Tag: Badai

  • Delta Air Lines Terbalik Saat Mendarat di Toronto, Penyebab Diselidiki

    Delta Air Lines Terbalik Saat Mendarat di Toronto, Penyebab Diselidiki

    Toronto

    Pesawat maskapai Amerika Serikat (AS), Delta Air Lines, yang terbalik saat melakukan pendaratan setelah badai salju melanda Toronto, Kanada, merupakan jenis Bombardier CRJ900. Penyebab insiden ini sedang diselidiki lebih lanjut oleh otoritas Kanada dengan dibantu Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB).

    Pesawat yang mengudara dari Bandara Internasional Minneapolis-St Paul di AS ini, seperti dilansir Reuters, Selasa (18/2/2025), mengalami insiden saat melakukan pendaratan di Bandara Toronto Pearson, Kanada, pada Senin (17/2) waktu setempat.

    Pendaratan dilakukan di tengah cuaca berangin setelah badai salju melanda Toronto. Foto yang diambil dari lokasi kejadian menunjukkan kondisi badan pesawat yang terbalik di atas landasan yang diselimuti salju dengan bagian lambung menghadap ke atas.

    Penyebab terbaliknya pesawat saat melakukan pendaratan itu belum diketahui secara jelas.

    Otoritas Kanada mengatakan pihaknya akan menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Badan Keselamatan Transportasi Kanada (TSB) mengatakan pihaknya sedang mengerahkan tim penyelidik ke lokasi kejadian.

    Pihak NTSB dalam pernyataannya mengatakan tim penyelidik dari AS akan membantu penyelidikan oleh otoritas Kanada.

    Otoritas Bandara Toronto Pearson, dalam pernyataannya, menyebut pihaknya menghadapi angin kencang dan suhu sangat dingin ketika maskapai-maskapai penerbangan berupaya mengatasi penundaan penerbangan setelah badai salju pada akhir pekan memicu timbunan salju setebal lebih dari 22 cm di area bandara.

    Menurut situs pelacakan penerbangan FlightRadar24, pesawat Delta Air Lines itu melakukan pendaratan di Toronto pukul 14.13 waktu setempat setelah mengudara selama 86 menit dan berhenti di dekat persimpangan landasan pacu nomor 23 dan nomor 15.

    “Pesawat terbalik dan terbakar,” ucap seorang pekerja darurat kepada menara pengawas lalu lintas udara di Bandara Toronto Pearson, setelah operator menara pengawas melihat beberapa penumpang berjalan di dekat badan pesawat yang terbalik itu.

    Terdapat 76 penumpang dan empat awak di dalam pesawat itu saat insiden terjadi. Sejauh ini, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun sekitar 18 orang di antaranya mengalami luka-luka, dengan tiga orang di antaranya, termasuk seorang anak, mengalami luka kritis.

    Salah satu penumpang pesawat itu, John Nelson, memposting video ke Facebook yang menunjukkan situasi di lokasi setelah insiden itu terjadi. Video itu menunjukkan mobil pemadam kebakaran menyemprotkan air ke badan pesawat yang terbalik di landasan yang tertutup salju.

    Nelson menuturkan kepada CNN bahwa tidak indikasi aneh sebelum pendaratan dilakukan. “Kami menyentuh daratan, dan kami berada dalam posisi terguling ke samping, dan kemudian kami terbalik,” tuturnya.

    “Saya bisa melepaskan sabuk pengaman saya dan terjatuh ke bawah. Lalu beberapa orang seperti tergantung dan membutuhkan bantuan untuk turun, dan yang lainnya bisa turun sendiri,” ucap Nelson.

    Pihak maskapai Delta Air Lines mengatakan pesawat yang mengalami insiden di Toronto itu sedang dioperasikan oleh anak perusahaannya, Endeavour Air. Pesawat jenis Bombardier CRJ900 itu disebut berusia 16 tahun dan dirakit oleh Bombardier Kanada dengan mesinnya dibuat oleh GE Aerospace.

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Kronologi Kecelakaan Delta Airlines: Pesawat Terbalik Saat Landing, Badai Salju Diduga Jadi Pemicu – Halaman all

    Kronologi Kecelakaan Delta Airlines: Pesawat Terbalik Saat Landing, Badai Salju Diduga Jadi Pemicu – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pesawat Delta Airlines dilaporkan terbalik saat mendarat di Bandara Internasional Toronto Pearson, Kanada pada Senin (17/2/2025) waktu setempat.

