Tag: Basuki Hadimuljono

  • Pj Gubernur Jabar ingatkan keselamatan jelang pembukaan Tol KM 149

    Pj Gubernur Jabar ingatkan keselamatan jelang pembukaan Tol KM 149

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Pj Gubernur Jabar ingatkan keselamatan jelang pembukaan Tol KM 149
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 18 Desember 2024 – 19:47 WIB

    Elshinta.com – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengingatkan soal keselamatan yang harus diperhatikan sebelum gerbang tol KM 149 ruas Purbaleunyi dibuka, yang direncanakan pada 20 Desember 2024 mendatang.

    Menurut Bey di Bandung Rabu (18/12), keselamatan pengendara yang melintas harus menjadi prioritas utama, dengan dibukanya kembali gerbang tol KM 149 tersebut.

    “KM 149 itu rencananya beres 20 Desember. Kita lihat, kalau memang sudah layak ya sudah dibuka, apakah sudah bisa dipakai atau tidak, tetap faktor safety yang utama,” kata Bey.

    Selain gerbang tol KM149 yang merupakan pintu keluar, Bey juga menerima informasi gerbang tol KM 151 juga bakal dibuka, namun sejauh in belum dapat memastikan, apakah sudah layak digunakan atau belum.

    “151 juga -akan dibuka-,” ucapnya.

    Sebelumnya, mantan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan gerbang tol KM 149 rampung sebelum libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

    Dengan hadirnya gerbang tol KM 149 itu, kemacetan di kawasan Gedebage Bandung dapat terurai.

    “KM 149 mudah-mudahan selesai akhir November. Jadi nanti bisa dipakai untuk libur Natal dan tahun baru,” kata Basuki.

    Basuki mengungkapkan, untuk mendukung aksesibilitas kawasan Gedebage, pihaknya sementara akan membangun gerbang toll KM 148.

    Sementara gerbang tol KM 151, kata dia, masih dalam proses pembangunan dan diharapkan dapat rampung pada waktu dekat, sebagai penunjang gerbang tol Cileunyi.

    “Tetap terus kita kerjakan,” katanya.

    Sumber : Antara

  • Zulhas Pamer Inpres Irigasi hingga Perpres Pupuk Subsidi Rampung Dua Bulan

    Zulhas Pamer Inpres Irigasi hingga Perpres Pupuk Subsidi Rampung Dua Bulan

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan pihaknya telah merampungkan sederet kebijakan mulai dari Instruksi Presiden (Inpres) tentang irigasi hingga Peraturan Presiden (Perpres) tata kelola pupuk subsidi.

    Zulhas menjelaskan sederet kebijakan itu telah rampung selama dua bulan pascadilantik Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Menko Pangan.

    “Inpres irigasi sudah selesai, saya sudah paraf, sudah selesai. [Soal diteken Presiden Prabowo] itu mungkin waktunya saja. Tapi sudah mulai berjalan, karena semua kementerian sudah teken, sudah bisa. [Perpres tata kelola] pupuk [subisidi] juga sudah,” kata Zulhas di Graha Mandiri, Jakarta, Rabu (18/12/2024).

    Zulhas juga mengeklaim Kemenko Pangan telah menghasilkan perpres neraca komoditas, revisi peraturan pemerintah (PP) terkait irigasi, dan Inpres tentang penyuluh pertanian.

    Kemudian, penetapan tujuh komoditi dalam neraca komoditas. Di mana, empat dari komoditi tersebut tidak lagi impor pada 2025, yakni beras, gula konsumsi, garam konsumsi, dan jagung pakan.

    Lalu, revisi PP mangrove, revisi Perpres tentang perdagangan karbon, Perpres dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup tentang Perhutanan Sosial, program optimalisasi 78.000 hektare eks tambak udang di Pulau Jawa, serta pilot project Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Adapun hari ini, Rabu (18/12/2024), Menko Zulhas baru saja melantik delapan pejabat eselon I yang diharapkan dapat mencapai tujuan utama swasembada pangan pada 2027.

    “Indonesia harus dapat mencapai swasembada pangan pada 2027,” ujarnya.

    Sesuai arahan Presiden Prabowo, swasembada pangan adalah salah satu langkah utama guna menghadapi tantangan global, juga sebagai antisipasi situasi krisis global, dimana negara-negara lain akan mengutamakan kepentingan domestik.

