Cek Kesehatan Gratis di Hari Perdana, PCO: Respons Masyarakat Bagus
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Adita Irawati mengatakan, program
cek kesehatan gratis
yang berlangsung perdana pada Senin hari ini mendapat respons bagus dari masyarakat.
Dia mengungkapkan, cek kesehatan gratis dimulai dengan 19 titik. Para menteri Kabinet Merah Putih turut melihat pengecekan kesehatan perdana di sejumlah titik tersebut.
“Tadi ada 19 titik yang dikunjungi para menteri Kabinet Merah Putih dan tentu didampingi oleh kami Kantor Komunikasi Kepresidenan, sehingga kami bisa melihat langsung di masyarakat bahwa animo masyarakat luar biasa,” kata Adita di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2025)
Adita menyebut, dirinya juga sempat menyambangi Puskesmas di Tanah Abang, pagi tadi. Menurut dia, antrean di sana cukup membludak karena rerata Puskesmas melayani 30 orang yang melakukan pengecekan kesehatan per hari.
Dia pun menerima respons dari masyarakat yang kebanyakan mengakui baru merasakan diberi akses oleh negara untuk cek kesehatan gratis.
“Banyak sekali yang menyampaikan testimoni itu. Bagi kami ini artinya apa yang menjadi harapan dari program ini setidaknya di hari pertama ini bisa tercapai, respons masyarakat bagus,” ujarnya.
Nantinya, kata Adita, hasil cek kesehatan akan menjadi deteksi dini. Jika ditemukan penyakit, masyarakat bisa segera melakukan pengobatan sehingga penyakit itu tidak memburuk.
“Jadi lebih cepat diketahui lebih cepat juga untuk bisa diantisipasi. Nah, tadi dengan hasil cek kesehatan gratis mereka umumnya sudah terima tuh istilahnya report kesehatannya, report kesehatannya. Dari situ tinggal nanti apa yang akan ditindaklanjuti,” katanya.
Menurut Adita, hal ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mencegah meningkatnya penderita penyakit-penyakit stadium lanjut. Sebab diketahui, penyakit stadium lanjut dapat membebani penderita maupun negara.
Adapun untuk mendapatkan kuota cek kesehatan gratis, Adita menyarankan agar masyarakat untuk segara mendaftarkan diri dalam aplikasi Satu Sehat.
“Jadi nanti ada notifikasi bahkan sebulan sebelum jatuh hari ultahnya sudah diberitahukan Anda sudah berhak melakukan ini dari tanggal ini hingga tanggal sekian,” ujarnya.
Sebagai informasi, cek kesehatan gratis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dimulai serentak hari ini, Senin (10/2/2025).
Cek kesehatan gratis
dilakukan Puskesmas dengan terlebih dulu mendaftar
online
melalui aplikasi Satu Sehat atau datang langsung ke Puskesmas bagi wilayah yang kesulitan internet.
Program cek kesehatan gratis ini terbagi dibagi menjadi tiga jenis, yakni cek kesehatan gratis di hari ulang tahun, cek kesehatan gratis di sekolah, dan cek kesehatan gratis khusus.
Cek kesehatan gratis sebagai kado ulang tahun yang berlaku hari ini, ditujukan untuk masyarakat berusia enam tahun ke bawah dan 18 tahun ke atas.
Sementara anak berusia 7-17 tahun, baru bisa mengikuti cek kesehatan gratis pada Juli 2025, sesuai tahun ajaran baru dan dilakukan di sekolah masing-masing.
Masyarakat dapat mendaftar cek kesehatan gratis melalui aplikasi Satu Sehat, WhatsApp layanan Kemenkes di nomor 0811 10500567, atau datang langsung ke Puskesmas terdekat.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Irawati
-
/data/photo/2025/01/13/6784e84ae8bc9.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Cek Kesehatan Gratis di Hari Perdana, PCO: Respons Masyarakat Bagus Nasional 10 Februari 2025
-

PCO sebut CKG penting menjaga SDM sehat untuk Indonesia Emas 2045
Jakarta (ANTARA) – Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Adita Irawati mengatakan program cek kesehatan gratis yang dimulai serentak secara nasional merupakan program penting untuk menjaga sumber daya manusia Indonesia memiliki kesehatan optimal guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Program cek kesehatan gratis (CKG) yang dirancang menjadi hadiah tahunan dari pemerintah bagi masyarakat pada momen perayaan ulang tahunnya tersebut diharapkan bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sehingga rencana jangka panjang negara dapat tercapai.
