Tag: Erick Thohir

  • Open House Pramono Anung Dihadiri Tokoh Penting, Ada Pembicaraan Khusus?

    Open House Pramono Anung Dihadiri Tokoh Penting, Ada Pembicaraan Khusus?

    PIKIRAN RAKYAT – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengadakan open house lebaran di rumah dinas gubernur Jalan Surapati 7, Jakarta Pusat, Senin, 31 Maret 2025.

    Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Gubernur DKI periode 2007-2012 Fauzi Bowo hadir di tempat Pramono tersebut.

    Open house ini juga dihadiri para jajaran pejabat Pemprov DKI. Adapun Pramono mengadakan open house dua sesi yang diawali untuk para perangkat kepala daerah, Forkopimda, dan rekan. Kemudian pada pukul 15.00 WIB open house untuk masyarakat.

    Tak ada obrolan khusus

    Fauzi Bowo usai bertemu Pramono mengatakan bahwa di dalam tidak ada membicarakan ihwal persoalan khusus hanya silaturahmi merayakan lebaran.

    Menurut Fauzi Bowo mantan wakil gubernur Djarot Saiful Hidayat dan mantan kepala Otorita IKN Bambang Susantono turut terlihat datang.

    “Banyak di dalam, saya gak bisa sebut satu per satu. Ada pak djarot yang saya kenal, kemudian pak bambang kepala IKN dulu. Karena beliau banyak membantu saya,” kata Pramono.

    Menjelang sore, terlihat hadir Mantan Ketua MPR Bambang Soesatyo. Kepada media, Bambang mengatakan tidak ada pembicaraan khsusus sepenuhnya hanya halal bihalal.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Halal Bihalal dengan Pramono Anung, Bamsoet: Tak Ada Obrolan Lain

    Halal Bihalal dengan Pramono Anung, Bamsoet: Tak Ada Obrolan Lain

    Halal Bihalal dengan Pramono Anung, Bamsoet: Tak Ada Obrolan Lain
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Anggota Komisi III DPR RI,
    Bambang Soesatyo
    menghadiri open house yang digelar oleh Gubernur Jakarta,
    Pramono Anung
    di Rumah Dinasnya, Taman Suropati, Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2025).
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    , Politikus Partai Golkar itu tiba di lokasi pada pukul 15.02 WIB.
    Dengan menggunakan pakaian kemeja batik lengan panjang bewarna coklat dan kuning, serta celana panjang dan sepatu hitam, pria yang karib disapa
    Bamsoet
    itu tiba tanpa ditemani oleh keluarga maupun timnya.
    Kedatangannya pun langsung disambut oleh Pramono Anung dan istrinya yang sudah berdiri di teras rumah, tepatnya di depan pintu masuk.
    Kemudian, mereka langsung berjabat tangan dan berfoto untuk mengabadikan momen tersebut.
    Tak berlangsung lama, Bambang Soesatyo pun langsung berpamitan dengan Pramono Anung usai tampak mengobrol sebentar.
    Namun, Bamsoet mengaku, tidak banyak yang diobrolkan dengan Pramono. Dia juga menyebut, obrolannya hanya seputar Lebaran.
    “Enggak ada obrolan lain,” ujar Bamsoet saat ditemui di lokasi, Senin.
    Dia pun menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin serta mendoakan kesuksesan Pramono Anung ke depan.
    “Kita halal bihalal dengan Mas Pram, halal bihalal, maaf lahir batin dan semoga Mas Pram sukses selalu,” katanya.
    Diketahui, Pramono Anung menggelar open house sebanyak dua sesi, yaitu sesi pertama diperuntukkan untuk para pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta pada pukul 13.00 WIB. Sedangkan untuk warga dijadwalkan pukul 15.00 WIB.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    pukul 13.52 WIB, terlihat sejumlah pejabat Pemprov Jakarta berkerumun di depan gerbang utama rumah dinas tersebut.
    Mereka tampak tertahan di depan gerbang karena harus bergantian masuk dengan pejabat lainnya yang sudah lebih dulu tiba.
    Setelah menunggu beberapa menit di depan gerbang utama, mereka diperbolehkan masuk tetapi harus berbaris di halaman rumah dinas Gubernur Jakarta.
    Para pejabat beserta keluarganya tampak mengular sekitar 10 meter dari pintu masuk rumah dinas gubernur itu.
    Sesampainya di dalam, Pramono Anung langsung menyambut rekan-rekan kerjanya sekaligus menjabat tangan mereka.
    Ada beberapa dari mereka yang mengabadikan momen dengan berfoto bersama Pramono Anung.
    Usai berjabat tangan, sebagian dari mereka ada yang memilih pulang, ada juga yang menikmati makanan yang disajikan di halaman rumah dinas Pemprov Jakarta.
    Adapun sejumlah tokoh yang terlihat hadir pada open house tersebut, yakni Gubernur Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo; Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Thohir; dan para jajaran Pemprov Jakarta, salah satunya Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Syafrin Liputo.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Fauzi Bowo Hadiri Open House Gubernur Jakarta, Bertemu Sejumlah Tokoh