    Zulhas pun mengakui bahwa swasembada pangan pada 2027 merupakan sebuah tantangan yang berat. Namun, langkah yang diperlukan adalah penyatuan visi dan misi semua stakeholder terkait.

    Untuk menghadapi tantangan itu, kata Zulhas, seluruh pejabat dituntut untuk mampu berinovasi, bekerja cerdas untuk mendorong percepatan kinerja organisasi yang pada akhirnya akan membantu menjaga kestabilan ekonomi Indonesia melalui ketahanan, dan swasembada pangan.

    “Jadi kami kerja terus, walaupun baru hari ini [eselon I dilantik], bukan berarti baru hari ini kami baru bekerja. Selama mulai dilantik kami terus maraton,” ujarnya.

    Zulhas juga menyatakan bahwa pekan depan Kemenko Pangan akan mengadakan rapat di sejumlah wilayah di Tanah Air.

    Berikut daftar pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang dilantik:

    1. Dr. Ir. Kasan, M.M. sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator

    2. Tatang Yuliono, S.Sos., M.M. sebagai Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan

    3. Widiastuti, S.E., M.Si. sebagai Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian

    4. Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc. sebagai Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan

    5. Dandy Satria Iswara, S.Ip., M.Si. sebagai Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim

    6. Bara Khrisna Hasibuan, BA., MPA. Sebagai Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Antar Lembaga

    7. Dr. Prayudi Syamsuri sebagai Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas

    8. Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.T., QRGP., CGRE. sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim

  • Menko Pangan Zulkifli Hasan Lantik Delapan Eselon I di Kementeriannya, Berikut Daftarnya – Halaman all

    Menko Pangan Zulkifli Hasan Lantik Delapan Eselon I di Kementeriannya, Berikut Daftarnya – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya atau Eselon I di lingkungan Kemenko Pangan.

    Zulhas mengatakan, pelantikan para deputi tersebut dinilai penting untuk menggenjot target Presiden Prabowo Subianto dalam swasembada pangan. Menurutnya, bahkan para Eselon I tersebut, sudah mulai bekerja sejak Kemenko Pangan dibentuk.

    “Hampir dua bulan ya. Saat ini, kami masih numpang kantor di atas, saya belum punya deputi. Dan baru hari ini dilantik,” ujar Zulhas di Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2024).

    Bahkan, sebelum para deputi Kemenko Pangan dilantik, sudah menghasilkan beberapa kebijakan. Di antaranya, Peraturan Presiden (Perpres) mengenai neraca komoditas. Lalu, Perpres Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.

    “Inpres tentang irigasi. Ini rapatnya sudah berkali – kali ini. Terus, Inpres tentang penyuluh pertanian, penetapan tujuh komoditas dalam neraca komoditas, revisi Perpres tentang perdagangan karbon,” ujarnya.

    Selain itu, juga sudah dibahas mengenai aturan tentang perhutanan sosial, 10 program optimalisasi, hingga mengenai 70 ribu hektare tambak udang di Pulau Jawa.

    “Jadi kita kerja terus, walaupun baru hari ini dilantik, bukan berarti baru hari ini kami bekerja,” terang Zulhas.

    Zulhas mengatakan, mulai pekan depan akan melakukan kunjungan kerja sekaligus melakukan rapat di beberapa wilayah, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Lampung, Sumatera Utara.

    “Di Jawa Barat rapat mengenai sawah mana yang tidak ada irigasinya, lahannya dimana agar bisa cepat dikerjakan, dua untuk tambak dimana saja, ketiga penyuluh kabupaten yang belum ada penyuluh maka bisa dikirim, di drop dari pusat,” tutur Zulhas.

    “Kemudian Jawa Timur nanti soal tebu, dimana yang bisa berkembang tebu yang kita perluas, karena kemarin kita sudah rapat, semangat kita sekarang tidak impor, semangat kita swasembada,” terang Zulhas.

    Berikut Daftar Eselon I Kemenko Pangan yang dilantik Zulhas:

    1. Dr. Ir. Kasan, M.M. sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator.

    2. Tatang Yuliono, S.Sos., M.M. sebagai Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan.

    3. Widiastuti, S.E., M.Si. sebagai Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian.

    4. Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc. sebagai Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan.

    5. Dandy Satria Iswara, S.Ip., M.Si. sebagai Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim.

    6. Bara Khrisna Hasibuan, BA., MPA. sebagai Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Antar Lembaga.

    7. Dr. Prayudi Syamsuri sebagai Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas.

    8. Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.T., QRGP., CGRE. sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim.
     

