Tag: Benjamin Netanyahu

  • Efek Iran Hantam RS Israel: Pasien Kocar-kacir, Netanyahu Marah Besar

    Efek Iran Hantam RS Israel: Pasien Kocar-kacir, Netanyahu Marah Besar

    Jakarta

    Pusat Medis Soroka dikepung asap hitam dan tebal setelah serangan Iran. Banyak pecahan logam dan kaca bertebaran di area rumah sakit.

    Kendaraan yang membawa staf medis juga berjejer di luar sebagai respons darurat terhadap situasi yang dikhawatirkan akan lebih buruk. Hal inilah yang dialami seorang pasien unit gawat darurat (UGD), Alon Uzi.

    Saat itu, Alon tengah menerima perawatan di UGD saat serangan itu terjadi, dan tidak sempat mencari tempat berlindung.

    “Saya sedang berbaring di tempat tidur dan mendengar ledakan besar. Dan sebelum saya bisa melakukan apapun, terjadi ledakan dan sebagian langit-langit runtuh dan saya diselimuti debu putih,” terang Alon yang dikutip dari BBC.

    “Tidak ada waktu untuk bangun dari tempat tidur. Saya baru bersiap-siap dan kemudian mendengar suara siulan,” sambungnya.

    Di dalam UGD, udara membawa bau bahan kimia bercampur debu. Pasien masih dievakuasi dengan tandi dari dalam gedung, saat tim darurat melewati bangsal bedah yang juga hancur.

    Staf medis mengungkapkan pasien di sana baru-baru ini dipindahkan ke tempat penampungan darurat rumah sakit di bawah tanah. Menurut Kementerian Kesehatan Israel, sekitar 71 orang terluka.
    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu juga mengungkapkan kemarahannya setelah rudal Iran menghantam rumah sakit tersebut. Dia mengancam bahwa Iran akan “membayar harga yang mahal” atas serangan pada Kamis (19/6) itu.

    “para diktator teroris Iran menembakkan rudal ke Rumah Sakit Soroka di Beer Sheva dan ke warga sipil di pusat negara. Kami akan membuat para tiran di Teheran membayar harga yang mahal,” tulis Netanyahu.

    Direktur bangsal bersalin, Profesor Asher Bashiri, mengatakan dia bisa melihat area yang terkena dampak dari kantornya.

    “Kelihatannya tidak masuk akal. Bagian atas gedung retak dan api keluar dari sana pada jam-jam pertama. Semuanya tampak hancur,” bebernya.

    Prof Asher mengatakan mereka telah memindahkan semua pasien ke area yang lebih terlindungi saat perang dimulai. Ia menyebut dirinya dan beberapa staf sangat beruntung.

    “Keadaannya bisa saja jauh lebih buruk. Tetapi, kami masih hidup dalam situasi yang sulit dipercaya,” kata Prof Asher.

    “Ini belum berakhir, saya tidak tahu apa yang akan terjadi besok, atau lusa. Kami hanya senang bahwa kami masih hidup,” sambungnya.

    Bangsal RS Hancur, Pasien di Evakuasi

    Direktur rumah sakit Shlomi Codish mengatakan gedung bedah di bagian utara terkena serangan. Beberapa bangsal hancur dengan kerusakan parah yang terjadi di seluruh rumah sakit.

    “Kami berharap dapat memindahkan lebih dari 200 pasien dalam beberapa jam ke depan ke pusat medis lainnya. Kami berusaha meminimalkan jumlah orang, karena kita tidak tahu apakah gedung-gedung akan runtuh atau bangsal-bangsal akan runtuh,” tegasnya.

  • 60 Orang Tewas Digempur Israel di Gaza, Separuhnya Saat Tunggu Bantuan

    60 Orang Tewas Digempur Israel di Gaza, Separuhnya Saat Tunggu Bantuan

    Gaza City

    Sedikitnya 60 orang tewas akibat rentetan serangan pasukan militer Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza sepanjang Jumat (20/6). Lebih dari separuh kematian itu terjadi di dekat pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza, ketika banyak orang sedang menunggu untuk mendapatkan bantuan.

    Juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, seperti dilansir AFP, Sabtu (21/6/2025), melaporkan bahwa sekitar 31 korban tewas di antaranya merupakan para pencari bantuan kemanusiaan di Gaza.

    Dari jumlah tersebut, sebut Bassal, sekitar lima orang di antaranya tewas ketika sedang mengantre bantuan di wilayah Jalur Gaza bagian selatan pada Jumat (20/6), sedangkan 26 orang lainnya tewas akibat serangan di area dekat pusat distribusi bantuan Gaza, yang dikenal sebagai koridor Netzarim, yang dikuasai Israel.

    Ribuan orang berkumpul di area tersebut setiap harinya dengan harapan menerima jatah makanan, saat kelaparan mengancam Jalur Gaza setelah lebih dari 20 bulan perang berkecamuk.

    Militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa pasukannya di area Netzarim telah melepaskan “tembakan peringatan” ke arah “para tersangka” yang mendekati posisi mereka.