    Menurut pernyataan otoritas Bandara Toronto yang dikutip dari The New York Times, kecelakaan terjadi ketika pesawat Delta Airlines jenis Endeavor 4819 yang tiba dari Minneapolis, Amerika Serikat (AS) akan melakukan landing di Bandara Toronto.

    Namun, beberapa jam kemudian, pesawat tipe Mitsubishi CRJ-900LR itu jatuh terbalik di landasan Bandara Toronto yang tertutup salju.

    Untuk laporan sementara, 15 dari 80 orang penumpang dilaporkan terluka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

    Namun, satu anak dan dua orang dewasa mengalami luka kritis akibat kecelakaan tersebut.

    “Laporan awal menunjukkan tidak ada korban jiwa dan 18 penumpang yang mengalami luka-luka telah dibawa ke rumah sakit setempat. Fokus utama kami adalah merawat mereka yang terkena dampak,” kata Delta Air Lines dalam pernyataan resmi, seperti dikutip CNN International.

    Pasca terjadinya kecelakaan tersebut, maskapai mengatakan telah membatalkan penerbangannya dari dan ke Bandara Internasional Toronto Pearson untuk sisa malam itu.

    Mereka juga turut mengeluarkan pembebasan biaya perjalanan bagi penumpang yang terdampak,

    Pesawat Delta Airlines penerbangan Endeavor 4819 yang membawa 76 penumpang dan 4 awak tersebut dilaporkan terbang dari Bandara Internasional Minneapolis–Saint Paul, AS pada Senin (17/2/2025) pukul 11.30 waktu setempat.

    Pesawat Pesawat tipe CRJ-900 itu dijadwalkan tiba dan mendarat di Bandara Internasional Toronto-Pearson, Kanada.

    Akan tetapi, saat akan mendarat pukul 14.00 waktu setempat, pesawat itu jatuh dalam posisi terbalik 180 derajat di landasan pacu yang tertutup salju.

    Tak lama setelah pesawat terbalik, sejumlah orang terhuyung-huyung, menjauh dari pesawat.

    Seorang pengguna media sosial yang mengunggah video setelah kejadian, memperlihatkan sebuah mobil pemadam kebakaran menyemprotkan air ke pesawat yang tergeletak tengkurap di landasan yang tertutup salju.

    Sementara menurut pengakuan seorang pengguna Facebook yang menjadi penumpang dalam penerbangan tersebut, John Nelson, mengunggah video yang memperlihatkan pesawat yang kecelakaan seraya menulis “Pesawat kami kecelakaan. Pesawatnya terbalik”.

    Kendati pesawat terbalik 180 derajat namun, sebagian besar penumpang selamat dan dalam kondisi baik-baik saja saat turun dari pesawat.

    “Kami di Toronto. Kami baru saja mendarat. Pesawat kami jatuh. Pesawat itu terbalik. Pemadam kebakaran ada di lokasi. Terbalik. Semua orang, sebagian besar orang tampaknya baik-baik saja. Kami semua turun. Ada sedikit asap,” kata pengguna Facebook John Nelson dalam video tersebut.

    Adapun insiden ini terjadi kurang dari tiga minggu setelah pesawat American Airlines bertabrakan di udara dengan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS ketika mendekati Bandara Nasional Reagan di Washington DC. Pada Desember 2024.

    Belum diketahui secara pasti apa penyebab dari kecelakaan itu.

    Pihak berwenang Kanada juga mengaku tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab kecelakaan tersebut.

    Namun menurut pernyataan sejumlah ahli kecelakaan pesawat itu diduga terjadi karena angin kencang dan badai salju yang melanda Toronto.

    Mengingat selama kecelakaan terjadi kecepatan angin di Bandara Internasional Pearson Toronto mencapai 51,5 km per jam dengan hembusan 64,37 km per jam.

    Badan cuaca tersebut juga melaporkan beberapa hari terakhir badai tak kunjung reda terus menerjang Toronto dan Ontario hingga suhu dingin mencapai sekitar -8,6 celsius.

    Sementara badai salju yang terjadi selama akhir pekan dilaporkan menyebabkan tumpukan salju setinggi lebih dari 22 cm di bandara.

    Pasca insiden ini terjadi, FAA mengeluarkan perintah penghentian operasional yang memaksa penerbangan menuju Pearson dialihkan ke bandara di Ottawa dan Montreal.

    Namun tak lama setelah itu pembatasan tersebut dicabut, kemudian pada pukul 5 sore, kedatangan dan keberangkatan telah dilanjutkan di bandara.

    Delta juga membatalkan semua penerbangan masuk dan keluar dari Toronto yang dijadwalkan pada Senin malam dan memberikan keringanan perjalanan kepada pelanggannya.

