Tag: Basuki Hadimuljono

  • Kemen PU rampungkan Istana Wapres di IKN pada Desember 2025

    Kemen PU rampungkan Istana Wapres di IKN pada Desember 2025

    Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) menargetkan pembangunan Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur selesai pada Desember 2025, seiring penyelesaian proyek penting lain seperti Masjid Negara.

    “Yang kami tangani ya seperti sisa-sisa pekerjaan masjid. Kemudian air minum. Kemudian Istana Wapres, itu kami selesaikan di 2025,” kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Dewi Chomistriana ditemui saat meninjau JPO Polda Metro Jaya, di Jakarta, Senin.

    Dewi menuturkan target penyelesaian proyek tersebut sesuai dengan arahan langsung Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

    “MYC (multi years contract) kami masih berproses. Dan kami sudah mendapatkan arahan dari Pak Menteri (PU Dody Hanggodo) yang dilakukan oleh (Direktorat Jenderal) Cipta Karya, ini semuanya akan diselesaikan di Desember 2025,” ujarnya.

    Dia menyebutkan beberapa proyek yang ditargetkan rampung hingga akhir tahun ini di antaranya pengerjaan Masjid Negara, instalasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) termasuk Istana Wakil Presiden.

    Kendati demikian, Dewi menuturkan beberapa kontrak tahun jamak (multi years contract/MYC) lain seperti proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di IKN penyelesaiannya baru dibidik rampung pada 2026.

    “Jadi untuk 2026 yang melaksanakan OIKN. Kecuali ada beberapa paket pekerjaan yang memang masih harus kami yang menindaklanjuti seperti IPAL. Itu masih kami akan tindaklanjuti karena memang ini prosesnya tidak bisa dihentikan di Desember 2025,” jelasnya.

    Berdasarkan pemberitaan ANTARA sebelumnya pada Senin (12/8/2024), arsitektur istana wakil presiden di Kota Nusantara, ibu kota baru Indonesia yang dibangun di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mengusung konsep “huma betang umai”.

    Istana Wakil Presiden di Kota Nusantara menempati lahan seluas 148.417 meter persegi dengan luas bangunan 32.061 meter persegi. Kontrak kerja tahap satu selama 450 hari mulai Mei 2024 hingga Agustus 2025.

    Istana wakil presiden dikerjakan PT Adhi Karya dan Penta Architecture dengan nilai kontrak pengerjaan lebih kurang Rp1,457 triliun.

    Sementara itu, Otorita Ibu Kota Negara (IKN) menyebut kemajuan pengerjaan Masjid Negara di Ibu Kota Indonesia di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, telah mencapai 60 persen.

    “Pembangunan Masjid Negara IKN sampai saat ini masih terus berjalan,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya menyangkut pembangunan fasilitas ibadah IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (4/6/2025).

    Pembangunan Masjid Negara di bawah tanggung jawab Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur dengan kontraktor pelaksana PT. Adhi Karya – PT. Hutama Karya KSO dengan biaya APBN senilai Rp940 miliar.

    Secara kontrak pelaksanaan pembangunannya sudah dimulai sejak November 2023 dan ditargetkan selesai pada Desember 2024.

    Masjid Negara Ibu Kota Nusantara berdiri di atas lahan seluas 32.125 m2. Di lokasi tersebut juga terdapat area komersial seluas 2.221 m2 dan area penunjang seluas 7.340 m2.

    Bangunan masjid dibangun seluas 61.596 m2 dengan desain 3 Lower Ground, 1 Ground Floor, 2 Mezzanine. Selain itu juga terdapat bangunan komersial seluas 2.212 m2 (2 lantai), dan bangunan penunjang seluas 727 m2 (1 lantai).

    Selain lansekap penghijauan, kawasan Masjid Negara juga dilengkapi kolam retensi seluas 123.502 m2 yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, Ditjen Sumber Daya Air.

    Selain itu juga dilengkapi area plaza, tempat wudhu, ruang rapat, hall pertemuan, dan ruang tunggu VIP serta infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan serta utilitas kawasan.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Menkeu Purbaya: Salah Besar jika Bilang Saya Tak Berpengalaman

    Menkeu Purbaya: Salah Besar jika Bilang Saya Tak Berpengalaman

    Bisnis.com, JAKARTA — Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan sejumlah pengalamannya mengawal keuangan negara, usai dilantik menjadi menteri keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025) sore.

    Purbaya melihat ada sejumlah pihak yang menanyakan keputusan Prabowo mengangkatnya sebagai bendahara negara. Dia pun mengaku sudah memiliki banyak pengalaman di pemerintahan terutama terkait pengelolaan fiskal.

