Tag: Benjamin Netanyahu

  • Trump Bilang Hamas Bakal Tanggung Akibatnya Jika Tolak Lucuti Senjata

    Trump Bilang Hamas Bakal Tanggung Akibatnya Jika Tolak Lucuti Senjata

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Hamas untuk segera melucuti senjata. Kata Trump, Hamas bakal menanggung akibatnya jika menolak itu.

    “Jika mereka tidak melucuti senjata seperti yang telah mereka sepakati, maka mereka akan menanggung akibatnya,” kata Trump dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Florida, dilansir kantor berita AFP, Selasa (30/12/2025).

    Trump mengatakan Hamas harus segera melucuti senjata. Dia menyebut hal itu harus dilakukan dalam waktu dekat.

    “Mereka harus melucuti senjata dalam waktu yang cukup singkat,” kata Trump.

    Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Netanyahu, yang telah mengambil sikap dalam melangkah ke tahap selanjutnya dari rencana gencatan senjata Gaza.

    “Saya tidak khawatir dengan apa pun yang dilakukan Israel,” kata Trump.

    Trump diketahui bertemu Netanyahu di Florida. Pertemuan membahas langkah selanjutnya dalam rencana gencatan senjata Gaza.

    Keduanya juga membahas Iran. Trump mengatakan bahwa jika Teheran membangun kembali fasilitas nuklirnya, Amerika Serikat akan “menghancurkannya.”

    Trump mengecilkan laporan tentang ketegangan dengan Netanyahu, dengan mengatakan bahwa “dia bisa sangat sulit” tetapi Israel “mungkin tidak akan ada” tanpa kepemimpinannya setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

    “Kami membahas sekitar lima topik utama, dan Gaza akan menjadi salah satunya,” kata Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago miliknya menjelang pertemuan bilateral tersebut.

    (whn/whn)

  • Trump Bertemu Netanyahu di Florida AS, Bahas Gaza dan Iran

    Trump Bertemu Netanyahu di Florida AS, Bahas Gaza dan Iran

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Florida. Pertemuan membahas langkah selanjutnya dalam rencana gencatan senjata Gaza.

    Dilansir kantor berita AFP, Selasa (30/12/2025), keduanya juga membahas Iran. Trump mengatakan bahwa jika Teheran membangun kembali fasilitas nuklirnya, Amerika Serikat akan “menghancurkannya.”

    Trump mengecilkan laporan tentang ketegangan dengan Netanyahu, dengan mengatakan bahwa “dia bisa sangat sulit” tetapi Israel “mungkin tidak akan ada” tanpa kepemimpinannya setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

    “Kami membahas sekitar lima topik utama, dan Gaza akan menjadi salah satunya,” kata Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago miliknya menjelang pertemuan bilateral tersebut.

    Trump kembali menyerukan Hamas untuk melucuti senjata sebagai bagian dari fase selanjutnya dari gencatan senjata Gaza bulan Oktober, setelah sayap bersenjata kelompok Palestina itu bersumpah untuk tetap mempertahankan senjatanya.

    “Harus ada pelucutan senjata terhadap Hamas,” kata Trump.

    (whn/whn)

  • 4
                    
                        Musuh Israel Bertambah, Al Shabaab Siap Perang Usai Netanyahu Akui Somaliland
                        Internasional

