Berkuasa hampir berturut-turut sejak 2009, Netanyahu, 75 tahun, merupakan pemimpin Israel dengan masa jabatan terlama. Ia juga merupakan PM pertama yang didakwa melakukan kejahatan. Persidangan kasusnya ini sendiri terjadi saat ia memimpin Israel dalam keadaan perang dengan milisi Gaza Palestina, Hamas, serta beberapa milisi sokongan Iran lainnya di kawasan. Jika terbukti, ia terancam masuk penjara di negeri sendiri.(via REUTERS/MENAHEM KAHANA)
Tag: Benjamin Netanyahu
-

Netanyahu Ancam Penguasa Baru Suriah Jika Dukung Iran
Jakarta, CNN Indonesia —
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan para penguasa baru di Suriah agar tidak mengikuti jejak bekas Presiden Bashar Al Assad dan membiarkan Iran membangun kembali kekuatannya di negara itu.
“Jika rezim ini mengizinkan Iran membangun kembali dirinya di Suriah, atau mengizinkan transfer senjata Iran atau senjata lainnya ke Hizbullah, atau jika menyerang kami – kami akan menanggapi dengan tegas, dan kami akan menuntut harga yang mahal,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video dari Tel Aviv, dikutip dari Aljazeera, Selasa (10/12).
“Apa yang terjadi pada rezim sebelumnya akan terjadi pada rezim ini.”
Militer Israel mengatakan bahwa mereka melakukan sekitar 480 serangan selama 48 jam terakhir terhadap target militer strategis di Suriah, beberapa hari setelah penggulingan presiden Bashar al-Assad.
“Dalam 48 jam terakhir, [tentara Israel] menyerang sebagian besar gudang senjata strategis di Suriah, mencegahnya jatuh ke tangan elemen teroris,” kata militer dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa targetnya termasuk 15 kapal angkatan laut, baterai antipesawat, dan lokasi produksi senjata di beberapa kota.
Sementara itu Uni Emirat Arab “mengutuk keras” perampasan zona penyangga oleh Israel di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, kata Kementerian Luar Negeri UEA, “menegaskan kembali komitmen UEA terhadap persatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial negara Suriah”.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (10/12), kementerian tersebut mengatakan bahwa pendudukan wilayah tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional, khususnya perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani oleh Israel dan Suriah pada tahun 1974.
“Lebih jauh, UEA menggarisbawahi penolakan tegasnya terhadap praktik-praktik semacam itu yang mengancam eskalasi lebih lanjut, memperburuk ketegangan di kawasan tersebut, dan menghambat upaya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas,” katanya.
Pasukan Israel merebut zona penyangga di Dataran Tinggi Golan yang diduduki pada hari Minggu (8/12). Israel mengatakan bahwa perjanjian gencatan senjata yang telah berlangsung selama puluhan tahun telah runtuh dan bahwa tentara Suriah telah meninggalkan posisi mereka setelah jatuhnya Presiden Suriah yang digulingkan Bashar al-Assad.
(tim/fra)
[Gambas:Video CNN]
-

Netanyahu Peringatkan Pasukan Pemberontak Suriah Tak Gabung dengan Iran
Jakarta –
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan pasukan pemberontak Suriah untuk tidak mengikuti jejak Bashar al-Assad dan membiarkan Iran membangun kembali kekuasaannya di negara tersebut. Netanyahu mewanti-wanti akan melancarkan serangan jika hal itu terjadi.
“Jika rezim ini mengizinkan Iran untuk membangun kembali kekuasaannya di Suriah, atau mengizinkan transfer senjata Iran atau senjata lainnya ke Hizbullah, atau jika mereka menyerang kami, kami akan membalas dengan kekerasan dan kami akan menuntut harga yang mahal,” kata Netanyahu dalam sebuah video yang diunggah di X dilansir BBC, Rabu (11/12/2024).