    “Jadi, kalau anda bilang saya nggak punya pengalaman, salah besar,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (8/9/2025).

    Dia merincikan bahwa dia menjadi think tank alias lembaga kajian untuk pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2008. Kemudian pada 2015, dia masuk ke Kantor Staf Presiden untuk membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat kembali perekonomian yang sedang lesu.

    Pada 2020—2021, sambungnya, dia kembali lagi ke pemerintah untuk kembali membantu perekonomian yang terhambat pandemi Covid-19.

    “Jadi saya udah kenal lama dengan fiskal, ini ahli fiskal kita Pak Suahasil [wakil menteri keuangan]. Jadi saya enggak perlu waktu untuk belajar lagi,” jelasnya.

    Sebelumnya, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Fadhil Hasan menyampaikan bahwa Purbaya memang ekonom yang baik dan paham persoalan.

    Kendati demikian, dia menanyakan keputusan Prabowo yang melantiknya sebagai menteri keuangan karena pengalamannya yang kurang dalam mengurus keuangan negara. Padahal, sambungnya, banyak kandidat lain yang pengalamannya lebih banyak.

    “Dia belum memiliki pengalaman secara langsung mengelola fiskal dan ekonomi secara keseluruhan. Jadi bisa dikatakan dia bukan pilihan terbaik, masih ada pilihan yang lebih baik, misalnya wamennya Suahasil,” ucap Fadhil, Senin (8/9/2025).

    Profil Purbaya Yudhi Sadewa

    Purbaya memamg bukan nama baru dalam jajaran pejabat publik. Pemilik nama lengkap Dr. Purbaya Yudhi Sadewa, Ph.D ini telah menjabat sebagai ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanam (LPS) sejak 24 September 2020, setelah dilantik oleh Joko Widodo saat masih menjabat sebagai Presiden RI kala itu.

    Sebelum berlabuh di LPS, Purbaya menempati sejumlah posisi penting di pemerintahan. Dia pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

    Selain kiprahnya di pemerintahan, Purbaya juga memiliki pengalaman di dunia korporasi. Purbaya pernah dipercaya menjadi salah satu komisaris PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau MIND ID.

    Sebagaimana diketahui, Inalum merupakan holding BUMN pertambangan yang menaungi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Timah Tbk. (TINS), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan PT Freeport Indonesia. Posisi itu memperkuat keterlibatannya dalam sektor strategis perekonomian nasional, khususnya di bidang energi dan pertambangan.

    Kiprah Purbaya di level korporasi tersebut tidak lepas dari fondasi akademik yang kuat. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada bidang Teknik Elektro.

    Namun demikian, ketertarikannya pada bidang ekonomi kemudian membawanya melanjutkan studi doktoral di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, hingga meraih gelar Ph.D.

  • Menguak Harapan Netizen Pada Menkeu Pengganti Sri Mulyani

    Menguak Harapan Netizen Pada Menkeu Pengganti Sri Mulyani

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Purbaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati di posisi tersebut. Posisi Purbaya sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) sejak 2020. Netizen pun menaruh harapan padanya.

    Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025). Pelantikan tersebut sesuai Surat Keputusan Presiden RI tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri Negara Kabinet.

    Purbaya Yudhi Sadewa lahir di Bogor pada 7 Juli 1964. Melansir situs LPS, Ia menempuh pendidikan tinggi di bidang teknik dan ekonomi. Gelar sarjana diraih dari jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah itu, Purbaya melanjutkan studi di luar negeri dengan meraih Master of Science (MSc) dan gelar Doktor (Ph.D) di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.

    Netizen sepertinya paling banyak membahas digantinya Sri Mulyani sebagai Menkeu, terbukti namanya berada di papan atas trending topic di linimasa X. Banyak yang menaruh harapan pada Menkeu yang baru.

    “Semoga pengganti Sri Mulyani ini bisa punya kebijakan yang lebih pro ke kelas menengah dan bawah,” demikian harapan seorang netizen. “Semoga Purbaya bisa kompeten dan tidak awur awuran,” tulis yang lain.

    “Pak Purbaya ini orang ITB ya, semoga dia bisa bawa ide tentang reindustrialisasi buat industri padat karya,” demikian harapan netizen akan terciptanya banyak lapangan kerja baru dengan padat karya.

    “Semoga pak Purbaya mikirin ekonomi mikro juga… Biar gerak ekonomi di bawah,” saran seorang warganet.

    “tbh, ada sedihnya. this is the best Menkeu in Indonesia so far. semoga penggantinya bisa lebih bagus. bagaimana dgn market impact ? lets see tomorrow,” harap sebuah akun di X.