    4 Musuh Israel Bertambah, Al Shabaab Siap Perang Usai Netanyahu Akui Somaliland Internasional

    Musuh Israel Bertambah, Al Shabaab Siap Perang Usai Netanyahu Akui Somaliland
    Penulis
    MOGADISHU, KOMPAS.com
    – Kelompok milisi Al Shabaab di Somalia menjadi musuh terbaru Israel, menyusul keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui kemerdekaan Somaliland pada Jumat (26/12/2025).
    Al Shabaab
    pada Sabtu (27/12/2025) menyatakan, akan menentang segala bentuk upaya
    Israel
    memanfaatkan wilayah
    Somaliland
    .
    Adapun langkah Netanyahu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang mengakui pemisahan Somaliland dari
    Somalia
    pada 1991.
    “Kami tidak akan menerimanya, dan kami akan melawannya,” kata juru bicara Al Shabaab, Ali Dheere, seperti dikutip dari
    AFP
    .
    Menurut Dheere, pengakuan Israel terhadap Somaliland mencerminkan upaya memperluas pengaruh ke wilayah Somalia.
    Ia pun menyayangkan adanya warga Somalia yang menyambut pengakuan tersebut dengan antusias.
    “Sungguh penghinaan tingkat tertinggi hari ini, melihat sebagian warga Somalia merayakan pengakuan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,” ucapnya.
    Somalia sendiri telah memerangi kelompok Al Shabaab selama hampir dua dekade.
    Meskipun keamanan di Ibu Kota Mogadishu membaik, konflik bersenjata masih terus berlangsung di sejumlah daerah.
    Dengan perlawanan yang dilontarkan Al Shabaab, musuh Israel kini bertambah setelah Hamas, Hizbullah, Houthi, Iran, dan beberapa kelompok bersenjata lainnya.
    Penolakan juga datang dari Uni Afrika. Kepala Uni Afrika Mahamoud Ali Youssouf menegaskan pentingnya menghormati batas-batas wilayah di Afrika.
    “Setiap upaya untuk merusak persatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial Somalia berisiko menciptakan preseden berbahaya dengan implikasi luas bagi perdamaian dan stabilitas di seluruh benua,” ujarnya.
    Youssouf menegaskan, setiap bentuk inisiatif yang bertujuan mengakui Somaliland sebagai entitas independen harus ditolak.
    “Somaliland tetap menjadi bagian integral dari Republik Federal Somalia,” tegasnya.
    Turkiye dan Mesir turut menyuarakan penolakan. Pemerintah Ankara menyebut pengakuan Israel sebagai bentuk campur tangan terang-terangan terhadap urusan dalam negeri Somalia.
    Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan dukungan penuh bagi kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia.
    “Penghormatan terhadap persatuan, kedaulatan, dan integritas wilayah negara merupakan pilar fundamental stabilitas sistem internasional dan tidak boleh dilanggar atau diabaikan dengan dalih apa pun,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Mesir.
    Sumber: Kompas.com (Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pernyataan Mengejutkan Presiden Iran

    Pernyataan Mengejutkan Presiden Iran

    Jakarta

    Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuat pernyataan mengejutkan soal kondisi negaranya yang disebut dalam kondisi perang. Tak tanggung-tanggung, Masoud menyatakan negaranya sedang berada dalam perang total melawan Amerika Serikat (AS), Israel dan Eropa.

    Dilansir AP News, Minggu (8/12/2025), pernyataan itu disampaikan Pezeshkian menjelang pertemuan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan bakal digelar pada Senin (29/12). Pezeshkian menuduh negara-negara tersebut terus berupaya membuat Iran tidak stabil.

    Dalam situs Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Masoud menyebut perang saat ini lebih buruk dibandingkan perang Iran dengan Irak pada 1980-an.

    “Kami berada dalam perang skala penuh dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa, mereka tidak menginginkan negara kami tetap stabil,” kata Pezeshkian.

    Masoud menilai perang yang dilancarkan Barat melawan Iran ‘lebih rumit dan sulit’. Dia membandingkannya dengan perang Iran-Irak pada 1980-an yang menewaskan lebih dari 1 juta orang di kedua pihak.

    Pernyataan tersebut disampaikan dua hari sebelum rencana pertemuan antara Trump dan Netanyahu dalam kunjungan Netanyahu ke AS. Iran diperkirakan akan menjadi salah satu topik utama dalam pembicaraan tersebut.

    Serangan Israel dan negeri Paman Sam terhadap Iran yang terjadi selama perang udara selama 12 hari pada Juni lalu menewaskan hampir 1.100 warga Iran, termasuk para komandan militer senior dan ilmuwan nuklir. Sebagai balasan, rentetan serangan rudal Iran menewaskan 28 orang di Israel.

    Apakah Iran Akan Dibahas Trump dan Netanyahu?

    Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Donald Trump di Florida pada Senin (29/12). Kunjungan itu salah satunya membahas langkah selanjutnya dari rencana gencatan senjata Gaza yang rapuh.

    Dilansir AFP, Minggu (28/12), pertemuan ini akan menjadi kunjungan kelima Netanyahu dengan sekutu utamanya, Trump, di Amerika Serikat tahun ini. Perjalanannya dilakukan ketika pemerintahan Trump dan mediator regional mendorong untuk melanjutkan ke tahap kedua gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

    Seorang pejabat Israel mengatakan Netanyahu akan berangkat ke AS pada 28 Desember dan bertemu dengan Trump sehari kemudian di Florida, tanpa memberikan lokasi spesifik.

