), pada april 2024 lalu, Biden menandatangani undang-undang yang mengharuskan ByteDance menjual TikTok sebelum 19 Januari 2025. Namun, setelah Donald Trump kembali ke Gedung Putih, ia menandatangani perintah eksekutif yang mempercepat tenggat waktu menjadi 5 April 2025.

    Wakil Presiden AS, J.D. Vance, optimistis kesepakatan bisa tercapai. “Kami hampir pasti akan menemukan solusi yang melindungi keamanan nasional sekaligus memungkinkan TikTok tetap beroperasi di AS,” katanya pada NBC News.

    Vance, yang berlatar belakang di dunia modal ventura, kini ikut memantau negosiasi bersama Penasihat Keamanan Nasional, Michael Waltz. Mereka sedang mencari calon pembeli berbasis di AS yang bisa mengambil alih TikTok.

     

  • Profil Hamdan Ballal, Sutradara Palestina Film No Other Land yang Hilang Setelah Serangan Zionis – Halaman all

    Profil Hamdan Ballal, Sutradara Palestina Film No Other Land yang Hilang Setelah Serangan Zionis – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Sutradara film dokumenter asal Palestina, Hamdan Ballal, dilaporkan hilang setelah mengalami serangan brutal dari pemukim Israel di desa Susya, selatan Hebron, Tepi Barat, pada Senin (24/3/2025) malam.

    Menurut laporan Middle East Eye, Ballal dipukuli secara brutal sebelum akhirnya ditangkap oleh tentara Israel saat sedang dalam ambulans menuju rumah sakit.

    Keberadaannya hingga kini masih belum diketahui.

    Yuval Abraham, sesama sutradara pemenang Oscar untuk film No Other Land, mengungkapkan melalui platform X bahwa Ballal diserang oleh kelompok pemukim bertopeng.

    Rekaman video yang dibagikan Abraham menunjukkan para pemukim menghancurkan mobil aktivis dengan batu.

    “Hamdan dipukuli habis-habisan sebelum tentara Israel membawanya pergi dari ambulans. Kami tidak tahu di mana dia sekarang,” tulis Abraham dalam unggahannya.

    Serangan ini juga melibatkan lima aktivis Yahudi-Amerika yang tengah melakukan proyek perlawanan damai di Masafer Yatta, lokasi syuting No Other Land.

    Mereka turut menjadi korban kekerasan ketika berusaha melindungi warga Palestina.

    Basel Adra, subjek dalam dokumenter tersebut, menggambarkan kondisi mengerikan setelah serangan terjadi.

    “Saya berdiri bersama Karam, putra Hamdan yang berusia tujuh tahun, di dekat genangan darah ayahnya. Hamdan hilang setelah diculik tentara dalam keadaan terluka,” ujarnya.

    Profil Hamdan Ballal

    Hamdan Ballal Al-Huraini lahir pada tahun 1989 di desa Susiya, Tepi Barat.

    Sebelum terjun ke dunia perfilman, ia aktif sebagai petani, fotografer, dan advokat hak asasi manusia.

    Ballal merupakan anggota inisiatif Humans of Masafer Yatta, yang mendokumentasikan kisah-kisah warga Palestina di bawah pendudukan Israel.

    Karier perfilmannya dimulai dengan proyek dokumenter No Other Land, yang ia sutradarai bersama Basel Adra, Yuval Abraham, dan Rachel Szor.

    Film ini diproduksi antara tahun 2019 hingga 2023 dan menggambarkan perjuangan komunitas Palestina di Masafer Yatta menghadapi pemindahan paksa.

    Film ini pertama kali ditayangkan di Festival Film Internasional Berlin ke-74 (Berlinale) tahun 2024 dan memenangkan penghargaan Berlinale Documentary Award serta Panorama Audience Award untuk film dokumenter terbaik.

    Selain itu, No Other Land juga meraih penghargaan Best Documentary dalam British Academy Film Awards ke-78 dan Best Director dari International Documentary Association tahun 2024.

    Kekerasan Pemukim Israel yang Terus Berulang

    Menurut data Badan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sepanjang tahun 2025 telah terjadi setidaknya 220 serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina.

    Bentuk kekerasan yang dilakukan mencakup pembakaran properti, pengrusakan lahan pertanian, hingga pembunuhan.

