Tag: Fachrul Razi

  • Menag Beri Penjelasan soal Tak Ada Azan di PIK: Kita kan Negara Pancasila

    Menag Beri Penjelasan soal Tak Ada Azan di PIK: Kita kan Negara Pancasila

  • GPIB Immanuel Terima Kasih ke Pemerintah Jaga Keamanan: Artinya Kita Boleh Beribadah dengan Baik – Halaman all

    GPIB Immanuel Terima Kasih ke Pemerintah Jaga Keamanan: Artinya Kita Boleh Beribadah dengan Baik – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pendeta Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta, Abraham Ruben Persang berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian atas pelaksanaan ibadah umat kristiani di hari Natal, Rabu (25/12/2024).

    “Kami mengucapkan terima kasih semua pihak, media dan aparat, sehingga berjalan dengan baik. Apalagi ada perhatian juga dari pemerintah dan Menko Polkam, Panglima TNI, Kapolri, dan Pj Gubernur Jakarta dan Menteri Agama,” kata Pendeta Ruben di GPIB Immanuel Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu. 

    Pendeta Ruben mengatakan, perhatian yang diberikan pemerintah sebagai pertanda bahwa umat kristiani juga boleh melaksanakan ibadah dengan baik, lancar dan aman. 

    Terciptanya kondisi ini turut membuat para jemaat gereja menjadi sukacita dalam merayakan hari Natal dan beribadah di gereja. 

    “Itu berarti kita juga boleh melaksanakan ibadah ini dengan baik lancar aman dan tentu membuat sukacita buat umat,” katanya.

    Dalam perayaan natal tahun ini, GPIB Immanuel Jakarta membawa tema yang diambil dari Ayat Lukas 2:8-16 yang bermakna ‘Kesederhaan Natal Kristus Membawa Kesukacitaan Besar bagi Dunia’.

    Lewat tema ini GPIB Immanuel mengajak umat untuk merayakan natal bukan hanya sebatas berhias atau mempercantik rumah maupun tempat ibadah, tapi lebih kepada berkontribusi karya kepada masyarakat.

    “Artinya, kita mau mengajak umat perayaan natal bukan diutamakan hiasannya, tetapi lebih pada kontribusi karya kita untuk berbagi dan baik kepada masyarakat,” kata dia.

    Adapun berdasarkan pantauan di lokasi, bersiaga petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengatur lalu lintas di Jalan Pejambon, mengingat pintu keluar masuk kendaraan jemaat berada di ruas ini.

    Sementara pada sisi dalam pagar GPIB Immanuel, turut berjaga aparat kepolisian dan satuan brimob, ada juga satu unit mobil ambulans yang terparkir di sisi barat gedung gereja.

    GPIB Immanuel Jakarta melaksanakan ibadah hari Natal pada Rabu (25/12/2024), yang dibagi dalam tiga sesi.

    Sesi pertama berlangsung pada pukul 09.00 WIB dipimpin oleh Pendeta Abraham Ruben Persang, dengan tema ibadah Hari Natal Yesus Kristus.

    Kemudian sesi kedua berlangsung pada 16.00 WIB, dengan tema Christmas Worship dan dipimpin oleh Vic. Pauline Patricia Lagonda.

    Sesi terakhir sekaligus perayaan puncak natal berlangsung pada 18.00 WIB dipimpin oleh Pendeta Artomilka Lia Persang Bara.

  • Berbagi Kuasa lewat Kursi Wakil Menteri

    Berbagi Kuasa lewat Kursi Wakil Menteri

    JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan segera menambah jumlah wakil menteri di dalam Kabinet Indonesia Maju. Langkah ini konon sengaja diambil untuk melunasi ‘utang’ politik presiden kepada para pendukung yang belum kebagian jatah.

    Kabar penambahan jumlah wakil menteri ini kali pertama disampaikan oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Menurut Moeldoko, ada enam jumlah wakil menteri yang akan disisipkan ke dalam kabinet. Namun, Moeldoko mengaku belum tahu ke mana keenam wakil menteri itu akan ditempatkan.

    Pernyataan berbeda justru disampaikan oleh Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman. Meski membenarkan rencana penambahan wakil menteri, Fadjroel membantah jumlah enam orang yang disampaikan Moeldoko.