    Ketika orang-orang itu terus bergerak maju, sebut militer Tel Aviv, “sebuah pesawat menyerang dan melenyapkan para tersangka untuk menghilangkan ancaman”.

    Insiden serupa telah terjadi di area tersebut secara berkala sejak akhir Mei lalu, ketika organisasi bernama Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) — yang didukung Amerika Serikat (AS) dan Israel — membuat pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza, saat Israel melonggarkan blokade bantuan selama dua bulan.

    Lihat juga Video Netanyahu Murka RS Dirudal Iran Tapi Lupa soal Gaza, Standar Ganda?

    Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

    Di wilayah lainnya di Jalur Gaza pada Jumat (20/6), Bassal mengatakan sedikitnya 14 orang tewas dalam dua serangan terpisah di dalam dan di sekitar pusat kota Deir el-Balah, dan sedikitnya 13 orang lainnya tewas dalam tiga serangan udara Israel di area Gaza City.

    Salah satu serangan itu, yang menewaskan tiga orang, sebut Bassal, menghantam stasiun pengisian daya ponsel di kota tersebut.

    Di Jalur Gaza bagian selatan, menurut Bassal, dua orang tewas akibat “tembakan Israel” dalam dua insiden terpisah.

    Pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap media di Jalur Gaza dan kesulitan mengakses beberapa area membuat AFP tidak bisa memverifikasi secara independen jumlah korban dan rincian yang disampaikan oleh badan pertahanan sipil Gaza.

    Lihat juga Video Netanyahu Murka RS Dirudal Iran Tapi Lupa soal Gaza, Standar Ganda?

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • SBY Sebut Perdamaian Palestina & Israel Hanya Ilusi, Ini Alasannya

    SBY Sebut Perdamaian Palestina & Israel Hanya Ilusi, Ini Alasannya

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai bahwa perdamaian antara Palestina dan Israel hanya sebuah ilusi.

    SBY mengatakan bahwa kedua negara itu bakal kesulitan untuk berdamai dan mencari solusi atas masalah yang sudah mengakar. Di sisi lain, sambungnya, para pejuang dari fraksi Hamas dan Fatah pun tidak pernah akur dan selalu berbeda sikap terhadap negara Israel.

    SBY mengatakan bahwa faksi Hamas ingin Israel angkat kaki dari jalur Gaza yang kini sudah porak-poranda, berbeda dengan faksi Fatah.

    “Selama Hamas dan Fatah tidak akur dan tidak bisa bersatu, tidak mungkin bisa damai ya. Fatah ingin ada dua negara, tapi Hamas tidak mau. Hamas hanya ingin ada satu negara yaitu Palestina dan Israel pergi dari Gaza,” tutur SBY di kanal Youtube Gita Wirjawan yang diakses Jumat (20/6/2025).

    SBY menjelaskan bahwa faksi Hamas kini lebih populer di negara Palestina dibanding fraksi Fatah. Pasalnya, kata SBY, Hamas kini didukung oleh Iran, lebih populer dan dominan di Palestina jika dibandingkan dengan Fatah.

    “Maka akan jadi ilusi solusi ada dua negara berdamai,” katanya.

    Ditambah lagi, kata SBY, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga bersikeras untuk tetap mencaplok negara Palestina. Maka dari itu, SBY berpandangan bahwa perdamaian kedua negara antara Israel dan Palestina akan buntu.

    “Jadi ini akan buntu, karena di pihak Israel juga ada garis keras yang tidak mungkin setuju dengan two state solution yaitu Benjamin Netanyahu,” ujarnya.

    Sebelumnya, SBY menegaskan bahwa masa depan dunia dari sisi perdamaian dan keamanan akan ditentukan oleh lima orang terkuat saat ini yakni Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping.

    “Saat ini, situasi di Timur Tengah semakin berbahaya. Jika Perang Iran-Israel menjadi out of control, dunia benar-benar di ambang malapetaka,” tulisnya dalam unggahan X @SBYudhoyono pada Kamis (19/6/2025).

    Untuk itu, ayah dari Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini berharap kelima pemimpin tersebut diberikan kearifan jiwa dan kejernihan pikiran oleh Tuhan dalam mengambil keputusan serta tindakan.

    “Jangan ada salah keputusan dan miscalculation. Kalau gegabah dan salah, akan menimbulkan kematian dan kehancuran yang dahsyat di banyak bangsa dan negara,” terangnya.

  • Respons SBY saat RI Ditawari Bangun Hubungan Diplomatik dengan Israel

    Respons SBY saat RI Ditawari Bangun Hubungan Diplomatik dengan Israel

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku pernah ditawari agar Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan Israel demi kebaikan negara Palestina.

    SBY mengatakan bahwa tawaran tersebut ditawarkan seseorang melalui sambungan telepon langsung kepada dirinya. Namun SBY menegaskan dirinya langsung menolak tawaran menjalin diplomasi dengan Israel mengingat perbuatannya terhadap negara Palestina.

    “Selama Palestina belum menjadi negara yang merdeka dan berdaulat, tidak mungkin bagi Indonesia untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel,” tutur SBY di kanal Youtube Gita Wirjawan yang diakses Jumat (20/6/2025).

