Kronologi Anggota Banser Nyaris Dikeroyok Massa Usai Tendang Petasan di Situbondo
Tim Redaksi
SITUBONDO, KOMPAS.com
– Sebuah video yang viral di media sosial Instagram dan Facebook menunjukkan seorang anggota
Banser
yang menendang
petasan
di Jalan Raya Pantura Banyuputih, Kabupaten
Situbondo
, Provinsi Jawa Timur.
Peristiwa tersebut terjadi setelah
shalat Idul Fitri
pada 31 Maret 2025 dan berujung pada upaya pengeroyokan oleh sekelompok pemuda yang menyalakan petasan.
Ketua Pengurus Anak Cabang Banser Banyuputih Imam Taufiqurahman membenarkan insiden tersebut.
“Benar itu kejadian kemarin, videonya viral kemana-mana, namun pihak kami (Banser) dan kelompok pemuda itu sudah damai,” ungkap Imam pada Kamis (3/4/2025).
Imam menjelaskan,
anggota Banser
yang terlibat dalam insiden tersebut bernama Slamet (47) warga Desa Sumberojo.
Awalnya, sekelompok pemuda menyalakan petasan di dekat Masjid Nurul Muttaqin setelah rangkaian acara
sholat Idul Fitri
selesai.
Slamet lantas mengimbau agar petasan tidak dinyalakan di Jalan Raya Nasional karena dapat mengganggu lalu lintas. Bukan seperti narasi dalam media sosial yang menyebutkan bahwa dia melarang petasan dinyalakan.
“Jadi anggota Banser itu tidak melarang kelompok pemuda itu menyalakan petasan, namun kami sudah mengimbau untuk jangan menyalakan petasan di Jalan Raya Nasional karena banyak motor,” tambahnya.
Dia juga menyebutkan bahwa anggota Banser tersebut bertindak untuk mengurai kemacetan akibat petasan yang dinyalakan.
“Menurut saya anggota kami tidak salah karena untuk mengurai kemacetan akibat para pemuda yang menyalakan petasan itu, pemotor yang hendak lewat cukup lama menunggu petasan untuk meledak. Ada dua petasan, namun yang meledak saat ditendang satu dan hampir mengenai pemotor yang lewat,” jelas Imam.
Imam melanjutkan bahwa pada Rabu (2/4/2025) pukul 19.00 WIB, perwakilan dari kelompok pemuda, Agus Haryanto, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, telah berdamai dengan anggota Banser.
Dia berharap agar akun media sosial yang memviralkan video tersebut segera dihapus untuk mencegah konflik berkepanjangan. “Kondisi tersebut tidak baik untuk kondusivitas Situbondo dan nasional,” harapnya.
Kasi Humas Polres Situbondo, AKP Sutrisno, juga mengkonfirmasi peristiwa tersebut.
“Benar kejadian kemarin setelah sholat Id di dekat Masjid Nurul Muttaqin, namun pihak Banser dan kelompok Pemuda Kampung Curah Temu kemarin sudah damai dan berjanji untuk tidak akan memperpanjang permasalahan,” katanya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Haryanto
-
/data/photo/2025/04/03/67ee4637e1088.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Kronologi Anggota Banser Nyaris Dikeroyok Massa Usai Tendang Petasan di Situbondo Surabaya
-

Jokowi dan Iriana Salat Idulfitri di Graha Saba Buana Gedung Milik Keluarganya
loading…
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ibadah salat Idulfitri 1446 Hijriah di gedung serba guna milik keluarganya yakni Graha Saba Buana. Foto/Istimewa
SOLO – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ibadah salat Idulfitri 1446 Hijriah di gedung serba guna milik keluarganya yakni Graha Saba Buana, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Senin (31/3/2025) pagi. Lokasi gedung Graha Saba Buana yang terletak di Jalan Letjen Suprapto berada tak jauh dari kediaman Jokowi, hanya berjarak sekitar 750 meter.
Dari pantauan di lokasi, Jokowi datang bersama sang istri Iriana Jokowi. Dengan memakai pakaian serasi dengan sang istri yakni putih tulang, celana hitam dan peci warna hitam, Jokowi beranjak dari kediamannya sekitar pukul 05.58 WIB.
