Tag: Joe Biden

  • Biden Minta Warga AS Turunkan Suhu Politik Usai Trump Menang Pilpres

    Biden Minta Warga AS Turunkan Suhu Politik Usai Trump Menang Pilpres

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meminta warganya untuk menurunkan suhu politik usai Donald Trump dinyatakan memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2024. Biden berbicara di hadapan staf yang kecewa dengan kekalahan Wakil Presiden Kamala Harris

    “Kemunduran tidak dapat dihindari. Menyerah tidak dapat dimaafkan,” kata Biden di Taman Mawar Gedung Putih dilansir Reuters, Jumat (8/11/2024).

    “Kekalahan tidak berarti kita kalah,” imbuhnya.

    Biden mengatakan pilpres ini telah membuktikan integritas sistem pemilu AS dan menjanjikan proses transisi pemerintahan secara tertib. Biden mengatakan Pilpres AS berjalan jujur dan adil.

    “Sesuatu yang saya harap dapat kita lakukan, tidak peduli siapa yang Anda pilih, adalah memandang satu sama lain bukan sebagai musuh, tetapi sebagai sesama warga Amerika, meredakan ketegangan,” kata Biden.

    “Saya juga berharap kita dapat menyelesaikan masalah tentang integritas sistem pemilihan Amerika. Sistem ini jujur, adil, dan transparan. Dan sistem ini dapat dipercaya, menang atau kalah,” imbuhnya.

    Biden mengundang Trump untuk datang menemuinya di Gedung Putih. Kemudian, tim kampanye Trump mengatakan Trump akan datang.

    (whn/whn)

  • RI Ketar-Ketir Investasi AS Merosot di Bawah Kepemimpinan Trump

    RI Ketar-Ketir Investasi AS Merosot di Bawah Kepemimpinan Trump

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan pemerintah akan terus memonitor perubahan lanskap politik di Amerika Serikat, terutama agar tidak berdampak negatif ke realisasi investasi di Indonesia.

    Amerika Serikat (AS) sendiri kerap masuk ke dalam enam besar negara dengan realisasi penanaman modal asing terbesar ke Indonesia dari tahun ke tahun. Kendati demikian, presiden terpilih AS Donald Trump berjanji akan mengedepankan kebijakan ekonomi yang proteksionis.

    Oleh sebab itu, dikhawatirkan AS di bawah kepemimpinan Trump akan lebih irit menanamkan modal ke Indonesia. Rosan pun tidak menampik munculnya kekhawatiran tersebut.

    “Akan kami lihat, ya memang Trump ini kan akan mendorong American First,” kata Rosan kepada wartawan usai acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Kamis (11/7/2024).

    Dia menjelaskan bahwa Trump sempat menaikkan tarif barang impor, terutama yang berasal dari China, ketika pertama kali menjabat sebagai presiden AS pada 2017—2021. Masalahnya, China merupakan salah satu negara mitra utama Indonesia dalam konteks ekonomi.

    Oleh sebab itu, sambung Rosan, pemerintah akan terus memantau kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan dari Trump nantinya.

    “Karena kan kalau mempengaruhi China, pasti akan mempengaruhi ke kita juga,” jelasnya.

    Lebih lanjut, dia mengaku sudah bertemu sejumlah perusahaan dari AS yang berminat menanamkan modalnya ke Indonesia terutama ke industri hijau. Dia mencontohkan, ExxonMobil ingin berinvestasi untuk pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) hingga energi bersih.

    Oleh sebab itu, Rosan memproyeksikan investasi dari AS akan tetap masuk ke Indonesia. Hanya saja, dia tidak menyebutkan perkiraan jumlah investasinya secara detail.

    “Kita lihat ya, tetapi yang pasti investasi untuk energi baru terbarukan akan selalu menjadi prioritas semua negara, termasuk Amerika Serikat,” tutupnya.

