Tag: Fachrul Razi

  • Masjid di Lumajang Jadi Rest Area Selama Libur Nataru, Boleh Menginap
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        26 Desember 2025

    Masjid di Lumajang Jadi Rest Area Selama Libur Nataru, Boleh Menginap Surabaya 26 Desember 2025

    Masjid di Lumajang Jadi Rest Area Selama Libur Nataru, Boleh Menginap
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Masjid di sepanjang jalan utama Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dijadikan rest area untuk warga yang berlibur di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
    Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten
    Lumajang
    , Ahmad Faisol Saifulloh mengatakan, di sepanjang jalan utama Lumajang mulai dari Kecamatan Ranuyoso hingga Jatiroto, masjid di pinggir jalan utama telah disiapkan untuk rest area.
    Demikian juga, masjid di jalan utama menuju ke Kabupaten Malang via Piket Nol di Kecamatan candipuro dan Pronojiwo.
    “Ini instruksi dari Bapak Menteri Agama, jadi masjid-masjid yang banyak dilalui kita tunjuk untuk dijadikan rest area,” kata Faisol di Lumajang, Jumat (26/12/2025).
    Faisol mengatakan, berbagai fasilitas pendukung seperti minuman ringan juga telah disiapkan oleh takmir masjid untuk menyambut warga yang hendak beristirahat.
    Menurut Faisol, hal ini merupakan wujud dari toleransi yang ada di Lumajang.
    Meski umat muslim tidak ikut merayakan Natal, tapi tetap berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada warga yang berlibur dalam rangka merayakan Natal.
    “Rest area itu disiapkan untuk menampung warga yang mudik atau berwisata yang kebetulan lewat untuk digunakan tempat istirahat dan tempat ibadah,” ujarnya.
    Faisol menegaskan, masjid yang digunakan rest area tidak hanya menampung warga yang beragama islam.
    Warga non muslim yang hendak beristirahat di masjid juga dipersilahkan asalkan tidak mengganggu proses ibadah.
    Bahkan, di masjid yang dijadikan rest area juga diperbolehkan untuk tempat menginap warga.
    “Warga non muslim boleh, menginap di masjid juga boleh, tapi kami imbau agar tidak sampai mengganggu jalannya ibadah di masjid,” tandasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tanggal 26 Desember 2025 Apakah Libur? Ini Penjelasan Resmi Cuti Bersama Natal

    Tanggal 26 Desember 2025 Apakah Libur? Ini Penjelasan Resmi Cuti Bersama Natal

    Liputan6.com, Jakarta – Kabar gembira bagi masyarakat Indonesia yang telah menantikan waktu istirahat panjang saat penghujung tahun. Pemerintah telah resmi menetapkan 26 Desember 2025 adalah hari libur cuti bersama dalam rangka perayaan Hari Raya Natal. Penetapan ini diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, memberikan kepastian bagi masyarakat untuk merencanakan aktivitas akhir tahun.

    Keputusan ini secara khusus ditandatangani oleh Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Tujuannya tidak hanya untuk memberikan waktu istirahat yang memadai bagi masyarakat, tetapi juga untuk mendorong sektor ekonomi dan pariwisata nasional agar lebih bergairah.

    Dengan penetapan ini, masyarakat dapat menikmati libur panjang yang berpotensi mencapai empat hari berturut-turut. Hari Raya Natal sendiri jatuh pada Kamis, 25 Desember 2025, yang merupakan hari libur nasional. Sementara itu, total hari libur pada 2025 mencapai 27 hari, terdiri dari 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti bersama.

    Adapun Pemerintah Indonesia telah merilis jadwal libur nasional dan cuti bersama untuk 2025, termasuk penetapan tanggal 26 Desember 2025 apakah libur. Ketetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri. SKB tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

    Cuti bersama Natal pada Jumat, 26 Desember 2025, secara spesifik disebut sebagai Cuti Bersama Kelahiran Yesus Kristus dalam beberapa sumber resmi. Penetapan ini melengkapi hari libur nasional Hari Raya Natal yang jatuh pada Kamis, 25 Desember 2025.

  • Ingat Saudara Kita yang Tertimpa Musibah

    Ingat Saudara Kita yang Tertimpa Musibah

    Liputan6.com, Manado – Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Jemaat GMIM Sentrum Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (25/12/2025).