Meski terhitung dekat, Jokowi dan Iriana memilih menggunakan mobil pribadi untuk menuju lokasi salat id. Jokowi dan Iriana sampai di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung disambut oleh panitia salat id.
Jokowi menempati saf pertama tepatnya di belakang Imam yang memimpin Salat yakni Mufti Adin. Sejumlah tokoh juga memilih untuk mengikuti ibadah salat Idulfitri di lokasi yang sama.
Antara lain mantan pembalap F1 asal Solo Rio Haryanto dan pensiunan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo Ahyani, Ketua BPC HIPMI Kota Solo yang baru yakni Wahyu Adi Wibowo.
(rca)
-

Laba Bersih Produsen Bahan Bangunan Ini Tumbuh 20,5%
Jakarta –
PT Impack Pratama Industri Tbk mengumumkan kinerja keuangan untuk tahun fiskal 2024 meski harus menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,9 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya dengan angka yang lebih tinggi hingga 23,1%.
Laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp539 miliar, meningkat sebesar 20,5% dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat Rp448 miliar.
Direktur Utama Perseroan, Haryanto Tjiptodihardjo, mengungkapkan meskipun 2024 penuh dengan tantangan seperti melemahnya daya beli domestik, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta kinerja anak perusahaan yang menurun di luar negeri, Perseroan tetap mampu mempertahankan kinerja positif dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, menuju tahun 2025, manajemen Perseroan tetap menjaga kehati-hatian mengingat ketidakpastian yang dipicu oleh ketegangan geopolitik, potensi perang dagang, serta proyeksi lemahnya daya beli domestik yang berlanjut. Fluktuasi nilai tukar juga diperkirakan akan memberikan tantangan lebih lanjut, sebagaimana yang dialami Perseroan pada semester kedua tahun 2024.
“Kinerja semester pertama tahun 2025 diperkirakan sedikit tertekan oleh banyaknya hari libur, termasuk libur Lebaran. Meskipun demikian, Perseroan tetap optimis dapat mengejar target pada semester kedua 2025,” ungkap Haryanto dalam keterangannya, Minggu (30/3/2025).
Untuk tahun 2025, Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp4,2 triliun dan laba bersih mencapai Rp600 miliar. Target tersebut mencerminkan fokus perusahaan pada pertumbuhan berkelanjutan yang didorong oleh efisiensi operasional serta penguatan daya saing di pasar.
Sebagai informasi tambahan, sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 338 tentang “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, Perseroan melakukan penyajian kembali laporan keuangan konsolidasi untuk mencerminkan penggabungan entitas yang diakuisisi sejak awal periode yang dimulai pada 1 Januari 2023 dan 31 Desember 2023. Penyajian ini dilakukan hanya untuk menyesuaikan kebijakan akuntansi tanpa mengubah substansi ekonomi secara signifikan.
(rrd/rir)
-

Polsek Pademangan buka layanan penitipan kendaraan gratis bagi pemudik
Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Sektor (Polsek) Pademangan Polres Metro Jakarta Utara membuka layanan penitipan kendaraan bermotor bagi pemudik yang pulang kampung halaman pada Lebaran 2025.
“Inisiatif ini bertujuan untuk mencegah tindak kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor saat rumah-rumah ditinggalkan pemiliknya dalam waktu lama,” kata Kapolsek Pademangan Kompol Imanuel Sinaga di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, pihaknya telah mengumumkan layanan penitipan ini melalui pemasangan spanduk resmi oleh bhabinkamtibmas.
“Pemberitahuan juga disebar di media sosial agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan gratis ini,” kata dia
Kompol Immanuel Sinaga menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Kami ingin memberikan rasa aman bagi warga yang mudik,” ucapnya.
Dengan menitipkan kendaraan di polsek, kata dia, pemudik bisa lebih tenang meninggalkan rumah tanpa khawatir kendaraan mereka hilang atau dirusak.