    Presiden Prabowo Subianto sendiri dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja kenegaraan pada Jumat (8/11/2024) sampai dengan Minggu (24/11/2024). Salah satu negara yang akan dikunjungi Prabowo adalah AS.

    Rosan belum bisa memastikan apakah Prabowo akan menemui Trump ketika melakukan kunjungan kerja ke AS. Hanya saja, dia memastikan Prabowo akan menemui Presiden AS petahana Joe Biden.

    Pemerintahan Trump Irit Investasi

    Ketika Trump pertama kali menjadi presiden Amerika Serikat, realisasi investasi atau penanaman modal asing dari AS ke Indonesia selalu lebih rendah dari masa sebelum dan setelahnya.

    Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total realisasi penanaman modal asing (PMA) dari AS ke Indonesia mencapai US$4.949,5 juta selama 2017—2020 atau masa pemerintahan Trump.

    Perinciannya: US$1.992,8 juta pada 2017, US$1.217,6 juta pada 2018, US$989,3 juta pada 2019, dan U$S749,7 juta pada 2020. Artinya, investasi AS ke Indonesia selalu turun dari tahun ke tahun selama masa pemerintahan Trump.

    Penurunan tersebut juga terlihat apabila dibandingkan dengan masa pemerintahan presiden AS sebelum dan setelah Trump.

    Pada masa pemerintahan kedua Barack Obama (2013—2016) misalnya, realisasi PMA dari AS ke Indonesia mencapai US$5.790,3 juta. Jumlah tersebut lebih besar sekitar 17% dibandingkan realisasi PMA dari AS ke Indonesia pada masa pemerintahan Trump (US$4.949,5 juta).

    Bahkan, jika dibandingkan dengan masa pemerintahan Joe Biden (2021—2024) maka semakin kelihatan iritnya investasi AS ke Indonesia pada masa pemerintahan Trump. Pada 2021 hingga September 2024, realisasi PMA dari AS ke Indonesia mencapai US$11.668,5 juta.

    Artinya, investasi AS ke Indonesia pada masa pemerintahan Biden (US$11.668,5 juta) meningkat hingga sekitar 135% dibandingkan masa pemerintahan Trump (US$4.949,5 juta).

  • 5 Alasan Donald Trump Menang Pemilu AS: Umat Muslim-Wanita Kulit Putih

    5 Alasan Donald Trump Menang Pemilu AS: Umat Muslim-Wanita Kulit Putih

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Donald Trump berhasil memenangkan pemilihan umum (Pemilu) Amerika Serikat (AS) yang diselenggarakan Selasa, 5 November 2024. Kemenangan ini dipastikan setelah Trump berhasil melewati ambang batas kemenangan di level 270 Electoral Vote melawan pesaingnya dari Partai Demokrat, Kamala Harris.

    Kemenangan Trump ini membalikkan hasil dari beberapa lembaga survei yang mengunggulkan Kamala. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengapa calon yang pernah menjadi Presiden pada 2017-2021 itu kembali menang saat ini.

    Mengutip dari berbagai sumber, ada 5 alasan besar mengapa akhirnya Trump kembali menang dan mengalahkan Kamala. Berikut 5 faktor-faktor tersebut:

    1. Muslim AS

    Trump mengakui bahwa kelompok Muslim merupakan salah satu unsur yang mendukungnya hingga kembali menang sebagai presiden ke-47 AS.

    “Mereka datang dari seluruh penjuru, serikat, non-serikat, Afrika Amerika, Hispanik Amerika, Asia Amerika, Arab Amerika, Muslim Amerika. Kami memiliki semua orang. Dan itu indah,” ujarnya.

    Aktivis Arab di Dearborn, Michigan, Adam Abusalah, mengatakan bahwa Trump menang dalam komunitasnya karena Kamala, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden era Presiden Joe Biden, mengabaikan seruan kelompok itu untuk mempertimbangkan kembali dukungan tanpa syarat terhadap Israel.