    SBY mengatakan bahwa tawaran tersebut terjadi sewaktu dirinya masih jadi Presiden ke-6. Menurut SBY, jika dirinya menerima tawaran tersebut, maka bakal terjadi kontra produktif di Indonesia.

    “Nanti bisa tambah rumit di dalam negeri dan bisa terjadi benturan pendapat yang luar biasa,” katanya.

    Selain itu, menurut SBY negara lain yang mayoritas muslim di luar Indonesia pasti juga akan salah paham jika SBY terima tawaran tersebut.

    “Mungkin negara Islam bisa salah paham. Jadi kita tetap berpikir positif, jadi jangan sampai ada perang baru di Timur Tengah,” ujarnya.

    Masa Depan Dunia di Tangan 5 Pemimpin Negara

    Secara terpisah, SBY turut menyuarakan pendapatnya terkait kondisi global saat ini. Menurutnya, masa depan dunia dari sisi perdamaian dan keamanan akan ditentukan oleh lima orang terkuat saat ini.

    Mengutip unggahan X @SBYudhoyono pada Kamis (19/6/2025), SBY menyebut kelima orang ini adalah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

    Selanjutnya, imbuhnya, tiga orang yang lebih kuat lagi adalah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping.

    “Saat ini, situasi di Timur Tengah semakin berbahaya. Jika Perang Iran-Israel menjadi out of control, dunia benar-benar di ambang malapetaka,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

    Sebab itu, ayah dari Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini berharap kelima pemimpin tersebut diberikan kearifan jiwa dan kejernihan pikiran oleh Tuhan dalam mengambil keputusan serta tindakan.

    “Jangan ada salah keputusan dan miscalculation. Kalau gegabah dan salah, akan menimbulkan kematian dan kehancuran yang dahsyat di banyak bangsa dan negara,” terangnya.

    SBY menyoroti bahwa sejarah mencatat, banyak peperangan yang terjadi karena ego dan ambisi para pemegang kekuasaan (power holders). 

    Meskipun dia juga menyebut bahwa dari abad ke abad pasti selalu ada pemimpin yang sangat gemar berperang atau warlike leaders. Padahal, menurutnya sejatinya manusia sedunia lebih mencintai kedamaian dan perdamaian.

    “Perang besar, apalagi Perang Dunia ke-3, masih bisa dicegah. Harus bisa dicegah. Waktu dan jalan masih ada,” tutupnya.

  • Kebakaran di Israel Usai Dihujani Rudal Iran

    Kebakaran di Israel Usai Dihujani Rudal Iran

    Jakarta

    Israel dan Iran terus menerus saling serang. Kini, Iran telah menghujani Israel dengan rudal hingga terbakar.

    Rentetan serangan rudal Iran melesat ke wilayah Israel pada Jumat (20/6), dengan sirene peringatan udara meraung-raung di wilayah selatan negara Yahudi tersebut. Sejumlah kebakaran dilaporkan terjadi di ruas jalanan kota Beersheba, tepatnya di dekat kantor Microsoft.

    “Sirene berbunyi di sejumlah wilayah Israel menyusul teridentifikasinya rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran ke negara Israel,” sebut militer Israel dalam pesan peringatan via Telegram, seperti dilansir AFP, Jumat (20/6/2025).

    Militer Israel menyatakan pihaknya berupaya mencegat rudal-rudal Teheran tersebut.

    Menurut laporan Reuters dan Al Arabiya, setidaknya satu serangan berdampak langsung pada jalanan kota Beersheba, yang merupakan kota terbesar di wilayah Israel bagian selatan, yang menjadi target serangan Iran dalam beberapa hari terakhir.

    Disebutkan bahwa kebakaran terjadi di salah satu ruas jalanan di Beersheba di dekat taman tekno yang menaungi kantor Microsoft, setelah salah satu serangan rudal Iran dilaporkan menghantam area tersebut.

    Bagaimana kondisi bangunan yang dihantam rudal Iran? Baca halaman selanjutnya.

    Rudal Iran Hantam Apartemen Hingga Gedung Kantor

    Foto: Soroka Medical Center di Israel selatan terkena serangan langsung dari rudal Iran. Serangan balasan Israel targetkan reaktor Arak di Iran. (REUTERS/Amir Cohen)

    Rudal-rudal Teheran dilaporkan menghantam area dekat gedung apartemen, gedung perkantoran, dan fasilitas industri, yang meninggalkan kawah besar dan merusak bagian fasad bangunan apartemen setempat.

    “Kami mendapatkan serangan langsung di sebelah salah satu gedung. Kerusakan di sini cukup (luas)” tutur salah satu paramedis setempat, Shafir Botner.

    Televisi publik Israel, Kan, menayangkan rekaman video yang menunjukkan beberapa mobil dilalap api, kepulan asap tebal, dan jendela-jendela pecah di gedung-gedung apartemen setempat.

    Menurut Botner, sedikitnya enam orang mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi di area tersebut.