    CEO Delta Ed Bastian mengatakan pihaknya turut berduka cita kepada mereka yang terkena dampak insiden di Bandara Internasional Toronto-Pearson.

    “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada banyak anggota tim Delta dan Endeavor serta para penanggap pertama di lokasi kejadian,” ujarnya.

    (Tribunnews.com / Namira)

  • Delta Air Kanada Kecelakaan, Pesawat Terbalik Saat Mendarat

    Delta Air Kanada Kecelakaan, Pesawat Terbalik Saat Mendarat

    Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak delapan orang terluka ketika pesawat Delta Air Kanada yang membawa 80 penumpang terbalik saat mendarat di Bandara Internasional Toronto Pearson pada Senin (17/2/2025) waktu setempat.

    Melansir Reuters pada Selasa (18/2/2025), otoritas Bandara Pearson Toronto mengatakan bahwa mereka menghadapi angin kencang dan suhu dingin yang membuat jadwal penerbangan disusun ulang. Saat yang sama, setelah bandara di buka pihak maskapai berusaha mengejar keterlambatan jadwal setelah badai salju akhir pekan lalu. Peristiwa alam yang menyebabkan akumulasi salju setebal lebih dari 22 cm (8,6 inci) di bandara.

    Video yang diunggah oleh News Channel 3 Now menunjukkan pesawat Delta Air Lines terbalik di landasan yang tertutup salju, sementara orang-orang terlihat berjalan menjauh dari pesawat.

    Pengawas Layanan Paramedis Regional Peel Lawrence Saindon mengatakan dari delapan korban luka, satu dalam kondisi kritis, sementara sisanya mengalami cedera ringan hingga sedang.

    Badan Penerbangan Federal AS menyatakan bahwa semua keberangkatan dihentikan sementara. Bandara Pearson, yang merupakan bandara terbesar di Kanada, mengatakan bahwa pesawat Delta tersebut tiba dari Minneapolis.

    Delta menyatakan bahwa pihaknya mengetahui insiden yang melibatkan penerbangan anak perusahaannya Endeavor Air.

    Badan Keselamatan Transportasi Kanada, lembaga independen yang menyelidiki kecelakaan pesawat, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Sementara itu, otoritas pemerintah, Transport Canada, menyebut pihaknya sedang memantau insiden tersebut.

    Kecelakaan ini terjadi di tengah rentetan insiden penerbangan di Amerika Utara pada akhir Januari. Sebelumnya, sebuah helikopter Angkatan Darat Amerika Serikat bertabrakan dengan pesawat penumpang di Washington, menewaskan 67 orang, sementara sedikitnya tujuh orang tewas ketika sebuah pesawat angkut medis jatuh di Philadelphia.

  • Potret Amukan Badai Picu Banjir Dahsyat, Telan 9 Korban Jiwa

    Potret Amukan Badai Picu Banjir Dahsyat, Telan 9 Korban Jiwa

    Di Alabama, tornado EF-1 melanda Hale County, merusak rumah, menumbangkan pohon, dan merobohkan kabel listrik, namun tidak ada korban jiwa. Di Tennessee, tanggul jebol di Obion County pada Sabtu, membanjiri komunitas kecil Rives dan mengancam nyawa warga karena air yang naik, hilangnya pasokan listrik, dan suhu beku. Wali Kota Steve Carr mengumumkan evakuasi wajib bagi penduduk Rives. (Dan Busey/The TimesDaily via AP)

  • Dunia Hari Ini: Setidaknya Sembilan Tewas karena Banjir di Amerika Serikat

    Dunia Hari Ini: Setidaknya Sembilan Tewas karena Banjir di Amerika Serikat

    Selamat hari Senin! Berikut kami hadirkan rangkuman informasi pilihan dari berbagai negara yang terjadi dalam 24 jam terakhir.

    Dunia Hari Ini edisi 17 Februari 2025 akan kami awali dari benua Amerika.

    Banjir dan salju tewaskan warga Amerika Serikat

    Menurut pihak berwenang, sembilan korban tewas termasuk seorang ibu dan seorang anak berusia tujuh tahun setelah mobil mereka terjebak di banjir yang tinggi, sementara ratusan orang harus diselamatkan dari banjir.

    Gubernur Kentucky Andy Beshear mengatakan badai juga telah memutus aliran listrik ke sekitar 39.000 rumah, dan mengatakan angin kencang di beberapa daerah dapat memperparah pemadaman listrik.