    Pada pertengahan Desember, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Netanyahu kemungkinan akan mengunjunginya di Florida selama liburan Natal. “Dia ingin bertemu saya. Kami belum mengaturnya secara resmi, tetapi dia ingin bertemu saya,” kata Trump sebelum berangkat ke resor Mar-a-Lago, miliknya.

    Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan pada Rabu (24/12), bahwa berbagai isu regional diperkirakan akan dibahas, termasuk Iran, pembicaraan tentang perjanjian keamanan Israel-Suriah, gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon, dan tahap selanjutnya dari kesepakatan Gaza.

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/fas)

  • Kian Banyak Negara Tolak Pengakuan Israel Atas Somailand

    Kian Banyak Negara Tolak Pengakuan Israel Atas Somailand

    Jakarta

    Pengakuan Israel atas wilayah Somaliland menuai reaksi dari sejumlah negara. Lewat pernyataan bersama, lebih dari 20 negara di Timur Tengah, Afrika maupun Organisasi Kerja Sama Islam menolak pengakuan Israel tersebut.

    Israel sebelumnya secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat serta menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik. Pengakuan ini disambut oleh Somaliland sebagai pengakuan resmi pertama dalam sejarahnya.

    Dilansir AFP, Sabtu (27/12/2025), Somaliland memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 dan sejak itu mendorong pengakuan internasional. Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menjadikan pengakuan internasional sebagai prioritas sejak menjabat tahun lalu.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pengakuan resmi tersebut. Pengumuman itu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang melakukan pengakuan tersebut.

    “Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat,” kata kantor PM Israel.

    “Pengumuman ini sejalan dengan semangat Perjanjian Abraham,” tambahnya, merujuk pada perjanjian antara Israel dan negara-negara Arab yang difasilitasi oleh Presiden AS Donald Trump.

    Abdullahi menyambut langkah ini. Abdullah menyatakan ini sebagai awal kemitraan strategis.

    “Ini momen bersejarah… kami menyambut pengakuan Perdana Menteri Israel terhadap Republik Somaliland dan menegaskan kesiapan Somaliland bergabung dengan Abraham Accords,” tulis Abdullahi di X.

    AS Ogah Ikuti Israel

    Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahnya tak akan mengakui kedaulatan Somaliland.

    Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan New York Post yang diterbitkan hari Jumat (26/12) waktu setempat, setelah Perdana Menteri Israel dan sekutu utama Trump, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel akan menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland.

    “Tidak,” kata presiden ketika ditanya oleh New York Post tentang pengakuan AS terhadap Somaliland. Dia menambahkan: “Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?” tanya Trump, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025).

    Negara di Afrika-Timteng Menolak

    Sementara itu, sejumlah negara menolak pengakuan Israel atas wilayah Somaliland yang memisahkan diri dari Somalia sebagai negara merdeka. Sejumlah negara di Timur Tengah, Afrika maupun Organisasi Kerja Sama Islam menolak pengakuan Israel tersebut.

    “Mengingat dampak serius dari tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut terhadap perdamaian dan keamanan di Tanduk Afrika, Laut Merah, dan dampaknya yang serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional secara keseluruhan,” demikian pernyataan bersama lebih dari 20 negara Timur Tengah, Afrika, dan negara OKI, dilansir AFP, Minggu (28/12/2025).

    Pernyataan bersama tersebut juga mencatat ‘penolakan penuh terhadap potensi keterkaitan antara tindakan tersebut dan upaya apa pun untuk secara paksa mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka.

    Somaliland, terletak di Teluk Aden di seberang Yaman dan di sebelah Djibouti yang kecil, yang menjadi tempat pangkalan militer bagi AS, Tiongkok, Prancis, dan beberapa negara lainnya.

    Tidak diketahui mengapa Israel membuat deklarasi tersebut pada hari Jumat atau apakah negara itu mengharapkan sesuatu sebagai imbalan.

    Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991 selama konflik yang terus membuat negara Afrika Timur itu rapuh. Meskipun memiliki pemerintahan dan mata uang sendiri, Somaliland belum pernah diakui oleh negara mana pun hingga hari Jumat.