“Apa yang terjadi pada rezim sebelumnya, akan terjadi juga pada rezim ini,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Iran adalah salah satu sekutu terpenting Bashar al-Assad dan Hizbullah, yang didukung oleh Iran, mengirim ratusan pejuang untuk bergabung dalam perang saudara Suriah dan telah menjadi kunci dalam menguasai wilayah rezim.
Pernyataan Netanyahu muncul setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa pasukannya beroperasi di luar zona penyangga demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan.
Mohammed Al Bashir Ditunjuk Jadi Perdana Menteri Sementara Suriah
Sementara itu, Mohammed Al Bashir ditunjuk menjadi Perdana Menteri (PM) sementara Pemerintah Suriah. Al Bashir menyatakan akan menjabat hingga 1 Maret 2025 untuk memimpin pemerintahan transisi.
Al Bashir akan memimpin kabinet kecil untuk memastikan layanan publik dapat dilanjutkan. Hal ini, katanya, karena beberapa lembaga pemerintah di Suriah telah meminta pegawai negeri dan petugas kesehatan untuk kembali bertugas.
Seperti dilansir National, surat kabar yang berbasis di Abu Dhabi, Al Bashir memerintah wilayah barat laut yaitu Provinsi Idlib Suriah sebagai bagian dari Pemerintahan Keselamatan Suriah, yang merupakan kelompok yang terkait dengan Hayat Tahrir-al Shams (HTS).
Rezim Assad Tumbang
Rezim Assad tumbang setelah kelompok militan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) menyatakan telah menguasai pusat Damaskus, ibu kota Suriah pada akhir pekan lalu.
Pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Jolani, dengan penuh kemenangan mengumumkan “penaklukan Damaskus”. Sekarang dia menggunakan nama aslinya, Ahmed al-Sharaa, alih-alih nama samaran sebagai tanda kebangkitannya yang tiba-tiba ke panggung nasional.
(whn/whn)
-

Netanyahu Ancam Pasukan Pemberontak Suriah Jika Dukung Iran
Jakarta –
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan pasukan pemberontak Suriah untuk tidak mengikuti jejak Bashar al-Assad dan membiarkan Iran membangun kembali kekuasaannya di negara tersebut. Netanyahu mewanti-wanti akan melancarkan serangan jika hal itu terjadi.
“Jika rezim ini mengizinkan Iran untuk membangun kembali kekuasaannya di Suriah, atau mengizinkan transfer senjata Iran atau senjata lainnya ke Hizbullah, atau jika mereka menyerang kami, kami akan membalas dengan kekerasan dan kami akan menuntut harga yang mahal,” kata Netanyahu dalam sebuah video yang diunggah di X dilansir BBC, Rabu (11/12/2024).
“Apa yang terjadi pada rezim sebelumnya, akan terjadi juga pada rezim ini,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Iran adalah salah satu sekutu terpenting Bashar al-Assad dan Hizbullah, yang didukung oleh Iran, mengirim ratusan pejuang untuk bergabung dalam perang saudara Suriah dan telah menjadi kunci dalam menguasai wilayah rezim.
Pernyataan Netanyahu muncul setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa pasukannya beroperasi di luar zona penyangga demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan.
Mohammed Al Bashir Ditunjuk Jadi Perdana Menteri Sementara Suriah
Sementara itu, Mohammed Al Bashir ditunjuk menjadi Perdana Menteri (PM) sementara Pemerintah Suriah. Al Bashir menyatakan akan menjabat hingga 1 Maret 2025 untuk memimpin pemerintahan transisi.
Pengumuman itu disampaikan dalam pidato Al Bashir yang disiarkan televisi setempat. Mohammed Al Bashir merupakan pemimpin pemberontak yang membantu menggulingkan rezim Bashar al-Assad.
Seperti dilansir National, surat kabar yang berbasis di Abu Dhabi, Al Bashir memerintah wilayah barat laut yaitu Provinsi Idlib Suriah sebagai bagian dari Pemerintahan Keselamatan Suriah, yang merupakan kelompok yang terkait dengan Hayat Tahrir-al Shams (HTS).