  • Zulhas Lantik 8 Eselon I Kemenko Pangan, Kejar Target Swasembada

    Zulhas Lantik 8 Eselon I Kemenko Pangan, Kejar Target Swasembada

    Jakarta

    Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan alias Zulhas melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya atau Eselon I di lingkungan Kemenko Pangan di gedung Graha Mandiri lantai 5, Jakarta Pusat.

    “Saudara-saudara, baru saja ini ada Seskemenko (Sekretaris Kementerian Koordinator), ada Deputi dan Staff Ahli saya baru saja melantik, baru saja,” kata Zulhas dalam konferensi pers pelantikan Eselon I Kemenko Pangan, Rabu (18/12/2024).

    Meski para Eselon I itu baru dilantik, Zulhas mengatakan mereka sudah mulai bekerja sejak Kemenko Pangan dibentuk melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 139 Tahun 2024 Tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kementerian Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.

    Bahkan menurutnya seusai pelantikan ini, para pejabat tinggi Kemenko Pangan itu akan langsung bekerja secara maraton untuk mengejar target RI swasembada pangan pada 2027 dan berhenti impor beras, gula, hingga garap pada 2025 nanti.

    “Walaupun ini baru hari ini, bukan berarti baru hari ini kami bekerja. Selama mulai dilantik terus maraton,” ucapnya.

    “Semangat kita sekarang kan tidak impor. Semangat kita swasembada pangan, jadi kita bekerja dulu, jangan menyerah dulu, bekerja dulu. Oleh karena itu kemarin kita sudah putuskan, kita tahun depan sudah putuskan tidak impor beras, tidak impor gula, tidak impor garam, tidak impor jagung,” tegas Zulhas.

    Sebagai contoh, Zulhas mengatakan minggu depan Kemenko Pangan akan berkeliling ke berbagai daerah untuk melakukan rapat koordinasi. Semisal di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara. Kami akan berkiling.

    “Di Jawa Barat rapat mengenai sawah mana yang tidak ada irigasinya, lahan ada di mana agar bisa cepat dikerjakan. Kedua untuk tambak di mana saja. Tiga, penyuluh pertanian di Kabupaten yang belum ada, maka bisa dikirim dari pusat. Kemudian Alsintan (alat dan mesin pertanian). Kemudian Jawa Timur nanti soal tebu, di mana yang bisa berkebun tebu yang kita perluas,” jelasnya.

    Daftar Eselon I Kemenko Pangan yang baru dilantik Zulhas hari ini:

    1. Dr. Ir. Kasan, M.M. sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator.

    2. Tatang Yuliono, S.Sos., M.M. sebagai Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan.

    3. Widiastuti, S.E., M.Si. sebagai Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian.

    4. Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc. sebagai Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan.

    5. Dandy Satria Iswara, S.Ip., M.Si. sebagai Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim.

    6. Bara Khrisna Hasibuan, BA., MPA. sebagai Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Antar Lembaga.

    7. Dr. Prayudi Syamsuri sebagai Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas.

    8. Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.T., QRGP., CGRE. sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim.

    (fdl/fdl)

  • Mutasi TNI, 9 Staf Khusus KSAU Tonny Harjono Digeser

    Mutasi TNI, 9 Staf Khusus KSAU Tonny Harjono Digeser

    loading…

    Sebanyak sembilan Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono digeser dalam mutasi pada Jumat, 6 Desember 2024. Foto/Dok Setpres

    JAKARTA – Sebanyak sembilan Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono digeser dalam mutasi pada Jumat, 6 Desember 2024. Mereka termasuk dari 65 perwira tinggi (pati) TNI Angkatan Udara (AU) yang masuk daftar mutasi TNI perdana di Pemerintahan Prabowo Subianto.

    Rotasi dan mutasi itu berdasarkan Surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/1545/XII/2024 tanggal 6 Desember 2024 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di lingkungan TNI.

    “Telah resmi ditetapkan rotasi dan mutasi 300 Pati (Perwira Tinggi) TNI terdiri dari 143 Pati TNI AD, 92 Pati TNI AL, dan 65 Pati TNI AU,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Hariyanto dalam keterangannya di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (9/12/2024).

    Berikut 9 Staf Khusus KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono yang digeser dalam mutasi pada Jumat, 6 Desember 2024.