    Pada hari yang sama, militer Israel mengumumkan pasukannya menyerang puluhan target militer di Teheran, Iran. Sebuah pusat penelitian dan pengembangan proyek senjata nuklir Iran juga turut menjadi target serangan terbaru Tel Aviv, saat perang memasuki hari kedelapan.

    Dalam pernyataannya, militer Israel mengklaim pasukannya telah “menyelesaikan serangkaian serangan di jantung kota Teheran”.

    “Puluhan target diserang, termasuk lokasi produksi rudal militer dan markas besar SPND (Organisasi Inovasi dan Penelitian Pertahanan) untuk penelitian dan pengembangan proyek senjata nuklir Iran,” sebut militer Israel dalam pernyataannya pada Jumat (20/6).

    Israel Klaim Ubah Wajah Dunia

    Foto: PM Israel Benjamin Netanyahu (BBC World)

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengklaim negaranya sedang “mengubah wajah dunia” dalam perangnya melawan Iran. Netanyahu juga menyambut “semua bantuan” untuk Tel Aviv dalam menghancurkan fasilitas nuklir Teheran.

    “Saya mengatakan bahwa kami wajah Timur Tengah, dan sekarang saya katakan kami mengubah wajah dunia,” cetus Netanyahu saat berbicara kepada televisi Israel, Kan, seperti dilansir AFP, Jumat (20/6/2025).

    Tujuh hari perang berkecamuk, Netanyahu mengatakan pasukan Israel lebih cepat dari jadwal dalam serangan-serangan mereka terhadap fasilitas nuklir dan rudal Iran.

    Namun dia menolak untuk memberikan kerangka waktu yang jelas untuk mengakhiri konfrontasi paling intens dalam sejarah dengan musuh bebayatannya, Teheran.

    “Kami sedang berperang. Saya tidak akan mengungkapkan kerangka waktu kami. Saya tidak akan memberi tahu mereka (Iran) apa yang sedang kami persiapkan,” kata Netanyahu.

    “Ketika Anda memasuki perang, Anda mengetahui kapan itu dimulai, tetapi tidak mengetahui kapan itu akan berakhir,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Netanyahu mengklaim Israel telah menghancurkan “lebih dari separuh” peluncur rudal Iran, dan “mampu menyerang semua fasilitas nuklir Iran”.

    Tonton juga “Israel Perdalam Serangannya, Sasar Lokasi Terkait Nuklir Iran” di sini:

    Halaman 2 dari 3

    (rdp/rdp)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Fakta di Balik Ucapan Prabowo Diviralkan Prediksi Serangan ke Iran

    Fakta di Balik Ucapan Prabowo Diviralkan Prediksi Serangan ke Iran

    Jakarta

    Pada bulan April lalu, Presiden Prabowo Subianto sempat berbicara tentang potensi penyerangan ke Iran dan bisa pemicu perang dunia III. Pernyataan Prabowo itu kini viral usai Iran dan Israel saling berbalas serangan.

    Dilihat pada Jumat (20/6/2025), dalam potongan video itu, Prabowo menyebut serangan terhadap Iran bakal memicu reaksi dari Rusia. Prabowo menyebut situasi ini sangat berbahaya.

    “Yang sangat berbahaya yang bisa memicu orang dunia ketiga. Ini tidak main-main, benar-benar. Saya pelajari tiap malam, saya lihat, this is very dangerous time, very dangerous time. Amerika siap mau nyerang Iran, Rusia mengatakan, jangan menyerang Iran. Kalau menyerang Iran, berhadapan dengan saya, Rusia. What is that mean? Masalah Iran nanti perang dunia ketiga. Dan kita sudah non-blok, kita sudah benar,” kata Prabowo.

    Potongan video Prabowo itu adalah wawancara Prabowo bersama bersama 7 pemimpin redaksi di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat, Minggu, 6 April 2025, atau 2 bulan lalu sebelum Israel memulai serangan terhadap Iran.

    Berikut ini pernyataannya pada April lalu soal serangan terhadap Iran yang bisa memicu perang dunia ketiga:

    Saya lihat dan saya yakini dalam 5, 6, 8 bulan ke depan kita akan membuat langkah-langkah fundamental, terobosan yang akan memperkokoh ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Perang, persaingan hegemoni.

    Yang sangat berbahaya yang bisa memicu orang dunia ketiga. Ini tidak main-main, benar-benar. Saya pelajari tiap malam, saya lihat, this is very dangerous time, very dangerous time. Amerika siap mau nyerang Iran, Rusia mengatakan, jangan menyerang Iran. Kalau menyerang Iran, berhadapan dengan saya, Rusia.

    What is that mean? Masalah Iran nanti perang dunia ketiga. Dan kita sudah non-blok, kita sudah benar.

    Tapi kalau terjadi perang nuklir, kita non-blok saja, kita akan kena. Mungkin yang negara-negara yang punya nuklir, ya, dia matinya lebih cepat. Kita mungkin mati juga, tapi lama kita matinya, ya, kan.

    Jadi, dangerous time. Kita harus hati-hati. Dan untuk itulah, saya selalu mengajak, mari kita rukun, mari kita mengatasi persoalan ini bersama.

