Djuyamto Disebut Pernah Ditawari Rp20 M untuk Kabulkan Eksepsi Korporasi CPO
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Hakim nonaktif Djuyamto sempat ditawari Rp20 miliar untuk mengabulkan eksepsi korporasi dalam kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) sebelum kasus berujung onslag alias vonis lepas.
Hal ini diungkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat membacakan dakwaan terhadap majelis hakim yang mengadili perkara kasus minyak goreng ini, yaitu Djuyamto, Agam Syarief Baharudin, dan Ali Muhtarom.
“Saat itu, Wahyu Gunawan (terdakwa kasus terpisah) menyampaikan permintaan Ariyanto yang menawarkan uang sebesar Rp20 miliar kepada Djuyamto untuk mengabulkan eksepsi dari pihak Permata Hijau Group, Wilmar Group, dan Musim Mas Group dalam perkara korupsi korporasi minyak goreng,” ujar JPU saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025).
Ariyanto merupakan salah satu pengacara yang ditunjuk oleh pihak korporasi.
Sementara itu, Wahyu Gunawan adalah panitera muda nonaktif PN Jakut yang menjembatani pihak korporasi dengan hakim.
Wahyu dan Djuyamto pernah bertemu di Lippo Mall Kemang pada Februari 2024.
Saat itu, berkas perkara korporasi belum dilimpahkan ke PN Jakpus.
Namun, dalam pertemuan itu, pihak korporasi telah meminta Djuyamto agar bisa mengabulkan permohonan eksepsi.
Pertemuan Wahyu dan Djuyamto ini terjadi karena Muhammad Arif Nuryanta, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua PN Jakpus, telah menyebutkan bahwa Djuyamto akan ditunjukkan sebagai salah satu hakim yang mengadili perkara korporasi CPO.
Kepada Wahyu yang menyampaikan permintaan Ariyanto, Djuyamto belum dapat menjanjikan dapat mengabulkan eksepsi dari pihak korporasi.
Djuyamto mengaku perlu membaca berkas terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban.
Masih di bulan Februari 2024, Wahyu kembali menemui Djuyamto untuk menyerahkan berkas konsep eksepsi yang bakal diajukan pihak korporasi.
Lalu, sekitar satu pekan kemudian, Wahyu dan Djuyamto kembali bertemu.
Dalam pertemuan di Lobby Apartemen Pakubuwono View, Djuyamto mengatakan bahwa permohonan eksepsi dari korporasi ini tidak dapat dikabulkan.
Saat itu, Djuyamto mengarahkan Wahyu agar ia berkoordinasi dengan Arif Nuryanta.
“M Arif Nuryanta yang menunjuk Majelis Hakim perkara korupsi korporasi minyak goreng sehingga semua arahan melalui terdakwa M Arif Nuryanta,” kata JPU membacakan pernyataan Djuyamto saat itu.
Pesan ini diteruskan Wahyu kepada Ariyanto dan sejumlah negosiasi pun terjadi.
Dalam kasus ini, hakim hingga panitera PN menerima uang suap sebanyak Rp 40 miliar.
Pemberian dilakukan sebanyak dua kali. Pemberian pertama terjadi sekitar bulan Mei 2024.
Saat itu, Ariyanto mendatangi rumah Wahyu sambil membawa uang tunai USD 500.000 atau setara Rp 8 miliar.
Uang ini kemudian dibagi kepada para terdakwa dengan jumlah yang berbeda-beda.
Arif mengambil bagian senilai Rp 3,3 miliar. Kemudian, Djuyamto selaku hakim ketua mengambil sebanyak Rp 1,7 miliar. Sementara itu, Ali Muhtarom dan Agam Syarif Baharudin yang merupakan hakim anggota menerima Rp 1,1 miliar. Adapun, Wahyu juga “kecipratan” uang senilai Rp 800 juta.
Uang total Rp 8 miliar ini Arif bagikan kepada majelis hakim pada Juni 2024.
Ia menyebutkan, uang ini sebagai titipan agar majelis membaca berkas secara saksama.
“Ada titipan dari sebelah untuk baca berkas,” ujar salah satu Jaksa meniru omongan Arif.
Lalu, pada Oktober 2024, Ariyanto kembali menyerahkan sejumlah uang kepada Wahyu untuk diteruskan kepada para hakim.
Saat itu, Ariyanto menyerahkan uang tunai senilai USD 2 juta atau setara Rp 32 miliar.
Uang diberikan agar majelis hakim PN Jakpus memberikan vonis onslag atau vonis lepas kepada tiga korporasi yang tengah berperkara.