    1.Marsma TNI Marsudiranto Widiyatmaka, M.Tr. (Han) dari Staf Khusus KSAU menjadi Wairjenau Itjenau,

    2. Marsma TNI Jajang Setiawan, S.M., M.Han., PSC(J) dari Staf Khusus KSAU menjadi Ir Koopsud III,

    3. Marsma TNI Hendro Arief H., S.Sos. dari Staf Khusus KSAU menjadi Dirdok Kodiklatau,

    4. Marsma TNI Riva Yanto, S.T., M.Sc. dari Staf Khusus KSAU menjadi Asintel Kaskoopsudnas,

    5. Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, S.H. dari Staf Khusus KSAU menjadi Waasops KSAU.

    6. Marsda TNI Danang Hadiwibowo, S.E., M.M., CHRMP. dari Staf Khusus KSAU menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun),

    7. Marsma TNI drg. Siswanto S., Sp.KG. dari Staf Khusus KSAU menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun),

    8. Marsma TNI Iwan Agung Djumaeri, S.I.P. dari Staf Khusus KSAU menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), dan

    9. Marsma TNI Hidayat Januardi dari Staf Khusus KSAU menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun).

    (rca)

  • Mutasi TNI, 10 Pati AU Digeser Jadi Staf Khusus KSAU Tonny Harjono

    Mutasi TNI, 10 Pati AU Digeser Jadi Staf Khusus KSAU Tonny Harjono

    loading…

    Sebanyak 10 perwira tinggi (pati) TNI Angkatan Udara (AU) dimutasi menjadi Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Foto/Dok Setpres

    JAKARTA – Sebanyak 10 perwira tinggi (pati) TNI Angkatan Udara (AU) dimutasi menjadi Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono . Sepuluh orang tersebut termasuk 65 Pati TNI AU yang masuk daftar mutasi pada Jumat, 6 Desember 2024.

    Rotasi dan mutasi itu berdasarkan Surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/1545/XII/2024 tanggal 6 Desember 2024 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di lingkungan TNI.

    “Telah resmi ditetapkan rotasi dan mutasi 300 Pati (Perwira Tinggi) TNI terdiri dari 143 Pati TNI AD, 92 Pati TNI AL, dan 65 Pati TNI AU,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Hariyanto dalam keterangannya di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (9/12/2024).

    Berikut 10 Pati TNI AU yang digeser menjadi Staf Khusus KSAU
    1. Marsda TNI Danet Hendriyanto, S.Sos dari Kapuslaiklambangjaau menjadi Staf Khusus Kasau,

    2. Marsma TNI Budi Eko Pratomo, S.E., M.Sc. dari Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam menjadi Staf Khusus Kasau,

    3. Marsma TNI Albertus Irianto dari Bandep Ur. Strategi Nasional Setjen Wantannas menjadi Staf Khusus Kasau,

    4. Marsma TNI I Ketut S. Wahyu Wijaya, M.A. dari Dir B Bais TNI menjadi Staf Khusus Kasau,

    5. Marsma TNI Danang Sulistiyanto dari Pa Sahli Tk. II Intekmil Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI menjadi Staf Khusus Kasau,

    6. Marsma TNI Taufan Handriawan, S.H., M.H. dari Kadisbtbau menjadi Staf Khusus Kasau,

  • Dosen, Mahasiswa hingga Alumni UI Kompak Bantu Tekan Angka Stunting Warga Baduy Lewat Saung Gizi – Halaman all

    Dosen, Mahasiswa hingga Alumni UI Kompak Bantu Tekan Angka Stunting Warga Baduy Lewat Saung Gizi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komunitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) kembali melanjutkan program untuk mengatasi permasalahan stunting warga suku Baduy di Lebak, Banten.

    Program yang telah memasuki tahun kedua ini berfokus pada pemberian makanan bergizi bagi anak-anak yang mengalami stunting.

    Pada tahun pertama, tim pengabdian yang beranggotakan Prof. Dr. drg. Wahyu Sulistiadi, MARS; drg. Sri Rahayu, M.Kes., Ph.D; Randi Irmayanto, SKM., MKM; Abraham Theodore; dan Suci Pascaramadhani menginisiasi gerakan Sumbang Gizi. 

    Melalui gerakan ini, pengunjung yang datang ke Baduy diajak untuk membawa makanan sehat guna membantu mengatasi stunting di kawasan tersebut.