    Di tengah sukacita perayaan Natal, Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) KH Nasaruddin Umar hadir langsung menyapa umat Kristiani di Bumi Nyiur Melambai dengan membawa pesan yang menyentuh hati.

    Bukan sekadar kunjungan seremonial, kehadiran Menag Nasaruddin Umar yang didampingi Kakanwil Kemenag Sulut, H Ulyas Taha menjadi simbol kuatnya toleransi di Sulut.

    Dalam sambutannya, dia memberikan catatan khusus agar perayaan Natal tahun ini dimaknai dengan lebih mendalam, yakni melalui kesederhanaan dan empati.

    Menag Nasaruddin mengingatkan bahwa di balik gemerlap perayaan, bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan berupa bencana di beberapa daerah.

    “Di tengah sukacita Natal, kita tidak boleh lupa bahwa masih ada saudara-saudari kita di berbagai daerah yang sedang menghadapi musibah. Karena itu, Natal hendaknya dirayakan dengan kesederhanaan, empati, dan solidaritas,” Ujar Menag di hadapan jemaat, Kamis (25/12/2025).

    Menurut dia, Natal adalah momentum terbaik untuk tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga mempertebal rasa kemanusiaan dan persaudaraan lintas iman.

    “Nilai-nilai inilah yang dianggap sebagai fondasi utama dalam merawat Indonesia yang damai dan berkeadilan,” ucap Nasaruddin.

    Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha menilai, kedatangan Menteri Agama ke Manado tepat pada hari Natal merupakan pengakuan atas status Sulawesi Utara sebagai barometer kerukunan di Indonesia.

    “Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang rukun, harmonis, dan saling peduli. Kehadiran Bapak Menteri Agama pada perayaan Natal ini semakin meneguhkan komitmen kita semua untuk terus merawat kebersamaan lintas agama,” kata Ulyas.

     

    Sebuah pohon Natal setinggi enam meter berdiri di halaman Gereja Santa Maria Bunda Kristus, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

  • Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran

    Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran

    Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Gereja Katedral Jakarta dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Susyana Suwadie menuturkan, nilai toleransi umat beragama terlihat di antara Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal setiap Perayaan Natal.
    Salah satu toleransi itu ialah tersedianya kantong parkir di
    Masjid Istiqlal
    yang digunakan oleh jemaat
    Gereja Katedral
    ketika ingin beribadah Misa.
    “Sudah berlangsung juga puluhan tahun, di mana setiap kali hari besar, kami kan harus mendirikan tenda untuk menambah kapasitas duduk sehingga kami tidak memiliki lahan parkir. Imam Besar (Masjid Istiqlal) selalu memberikan tempat, mempersilakan untuk umat memarkirkan kendaraan,” ujar Susyana di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).
    Susyana menuturkan, Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal memang sudah sejak awal direncanakan berdampingan saat Presiden RI Soekarno menetapkan Masjid Raya yang dibangun di dekat Katedral.
    “Sampai akhirnya 2022 itu dibangun terowongan, selesai, kemudian bisa digunakan, itu menambah kembali kemudahan,” tuturnya.
    Susyana mengatakan, kantong parkir
    basement
    di Masjid Istiqlal bisa menampung 700 sampai 800 kendaraan.
    Jemaat gereja yang parkir di
    basement
    tersebut dapat langsung terhubung lewat
    Terowongan Silaturahmi
    tanpa menyeberangi jalan.
    “Jadi menghindari juga menyeberang jalan di sana, karena kita ketahui jalanan sekecil inipun tapi intensitasnya cukup tinggi,” ucapnya.
    Menurut Susyana, Terowongan Silaturahmi bukan hanya sekadar kemudahan akses, tetapi menjadikan hidup antarumat beragama semakin erat.
    “Jadi pesan dari Imam Besar yang sekarang menjadi Menteri Agama dan juga Bapak Kardinal, bahwa terowongan ini bukan hanya cuma sebagai sebuah kotak kosong yang dilalui, tetapi harus punya pesan,” kata Susyana.
    “Jadi memiliki pesan dari kedua tokoh kita bahwa membuat instalasi seni itu harus memiliki pesan ada toleransi, cinta Tanah Air, dan juga saling menghargai tradisi satu sama lain,” lanjutnya.
    Pada akhirnya, Terowongan Silaturahmi itu kini menjadi inspirasi tamu-tamu dari dalam maupun luar negeri yang ingin mengunjungi Masjid Istiqlal sekaligus Gereja Katedral.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Momen Haru Menag Ucapkan Selamat Natal di Gereja Katedral Manado

    Momen Haru Menag Ucapkan Selamat Natal di Gereja Katedral Manado

    Jakarta: Menteri Agama, Nasaruddin Umar menghadiri Perayaan Natal di Gereja Katedral Hati Tersuci Maria, Manado, Rabu, 24 Desember 2025. Kehadiran Menteri Agama menegaskan komitmen pemerintah dalam merawat kerukunan umat beragama serta memperkuat persaudaraan lintasiman di Indonesia.