    Bob Oravec, meteorologis di National Weather Service (NWS) menyebut beberapa bagian Kentucky dan Tennessee mengalami curah hujan hingga 150 milimeter sepanjang akhir pekan.

    Ia memperkirakan Amerika Serikat akan mengalami peristiwa pusaran kutub yang terdingin, dan Pegunungan Rocky utara dan Dataran Utara akan menjadi wilayah pertama yang mengalaminya.

    Mogok kerja, layanan kereta api Sydney tertunda

    Setidaknya 335 layanan kereta dibatalkan selama jam sibuk pagi, setelah sedikitnya 210 masinis dan petugas kereta tidak bekerja.

    Menurut laporan ABC, 90 persen layanan kereta berjalan sesuai jadwal pagi ini (17/02), tetapi peron di stasiun-stasiun utama tampak memiliki lalu lintas penumpang yang jauh lebih sedikit daripada hari Senin biasanya.

    Pimpinan Sydney Trains, Matt Longland, memperingatkan penundaan pagi ini dapat memburuk pada sore dan hingga malam hari ini, tergantung pada berapa banyak pekerja yang tidak masuk kerja.

    Pemerintah NSW dan Serikat Pekerja Kereta Api, Trem, dan Bus diperkirakan akan melanjutkan sidang negosiasi di Komisi Keadilan untuk Pekerjaan pada hari Rabu (19/02) mendatang, dengan harapan dapat mengakhiri aksi mogok kerja.

    AS dan Israel bahas ‘strategi bersama’

    Benjamin Netanyahu menegaskan Israel dan Amerika Serikat siap “membuka gerbang neraka” jika semua sandera Israel tidak dibebaskan dari tahanan di Gaza.

    Perdana Menteri Israel menyampaikannya bersama Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, sehari setelah negaranya menerima kiriman bom buatan Amerika.

    Pemerintahan Biden sebelumnya sudah memblokir ekspor amunisi ke Israel karena kekhawatiran atas potensi penggunaannya di Gaza.

    Pernyataan provokatif namun rutin dari PM Netanyahu sejak dimulainya perang di Gaza menjadi latar negosiasi “tahap kedua” gencatan senjata antara Israel dan Hamas di jalur yang dilanda perang itu.

    Pembicaraan kedua negara tersebut diharapkan akan selesai dalam minggu ini setelah sempat tertunda selama dua minggu, diwarnai dengan ketegangan antara Israel-Palestina.

    Setidaknya 18 orang tewas terinjak di stasiun kereta api India

    Selain korban tewas, tercatat 15 lainnya cedera saat berdesakan di stasiun kereta api utama di ibu kota India, New Delhi.

    Insiden terjadi sekitar pukul 8 malam akhir pekan lalu di dua peron saat penumpang menunggu untuk naik kereta ke kota Prayagraj, tempat festival Hindu Maha Kumbh diselenggarakan.

    Media lokal menyebut korban tewas termasuk 14 perempuan dan tiga anak-anak.

    Perdana Menteri India Narendra Modi dan beberapa menteri federal lainnya mengonfirmasi insiden kericuhan itu dalam unggahan di X tanpa mengungkapkan jumlah korban tewas.

  • Cuaca Buruk Melanda AS, Banjir Bandang Tewaskan 8 Orang hingga Ancaman Badai Salju dan Tornado

    Cuaca Buruk Melanda AS, Banjir Bandang Tewaskan 8 Orang hingga Ancaman Badai Salju dan Tornado

    PIKIRAN RAKYAT – Hujan lebat dan banjir bandang melanda AS bagian Tenggara, sedangkan sebagian besar wilayah Timur negara itu mengalami cuaca buruk. Setidaknya sembilan orang dipastikan tewas akibat badai tersebut.

    Wilayah Kentucky mencatat jumlah korban tewas tertinggi pada Minggu, 16 Februari 2025 waktu setempat. Gubernur Andy Beshear mengonfirmasi sedikitnya delapan korban tewas terkait badai, termasuk seorang ibu dan seorang anak berusia 7 tahun yang berada di dalam mobil yang terjebak di air tinggi. Pada konferensi pers, Beshear mengatakan ia yakin jumlah korban akan bertambah.

    “Jadi, teman-teman, jangan berada di jalan sekarang dan tetaplah hidup,” katanya.

    “Ini adalah fase pencarian dan penyelamatan, dan saya sangat bangga dengan semua warga Kentucky yang berada di luar sana, mempertaruhkan nyawa mereka,” ia menambahkan.