    Sebelumnya, pada awal tahun ini, pejabat AS dan Israel mengatakan kepada Associated Press bahwa Israel mendekati Somaliland untuk menerima warga Palestina dari Gaza sebagai bagian dari rencana Presiden AS Donald Trump, saat itu untuk memukimkan kembali penduduk wilayah tersebut. Namun, Amerika Serikat sejak itu telah meninggalkan rencana tersebut.

    Departemen Luar Negeri AS pada hari Sabtu mengatakan bahwa mereka terus mengakui integritas teritorial Somalia, “yang mencakup wilayah Somaliland.”

    Halaman 2 dari 2

    (knv/fas)

  • Kian Banyak Negara Tolak Pengakuan Israel Atas Somailand

    Sejumlah Negara Afrika-Timur Tengah Tolak Pengakuan Israel Atas Somaliland

    Jakarta

    Sejumlah negara menolak pengakuan Israel atas wilayah Somaliland yang memisahkan diri dari Somalia sebagai negara merdeka. Terbaru, lebih dari 20 negara di Timur Tengah, Afrika maupun Organisasi Kerja Sama Islam menolak pengakuan Israel tersebut.

    “Mengingat dampak serius dari tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut terhadap perdamaian dan keamanan di Tanduk Afrika, Laut Merah, dan dampaknya yang serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional secara keseluruhan,” demikian pernyataan bersama lebih dari 20 negara Timur Tengah, Afrika, dan negara OKI, dilansir AFP, Minggu (28/12/2025).

    Pernyataan bersama tersebut juga mencatat ‘penolakan penuh terhadap potensi keterkaitan antara tindakan tersebut dan upaya apa pun untuk secara paksa mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka;.

    Dalam pernyataan terpisah, Suriah juga menolak pengakuan Israel.

    Somaliland, terletak di Teluk Aden di seberang Yaman dan di sebelah Djibouti yang kecil, yang menjadi tempat pangkalan militer bagi AS, Tiongkok, Prancis, dan beberapa negara lainnya.

    Tidak diketahui mengapa Israel membuat deklarasi tersebut pada hari Jumat atau apakah negara itu mengharapkan sesuatu sebagai imbalan.

    Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991 selama konflik yang terus membuat negara Afrika Timur itu rapuh. Meskipun memiliki pemerintahan dan mata uang sendiri, Somaliland belum pernah diakui oleh negara mana pun hingga hari Jumat.

    Sebelumnya, pada awal tahun ini, pejabat AS dan Israel mengatakan kepada Associated Press bahwa Israel mendekati Somaliland untuk menerima warga Palestina dari Gaza sebagai bagian dari rencana Presiden AS Donald Trump, saat itu untuk memukimkan kembali penduduk wilayah tersebut. Namun, Amerika Serikat sejak itu telah meninggalkan rencana tersebut.

    Departemen Luar Negeri AS pada hari Sabtu mengatakan bahwa mereka terus mengakui integritas teritorial Somalia, “yang mencakup wilayah Somaliland.”

    AS Ogah Ikuti Israel

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahnya tak akan mengakui kedaulatan Somaliland.

    Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan New York Post yang diterbitkan hari Jumat (26/12) waktu setempat, setelah Perdana Menteri Israel dan sekutu utama Trump, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel akan menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland.

    “Tidak,” kata presiden ketika ditanya oleh New York Post tentang pengakuan AS terhadap Somaliland. Dia menambahkan: “Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?” tanya Trump, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025).

    Israel Resmi Akui Somaliland

    Israel secara resmi telah mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat serta menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik. Pengakuan ini ini disambut oleh Somaliland sebagai pengakuan resmi pertama dalam sejarahnya.

    Dilansir AFP, Sabtu (27/12/2025), Somaliland memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 dan sejak itu mendorong pengakuan internasional. Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menjadikan pengakuan internasional sebagai prioritas sejak menjabat tahun lalu.

    Netanyahu mengumumkan pengakuan resmi tersebut. Pengumuman itu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang melakukan pengakuan tersebut.

    “Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat,” kata kantor Netanyahu.

    “Pengumuman ini sejalan dengan semangat Perjanjian Abraham,” tambahnya, merujuk pada perjanjian antara Israel dan negara-negara Arab yang difasilitasi oleh Presiden AS Donald Trump.

    Abdullahi menyambut langkah ini. Dia menyebutnya sebagai awal kemitraan strategis.

