Tag: Benjamin Netanyahu

  • Harga Minyak Mentah Turun Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Lebanon

    Harga Minyak Mentah Turun Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Lebanon

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak mentah dunia kembali mengalami penurunan pada Selasa (26/11/2024) setelah Israel menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon.

    Dilansir dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 20 sen atau 0,27%, menjadi US$ 72,81 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 17 sen atau 0,25%, menjadi US$ 68,77 per barel.

    Kantor berita Channel 12 melaporkan, Israel telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon. Kesepakatan ini diperkirakan akan mulai berlaku pada Rabu (27/11/2024).

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kesiapan untuk menerapkan kesepakatan tersebut, sembari menegaskan akan memberikan respons tegas terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh Hizbullah.

    Pada Senin (25/11/2024), harga minyak sempat turun lebih dari US$ 2 per barel setelah muncul laporan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata dalam konflik Israel-Hezbollah.

    Analis dari StoneX, Alex Hodes mengatakan gencatan senjata ini dapat menekan harga minyak mentah karena kemungkinan pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mengurangi sanksi terhadap minyak dari Iran, yang merupakan pendukung Hizbullah.

  • Mayoritas Kabinet Israel Setujui Gencatan Senjata Lebanon, 1 Orang Menolak

    Mayoritas Kabinet Israel Setujui Gencatan Senjata Lebanon, 1 Orang Menolak

    Jakarta

    Kantor Perdana Menteri Israel mengumumkan mayoritas kabinet keamanan menyetujui gencatan senjata di Lebanon. Hanya satu orang menteri yang menolak gencatan senjata dalam pemungutan suara tersebut.

    “Kabinet politik-keamanan menyetujui usulan Amerika Serikat untuk pengaturan gencatan senjata di Lebanon malam ini, dengan suara mayoritas 10 menteri melawan satu penentang,” demikian keterangan yang disampaikan Kantor Perdana Menteri Israel, dilansir CNN, Rabu (27/11/2024).

    Israel juga menghargai kontribusi Amerika dalam upaya gencatan senjata dengan Lebanon.

    “Israel menghargai kontribusi Amerika Serikat dalam proses tersebut, dan mempertahankan haknya untuk bertindak melawan segala ancaman terhadap keamanannya,” lanjutnya.

    Sebelumnya diberitakan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia akan membawa proposal yang ditengahi AS untuk gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon ke kabinet keamanannya. Netanyahu mengatakan pemungutan suara akan digelar secepatnya pada Selasa (26/11) malam waktu setempat.

    “Warga Israel, malam ini saya akan menyampaikan garis besar gencatan senjata untuk disetujui kabinet (keamanan),” kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi, dilansir AFP, Rabu (27/11/2024).

    Netanyahu tak mendetailkan berapa lama gencatan senjata akan berlangsung. Namun ia menyebut semua itu “bergantung pada apa yang terjadi di Lebanon”.

    Pertama, Netanyahu ingin “Fokus pada ancaman Iran”. Seperti diketahui, Hizbullah adalah kelompok militan yang didukung Iran di Lebanon.

    Alasan kedua, ia inging memberikan pasukan Israel waktu istirahat dan mengisi kembali amunisi.

    Alasan ketiga, Netanyahu ingin memisahkan garis depan. Netanyahu menyebut Hamas mengandalkan Hizbullah untuk bertempur di Gaza “Dengan tidak adanya Hizbullah, Hamas akan sendirian. Kami akan meningkatkan tekanan pada Hamas dan itu akan membantu membebaskan para sandera yang masih berada di daerah kantong itu,” katanya.

    Ia menambahkan: “Jika Hizbullah melanggar perjanjian dan berupaya mempersenjatai kembali, kami akan menyerang. Jika mereka berupaya memperbarui aktivitas teror di dekat perbatasan, kami akan menyerang. Jika mereka meluncurkan roket, menggali terowongan, atau membawa truk berisi rudal, kami akan menyerang.”