    Fauzi Bowo Hadiri Open House Gubernur Jakarta, Bertemu Sejumlah Tokoh

    Fauzi Bowo Hadiri Open House Gubernur Jakarta, Bertemu Sejumlah Tokoh
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012,
    Fauzi Bowo
    , menghadiri open house Idul Fitri yang digelar
    Gubernur Jakarta
    ,
    Pramono Anung
    , di rumah dinas
    gubernur Jakarta
    , Taman Suropati, Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2025).
    Dalam acara open house tersebut, Fauzi Bowo atau akrab disapa
    Foke
    , bertemu dengan sejumlah tokoh dan pejabat negara.
    “Banyak tokoh yang hadir, saya tidak bisa sebut satu per satu. Ada Pak Djarot yang saya kenal, kemudian Pak Bambang, Kepala IKN dulu, karena beliau banyak membantu saya,” ujar Fauzi Bowo saat ditemui di lokasi, Senin.
    Dia juga menegaskan bahwa silaturahmi dalam momen Lebaran menjadi hal yang penting, terutama untuk mempererat hubungan antar tokoh dan pejabat.
    Namun, sebelum bertemu dengan para pejabat, dia terlebih dahulu bersilaturahmi dengan keluarga besarnya yang merupakan asli Betawi.
    “Saya orang Betawi keluarga saya banyak di sini, jadi keluarga dulu yang saya dahulu kan. Mungkin para pejabat yang berikutnya,” katanya.
    Foke kemudian mengaku, tidak banyak topik khusus yang dibicarakan saat bertemu para tokoh tersebut. Mereka hanya membicarakan seputar
    lebaran 2025
    .
    “Enggak ada obrolan yang khusus, karena lebaran,” ujarnya.
    Sebelumnya, Pramono Anung menggelar open house sebanyak dua sesi, yaitu sesi pertama diperuntukkan untuk para pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta pada pukul 13.00 WIB. Sedangkan untuk warga dijadwalkan pukul 15.00 WIB.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    pukul 13.52 WIB, di lokasi terlihat sejumlah pejabat Pemprov Jakarta berkerumun di depan gerbang utama rumah dinas tersebut.
    Mereka tampak tertahan di depan gerbang karena harus bergantian masuk dengan pejabat lainnya yang sudah lebih dulu tiba.
    Setelah menunggu beberapa menit di depan gerbang utama, mereka diperbolehkan masuk tetapi harus berbaris di halaman rumah dinas Gubernur Jakarta.
    Para pejabat beserta keluarganya tampak mengular sekitar 10 meter dari pintu masuk rumah dinas gubernur itu.
    Sesampainya di dalam, Pramono Anung langsung menyambut rekan-rekan kerjanya sekaligus menjabat tangan mereka.
    Terlihat, ada beberapa dari mereka yang mengabadikan momen dengan berfoto bersama Pramono Anung.
    Usai berjabat tangan, sebagian dari mereka ada yang memilih pulang, ada juga yang menikmati makanan yang disajikan di halaman rumah dinas Pemprov Jakarta.
    Adapun sejumlah tokoh yang terlihat hadir pada open house tersebut, yakni Gubernur Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo; Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir; dan para jajaran Pemprov Jakarta, salah satunya Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Syafrin Liputo.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Makna Mendalam Erick Thohir Rayakan Idul Fitri 2025 – Page 3

    Makna Mendalam Erick Thohir Rayakan Idul Fitri 2025 – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H kepada seluruh masyarakat. Dalam pesannya, yang diunggah melalui instagram pribadinya, Erick berharap agar Idul Fitri membawa kedamaian di hati, kelapangan jiwa, serta keberkahan dalam kehidupan.

    “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Semoga momen Idul Fitri membawa kedamaian di hati, kelapangan jiwa dan keberkahan hidup,” ujar Erick Thohir, Senin (31/3/2025).

    Menurutnya, hari Raya Idul Fitri tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mempererat silaturahmi, memaafkan kesalahan, dan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terdekat.

    Momentum ini menjadi pengingat untuk terus menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, serta semangat berbagi kepada sesama.

    “Mohon maaf lahir dan batin dan selamat berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.

    Pesan Menteri Keuangan di Hari Raya Idul Fitri tahun 2025

    Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk kembali bertemu dengan Idul Fitri. Ucapan itu disampaikan dalam sebuah video yang diunggah di akun instagram pribadinya @smindrawati.

    Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, kini tibalah saatnya untuk merayakan hari yang penuh berkah dan kebahagiaan.

    Menurutnya, bulan Ramadan adalah waktu yang penuh dengan ibadah dan solidaritas sosial, yang mempererat hubungan antar sesama serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    “Alhamdulillah kita telah ditemukan kembali dengan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Hari kemenangan yang selalu kita nantikan dengan penuh syukur dan sukacita. Setelah satu bulan kita terus melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan,” kata Sri Mulyani dikutip dari instagram pribadinya, Senin (31/3/2025).

    Ia juga mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah yang telah dilakukan selama Ramadan, mengampuni segala dosa, dan menjadikan umat Muslim kembali dalam keadaan fitri.

     

  • Erick Thohir, Fauzi Bowo, hingga Pejabat DKI Hadiri Open House di Kediaman Pramono Anung – Page 3

    Erick Thohir, Fauzi Bowo, hingga Pejabat DKI Hadiri Open House di Kediaman Pramono Anung – Page 3

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku membahas sejumlah isu saat silaturahmi ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah.

    Pramono datang setelah menghadiri open house yang diselenggarakan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.

    “Pasti urusannya banjir, macet, sampah, KJP udah dibagi bener atau belum? Difabel udah dapet atau belum? Lansia udah dapet atau belum? Alhamdulillah, hampir sebagian besar kita bisa jawab,” kata Pramono, Senin (31/3/2025).