    Menurut Fadjroel, saat ini hanya ada satu wakil menteri tambahan, yakni Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bakal diangkat sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 tahun 2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Sedangkan satu jabatan tambahan lainnya adalah Wakil Panglima TNI yang pengangkatannya sesuai dengan Perpres 66 tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI.

    “Jadi (Perpres) yang sudah terbit kami akan proses secepatnya (pemilihan wamen), ini masih dalam proses,” kata Fadjroel di Jakarta, Minggu, 11 September 2019.

    Komisaris Utama PT Adhi Karya Persero itu menyatakan penambahan jumlah menteri tak semata karena utang politik. Menurutnya, rencana ini didasari pada kebutuhan. “Semuanya pasti menunjuk pada tugas khusus atau prioritas,” ungkap Fadjroel.

    Membebani APBN

    Meski pihak istana mengatakan wakil menteri ini diperlukan untuk membantu kerja para menteri, tapi tidak bagi pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin.

    Menurutnya, tak perlu lagi ada penambahan wakil menteri yang menambah beban APBN untuk operasionalnya. Apalagi, beberapa waktu yang lalu sudah ada 12 wakil menteri yang dilantik.

    Lagipula, proporsi kebutuhan yang disampaikan pemerintah tak lebih dari dalih belaka. Ujang menganalisis, penambahan wakil menteri di kabinet periode 2019-2024 hanya politik balas budi.

    Jokowi bersama pimpinan parpol pendukung (Istimewa)

    Menurut Ujang, sulit memungkiri adanya upaya mengakomodir kepentingan mereka yang berjasa –namun belum mendapat jatah kekuasaan– kepada Jokowi-Ma’ruf Amin saat masa Pilpres 2019.

    Kalau kamu ingat, pascapelantikan 12 wakil menteri sebelumnya, Jokowi mendapat kritikan dari beberapa partai politik pendukungnya karena tak mendapat jatah.

    Salah satunya adalah Partai Hanura. “Nah, agar mereka diam dan tidak kritik lagi, maka akan dapat jabatan juga. Bisa saja mereka diberi posisi wamen,” kata Ujang saat dihubungi VOI.

    Katanya mau hemat anggaran

    Penambahan posisi wamen ini, menurut Ujang jadi salah satu contoh inkonsistensi pemerintah terkait penghematan anggaran. Padahal, Jokowi dan jajarannya seringkali mengingatkan agar anggaran bisa dihemat agar dinikmati rakyat.

    Tapi, di saat bersamaan, Jokowi dianggap Ujang malah menambah jabatan yang fasilitas dan operasionalnya menggunakan APBN.

    “Di saat bersamaan, demi kepentingan politik, (Jokowi) akan menambah wakil menteri dan itu membebani anggaran. Elite pendukung Jokowi untung, rakyat buntung. Elite pendukung happy, rakyat gigit jari,” tegas dia.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi telah melantik 12 wakil menteri untuk sebelas kementerian pada Jumat 25 Oktober 2019 di Istana Kepresidenan, Jakarta.

    Pengumuman nama wakil menteri oleh Jokowi-Ma’ruf (setkab.go.id)

    Mereka yang dilantik saat itu adalah Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo.

    Selain itu ada juga Wakil Menteri LHK Alue Dohong, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Surya Tjandra, Wakil Menteri BUMN Budi Sadikin, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo.

  • Pesan Natal Uskup Agung Jakarta Soroti Kasus Korupsi Indonesia: Akhir-Akhir Ini untuk Jegal Orang – Page 3

    Pesan Natal Uskup Agung Jakarta Soroti Kasus Korupsi Indonesia: Akhir-Akhir Ini untuk Jegal Orang – Page 3

    Jajaran Menteri Kabinet Merah Putih serta Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi menyambangi Gereja Katedral, Jakarta Pusat pada Selasa 24 Desember 2024.

    Kunjungan dilakukan jelang Misa Malam Natal dan Misa Natal di Katedral berlangsung.

    Nampak hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Agama (Menag) Nasruddin Umar, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan.

    Pada kesempatan ini, jajaran pejabat yang hadir disambut Keuskupan Agung Gereja Katedral. Jajaran menteri itu menyampaikan selamat Hari Raya Natal 2024 bagi umat Kristiani yang merayakan.