    Dampak Badai di Tenggara AS

    Beshear mengatakan telah ada 1.000 penyelamatan di seluruh negara bagian sejak badai dimulai pada hari Sabtu. Badai tersebut memutus aliran listrik ke sekitar 39.000 rumah, tetapi Beshear memperingatkan bahwa angin kencang di beberapa daerah dapat memperparah pemadaman listrik.

    Seorang pria berusia 73 tahun ditemukan tewas di tengah banjir di Clay County, Kentucky. Wakil Direktur Manajemen Darurat Clay County Revelle Berry mengonfirmasi kematian tersebut tetapi tidak memberikan rincian tambahan.

    Departemen Perikanan dan Satwa Liar Kentucky mengatakan ada penyelidikan atas kematian tersebut dan operasi penyelamatan sedang berlangsung di Hart County. Stasiun tersebut melaporkan seorang remaja meninggal dan korban kedua hilang dalam banjir Sabtu malam. Departemen Perikanan dan Satwa Liar dan Kantor Sheriff Hart County tidak segera menanggapi permintaan informasi lebih lanjut.

    Air merendam mobil dan bangunan di Kentucky dan tanah longsor memblokir jalan-jalan di Virginia. Kedua negara bagian tersebut berada di bawah peringatan banjir, bersama dengan Tennessee dan Arkansas. Layanan Cuaca Nasional memperingatkan warga untuk tidak berada di jalan.

    Orang kesembilan ditemukan tewas di Atlanta, Georgia setelah angin kencang menumbangkan pohon yang kemudian menabrak rumah pria itu. Pohon menimpa kamar tidur pria itu saat ia sedang berbaring di tempat tidur, dan ia meninggal karena luka-lukanya.

    Badai Salju hingga Tornado

    Peramal cuaca juga meramalkan badai salju akhir pekan di Timur Laut AS dan ancaman tornado di Lembah Mississippi. Badan Manajemen Darurat Mississippi mengonfirmasi dua tornado menghantam negara bagian itu minggu lalu, melukai dua orang dan merusak sedikitnya 53 rumah dan 6 bisnis.

    Gubernur Virginia Barat Patrick Morrisey mengeluarkan keadaan darurat di 10 daerah selatan karena hujan lebat dan banjir, yang memungkinkan negara bagian itu menggunakan sumber dayanya untuk membantu pemerintah daerah.

    Kentucky, Tennessee, Virginia Barat, dan Arkansas berada di bawah peringatan banjir, dan penduduk diperingatkan oleh Layanan Cuaca Nasional untuk tidak berada di jalan. Beberapa bagian Kentucky barat menghadapi hujan lebat.

    Beshear secara preemptif mengumumkan keadaan darurat di Kentucky. Banjir bandang melanda beberapa jalan di Bowling Green.

    “Kami ingin menempatkan aset secara khusus di tempat-tempat yang banjir dan pernah banjir di masa lalu,” kata Beshear di media sosial.

    Beshear kemudian menggunakan media sosial untuk memberi tahu warga tentang daerah-daerah yang terancam banjir, termasuk Jackson County, dan mengatakan petugas Kepolisian Negara Bagian Kentucky sedang melakukan pemeriksaan kesehatan sementara tempat penampungan dibuka di Pike County dan Jenny Wiley State Resort Park di Prestonsburg.

    Beshear mengatakan dalam sebuah unggahan Sabtu malam bahwa ia telah menulis surat ke Gedung Putih untuk meminta deklarasi bencana darurat dan dana federal untuk daerah-daerah yang terkena dampak.

    Banjir bandang juga diprediksi terjadi di lembah Mississippi, Tennessee, dan Ohio. Di Tennessee, peringatan banjir bandang dikeluarkan untuk sebagian besar wilayah tengah negara bagian tersebut hingga malam hari.

    Layanan Cuaca Nasional AS menyebut hujan yang diperkirakan akan turun sebagai peristiwa banjir bandang besar yang berpotensi bersejarah.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Donald Trump Kirim Bom Canggih ke Israel, Gaza Kembali Membara?

    Donald Trump Kirim Bom Canggih ke Israel, Gaza Kembali Membara?

    PIKIRAN RAKYAT – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirim 1800 bom canggih MK-84 ke Israel. Pengiriman ini memunculkan kekhawatiran gencatan senjata akan batal sehingga Gaza akan kembali membara.

    Bom seberat 900 kilogram ini mampu merobek beton dan logam tebal. Senjata yang harganya dalam kisaran $10.000 hingga $25.000 ini digunakan dengan menjatuhkannya dari udara menuju target. Namun, bisa saja jatuh di area di luar target.