    Bahkan, terkait prediksi banjir rob yang diperkirakan oleh BNPB juga sempat dibahas. Prediksi banjir rob terjadi pada 28 Maret sampe 2 April 2025.

    “Karena memang kita mensiagakan yang masyarakat tidak tahu, boleh dicek lapangan, lebih dari 500 pompa. Kemudian di tempat-tempat tertentu tanggulnya sudah kita tinggikan,” ucapnya.

    Pramono optimistis tanggul utama setinggi 2,5 meter di Muara Angke dapat menjadi salah satu langkah antisipasi terjadinya banjir rob.

    “Saya dan Bang Dul sudah ngalami banjir kiriman sudah pernah, banjir rob Alhamdulillah bisa kita tangani,” jelas dia.

  • Fauzi Bowo Hadiri Open House Gubernur Jakarta, Bertemu Sejumlah Tokoh

    Pramono Anung Gelar Open House, Foke dan Erick Thohir Turut Hadir

    Pramono Anung Gelar Open House, Foke dan Erick Thohir Turut Hadir
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur Jakarta,
    Pramono Anung
    , menggelar
    open house
    di rumah dinasnya di Taman Suropati, Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (31/3/2025).
    Ia menggelar open house sebanyak dua sesi, yaitu sesi pertama diperuntukkan untuk para pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta pada pukul 13.00 WIB.
    Sedangkan untuk warga dijadwalkan pukul 15.00 WIB.
    Berdasarkan pantauan Kompas.com pukul 13.52 WIB, di lokasi terlihat sejumlah pejabat Pemprov Jakarta berkerumun di depan gerbang utama rumah dinas tersebut.
    Mereka tampak tertahan di depan gerbang karena harus bergantian masuk dengan pejabat lainnya yang sudah lebih dulu tiba.
    Setelah menunggu beberapa menit di depan gerbang utama, mereka diperbolehkan masuk tetapi harus berbaris di halaman rumah dinas Gubernur Jakarta.
    Para pejabat beserta keluarganya tampak mengular sekitar 10 meter dari pintu masuk rumah dinas gubernur itu.
    Sesampainya di dalam, Pramono Anung langsung menyambut rekan-rekan kerjanya sekaligus menjabat tangan mereka.
    Ada beberapa dari mereka yang mengabadikan momen dengan berfoto bersama Pramono Anung.
    Usai berjabat tangan, sebagian dari mereka ada yang memilih pulang, ada juga yang menikmati makanan yang disajikan di halaman rumah dinas Pemprov Jakarta.
    Adapun sejumlah tokoh yang terlihat hadir pada open house tersebut, yakni Gubernur Jakarta periode 2007-2012,
    Fauzi Bowo
    ;
    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Thohir; dan para jajaran Pemprov Jakarta, salah satunya Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Syafrin Liputo.
    “Banyak (pejabat) di dalam, saya enggak bisa sebut satu per satu,” ujar Fauzi Bowo saat ditemui di lokasi, Senin.
    Fauzi Bowo, atau akrab disapa Foke, itu mengaku bertemu banyak tokoh, seperti Djarot Saiful Hidayat.
    “Ada Pak Djarot yang saya kenal, kemudian Pak Bambang Kepala IKN dulu. Karena beliau banyak membantu saya,” kata dia.
    Foke mengaku tidak ada topik khusus yang dibicarakan saat bertemu para tokoh tersebut.
    Mereka hanya membicarakan seputar
    Lebaran 2025
    .
    “Enggak ada obrolan yang khusus, karena Lebaran,” ucap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menperin hingga Dirut Pertamina silaturahmi ke kediaman Bahlil

    Menperin hingga Dirut Pertamina silaturahmi ke kediaman Bahlil

    Jadi silaturahmi ini, kita santai bersama tokoh masyarakat lain, termasuk tokoh Golkar dan ada beberapa pejabat, Wamen BUMN

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan open house pada hari pertama Idul Fitri 1446 Hijriah, Senin, di kediamannya yang beralamat di Jl. Denpasar Raya Blok C No. 6, Kuningan, Jakarta Selatan, Jakarta.

    Berdasarkan pantauan ANTARA, dari pukul 11.30 hingga 13.00 WIB terpantau beberapa pejabat pemerintahan dan petinggi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergantian bersilaturahmi ke kediaman Menteri ESDM itu.

    Beberapa pejabat negara itu, di antaranya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk (INDY) Arsyad Rasjid, serta Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.

    Dalam kesempatan ini, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan kunjungannya dalam rangka silaturahmi, seiring keduanya berada di kabinet yang sama yaitu Kabinet Merah Putih.

    Selain itu, seiring keduanya juga berada di partai yang sama yaitu Partai Golongan Karya (Golkar), di antaranya Bahlil Lahadalia selaku Ketua Umum dan Agus Gumiwang selaku Ketua Dewan Pembina.

    “Jadi silaturahmi ini, kita santai bersama dengan tokoh masyarakat lain, termasuk tokoh Golkar dan ada beberapa pejabat, wakil menteri BUMN. Intinya silaturahmi ini kita pergunakan untuk bicara santai,” ujar Agus.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan kunjungannya ke kediaman Menteri ESDM dalam rangka silaturahmi menyambut Idul Fitri 1446 Hijriah.

    “Tetap semangat, kita terus melayani energi dengan sepenuh hati,” ujar Simon.

