Tag: Haryanto

  • Sosok Mbok Yem Meninggal, Relawan: Tidak Naik Gunung Lawu Lagi Seusai Lebaran Karena Sakit

    Sosok Mbok Yem Meninggal, Relawan: Tidak Naik Gunung Lawu Lagi Seusai Lebaran Karena Sakit

    TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR – Dunia pendakian berduka atas meninggalnya Wakiyem atau akrab disapa Mbok Yem, pedagang warung di sekitar puncak Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    Nama Mbok Yem tentu tidak asing lagi bagi pendaki Gunung Lawu.

    Warung milik warga Magetan itu kerapkali menjadi jujukan pendaki dari berbagai daerah yang melakukan pendakian ke Gunung Lawu.

    Kabar duka tersebut dibenarkan Relawan Tawangmangu sekaligus Juru Kunci Bancolono, Haryanto atau akrab disapa Best. 

    Dia menerima kabar Mbok Yem meninggal pada Rabu (23/4/2025) sekira pukul 15.00.

    “Iya dapat kabar (duka) pukul 15.00,” katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (23/4/2025).

    Mbok Yem biasanya melakukan pendakian menuju ke warungnya di kawasan Hargo Dalem melalui Jalur Cemoro Sewu Magetan Jawa Timur.

    Mbok Yem turun gunung pada Lebaran tahun ini.

    Biasanya setiap kali selesai Lebaran, Mbok Yem kembali lagi berjualan di warungnya sekitar puncak Gunung Lawu.

    “Karena sakit tidak naik lagi.”

    “Tidak diperbolehkan anaknya,” terangnya.

    Dia menuturkan, Mbok Yem berjualan di kawasan Hargo Dalem.

    Seingatnya saat dia melakukan pendakian bersama ayahnya, terang Best, Mbok Yem sudah berjualan di warung pada 1998.

    Seiring berkembangnya teknologi dan media sosial, lanjutnya, Mbok Yem semakin dikenal di kalangan pendaki.

    Dia menceritakan, semula Mbok Yem naik ke Gunung Lawu itu untuk mencari tanaman herbal.

    Kemudian lambat lahun berjualan di kawasan puncak dengan mendirikan warung semi permanen.

    Kini ada lima warung yang berada di sekitar puncak Lawu, salah satunya milik Mbok Yem.

    Best mengungkapkan, Mbok Yem naik turun Gunung Lawu ditandu oleh beberapa orang sejak sekira 4 tahun terakhir.

    Sebelumnya Mbok Yem naik turun gunung didampingi porter yang biasa membawa barang dagangan.

    Setiapkali membawa tamu melakukan pendakian ke Gunung Lawu dia terkadang juga membawa tamu tersebut ke Warung Mbok Yem.

    Ada beberapa makanan dijajakan di warung tersebut.

    Seperti soto, mie instan, teh tapi biasanya yang kerap dicari pendaki itu pecel.

    Terkait keseharian Mbok Yem di warung, terang Best, hanya menunggu pendaki yang mampir ke warungnya selain mengurus monyet peliharaannya yang diberi nama Temon atau ayam.

    Terkadang Mbok Yem juga menonton siaran televisi mengingat telah ada panel surya untuk membantu pasokan listrik di warungnya.

    Sementara itu, Relawan Cetho, Nardi mengungkapkan, adanya warung di kawasan puncak tentu sangat membantu terutama bagi para pendaki yang membutuhkan logistik.

    “Biasanya memang (Warung Mbok Yem) menjadi jujukan para pendaki,” ungkapnya.

    Dia menambahkan, Mbok Yem hanya turun gunung bertepatan dengan momentum Lebaran atau ketika ada hajatan di rumah. (*)

  • Diduga Tertidur, Ibu dan Balita Meninggal jadi Korban Kebakaran Sebuah Rumah Kontrakan di Bekasi – Halaman all

    Diduga Tertidur, Ibu dan Balita Meninggal jadi Korban Kebakaran Sebuah Rumah Kontrakan di Bekasi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kebakaran terjadi pada sebuah rumah kontrakan di Gang Al-hidayah II no 100 RT 06 RW 09, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi terbakar, Selasa (22/4/2025) sekira pukul 06.52 WIB.

    Kebakaran tersebut menelan dua korban jiwa, yang merupakan ibu-anak, dengan nama Nani Sugiarti (21) dan anak perempuannya yakni Aura Alfi Yani (2).