    Pasukan Amerika Serikat pernah menggunakannya dalam Perang Vietnam dan Operasi Badai Gurun. Target yang dihancurkannya mencakup artileri, truk, bunker, radar, dini, dan jalur logistik.

    Pada masa pemerintahan Joe Biden, bom ini pernah dikirimkan ke Israel serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan ini menewaskan 1200 warga Israel tewas. Selain itu, 250 orang disandera.

    Setelahnya, melarang pengirimannya ke negara Zionis tersebut. Sebabnya, khawatir memunculkan hal-hal yang tak diinginkan di wilayah padat penduduk tersebut. Setelah Donald Trump menjadi Presiden AS, ia mencabut pelarangan tersebut.

    Sementara itu, Israel Katz selaku Menteri Pertahanan Israel menyebut senjata tersebut sebagai aset penting bagi kekuatan militer Israel.

    “(MK 84) merupakan aset penting bagi Angkatan Udara dan IDF (Israel Defence Force,” katanya.

    Selain itu, jelasnya, menjadi bukti aliansi yang kuat antara negaranya dengan negara adidaya tersebut.

    “Menjadi bukti lebih lanjut tentang aliansi kuat antara Israel dan Amerika Serikat,” ujarnya.

    Pembebasan Sandera

    Sementara itu, pada Hari Sabtu tanggal 15 Februari 2025, Hamas membebaskan tiga sandera. Israel membalasnya dengan membebaskan 369 sandera.

    Sebelumnya, Hamas mengumumkan menundanya karena menilai Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata. Organisasi garis keras Palestina pun meminta bantuan komunitas Internasional untuk menekan Israel agar menaatinya.

    Trump pun pernah menyebut akan membeli wilayah Gaza. Sedangkan warga Gaza, jelasnya, akan direlokasi ke tempat yang nyaman dan aman. Ia pun mengajak sejumlah negara untuk membangun wilayah yang saat ini porak poranda ini menjadi tempat indah bernama Riviera Timur Tengah.

    Merespon sekaligus menolak keinginan ambisius tersebut, zejumlah negara Arab menyusun rencana masa depan alternatif Gaza untuk diajukan kepada penguasa dunia tersebut.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Hujan Jelly Gorontalo Bikin Heboh, BMKG Sudah Tahu Penyebabnya

    Hujan Jelly Gorontalo Bikin Heboh, BMKG Sudah Tahu Penyebabnya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Gorontalo dilanda hujan jelly. Fenomena tidak biasa itu diabadikan oleh sejumlah warga setempat.

    Hujan jelly itu terjadi di Desa Leayo, Kecamatan Tomilito, Gorontalo Utara, pada Sabtu (15/2/2025) pukul 20:00. Dalam sebuah video yang bereda, seorang warga terlihat tengah memperlihatkan jelly di tangannya dan meletakkannya dalam ember.

    Warga Leayo, Ewan juga mengaku melihat hujan jelly pada Sabtu malam lalu. Kejadian di depan rumahnya itu langsung diabadikannya melalui siaran langsung di media sosial.

    “Ya, saya yang lihat langsung tadi malam hujan tapi hujan kaya lain ada yang bilang itu fenomena hujan jelly,” ujar warga Leayo, Ewan (37) kepada Detik.com.

    Foto: Fenomena Hujan Jelly. (Dok. CNN Indonesia/Farida Noris)
    Fenomena Hujan Jelly. (Dok. CNN Indonesia/Farida Noris)

    Ewan mengatakan baru pertama kali melihat dan mengetahui soal fenomena hujan jelly. Hal ini juga yang membuat sejumlah warga menjadi heboh.

    “Baru pertama kali dan ini fenomena yang aneh, setahu saya tidak pernah ada, dan saya saja baru dengar kalau ada hujan jelly,” jelasnya.

    Dia juga langsung mengamankan jelly tersebut ke dalam ember. “Cuma ditaruh saja, siapa tau ada dari pihak kampus atau dari mana mau meneliti,” katanya.

    Pihak BMKG juga telah buka suara terkait hal ini. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Gorontalo, Cucu Kusmayancu menjelaskan fenomena itu sesuatu yang wajar dan disebabkan tiga faktor mulai dari biologis, meteorologi, dan pencemaran limbah.

    Hujan Jelly itu bisa saja karena hewan laut kecil yang terangkat ke atmosfer. Berikutnya hewan tersebut jatuh kembali bersamaan dengan hujan yang turun.