    Memasuki tahun kedua, tim pengabdian yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan alumni FKM UI bekerja sama dengan Lembaga Adat Baduy untuk mendirikan Saung Gizi.

    Saung ini bertujuan memfasilitasi gerakan Sumbang Gizi agar menjadi lebih efektif. 

    Lewat Saung Gizi yang berada sekitar 500 meter dari Terminal Ciboleger ini, bisa memudahkan pengunjung untuk menyimpan makanan bergizi tanpa harus langsung menuju kampung-kampung di pedalaman.

    Diketahui, Terminal Ciboleger di Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, merupakan salah satu gerbang untuk menuju lokasi pemukiman Suku Baduy Luar dan Suku Baduy Dalam.

    Makanan yang disimpan di Saung Gizi kemudian akan diantarkan oleh warga Baduy ke kampung-kampung yang membutuhkan.

    Dengan adanya fasilitas ini, akses pemberian bantuan makanan menjadi lebih praktis dan efisien.

    Program Sumbang Gizi dan fasilitas Saung Gizi bukan hanya milik Universitas Indonesia, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

    Pemerintah, Lembaga Adat Baduy, pengunjung, dan pihak swasta diharapkan dapat bekerja sama untuk melanjutkan dan mengembangkan program ini.

    “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan kegiatan ini. Dengan kerja sama yang berkelanjutan, diharapkan permasalahan stunting di Baduy dapat teratasi dalam beberapa tahun ke depan,” ujar salah satu anggota tim pengabdian.

    Program ini menjadi bukti kolaborasi lintas sektor dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi isu kesehatan yang mendesak seperti stunting.

    Sekadar informasi, prevalensi balita stunting di Kabupaten Lebak, Banten, termasuk di pemukiman Baduy, pada Agustus 2024,  sebesar 3,69 persen. Pada April 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Lebak, termasuk di pemukiman Badui, tercatat 3.734 atau 3,38 persen. 

    Prevalensi stunting merupakan persentase jumlah balita di suatu populasi yang mengalami stunting dalam pertumbuhan fisiknya. Prevalensi balita stunting digunakan sebagai indikator untuk menilai masalah gizi pada kelompok balita di suatu wilayah. 

  • Kekurangan Zat Besi Bisa Hambat Kecerdasan Si Kecil, Masa Sih?

    Kekurangan Zat Besi Bisa Hambat Kecerdasan Si Kecil, Masa Sih?

    Jakarta – Guna memastikan tumbuh kembang anak optimal, orang tua tidak boleh hanya berfokus pada kesehatan fisik. Ayah dan Bunda juga harus memperhatikan pemenuhan nutrisi bagi Si Kecil.

    Salah satu zat gizi yang tidak boleh dilewatkan yaitu zat besi atau iron (Fe). Mirisnya, 1 dari 3 anak Indonesia dilaporkan mengalami anemia karena kekurangan zat besi. Padahal, mineral ini menjadi elemen penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

    Melansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), zat besi memiliki beberapa fungsi krusial. Zat besi memungkinkan sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Di samping itu, jurnal yang dirilis European Food Safety Association (EFSA) menyebutkan mineral ini juga dibutuhkan dalam pembentukan mielin (selubung saraf), yang berfungsi sebagai penghantar impuls saraf.

    Seperti diketahui, otak manusia terdiri dari miliaran sel saraf. Tanpa mielin, impuls saraf tidak dapat mengalir secara optimal. Mielin bekerja seperti lapisan pelindung dalam sistem listrik, yang memastikan aliran impuls berjalan lancar dan efisien.

    Defisiensi Zat Besi Ganggu Kecerdasan-Hambat Prestasi di Sekolah

    Angka kebutuhan rata-rata zat besi harian berbeda-beda, tergantung dengan tingkatan usia anak. Merujuk pada panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi usia 6-12 bulan memerlukan zat besi sebanyak 11 mg per hari. Sedangkan dalam standar angka kecukupan gizi (AKG) yang ditetapkan Kemenkes, anak dengan usia di atas 1 tahun rata-rata membutuhkan asupan zat besi sebanyak 7-10 miligram per hari.

    Adapun remaja berusia di atas 12 tahun perlu memenuhi kebutuhan rata-rata zat besi paling tidak 11-15 miligram per hari. Jika tidak tercukupi, hati-hati anak bisa mengalami defisiensi zat besi. Kondisi ini tentu perlu diwaspadai, sebab kekurangan zat besi yang tidak diatasi bisa mengganggu kesehatan Si Kecil.