    Sebagai informasi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan “open house” di hari pertama Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, mulai dari pukul 11.00 sampai 17.00 WIB di kediamannya di Jl. Denpasar Raya Blok C No. 6, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Pewarta: Muhammad Heriyanto
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Perajut Harapan dari Jarum Jahit ke Limbah Kayu Jati, Karya Bien Craft Solo – Halaman all

    Perajut Harapan dari Jarum Jahit ke Limbah Kayu Jati, Karya Bien Craft Solo – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chrysnha Pradipha

    TRIBUNNEWS.COM, SOLO – Di tengah denting tawa anak-anak dan nyala lampu warna-warni pasar malam Ngarsopuro, Solo, tampak seorang perempuan duduk tenang. 

    Tangannya cekatan mengelus permukaan sebuah vas mungil dari kayu jati. Bukan sekadar kerajinan, benda itu menyimpan kisah perjuangan panjang, ketekunan, dan cinta.

    Namanya Liem Lie Bien, tapi banyak yang mengenalnya hanya sebagai Bu Bien.

    Dari lapak kecil bernomor 08, ia menyulam harapan dari serpihan-serpihan kayu yang nyaris terlupakan. 

    Di antara hiruk-pikuk kota yang tak pernah tidur, Bien Craft, merek usaha yang ia rintis sendiri, menjadi oase seni dan kearifan lokal.

    Namun, kisah ini tidak dimulai dari sini. Dulu, Bu Bien hanyalah seorang penjahit biasa.

    Jarumnya tajam, tangannya lincah, tapi hatinya sering tercabik oleh desakan pelanggan yang tak mau bersabar hanya untuk mengantre.

    Ia mulai lelah. Menjahit yang dulu ia cintai, lambat laun menjadi beban.

    Tapi ia tak menyerah. Di sela kesibukan menjahit, ia mulai mencipta.

    Tas bordir, pouch kecil, hingga gantungan kunci adalah karyanya. Tangannya terus berkarya, meski hatinya masih gamang.

    Lalu, pada tahun 2019, secercah cahaya datang. Ia mengikuti Lomba Cipta Kriya Oleh-oleh khas Surakarta.

    Dengan penuh harap, ia kirimkan tas batik dan gantungan kunci dari limbah kayu jati. Tak disangka, ia menyabet juara dua.

    “Itu momen yang mengubah segalanya,” ceritanya yang nenjadi mula kelahiran Bien Craft, saat berbincang dengan Tribunnews pada Sabtu (29/3/2025).

    Pilihan Bu Bien jatuh pada limbah kayu jati. Bukan karena mudah, justru karena tantangannya.

    Limbah-limbah itu ia kumpulkan dari sisa mebel di Kota Solo hingga Kalijambe, Sragen.

    Di tangan Bu Bien, setiap potongan kayu yang terbuang itu mendapat napas baru.

    Ia selektif, hanya memilih limbah jati dengan ketebalan tertentu.

    Dari sana lahir tatakan gelas, asbak, hingga vas mini yang kini menghiasi banyak sudut ruang dengan elegan yang sederhana.

    Konsep datang dari hati, desain ia rancang sendiri, lalu para perajin lokal mewujudkannya.

    Sebuah kolaborasi indah antara ide dan tangan-tangan trampil.

    Dari Lapak ke Lobi Hotel

    Liem Lie Bien (kanan) pemilik usaha Bien Craft, UMKM asal Kota Solo dengan produk dari limbah kayu jati. (Dok Pribadi)

    Kerajinan Bien Craft tidak lagi hanya menghuni lapak kecil.

    Kini, ia telah menjelajah lobi megah Hotel The Royal Surakarta Heritage.

    Di sana, di antara aroma kopi pagi dan derap langkah para tamu hotel bintang lima, karya-karya Bu Bien diam-diam menyapa, menjadi oleh-oleh yang membekas.

    Tak hanya itu. Bien Craft kini juga tampil di Gedung DPRD Surakarta, Museum Heritage Palace di Kartasura, dan berbagai pameran UMKM.

    Karyanya melampaui pasar, menyentuh rasa. Dan ia terus mencipta.

    Baru-baru ini, ia meluncurkan produk baru: syal lurik.

    Ia paham, lurik mudah luntur dan menyusut.

    Maka, ia olah kainnya dengan proses washing.

    Hasilnya? Syal lembut yang tetap anggun meski berkali dicuci.

    Dukungan dan Dorongan

    Liem Lie Bien, pemilik Bien Craft memamerkan produk kerajinan tangan di lapaknya, Night Market Ngarsopuro (Tribunnews.com/Chrysnha)

    Perjalanan Bien tak lepas dari dukungan berbagai pihak.

    Sejak 2016, ia menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

    Plafon pertama yang diajukan adalah Rp 10 juta.

    Tiga tahun berselang, Rp 20 juta. Lalu Rp 11 juta untuk pengajuan ketiga kalinya.

    Dengan dana itu, usaha Bien berkembang, bahkan dirinya bisa mengumpulkan pundi-pundi lewat tabungan juga berdonasi.

    Ia pun mulai merambah digitalisasi, satu di antaranya juga menggunakan fasilitas transaksi pembayaran QRIS.

    “QRIS memudahkan,” ujarnya. “Tak perlu repot uang kembalian, pembeli juga senang.”

    KUR BRI

    Grafis Pengajuan KUR BRI

    BRI telah menyalurkan pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) tahun 2024 sebesar Rp 184,98 triliun.