    Merujuk Associated Press (AP), Michigan adalah satu satu negara yang memiliki banyak warga Muslim, dan menjadi negara penentu kemenangan pemilu AS, swing states.

    “Genosida adalah politik yang buruk,” kata salah satu aktivis.

    Kamala, menurutnya, terus menegaskan apa yang disebutnya sebagai “hak Israel untuk mempertahankan diri”. Padahal terjadi kekejaman brutal di Gaza dan Lebanon.

    “Salah satu alasan Harris kalah adalah keputusannya untuk memihak Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dengan mengorbankan basis Demokrat, Arab dan Muslim Amerika serta kaum muda dan kaum progresif,” tambah aktivis Adam Abusalah.

    “Itu bukan salah kami. Mereka tidak bisa menjelek-jelekkan komunitas kami,” ujarnya lagi.

    Seorang konsultan politik Amerika keturunan Lebanon di wilayah Detroit, Hussein mengaku sebenarnya tak mengetahui apa arti kepresidenan Trump bagi warga Arab dan Muslim Amerika serta negara secara keseluruhan. Namun ia berharap sesuatu yang baik.

    “Saya harap itu sesuatu yang baik. Saya berharap negara ini bisa bersatu. Saya berharap Partai Demokrat sadar,” kata Dabajeh.

    2. Wanita Kulit Putih

    Meskipun secara keseluruhan perempuan secara historis memilih Demokrat, perempuan kulit putih tidak. Sebaliknya, selama 72 tahun terakhir, mayoritas perempuan kulit putih hanya memilih kandidat Demokrat dua kali, pada tahun 1964 dan 1996.

    Pada hari Selasa, mereka sekali lagi memilih Trump, dengan 52% Wanita Kulit Putih memilih taipan properti 78 tahun itu kali ini. Ini sama seperti yang mereka lakukan pada tahun 2016 dan 2020.

    Jajak pendapat nasional menunjukkan bahwa Trump dengan mudah memenangkan suara perempuan kulit putih, karena laki-laki kulit putih juga memperoleh 59% suara untuk Trump. Sebagai perbandingan, laki-laki dan perempuan kulit hitam memperoleh masing-masing 20% dan 7% suara untuk Trump.

    Sebuah artikel di New Republic menuliskan bahwa tim kampanye Harris sendiri telah mencoba, dengan alasan yang tepat, untuk meyakinkan perempuan kulit putih bahwa masa depan mereka dipertaruhkan. Namun hal ini tidak cukup untuk membuatnya menang.

    “Trump hampir dipastikan akan mengawasi pembatasan lebih lanjut dalam hak reproduksi, dan ia juga secara terbuka menggoda larangan federal terhadap aborsi,” tulis media itu.

    3. Bayang-bayang Biden

    Kamala Harris sebelumnya mengambil alih kampanye dari Joe Biden pada musim panas saat popularitas presiden merosot. Hal ini kemudian mempersulit Partai Demokrat dalam membawa pesan yang kuat dalam melawan narasi dari Trump

    Setelah Biden dikeluarkan dari pencalonan, Harris dengan cepat menggalang dukungan untuk Demokrat, mengajak perempuan untuk bersatu, melibatkan pembuat konten di media sosial, dan berhasil mengumpulkan dana yang cukup besar. Meskipun demikian, momentum yang telah dibangun gagal memengaruhi pemilih secara signifikan.

    Namun, ketidakmampuan Harris untuk membuat terobosan dari bayang-bayang Biden juga menghambat upayanya dalam meyakinkan pemilih bahwa dirinya adalah kandidat pembaharuan.

    Banyak pemilih merasa kecewa karena Harris tidak cukup memisahkan diri dari kebijakan ekonomi Biden, yang menjadi salah satu titik kelemahan terbesar dari pemerintahan sebelumnya.

    “Joe Biden adalah alasan utama mengapa Kamala Harris dan Demokrat kalah malam ini,” ujar salah seorang pembantu Harris yang tak ingin disebutkan namanya, dilansir Politico.