Tidak lama setelah diterima oleh Wahyu, uang ini juga dibagikan kepada yang lain.
Arif menerima Rp 12,4 miliar. Kemudian, Djuyamto mengambil Rp 7,8 miliar. Sementara itu, Ali dan Agam masing-masing mendapat Rp 5,1 miliar. Lalu, Wahyu menerima Rp 1,6 miliar.
Jika ditotal, dari dua kali pemberian ini, hakim hingga panitera menerima uang suap sebanyak Rp 40 miliar.
Rinciannya, Arif menerima Rp 15,7 miliar, Djuyamto menerima Rp 9,5 miliar; Ali dan Agam masing-masing menerima Rp 6,2 miliar; Wahyu menerima Rp 2,4 miliar.
Dalam perkara ini, para hakim diduga menerima suap untuk menjatuhkan vonis lepas atau ontslag van alle recht vervolging terhadap terdakwa tiga korporasi dalam kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) atau bahan baku minyak goreng.
Tiga korporasi tersebut adalah Permata Hijau Group yang terdiri dari PT Nagamas Palmoil Lestari, PT Pelita Agung Agrindustri, PT Nubika Jaya, PT Permata Hijau Palm Oleo, dan PT Permata Hijau Sawit.
Kemudian, Wilmar Group yang terdiri dari PT Multimas Nabati Asahan, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Sinar Alam Permai, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, dan PT Wilmar Nabati Indonesia.
Lalu, Musim Mas Group yang terdiri dari PT Musim Mas, PT Intibenua Perkasatama, PT Mikie Oleo Nabati Industri, PT Agro Makmur Raya, PT Musim Mas-Fuji, PT Megasurya Mas, dan PT Wira Inno Mas.
Majelis hakim yang menjatuhkan vonis lepas itu diketuai oleh hakim Djuyamto dengan anggota hakim Agam Syarif Baharudin dan hakim Ali Muhtarom.
Putusan diketok di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada 19 Maret 2025.
Dalam kasus ini, para terdakwa didakwa dengan Primair Pasal 12 huruf c atau Pasal 6 Ayat 2, atau Pasal 12B, subsider Pasal 5 angka 4 dan 6 UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari KKN jo Pasal 3 dan Pasal 5 UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Fuji
-

“Neraka Bolong” di Jepang, Suhu Panas Rekor 41,6 Derajat Celcius
Jakarta, CNBC Indonesia – Jepang mencatat rekor suhu 41,6 derajat Celcius Selasa (5/8/2025) di kota Isesaki. Kantor cuaca setempat, Badan Meteorologi Jepang (JMA), bahkan memperingatkan bahwa suhu dapat terus meningkat.
“Tingkat suhu ini melampaui rekor sebelumnya, yaitu 41,2 derajat Celcius, yang baru saja dicatat minggu lalu,” tulis badan itu, dikutip AFP.
“Rekor suhu tertinggi sebelumnya adalah 41,1 derajat Celcius, tercatat pada tahun 2020 dan 2018.”
Sebelumnya Senin, Jepang juga mencatat 17 rekor suhu panas. Gelombang panas semakin intens dan sering terjadi di seluruh dunia akibat perubahan iklim.
Mengutip laman yang sama, salah satunya adalah kota Komatsu, di wilayah tengah Ishikawa. Rekor baru suhu tercatat 40,3 derajat Celcius.
Kota Toyama di Prefektur Toyama, juga mencapai suhu tertinggi sejak pencatatan dimulai, mencapai 39,8 derajat Celcius. Sementara 15 lokasi lain di berbagai kota dan kabupaten mencatat suhu tertinggi baru antara 35,7C (96F) dan 39,8C, menurut JMA, yang memantau suhu di lebih dari 900 titik di Jepang.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan mengatakan dengan curah hujan yang rendah dan suhu panas, beberapa bendungan di wilayah utara hampir kosong. Petani khawatir bahwa kekurangan air dan suhu panas yang ekstrem dapat mengakibatkan panen yang buruk.
Di sisi lain, para ahli memperingatkan bahwa pohon sakura kesayangan Jepang mekar lebih awal karena iklim yang lebih hangat, atau terkadang tidak mekar sepenuhnya karena musim gugur dan musim dingin tidak cukup dingin untuk memicu pembungaan. Lapisan salju Gunung Fuji yang terkenal tidak terlihat untuk periode terlama yang tercatat tahun lalu, baru muncul pada awal November, dibandingkan dengan rata-rata awal Oktober.