    “Atas nama pribadi, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), serta pemerintah, kami mengucapkan Selamat Hari Natal kepada Bapak/Ibu umat Kristiani,” kata Pratikno.

    Pratikno berharap agar Natal 2024 membawa perdamaian, kebahagiaan, serta kesejahteraan bagi semua umat lintas agama. Terlebih, kata dia bangsa Indonesia menghargai perbedaan.

    “Sebagai bangsa yang menjunjung semangat Bhinneka Tunggal Ika, mari kita saling menghargai antarsesama umat beragama,” ucap dia.

    Pratikno menyatakan, pemerintah bekerja keras menjamin agar pelaksanaan ibadah Natal 2024 berjalan dengan aman, nyaman, dan tertib.

    Selain itu, kata dia pemerintah berupaya memberikan layanan terbaik bagi umat Kristiani yang melakukan perjalanan selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    “Sekali lagi, kami mengucapkan Selamat Hari Natal dan semoga damai sejahtera selalu menyertai,” kata Pratikno.

  • Kapolri Pastikan Misa Natal Berjalan Aman

    Kapolri Pastikan Misa Natal Berjalan Aman

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan ibadah Misa Natal di Hari Raya Natal 2024 berjalan dengan aman. Sebab, skema pengamanan yang diterapkan sangat maksimal.

    Pola pengamanan yang diterapkan mulai dari sterilisasi hingga pengerahan personel untuk berjaga di tempat ibadah.

    “Tentunnya kami sudah memerintahkan anggota untuk melakukan pengamanan mulai dari sterilisasi di awal, sampai dengan memastikan bahwa seluruh SOP terkait dengan pengamanan berjalan dengan baik,” ujar Sigit di Gereja Katedral Jakarta, Selasa, 24 September.

    Tak hanya personel Polri, pada skema pengamanan yang diterapkan turut melibatkan prajurit TNI hingga organisasi masyarakat (ormas).

    Dengan pelibatan tersebut, diharapkan seluruh umat Nasrani dapat menjalankan ibadah Misa Natal dengan aman dan nyaman.

    “Tentunya jemaah yang ikut dalam kegiatan ibadah semuanya merasa aman dan bisa suka cita khidmat dalam melaksanakan ibadah karena kami TNI dan Polri beserta sleuruh stakeholder terkait menjaga dan mengamankan seluruh rangkaian,” ucapnya.

    “Sehingga harapan kita ibadah bisa dilaksanakan dengan baik dan tentunya suka cita damai, Natal betul-betul bisa dirasakan oleh seluruh umat Kristiani yang melaksanakan ibadah,” sambung Sigit.

    Kapolri menijau pengamanan di tiga gereja yakni Gereja Katedral Jakarta, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Samanhudi, dan Gereja (GPIB) Immanuel Jakarta.

    Peninjauan dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

  • Nasaruddin Umar Luruskan Ucapan Tak Ada Suara Azan di PIK

    Nasaruddin Umar Luruskan Ucapan Tak Ada Suara Azan di PIK

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat untuk menjadikan kawasan di Indonesia sebagai kota religi. Itu ditandai dengan kehadiran beragam rumah ibadah, baik masjid, gereja, pura, wihara, klenteng, dan lainnya.

    Menurut Menag, kehadiran rumah ibadah sangat penting sebagai sarana umat menghidupkan suasana batin dan religiusitasnya.

    Kehidupan perkotaan yang diwarnai gedung pencakar langit, kata Menag, tidak jarang mendorong orang untuk terjebak hanya pada urusan duniawi. Kehadiran rumah ibadah diharapkan bisa menjadi oase yang menyejukkan sekaligus mengingatkan umat tentang Tuhan dan kematian.

    “Begitu lihat masjid, begitu lihat gereja, pura, vihara, klenteng, kita jadi ingat bahwa kita akan mati, lalu persiapan kita apa. Jadi betapa perlunya ada suara-suara religi pada setiap (kawasan) penduduk,” tuturnya usai menyapa umat Kristiani yang sedang merayakan Natal di sejumlah gereja di Jakarta, Selasa (24/12/2024).

    Penegasan Nasaruddin itu seolah meluruskan pernyataan sebelumnya terkait tak ada suara azan di Pantai Indah Kapuk (PIK).