    Halaman 2 dari 2

    (yld/knv)

  • Kami dalam Perang Total Lawan AS, Israel dan Eropa

    Kami dalam Perang Total Lawan AS, Israel dan Eropa

    Jakarta

    Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya sedang berada dalam perang total atau skala penuh melawan Amerika Serikat (AS), Israel dan Eropa. Pezeshkian menuduh negara-negara tersebut terus berupaya membuat Iran tidak stabil.

    Dikutip dari AP News, Minggu (8/12/2025), pernyataan itu disampaikan Pezeshkian menjelang pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan bakal digelar pada Senin. Dalam situs Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Pezeshkian menyebut perang saat ini lebih buruk dibandingkan perang Iran dengan Irak pada 1980-an.

    “Kami berada dalam perang skala penuh dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa, mereka tidak menginginkan negara kami tetap stabil,” kata Pezeshkian.

    Pezeshkian menyebut perang yang dilancarkan Barat melawan Iran ‘lebih rumit dan sulit’. Dia membandingkannya dengan perang Iran-Irak pada 1980-an yang menewaskan lebih dari 1 juta orang di kedua pihak.

    Pernyataan tersebut disampaikan dua hari sebelum rencana pertemuan antara Trump dan Netanyahu dalam kunjungan Netanyahu ke Amerika Serikat. Iran diperkirakan akan menjadi salah satu topik utama dalam pembicaraan tersebut.

    Serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang terjadi selama perang udara selama 12 hari pada Juni lalu menewaskan hampir 1.100 warga Iran, termasuk para komandan militer senior dan ilmuwan nuklir. Sebagai balasan, rentetan serangan rudal Iran menewaskan 28 orang di Israel.

    (knv/gbr)

  • Trump Bertemu Netanyahu di Florida AS, Bahas Gaza dan Iran

    Netanyahu Bakal Temui Trump di AS Besok, Ini yang Dibahas

    Jakarta

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Florida pada Senin besok. Kunjungan itu salah satunya membahas langkah selanjutnya dari rencana gencatan senjata Gaza yang rapuh.

    Dilansir AFP, Minggu (28/12/2025), pertemuan ini akan menjadi kunjungan kelima Netanyahu dengan sekutu utamanya, Trump, di Amerika Serikat tahun ini.

    Perjalanannya dilakukan ketika pemerintahan Trump dan mediator regional mendorong untuk melanjutkan ke tahap kedua gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

    Seorang pejabat Israel mengatakan Netanyahu akan berangkat ke AS pada 28 Desember dan bertemu dengan Trump sehari kemudian di Florida, tanpa memberikan lokasi spesifik.

    Pada pertengahan Desember, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Netanyahu kemungkinan akan mengunjunginya di Florida selama liburan Natal.

    “Dia ingin bertemu saya. Kami belum mengaturnya secara resmi, tetapi dia ingin bertemu saya,” kata Trump sebelum berangkat ke resor Mar-a-Lago, miliknya.

    Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan pada hari Rabu bahwa berbagai isu regional diperkirakan akan dibahas, termasuk Iran, pembicaraan tentang perjanjian keamanan Israel-Suriah, gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon, dan tahap selanjutnya dari kesepakatan Gaza.

    (azh/azh)

  • Kian Banyak Negara Tolak Pengakuan Israel Atas Somailand

    Apa Itu Somaliland yang Diakui Israel tapi Bikin AS Bertanya-tanya?

    Jakarta

    Israel menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara. Pengakuan ini tidak cuma-cuma diberikan Israel, Israel dan Somaliland juga menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik.

    Apa itu Somaliland?

    Dilansir Aljazeera, Sabtu (27/12/2025), Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991, tetapi gagal mendapatkan pengakuan dari negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa mana pun. Wilayah ini menguasai bagian barat laut dari wilayah yang dulunya merupakan Protektorat Inggris di Somalia utara.

    Somalia tidak pernah menerima kemerdekaan Somaliland.

    Somaliland ini memisahkan diri dari Somalia selama perang saudara brutal yang terjadi setelah puluhan tahun di bawah pemerintahan mantan Presiden Somalia, Siad Barre, yang pasukannya menghancurkan wilayah utara. Sementara sebagian besar Somalia dilanda kekacauan, Somaliland stabil pada akhir tahun 1990-an.