    “Korban meninggal dunia dua orang. Satu anak sekitar umur dua tahun, dan ibunya umur 22 tahun,” ujar Kanit Reskrim Polsek Jatiasih, AKP Sitorus, dalam keterangannya.

    Sitorus mengatakan jika jasad Nani dan Aura ditemukan dengan posisi berdampingan atau bersebelahan di ruang kamar.

    Pada saat kejadian, diduga korban sedang tidur, sehingga tidak menyadari adanya kebakaran.

    “Posisi anak sama ibunya ditemukan berdampingan di kamar belakang,” papar Sitorus.

    Kendati demikian, polisi masih menyelidiki lebih rinci kronologi serta penyebab korban meninggal dunia.

    Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah langsung dibawa petugas untuk tindakan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

    Sementara itu, Danton Pleton B, Haryanto, menuturkan korban satu lainnya adalah mertua dari korban, berdampak luka-luka akibat kebakaran tersebut.

    “Korban itu ada tiga, dua meninggal dunia yakni ibu dan anak, dan satunya luka-luka yakni mertuanya atas nama Hendrik (58),” kata Haryanto.

    Berdasarkan keterangan saksi, Haryanto menyebut jika sebelum terjadi kebakaran sempat terdengar suara ledakan dari lokasi kejadian.

    Suara ledakan itu terdengar lebih dari satu kali dan si jago merah pun membumbung dari dalam rumah tersebut.

    Sejurus kemudian, warga sekitar pun mendengar suara Hendrik berteriak minta tolong.

    Warga pun berinisiatif langsung melaporkan kejadian ini ke Damkar Kota Bekasi supaya api cepat dipadamkan.

    “Awalnya terdengar ledakan kecil secara terus terusan dan timbul api, sempat besar tapi tidak merembet ke rumah sebelah, pemilik berteriak minta tolong dikarenakan terkena api sehingga menyebabkan luka bakar,” ungkap Haryanto.

  • Kejaksaan Tetapkan Ketua DPRD Tersangka Kasus Tunjangan

    Kejaksaan Tetapkan Ketua DPRD Tersangka Kasus Tunjangan

    JABAR EKSPRES  – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar secara resmi menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjar berinisial DRK sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan kendaraan. Dugaan kerugian negara dalam kasus ini mencapai lebih dari Rp3,5 miliar.

    Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Sri Haryanto, mengonfirmasi bahwa penetapan tersangka telah melalui proses ekspose pada 14 April 2025, dengan penetapan resmi menyusul dua hari kemudian, yakni 16 April 2025.

    “Proses penyidikan melibatkan pemeriksaan hampir 64 orang saksi dan penyitaan lebih dari 200 dokumen terkait,” jelas Haryanto saat dihubungi pada Senin (21/4/2025).

    Kasus yang menjerat pejabat legislatif tersebut diduga terjadi dalam rentang waktu 2017 hingga 2021. Menurut Haryanto, pihaknya telah mengumpulkan bukti kuat yang mengindikasikan penyalahgunaan anggaran tunjangan perumahan dan kendaraan selama periode tersebut.

    “Tersangka saat ini telah dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kebon Waru, Bandung, untuk menjalani masa penahanan selama 20 hari guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.

    Sri Haryanto menegaskan, Kejari Banjar berkomitmen menuntaskan kasus ini secara transparan dan sesuai prosedur hukum. “Kami akan mengusut tuntas setiap indikasi penyimpangan yang merugikan keuangan negara,” tegasnya. (CEP)

  • Respek! Kru PO Sinar Jaya Amankan Barang Penumpang yang Tertinggal di Bus

    Respek! Kru PO Sinar Jaya Amankan Barang Penumpang yang Tertinggal di Bus

    Jakarta

    Kejadian barang bawaan tertinggal bisa dialami oleh penumpang bus. Perusahaan Otobus (PO) yang baik dan bertanggung jawab tentunya akan mengembalikan barang atau benda bawaan yang tertinggal di dalam kabin.

    Contohnya seperti yang dilakukan kru atau awak kabin PO Sinar Jaya dengan trayek Palembang – Bandung. Kru itu menemukan, mengamankan, dan mengembalikan barang bawaan penumpang yang tertinggal di kabin bus.