    (fyk/fyk)

  • 10
                    
                        Prabowo Ganti Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menkeu
                        Nasional

    10 Prabowo Ganti Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menkeu Nasional

    Prabowo Ganti Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menkeu
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/9/2025).
    Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang sebelumnya menjadi Menkeu.
    Pelantikan Purbaya berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Tahun 2024-2029 yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.
    Purbaya kemudian mengikuti sumpah jabatan yang dibacakan oleh Presiden Prabowo.
    “Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” katanya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin.
    “Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” imbuhnya.
    Sebelumnya, pelantikan dan
    reshuffle
    menteri telah disampaikan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi.
    “Yang kedua atas berbagai pertimbangan masukan dan evaluasi yang dilakukan terus-menerus oleh Bapak Presiden maka pada sore hari ini sekaligus Bapak Presiden memutuskan untuk melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada beberapa jabatan,” kata Prasetyo, Senin.
    Adapun lima kementerian tersebut, yakni Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang dipimpin oleh Budi Gunawan, Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh Sri Mulyani, serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
    Lalu, Kementerian Koperasi yang dipimpin oleh Budi Arie Setiadi, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dipimpin oleh Dito Ariotedjo.
    “Di antaranya yang pertama Kemenko Polkam, kedua Kementerian Keuangan, ketiga Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, keempat Kementerian Koperasi, dan kelima Kementerian Pemuda dan Olahraga,” jelasnya.
    Di sisi lain, Prabowo bakal melantik Menteri Haji dan Umrah yang berubah nomenklatur dari BP Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah.
    “Satu adalah Kementerian yang baru dan 5 adalah Kementerian yang terjadi perubahan susunan yang menjabat. Maka pada sore hari ini akan dilakukan pelantikan di Istana Negara,” tandas Prasetyo.
    Purbaya Yudhi Sadewa lahir di Bogor pada 7 Juli 1964. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
    Purbaya kemudian melanjutkan studi di Purdue University, AS, meraih gelar MSc dan Ph.D dalam bidang Ilmu Ekonomi. Karier profesionalnya berawal sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994), lalu berpindah ke dunia riset ekonomi sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute (2000–2005).
    Ia juga pernah menjabat Direktur Utama PT Danareksa Securities (2006–2008), Chief Economist Danareksa Research Institute (2005–2013), serta anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) pada 2013–2015.
    Purbaya mengawali kiprah politik dan pemerintahan sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Perekonomian pada era 2010–2014, dan juga menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional.
    Ia kemudian menjabat sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden pada 2015, serta Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Polhukam (2015–2016).
    Selanjutnya, Purbaya dipercaya sebagai Wakil Ketua Satgas Debottlenecking (Pokja IV) dan Staf Khusus bidang Ekonomi Kemenko Maritim (2016–2020), kemudian menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Kemaritiman dan Investasi (2018–2020).
    Purbaya diangkat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Keputusan Presiden RI No. 58/M Tahun 2020 dan resmi menjabat mulai 3 September 2020.
    Jabatan ini mempertegas perannya sebagai penjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
    Ia juga sempat menjabat sebagai komisaris di holding BUMN pertambangan PT Inalum (Persero).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • OpenAI Bongkar Akar Masalah Jawaban Halusinasi di Chatbot AI, Sulit Dihilangkan

    OpenAI Bongkar Akar Masalah Jawaban Halusinasi di Chatbot AI, Sulit Dihilangkan

    Bisnis.com, JAKARTA — OpenAI mengungkap sejumlah penyebab kecerdasan buatan (AI) berbasis bahasa, seperti GPT-5 dan ChatGPT, masih sering “berhalusinasi”.  Fenomena ini tidak dapat dihilangkan seluruhnya.

    Dalam blog resminya, Senin (8/9/2025) OpenAI mendefinisikan “halusinasi” sebagai pernyataan yang terdengar masuk akal, namun sejatinya salah dan dikarang oleh model bahasa. Meskipun kualitas model terus membaik, para peneliti menegaskan halusinasi tetap menjadi tantangan mendasar seluruh LLM yang belum bisa dihilangkan sepenuhnya. 

    Fenomena ini diilustrasikan lewat eksperimen: ketika sebuah chatbot AI ditanya soal judul disertasi Ph.D atau tanggal lahir Adam Tauman Kalai—salah satu penulis makalah—jawaban yang diberikan berbeda-beda dan semuanya salah. Hal ini jadi contoh konkret bagaimana model bisa begitu percaya diri dalam menjawab, meski keliru. 