    Sepanjang tahun 2024, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp 184,98 triliun.

    Demikian menjadikan BRI sebagai perbankan dengan penyaluran KUR terbesar dibanding perbankan nasional lainnya.

    Penyaluran KUR BRI itu pun menjangkau lebih dari 4 juta debitur atau pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia, memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

    Keberhasilan penyaluran KUR BRI tersebut juga diikuti dengan kualitas kreditnya yang terjaga.

    Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, strategi pengelolaan KUR yang diterapkan BRI berhasil menjaga tingkat Non-Performing Loan (NPL) tetap sehat, yaitu di level 2 persen. Hal ini menunjukkan pengelolaan risiko yang baik dalam penyaluran kredit kepada segmen UMKM.

    “KUR itu 100 persennya berasal dari bank. Dana bank dihimpun dari masyarakat, deposito, tabungan, dan giro. KUR diberikan kepada masyarakat yang belum bankable namun feasible. Jadi, ketika terjadi kredit macet, 70 persen risiko dibayar oleh asuransi, dan 30 persen ditanggung bank. Dan itu kita sekarang bisa di-manage NPL KUR itu di sekitar 2 persen,” ujar Sunarso dalam siaran pers, Kamis (23/1/2025).

    Sunarso menambahkan bahwa tingkat NPL sebesar 3 persen pada kredit di segmen UMKM masih dianggap ideal, mengingat karakteristik segmen tersebut berbeda dengan kredit korporasi.

    Menurutnya, pada tahap awal (front-end), fokusnya adalah menjangkau sebanyak mungkin nasabah baru tanpa proses seleksi yang terlalu ketat. 

    Kemudian, pada tahap mid-end dilakukan maintenance.

    Apabila terjadi kredit macet, tahap back-end berperan untuk mengelola risiko, mencakup penagihan yang diwujudkan dalam recovery rate untuk menjaga kualitas kredit.

    Strategi ini memungkinkan BRI untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM dengan tetap menjaga kesehatan portofolio kredit.

    Upaya BRI tersebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menapaki 100 hari kerja.

    Dalam hal ini Asta Cita ketiga yaitu meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan juga Asta Cita keenam khususnya dalam hal mendorong pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

    Sementara itu, Kementerian BUMN RI berupaya mempercepat implementasi Asta Cita tersebut.

    Menteri BUMN RI Erick Thohir menjabarkan bahwa inisiasi tersebut mulai dari hilirisasi, pembangunan infrastruktur, pelayanan masyarakat, stabilisasi harga pangan, hingga pengembangan sumber daya manusia dan energi berkelanjutan.

    Baginya, kolaborasi lintas kementerian dan badan menjadi momentum strategis untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

    “Dalam waktu kurang dari 100 hari, kita telah menunjukkan langkah nyata dan dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa gotong royong adalah kunci keberhasilan,” pungkas Erick Thohir.

    (*)

  • Berlipat Guna, Agen BRILink Menjaga Asa di Tengah Guyuran Penipuan dan Pinjol – Halaman all

    Berlipat Guna, Agen BRILink Menjaga Asa di Tengah Guyuran Penipuan dan Pinjol – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chrysnha Pradipha

    TRIBUNNEWS.COM BOYOLALI – Masih terngiang dalam ingatan, kisah-kisah para pelanggan setia gerai Ida Kuntalasari yang menangis hingga tergulai lemas akibat perbuatannya sendiri.

    Mereka di antaranya merugi, kehilangan jutaan rupiah gara-gara lalai. Juga kemakan SMS berhadiah yang berhasil memancing mangsanya lewat narasi hadiah kejutan.

    “Saya kasihan sama mereka, habis hampir satu juta rupiah dalam beberapa jam,” ucap Ida lirih, tatkala mengenang beberapa pelanggannya korban penipuan, Rabu (26/3/2025).

    Di era digital ini, ketika teknologi bisa menjadi jembatan sekaligus jebakan, Ida berdiri teguh sebagai pelindung bagi mereka yang rentan.

    Berkali-kali ia menyaksikan pelanggan terutama ibu-ibu dan lansia dihantui janji manis hadiah fiktif.

    Mereka datang dengan mata penuh harap, telepon genggam di tangan, mengikuti panduan dari seseorang yang mengaku memberi hadiah, tapi ujung-ujungnya meminta transfer uang.

    “Korban itu dipandu lewat telefon. Disuruh transfer dulu katanya buat dapat hadiah. Saya yang di sampingnya langsung bilang, ‘Bu, itu penipuan.’ Tapi kadang mereka gak percaya,” kata Ida, tersenyum getir.

    Tak jarang, ia mengambil alih ponsel pelanggan dan berbicara langsung kepada penipu.

    “Pernah penipunya langsung matikan telefon pas saya ngomong. Pelanggan saya akhirnya selamat,” kenangnya.

    Tapi ada juga yang tetap bersikeras, dan berakhir merugi. “Kalau sudah begitu, saya hanya bisa mengelus dada,” katanya lirih.

    Namun Ida tak pernah jera. Ia terus mengimbau, terutama kepada kalangan ibu-ibu dan lansia.

    Baginya, mereka bukan sekadar pelanggan, melainkan keluarga besar yang perlu dilindungi.

    Ia sadar, banyak dari mereka gaptek dan belum akrab dengan dunia pinjaman online yang begitu mudah diakses tapi membawa beban bunga mencekik.

