Tag: Ikfina Fahmawati

  • Optimalkan Digitalisasi, Pemkab Mojokerto Evaluasi ETPD dan Persiapan Championship TP2DD

    Optimalkan Digitalisasi, Pemkab Mojokerto Evaluasi ETPD dan Persiapan Championship TP2DD

    Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam rangka mengoptimalkan digitalisasi di wilayah Bumi Majapahit, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menggelar rapat evaluasi tentang Elektronifikasi Pemerintah Daerah (ETPD) dan persiapan Championship (kejuaraan) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

    Rapat evaluasi yang diinisiasi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Mojokerto ini berlangsung di Smartroom Satya Bina Karya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Senin (22/4/2024). Turut dihadiri oleh seluruh Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (PPD) dilingkup Pemkab Mojokerto beserta Perwakilan dari Bank Jatim Cabang Mojokerto.

    Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini dalam arahanya mengungkapkan, untuk Championship TP2DD, para OPD terkait dianjurkan untuk membentuk tim pengarah sesuai dengan kriteria Championship TP2DD. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan OPD dalam menyetorkan data sehingga membuat laporan dapat lebih sesuai dan bervariatif.

    “Harus ada tim khusus yang memonitor input Championship ini. Kita buat yang semaksimal mungkin, kita buat paparan kita di Championship ini bervariasi dan betul-betul bisa memberikan informasi yang lengkap dan bervariasi, mungkin nanti tim inti TP2DD bisa membuat peta jalan. Nanti bisa lebih dirincikan tentang hal tersebut dan semua OPD yang melakukan pajak pembayaran kontribusi ini bisa melakukan semuanya,” jelasnya.

    Dalam laporan TP2DD, orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini menjelaskan, tentang transaksi atau pembelanjaan OPD harus terperinci, terutama tentang detil tunai atau cashless. Bupati mendorong para OPD penyumbang kontribusi pada PAD agar lebih memasifkan transaksi dengan cara Cashless. Selain menambah poin pada ETPD atau TP2DD, cashless juga bisa menjaga akuntabilitas OPD yang bersangkutan.

    “Laporan terkait uang yang masuk ke kas daerah yang merupakan sumber PAD, harus kita cek dan teliti persentasenya berapa. Dari masing-masing OPD pengampu harus kita monitoring. Jadi tidak hanya sesuai target tapi harus tahu persentase yang cashless berapa yang cash berapa. Untuk cashless saya rasa harus digalakkan, bisa seperti Dinkes di Puskesmas, jadi masyarakat yang belum bisa menggunakan cashless bisa dibantu untuk difasilitasi,” terangnya.

    Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto, Mardiasih menjelaskan, bahwa terdapat langkah-langkah yang perlu disiapkan untuk mengikuti Championship TP2DD. Antara lain pertama, pemutakhiran data Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kedua, penggunaan Kanal Digital utamanya Non QRIS.

    “Ketiga, memastikan bahwa transaksi non tunai betul-betul dilaksanakan dan disosialisasikan tak hanya pada wajib retribusi tapi ke petugas sampai dengan level bawah sebagai contoh pada Objek Wisata, Labkesda, dsb. Untuk Labkesda dan Puskesmas secara bertahap harus menggunakan Non Tunai baik melalui QRIS maupun e-Commerce,” terangnya.

    Diketahui, TP2DD sendiri adalah sebuah tim dengan upaya terpadu dan terintegrasi untuk mengubah pembayaran pajak dan retribusi serta belanja tunai menjadi non tunai berbasis digital dengan tujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 yang mengatur mengenai pembentukan Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah. [tin/kun]

  • Bupati Mojokerto Minta Ibu-ibu Fatayat NU Tanam Rosemary dan Serai

    Bupati Mojokerto Minta Ibu-ibu Fatayat NU Tanam Rosemary dan Serai

    Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meminta agar tanaman yang tidak disukai nyamuk, rosemary dan serai bisa ditanam. Hal tersebut disampaikan saat senam bersama, penanaman bibit pohon hingga Kenduri Ketupat bersama ibu-ibu Fatayat NU Kabupaten Mojokerto. Kegiatan di halaman Kantor Pengurus Cabang Nadhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto tersebut dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU Ke-74.