    Saat itu Nasaruddin menyayangkan sepanjang jalan protokol Thamrin-Sudirman dan Kuningan Jakarta tidak ada masjid yang menonjol.

    “Di jalan Thamrin-Sudirman, itu segitiga emas. Sepanjang Thamrin-Sudirman dan sepanjang Kuningan tidak ada masjid nongol di jalan,” katanya pada 18 Desember lalu. (Pram/fajar)

  • Pesan Natal 2024 Uskup Agung Jakarta: Ingatkan Tugas Pemimpin untuk Melayani, Bukan Dilayani – Page 3

    Pesan Natal 2024 Uskup Agung Jakarta: Ingatkan Tugas Pemimpin untuk Melayani, Bukan Dilayani – Page 3

    Nampak hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Agama (Menag) Nasruddin Umar, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan.

    Pada kesempatan ini, jajaran pejabat yang hadir disambut Keuskupan Agung Gereja Katedral. Jajaran menteri itu menyampaikan selamat Hari Raya Natal 2024 bagi umat Kristiani yang merayakan.

    “Atas nama pribadi, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), serta pemerintah, kami mengucapkan Selamat Hari Natal kepada Bapak/Ibu umat Kristiani,” kata Pratikno.

    Pratikno berharap agar Natal 2024 membawa perdamaian, kebahagiaan, serta kesejahteraan bagi semua umat lintas agama. Terlebih, kata dia bangsa Indonesia menghargai perbedaan.

    “Sebagai bangsa yang menjunjung semangat Bhinneka Tunggal Ika, mari kita saling menghargai antarsesama umat beragama,” ucap dia.

    Pratikno menyatakan, pemerintah bekerja keras menjamin agar pelaksanaan ibadah Natal 2024 berjalan dengan aman, nyaman, dan tertib.

    Selain itu, kata dia pemerintah berupaya memberikan layanan terbaik bagi umat Kristiani yang melakukan perjalanan selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    “Sekali lagi, kami mengucapkan Selamat Hari Natal dan semoga damai sejahtera selalu menyertai,” kata Pratikno.

  • Menag sebut tak ada suara azan di PIK, betulkah tidak ada masjid di kawasan elite itu? – Halaman all

    Menag sebut tak ada suara azan di PIK, betulkah tidak ada masjid di kawasan elite itu? – Halaman all

    Pernyataan Menteri Agama, Nazaruddin Umar, yang menyoroti minimnya masjid di kawasan elite Pantai Indah Kapuk (PIK) dianggap tidak mencerminkan sikap pejabat negara dan terkesan mengistimewakan kelompok mayoritas, menurut pegiat kebebasan beragama dan berkeyakinan.

    Pegiat kebebasan beragama dan berkeyakinan dari Sejuk, Thowik, menyebut apa yang disampaikan Nazaruddin Umar tidak relevan karena kawasan tersebut mayoritas dihuni oleh non-muslim dan tidak pernah ada persoalan pelarangan pendirian masjid.

    Pengamat properti, Ali Tranghanda, bilang di sejumlah kawasan yang mayoritas penduduknya non-Muslim pendirian masjid memang tidak akan sebanyak di wilayah lain seperti Depok atau Bekasi, Jawa Barat—wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim.

    Dia berharap pernyataan menteri agama tidak menjadi polemik panjang sehingga memunculkan persepsi negatif.

    Lalu seperti apa tanggapan pekerja Muslim yang berada di kawasan elite PIK betulkah sulit menemukan masjid?

    Apa yang disampaikan Menag?

    Pada Pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar pekan lalu, organisasi ini mengundang sejumlah tokoh.

    Mulai dari Kapolri Listyo Sigit, Panglima TNI Agus Subiyanto, mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, hingga Menteri Agama Nazaruddin Umar.

    Ketika menyampaikan pidato di depan pejabat MUI dan tokoh-tokoh publik, Nazaruddin mulanya berbicara tentang tantangan menjadi ulama di era post-truth atau pascakebenaran.

    BBC News Indonesia hadir di WhatsApp.

    Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia, langsung di WhatsApp Anda.

    Menurutnya, pada era pascakebenaran, masyarakat tidak lagi sepenuhnya mendengarkan apa kata ulama lantaran begitu banyak “kebisingan” informasi.