Dikatakan bahwa layanan ini dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya dan warga cukup bawa kendaraan bermotor beserta dokumen kepemilikan yang sah seperti STNK dan KTP untuk didata oleh petugas jaga.
“Kendaraan yang dititipkan akan ditempatkan di area yang telah disediakan dengan pengawasan ketat dari pihak kepolisian,” kata Kompol Immanuel Sinaga.
Kepolisian mengimbau warga yang berminat untuk segera mendaftarkan kendaraan mereka sebelum keberangkatan mudik.
“Dengan layanan ini, kami berharap masyarakat bisa menikmati libur Lebaran dengan nyaman dan aman, tanpa kekhawatiran akan keamanan kendaraan mereka,” ujarnya.
Warga Pademangan Jakarta Utara Haryanto (45) mengaku terbantu dengan adanya layanan ini.
“Biasanya kalau mudik, saya khawatir motor ditinggal di rumah. Dengan adanya penitipan gratis di polsek, saya jadi lebih tenang,” katanya.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2025 -

Kronologi 51 Warga Karanganyar Keracunan Hidangan Buka Puasa, Dinkes Usut Penyebab – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM – Berikut kronologi 51 warga Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) diduga mengalami keracunan massal.
Kasus dugaan keracunan massal ini bermula dari kegiatan buka puasa bersama pada Selasa (25/3/2025).
Acara bukber itu bersamaan dengan Aqiqah warga setempat.
Camat Jatiyoso Haryanto mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi di RT 02, RW 04 Dusun Swadine, Desa Wukirsawit.
“Keracunan makanan itu terjadi setelah pelaksanaan buka bersama sekaligus Aqiqah warga setempat di Masjid Al Amin,” kata Haryanto, Rabu (26/3/2025), dilansir TribunSolo.com.
Haryanto menyebut ada 51 orang yang mengalami keracunan.
Masing-masing korban adalah warga RT 2 dan RT 03, Desa Wukirsawit.
“Sebanyak 39 orang menjalani rawat jalan, 9 orang rawat inap dan 3 orang menjalani homecare,” paparnya.
Sebelum mengalami keracunan, para korban mengonsumsi tongseng kambing dan aneka makanan ringan seperti tahu bakso, roti kukus, serta risol.
Pengolahan tongseng, tahu bakso, dan roti kukus dilakukan di rumah pemilik acara.
Sedangkan, pengolahan makanan ringan risol dilakukan di Desa Beruk.
“Para korban yang keracunan dilakukan penanganan medis dengan pemberian obat penanganan pertama, serta sampel makanan diambil dan dicek di Lab Kesehatan,” ungkap Haryanto.
“Alhamdulillah, saat ini kondisi warga semakin membaik,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Wukirsawit, Sutarmo mengatakan bahwa ada sekitar 150 orang yang menghadiri acara bukber berujung petaka itu menjadi korban.
Sebanyak 27 orang diantaranya bahkan harus menjalani rawat inap.
“Awal mula kronologi warga saya Warto pulang dari jakarta dan menggelar Aqiqah, kemudian daging dari aqiqah itu dimasak untuk buka bersama di masjid,” jelas Sutarmo.
Menurut Sutarmo, efek keracunan mulai terasa setelah menjalankan salat tarawih.
Sutarmo mengungkapkan bahwa warga yang mengonsumsi hidangan itu, merasakan mual dan mulas di perut serta diare.
“Setelah yang makan daging kambing itu pada ngeluh muntah mual buang air besar, kemudian ketahuan saya,” sebut Sutarmo.
“Saya dan pak Kadus membawa warga kami satu per satu tak bawa ke rumah sakit terdekat mayoritas di Matesih sebagian di klinik Jatiyoso sampai malam ini semua belum ada yang pulang masih di rawat inap, ” tandasnya.
Dinkes Periksa Penyebab
Terbaru, 28 korban yang dirawat inap itu sudah makin membaik.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar pun sudah turun tangan menangani kasus dugaan keracunan massal ini.
Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar, Purwati mengatakan bahwa kasus keracunan ini sudah diselidiki dan sampel makanan juga sudah dicek lab guna memastikan penyebab.