    Harlah Fatayat NU dengan tema bertajuk ‘Fatayat Think Green’ ini diikuti kader Fatayat seluruh Kabupaten Mojokerto. Kegiatan perayaan Harlah Fatayat NU Ke-74 ini juga menjadi momentum kontribusi nyata guna mendorong kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan mempererat tali silaturahmi di kalangan anggotanya.

    Dalam sambutannya, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini meminta kader-kader Fatayat NU Kabupaten Mojokerto untuk komitmen dan senantiasa sadar akan menjaga lingkungan hidup di bumi Indonesia ini. Hal itu sesuai tema yang diangkat pada momen Harlah Fatayat NU yang ke 74 tahun 2024 ini.

    “Saya minta tolong pelihara bumi kita ini dengan tanaman-tanaman yang ditanam dan dipelihara oleh anda semuanya. Mari bersama-sama dengan menanam kita berupa untuk sedekah oksigen. Karena dengan tanaman hijau yang kita tanam akan menghasilkan oksigen sepanjang hari. Dan saya minta untuk terus merawatnya,” ungkapnya, Minggu (21/4/2024).

    Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab Mojokerto) ini juga mengingatkan bila saat ini Kabupaten Mojokerto tengah menghadapi endemi DBD. Bupati meminta para kader Fatayat NU untuk membersihkan tempat penampungan air secara berulang agar tidak menjadi tempat berkembangnya sarang nyamuk.

    “Jadi waktu lebaran angka DBD kita naik. Kenapa? Karena banyak mobilitas dari orang-orang yang keluar – masuk  ke Mojokerto sehingga rentan tertular DBD dan menyebabkan kasus naik. Saya minta tolong tanaman yang tidak disukai nyamuk, rosemary dan serai bisa ditanam di sekitar kita untuk menghalau nyamuk karena nyamuk tidak suka baunya,” ujarnya.

    Sementara itu, Sekretaris PC Fatayat NU Kabupaten Mojokerto, Rahmi Mubarokah, mengungkapkan, jika kegiatan tersebut memiliki makna yang mendalam bagi organisasinya. “Jadi ‘Fatayat Think Green’ bukan hanya sekedar perayaan. Tetapi juga sebuah komitmen untuk peduli lingkungan dan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga bumi kita,” tegasnya. [tin/but]

  • Siaga DBD, Dinkes Mojokerto Tingkatkan Kapasitas SDM Nakes

    Siaga DBD, Dinkes Mojokerto Tingkatkan Kapasitas SDM Nakes

    Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di salah satu hotel di Kecamatan Trawas. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kebersamaan untuk mencapai sukses, sehat dan sejahtera serta mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

    Kegiatan ini dihadiri Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Direktur RSUD Prof dr Soekandar, Direktur RSUD RA Basuni, seluruh pejabat struktural dan fungsional lingkup Dinkes serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Mojokerto.

    Bupati dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dalam rangka momentum Idul Fitri 1445 H. Bupati juga menyampaikan permohonan maaf jika ada beberapa hal yang kurang berkenan atas segala perbuatan dan kebijakan yang beliau jalankan selama menjabat sebagai Bupati Mojokerto.

    “Untuk Ke depannya tugas kita semakin berat. Hal ini berhubungan dengan kasus demam berdarah. Ini merupakan salah satu sebagian kecil masalah kesehatan dan ini sudah menjadi tanggung jawab kita. Kita semua di sini untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Kamis (18/4/2024).

    Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini membeberkan, terkait demam berdarah saat ini Kabupaten Mojokerto masih dalam situasi aman. Akan tetapi, tegas Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, untuk Puskesmas dan Rumah Sakit diharapkan tetap siaga untuk penyakit DBD ini.

    “Kemarin terkait kabar-kabar istilahnya masih di situasi aman. Saya sudah tanya beberapa kali ke Kadinkes terkait perkembangan DBD. Alhamdulillah masih terkendali karena kita punya alat fogging yang siap sedia, Puskesmas juga siap. Di mana diperlukan siap untuk bertindak. Sejauh ini masih belum tercatat terkait kematian karena DBD,” katanya.

    Pihaknya meminta untuk semua disiagakan dan difungsikan seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Mojokerto. Terkait hal tersebut juga Bupati menyampaikan terkait angka stunting pada tahun 2023 yang belum dirilis dan peningkatan kasus TBC yang mulai merangkak.