Menurut data global dari Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), di belahan dunia lain, Eropa mengalami pemanasan tercepat per dekade sejak tahun 1990. Ini kemudian diikuti oleh negara-negara Asia.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
-

IHSG ditutup menguat seiring respon positif kesepakatan AS-Uni Eropa
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
IHSG ditutup menguat seiring respon positif kesepakatan AS-Uni Eropa
Dalam Negeri
Editor: Sigit Kurniawan
Senin, 28 Juli 2025 – 18:22 WIBElshinta.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat seiring pelaku pasar merespon positif kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE).
IHSG ditutup menguat 71,27 poin atau 0,94 persen ke posisi 7.614,77. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,71 poin atau 1,10 persen ke posisi 803,22.
“IHSG dan bursa regional Asia cenderung menguat, didukung sikap pelaku pasar yang merespon kesepakatan perdagangan AS dan Uni Eropa,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari mancanegara, pelaku pasar merespon positif kesepakatan dagang antara AS dan Uni Eropa, yang mencakup tarif 15 persen untuk sebagian besar barang Eropa, atau jauh lebih rendah daripada tarif 30 persen yang awalnya diancamkan oleh AS.
Kesepakatan itu meredakan kekhawatiran terhadap konflik perdagangan yang lebih luas.
Selain itu, pelaku pasar menantikan putaran baru perundingan perdagangan antara AS dan China yang akan dimulai di Stockholm, Swedia, pada hari ini.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan optimisme gencatan senjata perdagangan saat ini akan diperpanjang, dengan mencatat bahwa negosiasi tidak hanya akan mencakup tarif namun juga isu-isu yang lebih luas seperti pembelian energi China dari Rusia dan Iran.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan pertemuan bank sentral AS The Fed pada 29 dan 30 Juli 2027, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tetap pada level 4,25 sampai 4,5 persen.
Dari dalam negeri, pasar domestik tampaknya masih ditopang seiring membaiknya kesepakatan tarif dagang sejumlah negara dengan AS. Selain itu, juga ditopang oleh rilis laporan kinerja emiten semester I-2025 dan menjelang rebalancing indeks LQ45 yang efektif awal Agustus tahun ini.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor keuangan yang naik sebesar 3,18 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang naik masing- masing sebesar 2,51 persen dan 0,32 persen.
Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun sebesar 0,08 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AMIN, BUVA, SOLA, CLAY dan SMMT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FUJI, RGAS MERI, NICL, dan PANR.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.605.732 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,81 miliar lembar saham senilai Rp16,94 triliun. Sebanyak 363 saham naik 244 saham menurun, dan 199 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 436,23 poin atau 1,05 persen ke 41.020,00, indeks Shanghai menguat 4,28 poin atau 0,12 persen ke 3.597,19, indeks Hang Seng melemah 173,27 poin atau 0,68 persen ke posisi 25.562,31, dan indeks Straits Times melemah 11,58 poin atau 0,27 persen ke 4.249,09.
Sumber : Antara
-

IHSG ditutup menguat di tengah `wait and see` pertemuan FOMC The Fed
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
IHSG ditutup menguat di tengah `wait and see` pertemuan FOMC The Fed
Dalam Negeri
Editor: Sigit Kurniawan
Jumat, 25 Juli 2025 – 18:10 WIBElshinta.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat di tengah pelaku pasar bersikap “wait and see” terhadap pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada pekan depan.
IHSG ditutup menguat 12,60 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.543,50. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,29 poin atau 0,66 persen ke posisi 794,51.
“Pasar menantikan lanjutan negosiasi dagang dan FOMC Meeting pekan depan,” sebut Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari mancanegara, mayoritas bursa saham kawasan Asia ditutup melemah di tengah meningkatnya konflik antara Thailand dan Kamboja, yang dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap perekonomian kedua negara yang bergantung dari pariwisata.
Pada pekan depan, banyak agenda global yang akan dicermati oleh para pelaku pasar, diantaranya negosiasi dagang lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan China di Stockholm, Swedia, pada 28 dan 29 Juli 2025, kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Skotlandia pada 25 sampai 29 Juli 2025, serta pertemuan FOMC The Fed pada 29 dan 30 Juli 2025.
Pada kunjungan ke Skotlandia, berpotensi adanya negosiasi lanjutan antara AS dengan Inggris mengenai tarif impor 25 persen atas produk baja dan aluminium dari Inggris.
Pada perjanjian awal antara AS dan Inggris yang mulai berlaku 30 Juni 2025 ada salah satu komitmen bahwa AS akan menghapus tarif impor produk baja dan aluminium dari Inggris tersebut.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor keuangan yang naik sebesar 1,68 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang naik masing- masing sebesar 0,99 persen dan 0,76 persen.