“Cek kesehatan gratis ini adalah bagian dari mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan salah satunya adalah meningkatkan membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia dan kesehatan adalah hal yang paling fundamental. Oleh karenanya, CKG ini menyasar seluruh masyarakat Indonesia 280 juta jiwa dan akan dilaksanakan secara bertahap,” kata Adita usai meninjau program CKG di Puskesmas Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin.
Adita menyatakan semua puskesmas di Indonesia telah dikoordinasi dan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan cek kesehatan gratis.
Dia mencontohkan Puskesmas Tanah Abang yang ditinjaunya sebagai salah satu lokasi yang sudah bersiap sejak pagi hari menyambut masyarakat untuk melakukan cek kesehatan.
“Sudah siap sekali, kami pun tadi pagi-pagi banget sudah melihat persiapannya bersama kepala puskesmas. Kami melihat dari lantai ke lantai, tempat-tempat yang nanti akan dijadikan tempat pemeriksaan, alurnya seperti apa, itu sudah kita lakukan pengecekan,” kata Adita.
Adita berharap hadirnya cek kesehatan gratis itu dapat dimanfaatkan masyarakat agar tidak harus sakit dulu untuk pergi memeriksa kesehatan, namun dapat dilakukan rutin sehingga dapat menjadi bagian preventif menjaga kesehatan tubuh.
Dia juga berharap masyarakat bisa meminimalisasi dampak-dampak dari penyakit sebelum menjadi serius dengan mengikuti cek kesehatan gratis setiap tahunnya.
“Karena (dengan CKG) kita bisa menemukan kenali kondisi tubuh dan itu nantinya akan bisa memperkecil resiko-resiko kesehatan selanjutnya,” ujarnya.
Program cek kesehatan gratis adalah bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat kedua yang dilakukan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini disiapkan menyasar sekitar 280 juta jiwa penduduk di Indonesia dan tersedia untuk semua rentang usia mulai dari bayi hingga lanjut usia (lansia).
Program cek kesehatan dimulai pada Senin, 10 Februari 2025, di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan bisa diakses masyarakat pada bulan ulang tahun dan ditambah satu bulan setelahnya.
Pada tahap awal, Kementerian Kesehatan menggandeng sebanyak 10.000 puskesmas dan 15.000 klinik sebagai lokasi cek kesehatan gratis.
Untuk pelajar sekolah (SD-SMA), cek kesehatan disiapkan hadir di setiap pergantian tahun ajaran baru. Artinya untuk tahun ini bagi anak sekolah akan dilaksanakan pada Juli 2025.
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025 -

Cek Kesehatan Gratis Mulai 10 Februari Besok, Nasib yang Tak Punya BPJS dan Rencana Senyap Prabowo – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah memutuskan pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dimulai 10 Februari 2025.
Ada banyak informasi seputar kesiapan PKG besok, mulai mekanisme, siapa saja yang berhak hingga rencana Presiden Prabowo 10 Februari 2025.
Cek kesehatan gratis dimulai pada minggu kedua Februari ini akan menyasar lebih dari 260 juta penduduk Indonesia mulai dari bayi hingga lansia.
PKG diperuntukkan bagi mereka yang berusia 0-6 tahun dan 18 tahun ke atas.
Pemeriksaan ini tahap awal bisa dilakukan di puskesmas dan klinik.
Ada juga PKG khusus diperuntukkan bagi ibu hamil dan balita di puskesmas dan posyandu.
PKG juga digelar di sekolah
PKG juga digelar di sekolah dengan menyasar para pelajar.
PKG di sekolah dimulai Juli 2025 saat tahun ajaran baru.
Sasaran PKG di sekolah untuk mereka yang berusia 7-17 tahun.