    Israel dan Iran Berbalas Serangan

    Serangan rudal Iran menghantam wilayah Ramat Gan, Israel, Kamis (19/6). Tim penyelamat bekerja cepat menangani kerusakan dan korban terdampak. (Foto: REUTERS/Ammar Awad)

    Perang Israel dan Iran dimulai sejak akhir pekan lalu. Pada Jumat (16/6) Israel melancarkan serangan rudal ke Ibu Kota Teheran dan wilayah Iran lainnya.

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kemudian mengonfirmasi penyerangan terhadap Iran. Netanyahu mengatakan serangan terhadap Iran akan terus berlanjut.

    “Operasi ini akan terus berlanjut selama beberapa hari yang diperlukan untuk menghilangkan ancaman ini,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video, yang diberi nama operasi ‘Rising Lion’ sebagaimana dilansir AFP, Jumat (13/6).

    Netanyahu mengatakan serangan militernya menghantam pembuatan nuklir Iran. Tak hanya itu, tempat rudal Iran juga diserangnya.

    “Kami menyerang jantung program pengayaan nuklir Iran. Kami menargetkan fasilitas pengayaan utama Iran di Natanz… Kami juga menyerang jantung program rudal balistik Iran,” katanya.

    Iran kemudian merespons, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan serangan balasan kepada Israel usai sejumlah fasilitas nuklir dan militernya diserang. Khamenei mewanti-wanti Israel akan menghadapi nasib yang menyakitkan.

    Dilansir Aljazeera, Jumat (13/6), kantor berita resmi Iran atau IRNA, telah menerbitkan pernyataan dari Khamenei. Israel diperingatkan kana menerima hukuman berat.

    “Rezim Zionis, pada dini hari ini, membuka tangannya yang kotor dan berdarah untuk melakukan kejahatan di negara kita tercinta dan memperlihatkan sifat jahatnya lebih dari sebelumnya dengan menyerang pusat-pusat permukiman,” kata Khamenei.

    Angkatan Iran, kata Khamenei, tidak akan tinggal diam dengan serangan Israel. Sejumlah komandan militer dan ilmuwan nuklir Iran tewas dalam serangan Israel.

    “Dengan kejahatan ini, rezim Zionis mempersiapkan diri untuk dirinya sendiri nasib yang pahit dan menyakitkan, dan itu pasti akan menerimanya,” ujarnya.

    Iran pada malam Jumat malam harinya membalas serangan Israel. Rudal diluncurkan ke Tel Aviv hingga Yerusalem. Serangan terus berlanjut hingga hari ini.

    Hingga Jumat (20/6), menurut Kementerian Kesehatan Iran, lebih dari 220 orang tewas akibat serangan Israel. Sementara itu, Israel mengatakan serangan Iran telah menewaskan 24 orang.

    Serangan Israel ke Iran ini, telah menewaskan beberapa petinggi militer Iran, termasuk Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Salami.

    Ada pula beberapa ilmuwan nuklir Iran yang tewas, termasuk mantan Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Fereydoon Abbasi.

    Iran mengatakan warga sipil, termasuk anak-anak, berada di antara korban tewas.

    Halaman 2 dari 2

    (lir/lir)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • SBY: Perang Dunia Ke-3 Harus dan Masih Bisa Dicegah, Jalan Masih Ada

    SBY: Perang Dunia Ke-3 Harus dan Masih Bisa Dicegah, Jalan Masih Ada

    SBY: Perang Dunia Ke-3 Harus dan Masih Bisa Dicegah, Jalan Masih Ada
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden ke-6 RI,
    Susilo Bambang Yudhoyono
    (
    SBY
    ) mengatakan,
    perang dunia
    ke-3 masih bisa dicegan dan harus bisa dicegah.
    Hal itu dikatakan SBY seraya mengatakan bahwa masa depan perdamaian dunia ditentukan oleh lima orang kuat. Mereka adalah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, PM Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping.
    “Perang besar, apalagi
    Perang Dunia
    ke-3, masih bisa dicegah. Harus bisa dicegah. Waktu dan jalan masih ada,” tulis SBY dalam akun X resminya @SBYudhoyono, dikutip pada Jumat (20/6/2025).
    SBY mengatakan, dalam sejarah, banyak peperangan yang dipicu oleh ego dan ambisi para pemegang kekuasaan.
    “Sejarah mencatat, banyak peperangan yang berangkat dari ego dan ambisi para pemegang kekuasaan (
    power holders
    ). Dari abad ke abad, selalu ada ‘warlike leaders’ (pemimpin yang sangat gemar berperang). Padahal, sejatinya manusia sedunia lebih mencintai kedamaian dan perdamaian,” tulisnya
    Oleh karena itu, dalam unggahannya, SBY berharap agar lima orang kuat yang disebutnya diberikan kearifan dan kejernihan pikiran dalam mengambil keputusan dan tindakan.
    Sebab, menurut SBY, jika lima orang kuat tersebut salah mengambil keputusan maka bakal menimbulkan kehancuran di banyak bangsa dan negara.
    “Semoga kelima pemimpin tersebut oleh Tuhan diberikan kearifan jiwa dan kejernihan pikiran dalam mengambil keputusan dan tindakan. Jangan ada salah keputusan dan ‘miscalculation’ (salah hitung). Kalau gegabah dan salah, akan menimbulkan kematian dan kehancuran yang dahsyat di banyak bangsa dan negara,” tulisnya.
    Apalagi, SBY mengingatkan bahwa situasi di Timur Tengah akan semakin berbahaya jika perang Iran-Israel tidak bisa dikendalikan.
    “Saat ini, situasi di Timur Tengah semakin berbahaya. Jika Perang Iran-Israel menjadi ‘out of control’, dunia benar-benar di ambang malapetaka,” tulis SBY lagi.
    Sebagaimana diberitakan, konflik antara Iran dan Israel kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Konflik ini dipicu oleh serangan Israel pada Jumat, 13 Juni 2025.
    Serangan Israel tersebut menyasar perumahan hingga fasilitas nuklir Iran.
    Iran kemudian melakukan serangan balasan pada Sabtu, 14 Juni 2025, yang merusak fasilitas ekonomi Israel.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Unggah Foto-Foto Korban Rudal Iran, Israel Tak Dapat Simpati Malah Dibilang Kena Karma atas Gaza