Sedangkan, empat sektor melemah yaitu dipimpin sektor barang konsumen kesehatan yang turun sebesar 0,77 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen primer yang turun masing- masing sebesar 0,68 persen dan 0,19 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CLAY, FUJI, PGUN, BUVA dan SMMA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FMII, FITT PANR, RELI, dan VTNY.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.433.111 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,25 miliar lembar saham senilai Rp12,21 triliun. Sebanyak 246 saham naik 255 saham menurun, dan 203 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 352,84 poin atau 0,84 persen ke 41.473,00, indeks Shanghai menguat 12,07 poin atau 0,33 persen ke 3.593,19, indeks Hang Seng melemah 278,27 poin atau 1,09 persen ke posisi 25.388,31, dan indeks Straits Times menguat 11,19 poin atau 0,28 persen ke 4.261,09.
Sumber : Antara
-

Banjir Hujatan Usai Curhat Tak Bisa Bertemu Gala, Mayang: Udah kebal
JAKARTA – Mayang Lucyana menuai hujatan usai dirinya mendapatkan penolakan dari keluarga Fuji untuk bertemu dengan keponakannya, Gala Sky di momen ulang tahunnya pada Senin, 14 Juli.
Mayang berdalih itu ia tidak berniat apa-apa saat mengunggah hal tersebut dan merasa kalau pihak warganet memiliki anggapan lain soal curahan harinya.
“Ya ini kan sebenarnya curahan hati aku aja sih. Ya mungkin netizen kan beranggapannya lain gitu ya. Aku kan curahan hati aku nggak yang gimana-gimana, nggak marah, nggak kecewa, tapi aku mencurahkan hati aku aja. Tapi ya netizen beranggapannya ya aku yang ke dulu lagi,” kata Mayang Lucyana di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa, 15 Juli.
Namun Mayang mengaku jadi sasaran hujatan warganet ini bukan menjadi kali pertamanya sehingga ia sudah kebal ketika kembali dihujat.
“Nggak hilang sih ya. Sebelum ada ini kejadian ini lagi, sebelumnya aku juga masih ada lah hujatan gitu. Masih ada beberapa hujatan, cuma ya kalau dihujat lagi aku nggak kaget gitu, karena sudah terbiasa juga,” ungkap Mayang.
“Jadi bukan suatu hal yang bikin aku, wah dihujat lagi nih. Karena sebelumnya sebelum aku jauh dari, Ini kan aku dihujat juga. Sudah kebal,” tandasnya.
-

Mantan Ketua Gaikindo Bambang Trisulo Meninggal Dunia
Jakarta –
Bambang Trisulo, tokoh otomotif nasional, mantan Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meninggal dunia.
“Bapak Bambang Trisulo yang menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan telah meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 2025,” sebagaimana disebut dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin, (7/7/2025).
Dalam catatan detikcom, Bambang memulai perjalanan kariernya menggeluti dunia otomotif yang dimulai pada tahun 1973. Saat itu, Bambang bergabung dengan Grup Astra sebagai teknisi.
Sebelum masuk ke Grup Astra, Bambang berprofesi sebagai tenaga pengajar di Teknik Mesin ITB. Setelah bergabung di Grup Astra, Bambang mengaku pernah beberapa kali pindah divisi.
Bambang Trisulo merupakan salah satu tokoh penting dalam industri otomotif Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai ketua Gaikindo dari 1999 hingga 2011.
Artinya beliau juga menjadi saksi sukesnya program mobil Low Cost Green Car (LCGC) yang bisa mendongkrak penjualan pada level 1 juta unit. Ini jadi bagian dari inisiatif pabrikan dan kolaborasi dengan pemerintah Indonesia untuk mengembangkan mobil harga terjangkau dan ramah lingkungan.
Program ini bertujuan untuk menyediakan kendaraan yang lebih terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah, serta mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan.
Bambang menjabat sebagai Komisaris Astra Otoparts sejak 12 April 2021 untuk periode kedelapan. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris PT Fuji Technica Indonesia, Komisaris PT Gaya Motor, serta Ketua Dewan Pengarah Lembaga Sertifikasi – Teknisi Otomotif Indonesia LSP-TO (sejak 2010) di bawah Badan Nasional Sertifikasi (BNSP).
Sepanjang hidupnya, Bambang Trisulo juga sudah menerbitkan buku berjudul ARSIP MOBIL KITA – Tamasja Sejarah, Seabad Perjalanan Mobil di Indonesia.
(riar/riar)
/data/photo/2025/08/21/68a6942da1931.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/04/14/67fc7fce51c66.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/08/20/68a5517f9b1fb.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/08/20/68a552ae54264.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2023/04/06/642e8a41e72ce.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)