    Menurut riset OpenAI, sumber masalah utama datang dari proses pre training, yakni saat model dilatih menebak kata selanjutnya dari kumpulan teks masif tanpa ada label benar atau salah.

    Model hanya belajar dari contoh bahasa yang fasih, bukan dari data yang menyatakan pernyataan itu fakta atau fiksi menurut laporan Techcrunch.

    Untuk pola-pola rutin seperti ejaan atau tanda baca, skala data bisa mengatasi kesalahan. Namun untuk fakta unik dan jarang, seperti ulang tahun seseorang atau data unik lain, AI akan “menebak” karena tidak ada pola yang bisa diikuti.

    The AI Insider menyebut tantangan lainnya terletak pada cara penilaian keakuratan model. Sistem evaluasi saat ini cenderung memberi insentif agar model tetap menebak daripada jujur mengaku “tidak tahu”.

    Skemanya ibarat ujian pilihan ganda di mana menebak tetap berpeluang benar, sedangkan mengosongkan jawaban dijamin nol poin. Model pun terus terdorong melakukan “tebakan percaya diri”, bukan menahan diri saat tidak yakin.

    Solusi yang diusulkan peneliti OpenAI adalah mengubah paradigma evaluasi, sistem penilaian sebaiknya memberi penalti lebih pada jawaban salah yang diucapkan dengan yakin, dan malah memberikan “kredit parsial” untuk ekspresi ketidakyakinan yang tepat. Dengan cara ini, model akan terlatih untuk memilih diam saat memang tidak tahu, sehingga mengurangi kecenderungan halusinasi. 

    Para peneliti menutup makalahnya dengan pesan penting bahwa selama evaluasi dan leaderboard AI masih memberi hadiah pada “tebakan beruntung”, model AI akan terus belajar untuk menebak daripada jujur mengakui ketidaktahuan.

  • PLN-OIKN Bentuk Tim Khusus Genjot Listrik Hijau IKN

    PLN-OIKN Bentuk Tim Khusus Genjot Listrik Hijau IKN

    Bisnis.com, BALIKPAPAN — PT PLN (Persero) dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) membentuk Tim Kerja Bersama untuk mengakselerasi pembangunan sistem kelistrikan ramah lingkungan di IKN.

    Langkah strategis ini ditempuh menyusul urgensi penyediaan infrastruktur energi berkelanjutan yang menjadi tulang punggung operasional kawasan pemerintahan baru tersebut.

    Berdasarkan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, proyeksi kebutuhan listrik IKN diperkirakan mencapai 465 MW hingga tahun 2034. 

    General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Utara, Muchamad Chaliq Fadli menyatakan pihaknya tengah merencanakan pembangunan infrastruktur pembangkit energi terbarukan dengan nilai investasi yang tidak main-main. 

    Adapun roadmap pembangunan meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 628 MW yang ditargetkan beroperasi pada 2027.

    Selanjutnya, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 1.251 MW dijadwalkan rampung pada 2031, disusul Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa 10 MW. 

    Menurutnya, keseluruhan infrastruktur pembangkit ini akan didukung pengembangan jaringan transmisi sepanjang 861 kilometer dan gardu induk berkapasitas 3.370 MVA.

    “Setiap pembangunan jaringan, gardu, maupun pembangkit yang kami siapkan bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk menopang pertumbuhan IKN hingga puluhan tahun ke depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (6/9/2025).

    Sementara itu, Kepala OIKN, M. Basuki Hadimuljono menyatakan Tim Kerja Bersama yang terbentuk nantinya akan berkonsentrasi pada tiga fokus utama, yaitu pemutakhiran Master Plan Kelistrikan IKN, percepatan penyambungan listrik ke kawasan pemerintahan, serta integrasi teknologi energi surya dengan sistem penyimpanan baterai canggih.

    “Tim kerja bersama ini akan menjadi mesin utama untuk memastikan seluruh kawasan IKN terhubung dengan listrik andal, ramah lingkungan, dan terintegrasi digital pada 2028. PLN adalah mitra strategis terbaik dalam mewujudkan hal ini,” sebutnya.

    Sebagai informasi, kebutuhan listrik di IKN telah mencapai 54 GWh yang dipasok melalui PLTS IKN berkapasitas 50 MW dan sistem interkoneksi Kalimantan sebagai backup hingga Agustus 2025. 

  • Normalkah Turun Berat Badan karena Stres? Begini Penjelasan Ahli

    Normalkah Turun Berat Badan karena Stres? Begini Penjelasan Ahli

    JAKARTA – Ketika stres melanda dapat berdampak pada berat badan, ada yang menaik dan ada juga yang menurun. Namun, apakah penurunan berat badan akibat stres adalah hal yang normal terjadi?