    Seperti diketahui, zat besi dibutuhkan untuk berbagai proses seluler di otak yang sedang berkembang, terutama dalam hal memori dan pembelajaran. Asupan zat besi yang tidak mencukupi dapat menyebabkan menurunnya kecerdasan dan menghambat perkembangan otak.

    Penelitian yang dirilis World Nutrition mengungkapkan anak yang mengalami defisiensi zat besi kronis memiliki kemampuan kosakata yang rendah dibandingkan anak dengan status gizi yang baik. Kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan anak menjadi sulit berkonsentrasi di sekolah, sehingga prestasinya menurun. Lebih lanjut anak yang pernah mengalami kekurangan zat besi juga menunjukkan nilai motorik dan IQ lebih rendah pada usia 11-14 tahun.

    Karena itu sebagai orang tua, Bunda tentu ingin memastikan kebutuhan zat besi bisa terpenuhi, agar perkembangan kognitif anak berjalan lancar. Nah, asupan mineral ini bisa didapat dari berbagai makanan harian Si Kecil, seperti telur, ikan tuna, susu, beberapa sayuran hijau lainnya.

    Namun apakah makanan bergizi saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi yang diperlukan tubuh? Cari tahu langsung dari pakar di acara Mom’s Health Corner yang diselenggarakan pada Kamis, 19 Desember 2024 pukul 14.00 WIB di Habitate, Jakarta. Lewat acara ini, detikHealth bersama Maltofer ingin membagikan edukasi seputar peran penting zat besi dalam perkembangan kognitif anak yang dikemas secara menarik & interaktif.

    Mom’s Health Corner bakal menghadirkan para expert, ada dokter spesialis anak dr. Wisvici Yosua Samin, M.Sc., Sp. A serta Vega Karina, momfluencer yang kerap membagikan konten seputar parenting.

    Di acara ini, Ayah dan Bunda bisa mengulik bagaimana kaitan anemia atau kekurangan zat besi yang dapat membuat perkembangan kognitif anak menurun, hingga cara mencegahnya khususnya dari 1000 hari pertama kehidupan. Selain itu, orang tua juga akan mendapatkan informasi apakah pemberian makanan sudah dapat memenuhi kebutuhan zat besi Si Kecil, atau perlu suplemen tambahan?

    Tentunya ini menarik untuk dibahas, ya. Jadi, jangan lewatkan acaranya! Datang dan saksikan Mom’s Health Corner ‘Peran Zat Besi terhadap Perkembangan Kognitif Anak’ tanggal 19 Desember 2024.

    (adv/adv)

  • Profil Han Duck Soo, Presiden Sementara Korsel Pengganti Yoon Suk Yeol

    Profil Han Duck Soo, Presiden Sementara Korsel Pengganti Yoon Suk Yeol

    Jakarta, CNN Indonesia

    Majelis Nasional Korea Selatan resmi menunjuk Perdana Menteri Han Duck Soo sebagai presiden sementara untuk menggantikan Yoon Suk Yeol yang resmi dimakzulkan pada Sabtu (14/12) lalu imbas drama darurat militer.

    Usai ditetapkan sebagai presiden sementara, Han yang sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri Korsel itu berjanji bakal menjaga pemerintahan Korsel agar tetap stabil di tengah huru-hara yang kini sedang terjadi.

    “Saya akan mencurahkan semua kekuatan dan upaya saya untuk memastikan pemerintahan yang stabil,” kata Han, mengutip The Guardian.

    Profil Han Duck Soo

    Han Duck Soo merupakan seorang birokrat senior Korea Selatan yang sudah berkarier selama kurang lebih 40 tahun. Ia lahir di Jeonju, Provinsi Jeolla Utara, pada 18 Juni 1946.

    Han merupakan seorang birokrat dengan latar belakang pendidikan di bidang ekonomi. Han berkuliah di jurusan ekonomi di Seoul National University dan lulus pada 1971. Kemudian, ia melanjutkan studinya ke jenjang S2 di jurusan yang sama di Harvard University dan lulus pada 1979, demikian dikutip The Korea Times.