    (taa/taa)

  • Kabinet Israel Gelar Voting Gencatan Senjata Lebanon Selasa Malam

    Kabinet Israel Gelar Voting Gencatan Senjata Lebanon Selasa Malam

    Jakarta

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia akan membawa proposal yang ditengahi AS untuk gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon ke kabinet keamanannya. Netanyahu mengatakan pemungutan suara akan digelar secepatnya pada Selasa (26/11) malam waktu setempat.

    “Warga Israel, malam ini saya akan menyampaikan garis besar gencatan senjata untuk disetujui kabinet (keamanan),” kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi, dilansir AFP, Rabu (27/11/2024).

    Netanyahu tak mendetailkan berapa lama gencatan senjata akan berlangsung. Namun ia menyebut semua itu “bergantung pada apa yang terjadi di Lebanon”.

    Netanyahu memberi lampu hijau untuk menyepakati gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon. Setidaknya ada tiga alasan utama mengapa Netanyahu menghendaki gencatan senjata.

    Pertama, Netanyahu ingin “Fokus pada ancaman Iran”. Seperti diketahui, Hizbullah adalah kelompok militan yang didukung Iran di Lebanon.

    Alasan kedua, ia inging memberikan pasukan Israel waktu istirahat dan mengisi kembali amunisi.

    Alasan ketiga, Netanyahu ingin memisahkan garis depan. Netanyahu menyebut Hamas mengandalkan Hizbullah untuk bertempur di Gaza “Dengan tidak adanya Hizbullah, Hamas akan sendirian. Kami akan meningkatkan tekanan pada Hamas dan itu akan membantu membebaskan para sandera yang masih berada di daerah kantong itu,” katanya.

    Pendukung utama Israel, Amerika Serikat, telah memimpin upaya gencatan senjata untuk Lebanon bersama sekutu, termasuk Prancis.

    Perang di Lebanon meningkat setelah hampir setahun terjadi penembakan lintas batas yang diprakarsai oleh Hizbullah.

    Kelompok Lebanon itu mengatakan bahwa mereka bertindak untuk mendukung Hamas setelah serangannya pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, yang memicu perang di Gaza.

    Perang tersebut telah menewaskan sedikitnya 3.799 orang di Lebanon sejak Oktober 2023, menurut kementerian kesehatan, sebagian besar dari mereka telah tewas sejak September.

    Di pihak Israel, permusuhan tersebut telah menewaskan sedikitnya 82 tentara dan 47 warga sipil, kata pihak berwenang.

    Netanyahu mengatakan Israel akan meningkatkan perlawanannya terhadap Hamas di Gaza.

    “Sejak hari kedua perang, Hamas mengandalkan Hizbullah untuk bertempur di pihaknya. Dengan tidak adanya Hizbullah, Hamas dibiarkan sendiri,” katanya.

    “Kami akan meningkatkan tekanan kami terhadap Hamas dan itu akan membantu kami dalam misi suci kami untuk membebaskan sandera kami.”

    (taa/taa)

  • PM Lebanon Desak Israel Segera Terapkan Gencatan Senjata

    PM Lebanon Desak Israel Segera Terapkan Gencatan Senjata

    Jakarta

    Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mendesak agar gencatan senjata Israel dengan Hizbullah segera diterapkan. Ia mendesak agar masyarakat internasional bertindak cepat menghentikan agresi militer Israel.

    Dilansir AFP, Rabu (22/11/2024), pernyataan itu muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pidato bahwa kabinet keamanannya “malam ini” akan menyetujui kesepakatan gencatan senjata dalam perangnya melawan kelompok militan Lebanon, Hizbullah.

    Mikati mengatakan gelombang serangan udara Israel yang hebat di Beirut pada hari Selasa “menegaskan kembali bahwa musuh Israel tidak menghormati hukum atau pertimbangan apa pun”.

    “Masyarakat internasional diminta untuk bertindak cepat guna menghentikan agresi ini dan menerapkan gencatan senjata segera,” katanya dalam pernyataannya, yang dikeluarkan sebelum serangan menghantam distrik komersial Hamra di pusat kota.