    “Saya meminta kepada seluruh nakes untuk memberikan pelayanan kesehatan prima. Sebab pelayanan kesehatan tersebut merupakan pelayanan yang paling ditunggu oleh masyarakat, ini menjadi wajah pelayanan pemerintah daerah. Melalui survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) inilah yang dilakukan oleh pemerintah untuk masyarakat. Ini tentu adalah perbaikan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. [tin/ian]

  • 22 Relawan BPBD Kabupaten Mojokerto Terima Piagam Penghargaan

    22 Relawan BPBD Kabupaten Mojokerto Terima Piagam Penghargaan

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memberikan piagam penghargaan kepada 22 relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto. Piagam tersebut diberikan atas dedikasi para relawan yang telah berjibaku menangani berbagai bencana hidrometeorologi di Kabupaten Mojokerto.

    Penyerahan piagam penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat menghadiri halal bihalal di Kantor BPBD Kabupaten Mojokerto. Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawari memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan yang telah sigap dalam menangani berbagai bencana di Bumi Majapahit.

    “Mudah-mudahan apa yang Anda lakukan semuanya betul-betul dicatat oleh Allah SWT sebagai amal sholeh. Saya minta tolong dipikirkan, sehingga kedepannya kita akan lebih profesional lagi dalam sistem untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan bencana di Kabupaten Mojokerto,” ucapnya, Rabu (17/4/2024).

    Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini berpesan, kepada Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto agar kedepannya para relawan yang telah berkontribusi juga mendapat apresiasi yang dapat bermanfaat bagi para relawan. Selain itu, dalam menanggulangi bencana agar BPBD Kabupaten Mojokerto juga mewaspadai berbagai hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya bencana di Bumi Majapahit.

    “Sehingga dampak bencananya dapat kita mitigasi dengan baik dan kita selesaikan sesuai dengan arahan mitigasi maupun kemudian dilakukan perbaikan dari semua kerusakan. Alhamdulillah kita bisa menjalaninya dan menyelesaikan berbagai hal kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat bencana tersebut,” katanya.

    Bupati berharap para relawan BPBD Kabupaten Mojokerto bisa lebih semangat lagi untuk membantu masyarakat khususnya dalam mitigasi bencana di Kabupaten Mojokerto. Diakhir sambutannya, Bupati orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini juga mengucapkan selamat hari raya Idul fitri 1445 Hijriah.

    Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto Teguh Gunarko dan Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’i Afrida. [tin/ian]

  • Jelang Pilkada 2024, Bupati Mojokerto: Hindari Konflik dan Memecah Belah

    Jelang Pilkada 2024, Bupati Mojokerto: Hindari Konflik dan Memecah Belah

    Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati berpesan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang untuk tetap kondusif, tetap rukun, dan menghindari konflik-konflik yang bersifat memecah belah.

    Hal tersebut disampaikan saat salat Idul Fitri 1445 Hijriah tahun 2024 di Masjid Rahmat, Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

    Dalam kesempatan arahannya, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini berpesan kepada masyarakat saat menjelang Pilkada, November 2024 mendatang untuk tetap kondusif, tetap rukun, dan menghindari konflik-konflik yang bersifat memecah belah. Seperti halnya pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), 14 Februari lalu yang berjalan aman dan kondusif.

    “Saya ucapkan terima kasih juga, atas kekondusifannya saat Pemilu serentak di bulan Februari kemarin, saya harap saat Pilkada serentak di bulan Nopember mendatang bisa tetap seperti itu. Tidak ada kerusuhan, tidak ada saling fitnah dan tetap rukun,” harapnya, Rabu (10/4/2024).

    Bupati berharap, ibadah kaum muslim di Kabupaten Mojokerto pada bulan Ramadhan lalu bisa diterima oleh Allah SWT. Tak lupa, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah kepada masyarakat Desa Gading.

    “Semoga ibadah kita semua di bulan Ramadhan yang penuh dengan berkah dan pengampunan ini diterima oleh Allah SWT, jadi izinkanlah saya mewakili Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, Minal Aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ungkapnya,

    Bupati juga mengungkapkan apresiasinya kepada masyarakat yang telah berperan aktif turut andil dalam pembangunan di Kabupaten Mojokerto. Menurutnya semua pelayanan dan pembangunan yang telah dilakukan Pemkab Mojokerto tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya peran aktif masyarakat di Kabupaten Mojokerto.