    “Saya sering bilang ke mereka, jangan asal klik, jangan gampang percaya. Banyak yang akhirnya terjerat pinjaman online karena gak tahu,” ujarnya.

    Perjuangan Gerai BRILink

    Gerai kecil milik Ida awalnya hanya menjual pulsa, kartu perdana, dan aksesori ponsel. Namun segalanya berubah pada 2020, ketika ia menerima tawaran menjadi agen BRILink dari petugas BRI. 

    Dengan bekal semangat dan surat izin dari kelurahan, Ida mulai membuka pintu gerainya untuk pelayanan transaksi keuangan.

    Awalnya ia tak tahu apa-apa soal tarik tunai, setor pinjaman, atau transfer antarbank. Namun, perempuan itu belajar.

    Dan di balik proses belajarnya, tumbuh rasa tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar melayani transaksi.

    Kini, Anugerah Cell menjadi oase layanan keuangan di tengah keterbatasan infrastruktur perbankan di sekitar Waduk Cengklik.

    Di sini, warga bisa menarik uang, membayar listrik, BPJS, membeli pulsa, hingga belanja e-commerce. Semua dalam satu tempat, dekat, dan—yang paling penting—dipandu dengan sabar.

    “Keramahan nomor satu. Apapun kesulitannya, kita bantu,” ujar Ida, matanya berbinar-binar penuh keyakinan.

    Ketika pertama kali menjadi agen BRILink, Ida tak berharap banyak. Namun takdir berkata lain.

    Dengan ketekunan dan pelayanan tanpa pamrih, usahanya tumbuh pesat. Dari 70 hingga 100 transaksi per hari, apalagi di akhir bulan ketika gaji cair, gerainya selalu ramai.

    Kini, hasilnya bukan hanya tampak dari slip transaksi atau tumpukan bukti transfer. Tapi juga dari impian yang mulai mewujud menjadi sebuah rumah baru yang tengah dibangun di daerah Pengging, Boyolali.

    “Saya sudah sepuluh tahun jualan pulsa dan handphone. Tapi sejak jadi agen BRILink, penghasilan saya meningkat hampir dua kali lipat,” ujarnya penuh syukur.

    Gerainya kini lebih menyerupai pusat layanan masyarakat ketimbang toko kecil. Warga sekitar lebih memilih datang ke Anugerah Cell daripada pergi ke ATM yang jaraknya bisa mencapai 4 kilometer. Ditambah satu kilometer lagi jika harus ke kantor bank.

    “Kami terbantu banget. Dulu jauh ke ATM, sekarang ke sini saja cukup. Bayar listrik, transfer uang ke orang tua, semuanya bisa,” tutur Faisal, pelanggan setia sekaligus sopir ekspedisi yang rutin mampir seminggu sekali.

    Ia tak mempermasalahkan biaya tambahan Rp 5.000 per transaksi. “Murah kok. Daripada capek ke kota, di sini sudah dibantu semuanya. Gak usah bingung,” ujarnya.

    Ida Kuntalasari bukan hanya agen BRILink. Ia adalah jembatan antara teknologi dan kemanusiaan. Ia adalah wajah pelayanan yang tidak hanya berbicara soal uang, tapi tentang perhatian, perlindungan, dan cinta untuk sesama.

    Dalam dunia yang makin sibuk dan acuh, kisah Ida mengingatkan kita bahwa bisnis tak selalu soal untung.

    Terkadang, yang paling berarti justru adalah saat kita bisa hadir untuk orang lain. Seperti Ida, yang menjadikan pelanggannya bukan sekadar konsumen, tapi bagian dari keluarganya.

    Capaian Agen BRILink

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BRI, berkomitmen dalam menyediakan solusi keuangan yang menyeluruh melalui jaringan Agen BRILink yang tersebar di seluruh Indonesia.

    BRI mengambil peran aktif sebagai pelopor inklusi keuangan, mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan visi pembangunan nasional.

    Hingga akhir Desember 2024, BRI mencatat peningkatan yang signifikan dalam jumlah Agen BRILink, yang meningkat dari 740 ribu agen pada Desember 2023 menjadi 1,06 juta agen di Desember 2024.

    Grafis capaian Agen BRILink secara nasional dari 2024 dibanding 2023

    Ini berarti bahwa sepanjang tahun 2024, sebanyak 324 ribu masyarakat bergabung untuk menjadi Agen BRILink.

    Dengan jaringan ini, BRI kini menjangkau lebih dari 85 wilayah di Indonesia dan melayani lebih dari 62 ribu desa.

    Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah yang dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan,BRI turut berkontribusi mewujudkan dan mendukung Asta Cita.

    “Sebagai wujud kontribusi BRI, kami turut mendukung Asta Cita keenam yaitu membangun dari desa dan dari bawah guna mendorong pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” jelasnya dalam keterangan tertulis pada Rabu (22/1/2025).

    Ia juga menekankan bahwa upaya ini mendukung Asta Cita ketiga pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan.

    Agen BRILink memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam memperluas akses keuangan hingga ke pelosok negeri.

    Sunarso dalam siaran persnya menyatakan, sebagai elemen strategi hybrid banking, BRI memadukan layanan digital dan fisik untuk memastikan akses layanan keuangan yang merata.