    Pernyataan Netanyahu

    Netanyahu mengatakan bahwa ia akan membawa proposal yang ditengahi AS untuk gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon ke kabinet keamanannya untuk pemungutan suara secepatnya pada Selasa malam.

    “Warga Israel, malam ini saya akan membawa garis besar gencatan senjata untuk disetujui kabinet (keamanan),” kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi.

    Ia menambahkan: “Jika Hizbullah melanggar perjanjian dan mencoba mempersenjatai kembali, kami akan menyerang. Jika mereka mencoba memperbarui aktivitas teror di dekat perbatasan, kami akan menyerang. Jika mereka meluncurkan roket, menggali terowongan, atau membawa truk berisi rudal, kami akan menyerang.”

    Perang tersebut telah menewaskan sedikitnya 3.799 orang di Lebanon sejak Oktober 2023, menurut kementerian kesehatan, sebagian besar dari mereka telah tewas sejak September.

    Netanyahu mencantumkan alasan Israel untuk gencatan senjata termasuk “berfokus pada ancaman Iran” dan “mengisolasi Hamas”.

    Netanyahu mengatakan Israel akan meningkatkan perlawanannya terhadap Hamas di Gaza.

    “Sejak hari kedua perang, Hamas mengandalkan Hizbullah untuk bertempur di pihaknya. Dengan tidak adanya Hizbullah, Hamas dibiarkan sendiri,” katanya. “Kami akan meningkatkan tekanan pada Hamas dan itu akan membantu kami dalam misi suci kami untuk membebaskan sandera.”

    (taa/taa)

  • Netanyahu Sebut Israel Akan Balas Jika Hizbullah Langgar Gencatan Senjata

    Netanyahu Sebut Israel Akan Balas Jika Hizbullah Langgar Gencatan Senjata

    Jakarta

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu buka suara soal kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah. Pernyataan itu disampaikan Netanyahu setelah pertemuan selama berjam-jam dengan pejabatnya yang membahas kesepakatan tersebut.

    Dilansir AFP dan Aljazeera, Rabu (27/11/2024), Netanyahu mengatakan ia akan menyampaikan kepada seluruh kabinet garis besar kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah Lebanon untuk disetujui.

    Netanyahu mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Hizbullah akan memungkinkan Israel untuk “meningkatkan” tekanan pada Hamas dan fokus pada “ancaman Iran”.

    “Ketika Hizbullah tidak terlibat, Hamas akan ditinggalkan sendirian dalam pertempuran. Tekanan kami terhadapnya akan meningkat,” kata Netanyahu, seraya menambahkan bahwa gencatan senjata juga akan memungkinkan “fokus pada ancaman Iran” dan memberi waktu bagi militer untuk memasok ulang.

    Soal berapa lama durasi gencatan senjata, Netanyahu menyebut semua itu bergantung pada apa yang terjadi di Lebanon.

    Netanyahu menekankan Israel akan ‘membalas’ jika Hizbullah melanggar gencatan senjata. Netanyahu menyatakan Hizbullah bukan lagi kelompok yang sama “yang melancarkan perang terhadap kami”, dengan mengatakan pasukan Israel telah membuat mereka mundur beberapa dekade.

    Ia mengklaim pasukan Israel telah membunuh sebagian besar pimpinan kelompok tersebut dan “menghancurkan infrastruktur mereka”.

    Perjanjian tersebut akan mengakhiri keberadaan bersenjata Hizbullah di sepanjang perbatasan selatan Sungai Litani dan mengharuskan pasukan Israel untuk mundur dari Lebanon selatan.

    Tentara Lebanon kemudian perlu dikerahkan di wilayah tersebut-yang juga merupakan basis Hizbullah-dalam waktu 60 hari, kata para pejabat.

    (taa/taa)

  • Netanyahu: Israel Akan Balas Jika Hizbullah Langgar Gencatan Senjata

    Netanyahu: Israel Akan Balas Jika Hizbullah Langgar Gencatan Senjata

    Jakarta, CNN Indonesia

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan siap melaksanakan kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon seperti yang telah diputuskan dalam perundingan pada Selasa (26/11)

    Dalam kesempatan yang sama, ia menekankan bakal menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran oleh Hizbullah terkait gencatan senjata tersebut.