    Menteri Agama disambut langsung oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, para pastor, serta ribuan umat Katolik yang memadati Katedral Manado. Dalam sambutannya, Menag menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada seluruh umat Katolik di Sulawesi Utara dan di seluruh Indonesia.

    Menag menegaskan bahwa Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk menghadirkan nilai kasih, kepedulian, dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat. “Di tengah berbagai tantangan bangsa, Natal mengingatkan kita bahwa iman harus terwujud dalam kepedulian nyata kepada sesama. Solidaritas, empati, dan persaudaraan adalah kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa,” tegas Menag.

    Ia juga mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat harmoni sosial sebagai fondasi penting dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan berkeadaban.

    Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama dalam Perayaan Natal tersebut. Menurutnya, kehadiran Menag mencerminkan perhatian dan kepedulian negara terhadap kehidupan umat beragama.

    “Kami berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri Agama. Ini menjadi penguatan bagi kami bahwa Gereja dan pemerintah berjalan bersama dalam membangun kehidupan beragama yang rukun dan penuh kasih,” ujar Uskup.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Ulyas Taha, juga menyampaikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan harmoni antarumat beragama.

    “Sulawesi Utara adalah rumah bersama yang rukun. Nilai kebersamaan dan kepedulian terus kami rawat bersama seluruh elemen masyarakat dan umat beragama,” kata Ulyas.

    Turut hadir dalam perayaan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag RI, jajaran Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, Rektor IAIN Manado, Rektor IAKN Manado, serta para undangan lainnya.

    Kehadiran Menteri Agama dalam Perayaan Natal di Katedral Manado menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus menghadirkan negara dalam merawat kerukunan umat beragama, memperkuat persaudaraan lintas iman, serta menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.
     

    Baca Juga :

    50 Ucapan Natal dari Mahasiswa ke Dosennya, Dijamin Bikin Terharu

    Jakarta: Menteri Agama, Nasaruddin Umar menghadiri Perayaan Natal di Gereja Katedral Hati Tersuci Maria, Manado, Rabu, 24 Desember 2025. Kehadiran Menteri Agama menegaskan komitmen pemerintah dalam merawat kerukunan umat beragama serta memperkuat persaudaraan lintasiman di Indonesia.
     
    Menteri Agama disambut langsung oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, para pastor, serta ribuan umat Katolik yang memadati Katedral Manado. Dalam sambutannya, Menag menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada seluruh umat Katolik di Sulawesi Utara dan di seluruh Indonesia.
     
    Menag menegaskan bahwa Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk menghadirkan nilai kasih, kepedulian, dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat. “Di tengah berbagai tantangan bangsa, Natal mengingatkan kita bahwa iman harus terwujud dalam kepedulian nyata kepada sesama. Solidaritas, empati, dan persaudaraan adalah kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa,” tegas Menag.

    Ia juga mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat harmoni sosial sebagai fondasi penting dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan berkeadaban.
     
    Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama dalam Perayaan Natal tersebut. Menurutnya, kehadiran Menag mencerminkan perhatian dan kepedulian negara terhadap kehidupan umat beragama.
     
    “Kami berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri Agama. Ini menjadi penguatan bagi kami bahwa Gereja dan pemerintah berjalan bersama dalam membangun kehidupan beragama yang rukun dan penuh kasih,” ujar Uskup.
     
    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Ulyas Taha, juga menyampaikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan harmoni antarumat beragama.
     
    “Sulawesi Utara adalah rumah bersama yang rukun. Nilai kebersamaan dan kepedulian terus kami rawat bersama seluruh elemen masyarakat dan umat beragama,” kata Ulyas.
     
    Turut hadir dalam perayaan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag RI, jajaran Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, Rektor IAIN Manado, Rektor IAKN Manado, serta para undangan lainnya.
     