    Dijelaskan dalam postingan di akun Instagram @sinarjaya.group, telah ditemukan satu buah dompet beserta isinya milik penumpang yang tertinggal di dalam bus dengan rute Palembang – Bandung dengan nomor Polisi D 7519 AV keberangkatan tanggal 18 April 2025.

    “Penyerahan dilakukan secara estafet oleh crew pengemudi atas nama bapak Haryanto dan bapak Prio Susanto ke penanggung jawab agen Kp. Rambutan, untuk kemudian di serahkan ke pemilik (foto terlampir),” tulis keterangan di postingan akun Instagram @sinarjaya.group, dikutip Senin (21/4/2025).

    Beruntung barang bawaan penumpang yang tertinggal tersebut ditemukan oleh awak kabin, sehingga bisa langsung dikembalikan ke penumpang terkait. Tentu ceritanya bisa berbeda jika yang menemukan dompet itu adalah oknum penumpang yang tidak bertanggung jawab.

    Tak lupa, PO Sinar Jaya juga mengimbau kepada para penumpang agar lebih hati-hati saat membawa barang di dalam bus. Sebab keamanan setiap barang bawaan penumpang merupakan tanggung jawab penumpang itu sendiri.

    “Bersama dengan ini kami menghimbau seluruh pengguna jasa PO. SINAR JAYA GROUP agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan & tetap berhati-hati sepanjang perjalanan. Pastikan barang bawaan tidak tertinggal ataupun tertukar, karena keamanan barang bawaan adalah tanggung jawab masing-masing penumpang,” sambung pernyataan PO Sinar Jaya.

    (lua/rgr)

  • Lebih dekat dengan Honor 300 series yang Punya Kamera Setingkat SLR

    Lebih dekat dengan Honor 300 series yang Punya Kamera Setingkat SLR

    FotoINET

    Agus Tri Haryanto – detikInet

    Minggu, 20 Apr 2025 19:52 WIB

    Shenzhen – Ketika detikINET mengunjungi kantor pusat Honor di Shenzhen, China, terdapat Honor 300 series yang diklaim punya kamera dengan kualitas foto setingkat SLR.

  • Bikin Melongo, Pengemis Lansia di Bondowoso Raup Rp600.000 per Hari dan Sudah Haji

    Bikin Melongo, Pengemis Lansia di Bondowoso Raup Rp600.000 per Hari dan Sudah Haji

    GELORA.CO –  Pendapatan seorang pengemis lanjut usia (lansia) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur ini bikin melongo. Dalam sehari, pengemis lansia tersebut mampu meraup uang sebesar Rp600.000. Selain itu, pengemis tersebut juga sudah menunaikan ibadah haji dan umrah. 

    Aksi pengemis lansia itu terungkap setelah terjaring Razia petugas Satpol PP Bondowoso, Jumat (18/4/2025). Razia pengemis menyusul banyaknya aduan masyarakat yang mengeluhkan maraknya pengemis. 

    Dalam Razia tersebut, petugas Satpol PP mengamankan tiga pengemis di sejumlah tempat di antaranya lampu merah, sekolah Yima, dan perempatan SPBU Tamansari.

    Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Bondowoso, Nanang Dwi Haryanto mengatakan, satu dari tiga pengemis yang diamankan tersebut membuat petugas Satpol PP melongo setelah mendengar dalam sehari meraup uang Rp300.000-600.000.

    “Pengemis tersebut asal Desa Dawuhan, Kecamatan Tenggarang. Dia mengaku telah bergelar hajjah. Pengemis tersebut juga mengaku mengantongi uang Rp600.000 dari hasil mengemis,“ katanya.

    Dia menambahkan, razia pengemis dan gelandangan tersebut akan rutin dilakukan untuk menekan banyaknya pengemis berkeliaran.

  • Raih Label World Athletics, Telkom Digiland Run 2025 Bidik 12.500 Pelari

    Raih Label World Athletics, Telkom Digiland Run 2025 Bidik 12.500 Pelari

    Jakarta

    Telkom kembali menyelenggarakan Digiland Run, rangkaian dari ajang tahunan Digiland 2025. Berbeda dari tahun sebelumnya, Digiland Run kali ini sudah memperoleh World Athletics Label Road Races, sehingga menjadikannya salah satu ajang lari paling bergengsi di Indonesia dan diakui secara internasional.