    4. Kampanye Kamala yang ‘Berantakan’

    Selain itu, upaya kampanye Demokrat yang terkesan tidak terkoordinasi juga menjadi sorotan. Di beberapa negara bagian utama, tim Harris dianggap kurang membangun hubungan yang kuat dengan pejabat setempat, sehingga tidak berhasil memanfaatkan dukungan dari tokoh-tokoh kunci.

    Di Pennsylvania, misalnya, Demokrat Yahudi dan sekutunya menyampaikan keluhan kepada tim Harris tentang kurangnya hubungan dengan pejabat penting di negara bagian tersebut, yang pada akhirnya mempengaruhi kemampuan kampanye untuk mengajak pemilih memberikan dukungan.

    Hal ini kemudian memberikan angin segar bagi Trump. Diketahuim Trump berhasil menang di Pennsylvania dan meraih 19 electoral vote dari negara bagian tersebut.

    5. Perang Media

    Kesulitan Harris diperparah dengan minimnya interaksi langsungnya dengan media besar, yang menimbulkan pertanyaan dari kalangan pers.

    Harris menunda wawancara eksklusif hingga lebih dari satu bulan setelah memulai kampanye. Dalam wawancara terbatasnya, Harris juga menghindari memberikan penjelasan rinci terkait sejumlah kebijakannya, termasuk posisinya yang berubah terkait fracking dan kebijakan imigrasi.

    Hal ini membuat pemilih meragukan sejauh mana komitmen Harris terhadap prinsip-prinsip yang pernah ia dukung sebelumnya.

    Lagi-lagi, hal ini memberikan jalan yang baik bagi Trump, yang terus tampil dengan gaya yang blak-blakan di media, baik konvensional maupun media sosial. Trump juga memiliki sikap yang tidak berubah dengan membawa tagline ‘Memperbaiki Amerika’.

    (fab/fab)

  • Pesan Lengkap Joe Biden ke Kamala Harris Usai Kalah Lawan Donald Trump

    Pesan Lengkap Joe Biden ke Kamala Harris Usai Kalah Lawan Donald Trump

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberikan pesan khusus terkait gagalnya Wakil Presidennya, Kamala Harris, dalam pemilihan presiden Selasa (5/11) lalu. Pesan ini sendiri secara resmi diunggah dalam situs Gedung Putih, Rabu (6/11/2024).

    Sebelumnya, Kamala Harris mengambil alih kampanye Joe Biden pada musim panas saat popularitas sang petahana yang juga sesama kader Partai Demokrat itu merosot. Tak lama kemudian, Biden memutuskan untuk mundur dari pencalonan tersebut dan Kamala didaulat sebagai calon presiden.

    Namun, dalam pemilihan 5 November lalu, Kamala harus mengakui kekalahannya dari calon Partai Republik, Donald Trump. Trump sendiri sebelumnya sempat menjadi presiden, namun dikalahkan oleh Biden dalam pemilihan 2020 lalu.

    Atas kekalahan ini, Biden menyampaikan pesan resmi terkait Kamala kepada para pendukungnya. Berikut isi lengkap pesan tersebut dikutip dari situs Gedung Putih:

    Apa yang dilihat Amerika hari ini adalah Kamala Harris yang saya kenal dan sangat kagumi.

    Ia telah menjadi mitra dan pelayan publik yang luar biasa, penuh integritas, keberanian, dan karakter.

    Dalam situasi yang luar biasa, ia melangkah maju dan memimpin kampanye bersejarah yang mewujudkan apa yang mungkin terjadi jika dipandu oleh kompas moral yang kuat dan visi yang jelas untuk negara yang lebih bebas, lebih adil, dan penuh dengan lebih banyak peluang bagi semua orang Amerika.

    Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, memilih Kamala adalah keputusan pertama yang saya buat ketika saya menjadi calon presiden pada tahun 2020. Itu adalah keputusan terbaik yang saya buat. Kisahnya mewakili kisah terbaik Amerika. Dan seperti yang ia tegaskan hari ini, saya yakin ia akan terus menulis kisah itu.