    Menurut psikolog klinis dan Direktur Behavioral Services di Cleveland Clinic, Kasey Goodpaster, Ph.D, respons tubuh terhadap stres berkaitan dengan mekanisme fight or flight. Ini merupakan respons fisiologis tubuh terhadap ancaman stres.

    Saat menghadapi tekanan, tubuh meningkatkan detak jantung, menegangkan otot, dan mempercepat pernapasan. Namun, fungsi tubuh lain seperti pencernaan akan melambat.

    “Selama mode fight or flight, fungsi pencernaan menurun sehingga bisa mempengaruhi nafsu makan,” kata Goodpaster, dikutip dari Cleveland Clinic, pada Jumat, 5 September 2025.

    Hal tersebut mengakibatkan sebagian orang yang stres mengalami penurunan nafsu makan, sehingga berdampak pada penurunan berat badan. Penurunan berat badan akibat stres ini tidak selalu berbahaya.

    Jika penurunan berat badannya dalam fluktuasi kecil dalam periode stres dan kembali normal saat kondiri membaik, maka masih bisa dianggap wajar.

    “Biasanya perubahan kurang dari 10 pon (sekitar 4 kilogram) atau sekitar lima persen dari massa tubuh tidak dianggap signifikan secara klinis karena berat badan seseorang memang bisa naik turun secara alami,” jelasnya.

    Namun, jika berat badan yang turun saat stres lebih dari lima persen dari massa tubuh selama 6-12 bulan tanpa usaha diet, maka perlu diwaspadai.

    Terlebih penurunan terjadi dengan sangat cepat, diikuti dengan gangguan pencernaan, hingga gejala lain seperti sakit kepala hingga kelelahan.

    “Metabolisme melambat, tubuh menyimpan lemak, dan mulai menguraikan otot. Ini memang bisa membuat berat badan turun dalam jangka pendek, tetapi justru berbahaya untuk kesehatan,” tambahnya.

    Kondisi tersebut sudah memerlukan intervensi profesional. Dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengevaluasi penurunan berat badan tersebut hanya akibat stres atau ada kondisi medis lain yang mendasarinya.

    “Dokter bisa membantu mengatasi masalah kesehatan mental, menyesuaikan pengobatan jika ada efek samping, atau memberikan rujukan jika masalahnya terkait kesulitan ekonomi maupun gangguan makan,” pungkas Goodpaster.

  • Regene Genomics Dorong Lahirnya Generasi Melek Sains Lewat OGI 2025

    Regene Genomics Dorong Lahirnya Generasi Melek Sains Lewat OGI 2025

    Jakarta: Regene Genomics menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi kesehatan sekaligus mencetak generasi muda yang melek sains melalui dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Olimpiade Genomik Indonesia (OGI) 2025.
     
    Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan materi yang berbobot dan inklusif, tetapi juga dengan memberikan pengalaman langsung bagi peserta. Sebanyak 63 finalis OGI 2025 berkesempatan mengunjungi laboratorium Regene Genomics di Jakarta, menyaksikan proses ekstraksi DNA, serta berdiskusi dengan para pakar genetika.
     
    Menurut Head of Laboratory Regene Genomics, Siti Fathurrohmah, M.Sc, kunjungan tersebut menjadi momen penting bagi para siswa.
     
    “Mereka sangat antusias, banyak bertanya hingga detail teknis. Bahkan ada siswa SD yang penasaran mencoba mikropipet, alat yang baru saya kenal ketika kuliah. Itu pengalaman berharga, sekaligus menantang untuk menjelaskan genomik dengan bahasa sederhana,” ujarnya.
     
    Melalui Regene Academy, perusahaan ini berupaya menjembatani ilmu genomik agar lebih mudah dipahami anak-anak, guru, dan orang tua. Sejalan dengan visinya, Regene Genomics ingin melahirkan generasi yang siap berkontribusi dalam bidang kesehatan, pertanian, dan pelestarian hayati di masa depan.
     

     
    Teknologi Mutakhir Regene
    Regene Genomics merupakan perusahaan genetika terkemuka yang mengembangkan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan analisis DNA untuk menghadirkan kesehatan personal dan presisi. Laboratorium Regene dilengkapi teknologi terbaru dari Illumina seperti Microarray, Miseq, dan Novaseq yang memungkinkan pembacaan hingga 31 juta penanda genetik dengan presisi tinggi.
     
    “Laboratorium mutakhir kami menjadi fondasi untuk pengembangan layanan kesehatan presisi. Dengan teknologi canggih ini, Regene berada di garis depan industri genetika Indonesia,” ujar Vichi Lestari, CEO Regene Genomics.
     