    World Athletics Label Road Races merupakan sebuah sertifikasi atau pengakuan resmi yang diberikan oleh World Athletics, badan internasional yang mengatur olahraga atletik, kepada ajang lari yang memenuhi standar internasional tertentu. Label ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan kredibilitas acara, baik dari segi penyelenggaraan, keamanan, dan keadilan kompetisi.

    Menariknya, sertifikat internasional tersebut diraih Digiland Run di tahun ke-2 setelah perdana hadir pada tahun lalu. Adapun, untuk event Digiland sudah diadakan Telkom sejak tahun 2022.

    Andri VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

    “Telkom selalu berupaya menghadirkan sesuatu yang berbeda di setiap tahun penyelenggaraan Digiland, dan tahun ini menjadi semakin spesial karena Digiland Run berhasil meraih sertifikasi World Athletics Label Road Races. Ini merupakan pengakuan bertaraf internasional atas kualitas penyelenggaraan ajang lari yang kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia,” ujar Andri VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko di Jakarta, Kamis (10/4/2025).

    Disampaikan Andri, setelah meraih kesuksesan Digiland Run 2024 dan mengantongi World Atletics Label Road Races ini, Telkom menargetkan dapat menyedot peserta lari hingga 12.500 orang. Digiland Run 2025 ini hadir dalam tiga kategori, yaitu 5K, 10K, dan 21K (Half Marathon).

    Rute pada kategori Half Marathon dan 10K telah memperoleh International Measurement Certificate dari World Athletics bekerja sama dengan Association of International Marathons and Distance Races (AIMS), sebuah asosiasi internasional yang mewadahi penyelenggaraan ajang lari jarak jauh seperti maraton, half-maraton, dan 10K dari berbagai negara.

    Digiland Run 2025 akan dilaksanakan pada 18 Mei 2025. Terkait lokasinya, Telkom belum mengungkapkan rutenya. Akan tetapi, perlombaan lari tersebut akan berlangsung di sekitar GBK hingga area Car Free Day Jakarta.

    “Kita harus mengapresiasi hal ini. Untuk mendapatkan label tersebut, harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti tata laksana penyelenggaraannya. Terdapat dua kategori lari yang mendapatkan World Athletics Label Road Races, yaitu Half Marathon dan 10K. Untuk kategori 10K sendiri, Digiland Run menjadi ajang lari pertama di Indonesia yang mendapatkan label internasional tersebut,” tutur Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung.

    Jika di tahun lalu digelar dua hari, maka ajang tahun ini dilakukan satu hari penuh, termasuk menghadirkan Digiland Music yang diisi oleh berbagai artis terkemuka, seperti Sheila on 7, Padi Reborn, King Nassar, Bernadya, Lyodra, JKT 48, D’Masiv, dan Project Pop. Tidak hanya itu, masyarakat dapat menikmati beragam kuliner menarik di area Kuliner Nusantara dan Pasar UMKM.

    Hal berbeda lainnya, Telkom melibatkan secara penuh kepada anak perusahaannya, Telkomsel, untuk menyemarakkan Digiland 2025. Begitu juga terkait registrasi Digiland Run 2025 yang di mana peserta memungkinkan mendapatkan kuota data melimpah juga potongan harga.

    VP Brand and Marketing Communications Telkomsel Abdullah Fahmi Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

    “Dengan mendukung penyelenggaraan ajang lari bertaraf internasional ini, Telkomsel berkomitmen menghadirkan pengalaman yang tidak hanya seru dan berkesan, tetapi juga mewujudkan Indonesia Gembira, mengajak keterlibatan masyarakat untuk menciptakan hari yang lebih baik, serta masa depan yang lebih sehat, terkoneksi, dan penuh peluang,” kata VP Brand and Marketing Communications Telkomsel Abdullah Fahmi.

    Tiket Digiland Run 2025 dibanderol dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp 400 ribu untuk 5K, Rp 500 ribu untuk 10K, dan Rp 600 ribu untuk 21K (Half Marathon).

    Peserta lari yang hendak menikmati Digiland Music dapat membeli tiket bundling dengan menambah Rp 100 ribu. Khusus untuk pelanggan Telkomsel, tersedia bonus kuota internet 15 GB untuk setiap pembelian tiket Digiland Run di semua kategori. Sebelumnya, promo menarik berupa penjualan tiket flash sale pada 7 Maret 2025 dan early bird pada 8 Maret 2025 telah memperoleh antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan berhasil terjual habis dalam waktu singkat.