    Somaliland telah mengembangkan identitas politik yang berbeda dari Somalia, dengan mata uang, bendera, dan parlemennya sendiri. Namun, wilayah timurnya tetap menjadi wilayah sengketa bagi masyarakat yang tidak mendukung program separatis di ibu kota Hargeisa.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Somaliland mengembangkan hubungan dengan Uni Emirat Arab – penandatangan Perjanjian Abraham – dan Taiwan dalam upaya mendapatkan pengakuan internasional.

    Pada tahun 2024, Ethiopia juga berupaya mencapai kesepakatan dengan Somaliland, menawarkan pengakuan sebagai imbalan atas akses laut untuk Addis Ababa, tetapi mundur karena tekanan diplomatik.

    Diakui Israel

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pengakuan resmi bahwasanya Israel mengakui negara Somaliland.Pengumuman itu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang melakukan pengakuan tersebut.

    “Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat,” kata Netanyahu dilansir AFP.

    “Pengumuman ini sejalan dengan semangat Perjanjian Abraham,” imbuh Netanyahu, merujuk pada perjanjian antara Israel dan negara-negara Arab yang difasilitasi oleh Presiden AS Donald Trump.

    Kantor Netanyahu juga merilis video percakapan telepon denganPresiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi. Netanyahu menyatakan pengakuan resmi Israel saat itu juga, dan menambahkan hubungan baru ini akan membuka peluang ekonomi.

    “Saya ingin Anda tahu bahwa saya sedang menandatangani pengakuan resmi Israel terhadap Somaliland saat kita berbicara sekarang,” kata Netanyahu kepada Abdullahi.

    “Saya sangat, sangat senang dan bangga pada hari ini, dan saya ingin mendoakan Anda dan rakyat Somaliland yang terbaik,” lanjutnya.

    AS Bertanya-tanya

    Berbeda dengan sekutunya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak akan mengakui kedaulatan Somaliland. Trump bahkan bertanya tentang keberadaan Somaliland.

    “Tidak,” kata Trump ketika ditanya oleh New York Post tentang pengakuan AS terhadap Somaliland sebagaimana dilansir AFP.

    “Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?” imbuh Trump.

    Halaman 2 dari 3

    (zap/azh)

  • AS Ogah Ikuti Israel Akui Somaliland

    AS Ogah Ikuti Israel Akui Somaliland

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahnya tak akan mengakui kedaulatan Somaliland.

    Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan New York Post yang diterbitkan hari Jumat (26/12) waktu setempat, setelah Perdana Menteri Israel dan sekutu utama Trump, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel akan menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland.

    “Tidak,” kata presiden ketika ditanya oleh New York Post tentang pengakuan AS terhadap Somaliland. Dia menambahkan: “Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?” tanya Trump, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025).

    Israel secara resmi telah mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat serta menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik. Pengakuan ini ini disambut oleh Somaliland sebagai pengakuan resmi pertama dalam sejarahnya.

    Dilansir AFP, Sabtu (27/12/2025), Somaliland memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 dan sejak itu mendorong pengakuan internasional. Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menjadikan pengakuan internasional sebagai prioritas sejak menjabat tahun lalu.

    Netanyahu mengumumkan pengakuan resmi tersebut. Pengumuman itu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang melakukan pengakuan tersebut.

    “Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat,” kata kantor Netanyahu.

    “Pengumuman ini sejalan dengan semangat Perjanjian Abraham,” tambahnya, merujuk pada perjanjian antara Israel dan negara-negara Arab yang difasilitasi oleh Presiden AS Donald Trump.

    Abdullahi menyambut langkah ini. Dia menyebutnya sebagai awal kemitraan strategis.

    “Ini momen bersejarah… kami menyambut pengakuan Perdana Menteri Israel terhadap Republik Somaliland dan menegaskan kesiapan Somaliland bergabung dengan Abraham Accords,” tulis Abdullahi di media sosial X.

    Kantor Netanyahu juga merilis video percakapan telepon dengan Abdullahi. Netanyahu menyatakan pengakuan resmi Israel saat itu juga, dan menambahkan hubungan baru ini akan membuka peluang ekonomi.

    “Saya ingin Anda tahu bahwa saya sedang menandatangani pengakuan resmi Israel terhadap Somaliland saat kita berbicara sekarang,” kata Netanyahu kepada Abdullahi.

    “Saya sangat, sangat senang dan bangga pada hari ini, dan saya ingin mendoakan Anda dan rakyat Somaliland yang terbaik,” ujarnya.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)