    Ia akan melanjutkan perjuangan dengan tujuan, tekad, dan kegembiraan. Ia akan terus menjadi pejuang bagi semua orang Amerika. Di atas segalanya, ia akan terus menjadi pemimpin yang akan diteladani oleh anak-anak kita untuk generasi mendatang saat ia meninggalkan jejaknya pada masa depan Amerika.

    (fab/fab)

  • Donald Trump Menang Pilpres AS, Indonesia Harus Siap-siap – Page 3

    Donald Trump Menang Pilpres AS, Indonesia Harus Siap-siap – Page 3

    Sebelumnya, meski unggul dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) dan dinyatakan menang atas Kamala Harris, Donald Trump baru akan pindah ke Gedung Putih selama kurang lebih dua bulan kemudian.

    Ia juga belum resmi menjadi presiden ke-47 Amerika Serikat. Dikutip dari laman BBC, Kamis (7/11/2024) ia baru akan berkantor di Gedung Putih 74 hari lagi.

    Penyerahan kekuasaan di Amerika Serikat sangat berbeda dengan yang terjadi di Inggris.

    Pada Juli 2024, Sir Keir Starmer dilantik sebagai perdana menteri beberapa jam setelah pemungutan suara ditutup dan bahkan sebelum Rishi Sunak sempat mengemasi barang-barangnya.

    Namun, di Amerika Serikat semuanya membutuhkan waktu sedikit lebih lama.

    Donald Trump baru akan dilantik pada 20 Januari 2025 dan Joe Biden akan tetap berkuasa hingga saat itu — meskipun ia akan sangat dibatasi secara politik, terutama kebijakannya.

    Sebelumnya, Donald Trump pada Rabu (6/11) dini hari menyampaikan klaim kemenangan Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) di hadapan para pendukungnya.

    Pidato klaim kemenangan itu disampaikan oleh Donald Trump di Florida, Amerika Serikat, dikutip dari laman CNN, Rabu (6/11).

     “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Amerika Serikat atas kehormatan luar biasa karena terpilih sebagai presiden ke-47 dan presiden ke-45,” kata Donald Trump.

    “Saya akan berjuang untuk Anda, keluarga Anda dan masa depan Anda setiap hari,” kata Donald Trump.

  • Istana Sebut Kemungkinan Prabowo Temui Donald Trump

    Istana Sebut Kemungkinan Prabowo Temui Donald Trump

    Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan ada kemungkinan Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan pemenang Pilpres AS 2024 Donald Trump saat kunjungan kerjanya ke luar negeri mulai pekan ini.

    Hasan mengemukakan memang Prabowo berencana bertemu dengan Presiden AS saat ini Joe Biden ketika lawatannya ke AS nanti. Namun, lanjut dia, tak menutup kemungkinan juga Prabowo akan bertemu dengan Donald Trump.

    Hal tersebut disampaikan oleh Hasan di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/11/2024) saat menghadiri acara dalam Rakornas Tahun 2024.

    “Bapak Presiden awalnya merencanakan bertemu dengan Presiden yang sekarang [Joe Biden], walaupun sudah mau hampir selesai. Tapi tidak tertutup kemungkinan juga untuk bertemu dengan pemenang pemilu [dalam hal ini Donald Trump],” ujarnya.

    Kendati demikian, Hasan tidak menyebutkan soal rencana isi pertemuan dengan Trump. Namun, dia menegaskan bahwa Prabowo sudah mengucapkan selamat kepada Donald Trump seusai memenangkan Pilpres AS pada 5 November 2024

    “Bapak Presiden sudah mengucapkan selamat. Beliau sudah menyampaikan tertulis itu di mesia sosial beliau,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto akan memulai kunjungan kerja kenegaraan perdananya sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. 