Hasil lab disebut akan keluar pada Sabtu (29/3/2025) besok.
“Kita ambil sampel makanan untuk dicek lab kesehatan,” ujar Purwati, Rabu malam, dilansir TribunSolo.com.
“Sementara tidak ada yang kritis, namun ada dirawat inap dan sudah ada yang boleh pulang,” imbuhnya.
Purwati menyebutkan bahwa keracunan massal terjadi pada dua RT dengan jumlah peserta 190 orang.
Tetapi, yang menjalani rawat inap ada 28 orang.
“Ada dua RT sekira 190 kemudian yang dirawat inap 28 orang. Kalau keracunan memang banyak harus kita tangani, dengan kami sudah menerjunkan tim ke lokasi yaitu tim gerak cepat untuk menangani kasus ini,” terang Purwati.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Total 28 Orang Dirawat Inap Gegara Kasus Keracunan Massal di Karanganyar, Kondisi Membaik
(Tribunnews.com/Nina Yuniar) (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)
-

Ratusan Orang di Karanganyar Keracunan Hidangan Buka Bersama, 28 Warga Dirawat – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM – Warga di Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan buka bersama, Selasa (25/3/2025).
Camat Jatiyoso, Haryanto mengatakan, keracunan massal tersebut terjadi setelah pelaksanaan buka bersama yang berbarengan dengan acara aqiqah warga setempat.
“Keracunan makanan itu terjadi setelah pelaksanaan buka bersama sekaligus aqiqah warga setempat di Masjid Al Amin,” kata Haryanto, Rabu (26/3/2025).
Mengutip TribunSolo.com, korban keracunan terdiri dari dua RT yang berbeda.
Ia menambahkan, para korban mengalami keracunan usai menyantap tongseng kambing dan aneka makanan ringan.
“Para korban yang keracunan dilakukan penanganan medis dengan pemberian obat penanganan pertama, serta sampel makanan diambil dan dicek di Lab Kesehatan,” kata dia.
Sejumlah warga pun kondisinya sudah membaik usai alami gejala keracunan.
“Alhamdulillah, saat ini kondisi warga semakin membaik,” ungkap dia.
Sementara itu, Kades Wukirsawit, Sutarmo menceritakan, keracunan massal ini terjadi saat ada warga bernama Warto pulang dari Jakarta.
Sesampainya di kampung halaman, warganya tersebut menggelar aqiqah dan dagingnya dimasak untuk buka bersama di masjid.
“Awal mula kronologi warga saya Warto pulang dari jakarta dan menggelar Aqiqah, kemudian daging dari aqiqah itu dimasak untuk buka bersama di masjid,” kata dia.
Namun, setelah salat tarawih, banyak warga yang mulai merasakan gejala keracunan.
“Setelah yang makan daging kambing itu pada ngeluh muntah mual buang air besar, kemudian ketahuan saya,”
“Saya dan pak Kadus membawa warga kami satu per satu tak bawa ke rumah sakit terdekat mayoritas di Matesih sebagian di klinik Jatiyoso sampai malam ini semua belum ada yang pulang masih di rawat inap, ” pungkas dia.
Ia menuturkan, total ada 150 orang yang alami keracunan makanan.
Dari keracunan ini, 28 warga dirawat dan kondisinya sudah membaik.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Purwati mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus ini.
Sampel makanan juga sudah diambil untuk dicek di laboratorium.
“Kita ambil sampel makanan untuk dicek lab kesehatan,” kata Purwati, Rabu (26/3/2025) malam.
Ia menuturkan, penyebab keracunan puluhan warga ini masih belum diketahui karena hasilnya belum keluar.
“Sementara tidak ada yang kritis, namun ada dirawat inap dan sudah ada yang boleh pulang,” kata dia kepada TribunSolo.com.
Ia juga menuturkan, pihaknya telah mengirim petugas ke lokasi untuk penanganan keracunan massal ini.