    Aktivis AS Alex Chabbott yang baru-baru ini dideportasi mengatakan bahwa militer Israel kerap membiarkan pemukim bertindak brutal tanpa konsekuensi hukum.

    “Kami melihat empat pria Palestina diikat dengan zip-tie begitu kencang hingga tangan mereka membiru,” ungkapnya kepada *Middle East Eye*.

    Meskipun mantan Presiden AS Joe Biden sempat menjatuhkan sanksi terhadap pemukim pelaku kekerasan, kebijakan itu kemudian dicabut oleh Presiden Donald Trump.

    Pusat Non-Kekerasan Yahudi menegaskan bahwa pelaku serangan terhadap warga Palestina jarang diadili.

    “Keluarga Palestina hidup tanpa perlindungan. Pemukim bisa merusak properti mereka kapan saja, dan militer hanya menjadi penonton,” tambah Chabbott.

    Keberadaan Hamdan Ballal Masih Misterius

    Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai keberadaan Hamdan Ballal.

    Kasus ini kembali menyoroti eskalasi kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat, yang semakin meningkat tanpa adanya langkah serius dari otoritas Israel maupun tekanan yang cukup dari komunitas internasional.

    Biodata Hamdan Ballal

    – Nama: Hamdan Ballal Al-Huraini  

    – Tempat, Tanggal Lahir: Susiya, Tepi Barat, 1989  

    – Profesi: Sutradara, fotografer, aktivis hak asasi manusia, petani  

    – Karya Terkenal: No Other Land (2024)  

    – Penghargaan: Berlinale Documentary Award, Panorama Audience Award, Best Documentary (BAFTA ke-78)  

    – Aktivisme: Anggota Humans of Masafer Yatta, relawan B’Tselem  

    – Peristiwa Terkini: Hilang setelah diserang pemukim Israel di desa Susya, 24 Maret 2025  

    (Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

  • 23 Orang Tewas dan Target Israel Jajah Gaza di Bawah 40 Ribu Tentara

    23 Orang Tewas dan Target Israel Jajah Gaza di Bawah 40 Ribu Tentara

    PIKIRAN RAKYAT – Sudah hari ke delapan, Israel Penjajah terus membombardir Gaza berturut-turut. Hari ini, Selasa, 25 Maret 2025, Israel Penjajah telah membunuh setidaknya 23 orang dalam serangan dini hari, termasuk tujuh anak-anak.

    Di waktu yang berdekatan, pasukan Israel Penjajah juga membombardir dua pangkalan udara Suriah dekat kota Palmyra. Ini merupakan kali kedua serangan ke Suriah dalam sepekan terakhir.

    Sementara, kemarahan publik lokal hingga global kini meningkat atas pembunuhan reporter Al Jazeera, Hossam Shabat di Gaza. Selain itu ada pula penangkapan sutradara ‘No Other Lands’ pemenang Oscar, Hamdan Ballal, di Tepi Barat yang diduduki.

    Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 50.082 warga Palestina dipastikan tewas dan 113.408 terluka dalam perang Israel terhadap Gaza.

    Di sisi lain, Kantor Media Pemerintah Gaza memperbarui jumlah kematian menjadi lebih dari 61.700, dengan mengatakan ribuan warga Palestina yang hilang di bawah reruntuhan diperkirakan sudah tewas.

    Target Israel untuk Menjajah dan Kuasai Penuh Gaza Lagi

    Israel memantau rencana militer untuk merebut kembali dan menguasai Gaza. Hal ini terungkap dalam Laporan rahasia yang bocor.

    Pemerintahan sayap kanan Israel sedang mempelajari rencana militer untuk mengambil alih dan memerintah Gaza, setelah menarik diri dari wilayah Palestina dua dekade lalu.

    Menurut laporan berita dari The Financial Times, kemungkinan langkah bagi militer Israel untuk menduduki kembali dan memerintah Gaza kini sedang dipertimbangkan, dengan kembalinya Presiden Donald Trump ke Gedung Putih.

    “Pemerintahan sebelumnya (era Joe Biden) ingin kami (Israel) mengakhiri perang. (Sementara) Trump ingin kami memenangkan perang,” kutip The Times dari seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya.

    Seorang reservis militer senior yang juga tak boleh disebutkan Namanya, mengatakan pula bahwa dia diberitahu untuk siap menghadapi bulan-bulan pertempuran, kemenangan, hingga administrasi (pemindahan kuasa).