    (agt/fay)

  • Pemutihan di Banten, Yosep Akhirnya Bayar Pajak setelah 14 Tahun Nunggak
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 April 2025

    Pemutihan di Banten, Yosep Akhirnya Bayar Pajak setelah 14 Tahun Nunggak Regional 10 April 2025

    Pemutihan di Banten, Yosep Akhirnya Bayar Pajak Setelah 14 Tahun Nunggak
    Tim Redaksi
    LEBAK, KOMPAS.com
    – Pemutihan atau penghapusan pokok dan sanksi administrasi pajak di Provinsi
    Banten
    dimanfaatkan oleh warga untuk membayar pajak kendaraannya.
    Salah satunya adalah
    Yosep Setiawan
    yang akhirnya membayar pajak setelah belasan tahun menunggak.
    Yosep, yang merupakan warga Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, datang ke
    Samsat Rangkasbitung
    di hari pertama penerapan pemutihan, Kamis (10/4/2025).
    “Sudah 14 tahun enggak bayar pajak,” kata Yosep saat ditemui di kantor Samsat Rangkasbitung.
    Yosep mengatakan, dia tidak pernah membayar pajak selama 14 tahun karena motornya berada di Bogor.
    Dia juga sehari-hari beraktivitas di Bogor sehingga beralasan jauh jika harus membayar pajak ke Rangkasbitung.
    Saat ada program pemutihan ini, Yosep langsung membawa motor Legenda kesayangannya itu ke Rangkasbitung untuk pengurusan pajak sekaligus pergantian kaleng nomor kendaraan.
    Dia bahkan menunda pekerjaannya di Bogor agar bisa memanfaatkan program
    pemutihan pajak
    ini.
    “Motornya masih sehat, saya pakai sehari-hari di lingkungan rumah,” ujarnya.
    Yosep mengatakan motornya itu masih memiliki surat-surat lengkap atas nama dirinya, sehingga akan lebih mudah membayar pajak.
    Dia mengaku bersyukur ada program pemutihan ini karena dirasa meringankan beban pembayaran.
    “Pajak per tahunnya Rp 140.000, alhamdulillah denda dan pokoknya dihapus, jadi bayar tahun 2025 saja,” ujarnya.
    Selain Yosep, ribuan warga lainnya juga terpantau memadati Kantor Samsat Rangkasbitung untuk mengurus pajak kendaraannya.
    Mereka tampak antre sejak pukul 07.00 WIB.
    Kepala UPT Samsat Rangkasbitung, Endad Haryanto, mengatakan, pihaknya membuka gerai tambahan untuk mengakomodasi membeludaknya antrean.
    Sehingga pengurusan pajak tidak hanya tersedia di Samsat Rangkasbitung.
    “Bisa ke Mal Pelayanan Publik di Mandala, Samsat Maja, Samsat Cipanas, Samsat Malingping, dan Bayah,” kata dia.
    Untuk jam pelayanan, juga bakal ada penambahan dua jam dari sebelumnya hanya hingga pukul 15.00, kini menjadi pukul 17.00 WIB.
    “Jam buka pelayanan juga jadi lebih cepat, pukul 07.00 sudah dilayani,” kata dia.
    Program pemutihan pajak ini akan berlangsung hingga 30 Juni 2025.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        Warga Serbu Samsat Banten Hari Pertama Pemutihan, Harusnya Bayar Rp 2 Juta Jadi Rp 300.000
                        Regional