    Unggah Foto-Foto Korban Rudal Iran, Israel Tak Dapat Simpati Malah Dibilang Kena Karma atas Gaza

    GELORA.CO – Iran terus mengirimkan serangan rudal ke Israel. Terbaru, sedikitnya empat situs di Israel terkena hantaman rudal yang dikirimkan Iran pada Kamis (19/6).

    Termasuk Rumah Sakit (RS) Soroka di Beersheba dan gedung bursa efek di Tel Aviv. Serangan rudal Iran juga membuat sejumlah warga Israel terluka.

    Melihat warganya terluka, Israel mengunggah foto-foto korban rudal Iran yang sedang dievakuasi. Alih-alih mendapatkan simpati, warga dunia justru mengatakan bahwa Israel terkena karma dari Gaza.

    Lantas bagaimana foto-foto korban rudal Iran yang diunggah Israel namun justru tidak dapat simpati publik? Melansir dari akun Instagram @stateofisrael, Jumat (20/6), simak ulasan informasinya berikut ini.Unggah Foto Korban Rudal Iran

    Israel kembali mencuri perhatian dunia. Kali ini, mereka menjadi sorotan bukan karena serangan demi serangan yang diluncurkan. Israel baru-baru ini terlihat mengunggah foto-foto korban rudal Iran.

    Seperti diketahui, Iran kembali menembakkan serentetan rudal ke Israel pada Kamis (19/6) sebagai aksi balasan. Dari aksi balasan tersebut, sejumlah warga Israel terluka terkena hantaman rudal Iran.

    Dalam foto yang diunggah oleh Israel, terlihat para korban tengah dievakuasi. Bukan hanya pria dewasa saja, banyak anak-anak yang turut dievakusi dari bangunan yang terkena hantaman rudal.

    “Pasukan keamanan dan tim medis kami yang pemberani bekerja tanpa lelah untuk menyelamatkan orang dan menyelamatkan nyawa — menyusul serangan rudal balistik rezim Iran terhadap warga Israel yang tidak bersalah,” tulisnya dalam keterangan foto.

    Publik Ramai Bilang Karma dari Warga Gaza

    Alih-alih mendapatkan simpati, warga dunia justru tidak berempati terhadap para korban. Mereka bahkan beramai-ramai mengatakan bahwa itu adalah karma dari warga Gaza.

    Hal itu terlihat pada unggahan yang dibanjiri komentar dari masyarakat seluruh dunia. Bahkan, ada pula warga dunia yang merasa bahagia melihat warga Israel menjadi korban hantaman rudal Iran.

    “Alhamdulillah😍😍😍😍😍,” tulis akun andrsatryeah.

    “KARMAAAAAAAAA🔥,” tulis akun naciyyyy.

    “Kerja bagus Iran, karma sedang terjadi 🇵🇸🇵🇸🍉🍉,” tulis akun fya.ns.

    “Aku suka, ini karma😂,” tulis akun beby_salsabia.

    “Di mana Anda saat Anda menyerang warga sipil, anak-anak, rumah sakit di Gaza dan pelanggaran hak asasi manusia? Anda tidak bisa bersikap manusiawi, Anda tidak punya hati nurani. Hiduplah umat manusia, hiduplah Palestina,” tulis akun h.emre_grnts.

    “KARMAAAAAAA #freepalastine🇵🇸❤️,” tulis akun seyda_ug.

    “Tidak ada yang peduli dengan negara ini,” tulis akun amuhaiminl.

    Rudal Iran Hantam Bursa Efek dan RS Tempat Tentara Israel

    Iran kembali menembakkan serentetan rudal ke Israel pada Kamis (19/6) sebagai aksi balasan. Rudal-rudal ini menghantam Rumah Sakit (RS) Soroka di Beersheba dan gedung bursa efek di Tel Aviv.