    “Kami akan menegakkan kesepakatan dan menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran. Bersama-sama, kami akan terus berjuang sampai menang,” kata Benjamin Netanyahu seperti diberitakan Reuters.

    “Dengan koordinasi penuh dengan Amerika Serikat, kami mempertahankan kebebasan penuh dalam bertindak. Jika Hizbullah melanggar kesepakatan atau mencoba mempersenjatai kembali, kami akan menyerang dengan tegas.”

    Dalam pidato di televisi lokal, Netanyahu mengatakan bakal menyerahkan kesepakatan gencatan senjata kepada seluruh kabinetnya nanti malam.

    Kesepakatan tersebut, yang membuka jalan bagi berakhirnya konflik yang telah menewaskan ribuan orang sejak dipicu perang Gaza pada 2023 dan diharapkan mulai berlaku pada Rabu (27/11).

    Persetujuan Israel terhadap kesepakatan tersebut akan membuka jalan bagi deklarasi gencatan senjata oleh Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, menurut empat sumber senior Lebanon.

    Meskipun ada terobosan diplomatik, permusuhan berkecamuk saat Israel secara dramatis meningkatkan kampanye serangan udara di Beirut dan bagian lain Lebanon, dengan otoritas kesehatan melaporkan sedikitnya 18 orang tewas.

    Seorang anggota parlemen Hizbullah di Lebanon, Hassan Fadlallah, mengatakan negara itu menghadapi “jam-jam yang berbahaya dan sensitif” selama menunggu kemungkinan pengumuman gencatan senjata.

    Namun, tidak ada indikasi bahwa gencatan senjata di Lebanon akan mempercepat kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza yang hancur, tempat Israel memerangi kelompok militan Palestina Hamas.

    Perjanjian gencatan senjata Lebanon mengharuskan pasukan Israel mundur dari Lebanon selatan dan tentara Lebanon untuk dikerahkan di wilayah tersebut, kata para pejabat. Hizbullah akan mengakhiri kehadiran bersenjatanya di sepanjang perbatasan selatan Sungai Litani.

    Menteri Luar Negeri Lebanon Abdallah Bou Habib mengatakan tentara Lebanon akan siap mengerahkan setidaknya 5.000 tentara di Lebanon selatan saat pasukan Israel mundur, dan bahwa Amerika Serikat dapat berperan dalam membangun kembali infrastruktur yang hancur akibat serangan Israel.

    Israel menuntut penegakan PBB yang efektif atas gencatan senjata dengan Lebanon dan akan menunjukkan “toleransi nol” terhadap pelanggaran apa pun, kata Menteri Pertahanan Israel Katz pada Selasa (26/11).

    Serangan Israel sebelum kesepakatan gencatan senjata

    Beberapa jam sebelum pengumuman, serangan Israel menghantam lebih banyak wilayah pinggiran selatan Beirut yang padat penduduk, basis Hizbullah.

    Militer Israel mengatakan satu rentetan serangan telah mengenai 20 target di kota itu hanya dalam 120 detik, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 37 orang, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

    Israel mengeluarkan peringatan evakuasi terbesarnya, dengan memerintahkan warga sipil meninggalkan 20 lokasi. Juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengatakan angkatan udara melancarkan “serangan besar-besaran” terhadap target-target Hezbollah di seluruh kota.

    Sementara itu, Hizbullah yang didukung Iran terus melancarkan serangan roket ke Israel.

    Israel memberikan pukulan telak kepada Hizbullah sejak melancarkan serangan terhadap kelompok tersebut pada September 2024 dan menewaskan pemimpinnya Sayyed Hassan Nasrallah dan komandan tinggi lainnya, serta menggempur wilayah-wilayah Lebanon tempat kelompok tersebut berkuasa.

    Dalam setahun terakhir, lebih dari 3.750 orang tewas di Lebanon dan lebih dari satu juta orang dipaksa meninggalkan rumah mereka, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, yang tidak membedakan jumlah warga sipil dan militer.