Sebelumnya, utusan khusus PBB untuk Suriah mengatakan penting bagi semua kelompok di Suriah untuk bekerja sama. Namun Geir Pedersen menambahkan: “Secara umum kami telah melihat pernyataan yang meyakinkan dari HTS dan berbagai kelompok bersenjata”. Meskipun demikian, Pedersen melanjutkan dengan mengatakan masih ada beberapa masalah hukum dan ketertiban.
Rezim Assad Tumbang
Rezim Assad tumbang setelah kelompok militan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) menyatakan telah menguasai pusat Damaskus, ibu kota Suriah pada akhir pekan lalu.
Pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Jolani, dengan penuh kemenangan mengumumkan “penaklukan Damaskus”. Sekarang dia menggunakan nama aslinya, Ahmed al-Sharaa, alih-alih nama samaran sebagai tanda kebangkitannya yang tiba-tiba ke panggung nasional.
(whn/whn)
-

Korban Tewas di Gaza Akibat Gempuran Serangan Israel Tembus 44.786
Jakarta –
Jumlah korban tewas di Gaza, Palestina, akibat serangan Israel terus bertambah. Terkini, total korban tewas mencapai 44.786 jiwa.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/12/2024) Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas melaporkan setidaknya 44.786 orang tewas selama lebih dari 14 bulan terakhir sejak Israel menyerang Gaza.
Jumlah tersebut mencakup sedikitnya 28 orang tewas dalam 24 jam terakhir. Sebanyak 106.188 orang terluka di Jalur Gaza sejak perang dimulai ketika militan Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023.
Netanyahu Bilang Tak Akan Setop Perang Gaza Sekarang
Sementara itu baru-baru ini, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tidak akan menghentikan perang yang berkecamuk di Jalur Gaza sekarang. Penegasan ini disampaikan setelah upaya terbaru untuk mewujudkan gencatan senjata sedang dilakukan.
“Jika kita menghentikan perang sekarang, Hamas akan kembali, memulihkan diri, membangun kembali kelompok mereka dan menyerang kita lagi — dan itulah yang tidak inginkan terjadi kembali,” tegas Netanyahu dalam konferensi pers di Yerusalem, seperti dilansir AFP, Selasa (10/12).
Ditegaskan oleh Netanyahu bahwa dirinya telah menetapkan tujuan “pembinasaan Hamas, pemusnahan kemampuan militer dan administratifnya” untuk mencegah serangan di masa depan. Dia menyebut tujuan tersebut belum tercapai.
Dengan keberhasilan tersebut, menurut Blinken, sudah waktunya untuk “memulangkan para sandera dan mengakhiri perang dengan pemahaman tentang apa yang akan terjadi selanjutnya”.
Dalam beberapa hari terakhir, terdapat tanda-tanda bahwa negosiasi gencatan senjata dan pembebasan sandera yang gagal selama berbulan-bulan mungkin akan dihidupkan kembali dan mampu mencapai terobosan.
Seorang sumber yang dekat dengan delegasi Hamas mengatakan pada saat yang sama bahwa Turki serta Mesir dan Qatar telah “melakukan upaya terpuji untuk menghentikan perang” dan putaran perundingan baru akan segera dimulai.
Netanyahu, pada Minggu (8/12) waktu setempat, bertemu dengan keluarga para sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza, dan mengatakan bahwa perang melawan Hamas dan Hizbullah akan memfasilitasi negosiasi untuk pembebasan mereka.
Warga Israel yang berunjuk rasa, termasuk keluarga para sandera, berulang kali menyerukan kesepakatan untuk membebaskan para sandera dan menuduh Netanyahu memperpanjang perang.
Perang Gaza dipicu oleh serangan mengejutkan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.200 orang dan membuat lebih dari 250 orang lainnya disandera.