    “Proses biologis hujan jelly seringkali disebabkan oleh hewan laut kecil seperti ubur-ubur atau plankton yang terangkat ke atmosfer oleh badai atau angin kencang. Partikel gelatin dari organisme-organisme ini bisa jatuh bersama dengan hujan,” kata Cucu, Senin (17/2/2025).

    Namun, Cucu menambahkan perlu penelitian lebih lanjut lagi terkait fenomena hujan jelly. Mengingat kemunculannya juga baru pertama kali di wilayah Gorontalo Utara.

    “Untuk mengetahui penyebab secara pastinya membutuhkan penelitian lebih lanjut,” katanya.

    (dem/dem)

  • Hujan Jelly Gorontalo Bikin Heboh, BMKG Sudah Tahu Penyebabnya

    Hujan Jelly Gorontaro Bikin Heboh, BMKG Sudah Tahu Penyebabnya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Gorontalo dilanda hujan jelly. Fenomena tidak biasa itu diabadikan oleh sejumlah warga setempat.

    Hujan jelly itu terjadi di Desa Leayo, Kecamatan Tomilito, Gorontalo Utara, pada Sabtu (15/2/2025) pukul 20:00. Dalam sebuah video yang bereda, seorang warga terlihat tengah memperlihatkan jelly di tangannya dan meletakkannya dalam ember.

    Warga Leayo, Ewan juga mengaku melihat hujan jelly pada Sabtu malam lalu. Kejadian di depan rumahnya itu langsung diabadikannya melalui siaran langsung di media sosial.

    “Ya, saya yang lihat langsung tadi malam hujan tapi hujan kaya lain ada yang bilang itu fenomena hujan jelly,” ujar warga Leayo, Ewan (37) kepada Detik.com.

    Ewan mengatakan baru pertama kali melihat dan mengetahui soal fenomena hujan jelly. Hal ini juga yang membuat sejumlah warga menjadi heboh.

    “Baru pertama kali dan ini fenomena yang aneh, setahu saya tidak pernah ada, dan saya saja baru dengar kalau ada hujan jelly,” jelasnya.

    Dia juga langsung mengamankan jelly tersebut ke dalam ember. “Cuma ditaruh saja, siapa tau ada dari pihak kampus atau dari mana mau meneliti,” katanya.

    Pihak BMKG juga telah buka suara terkait hal ini. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Gorontalo, Cucu Kusmayancu menjelaskan fenomena itu sesuatu yang wajar dan disebabkan tiga faktor mulai dari biologis, meteorologi, dan pencemaran limbah.

    Hujan Jelly itu bisa saja karena hewan laut kecil yang terangkat ke atmosfer. Berikutnya hewan tersebut jatuh kembali bersamaan dengan hujan yang turun.

    “Proses biologis hujan jelly seringkali disebabkan oleh hewan laut kecil seperti ubur-ubur atau plankton yang terangkat ke atmosfer oleh badai atau angin kencang. Partikel gelatin dari organisme-organisme ini bisa jatuh bersama dengan hujan,” kata Cucu, Senin (17/2/2025).

    Namun, Cucu menambahkan perlu penelitian lebih lanjut lagi terkait fenomena hujan jelly. Mengingat kemunculannya juga baru pertama kali di wilayah Gorontalo Utara.

    “Untuk mengetahui penyebab secara pastinya membutuhkan penelitian lebih lanjut,” katanya.

    (dem/dem)

  • Heboh Hujan Jelly di Gorontalo, 3 Kemungkinan Penyebabnya Menurut BMKG, Pernah Terjadi di Skotlandia – Halaman all

    Heboh Hujan Jelly di Gorontalo, 3 Kemungkinan Penyebabnya Menurut BMKG, Pernah Terjadi di Skotlandia – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, GORONTALO –  Fenomena hujan jelly menghebohkan masyarakat Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

    Peristiwa ini terjadi di Desa Leyao Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, sekitar pukul 20.00 WITA, Sabtu (15/2/2025).

    Sejumlah warga merekam momen tersebut dan membagikannya ke media sosial Facebook.

    Dilansir TribunGorontalo.com dari akun FB Selvina, hujan jeli ini sempat menimbulkan kecurigaan dari warga setempat.

    Warga yang saat itu masih terjaga, mulai mengamati butiran hujan yang jatuh dari langit.

    Karena penasaran, warga mulai menampung butiran-butiran putih itu ke dalam wadah.

    Awalnya warga mengira benda itu adalah es batu.

    Namun setelah dipegang, teksturnya lengkel menyerupai jelly.

    Insiden ini diketahui baru pertama kali terjadi.