    Dikutip dari TRT World, RS Soroka merupakan fasilitas kesehatan di mana para tentara Israel yang terlibat perang genosida di Gaza dirawat. Sampai saat ini, Israel masih melancarkan perang genosida di Gaza dan telah membunuh sekitar 55.000 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak.

    Sebuah video yang dibagikan TRT World di X menunjukkan rumah sakit tersebut mengalami kerusakan signifikan, di mana plafon-plafon runtuh ke lantai. Dalam keterangan video tersebut juga dilaporkan sedikitnya empat situs di seluruh Israel terkena hantaman rudal Iran pada Kamis.

    Dilansir The Financial Times, gedung bursa efek mengalami kerusakan parah setelah dihantam rudal Iran. Badan SAR David Adom Israel mengatakan, sedikitnya 32 orang terluka dalam serangan terbaru Iran ini.

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan Teheran akan “membayar harga yang sangat mahal” akibat serangan terbaru ini. Menurut laporan televisi pemerintah Iran, Israel juga menyerang reaktor air keras Arak milik Iran, serangan terbarunya yang menyasar program nuklir negara tersebut.

    “Tidak ada bahaya radiasi sama sekali,” jelas laporan tersebut seraya menambahkan fasilitas reaktor air keras itu telah dievakuasi sebelum serangan.

  • Ali Khamenei Tidak Boleh Lagi Dibiarkan Hidup

    Ali Khamenei Tidak Boleh Lagi Dibiarkan Hidup

    GELORA.CO  – Israel meradang usai rumah sakit Soroka di Israel Selatan terkena serangan rudal Iran, pada Kamis (19/6/2025).

    Oleh karenanya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pantas untuk dihabisi.

    “Khamenei secara terbuka menyatakan bahwa ia ingin Israel dihancurkan – ia secara pribadi memberikan perintah untuk menembaki rumah sakit.”

    “Ia menganggap penghancuran negara Israel sebagai tujuan, orang seperti itu tidak boleh lagi dibiarkan hidup,” katanya, dikutip dari The Guardian, Jumat (20/6/2025).

    Berbicara di rumah sakit Soroka di Beersheba, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu ditanyai tentang niat Donald Trump di perang Iran vs Israel.

    Terutama soal apakah Israel mengharapkan Presiden Amerika Serikat (AS) tersebut untuk bergabung dalam aksi penyerangan terhadap Iran.

    Netanyahu menegaskan, langkah AS membantu Israel hal mutlak yang harus dilakukan. 

    “Itu keputusan yang harus diambil presiden, tetapi saya dapat memberitahu Anda bahwa mereka sudah banyak membantu, karena mereka berpartisipasi dalam perlindungan langit di atas Israel dan kota-kotanya,” jawabnya.

    Sementara itu, Presiden AS Donald Trump masih belum memberikan kepastian akankah turun membantu sekutunya itu.

    “Saya mungkin akan melakukannya, saya mungkin tidak akan melakukannya. Maksud saya, tidak seorang pun tahu apa yang akan saya lakukan,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari hindustantimes.com.

    Trump menyebut keputusannya nanti sangat tergantung dengan kondisi di lapangan.

    Ia menilai situasi bisa berubah kapan saja tanpa bisa diprediksi sebelumnya.

    “Saya punya ide tentang apa yang harus dilakukan. Saya ingin membuat keputusan akhir sedetik sebelum waktunya karena banyak hal yang berubah, terutama dengan adanya perang,” tambah dia.

    Rumah Sakit Terkena Rudal

    Pada Kamis (19/6/2025), dini hari, sebuah rudal yang diluncurkan oleh Iran menghantam rumah sakit utama di Israel bagian selatan, Rumah Sakit Soroka.

    Media Israel menayangkan rekaman jendela yang pecah dan asap hitam pekat mengepul dari lokasi.

    Serangan rudal Iran tidak hanya menyasar rumah sakit, tetapi juga menyerang gedung bertingkat tinggi dan sejumlah bangunan tempat tinggal di dua lokasi berbeda dekat Tel Aviv.

    Wartawan dari kantor berita Prancis, AFP, melaporkan suara ledakan yang hebat dan berkelanjutan terdengar di Tel Aviv dan Yerusalem. 

    Total sekitar 65 orang terluka dalam serangan tersebut, dua di antaranya dalam kondisi serius, dikutip dari CBS News.

    Komandan polisi setempat, Haim Bublil menyatakan bahwa beberapa korban luka ringan berasal dari serangan di rumah sakit itu.

    Ia juga menjelaskan adanya kebakaran di sebuah gedung enam lantai yang sulit dijangkau, sementara tim penyelamat terus melakukan pencarian dan memindahkan pasien ke bagian rumah sakit yang lebih aman. 

    Pihak rumah sakit meminta masyarakat untuk tidak datang berobat agar proses evakuasi dan penanganan korban dapat berjalan lancar. 

    Sebelum serangan, bagian rumah sakit yang terkena langsung sudah dievakuasi demi keselamatan pasien dan staf medis.

    Menteri Kesehatan Israel, Uriel Bosso, mengecam keras serangan tersebut.