    “Semua usaha kami yang berupa pelayanan dan pembangunan, baik itu pembangunan infrastruktur, sosial, pendidikan dan budaya tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan dan peran aktif masyarakat Kabupaten Mojokerto. Karenanya saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto,” bebernya.

    Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan dana hibah sebesar Rp100 juta untuk pengembangan Masjid Rahmat. Turut hadir, Sekertaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, Jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto, Pimpinan dan Kepala OPD Kabupaten Mojokerto serta Forkopimca Jatirejo beserta Kepala Desa di seluruh Jatirejo. [tin/ted]

  • 2.330 Paket Zakat Fitrah di Mojokerto Didistribusikan

    2.330 Paket Zakat Fitrah di Mojokerto Didistribusikan

    Mojokerto (beritajatim.com) –  Zakat fitrah sebanyak 2.330 paket diberangkatkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di Pendapa Graha Maja Tama (GMT). Distribusi itu melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto.

    Ribuan zakat fitrah tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima di 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto. Zakat fitrah yang berasal dari Korpri Kabupaten Mojokerto tersebut  didistribusikan dengan menggunakan sejumlah mobil dan sepeda angkutan barang.

    Dalam sambutannya, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini mengungkapkan, dengan adanya penyaluran zakat fitrah tersebut diharapkan Baznas Kabupaten Mojokerto akan semakin eksis sebagai lembaga penyaluran zakat, Infaq, dan shodaqoh ditengah masyarakat.

    “Jadi kalau masyarakat percaya maka masyarakat akan menitipkan kepada Baznas Kabupaten Mojokerto untuk kegiatan yang sifatnya ini membersihkan dirinya masing-masing,” ungkapnya, Senin (8/4/2024).

    Masih kata orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini, dengan adanya pergantian kepengurusan yang baru kedepan Baznas Kabupaten Mojokerto memiliki berbagai terobosan baru. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat fitrah dan mendukung berbagai kegiatannya.

    “Kalau dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto sendiri memiliki dukungan full, karena ini merupakan bagian kita juga bagaimana kita ini menyelamatkan teman-teman ASN semuanya dalam urusan membersihkan harta,” bebernya.

    Bupati menilai, bahwa Baznas Kabupaten Mojokerto dapat berkolaborasi dengan Pemkab Mojokerto dalam menyelesaikan berbagai permalasahan sosial di Bumi Majapahit. Bupati juga mencontohkan, berbagai permasalahan sosial yang dapat ditangani bersama. Seperti anak yatim-piatu, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) hingga para lanjut usia (lansia).

    “Maka, tugas Baznas berikutnya adalah harus punya sistem kerja sama, tidak jalan sendiri. Nanti dengan Dinas Sosial dengan Bappeda karena data-datanya ada di mereka. Itu yang harus kita miliki dan kita laksanakan sehingga diharapkan kedepan pengumpulan Infaq, shodaqoh, dan zakat untuk tahun berikutnya akan semakin banyak,” katanya.

    Serta akan didukung terus oleh Korpri Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, jika Baznas hadir dan sudah eksis maka diperlukan laporannya agar masyarakat juga tahu bahwa Baznas benar-benar bergerak. Bupati mengucapkan terima kasih karena sudah berpartisipasi menjadi bagian dari Baznas Kabupaten Mojokerto.

    Diketahui dalam penyaluran zakat fitrah juga turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto Teguh Gunarko, para asisten dan staf ahli Bupati Mojokerto, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat di Lingkungan Pemkab Mojokerto dan Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin. [tin/suf]

  • Gus Barra Dapat Sinyal Diusung Partai Golkar Maju Bupati Mojokerto

    Gus Barra Dapat Sinyal Diusung Partai Golkar Maju Bupati Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau biasa disapa Gus Barra mendapatkan sinyal kuat dari Partai Golkar untuk maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mojokerto, November 2024 mendatang. Ini setelah Gus Barra kembali menerima surat tugas dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Mojokerto.

    Surat tugas tersebut diberikan di Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Mojokerto lantai II di Jalan Jayanegara, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto dalam acara Silaturahim dan Buka Bersama Bakal Calon Bupati Mojokerto dan Pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Mojokerto.

    Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar memberikan surat tugas kepada tiga kadernya. Yakni Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra dan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mojokerto Winajat. Surat tugas tersebut diberikan pada bulan November 2023 lalu.

    Wakil Ketua Bidang Organisasi, DPD Partai Golkar Provinsi Jatim, Heri Soegihono Tugas Oetomo mengatakan, ketiga kader tersebut menerima surat tugas secara bersamaan. “Semua mendapat surat tugas dari DPP ke tiga orang, ke Pak Winajat, Gus Barra dan Bu Ikfina,” ungkapnya usai Silaturahim dan Buka Bersama Bakal Calon Bupati Mojokerto, Minggu (7/4/2024).

    Pihaknya menepis DPP Partai Golkar memberikan rekomendasi kepada petahanan, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di salah satu hotel di Sidoarjo pada, Sabtu (23/12/2023) lalu. Menurutnya, Partai Golkar belum memberikan rekomendasi namun memberikan surat tugas kepada ketiga kader tersebut sebelum Pemilihan Umum (Pemilu), 14 Februari 2024 lalu.

    “Kebetulan satu saat itu ada acara yang ada seremonial, dikeluarkanlah salah satu dan dikeluarkan di salah satu acara di hotel itu. Tapi maknanya, itu bukan rekomendasi DPP Golkar untuk calon kepala daerah, calon Bupati Mojokerto. Itu surat tugas, pasca keluarnya surat tugas itu lagi dievakuasi baik DPP, DPD I dan DPD II. DPD II baru tanggal 26 (Maret) kemarin menyampaikan laporan sementara evaluasi,” jelasnya.

    Sehingga saat ini, DPD I dan DPD II menyakinkan terus menerus ke DPP. Dari tiga calon tersebut, lanjut Heri, dicari yang paling tepat untuk direkomendasikan sebagai Calon Bupati Mojokerto. Menurutnya, yang paling penting dari calon yang diusung partai berlambang pohon beringin ini adalah komunikasi.

    “Tadi saya dapat laporan dari Pak Win (Ketua DPD II), komunikasi e ambek (sama) Gus Barra (Muhammad Al Barra) luwih enak (lebih enak), katanya begitu. Itu tanda-tanda yang disampaikan Pak Win ke kami, kami akan teruskan. Komunikasinya, punya kelebihan dari calon lain. Iya (signal rekom untuk Muhammad Al Barra),” ujarnya.

    Menurutnya, hasil evaluasi dari uji kelayakan pasca penerimaan surat tugas tersebut menjadi akumulasi. Dari kemenangan Partai Golkar pada Pemilu, 14 Februari 2024 lalu dan manfaatnya untuk Partai Golkar. Hal tersebut menjadi salah satu alat calon tersebut direkomendasikan Partai Golkar menjadi calon Bupati Mojokerto.

    Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mojokerto, Winajat menegaskan, jika acara yang digelar kali ini khusus untuk Muhammad Al Barra. “November itu antara saya, Bu Ikfina dan Gus Barra itu hadir langsung acara di DPP dimana harus menerima surat tugas. Isi dari surat tugas itu termasuk salah satunya, membantu dan berkontribusi untuk pemenangan Partai Golkar di Pileg 2024,” tambahnya.

    Masih kata Winajat, Ikfina Fahmawati dan Muhammad Al Barra memiliki skor yang sama untuk kontribusi pemenangan Partai Golkar di Pileg 2024 lalu. Surat tugas tersebut untuk melakukan konsolidasi dengan masyarakat, dalam poin tersebut Muhammad Al Barra bertemu dengan masyarakat langsung lebih sering.

    “Selain surat tugas pada November itu, pada bulan ini pasca Pemilu ada semacam surat tugas kembali dari DPP kepada ketiga orang itu agar memakai survey yang direkomendasikan oleh DPP sampai turun rekom. Rekom sebelum Agustus, karena pendaftaran untuk bakal calon itu di bulan Agustus. Insya Allah kita tidak akan ragu untuk mengusulkan Gus Barra untuk lebih diprioritaskan,” tegasnya.

    Menanggapi hal tersebut, Muhammad Al Barra mengatakan, dalam konsolidasi dan buka bersama tersebut, ia menerima surat tugas dari Partai Golkar. “Kami insya Allah sudah mendapatkan surat tugas ini akan terus berkomunikasi dan berkonsolidasi sampai pada akhirnya kemudian kita benar-benar berjuang bersama dengan Partai Golkar di Pilkada 2024,” paparnya.