    Ia lalu menyoroti minimnya masjid di sejumlah kawasan elite di DKI Jakarta, seperti Jalan Thamrin-Sudirman dan Pantai Indah Kapuk (PIK), ketika berbicara dalam acara tersebut.

    “Kita berada di Jalan Thamrin-Sudirman, ini segitiga emas, sekalian sepanjang Thamrin-Sudirman dan sepanjang Kuningan tidak ada masjid nongol di jalan,” ungkapnya seperti dilansir situs mui.or.id.

    Nazaruddin bilang sebagai pusat kota metropolitan di negara dengan penduduk Muslim terbanyak, “semestinya kita jangan biarkan daerah Jakarta tidak ada masjidnya”.

    “Sekitar 1.000 hektare di Pantai Indak Kapuk (PIK) tidak ada suara azan,” sambungnya.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan ketika masuk ke kawasan PIK, dirinya melihat sebuah rumah ibadah Buddha yang begitu besar dan megah.

    Namun umat Islam, klaimnya, setengah mati mencari tempat ibadah seperti masjid untuk salat di PIK.

    “Jadi saya mengimbau kita semua [termasuk] MUI. Jangan pernah kita membiarkan ruang yang luas ini tidak ada simbol-simbol ke-Islamannya,” imbuhnya.

    Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal ini lantas mengatakan dirinya sudah berusaha untuk membangun masjid di PIK. Akhirnya di sana akan dibangun kompleks syariah seluas 30 hektare.

    “Kita sudah bangun musala di lantai 4. Jadi kedengaran suara azan. Sepanjang itu tadi, dibangun tulisan-tulisan asing China, tidak ada musala, jadi saya minta dikawasan ini ada aktivitas keislaman.”

    Benarkah tidak ada suara azan di PIK?

    Siapa pun yang hendak pelesir ke kawasan Pantai Indak Kapuk (PIK) 1 maupun 2 yang terletak di utara Jakarta ini, memang akan terasa nuansa yang berbeda.

    Di sepanjang sisi kanan-kiri jalan, berderet restoran dan kafe mewah yang menyajikan beragam hidangan dari sejumlah negara: China, Thailand, Korea, Jepang, Indonesia, bahkan Timur Tengah.

    Maka tak salah kalau ada ornamen-ornamen atau aksara Mandarin bertengger di beberapa tempat serta bangunan khas pecinaan.

    Pengamat properti, Ali Tranghanda, mengatakan masterplan atau rencana induk dari kawasan PIK adalah kota baru untuk hunian dan komersial.

    Di PIK 1 yang mencakup 1.160 hektare ini terbagi dalam setidaknya 28 klaster perumahan yang dikelilingi berbagai fasilitas seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan sekolah internasional.

    Adapun PIK 2 yang mencakup 2.650 hektare masih dalam tahap pembangunan.

    “Kawasan PIK ini memang banyak non-Muslimnya, terutama Chinese, tapi bukan berarti tidak ada rumah ibadah seperti masjid. Setahu saya di PIK 2 akan dibangun masjid agung,” tuturnya kepada BBC News Indonesia.

    Khusus di PIK 1, memang tidak akan nampak bangunan masjid berdiri di pinggir jalan yang berdampingan dengan gedung-gedung tinggi atau pun kafe-kafe mewah.

    Namun bukan berarti tidak ada rumah ibadah.

    Ketika BBC News Indonesia datang ke sana, kami menemukan sebuah masjid unik yang terbuat dari kayu, namanya Masjid Al-Hikmah.

    Masjid ini berdiri di atas air laut dan dikelilingi hutan mangrove karena letaknya berada di dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove.

    Mulai dari lantai sampai dindingnya, dibuat dari kayu.

    Mata pengunjung pun akan dimanjakan oleh hamparan mangrove yang berdiri kokoh dan air laut kecoklatan nan bersih.

    Ditambah suasana yang hening dan sesekali diselingi gemercik air, bikin orang-orang betah berlama-lama.

    Tetapi, karena lokasinya menyempil di belakang gedung-gedung tinggi, tak mudah menemukan masjid ini bagi pendatang baru, seperti yang diungkapkan Raka.

    Raka mengaku baru beberapa bulan bekerja di PIK 1. Awalnya dia agak bingung karena tak melihat masjid di sepanjang jalan utama maupun di dalam perumahan elite tersebut.