    Ia menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang yang dilakukan oleh rezim Iran terhadap warga sipil tak berdosa dan tenaga medis yang bertugas menyelamatkan nyawa. 

    Rumah Sakit Soroka, memiliki lebih dari 1.000 tempat tidur dan melayani sekitar satu juta penduduk di Israel selatan. 

    theguardian.com melaporkan, sebuah rudal menghantam dasar gedung pencakar langit di jalan Jabotinsky di Ramat Gan, dekat pusat kota Tel Aviv dan sekitar 200 meter dari bursa berlian kota itu. 

    Penduduk setempat mengatakan bahwa sebuah bisnis pizza siap saji terkena dampak penuh dari serangan itu.

    Beberapa blok apartemen tua di seberang jalan juga hancur akibat kekuatan ledakan itu, yang telah memecahkan jendela-jendela di seluruh distrik itu.

    Associated Press (AP) melaporkan bahwa sedikitnya 240 orang terluka akibat serangan rudal Iran pada Kamis pagi. 

    Kantor berita itu mengatakan bahwa empat orang terluka parah, menurut Kementerian Kesehatan Israel.

    Militer Israel juga menyebut,  bahwa Iran menggunakan rudal dengan beberapa hulu ledak dalam serangannya, sehingga menimbulkan tantangan baru bagi pertahanannya, Associated Press (AP) melaporkan. 

    Alih-alih harus melacak satu hulu ledak, rudal dengan beberapa hulu ledak dapat menimbulkan tantangan yang lebih sulit bagi sistem pertahanan udara, seperti Iron Dome milik Israel.

  • Ulama Irak Teriak, Serangan ke Khamenei Picu Petaka di Timur Tengah

    Ulama Irak Teriak, Serangan ke Khamenei Picu Petaka di Timur Tengah

    Jakarta, CNBC Indonesia – Ulama Syiah paling berpengaruh di Irak, Ayatollah Agung Ali Sistani, mengingatkan agar komunitas internasional tidak menargetkan pemimpin tertinggi Iran. Ia memperingatkan bahwa langkah tersebut bisa memicu kekacauan luas dan memperburuk situasi di Timur Tengah.

    “Setiap penargetan terhadap kepemimpinan agama dan politik tertinggi Iran akan membawa konsekuensi mengerikan bagi kawasan,” tegas Sistani dalam pernyataan resminya, seperti dikutip AFP, Kamis (19/6/2025).

    Peringatan ini muncul di tengah memanasnya konflik Iran-Israel setelah serangan mendadak Israel pekan lalu yang menargetkan situs militer dan nuklir Iran serta menewaskan sejumlah komandan dan ilmuwan tinggi. Iran membalas dengan rentetan rudal ke wilayah Israel, memicu ketegangan regional yang lebih luas.

    Sistani, yang merupakan warga negara Iran namun dikenal menentang dominasi Teheran di Irak, menyerukan penyelesaian damai.

    “Masyarakat internasional harus melakukan segala upaya untuk mengakhiri perang yang tidak adil ini dan menemukan solusi damai terkait program nuklir Iran,” ujarnya.

    Kekhawatiran akan eskalasi makin meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak menutup kemungkinan menyerang atau bahkan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. “Itu bisa mengakhiri konflik,” klaim Netanyahu awal pekan ini.

    Presiden AS Donald Trump juga menekan Iran agar menyerah tanpa syarat, meski menegaskan belum akan menyerang Khamenei “untuk saat ini”.

    Sementara itu, aksi solidaritas bermunculan di Irak dan Lebanon. Di Irak selatan, ulama Syiah turun ke jalan dengan mengenakan seragam militer, membawa bendera Irak dan Iran, serta meneriakkan slogan anti-Israel.

    Sementara di Lebanon, kelompok Hizbullah memperingatkan Israel agar tidak mengancam Khamenei, menyebutnya sebagai tindakan “sembrono dan bodoh” yang akan menimbulkan “konsekuensi serius”.

    “Ancaman terhadap Khamenei adalah penghinaan terhadap ratusan juta orang beriman,” kata pernyataan resmi Hizbullah.

    Sejak 12 Juni lalu, Iran dan Israel telah terlibat dalam eskalasi paling parah hingga saat ini. Iran telah meluncurkan sekitar 400 misil balistik dan 1.000 drone ke wilayah Israel, termasuk serangan ke Soroka Hospital di Beersheba dan kawasan sipil seperti Tel Aviv dan Haifa, yang menyebabkan puluhan kematian dan ratusan luka, serta kerusakan besar pada bangunan dan infrastruktur penting.

    Sebagai balasan, Israel menggempur hampir seluruh fasilitas nuklir dan militer Iran, mencakup reaktor Arak, Natanz, Isfahan, dan pangkalan IRGC, menghancurkan 35-40% stok misil Iran. Serangan ini menewaskan antara ratusan orang di Iran, termasuk ratusan warga sipil.

    Konflik ini kian meluas dengan meningkatnya ketegangan sipil, evakuasi skala internasional, dan ancaman militer lebih lanjut dari AS dan Rusia di tengah upaya diplomasi internasional.

     

    (luc/luc)

    [Gambas:Video CNBC]