    Rencana tersebut melibatkan pemindahan 2,3 juta penduduk Gaza ke area pesisir kecil al-Mawasi, yang saat ini digambarkan oleh Israel sebagai ‘zona kemanusiaan.’

    Analis militer mengatakan setidaknya empat divisi militer, atau sekitar 40.000 tentara, akan diperlukan secara permanen untuk memerintah Gaza, yang menimbulkan pertanyaan tentang kelayakan proposal tersebut.

    Menteri Luar Negeri Gideon Saar, Senin, 24 Maret mengungkapkan, kabinet keamanan sejatinya belum memutuskan tentang rencana pendudukan tersebut. ****

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • 7 Update Perang Rusia: Putin-Trump Mesra, Ukraina-AS Ketemu di Arab

    7 Update Perang Rusia: Putin-Trump Mesra, Ukraina-AS Ketemu di Arab

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki babak baru. Amerika Serikat (AS), yang berperan menjadi pengenah, telah melakukan pertemuan dengan Kyiv terkait gencatan senjata di Arab Saudi.

    Berikut update terbaru terkait perang Rusia-Ukraina, sebagaimana dihimpun CNBC Indonesia dari berbagai sumber pada Senin (24/3/2025).

    Pertemuan AS dan Ukraina di Arab Saudi

    Delegasi Ukraina dan AS dilaporkan telah melakukan pertemuan di Arab Saudi pada Minggu waktu setempat. Rapat tersebut dilakukan AS sebelum pertemuan dengan delegasi Rusia pada Senin (24/3/2025).

    Melansir Reuters, pejabat Ukraina menyebut negaranya dan AS membahas proposal untuk melindungi fasilitas energi dan infrastruktur penting. Ini dilakukan sebagai bagian dari dorongan diplomatik Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang selama tiga tahun.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan delegasi negaranya dalam perundingan hari Minggu bekerja dengan “cara yang sepenuhnya konstruktif”.

    “Perbincangan ini cukup bermanfaat, pekerjaan delegasi terus berlanjut. Tetapi apa pun yang kita katakan kepada mitra kita hari ini, kita perlu membuat Putin memberikan perintah nyata untuk menghentikan serangan,” katanya dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

    Delegasi Ukraina, yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Rustem Umerov, mengatakan tujuan dari kontak tersebut adalah membantu “membawa perdamaian yang adil lebih dekat dan memperkuat keamanan”. Meskipun Zelensky juga mengatakan perundingan tersebut pada dasarnya “teknis”.

    Serangan Ukraina Bakar Depot Minyak Rusia

    Sebuah kebakaran hebat yang terjadi di fasilitas penyimpanan minyak di Rusia selatan makin memburuk setelah produk minyak tumpah dari salah satu tangki yang terbakar. Otoritas Rusia mengungkapkan bahwa kebakaran ini kemungkinan besar memperlambat upaya pemadaman yang telah berlangsung selama beberapa hari di lokasi tersebut.

    Dilansir Newsweek, pejabat Rusia menyatakan bahwa kebakaran di depot minyak Kavkazskaya di wilayah Krasnodar dipicu oleh puing-puing yang jatuh akibat serangan drone Ukraina. Tim pemadam kebakaran setempat masih belum mampu mengendalikan api yang terus berkobar.

    Beberapa hari sebelumnya, drone Ukraina juga menyerang kilang minyak Tuapse, yang juga terletak di Krasnodar. Menargetkan infrastruktur minyak Rusia telah menjadi strategi utama Kyiv dalam upayanya untuk menghentikan aliran pendapatan dan sumber daya yang mendukung perang Moskow.

    Baik Rusia maupun Ukraina telah menyatakan kesepakatan prinsip mengenai gencatan senjata parsial yang dimediasi oleh AS untuk melindungi infrastruktur energi. Namun, detail perjanjian ini masih belum jelas.

    Ukraina mengeklaim bahwa serangan Rusia terhadap infrastruktur kritis di negaranya belum berhenti, sementara Kremlin mengatakan bahwa mereka telah menghentikan serangan terhadap fasilitas energi, tetapi masih menyerang target lainnya.

    Ukraina Tembak Jatuh 57 Pesawat Nirawak Rusia

    Angkatan udara Ukraina mengatakan 99 pesawat nirawak jenis Shahed diluncurkan dari Rusia selama serangan semalam.