    Pria yang menyebut dirinya pekerja lapangan ini lalu bertanya ke pihak sekuriti soal lokasi masjid.

    Ia lantas diarahkan ke gedung Yayasan Buddha Tzu Chi.

    Gedung ini memang sangat mencolok mata lantaran desain bangunannya sekilas seperti vihara megah berwarna abu-abu.

    Masjid Al-Hikmah persis berada di belakangnya.

    “Saya langsung diarahkan ke sana, kalau belum tahu lokasinya susah cari masjid, karena akses jauh dari tempat saya kerja, pakai motor sekitar 10 menit,” akunya saat ditemui sedang santai di halaman masjid.

    “Tapi kalau sudah tahu, ya enggak susah.”

    Suara azan tiba-tiba melantun dari masjid tersebut. Raka dan beberapa pria yang sedari tadi duduk-duduk santai langsung bergegas ke tempat wudu untuk menunaikan salat asar.

    Usai salat, Raka kembali bercerita setiap hari masjid ini cukup ramai dikunjungi pekerja sekitar maupun wisatawan.

    Apalagi kalau Jumat.

    “Kalau salat Jumat sampai parkiran mobil, ramai dan penuh,” sambungnya.

    “Bedanya masjid di sini dengan tempat tinggal saya di Bekasi, di sana masjid banyak jadi mau salat di mana pun gampang.”

    Dina Rahman, pekerja kantoran di PIK 1, mengaku tak pernah kesulitan beribadah karena perusahaannya sudah menyediakan musala yang cukup luas.

    Namun, katanya, bukan berarti dia tak pernah mendengarkan suara azan di kawasan elite ini.

    “Kalau zuhur, asar, pasti kedengaran [suara azan] dari masjid Al-Hikmah ke kantor saya dan itu jadi alarm saya untuk salat,” ungkapnya.

    Perempuan berhijab ini juga bilang tak merasa asing berada di kawasan yang jarang ada masjidnya. Toh, baginya ibadah tak melulu harus di masjid.

    “Enggak masalah ya, kan banyak musala. Mau ke mal, ada musala, ke supermarket besarnya ada musala. Salat kan enggak harus di masjid, bisa di musala atau ruangan bersih.”

    “Dan wajar masjid di sini sedikit, karena banyak perkantoran. Permukiman juga agak jauh di blok lain.”

    Selain masjid Al-Hikmah, ada satu masjid lagi yang cukup sering dikunjungi para pekerja di PIK 1, yaitu masjid Al Muhajirin yang berada di lantai 6 gedung Agung Sedayu Grup (ASG).

    Berbeda dengan Al-Hikmah, masjid ini memakan sebagian lahan parkiran mobil gedung ASG.

    Agus Wahyudi, pekerja di sana, bilang masjid ini menjadi andalan para pekerja di gedung berlantai 30 tersebut.

    Kendati terletak di lahan parkir, tapi beribadah masih cukup nyaman. Sebab pihak pengelola, sambungnya, menyediakan kipas angin blower.

    Satu-satunya kesulitan, kalau hendak ibadah salat Jumat.

    “Kalau Jumatan kan banyak jemaahnya, harus antre pakai lift. Jadi harus cepet-cepetan.”

    Mengapa di kawasan elite jarang ada rumah ibadah atau masjid?

    Pengamat properti, Ali Tranghanda, menuturkan minimnya rumah ibadah atau masjid di kawasan yang mayoritas dihuni oleh non-muslim, bukan suatu hal yang anomali.

    Begitu pula di sepanjang Jalan Margonda hingga Depok yang minim gereja, karena mayoritas penduduknya beragama Islam.

    Tapi lebih dari itu, katanya, pengembang biasanya akan mempertimbangkan masukan dari penghuni ketika akan membangun fasilitas rumah ibadah.

    Ada beberapa penghuni yang merasa keberatan dengan suara azan sehingga terkadang memilih tempat tinggal yang lebih tenang dan jauh dari masjid.

    Preferensi seperti itu, katanya, sudah menjadi hal lumrah.

    “Apalagi ada persepsi kalau ada masjid kadang-kadang menganggu bagi beberapa orang, jadi biasanya area masjid terpisah dari hunian yang sedang dipasarkan,” jelasnya.