“Ada dua RT sekira 190 kemudian yang dirawat inap 28 orang,”
“Kalau keracunan memang banyak harus kita tangani, dengan kami sudah menerjunkan tim ke lokasi yaitu tim gerak cepat untuk menangani kasus ini,” ungkap Purwati.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul 51 Warga Jatiyoso Karanganyar Alami Keracunan Usai Santap Hidangan Buka Bersama
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunSolo.com, Mardon Widiyanto)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5175498/original/076239300_1743003815-WhatsApp_Image_2025-03-26_at_22.21.40.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Susunan Kepengurusan PB IKA PMII 2025-2030 Ditetapkan, Ini Nama-Namanya – Page 3
Ketua Umum: Drs. Fathan Subchi, MAP.
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium: Drs. Nusron Wahid, MM
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium: Dr. H. Cucun Syamsul Rizal, M.Si
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium : Arifatul Choiri Fauzi
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium : Aminuddin Ma’ruf
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium : Juri Ardiantoro, M.Si., Ph.D
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium : Dr. Hj. Anggia Ermarini, M.K.M
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium : Zaini Rahman
Wakil Ketua Umum/ Anggota Presidium : Imam Nahrawi S.Ag
Wakil Ketua Umum/ Anggota Presidium : Carman Ansari Ear Latief, S.Sos
Wakil Ketua Umum/ Anggota Presidium : Asrorun Ni’am Sholeh 1. Ketua : Hasanudin Wahid