    Salah satu inovasi andalan adalah Polygenic Risk Scores (PRS) yang menggabungkan variasi genetik menjadi prediksi risiko penyakit kronis dengan akurasi hingga 99,98%. Teknologi ini dipadukan dengan microarray untuk menghasilkan pengujian genetik yang lebih akurat dan bermanfaat bagi pencegahan maupun pengobatan.
     
    Tim Ahli di Balik Regene
    Regene Genomics diperkuat oleh tim pakar lintas bidang, di antaranya:
     
    – Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D., SpMK(K) sebagai penasihat,
     
    – Siti Fathurrohmah, M.Sc sebagai Head of Laboratory,
     
    – Valerie Emily sebagai Genomic Scientist.
     
     

    Prof. Amin, Guru Besar Mikrobiologi Klinik FKUI dan mantan Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dikenal luas atas kontribusinya dalam riset penyakit infeksi dan perannya saat pandemi COVID-19. Kehadirannya memperkuat posisi Regene sebagai pusat riset genomik dengan wawasan global dan berstandar internasional.
     
    Rahma, sapaan akrab Siti Fathurrohmah, berfokus pada pengembangan analisis DNA/RNA, teknologi microarray, serta diagnostik molekuler. Sementara Valerie Emily berperan dalam pengembangan riset bioinformatika, genotyping, hingga analisis genomik yang menghubungkan hasil laboratorium dengan solusi kesehatan presisi.
     
    Misi Mencerdaskan Generasi
    Dukungan terhadap OGI 2025 menjadi bukti nyata komitmen Regene Genomics untuk tidak hanya menghadirkan inovasi laboratorium, tetapi juga berkontribusi dalam pendidikan sains. Melalui kolaborasi dengan Indonesia Mengajar, Regene ingin memastikan lebih banyak anak-anak Indonesia mendapatkan akses pengetahuan genomik sejak dini.
     
    “Ilmu genomik tidak boleh hanya berhenti di laboratorium. Ia harus bisa dipahami, menginspirasi, dan membuka peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi,” tutup Vichi.
     
    Dengan semangat itu, Regene Genomics terus meneguhkan langkah sebagai pionir layanan genetika modern di Indonesia, menghadirkan teknologi mutakhir sekaligus menyiapkan masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

     

    Jakarta: Regene Genomics menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi kesehatan sekaligus mencetak generasi muda yang melek sains melalui dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Olimpiade Genomik Indonesia (OGI) 2025.
     
    Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan materi yang berbobot dan inklusif, tetapi juga dengan memberikan pengalaman langsung bagi peserta. Sebanyak 63 finalis OGI 2025 berkesempatan mengunjungi laboratorium Regene Genomics di Jakarta, menyaksikan proses ekstraksi DNA, serta berdiskusi dengan para pakar genetika.
     
    Menurut Head of Laboratory Regene Genomics, Siti Fathurrohmah, M.Sc, kunjungan tersebut menjadi momen penting bagi para siswa.
     
    “Mereka sangat antusias, banyak bertanya hingga detail teknis. Bahkan ada siswa SD yang penasaran mencoba mikropipet, alat yang baru saya kenal ketika kuliah. Itu pengalaman berharga, sekaligus menantang untuk menjelaskan genomik dengan bahasa sederhana,” ujarnya.
     
    Melalui Regene Academy, perusahaan ini berupaya menjembatani ilmu genomik agar lebih mudah dipahami anak-anak, guru, dan orang tua. Sejalan dengan visinya, Regene Genomics ingin melahirkan generasi yang siap berkontribusi dalam bidang kesehatan, pertanian, dan pelestarian hayati di masa depan.
     

     

    Teknologi Mutakhir Regene

    Regene Genomics merupakan perusahaan genetika terkemuka yang mengembangkan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan analisis DNA untuk menghadirkan kesehatan personal dan presisi. Laboratorium Regene dilengkapi teknologi terbaru dari Illumina seperti Microarray, Miseq, dan Novaseq yang memungkinkan pembacaan hingga 31 juta penanda genetik dengan presisi tinggi.
     
    “Laboratorium mutakhir kami menjadi fondasi untuk pengembangan layanan kesehatan presisi. Dengan teknologi canggih ini, Regene berada di garis depan industri genetika Indonesia,” ujar Vichi Lestari, CEO Regene Genomics.
     
    Salah satu inovasi andalan adalah Polygenic Risk Scores (PRS) yang menggabungkan variasi genetik menjadi prediksi risiko penyakit kronis dengan akurasi hingga 99,98%. Teknologi ini dipadukan dengan microarray untuk menghasilkan pengujian genetik yang lebih akurat dan bermanfaat bagi pencegahan maupun pengobatan.
     