    “Gangguannya bisa dari toa atau pengeras suara yang terlalu kencang.”

    Karena itu, dia kurang memahami kritik dari Menteri Agama, Nazaruddin Umar, yang menyebut tidak ada suara azan di kawasan PIK.

    Sepanjang pengetahuannya di PIK 1 ada beberapa masjid dan musala.

    Sedangkan di PIK 2 sedang dalam tahapan pembangunan masjid Agung dengan kubah megah.

    Kendati begitu, di Gedung Menara Syariah sudah tersedia masjid Al-Khairiyah yang sebelumnya diresmikan oleh mantan wakil presiden, Ma’ruf Amin.

    Saat peresmian, Ma’ruf Amin berharap kehadiran masjid ini menjadi sarana ideal menyampaikan kesejukan dan kebaikan ekonomi syariah yang inklusif.

    “Saya harap ini jangan jadi polemik dan menganggap PIK eksklusif untuk golongan tertentu.”

    Soal mengapa masjid Al-Hikmah di PIK 1 bukan dibangun sederet dengan gedung-gedung tinggi dan kawasan komersil, Ali bilang itu karena terkait dengan pertimbangan pengembang soal nilai jual.

    “Misalnya di pinggir boulevard, daripada dibangun rumah ibadah mending dijual, karena harga tanahnya tinggi. Secara komersial kalau jadi rumah ibadah merugikan.”

    “Jadi semua rumah ibadah biasanya agak ke belakang yang dekat dengan hunian.”

    Pernyataan Menag tidak mencerminkan sikap pejabat negara

    Pegiat kebebasan beragama dan berkeyakinan dari Sejuk, Thowik, menyebut apa yang disampaikan Menteri Agama Nazaruddin Umar soal tidak adanya azan di kawasan PIK, Jakarta Utara, tidak mencerminkan pejabat yang semestinya bersikap imparsil.

    Pasalnya jabatannya sebagai menteri agama yang mewakili semua agama, melekat di mana pun dia berada.

    Ketika berbicara ke publik dan hanya menyoroti persoalan rumah ibadah umat Islam, bagi Thowik, hal itu jadi terkesan mengistimewakan kelompok mayoritas.

    Apalagi selama ini tidak ada permasalahan pelarangan pendirian masjid di daerah tersebut.

    “Kalau dia datang ke sana dan bicara sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, enggak masalah,” ucapnya kepada BBC News Indonesia.

    “Tapi dia sebagai menteri agama yang jabatannya melekat, kok jadi kayak enggak sensitif,” ujarnya kemudian.

    Menurut Thowik, sebagai perwakilan pemerintah di bidang agama, Nazaruddin Umar semestinya juga menyoroti kasus-kasus pelarangan pendirian gereja di sejumlah daerah.

    Seperti yang baru-baru ini menimpa jemaat Gereja Tesalonika di Tangerang.

    Pada Juli lalu, ibadah doa mereka yang digelar di rumah seorang anggota jemaat dibubarkan paksa oleh sekelompok orang hingga viral di media sosial.

    Catatan Task Force Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KKB) menemukan lebih dari 65 kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan terjadi sepanjang Maret hingga Desember 2024.

    Masing-masing kasus, kata Thowik, memiliki dua sampai empat tindakan pelanggaran seperti pengusiran, persekusi, penyegelan, dan penolakan izin.

    Tapi segala permasalahan itu, klaimnya, belum mendapatkan respons dari Menag Nazaruddin Umar.

    “Kalau dia prihatin dengan masjid, kenapa tidak bersikap yang sama pada penutupan gereja?”

    Menurut Thowik, pernyataan itu bisa melukai bahkan menimbulkan rasa ketidakpercayaan dari kelompok minoritas terhadap negara.

    Sebab mereka berharap menteri agama yang baru bisa memutus persoalan-persoalan pendirian rumah ibadah, khususnya gereja.

    “Menag harusnya untuk semua agama dan keyakinan,” ucapnya.

  • Kapolri: Natal 2024 Jadi Momen Genggam Erat Persatuan dan Kesatuan

    Kapolri: Natal 2024 Jadi Momen Genggam Erat Persatuan dan Kesatuan

    Jakarta, Beritasatu.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengucapkan Selamat Natal 2024 kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Natal menjadi momen untuk menggenggam persatuan dan kesatuan. 