    Serangan Hizbullah telah menewaskan 45 warga sipil di Israel utara dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Setidaknya 73 tentara Israel telah tewas di Israel utara, Dataran Tinggi Golan, dan dalam pertempuran di Lebanon selatan, menurut otoritas Israel.

    (Reuters/chri)

  • Kabinet Israel Setujui Gencatan Senjata dengan Hizbullah!

    Kabinet Israel Setujui Gencatan Senjata dengan Hizbullah!

    Jakarta

    Kabinet keamanan Israel menggelar rapat terkait kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah. Melalui rapat itu, kabinet telah memberikan suara mendukung kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran dengan kelompok militan tersebut di Lebanon.

    Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pejabat Israel, seperti dilansir CNN, Rabu (27/11/2024). Gencatan senjata ini berpotensi mengakhiri lebih dari setahun pertikaian lintas batas dengan Hizbullah dan berbulan-bulan perang skala penuh yang telah menewaskan ribuan orang.

    Beberapa jam menjelang pemungutan suara, Israel secara drastis meningkatkan serangannya terhadap Beirut, menargetkan wilayah pusat kota-bukan hanya pinggiran selatan yang didominasi Hezbollah-untuk pertama kalinya dalam konflik tersebut.

    Dilansir Aljazeera, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara pihaknya telah menggelar pertemuan selama berjam-jam dengan kabinet keamanannya membahas kesepakatan gencatan senjata.

    Perjanjian tersebut akan mengakhiri keberadaan bersenjata Hizbullah di sepanjang perbatasan selatan Sungai Litani dan mengharuskan pasukan Israel untuk mundur dari Lebanon selatan.

    Tentara Lebanon kemudian perlu dikerahkan di wilayah tersebut-yang juga merupakan benteng Hizbullah-dalam waktu 60 hari, kata para pejabat.

    (taa/taa)

  • Kabinet Israel Setujui Gencatan Senjata dengan Hizbullah!

    Kabinet Israel Disebut Setujui Gencatan Senjata dengan Hizbullah

    Jakarta

    Kabinet keamanan Israel menggelar rapat terkait kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah. Melalui rapat itu, kabinet disebut memberikan suara mendukung kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran dengan kelompok militan tersebut di Lebanon.

    Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pejabat Israel, seperti dilansir CNN, Rabu (27/11/2024). Gencatan senjata ini berpotensi mengakhiri lebih dari setahun pertikaian lintas batas dengan Hizbullah dan berbulan-bulan perang skala penuh yang telah menewaskan ribuan orang.

    Beberapa jam menjelang pemungutan suara, Israel secara drastis meningkatkan serangannya terhadap Beirut, menargetkan wilayah pusat kota-bukan hanya pinggiran selatan yang didominasi Hezbollah-untuk pertama kalinya dalam konflik tersebut.

    Dilansir Aljazeera, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara pihaknya telah menggelar pertemuan selama berjam-jam dengan kabinet keamanannya membahas kesepakatan gencatan senjata.

    Perjanjian tersebut akan mengakhiri keberadaan bersenjata Hizbullah di sepanjang perbatasan selatan Sungai Litani dan mengharuskan pasukan Israel untuk mundur dari Lebanon selatan.

    Tentara Lebanon kemudian perlu dikerahkan di wilayah tersebut-yang juga merupakan benteng Hizbullah-dalam waktu 60 hari, kata para pejabat.

    (taa/taa)

  • Netanyahu Buka Suara Usai Israel Sepakat Gencatan Senjata di Lebanon

    Netanyahu Buka Suara Usai Israel Sepakat Gencatan Senjata di Lebanon

    Jakarta, CNN Indonesia

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu buka suara usai tercapainya kesepakatan mengenai gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon pada Selasa (26/11) waktu setempat.

    Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan Hizbullah bukan lagi kelompok yang sama “yang melancarkan perang terhadap kita,” dengan mengatakan pasukan Israel membuat mereka mundur beberapa dekade.