    Pria yang kini berusia 75 tahun itu kembali melanjutkan studinya ke jenjang S3 di jurusan dan universitas yang sama. Ia pun berhasil mendapatkan gelar Ph.D di bidang ekonomi dari Harvard University pada 1984.

    Sebagai seorang pakar ekonomi, Han mengawali kariernya sebagai petugas bea cukai. Pekerjaan itu ia dapatkan usai lolos seleksi pegawai negeri sipil (PNS) Korsel pada 1970 silam.

    Selama bekerja sebagai petugas bea cukai, Han dikabarkan telah menduduki sejumlah posisi penting. Ia juga cepat naik dari posisi staf ke posisi manajer dan pimpinan karena keuletannya dalam bekerja.

    Bergabung di pemerintahan

    Dikutip The Guardian, setelah puluhan tahun berkarier sebagai petugas bea cukai, Han Duck Soo bergabung di pemerintahan liberal-konservatif Korsel yang dipimpin oleh Presiden Kim Dae Ju pada 1998.

    Karena punya latar belakang dan pengalaman karier di bidang ekonomi, Han saat itu ditunjuk untuk menjabat sebagai Menteri Perdagangan. Namun, di akhir masa jabatan Presiden Kim, yakni pada 2003, Han ditunjuk sebagai sekretaris senior presiden untuk urusan ekonomi.

    Selama pemerintahan Presiden Roh Moo-Hyun 2003-08, ia memainkan peran penting dalam menegosiasikan Perjanjian Perdagangan Bebas Korea-AS pada tahun 2006 dan kemudian diangkat menjadi perdana menteri pada tahun 2007.

    Pada 2022, Presiden Yoon Suk Yeol yang kala itu baru memenangkan pemilihan presiden bersama Partai Kekuatan Rakyat menunjuk Han untuk menjadi Perdana Menteri Korsel yang ke-48.

    Sebelumnya, Han juga pernah menjadi PM Korsel pada 2007 hingga 2008. Saat itu, ia menjadi PM ke-38 Korsel di bawah tampuk kepemimpinan Roo Moon Hyun.

    (gas/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Bos Antam Ingatkan Generasi Muda Belajar Beradaptasi pada Perubahan Zaman – Page 3

    Bos Antam Ingatkan Generasi Muda Belajar Beradaptasi pada Perubahan Zaman – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Dalam perjalanan karir Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam) Tbk Nico Kanter, pengalaman gagal tidak dapat dihindari. Namun dari kegagalan itulah dirinya belajar untuk lebih beradaptasi, menemukan peluang baru, dan menjadi lebih tangguh.

    Menurutnya, kegagalan sebenarnya dapat menjadi pendorong untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar, asalkan kita bisa memanfaatkannya dengan baik. “Saya percaya bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari pembelajaran baru,” ujar Nico dikutip Minggu (15/12/2024).

    Nico, yang pernah mengenyam pendidikan Magister Administrasi Bisnis di University of Southern California, Amerika Serikat, itu mengingatkan bahwa perjalanan profesional kedepan tidak akan selalu berjalan mulus. Namun, justru tantangan, kegagalan, dan ketidakpastian itulah yang akan membuat sumber daya manusia lebih tangguh menghadapi masa depan.

    “Ketika menghadapi tantangan, saya selalu mengingat bahwa semua hal bersifat sementara, baik itu kesulitan maupun keberhasilan. Dari prinsip ini, saya belajar untuk tetap berfokus pada solusi, terus maju, dan tidak pernah berhenti belajar,” jelasnya di depan 19 lulusan BBA dan 42 lulusan MBA IPMI.

    Sementara Rektor Institut IPMI Prof. Ir. M. Aman Wirakartakusumah M.Sc., Ph.D mengatakan, tantangan masa depan untuk lulusan Institut IPMI adalah persoalan perubahan iklim, geopolitik, dan hubungan international. Adapun mengantisipasi berbagai tantangan tersebut dengan inovasi dan kreativitas.

    “Sebagai sekolah bisnis, Institut IPMI mendidik mahasiswa, baik pada level BBA dan MBA, supaya punya kemampuan manuver tinggi dalam mengatasi berbagai perubahan zaman dengan bantuan teknologi terkini. Kami juga mendidik calon pemimpin masa depan memiliki integritas, kejujuran, dan kerja keras saat mereka masuk dunia kerja,” katanya usai prosesi Wisuda Institut IPMI ke-51 yang bertajuk “Proud Past, Promising Future”.