    “Hari Natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus sebagai tanda cinta kasih Allah kepada umat-Nya. Suka cita Natal memancarkan terang kasih bagi kita semua,” ujar Jenderal Sigit, dikutip dalam akun resmi Instagram @listyosigitprabowo, Rabu (25/12/2024).

    Menurut Kapolri, Indonesia adalah negara besar dengan beragam ras, suku, dan agama. Bahkan, sejarah mencatat, kekuatan toleransi menjadi urat nadi kokohnya persatuan kesatuan bangsa dalam membangun kemajuan.

    Jenderal Sigit mengatakan, lewat perayaan Natal, seluruh masyarakat menggenggam erat persatuan dan menjadikan bangsa Indonesia terbang tinggi layaknya Garuda. Kapolri juga mengharapkan dalam perayaan Natal tahun ini, kasih Tuhan menyertai setiap perjalanan bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi, lebih terhormat, dan semakin kuat.

    “Semoga kasih Kristus selalu menyertai perjalanan bangsa kita agar menjadi negara yang kuat terhormat dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Jenderal Sigit.

    Diketahui, pada malam Natal, Kapolri, Menko Polkam Budi Gunawan, Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Pj Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi melakukan pengecekan ke sejumlah gereja. Pengecekan dilakukan sebelum dimulainya misa pertama malam Natal.

    Kapolri yang memberi ucapan selamat Natal menjelaskan, pengamanan sudah dilakukan sejak pagi hari dengan dilakukannya sterilisasi. Dia juga memastikan seluruh pengamanan berjalan dengan baik.

  • Pesan Menteri Agama di Natal 2024: Harapan Baru Persatuan Bangsa

    Pesan Menteri Agama di Natal 2024: Harapan Baru Persatuan Bangsa

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan pesan dan harapan persatuan, keharmonisan, dan kemajuan bangsa dalam momentum Hari Raya Natal 2024.

    Melalui akun resmi Instagram @nasaruddin_umar, dikutip Rabu (25/12/2024) sosok yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal itu turut mengucapkan selamat perayaan natal tahun ini.

    “Selamat Natal 2024 kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Semoga damai, sukacita, dan kasih Natal selalu menyertai kita semua, mempererat persaudaraan dan keberagaman bangsa,” kata Nasaruddin.

    Dia pun berharap damai dan sukacita Natal selalu menyertai umat Kristiani, serta masyarakat keseluruhan. Menurut Nasaruddin, perayaan natal adalah momen yang mengingatkan kita semua untuk saling berbagi kasih, mempererat persaudaraan, dan terus menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

    Untuk mengamankan perayaan Natal 2024, pihaknya bersama Menko PMK, Menko Bidang Politik dan Keamanan, Panglima TNI, Kapolri, serta Pj.Gubernur DKI Jakarta melakukan kunjungan ke beberapa gereja yang ada di kawasan Jakarta, di antaranya GKI Samanhudi, Gereja Katedral, dan GBIP Immanuel.

    Lebih lanjut, Nasaruddin mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan refleksi, kontemplasi, dan evaluasi dalam menyambut Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

    Menurutnya, baik bagi seluruh masayarakat untuk melihat ke belakang atas perjalan kehidupan setahun yang lalu. Dari situ, diharapkan tumbuh semangat baru dan optimisme dalam menatap kehidupan di tahun mendatang.

    “Mari terus menjadi pribadi yang terus bertumbuh untuk kebaikan. Sebab, sebaik-baik kita adalah yang hari ini lebih baik dari masa lalu dan terus melakukan perbaikan untuk kehidupan mendatang,” ujarnya. 

    Dia pun turut mengucapkan Selamat Merayakan Natal 2024 kepada umat Kristiani. Menag juga menyampaikan selamat menyambut Tahun Baru 2025 bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Natal 2024 mengangkat tema “Marilah sekarang kita pergi ke Bethlehem”. Tema ini membawa pesan tentang kesetiaan dan kesediaan dalam mengikuti panggilan Tuhan.

    Menurutnya, tema ini sejalan dengan semangat Kementerian Agama untuk mendorong umat mengamalkan ajaran agamanya. Sebab, makin lekat umat dengan ajaran agamanya, maka dunia akan semakin damai dan rukun.