    Prabowo dijadwalkan bakal meninggalkan Tanah Air selama 16 hari untuk sejumlah kunjungan kenegaraan mulai dari China, Amerika Serikat, Brasil, dan Peru, dan Inggris. 

    Kunjungan kerja Prabowo akan dimulai pada Jumat (8/11/2024) sampai dengan Minggu (24/11/2024).

  • Komisi I DPR yakin Trump terus melanjutkan hubungan dengan RI 

    Komisi I DPR yakin Trump terus melanjutkan hubungan dengan RI 

    “Presiden Jokowi telah melakukan gebrakan berbagai hal, dan akan dilanjutkan dan ditingkatkan di pemerintahan Prabowo-Gibran ini,”Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono yakin bahwa Donald Trump yang telah terpilih dalam Pilpres Amerika Serikat (AS) dan akan menjadi Presiden Ke-47 AS akan terus melanjutkan hubungan diplomatik dengan Republik Indonesia.

    Menurut dia, Trump sebelumnya merupakan sosok yang sudah dekat dengan Indonesia, khususnya dengan pemerintahan terdahulu. Dia pun mengucapkan selamat kepada Trump setelah terpilih kembali menjadi Presiden AS.

    “Presiden Jokowi telah melakukan gebrakan berbagai hal, dan akan dilanjutkan dan ditingkatkan di pemerintahan Prabowo-Gibran ini,” kata Dave di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

    Dia mengatakan bahwa DPR akan semakin proaktif dalam mengembangkan kapasitas bangsa dengan lebih terbuka kepada pihak luar. Menurut dia, urusan kemanusiaan juga menjadi salah satu topik yang diangkat.

    Selain itu, pihaknya juga akan terus memastikan kerja sama investasi di berbagai bidang dapat berjalan dengan baik hingga target-target domestik Indonesia bisa tercapai.

    “Perdamaian dan kemajuan kemanusiaan di forum-forum internasional juga terus kita kawal,” kata dia.

    Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump diproyeksikan memenangi Pemilihan Presiden AS 2024 melawan pesaingnya dari Partai Demokrat yang juga petahana wakil presiden, Kamala Harris.

    Berdasarkan pantauan data hitung cepat dari Fox News hingga 6 November sore waktu Jakarta, Trump diprediksi memenangi Pilpres AS dan menjadi Presiden ke-47 AS usai mendapat 277 suara elektoral, melewati ambang batas 270 suara elektoral yang diperlukan untuk menang Pilpres AS.

    Negara bagian yang menentukan kemenangan Trump tersebut adalah Wisconsin, yang memiliki 10 suara elektoral dan menjadi negara ketiga yang berbalik mendukung Trump dalam pilpres kali ini. Negara bagian tersebut memberikan suara mereka ke Joe Biden pada Pilpres 2020.

    Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2024

  • Begini Nasib Google Usai Donald Trump Jadi Presiden AS

    Begini Nasib Google Usai Donald Trump Jadi Presiden AS

    Jakarta, CNBC Indonesia – Donald Trump memenangkan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) dengan meraup electoral college sebanyak 277. Trump diprediksi akan membawa beberapa perubahan kebijakan dari yang dilakukan pemerintahan Joe Biden.

    Di sektor teknologi, Trump sepertinya akan menangguhkan beberapa kasus anti-monopoli yang sedang dikejar pemerintahan Biden. Salah satunya termasuk membatalkan rencana pemecahan bisnis Google akibat dominasinya di industri mesin pencari, menurut para pakar.

    Trump memang masih akan melanjutkan kasus-kasus yang menimpa raksasa teknologi saat ini. Namun, spesifik untuk Google, Trump pernah melontarkan pernyataan bahwa pemecahan bisnis bukan solusi terbaik.

    “Jika melakukan itu (memecah bisnis Google) apakah akan menghanucrkan perusahaannya? Yang bisa dilakukan tanpa memecah bisnis adalah memastikan kompetisi yang adil,” kata Trump dalam sebuah acara di Chicago pada Oktober lalu.