    Menurut warga setempat, Ewan Saputra, dirinya bersama warga lainnya kaget dengan peristiwa alam yang terjadi di Dusun Ato Atas Desa Leyao tersebut. 

    Fenomena itu baru disadari warga setelah beberapa saat hujan turun.

    Sebab, yang justru nampak di permukaan tanah adalah butiran jeli atau seperti agar-agar yang memenuhi pekarangan rumah dan jalan.

    “Ada yang sibuk mengambil wadah untuk menampung hujan jelly , sebagian warga memilih mengabadikan momen yang tidak pernah terjadi di desa tersebut,” katanya.

    Hujan jelly di desa itu terjadi sekitar 30 menit dan warga merasakan hujan yang turun cukup deras. 

    “Belum diketahui apakah butiran jelly  memenuhi seluruh desa atau hanya terjadi di satu lokasi di dusun tersebut, mengingat peristiwa langka ini terjadi malam hari,” jelas Ewan.

    Hujan jelly  nampak lembek dan butirannya terasa lembut seperti agar-agar, tetapi warga memilih menghindar agar tidak terkena langsung.

    Hujan Jelly Pernah Terjadi di Skotlandia

    Hujan jelly diketahui pernah terjadi di Skotlandia, Eropa, pada tahun 2009.

    Dikutip dari BBC, seseorang menemukan butiran jelly di Pentlands.

    Penemuan ini memicu beragam teori konspirasi.

    Beberapa dugaan menyebutkan bahwa zat tersebut adalah sejenis jamur, ekskresi hewan, atau bahkan ‘ingus bintang’ dari meteorit.

    Kemudian pada Agustus 2009, ada bukti ilmiah baru yang menunjukkan bahwa materi misterius ini mungkin berasal dari suatu cairan dari katak. 

    Untuk mencoba memecahkan misteri tersebut, Out of Doors telah meminta beberapa ilmuwan untuk memeriksa sampel jeli.

    Hans Sluiman, seorang ahli alga di Royal Botanic Garden Edinburgh, mengatakan kepada para pendengar BBC bahwa ia yakin gel itu sendiri bukanlah tumbuhan atau hewan.

    Dr Andy Taylor mempelajari jamur di Macaulay Institute di Aberdeen. Ia mengatakan ada filamen jamur di lendir tersebut tetapi setuju dengan Hans bahwa jamur tersebut tumbuh di dalam lendir.

    Rekan akademis Hans Sluiman lalu menemukan referensi tahun 1926 di jurnal Nature tentang ‘pembusukan bintang’. 

    Referensi tersebut mendukung teori bahwa burung dari beberapa spesies tertentu memakan katak atau kodok. Burung itu kemudian memuntahkan ovariumnya hingga jatuh ke daratan. 

    3 Penyebabnya Menurut BMKG

    Prakirawan Stasiun Meteorologi (Stamet) Djalaluddin Gorontalo, Naufal Pramudya Irawan,  mengatakan ada  beberapa kemungkinan penyebab terjadinya hujan bertekstur seperti jelly di Dusun Ato Atas, Desa Leyao, Gorontalo Utara, pada Sabtu (15/2) malam pukul 20.00 WITA.

    “Beberapa proses bisa menjadi salah satu kemungkinan penyebabnya,” kata Naufal di Gorontalo dikutip dari Kompas.TV.

    Menurut Naufal, kemungkinan pertama adalah adanya fenomena biologis, yakni hujan jelly disebabkan oleh hewan laut kecil, seperti ubur-ubur atau plankton yang terangkat ke atmosfer oleh badai atau angin kencang.

    Partikel gelatin dari organisme-organisme ini bisa jatuh bersama dengan hujan.

    Kemungkinan kedua adalah fenomena meteorologi, yakni saat angin yang sangat kuat mengangkat bahan-bahan dari permukaan laut atau kolam yang kemudian terbawa ke atmosfer dan turun kembali sebagai hujan ketika kondisi memungkinkan.

    Kemungkinan ketiga adalah adanya pencemaran atau limbah.

    Ia menyebut, pada beberapa kasus, hujan jelly terkait dengan limbah industri atau pencemaran air yang menghasilkan bahan-bahan gelatin atau mirip jelly, meskipun hal ini sangat jarang dan lebih mengarah ke fenomena yang merusak lingkungan.

    Namun, kata Naufal, untuk mengetahui secara pasti penyebab turunnya hujan yang menyerupai jelly tersebut, diperlukan penelitian lebih lanjut.

    Sumber: Tribun Gorontalo/Kompas.TV