    4 Warga Serbu Samsat Banten Hari Pertama Pemutihan, Harusnya Bayar Rp 2 Juta Jadi Rp 300.000 Regional

    Warga Serbu Samsat Banten Hari Pertama Pemutihan, Harusnya Bayar Rp 2 Juta Jadi Rp 300.000
    Tim Redaksi
    LEBAK, KOMPAS.com
    – Hari pertama penghapusan pokok dan sanksi administrasi di Provinsi Banten disambut antusias.
    Sejumlah kantor Samsat di Banten diserbu oleh warga yang hendak membayar pajak.
    Pantauan
    Kompas.com
    di Samsat Rangkasbitung, Kamis (10/4/2025) pagi, ribuan warga sudah memadati Gedung Samsat di Jalan Langlangbuana sejak pukul 07.00 WIB.
    Mayoritas mereka yang antre merupakan pemilik kendaraan roda dua dan roda empat.
    Warga terus berdatangan dan membentuk antrean dari pintu gerbang yang mengular ke area parkiran di bagian depan dan mengelilingi ke belakang gedung.
    Antrean terjadi karena adanya beberapa prosedur yang dilakukan, seperti pendaftaran dan cek fisik kendaraan.
    Salah satu warga yang memanfaatkan program ini adalah
    Deni Zikri
    (39) yang telah datang ke Samsat Rangkasbitung untuk membayar pajak kendaraan yang menunggak lima tahun sejak 2020.
    “Belum bayar karena terdampak COVID, jadi sempat enggak mampu bayar pajak. Sekarang ada program ini, jadi mau memanfaatkan,” kata Deni di Samsat Rangkasbitung, Kamis.
    Menurut Deni, program ini dirasa sangat bermanfaat karena cukup banyak mengurangi biaya tunggakan yang harus dia bayar.
    Jika dikalkulasikan, Deni harus membayar pokok dan pajak motornya lebih dari dua juta rupiah, namun karena ada pemutihan, jumlahnya makin berkurang.
    “Cuma bayar sekitar Rp300.000-an saja karena ada potongan tunggakan dan pokok tahun sebelumnya yang belum dibayar,” ujar dia.
    Warga lain, Nizar (44), sengaja menunda waktu untuk balik ke perantauan agar bisa mengikuti
    pemutihan pajak
    di Samsat Rangkasbitung.
    “Harusnya sudah berangkat ke Jakarta untuk kerja lagi, tapi sengaja memperpanjang cuti biar bisa bayar pajak dan enggak bolak-balik lagi ke Rangkasbitung,” ujar Nizar.
    Nizar mengaku sudah menunggak pajak kendaraannya sekitar dua tahun karena tidak ada waktu untuk pulang ke Rangkasbitung dan mengurus pajak kendaraannya.
    Kepala UPT Samsat Rangkasbitung, Endad Haryanto, mengatakan, pihaknya membuka gerai tambahan untuk mengakomodir membludaknya antrean.
    Sehingga pengurusan pajak tidak hanya tersedia di Samsat Rangkasbitung.
    “Bisa ke Mal Pelayanan Publik di Mandala, Samsat Maja, Samsat Cipanas, Samsat Malingping, dan Bayah,” kata dia.
    Untuk jam pelayanan, juga bakal ada penambahan dua jam dari sebelumnya hanya hingga pukul 15.00 kini menjadi pukul 17.00 WIB.
    “Jam buka pelayanan juga jadi lebih cepat, pukul 07.00 sudah dilayani,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kampung Jtos Belawa Gelar Mappalisu Sumange

    Kampung Jtos Belawa Gelar Mappalisu Sumange

    FAJAR.CO.ID, WAJO — Bupati Wajo, Andi Rosman mengunjungi Kampung Jajanan Tosagena (Jtos) di Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo, Jumat malam, 4 April.

    Orang nomor satu di Bumi Lamaddukelleng itu menghadiri acara Mappalisu Sumange di Kawasan Lapangan Batara Menge, Kelurahan Menge.

    Andi Rosman didampingi Camat Belawa, Arifuddin Arman. Hadir juga Ketua TP PKK Wajo, Fatmawati A. Rosman, anggota DPRD Wajo Haryanto (Nasdem) dan Feri Saputra (Gerindra) serta pengelola Kampung Jtos, Andi Nadar.

    Andi Rosman mengatakan, acara Mappalisu sumange tersebut digagas oleh pelaku UMKM di Kampung Jtos, bertujuan untuk mengembalikan semangat masyarakat Belawa pasca Pilkada Wajo 2024 lalu dan lebaran idul fitri.

    “Tujuan dari kegiatan ini bagaimana masyarakat Belawa bahu membahu bersatu untuk menjalani kebersamaan,” ujarnya, Sabtu, 5 April.

    Dia menambahkan, para pelaku UMKM dan disekitar Kampung Jtos menjadi lebih sejahtera. Keberadaan kawasan kuliner tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan daerah.

    “Kita harapkan kawasan kuliner bisa tumbuh di daerah atau wilayah kecamatan lain,” tuturnya

    Kawasan kuliner yang terletak di Kawasan Lapangan Batara tersebut, diresmikan oleh pemerintah setempat pada 6 Oktober 2018 lalu.

    Kampung Jtos bertahan dan eksis sampai sekarang, walaupun pandemi Covid-19 melanda sejak 20220 lalu. (man/fajar)