(whn/whn)
-

Ratu Rania dari Yordania: Di Gaza, Hari HAM Internasional Tak Lain Hanyalah Hari Kematian – Halaman all
Ratu Yordania: Di Gaza, Hari HAM Internasional Tak Lain Hanyalah Hari Kematian
TRIBUNNEWS.COM – Ratu Yordania, Rania Al Abdullah memberi kritik keras terhadap pendudukan Israel atas tragedi kemanusiaan dan aksi genosida di Jalur Gaza, Palestina bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang jatuh pada hari ini, Selasa (10/12/2024).
Bagi Ratu Rania, Hari Hak Asasi Manusia Internasional di Gaza tidak lain hanyalah hari kematian, kelaparan, pengungsian dan epidemi.
Dia menambahkan dalam sebuah postingan di platform (X) kalau Israel telah melakukan perampasan HAM paling mendasar di Gaza.
“Di Gaza, Hari Hak Asasi Manusia Internasional tidak lain hanyalah hari kematian, kelaparan, pengungsian, dan epidemi… 430 hari perampasan hak asasi manusia yang paling mendasar.”
Korban Genosida Gaza Naik Jadi 44.786 Jiwa
Adapun Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan hari ini, kalau Pasukan Pendudukan Israel (IDF) melakukan empat pembantaian di Jalur Gaza, yang menyebabkan 28 orang meninggal dan 54 orang terluka selama 24 jam terakhir.
Kementerian tersebut memperingatkan bahwa masih ada sejumlah korban di bawah reruntuhan dan di jalan.
“IDF mencegah ambulans dan kru pertahanan sipil menjangkau mereka (para korban),” tulis pernyataan itu.
Diumumkan bahwa jumlah total korban tewas akibat agresi Israel telah meningkat menjadi 44.786 orang yang menjadi martir dan 106.188 orang yang terluka sejak 7 Oktober 2023.
Pasukan infanteri Tentara Israel (IDF) saat melaksanakan operasi militer di Jabalia, Gaza Utara. Penyergapan demi penyergapan menyebabkan kerugian besar di kalangan IDF. (rntv/tangkap layar)
Agresi Israel Masuk Hari ke-431 Berturut-turut
Serangan Israel terhadap Gaza terus berlanjut tanpa henti selama 431 hari berturut-turut, dengan apa yang digambarkan oleh pejabat Palestina sebagai tindakan genosida yang dilakukan di hadapan masyarakat internasional.
Sepanjang itu pula, Israel belum juga meraih apa yang mereka targetkan sebagai tujuan perang, khususnya memberangus gerakan pembebasan Palestina, Hamas.
Dalam 24 jam terakhir, tiga tentara Israel tewas, dan 12 lainnya terluka dalam operasi perlawanan di Kamp Pengungsi Jabalia di Gaza utara.
Sementara itu, serangan udara Israel menargetkan sebuah rumah di Nuseirat, Gaza tengah, secara tragis menewaskan tujuh warga Palestina dan melukai beberapa lainnya.
Pada hari sebelumnya menandai tonggak sejarah suram lainnya, dengan sekitar 60 warga Palestina tewas dalam serangan udara yang meluas, terutama terkonsentrasi di Gaza utara.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa serangan yang sedang berlangsung telah mengakibatkan 44.758 kematian dan 106.134 cedera sejak 7 Oktober 2023.
Kehancuran total di Gaza Utara akibat bombardemen buta Israel yang menghantam para pengungsi. Tentara Israel disebut melakukan genosida dan pembersihan etnis di Gaza Utara untuk kemudian berencana mencaplok dan membangunnya menjadi pemukiman warga Yahudi Israel. (khaberni/HO)
Perkembangan Gencatan Senjata
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengklaim ada kemajuan dalam negosiasi pertukaran tahanan sambil menegaskan kembali niat pemerintahnya untuk melanjutkan perang sampai tujuannya tercapai.
“Kami bekerja tanpa lelah untuk membawa pulang semua tawanan, dan kami tidak akan berhenti sampai semuanya kembali dengan selamat,” kata Netanyahu.
Ia juga menekankan upaya untuk membongkar kemampuan militer dan infrastruktur pemerintahan Hamas.