    Dikatakan di Telegram bahwa 57 dari pesawat nirawak tersebut ditembak jatuh di seluruh negeri, sementara 36 pesawat nirawak tiruan tidak mencapai target mereka.

    Angkatan udara tidak merinci apa yang terjadi pada enam pesawat nirawak yang tersisa tetapi mengatakan serangan Rusia tersebut memengaruhi wilayah Kyiv, Kharkiv, Sumy, Kirovohrad, dan Zaporizhzhia.

    Kim Jong Un Dukung Serangan Rusia ke Ukraina

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menunjukkan kedekatannya dengan Rusia. Dia bahkan memberikan dukungan penuhnya kepada Moskow dalam sebuah pertemuan dengan seorang pejabat tinggi Rusia di Pyongyang, kata media pemerintah Korea Utara pada Sabtu (22/3/2025).

    Laporan AP News menyebut diktator Korea Utara tersebut mendukung penuh serangan yang dilancarkan Rusia ke Ukraina.

    Pertemuan antara Kim dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu pada Jumat ini mengonfirmasi penilaian intelijen Korea Selatan pada akhir Februari yang menyebut Korea Utara kemungkinan telah mengirim pasukan untuk membantu Rusia dalam perang yang sedang berlangsung melawan Ukraina.

    Baik media pemerintah Rusia maupun Korea Utara mengatakan kedua pejabat tersebut membahas berbagai masalah termasuk dialog Moskow dengan pemerintahan Trump dan situasi keamanan di semenanjung Korea.

    Kantor Berita Pusat Korea Utara mengatakan bahwa selama pertemuan tersebut Kim mengatakan pemerintahnya akan “selalu mendukung Rusia dalam perjuangan untuk mempertahankan kedaulatan nasional, integritas teritorial, dan kepentingan keamanan.”

    AS Mau Akui Krimea Bagian dari Rusia

    AS saat ini dilaporkan mempertimbangkan untuk mengakui bahwa Krimea adalah bagian dari Rusia. Hal ini terjadi saat Presiden AS Donald Trump terus mendorong diskusi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di tengah hubungan kedua negara yang sedang buruk akibat serangan Moskow ke Ukraina.

    Situs berita AS, Semafor, mengutip dua orang yang mengetahui masalah tersebut, mengatakan bahwa sejatinya Trump belum membuat keputusan apa pun. Walau begitu, diskusi tentang status Krimea sejalan dengan “banyak pilihan yang diajukan saat Trump mendorong diakhirinya perang.”

    Walau begitu, Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Brian Hughes mengatakan kepada Semafor bahwa Gedung Putih “tidak membuat komitmen semacam itu, dan kami tidak akan menegosiasikan kesepakatan (perdamaian) melalui media.”

    “Tujuannya tetap sama: menghentikan pembunuhan dan menemukan penyelesaian damai untuk konflik ini,” kata Hughes.

    Krimea, yang sebagian besar dihuni oleh etnis Rusia, memilih untuk meninggalkan Ukraina dan bergabung dengan Rusia pada tahun 2014, menyusul revolusi yang menggulingkan Presiden Ukraina Viktor Yanukovich. PBB terus memandang wilayah tersebut sebagai wilayah Ukraina.

    Trump Incar Harta Karun Langka Rusia

    Jurnalis pemenang Penghargaan Pulitzer Seymour Hersh melaporkan, mengutip seorang pejabat Gedung Putih, bahwa Presiden Donald Trump sedang memiliki tujuan untuk meningkatkan hubungan AS-Rusia melalui kerja sama ekonomi.

    Presiden Trump berusaha untuk mencabut sanksi yang diberlakukan sejak tahun 2014 dan 2022 dan “membentuk kemitraan dengan Putin yang bertujuan untuk mengubah Krimea menjadi resor internasional utama,” kata seorang sumber pada Hersh.

    Sumber resmi yang dikutip dalam laporan Hersh menambahkan bahwa “mereka mungkin melakukan hal yang sama di Donbass.”

    Jurnalis tersebut mencatat bahwa pendekatan Trump sangat berbeda dari pendekatan pemerintahan Joe Biden, dengan sumber anonimnya menggambarkan presiden saat ini sebagai ‘pemenang ekonomi’. Ketertarikan Trump pada aset energi dan sumber daya alam Rusia dilaporkan meliputi minyak, gas, dan logam tanah jarang yang belum ditambang.