    Departemen Kehakiman AS (DOH) saat ini sedang mengejar dua kasus anti-monopoli melawan Google. Satu kasus terkait mesin pencari, lalu ada juga terkait bisnis iklan digital.

    Ada juga satu gugatan DOJ melawan Apple. Sementara itu, Komisi Perdagangan Federal (FTC) melayangkan tuntutan serupa melawan Meta Platforms dan Amazon.

    DOJ sudah membeberkan beberapa solusi potensial dalam kasus mesin pencari Google. Salah satunya dengan meminta Google melakukan divestasi terhadap beberapa unit bisnisnya, seperti browser Chrome Web.

    Selain itu, Google juga diminta mengakhiri kesepakatan untuk menjadikan layanan mesin pencarinya sebagai layanan default pada beberapa perangkat seperti iPhone buatan Apple.

    Namun, sidang untuk beberapa solusi tersebut tak akan digelar hingga April 2025 mendatang. Putusan akhirnya diprediksi pada Agustus 2025.

    Artinya, putusan itu akan dibuat pada pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Trump. DOJ dan Trump memiliki waktu untuk memikirkan solusi-solusi lain dalam memerangi praktik monopoli Google selain memecah bisnisnya, menurut William Kovacic, profesor hukum dari Washingtong University.

    “Dia [Trump] tentu saja memiliki posisi untuk mengontrol DOJ dalam fase pencarian solusi,” kata Kovacic yang menjabat sebagai Kepala FTC di bawah pemerintahan George W. Bush.

    (fab/fab)

  • Prabowo Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden ke-47 AS

    Prabowo Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden ke-47 AS

    JABAR EKSPRES – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada Donald Trump atas terpilihnya sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat.

    Ucapan selamat tersebut disampaikan Prabowo dalam bahasa Inggris melalui akun media sosialnya di X (@prabowo), dan dipantau dari Jakarta pada Rabu malam.

    “Saya menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada @realDonaldTrump atas terpilihnya sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47,” tulis Prabowo di akun X yang telah terverifikasi, sebagaimana melansir dari ANTARA.

    Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat adalah mitra strategis yang memiliki hubungan yang kuat dan beragam.

    BACA JUGA: Donald Trump Kembali ke Gedung Putih! Apakah Bisa Menghentikan Dakwaan Kasus Kriminalnya?

    Menurut Prabowo, kemitraan strategis antara Indonesia dan AS memiliki potensi besar yang saling menguntungkan.

    “Saya berharap dapat bekerja sama erat dengan Anda dan pemerintahan Anda untuk memperkuat kemitraan ini demi perdamaian dan stabilitas global,” lanjut Prabowo dalam cuitannya.

    Berikut adalah cuitan asli di akun X @prabowo dalam bahasa Inggris:

    “My heartfelt congratulations to Mr. @realDonaldTrump for being elected as the 47th President of the United States of America. Indonesia and the United States are strategic partners who share a robust and multifaceted relationship.

    Our strategic partnership holds immense potential for mutual benefit, and I look forward to collaborating closely with you and your administration to further enhance this partnership and for global peace and stability.”

    Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, diproyeksikan memenangkan Pemilihan Presiden AS 2024 melawan Kamala Harris, pesaing dari Partai Demokrat yang juga menjabat sebagai wakil presiden.

    BACA JUGA: Cek Penerima Bansos PKH 2024 di Aplikasi Cek Bansos, Ada Bantuan Ibu Hamil Sebesar Rp 3 Juta!

    Berdasarkan hasil hitung cepat dari Fox News hingga Rabu sore waktu Jakarta, Trump diperkirakan memenangkan Pilpres AS dengan memperoleh 277 suara elektoral, melampaui ambang batas 270 suara yang dibutuhkan untuk menang.