The New York Times mengutip sumber-sumber yang mengetahui kalau pembicaraan mengenai gencatan senjata dan pertukaran tahanan berjalan secara tenang, meskipun rinciannya masih belum jelas.
Surat kabar tersebut mencatat bahwa negosiasi baru-baru ini telah memperoleh momentum yang signifikan.
Sumber-sumber Palestina mengisyaratkan potensi terobosan dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata, meskipun belum ada konfirmasi resmi yang diberikan.
-

Di Persidangan, Benjamin Netanyahu Geram Dituduh Terima Suap Cerutu dan Sampanye – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM, ISRAEL – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dihadirkan di persidangan pada Selasa (10/12/2024) dalam kasus korupsi.
Sidang korupsi publik merupakan kesempatan bagi Netanyahu untuk membantah tuduhan korupsi.
“Saya menunggu selama delapan tahun untuk mengatakan kebenaran yang saya ingat,” katanya.
Ia menyebut tuduhan itu sebagai “lautan absurditas.”
Netanyahu mengkritik waktu persidangan saat Israel sedang berperang melawan Hamas dan Hizbullah.
“Saya perdana menteri dan mengelola negara dan IDF selama perang.”
Ia berpikir pengadilan dapat menyeimbangkan waktunya dengan lebih baik daripada [memaksanya] untuk bersaksi tiga kali seminggu di pengadilan”.
“Saya tidak pernah percaya bahwa menjadi sukarelawan untuk mengabdi pada negara akan berujung pada hal ini,” katanya.
Ia menegaskan kembali perlunya Israel menjadi kuat secara militer dan ekonomi dan berbicara tentang keinginannya sendiri untuk menahan tekanan global dan domestik.
Ia menegaskan, kembalinya dirinya ke dunia politik di usianya yang menginjak 50 tahun bukan karena motif penipuan atau mencari keuntungan.
Melainkan agar lebih banyak membantu negaranya.
Ia menambahkan, keputusannya tersebut justru menimbulkan penderitaan bagi istrinya.
Tuduhan Disuap Cerutu dan Sampanye
Mengacu pada tuduhan penyuapan melalui cerutu dan sampanye, Netanyahu mengatakan dia tidak pernah bisa secara konsisten menghisap cerutunya.
“Saya selalu diganggu. Ngomong-ngomong, saya benci sampanye.”
Dia mengatakan klaim bahwa dirinya menerima hadiah ilegal adalah “kebohongan besar”.
Netanyahu bahkan mengaku tidak merokok dan tidak makan makanan “super mewah” serta selalu makan di tempat kerja.
Ia mengatakan bahwa ia bekerja sepanjang waktu, sering kali hingga pukul dua pagi, dan tidak pernah bertemu anak-anaknya, dan menyebutnya sebagai “harga yang mahal untuk dibayar.”
Pengacara pembela
Pengacara pembela Netanyahu, Amit Hadad, mengatakan kepada Pengadilan Distrik Yerusalem bahwa pendekatan polisi terhadap perdana menteri itu mirip dengan diktator Rusia Joseph Stalin.
Yang menyuruh bawahannya untuk menciptakan kejahatan guna mengadili tokoh-tokoh oposisi jika mereka tidak dapat menemukan kejahatan yang ada.
Hadad menyampaikan kepada pengadilan bahwa pembelaannya akan dimulai dengan Kasus 4000 (Suap Media Walla-Bezeq), kemudian berlanjut ke Kasus 1000 (Hadiah Ilegal), dan diakhiri dengan Kasus 2000 (Percobaan Suap Media – Yediot Aharonot-Israel Hayom).
Amit Hadad mengatakan kepada Pengadilan Distrik Yerusalem bahwa kasus ini dimulai lima tahun lalu ketika jaksa penuntut mengatakan ada hubungan antara ketiga kasus tersebut.