    Sejak menjabat pada bulan Januari, Trump telah mengubah beberapa posisi kebijakan luar negerinya terkait Moskow. Setelah melakukan panggilan telepon dengan Putin pada bulan Februari, delegasi AS dan Rusia bertemu di Arab Saudi, dengan kedua belah pihak sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik dan menjajaki usaha patungan setelah konflik Ukraina terselesaikan.

    Rubel Rusia Menguat di Tengah Pembicaraan dengan AS

    Rubel Rusia menguat karena pembicaraan antara pejabat AS dan Rusia di Arab Saudi sedang berlangsung. Hingga pukul 09:30 GMT, mata uang Rusia naik satu persen terhadap dolar AS di pasar bebas.

    Terhadap yuan China, yang merupakan mata uang asing yang paling banyak diperdagangkan di Rusia, rubel naik 0,5% pada 11,41 di Bursa Efek Moskow.

    Sejak awal tahun, rubel menguat karena ekspektasi kesepakatan damai dengan Ukraina dan meredanya ketegangan dengan AS.

    (fab/fab)

  • China Ditendang, Nasib TikTok Ditentukan Setelah Lebaran

    China Ditendang, Nasib TikTok Ditentukan Setelah Lebaran

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintahan Donald Trump tengah membahas nasib keberlanjutan operasi TikTok di Amerika Serikat (AS). Tenggat waktu untuk keputusan apakah TikTok dapat terus beroperasi atau diblokir akan diumumkan setelah Lebaran, tepatnya 5 April 2025.

    Menurut dua sumber yang mengetahui diskusi tersebut, investor non-China berencana meningkatkan kepemilikan mereka dengan mengakuisisi saham investor China untuk operasi TikTok di AS.

    Rencana tersebut mencakup pemisahan entitas TikTok khusus di AS dan mengurangi kepemilikan China di bisnis baru tersebut hingga di bawah ambang batas 20 persen. Jika disepakati, maka pengaruh China terhadap operasi TikTok di AS akan sangat minim.

    Susquehanna International Group milik Jeff Yass dan General Atlantic milik Bill Ford, yang terwakili dalam dewan direksi ByteDance, memimpin diskusi dengan Gedung Putih mengenai rencana tersebut.

    Perusahaan ekuitas swasta KKR juga berpartisipasi, kata salah satu sumber, dikutip dari laporan Reuters, Senin (24/3/2025).

    Nasib TikTok yang digunakan oleh hampir separuh penduduk AS ini telah berada dalam ketidakpastian sejak sebuah undang-undang yang berlaku pada 19 Januari 2025 engharuskan ByteDance untuk melakukan divestasi terhadap TikTok atau menghadapi pemblokiran atas dasar keamanan nasional.

    Undang-undang tersebut disahkan tahun lalu ketika AS masih di bawah pemerintahan Joe Biden. Kemelut TikTok didasari kekhawatiran AS bahwa induk ByteDance asal China bisa menyerahkan data pengguna AS ke pemerintahan Xi Jinping.

    Para pendukung kebebasan berbicara berpendapat bahwa larangan tersebut secara tidak sah mengancam warga AS dalam mengakses media asing dan melanggar Amandemen Pertama Konstitusi AS.

    Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menunda penegakan hukum atas TikTok pada 19 Januari 2025 setelah ia resmi dilantik pada 20 Januari 2025.

    TikTok sempat diblokir selama beberapa jam, kemudian aksesnya dibuka kembali. Dalam perintah eksekutif Trump, pemerintah akan melakukan negosiasi lebih lanjut dengan ByteDance dan TikTok hingga 5 April 2025.

    Mulanya, Trump mengusulkan agar kepemilikan China atas TikTok di AS menjadi 50%, lalu 50% lagi dipegang investor AS. Namun, proses diskusi masih terus berlangsung hingga kini.

    Menurut pengajuan hukum dari TikTok tahun lalu, investor global memiliki sekitar 58% saham ByteDance. Sementara pendiri perusahaan yang berbasis di Singapura, Zhang Yiming, memiliki 21% saham. Karyawan di berbagai negara, termasuk 7.000 orang AS, memiliki 21% saham sisanya. 

    (fab/fab)