    Ia, seperti diberitakan Al Jazeera, mengatakan pasukan Israel membunuh sebagian besar pimpinan Hizbullah dan menghancurkan infrastruktur mereka.

    Netanyahu juga berjanji untuk mengembalikan keluarga-keluarga di Israel utara ke rumah mereka yang selama ini menjadi tujuan utama perang.

    “Kami mampu mencapai banyak tujuan kami selama perang ini,” katanya.

    Netanyahu juga mengatakan bakal membawa outline gencatan senjata dengan Hizbullah Lebanon kepada seluruh kabinet untuk mendapatkan persetujuan.

    Ia mengatakan kesepakatan gencatan senjata di Lebanon menandakan Israel dapat fokus pada “ancaman Iran”, seraya menambahkan, “kami mengubah wajah kawasan tersebut.”

    Hal itu disampaikan setelah Israel menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon. Kesepakatan itu membuka jalan bagi berakhirnya konflik Israel dan Hizbullah Lebanon yang telah menewaskan ribuan orang sejak dimulainya perang Gaza tahun lalu.

    Perjanjian tersebut akan mengakhiri keberadaan Hizbullah di sepanjang perbatasan selatan Sungai Litani dan mengharuskan pasukan Israel untuk mundur dari Lebanon selatan.

    Tentara Lebanon juga perlu dikerahkan di wilayah tersebut – yang juga merupakan basis Hizbullah – dalam waktu 60 hari, kata para pejabat.

    Reuters memberitakan kesepakatan tersebut diharapkan mulai berlaku pada Rabu (27/11).

    (tim/chri)

  • Israel Sepakat Gencatan Senjata dengan Hizbullah di Lebanon

    Israel Sepakat Gencatan Senjata dengan Hizbullah di Lebanon

    Jakarta, CNN Indonesia

    Gencatan senjata antara Israel dan milisi proksi Iran di Lebanon, Hizbullah, diharapkan mulai pada Rabu (27/11). 

    Hal itu berlaku setelah Israel menyetujui gencatan senjata dengan Lebanon, seperti diberitakan stasiun televisi Israel Channel 12 pada Selasa (26/11) waktu setempat.

    Kesepakatan itu membuka jalan bagi berakhirnya konflik antara Israel dan Hizbullah Lebanon yang telah menewaskan ribuan orang sejak dimulainya perang Gaza tahun lalu.

    Reuters memberitakan kesepakatan tersebut diharapkan mulai berlaku pada Rabu (27/11). 

    Sebelumnya, Israel disebut bakal menyetujui gencatan senjata di Lebanon.

    Juru bicara pemerintah Israel mengatakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sudah menyetujui rencana tersebut usai berdiskusi dengan sejumlah pejabat pada Minggu (25/11) waktu setempat.

    Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Israel bakal memberikan suara pada pemungutan resolusi gencatan senjata di Lebanon pada Selasa ini dan berharap resolusi tersebut bisa langsung disahkan.

    Seorang pejabat Lebanon yang tidak disebutkan namanya pada Senin (25/11) malam juga menyampaikan hal yang sama.

    Ia menyebut bahwa Israel bakal segera menyetujui gencatan senjata dengan Lebanon. Ia bahkan mengeklaim bahwa resolusi itu bakal segera berlaku dalam “waktu 24 jam” terhitung sejak Senin lalu.

    Kesepakatan gencatan senjata ini bakal mengakhiri konflik berlarut yang terjadi antara Israel dan Hizbullah yang sudah meletus sejak September lalu.

    Saat itu, Israel melakukan serangan ratusan rudal ke Lebanon dengan dalih untuk memberangus Hizbullah yang diduga terlibat membantu Hamas memerangi Israel di Gaza.

    Sebelum kesepakatan gencatan senjata ini disetujui, Israel dan Lebanon masih terlibat aksi saling serang.

    Pada Minggu (25/11) lalu, misalnya, Israel membombardir wilayah pinggiran kota Beirut dengan sejumlah rudal. Serangan ini dilaporkan telah menewaskan 11 warga Beirut.

    (gas/bac)