    Kehadiran Menteri Agama dalam Perayaan Natal di Katedral Manado menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus menghadirkan negara dalam merawat kerukunan umat beragama, memperkuat persaudaraan lintas iman, serta menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.
     

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (CEU)

  • 8 Arahan Seskab untuk Akselerasi Pasca Bencana

    8 Arahan Seskab untuk Akselerasi Pasca Bencana

    Jakarta

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan arahan kepada sejumlah menteri terkait akselerasi pemulihan pascabencana di 3 provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Sumatra Utara (Sumut), dan Aceh. Apa saja arahannya?

    Dari informasi yang diperoleh detikcom, Kamis (25/12/2026) berikut poin-poin arahan Sekab:

    1. Menkes agar memastikan rumah sakit (RS) di setiap kabupaten sudah harus operasi per 29 Desember;

    2. Mendikdasnen agar memastikan SD, SMA dan SMA di daerah terdampak segera operasional kegiatan anak-anak;

    3. Menteri Agama agar memastikan masjid besar sudah mulai kegiatan ibadah. Al-Qur’an, sajadah, dan air disiapkan;

    5. BP BUMN agar memastikan lahan BUMN untuk minimal 500 hunian sementara (huntara);

    6. Menpera agar memastikan membangun hunian tetap (huntap) di 3 provinsi sebelum 31 Desember;

    7. Mendagri agar menghidupkan aktivitas pemda dan perangkat terutama untuk persiapan Dukcapil dan Tanah. Pemda diharapkan mempersiapkan lahan untuk Huntara dan Huntap;

    8. Menkomdigi bersama BUMN agar memastikan BTS berfungsi dengan baik sebelum 31 Desember

    (jbr/dhn)

  • Maknai Natal 2025 dengan Merawat Keluarga, Bumi dan Berbagi Beban Luka

    Maknai Natal 2025 dengan Merawat Keluarga, Bumi dan Berbagi Beban Luka

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal tahun 2025 sebagai panggilan untuk kembali merawat keluarga yang merupakan tempat pertama di mana kasih, iman, dan harapan dilahirkan.

    Dia menegaskan dari rumah-rumah yang utuh dan penuh kasih, lahir gereja yang kuat, masyarakat yang rukun, dan Indonesia yang berpengharapan.

    “Jika keluarga dipulihkan, maka gereja akan bertumbuh. Jika gereja kuat, masyarakat menjadi rukun. Dan jika keluarga-keluarga kita tangguh, bangsa ini akan menemukan kembali arah dan harapannya,” kata Nasaruddin dikutip dari siaran pers, Kamis (25/12/2025).

    Menurut dia, di tengah arus polarisasi, tekanan ekonomi, dan dampak bencana yang masih dirasakan banyak keluarga, rumah harus kembali menjadi ruang aman bagi iman dan kemanusiaan. Untuk itu, kata Nasaruriddin, Kemenag menempatkan penguatan ketahanan keluarga sebagai salah satu agenda strategis.

    “Keluarga tidak hanya mendidik anak, tetapi menanamkan nilai moderasi, empati, dan tanggung jawab sosial sejak dini. Keluarga yang sehat secara spiritual dan sosial adalah fondasi paling kokoh bagi Indonesia yang damai dan beradab,” tegasnya.

    Nasaruddin juga memaknai Natal sebagai panggilan iman untuk merawat bumi. Di hadapan krisis iklim dan kerusakan lingkungan, setiap keluarga dipanggil untuk menjadi bagian dari solusi.

    “Iman harus menyentuh cara kita hidup. Mengurangi plastik, menanam pohon, menghemat energi—itulah bentuk syukur kita kepada Tuhan atas ciptaan-Nya,” ujarnya.

     

  • Natal 2025, warga DKI diimbau terus merawat harmoni dan solidaritas

    Natal 2025, warga DKI diimbau terus merawat harmoni dan solidaritas

    Jakarta (ANTARA) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta mengimbau umat Kristiani dan warga di Jakarta terus merawat harmoni, menghargai keragaman, memperkuat persaudaraan serta memupuk solidaritas.

    “Terutama memupuk solidaritas bagi kawan kawan kita yang sedang menghadapi musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag DKI Jakarta, Adib, saat dihubungi terkait rangka perayaan Natal 2025 di Jakarta, Kamis.

    Untuk penyambutan Tahun 2026, menurut Adib, sebaiknya dilakukan dengan penuh kesadaran dan empati terhadap masyarakat di Pulau Sumatera yang masih dalam situasi pemulihan pascabencana.

    Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang menegaskan bahwa keluarga merupakan jantung kehidupan berbangsa.

    Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal kali ini sebagai panggilan untuk kembali merawat keluarga, yakni tempat pertama kasih, iman dan harapan dilahirkan.

    Menurut Menag, di tengah arus polarisasi, tekanan ekonomi dan dampak bencana yang masih dirasakan banyak keluarga, rumah harus kembali menjadi ruang aman bagi iman dan kemanusiaan.

    Di Jakarta, ajakan untuk mendoakan warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor d Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Jawa Tengah pun disuarakan. Salah satunya oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

    “Kita tidak boleh menutup mata terhadap duka saudara-saudara kita. Mari kita panjatkan doa agar mereka diberi kekuatan dan harapan untuk bangkit kembali,” katanya saat menutup rangkaian “Christmas Carol Colossal Tahun 2025” di Jakarta Pusat, Selasa (23/12).

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Catat, Jadwal Ganjil Genap di Jakarta Saat Libur Natal dan Tahun Baru

    Catat, Jadwal Ganjil Genap di Jakarta Saat Libur Natal dan Tahun Baru

    Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menambahkan, peniadaan kebijakan ini sesuai dengan aturan terkait libur nasional. Keputusan peniadaan ganjil genap ini diambil untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin merayakan momen Natal dan malam pergantian tahun di wilayah ibu kota tanpa terkendala aturan pelat nomor.

    Penonaktifan sistem ganjil genap di wilayah DKI Jakarta mengacu pada dua landasan hukum utama. Pertama Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan MenPAN-RB Nomor 1497 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

    Lalu, Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 Pasal 3 ayat (3), yang menyatakan bahwa pembatasan lalu lintas Ganjil Genap tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional yang ditetapkan oleh Keputusan Presiden.

    Masyarakat di ibu kota juga diharapkan agar tetap memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan, mengingat volume kendaraan diprediksi akan meningkat pada hari libur awal tahun tersebut.

     

    Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberlakukan aturan terbaru tentang sistem ganjil genap di Jakarta. Mulai 18 Oktober 2021, ganjil genap di Jakarta berlaku pada pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB.

  • Santai Dikritik, Menag: Lebih Banyak Orang Jatuh karena Dipuji

    Santai Dikritik, Menag: Lebih Banyak Orang Jatuh karena Dipuji

    Santai Dikritik, Menag: Lebih Banyak Orang Jatuh karena Dipuji
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengaku tidak pernah tersinggung jika sedang disorot atau dikritik oleh media.
    Nasaruddin menganggap kritik yang dialamatkan kepadanya adalah upaya untuk memperbaiki diri.
    “Kami tidak pernah tersinggung kalau media menyorot negatif kami. Bagi kami, kritik itu adalah upaya untuk memperbaiki diri. Lebih banyak orang jatuh karena dipuji daripada dikritik,” ujar Nasaruddin dalam Dialog Media Refleksi Kinerja Tahun 2025 di Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2025).
    Pesan ini juga disampaikan Nasaruddin kepada bawahannya agar para pejabat Kemenag tidak tersinggung ketika sedang dikritik.
    Menurut Nasaruddin, kritik itu seperti bisikan dari malaikat yang dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.
    “Itu syukuri itu, itu bisikan malaikat itu. Tapi kalau memuji, menjilat-jilat, itu bisikan iblis. Nah, masalah kita sekarang ini jangan sampai memalaikatkan iblis atau mengibliskan malaikat. Biarkanlah malaikat harus jadi malaikat dan iblis itu harus jadi iblis,” kata dia.
    Lebih lanjut, Nasaruddin mengatakan bahwa instansinya tidak terlalu mementingkan popularitas dan memilih fokus memberikan yang terbaik untuk negara.
    “Kita harus melewati fase-fase popularitas. Kami tidak butuh popularitas, tapi seberapa besar yang kami bisa lakukan untuk bangsa yang tercinta ini,” ucap Nasaruddin.
    Itu sebabnya, kata Menag, ia tidak pernah “mabuk” dengan berbagai macam penghargaan demi penghargaan yang diraih Kemenag.
    “Makanya kami tidak pernah mabuk dengan berbagai macam pujian “tiga bulan terbaik, satu tahun terbaik”, tenang-tenang saja,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal itu.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.