    Agen BRILink menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

    Selain itu, Agen BRILink tidak hanya bertugas memperluas dan mempermudah akses layanan perbankan, tetapi juga memastikan terjadinya sharing economy yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

    Dengan beragam layanan yang ditawarkan, mulai dari pembayaran tagihan listrik, air, BPJS, telepon, pembelian pulsa, hingga pembayaran cicilan, Agen BRILink menjadi solusi keuangan yang semakin relevan bagi masyarakat.

    Selain itu, tersedia juga layanan referral untuk pembukaan rekening tabungan, pinjaman, asuransi mikro, tarik tunai dari luar negeri, serta pembelian tiket perjalanan seperti bus, shuttle, dan kapal ferry.

    Semua kemudahan ini menjadikan Agen BRILink sebagai jembatan bagi masyarakat untuk lebih mudah mengakses layanan keuangan.

    Di sisi lain, Kementerian BUMN RI juga berupaya mempercepat program prioritas nasional melalui berbagai inisiasi.

    Menteri BUMN, Erick Thohir, menyatakan bahwa untuk mewujudkan Asta Cita tersebut, diperlukan kolaborasi yang efektif dan efisien antara berbagai pihak.

    Erick menjelaskan bahwa inisiatif tersebut mencakup hilirisasi pembangunan infrastruktur, pelayanan masyarakat, stabilisasi harga pangan, hingga pengembangan sumber daya manusia dan energi berkelanjutan.

    “Kolaborasi lintas kementerian dan badan menjadi momentum strategis untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” ungkap Erick Thohir.

    (*)

  • Anugerah dari Selatan Waduk Cengklik, Gerai Kecil Penyelamat Warga Ngargorejo – Halaman all

    Anugerah dari Selatan Waduk Cengklik, Gerai Kecil Penyelamat Warga Ngargorejo – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chrysnha Pradipha

    TRIBUNNEWS.COM, BOYOLALI – Di balik deru angin yang menyapu permukaan air Waduk Cengklik, di Boyolali, berdiri sebuah bangunan sederhana yang berharap menjadi anugerah. 

    Seperti manfaatnya, gerai bernama Anugerah Cell ini memberikan hal luar biasa bagi warga khususnya yang ingin melakukan transaksi perbankan.

    Meski sekilas hanya sebuah konter pulsa biasa, namun sesungguhnya ia adalah jantung baru bagi denyut ekonomi warga sekitar.

    Tak banyak yang menyangka, bahwa di sudut kecil desa ini, di antara jalanan sempit dan rumah-rumah yang berjajar sederhana, berdiri sebuah agen BRILink yang menjadi tumpuan harapan banyak orang.

    Ia bukan sekadar tempat transaksi, tapi solusi. Ia bukan hanya gerai kecil, tapi jembatan antara mimpi dan kenyataan.

    Dulu, warga harus menempuh jarak hingga empat kilometer hanya untuk menarik uang atau mentransfer dana. Ditambah satu kilometer lagi jika urusan mereka mengharuskan ke kantor bank.

    Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari usaha kecil atau gaji pas-pasan, jarak sejauh itu bukan sekadar angka. Melainkan sebagai waktu, tenaga, bensin, dan kadang, rasa putus asa.

    Namun, segalanya berubah sejak kehadiran Anugerah Cell.

    Tak perlu lagi motor menderu atau kaki menapak jauh. Kini, cukup jalan kaki atau naik sepeda motor sebentar, warga bisa merasakan layanan perbankan yang lengkap, aman, dan tentu saja, lebih dekat.

    “Dulu mau ke ATM itu harus jauh. Kalau ke bank, tambah lagi jauhnya. Sekarang, nggak perlu repot-repot. Ada Anugerah Cell,” ucap Faisal, seorang sopir ekspedisi yang saban pekan menyempatkan diri mampir ke gerai itu.

    Faisal, pria asal Sragen yang kini menetap di Boyolali, bercerita dengan nada penuh rasa syukur.

    Di tempat kecil itu, ia bisa menarik tunai untuk belanja kebutuhan rumah, mengirim uang ke orang tuanya di kampung, bahkan membayar tagihan listrik.

    “Sebulan sekali transfer uang ke kampung. Bayar listrik juga di sini. Praktis banget,” tuturnya kepada Tribunnews, Rabu (26/3/2025).

    Soal biaya tambahan? Faisal justru tersenyum.

    “Lima ribu rupiah itu murah banget, Mas. Daripada saya harus keluar bensin dan tenaga buat ke kota. Di sini sudah dibantu semua. Gampang dan ramah.”

    Perempuan Tangguh Bernama Ida

    Di balik meja etalase gerai Anugerah Cell ada sosok perempuan tangguh yang menjaga denyut hidup gerai ini.

    Ida Kuntalasari, 46 tahun, adalah pemilik Anugerah Cell sekaligus agen BRILink yang menjadi pahlawan sunyi bagi warga sekitar.

    Perjalanan Ida menjadi agen BRILink bukan tanpa cerita.

    Di tahun 2020, ketika dunia dilanda pandemi dan banyak usaha tiarap, Ida justru membuka lembaran baru.

    Berawal dari tawaran petugas BRI, ia mengumpulkan keberanian untuk menapaki dunia perbankan yang asing baginya saat itu.

    “Saya nggak tahu apa-apa soal tarik tunai, setor tunai, apalagi sistem bank. Tapi saya mau belajar,” kisahnya lirih namun penuh semangat.