Nasib yang tak punya BPJS, bisakah ikut PKG?
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut, tidak ada kewajiban persyaratan kepesertaan BPJS Kesehatan
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan, masyarakat yang bukan atau belum menjadi peserta BPJS Kesehatan tetap dapat mendapatkan layanan PKG.
Ma Uning (48) merasa tenang saat melahirkan buah hatinya karena telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. (Istimewa)
“Karena pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan program pemerintah untuk semua masyarakat Indonesia,” ujar Menkes Budi di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Meski demikian, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Keanggotaan BPJS menjadi penting jika diperlukan tindakan medis lanjutan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan gratis.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas dr. Maria Endang Sumiwi mengatakan BPJS Kesehatan aktif akan memudahkan proses rujukan dan penanganan lebih lanjut jika ditemukan masalah kesehatan.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi medis tertentu, seperti penyakit kronis maka pasien bisa dirujuk ke rumah sakit.
Dalam kondisi inilah kepesertaan BPJS Kesehatan aktif dapat membantu mengurangi beban biaya perawatan.
“Jika BPJS Kesehatan belum aktif, masyarakat bisa segera mengaktifkannya. Mengingat proses aktivasi BPJS membutuhkan waktu hingga 14 hari, maka pemberitahuan 30 hari sebelumnya sangat membantu,” lanjutnya.
Pemerintah berharap masyarakat bisa memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini sebagai langkah awal menjaga kesehatan.
Rencana senyap presiden Prabowo
RESHUFFLE DI HARLAH NU – Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan di acara puncak peringatan Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025) malam. Prabowo menyinggung soal reshuflle kabinet setelah 100 hari kerja pemerintahannya. (dok. Kompas.com/ Ardito Ramadhan)
Terpisah, Juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Adita Irawati menuturkan, Presiden Prabowo Subianto diprediksi memiliki rencana senyap saat pelaksanaan program Pemeriksaan Gratis (PKG) ini.
Pravowo tidak hadir dalam kegiatan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang akan resmi dimulai Senin 10 Februari 2025.
Prabowo ujar Adita, memiliki rencana senyap.
Presiden diperkirakan lebih memilih mode senyap atau turun langsung melihat pelaksanaan cek kesehatan gratis.
“Yang jelas sudah disiapkan ada sekitar 10 titik untuk ditinjau. Tapi kalau dilihat pengalaman Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), kemarin Pak Presiden ini sepertinya lebih memilih untuk melakukan kunjungan senyap,”
Menurut Adita saat ditemui awak media di kantor Kemenkes Jakarta, Jumat (7/2/2025), Prabowo menegaskan tidak ada seremoni saat peluncuran hari pertama PKG.
“Jadi tidak ada seremoni, seperti juga himbauan beliau kan, tidak ada seremoni,” kata dia.
Adita menyampaikan, dalam arahan Prabowo Subianto untuk program cek kesehatan gratis ini.
Prabowo meminta Kemenkes dan pihak terkait benar-benar memastikan masyarakat mendapatkan manfaat dari program ini.
“Dipesankan juga untuk tidak menyulitkan masyarakat. Untuk daerah yang belum ada akses telekomunikasi tetap bisa melakukan cek kesehatan gratis. Jadi kata kuncinya, ini harus memberi manfaat dan tidak menyulitkan dalam pelaksanaannya,” ungkap mantan jubir Kemenhub ini.
Harus unduh aplikasi SATUSEHAT, masyarakat yang tak punya smartphone bisa ikut PKG
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, warga yang tidak memiliki smartphone tetap bisa mendapatkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan Setiaji mengatakan, program kesehatan gratis tetap dapat diakses oleh seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali.
Unduh sertifikat vaksin Meningitis di aplikasi Satu Sehat. (sehatnegeriku.kemkes.go.id)
Bagi anggota keluarga seperti anak-anak atau lansia yang tidak memiliki smartphone atau gawai pintar, bisa ditambahkan sebagai profil bertaut di akun SATUSEHAT Mobile milik anggota keluarga lain.