“Hal ini tidak pernah terjadi. Tidak ada yang disebutkan jaksa penuntut dalam pembukaannya yang terbukti. Meskipun sebagian dakwaan telah gagal total,” terutama dengan saksi negara Shlomo Filber.
Netanyahu adalah perdana menteri pertama yang sedang menjabat yang memberikan kesaksian dalam persidangan korupsi publiknya sendiri dalam sebuah drama yang diperkirakan akan menguasai narasi negara tersebut selama bulan depan atau beberapa bulan ke depan.
Kasus 1000
Kasus 1000 adalah tempat semuanya bermula dan di sinilah Netanyahu mungkin paling terancam hukuman, meskipun tuduhannya tidak terlalu sensasional.
Netanyahu diduga menerima 267.254 NIS ($75.800) dalam bentuk cerutu dan 184.448 NIS ($52.300) dalam bentuk sampanye dari miliarder Milchan antara tahun 2011 dan 2016.
Dakwaan awal menyatakan bahwa istrinya yakni Sara Netanyahu diduga menerima perhiasan senilai 10.900 NIS ($3.100) darinya dalam periode yang sama, meskipun tuduhan selanjutnya menaikkan jumlah tersebut menjadi lebih dari $45.000.
Netanyahu dan keluarganya juga diduga menerima 229.174 NIS ($65.000) dalam bentuk sampanye dan cerutu dari rekan Milchan, miliarder Australia Packer, antara tahun 2014 dan 2016.
Klein telah menjadi saksi kunci yang menghubungkan titik-titik antara mantan sekutu taipan Netanyahu dan dugaan pemberian hadiah ilegal dalam Kasus 1000.
Kasus 4000
Kasus 4000 awalnya merupakan kasus yang paling mengancam dengan tuduhan paling serius – penyuapan – tetapi kasus ini menghadapi banyak masalah.
Dalam Kasus 4000, Hefetz membantu jaksa penuntut dan tetap lebih solid dari yang diharapkan dalam pemeriksaan silang.
Sementara Filber sangat mengecewakan jaksa penuntut sehingga mereka menyatakannya sebagai saksi yang bermusuhan, mengakhiri kesepakatan kekebalannya, dan kemungkinan berencana untuk menuntutnya di masa mendatang.
Hefetz menyampaikan narasi penuntutan mengenai tuduhan terhadap Netanyahu di pihak Walla dalam kasus tersebut: bahwa perdana menteri menggunakan Elovitch dan Yeshua untuk memanipulasi liputan tentang dirinya dan pesaing politiknya dalam sekitar 300 kejadian.
Kasus 2000
Kasus 2000 merupakan kasus terlemah dan diperkirakan hanya memakan waktu lebih sedikit daripada kesaksian perdana menteri di pengadilan.
Kasus pembelaan mungkin tidak akan ditutup sebelum akhir tahun 2025 atau bahkan akhir tahun 2026, dan argumen penutup serta banding yang diharapkan akan membuat kisah ini semakin panjang.
-

Pusat Penelitian Kemhan Suriah Hancur Gegara Bombardir Israel
Jakarta, CNN Indonesia —
Pasukan Israel menyerang Damaskus dan disebut menghancurkan pusat penelitian Kementerian Pertahanan (Kemhan) Suriah pada Senin (9/12).
Kelompok pemantau hak asasi manusia, Syrian Observatory for Human Rights membeberkan serangan tersebut.
“Pesawat tempur Israel meluncurkan lebih dari 100 serangan termasuk di pusat penelitian sains Barzeh,” demikian menurut kelompok itu, dikutip Times of Israel.
Serangan ke pusat penelitian tersebut bukan kali pertama. Pada 2018, negara Barat termasuk Amerika Serikat juga menggempur fasilitas itu.
Mereka menduga situs tersebut terkait “infrastruktur senjata Kimia.”
Serangan Israel ke Suriah terjadi usai milisi Hayat Tahrir Al Sham (HTS) berhasil menggulingkan pemerintahan Bashar Al Assad pada akhir pekan lalu.