    Tim Ahli di Balik Regene

    Regene Genomics diperkuat oleh tim pakar lintas bidang, di antaranya:
     
    – Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D., SpMK(K) sebagai penasihat,
     
    – Siti Fathurrohmah, M.Sc sebagai Head of Laboratory,
     
    – Valerie Emily sebagai Genomic Scientist.
     
     

     
    Prof. Amin, Guru Besar Mikrobiologi Klinik FKUI dan mantan Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dikenal luas atas kontribusinya dalam riset penyakit infeksi dan perannya saat pandemi COVID-19. Kehadirannya memperkuat posisi Regene sebagai pusat riset genomik dengan wawasan global dan berstandar internasional.
     
    Rahma, sapaan akrab Siti Fathurrohmah, berfokus pada pengembangan analisis DNA/RNA, teknologi microarray, serta diagnostik molekuler. Sementara Valerie Emily berperan dalam pengembangan riset bioinformatika, genotyping, hingga analisis genomik yang menghubungkan hasil laboratorium dengan solusi kesehatan presisi.
     

    Misi Mencerdaskan Generasi

    Dukungan terhadap OGI 2025 menjadi bukti nyata komitmen Regene Genomics untuk tidak hanya menghadirkan inovasi laboratorium, tetapi juga berkontribusi dalam pendidikan sains. Melalui kolaborasi dengan Indonesia Mengajar, Regene ingin memastikan lebih banyak anak-anak Indonesia mendapatkan akses pengetahuan genomik sejak dini.
     
    “Ilmu genomik tidak boleh hanya berhenti di laboratorium. Ia harus bisa dipahami, menginspirasi, dan membuka peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi,” tutup Vichi.
     
    Dengan semangat itu, Regene Genomics terus meneguhkan langkah sebagai pionir layanan genetika modern di Indonesia, menghadirkan teknologi mutakhir sekaligus menyiapkan masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
     
     

    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Kenapa Radioaktif Cs-137 Bisa Cemari Udang Asal RI? Ini Penjelasan Pakar UGM

    Kenapa Radioaktif Cs-137 Bisa Cemari Udang Asal RI? Ini Penjelasan Pakar UGM

    Jakarta

    Baru-baru ini ramai penarikan udang beku asal Indonesia oleh Amerika Serikat. Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan recall terhadap produk udang beku merek Great Value yang diimpor dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods), setelah satu sampel udang terdeteksi mengandung isotop radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada kadar sekitar 68,48 Bq/kg ± 8,25 Bq/kg.

    Meski masih di bawah level intervensi FDA, temuan ini tetap memicu peringatan karena berisiko jika dikonsumsi terus‑menerus dalam jangka panjang. Dosen Teknologi Hasil Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Indun Dewi Puspita, S.P., M.Sc. Ph.D, menilai isu ini menjadi sorotan penting bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petambak, industri pengolahan, eksportir, hingga pemerintah.

    Ia menegaskan kasus ini tidak boleh dipandang sebelah mata karena menyangkut reputasi Indonesia di mata dunia. Menurutnya, langkah bersama dari semua sektor sangat diperlukan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk tetap terjaga.

    “Hal ini menjadi isu yang sangat penting, khususnya untuk jaminan mutu produk perikanan Indonesia,” ujarnya, dikutip dari laman UGM, Selasa (2/9/2025).

    Terkait potensi sumber kontaminasi, Indun menjelaskan zat radioaktif Cesium-137 tidak terbentuk secara alami, melainkan berasal dari aktivitas manusia seperti uji coba senjata nuklir atau kebocoran reaktor.

    Sifatnya yang bertahan lama membuat zat ini berpotensi masuk ke rantai pangan melalui air atau lahan tambak yang terkontaminasi, termasuk ke udang.

    Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal di luar kendali petambak juga bisa memengaruhi kualitas produk. Dengan siklus lingkungan yang kompleks, risiko kontaminasi menjadi tantangan besar bagi sektor perikanan.

    “Siklus alami memungkinkan zat ini menyebar ke lingkungan perairan dan mempengaruhi biota, termasuk udang,” jelasnya.

    Meski kadar yang ditemukan masih jauh di bawah standar intervensi, penolakan tetap dilakukan otoritas Amerika Serikat sebagai langkah pencegahan. Kebijakan ini menjadi bukti bahwa standar keamanan pangan internasional cenderung lebih mengutamakan prinsip kehati-hatian.