Ia mengimbau, masyarakat mulai mengunduh aplikasi SATUSEHAT mobile agar memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi program tersebut.
Masyarakat diharapkan mengisi dan melengkapi data diri terlebih dahulu untuk memastikan proses berjalan lancar
“Masyarakat mulai mengunduh aplikasi SATUSEHAT mobile, dimana didalamnya ada informasi mengenai PKG termasuk juga mendaftarkan keluarga ataupun anak-anak yang mungkin tidak punya handphone bisa dicatat di dalam aplikasi,” kata dia saat ditemui di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Selasa (4/2/2025).
(Tribunnews.com/Rina/Anita K Wardhani)
-

Cek Kesehatan Gratis Mulai 10 Februari, Prabowo Lakukan Kunjungan Senyap Tanpa Acara Seremoni – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Adita Irawati menuturkan, Presiden Prabowo Subianto diprediksi tidak hadir dalam kegiatan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang akan resmi dimulai Senin 10 Februari 2025.
Prabowo ujar Adita, lebih memilih mode senyap atau turun langsung melihat pelaksanaan cek kesehatan gratis.
“Yang jelas sudah disiapkan ada sekitar 10 titik untuk ditinjau. Tapi kalau dilihat pengalaman Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), kemarin Pak Presiden ini sepertinya lebih memilih untuk melakukan kunjungan senyap. Jadi tidak ada seremoni, seperti juga himbauan beliau kan, tidak ada seremoni,” kata dia saat ditemui awak media di kantor Kemenkes Jakarta, Jumat (7/2/2025).
Adita menyampaikan, dalam arahan Prabowo Subianto untuk program cek kesehatan gratis ini, Prabowo meminta Kemenkes dan pihak terkait benar-benar memastikan masyarakat mendapatkan manfaat dari program ini.
“Dipesankan juga untuk tidak menyulitkan masyarakat. Untuk daerah yang belum ada akses telekomunikasi tetap bisa melakukan cek kesehatan gratis. Jadi kata kuncinya, ini harus memberi manfaat dan tidak menyulitkan dalam pelaksanaannya,” ungkap mantan jubir Kemenhub ini.
Diketahui, pemerintah memutuskan pelaksanaan program cek kesehatan gratis dimulai pada minggu kedua Februari ini.
Program ini akan menyasar lebih dari 260 juta penduduk Indonesia mulai dari bayi hingga lansia. Masyarakat dapat memanfaatkan 3 momentum ini.
Pertama, PKG saat ulang tahun yang akan dimulai 10 Februari diperuntukkan bagi mereka yang berusia 0-6 tahun dan 18 tahun ke atas.
Pemeriksaan ini bisa dilakukan di puskesmas dan klinik. Kedua, PKG sekolah dimulai Juli 2025 untuk mereka yang berusia 7-17 tahun.
PKG sekolah ini akan dilakukan saat tahun ajaran baru di sekolah. Ketiga, PKG khusus diperuntukkan bagi ibu hamil dan balita di puskesmas dan posyandu
-

Menkomdigi Meutya Rombak Jajaran Pejabat Komdigi, Ini Daftar yang Dilantik
Jakarta –
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melakukan rotasi besar-besaran dengan merombak 80% pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Perombakan ini dalam rangka penyegaran dan penyehatan organisasi yang diharapkan mampu mempercepat transformasi digital sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Restrukturisasi ini bukan sekadar perubahan organisasi, tetapi juga strategi untuk mewujudkan kedaulatan digital yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Kami ingin memastikan transformasi digital memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Meutya dikutip dari siaran persnya.
Dalam kesempatan yang sama, Meutya juga melantik jaksa wanita sebagai staf ahli, yaitu Cahyaning Widowati.
Meutya berharap para pejabat yang dilantik mampu bekerja dengan integritas, dedikasi, dan semangat melayani masyarakat.
“Saya yakin dengan kerja keras serta komitmen tinggi, Saudara-saudara dapat menjalankan amanah ini sebaik mungkin. Jagalah nama baik kementerian dan pastikan setiap langkah yang diambil benar-benar berdampak bagi masyarakat,” kata Meutya.