2. Ketua : Dr. H. Yayat Hidayat, M.Si
3. Ketua : H. Nur Nadlifah, S.Ag., M.Si
4. Ketua : Aqib Ardiansyah
5. Ketua : Syiq Samsul Huda
6. Ketua : Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, S.Th.i
7. Ketua : Dra. Wahidah syuaeb, M.Si
8. Ketua : Rivqy Abdul Halim
9. Ketua : Toriqul Haq
10. Ketua : Dra. Luluk Nurhamidah, M.Si
11. Ketua : Yunus Razak
12. Ketua : Akhmad Gozali Harahap, M.Si
13. Ketua : Siti Mukaromah
14. Ketua : Mulyadi Prayitno
15. Ketua : Heri Haryanto Azzumi
16. Ketua : Mulyadi Tawik
17. Ketua : Dr. Saleh, SH., MH
18. Ketua : Dr. Lukman Khakim, AK., M.Si
19. Ketua : MF. Nur Huda Yusro
20. Ketua : H. Ahmad Zarkasih SHI, MM.
21. Ketua : Dr. H. Syafitri Irwan, SAG. Mpdi
22. Ketua : Juwanda, Spdi.
23. Ketua : H.A. Jabidi Ritonga, SHI.
24. Ketua : H. Hasan Basri Segala
25. Ketua : M. Rodri Kaelani, SS.MM.Cps.
26. Ketua : Sandi Suwardi Hasan, S.Ag., M.Si
Sekertaris Jenderal: Muhamad Nur Purnamasidi
Wakil Sekretaris Jenderal: Zainul Munasichin
1. Wakil Sekretaris Jenderal : Ulil Albab
2. Wakil Sekretaris Jenderal : Kaisar Abu Hanifah
3. Wakil Sekretaris Jenderal : Drs. Insan Purnama, M.Si
4. Wakil Sekretaris Jenderal : Isra D Pramulya, SIP
5. Wakil Sekretaris Jenderal : Yusra Alhabsyi
6. Wakil Sekretaris Jenderal : Cupli Risman
7. Wakil Sekretaris Jenderal : Samsul Rani
8. Wakil Sekretaris Jenderal : Saipul Adam
9. Wakil Sekretaris Jenderal : Syarifudin Salwani, SE.
10. Wakil Sekretaris Jenderal : Ai Maryati Sholihah
11. Wakil Sekretaris Jenderal : Abdul Rojak, SH.
12. Wakil Sekretaris Jenderal : Drs. Hamid Bula
13. Wakil Sekretaris Jenderal : Muhammad Nurcholis, S.Th
14. Wakil Sekretaris Jenderal : Irma Muthoharoh 15. Wakil Sekretaris Jenderal : H. Faisal Amir, SE, MM.
16. Wakil Sekretaris Jenderal : Marwan Zaenuddin, MM.
17. Wakil Sekretaris Jenderal : Septi Rahmawati
18. Wakil Sekretaris Jenderal : Harry Saputra Gani
19. Wakil Sekretaris Jenderal : Ai Rahmayanti
20. Wakil Sekretaris Jenderal : M. Rifai Darus
21. Wakil Sekretaris Jenderal : Dr. Mohammad Syarif
22. Wakil Sekretaris Jenderal : Lukmanul Hakim al-Jambi
23. Wakil Sekretaris Jenderal : Hasan Taftanjanji
24. Wakil Sekretaris Jenderal : Anies Hidayah
25. Wakil Sekretaris Jenderal : Abu Bakar Refra, SE. SH. MH
26. Wakil Sekretaris Jenderal : Danang Sanggabuana, M.Si
27. Wakil Sekretaris Jenderal : Dr. Abd Basir, M.Pd.I
28. Wakil Sekretaris Jenderal : Mashudi
29. Wakil Sekretaris Jenderl : Zainal Abidin
Bendahara Umum: Arif Rahman
Bendahara : Syaeful Amin
Bendahara : Dahlia Umar
Bendahara : Ratu Dian Hatifah
Bendahara : Enung Maryati
Bendahara : Deta Anggraeni
Bendahara : Farried Akhmad Yani SE
Bendahara : Ali Suro
Bendahara : Syarifuddin Rauf, S.Ag. ME
Bendahara : KH. Abdur Rahim Hasan, SH.
Bendahara : H. Idy Muzayyad, SHI. M.Si.
Bendahara : Ervan Satriya, S.T
Bendahara : Wijayanti, M.Ap.
-

Menkomdigi Cek Sinyal Internet di Stasiun Gambir, Tembus 50 Mbps
Jakarta –
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau kualitas jaringan telekomunikasi menghadapi puncak arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (26/3/2025). Koneksi yang akan dirasakan pemudik bisa mencapai sekitar 30 Mbps sampai 50 Mbps.
Selain dari sisi pemantauan infrastruktur, Komdigi dan operator seluler pun saling berkoordinasi dengan menurunkan sumber daya manusia langsung ke lokasi.
“Dari Kemkomdigi bersama operator seluler bagaimana kemarin sudah kami sampaikan itu kurang lebih turun 1.500 personel, di antaranya adalah juga di Stasiun Gambir dan di berbagai titik lainnya. Ada 30 mobil untuk memonitoring frekuensi dan juga layanan dari Kemkomdigi juga operator seluler,” ujar Meutya.
Meutya sempat menanyakan perihal layanan internet yang dirasakan para pemudik di Stasiun Gambir. Ia mendapati tidak ada persoalan berarti, seperti masih bisa menikmati video streaming dengan lancar, begitu juga ketersediaan paket internet terjangkau.
“Ya, itu Alhamdulillah-nya, tapi nanti dicek langsung. Kalau dari tadi penyampaian kepada kami Alhamdulillah semuanya lancar dari sisi jaringan dari sisi kecepatan internetnya tadi kita juga sudah cek langsung bahwa kurang lebih di 30-50 Mbps, Ini angkanya yang cukup cepat,” tuturnya.
Pada kesempatan ini, Komdigi mengerahkan dua unit mobil pemantau spektrum di Stasiun Gambar untuk memastikan frekuensi dipakai untuk peruntukannya alias tidak ada disalahgunakan.
Menkomdigi Meutya Hafid tinjau ketersediaan paket internet terjangkau di Stasiun Gambir, Jakarta. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan jika ada penurunan kecepatan internet sampai 2 Mbps atau 5 Mbps, maka Komdigi akan meminta kepada operator seluler untuk meningkatkan koneksinya lagi.
“Kalau ada keluhan dari sisi frekuensi, kemudian dari sisi kualitas, kalau lemah, nanti akan kami langsung lakukan namanya ticketing kepada operator untuk segera menaikkan, kalau ada yang di bawah 2-5 Mbps untuk dinaikkan sinyalnya karena ini secara online dan real-time,” ucapnya.
(agt/fay)