    Kala itu, gerainya hanya menjual pulsa dan aksesoris handphone. Namun kini, sejak menjadi agen BRILink, wajah gerainya berubah.

    Pelan-pelan, ia mengurangi stok barang jualan dan fokus melayani transaksi nasabah.

    Ternyata, keputusannya tak salah. Jumlah transaksi terus meroket, dari 70 hingga 100 transaksi per hari, terutama di akhir bulan saat pegawai menerima gaji.

    “Kalau akhir bulan bisa sampai 100 transaksi sehari. Alhamdulillah, ini jauh lebih menjanjikan dari sebelumnya,” ungkapnya.

    Kesuksesan Ida tak hanya datang dari sistem yang ia jalankan. Lebih dari itu, semua berakar dari satu hal yang jarang dimiliki yakni pelayanan dari hati.

    Ida tak sekadar melayani. Ia menemani, membimbing, dan membantu, terutama bagi para lansia yang sering kali kesulitan memahami teknologi.

    “Banyak orang tua yang gaptek (gagap teknologi) datang ke sini. Kita bantu, kita pandu. Pokoknya ramah itu wajib,” tegasnya.

    Bahkan, beberapa pelanggan mengaku memilih kembali ke Anugerah Cell karena kecewa dengan pelayanan di tempat lain.

    “Ada yang cerita, agen di tempat lain jutek. Kalau di sini, saya usahakan senyum terus. Pelanggan itu kan manusia juga, mereka datang membawa harapan.”

    Keramahan, kesabaran, dan ketulusan Ida menjelma menjadi magnet yang menarik pelanggan datang lagi dan lagi.

    Usaha Ida tak sia-sia. Dalam waktu kurang dari empat tahun, pendapatan dari BRILink berhasil melampaui hasil jualan pulsa dan handphone yang ia tekuni selama satu dekade.

    Tak lama lagi, Ida bahkan akan membangun rumah impiannya di Pengging, Boyolali.

    Rumah yang tak sekadar berdinding dan beratap, tetapi berdiri di atas pondasi kerja keras, doa, dan konsistensi.

    “Saya berterima kasih banget ke BRI. Karena BRILink ini saya bisa punya penghasilan tetap. Nggak nyangka bisa sampai segini,” katanya sambil tersenyum haru.

    Capaian Agen BRILink

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BRI, berkomitmen dalam menyediakan solusi keuangan yang menyeluruh melalui jaringan Agen BRILink yang tersebar di seluruh Indonesia.

    BRI mengambil peran aktif sebagai pelopor inklusi keuangan, mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan visi pembangunan nasional.

    Hingga akhir Desember 2024, BRI mencatat peningkatan yang signifikan dalam jumlah Agen BRILink, yang meningkat dari 740 ribu agen pada Desember 2023 menjadi 1,06 juta agen di Desember 2024.

    Grafis capaian Agen BRILink secara nasional dari 2024 dibanding 2023

    Ini berarti bahwa sepanjang tahun 2024, sebanyak 324 ribu masyarakat bergabung untuk menjadi Agen BRILink.

    Dengan jaringan ini, BRI kini menjangkau lebih dari 85 wilayah di Indonesia dan melayani lebih dari 62 ribu desa.

    Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah yang dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan,BRI turut berkontribusi mewujudkan dan mendukung Asta Cita.

    “Sebagai wujud kontribusi BRI, kami turut mendukung Asta Cita keenam yaitu membangun dari desa dan dari bawah guna mendorong pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” jelasnya dalam keterangan tertulis pada Rabu (22/1/2025).

    Ia juga menekankan bahwa upaya ini mendukung Asta Cita ketiga pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan.

    Agen BRILink memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam memperluas akses keuangan hingga ke pelosok negeri.

    Sunarso dalam siaran persnya menyatakan, sebagai elemen strategi hybrid banking, BRI memadukan layanan digital dan fisik untuk memastikan akses layanan keuangan yang merata.

    Agen BRILink menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

    Selain itu, Agen BRILink tidak hanya bertugas memperluas dan mempermudah akses layanan perbankan, tetapi juga memastikan terjadinya sharing economy yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

    Dengan beragam layanan yang ditawarkan, mulai dari pembayaran tagihan listrik, air, BPJS, telepon, pembelian pulsa, hingga pembayaran cicilan, Agen BRILink menjadi solusi keuangan yang semakin relevan bagi masyarakat.

    Selain itu, tersedia juga layanan referral untuk pembukaan rekening tabungan, pinjaman, asuransi mikro, tarik tunai dari luar negeri, serta pembelian tiket perjalanan seperti bus, shuttle, dan kapal ferry.

    Semua kemudahan ini menjadikan Agen BRILink sebagai jembatan bagi masyarakat untuk lebih mudah mengakses layanan keuangan.

    Di sisi lain, Kementerian BUMN RI juga berupaya mempercepat program prioritas nasional melalui berbagai inisiasi.

    Menteri BUMN, Erick Thohir, menyatakan bahwa untuk mewujudkan Asta Cita tersebut, diperlukan kolaborasi yang efektif dan efisien antara berbagai pihak.

    Erick menjelaskan bahwa inisiatif tersebut mencakup hilirisasi pembangunan infrastruktur, pelayanan masyarakat, stabilisasi harga pangan, hingga pengembangan sumber daya manusia dan energi berkelanjutan.

    “Kolaborasi lintas kementerian dan badan menjadi momentum strategis untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” ungkap Erick Thohir.

    (*)