Meutya memaparkan enam fokus utama Komdigi dalam mendukung transformasi digital nasional, yaitu pembangunan konektivitas digital yang merata, penguatan ekonomi digital, digitalisasi layanan pemerintahan, perlindungan ruang digital yang aman, peningkatan SDM digital, dan komunikasi publik yang inklusif dan berbasis kepercayaan.
“Keenam pilar ini menjadi fondasi utama dalam merancang kebijakan yang inovatif, adaptif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Menkomdigi mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk berkontribusi maksimal dalam mencapai target transformasi digital yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Transformasi digital bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga perubahan budaya dan pola pikir. Karena itu, saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital untuk terus berinovasi, bersinergi, dan bekerja keras demi mewujudkan visi besar Indonesia,” tutur Meutya.
Berikut ini daftar pejabat Komdigi yang dilantik:
Jabatan Pejabat Tinggi Madya
1. Bonifasius Wahyu Pudjianto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi
2. Cahyaning Nuratih Widowati sebagai Staf Ahli Bidang Hukum KemkomdigiJabatan Fungsional Ahli Utama
1. Hary Budiarto sebagai Widyaiswara Ahli Utama di Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kemkomdigi
2. Robinson Hasoloan Sinaga sebagai Widyaiswara Ahli Utama di Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital KemkomdigiStaf Khusus (Stafsus) Menkomdigi
1. Arnanto Nurprabowo sebagai Stafsus Menteri Bidang Komunikasi dan Politik
Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
Sekretariat Jenderal (Sekjen) Kemkomdigi
1. Arifin Saleh Lubis sebagai Kepala Biro Perencanaan Sekjen Kemkomdigi
2. Imam Suwandi sebagai Kepala Biro SDM dan Organisasi
3. Raden Rhina Anita Ernita Martono sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat
4. Hasyim Gautama sebagai Kepala Pusat Data dan Sarana Informatika
5. Ichwan Makmur Nasution sebagai Kepala Pusat Kelembagaan Internasional
6. Slamet Santoso sebagai Sekretaris Dewan PersDirektorat Jenderal (Ditjen) Infrastruktur Digital
1. Denny Setiawan sebagai Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital
2. Dwi Handoko sebagai Direktur Layanan Infrastruktur Digital
3. Mulyadi sebagai Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital
4. Ervan Faturokhman Adiwijaya sebagai Direktur Pengendalian Infrastruktur DigitalDitjen Teknologi Pemerintahan Digital
1. Aris Sudaryono sebagai Direktur Strategi dan Kebijakan Teknologi Pemerintah Digital
2. Syahruddin sebagai Direktur Infrastruktur Pemerintah Digital
3. Aris Kurniawan sebagai Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah DaerahDitjen Ekosistem Digital
1. Aju Widyasari sebagai Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru
2. Gunawan Hutagalung sebagai Direktur Pos dan Penyiaran
3. Geryantika Kurnia sebagai Direktur Layanan Ekosistem Digital
4. Dani Suwardani sebagai Direktur Pengendalian Ekosistem DigitalDitjen Pengawasan Ruang Digital
1. Teguh Arifiyadi sebagai Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik
2. Irawati Tjipto Priyanti sebagai Direktur Penyidikan DigitalDitjen Komunikasi Publik dan Media
1. Nursodik Gunarjo sebagai Direktur Informasi Publik
2. Bambang Dwi Anggono sebagai Direktur Komunikasi Publik
3. Marroli Jeni Indarto sebagai Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan KehumasanInspektorat Jenderal
1. Muhammad Arief sebagai Inspektur Dua
2. Muhammad Fahmi Kurniawan sebagai Inspektur EmpatBadan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)
1. Nusirwan sebagai Kepala Pusat Pengembangan Ekosistem SDM Komunikasi dan Digital
2. Said Mirza Pahlevi sebagai Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital
3. Nur Izza sebagai Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital
4. Muhammad Agung Harimurti Purnomojati sebagai Ketua STMM
5. Baso Saleh sebagai Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Makassar
6. Kristiani Judita sebagai Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Medan(agt/rns)