Israel memuji insiden tersebut. Banyak pihak menilai momen ini menguntungkan pemerintahan Benjamin Netanyahu.
Suriah sebetulnya sudah lama menjadi target Israel. Selama ini, pasukan Zionis menargetkan pengiriman senjata dan instalasi militer di negara tersebut yang kemungkinan akan dikirim ke Hizbullah.
(isa/rds)
[Gambas:Video CNN]
-

Israel Bantah Serbu Dataran Golan Suriah usai Rezim Assad Tumbang
Jakarta, CNN Indonesia —
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membantah mereka melewati zona penyangga Dataran Tinggi Golan Suriah usai pemerintahan Bashar Al Assad tumbang.
IDF mengklaim pasukan hanya beroperasi di zona penyangga yang dikuasai Israel.
“Laporan di sejumlah media yang mengklaim pasukan bergerak atau mendekati Damaskus sepenuhnya salah,” kata juru bicara militer Israel, Avichay Adraee pada Selasa (10/12), dikutip Times of Israel.
Dia lalu berujar, “Pasukan IDF hadir di dalam zona penyangga dan di posisi pertahanan yang dekat perbatasan untuk melindungi perbatasan Israel.”
Sebelumnya, dua sumber keamanan mengatakan pasukan Israel sudah mencapai Qatana.
Namun, mereka tak menjelaskan lebih rinci apakah wilayah itu merujuk Distrik Qatana, yang Sebagian wilayah menjorok ke zona penyangga.
Qatana berjarak sekitar 25 km dari Damaskus dan di sebelah timur zona penyangga.
Sebelum ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Dataran Tinggi Golan, menjadi milik Israel usai pemerintahan Bashar Al Assad runtuh gegara perlawanan milisi.
Dataran Tinggi Golan terbagi menjadi dua zona penyangga bagian yang dikuasai Israel dan wilayah lain yang dikuasai Suriah sesuai Perjanjian 1974.
Netanyahu memerintah pasukan Israel merebut zona penyangga di Dataran Tinggi Golan. Dia memperkuat pertahanan udara dan mengerahkan Angkatan Darat untuk pertama kali dalam 50 tahun.
Netanyahu juga menyebut perjanjian Negeri Zionis dengan Israel pada 1974 runtuh seiring dengan kejatuhan Assad.
“Kami tak akan membiarkan kekuatan musuh mana pun muncul di perbatasan,” ungkap Netanyahu, dikutip Al Jazeera.
(isa/rds)
[Gambas:Video CNN]
-

Pertama Kali, Netanyahu Hadiri Sidang Kasus Korupsinya
Tel Aviv –
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tiba di pengadilan di Tel Aviv, pada Selasa (10/12) waktu setempat, untuk menyampaikan kesaksian dalam persidangan kasus korupsi yang menjerat dirinya. Ini menjadi momen pertama kalinya Netanyahu menghadiri sidang kasusnya.
Netanyahu, seperti dilansir AFP, Selasa (10/12/2024), menjadi PM pertama Israel yang menghadapi persidangan kasus pidana saat masih aktif menjabat. Kehadirannya dalam persidangan kasus korupsi ini sudah berulang kali tertunda.
Netanyahu sedang menghadapi dakwaan penyuapan, penipuan dan pelanggaran kepercayaan publik dalam tiga kasus terpisah.
Demi alasan keamanan, persidangan kasus Netanyahu ini digelar di ruang sidang bawah tanah yang ada di Tel Aviv.
Kehadiran Netanyahu dalam persidangan kasusnya ini disambut beberapa orang, termasuk para demonstran yang menentang dirinya dan para pendukung setianya, yang berkumpul di luar gedung pengadilan.
Sejumlah anggota parlemen sayap kanan Israel juga turut menghadiri persidangan.
Salah satu jurnalis AFP, yang berada di luar gedung pengadilan, melaporkan bahwa para pendukung PM Israel ini meneriakkan seruan seperti “Netanyahu, rakyat mendukung Anda”.