    Negara bagian kunci yang menentukan kemenangan Trump adalah Wisconsin, yang memiliki 10 suara elektoral dan menjadi negara ketiga yang berbalik mendukung Trump setelah sebelumnya memilih Joe Biden pada Pilpres 2020.

  • Riwayat Kesehatan Donald Trump, Terpilih Lagi Jadi Presiden AS di Usia 78

    Riwayat Kesehatan Donald Trump, Terpilih Lagi Jadi Presiden AS di Usia 78

    Jakarta

    Donald Trump resmi memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat 2024. Pria tersebut mengemban jabatannya sebagai presiden AS di usia 78 tahun, lebih tua dari usia Joe Biden saat menerima jabatan di usia 77.

    Riwayat kesehatan Trump sempat menjadi sorotan, terlebih saat dirinya dan tim menolak merilis hasil medical check up ke publik dalam sesi debat capres. Ia berjanji baru akan membuka hasil tes bila kembali terpilih sebagai presiden.

    Ada beberapa catatan kesehatan Trump dalam beberapa tahun ke belakang. Termasuk saat Trump selamat dari percobaan pembunuhan di Juli. Ia terkena luka tembak di telinga kanan, belakangan kondisinya dinyatakan baik-baik saja.

    November lalu, dokter pribadi Trump, dr Bruce Aronwald, menulis surat yang menjelaskan Trump dalam kondisi kesehatan yang sangat baik dengan pemeriksaan kognitif luar biasa. Ia mencatat semua pemeriksaan kardiovaskular normal dan tes skrining kanker dinyatakan negatif. Trump juga telah mengurangi berat badannya.

    Namun, komunikasi tersebut tidak membahas pertanyaan lebih mendasar tentang kesehatan Trump, termasuk tekanan darahnya, berat badan yang sebenarnya, atau apakah ia terus menggunakan obat yang diresepkan sebelumnya untuk kolesterol tinggi. Tim kampanye Trump juga tidak mengungkapkan apakah Trump telah didiagnosis dengan penyakit apapun atau menerima perawatan kesehatan mental apapun setelah percobaan pembunuhan tersebut.

    Hal itu sempat menjadi ‘umpan’ lawan politiknya, Kamala Harris, yang mengajukan pertanyaan tentang usia dan kemampuannya untuk melaksanakan tugas kepresidenan hingga berumur 80-an.

    Trump sebelumnya juga sempat dirawat karena COVID-19, tetapi disebutkan hanya mengalami gejala ringan.

    Laporan menyeluruh terakhir tentang kesehatan Trump berada pada 2019, saat ia masih menjadi presiden. Pemeriksaan itu menggolongkannya sebagai obesitas dengan berat 243 pon atau 10,6 kg dengan indeks massa tubuh 30,4, yang meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan masalah lain.

    Laporan itu juga mengungkapkan peningkatan dosis obat untuk kolesterol tinggi. Meskipun Trump tidak minum alkohol atau merokok, ia telah lama menghindari olahraga selain golf dan menyukai makanan cepat saji.

    Mengenai riwayat keluarganya, ayahnya disebut mengidap penyakit Alzheimer di usia lanjut, salah satu faktor risiko potensial.

    Sekutu Trump menunjuk gaya hidup publiknya yang aktif menjadi bukti bahwa ia tidak mengalami penurunan kognitif.

    Trump adalah pegolf yang sering dan pembawa acara yang aktif selama acara sosial. Ia menjawab pertanyaan dari pers jauh lebih sering daripada Harris. Ia sering berbicara selama lebih dari 90 menit di rapat umum, berdiri sepanjang waktu dan sering mengabaikan teleprompter.

    “Angka harapan hidup rata-rata pria AS menunjukkan Trump memiliki peluang sekitar 79 persen untuk bertahan hidup dalam masa jabatan empat tahun,” kata peneliti penuaan S Jay Olshansky dari Universitas Illinois di Chicago, yang mempelajari kesehatan presiden dan menggaungkan seruan untuk catatan medis.

    (naf/kna)