    Indun menekankan pentingnya penerapan sistem jaminan mutu dan traceability yang kuat di industri perikanan. Dengan begitu, setiap potensi bahaya dapat dicegah sejak awal sebelum menimbulkan dampak serius.

    “Kalau sistem jaminan mutu dan penelusuran berjalan baik, potensi bahaya menjadi sangat minim,” tegasnya.

    Bahaya radioaktif Cs-137

    Dikutip dari laman CDC, [aparan eksternal terhadap Cs-137 dalam jumlah besar dapat menyebabkan luka bakar, penyakit radiasi akut, dan bahkan kematian. Paparan Cs-137 dapat meningkatkan risiko kanker karena paparan radiasi gamma berenergi tinggi.

    Paparan internal Cs-137, melalui konsumsi atau inhalasi, memungkinkan bahan radioaktif tersebut terdistribusi di jaringan lunak, terutama jaringan otot, sehingga jaringan tersebut terpapar partikel beta dan radiasi gamma, serta meningkatkan risiko kanker.

    Mengapa Cs-137 bisa muncul di pangan?

    Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Lingkungan Hidup melakukan monitoring dan di pabrik udang PT BMS. Hasil pengukuran laju paparan di area pabrik udang beku (PT. BMS) menunjukkan keberadaan kontaminasi Cs-137 di area pabrik tersebut.

    BAPETEN melakukan monitoring radiasi di area yang lebih luas dan menemukan adanya paparan radiasi yang signifikan di tempat pengumpulan besi bekas di kawasan tersebut. Penyelidikan menemukan adanya material logam yang terindikasi mengandung zat radioaktif Cs-137.

    Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkap sumber awal dugaan cemaran udang beku asal Indonesia yang ditarik Amerika Serikat (AS). Ada indikasi cemaran radioaktif berasal dari tempat peleburan baja di sekitar pabrik produksi udang tersebut.

    “Indikasinya ada peleburan besi dan baja yang mengandung radioaktif. Kemudian sedang ditangani. Iya (peleburan besi dan baja dekat pabrik produksi) sedang ditangani,” ujar Hanif di Kemenko Pangan kepada detikFinance, Senin (1/9/2025).

    Tonton juga video “Temuan Kontaminasi Cs-137 Bikin Udang Beku dari RI Ditarik AS” di sini:

    Halaman 2 dari 2

    (suc/kna)

  • Taruna Ikrar Tanam Pohon dan Kunjungi Instalasi Farmasi Rumah Sakit Hermina Makassar, Oase Kesehatan untuk Negeri

    Taruna Ikrar Tanam Pohon dan Kunjungi Instalasi Farmasi Rumah Sakit Hermina Makassar, Oase Kesehatan untuk Negeri

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Langkah penuh makna kembali ditorehkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Hermina Makassar.

    Didampingi keluarga besar BPOM, dalam suasana penuh kebersamaan, Prof. Taruna tidak hanya menyapa para tenaga kesehatan dan jajaran farmasi rumah sakit, tetapi juga menanam pohon sebagai simbol kehidupan, harapan, dan keberlanjutan.

    Dengan cangkul kecil di tangan dan senyum tulus, Prof. Taruna menanam bibit pohon di halaman rumah sakit. Aksi sederhana ini menyimpan pesan besar: kesehatan manusia tak bisa dipisahkan dari kesehatan lingkungan. Pohon yang tumbuh akan menjadi saksi perjalanan waktu, memberi naungan, udara segar, dan pengingat bahwa setiap insan memiliki peran menjaga bumi untuk generasi mendatang.

    “Seperti halnya pohon yang kita tanam hari ini, semoga pelayanan kesehatan tumbuh kuat, berakar kokoh, dan berbuah kebaikan bagi masyarakat,” ucap Prof. Taruna

    Usai menanam pohon, Prof. Taruna melanjutkan kunjungan ke Instalasi Farmasi RS Hermina. Di sana, beliau berdialog dengan para apoteker, tenaga teknis kefarmasian, dan tim pengelola obat.

    Ia mendengarkan langsung tantangan yang mereka hadapi: mulai dari pengelolaan logistik, ketersediaan obat, hingga kebutuhan inovasi dalam layanan farmasi rumah sakit.

    “Saya sangat bangga melihat pelayanan Instalasi Farmasi di RS Hermina Makassar yang dikelola dengan baik dan penuh dedikasi. Kunjungan ini menjadi yang pertama kali saya lakukan ke rumah sakit di kawasan timur Indonesia, dan saya melihat semangat luar biasa dari tenaga kesehatan di sini. Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain untuk terus meningkatkan mutu pelayanan farmasi bagi masyarakat,” ungkapnya.