    Turut hadir Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet, Kabupateb Mojokerto yang tak lain ayahanda Gus Barra serta pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Mojokerto. [tin/but]

  • Pemkab Mojokerto Serahkan Bantuan 5.000 Kg Benih Padi untuk Poktan Korban Banjir

    Pemkab Mojokerto Serahkan Bantuan 5.000 Kg Benih Padi untuk Poktan Korban Banjir

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkab Mojokerto memberikan bantuan 5.000 Kg benih padi bagi para kelompok tani (poktan). Bantuan tersebut diberikan di tiga kecamatan terdampak banjir yakni Kecamatan Mojosari, Pungging dan Bangsal.

    Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah di Balai Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (6/4/2024).

    “Untuk mencapai hasil tani yang bagus, sebenarnya ada di benihnya. Pertanian menempati posisi ke-3 dari lapangan kerja di Kabupaten Mojokerto. Maka dari itu kita harus perhatikan. Mulai dari tanah, benih, pengairan, hingga bagaimana menjaga harga gabah tidak anjlok. Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.

    Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah dalam laporan merinci jenis benih padi beserta jumlah poktan penerima. Benih padi yang diberikan adalah jenis unggul varietas Inpari 32 dengan total luas 200 hektar atau sama dengan 25 kilogram benih/hektar.

    Rincian penerimanya: Pertama, Kecamatan Mojosari (7 poktan /119 Hektar) yakni Desa Kedunggempol, Poktan Tani Mulyo, Tani Rukun dan Tani Jaya, Desa Jotangan, Poktan Sumber Rejeki dan Sumber Lestari, Desa Randubango, Poktan Rukun Tani dan Margo Tani.

    Kedua, Kecamatan Pungging (2 poktan/51 Hektar) yakni Desa Ngrame, Poktan Tirtokenongo dan Tirtorame. Ketiga, Kecamatan Bangsal (1 poktan/30 Hektar), Desa Mejoyo, Poktan Tani Mulyo. Pihaknya berharap agar bantuan tersebut membawa dampak yang baik untuk perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto.

    “Bantuan kali ini dari APBD kabupaten. Sedangkan yang dari provinsi sudah terealisasi namun tidak kita simboliskan di sini. Nanti juga anggaran benih dari APBN akan diberikan sekitar akhir April sesuai usulan. Semoga bantuan-bantuan ini dapat meningkatkan hasil panen,” harapnya. [tin/suf]

  • Pemkab Mojokerto Gelontor Bantuan Material Perbaikan Tanggul Sungai untuk 5 Desa

    Pemkab Mojokerto Gelontor Bantuan Material Perbaikan Tanggul Sungai untuk 5 Desa

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelontorkan bantuan material perbaikan tanggul sungai untuk lima desa. Diantaranya Desa Lebakjabung Kecamatan Jatirejo, Desa Ngembat dan Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang, Desa Jabon Kecamatan Mojoanyar, Desa Kemiri Kecamatan Pacet.

    Tiga desa penerima bantuan terdampak banjir tersebut menerima bantuan dari Pemkab Mojokerto yang bersumber dari dana CSR BSI Maslahat berupa 15 gedek, 25 trucuk bambu dan 250 sak glangsing untuk Desa Jabon. Dua tandon air ukuran 200 liter, 20 bronjong galvanis, pipa 4 dim 50 buah dan pipa 6 dim 17 lonjor untuk Desa Ngembat.

    Desa Lebakjabung menerima 40 bronjong galvanis, 30 gedek dan 250 sak glansing. Pemkab Mojokerto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto bantuan material berupa 76 bronjong galvanis, 96 gedek, 45 trucuk bambu kepada Desa Kebontunggul, dan 75 lembar bronjong galvanis untuk Desa Kemiri.

    ’’Bantuan yang kita salurkan ini merupakan bantuan dari pemerintah dan BSI yang kita wujudkan dalam bentuk material untuk membantu warga terdampak banjir. Alhamdulillah kita banyak yang membantu. Tentu bantuan tersebut langsung kita salurkan kepada warga,’’ ungkap Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati di Kantor Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Sabtu (6/4/2024).

    Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini juga mengajak warga senantiasa bersyukur atas kondisi yang telah diberikan dan yang terjadi selama ini. Karena warga masih diberikan kesehatan, tidak menjadi korban jiwa dalam bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Mojokerto.

    “Saya mengajak kita semuanya agar tetap bersyukur.Alhamdulillah kita tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, kita masih diberikan nikmat iman dan kesehatan,” ucapnya. [tin/kun]

  • Bupati Mojokerto Minta OPD Siada pada Segala Kemungkinan

    Bupati Mojokerto Minta OPD Siada pada Segala Kemungkinan

    Mojokerto (beritajatim.com) – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul fitri 1445 H dan persiapan Arus Mudik 2025, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menggelar rapat koordinasi (rakor) pengamanan Lebaran 2024. Rakor tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan Camat se-Kabupaten Mojokerto.

    Rakor diselenggarakan di Smartroom Satya Bina Karya (SBK), Kamis (4/4/2024). Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko beserta jajaran Asistennya. Terdapat poin-poin penting sebagai penunjang persiapan Pemkab Mojokerto dalam menyambut Lebaran Idul Fitri, mengingat banyaknya aspek yang akan dipengaruhi oleh arus mudik dan libur panjang HBKN.

    “Kita semua tetap harus siaga pada segala kemungkinan, ini tadi sudah diadakan koordinasi, baik pada kondisi jalan rayanya, ketertiban dan keamanan masyarakat, kemudian terkait kebencanaan dan juga terkait dengan ketersediaan dan proses pengendalian bahan komoditi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H,” ungkapnya, Kamis (4/4/2024).

    Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini meminta, agar masa libur panjang dan arus mudik 2025 di Kabupaten Mojokerto bisa aman terkendali. Para Organisasi Pesangkat Daerah (OPD) khususnya di bidang kegawatdaruratan perlu untuk tetap menjaga komunikasi secara aktual dengan menggunakan perangkat ‘Handytalkie (HT) Android’ yang telah dibagikan.

    “Beberapa waktu lalu telah dibagikan HT Android oleh Dinas Kominfo, saya harap di momen yang penting ini bisa digunakan dengan baik sebagai sarana informasi untuk mengantisipasi hal-hal kedaruratan, saya harap untuk Dinas yang sudah mendapatkan HT agar diaktifkan, karena di HT itu bisa dicek, dinas apa saja yang aktif dan tidak,” bebernya.

    Selain itu, terdapat juga poin-poin penting hasil dari rakor di SBK Pemkab Mojokerto tersebut. Seperti Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan yang telah menyiapkan rekayasa lalu-lintas dan jalur alternatif di daerah kawasan wisata untuk mencegah kemacetan parah dan kemungkinan adanya kecelakaan lalu lintas.

    Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (Dinas PUPR) Kabupaten Mojokerto telah menyelesaikan pembangunan tanggul darurat di Kedunggempol dan Wringinrejo. Selain itu, juga akan melakukan pembersihan dan pemberhentian proyek pembangunan sementara untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

    Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Mojokerto, pihaknya akan kebutuhan komoditi menjelang Idul Fitri. Dinas Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Mojokerto meminta Bulog untuk mengadakan Operasi Pasar dan Pasar Murah untuk mengendalikan laju inflasi harga komoditas.

    Lalu Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) juga memastikan bahwa destinasi wisata utama di Kabupaten Mojokerto akan buka dan diprediksi akan ramai pengunjung pada H+1 Idul Fitri. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto juga menyatakan kesiapan pada seluruh rumah sakit dan puskesmas yang berada di naungan Dinkes Kabupaten Mojokerto.

    Termasuk kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dinyatakan meningkat oleh Dinkes di Kabupaten Mojokerto. Bupati Ikfina juga berpesan kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto agar senantiasa menjaga keamanan diri dan keluarga, bagi para pemudik agar berhati-hati di jalan dan memastikan rumah dalam keadaan aman sebelum berangkat mudik atau liburan.

    “Kita sampaikan juga kepada masyarakat agar berhati-hati saat mudik maupun berlibur, pastikan keamanan rumah sebelum berangkat, apabila ada barang berharga dirumah yang ditinggal selama mudik, bisa dititipkan di Polsek terdekat, tentunya dengan prosedur sesuai dengan aturan kepolisian,” pungkasnya. [tin/but]