Tag: Airlangga Hartarto

  • Wacana Pilkada via DPRD Menguat Meski Penuh Kontroversi, Golkar hingga Gerinda Setuju, PDIP-Demokrat Menolak

    Wacana Pilkada via DPRD Menguat Meski Penuh Kontroversi, Golkar hingga Gerinda Setuju, PDIP-Demokrat Menolak

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Usulan sistem Pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuai kontroversi. 

    Awalnya, usulan mulai bergema dari PKB. Menyusul dari Partai Golkar. Menjadi rekomendasi Golkar dari Rapimnas pada 20 Desember 2025.

    “Hampir seluruh DPD Provinsi dalam pandangan umumnya, mengusulkan agar Pilkada dilaksanakan melalui DPRD. Walaupun ada yang menyampaikan dengan beberapa catatan,” kata Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia, Selasa, (30/12/2025).

    Teranyar, Partai Gerindra kini mendukung usulan tersebut dengan pertimbangan efisiensi anggaran. 

    “Gerindra ada dalam posisi mendukung upaya ataupun rencana untuk melaksanakan pemilukada ini oleh DPRD di tingkat bupati, wali kota ataupun di tingkat gubernur,” tutur Sekretaris Jendera Gerindra Sugiono.

    Sementara itu, berdasarkan UU Pemilu, rakyat memilih langsung calon pasangan kepala daerahnya di kotak suara.

    Rencananya, Golkar ingin revisi UU Pemilu dimulai pada 2026. RUU Pemilu telah masuk dalam Prolegnas Prioritas 2026.

    Selain, Gerindra dan Golkar, PAN juga mendukung Pilkada melalui DPRD. Adapun partai yang menolak yakni PDI Perjuangan dan Demokrat.

    Sedangkan PKS menyarankan agar pilkada via DPRD hanya dilakukan untuk level kabupaten. Untuk wali kota tetap secara langsung.

  • KEK dongkrak pertumbuhan ekonomi Batang dan Kendal hingga 8 persen

    KEK dongkrak pertumbuhan ekonomi Batang dan Kendal hingga 8 persen

    Senin, 15 Desember 2025 14:02 WIB

    Sejumlah pekerja menyelesaikan pekerjaannya dalam pembangunan salah satu bangunan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (15/12/2025). Menteri koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) turut menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang dan Kendal dengan catatatan kinerja ekonomi tumbuh hingga 8 persen jauh di atas rata-rata provinsi maupun nasional. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/bar

    Sejumlah pekerja menggunakan alat berat menyelesaikan pekerjaannya dalam pembangunan salah satu bangunan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (15/12/2025). Menteri koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) turut menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang dan Kendal dengan catatatan kinerja ekonomi tumbuh hingga 8 persen jauh di atas rata-rata provinsi maupun nasional. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/bar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Imbas Perundingan Tarif AS, RI Bakal Tingkatkan Pengawasan Ekspor Mineral Kritis Cs

    Imbas Perundingan Tarif AS, RI Bakal Tingkatkan Pengawasan Ekspor Mineral Kritis Cs

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia mendorong penerapan strategic trade management (STM) untuk meningkatkan kontrol terhadap ekspor sejumlah barang strategis yang memiliki fungsi ganda (dual use).

    STM merupakan sistem nasional yang mengatur dan memfasilitasi perdagangan serta investasi dalam teknologi dual use serta teknologi pertahanan. Strategi ini mencakup penyusunan daftar barang-barang dual use yang bisa mendapatkan perhatian khusus, atau membutuhkan izin/sertifikasi pemerintah. 

    Tujuannya yakni untuk memastikan barang-barang berteknologi dan bernilai tinggi itu tidak jatuh ke kelompok berbahaya, seperti teroris. Di samping itu, penerapan STM menjadi salah satu kesepakatan perundingan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terkait dengan tarif resiprokal. 

    Selaku instansi yang juga memimpin perundingan tarif, Kemenko Perekonomian juga memimpin proses penerapan STM di Indonesia, bekerja sama dengan pihak AS.  Sejauh ini, hanya Indonesia dan Arab Saudi yang belum menerapkan STM di antara negara-negara G20. 

    “STM sedang dikebut oleh tim saya bersama AS. Di Asean hanya Indonesia dan Brunei yang belum punya STM. Di G20, Indonesia dan Arab Saudi yang belum,” terang Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi kepada Bisnis, dikutip Senin (29/12/2025). 

    Penerapan STM pun sudah diseleraskan dengan program prioritas kementerian/lembaga terkait untuk 2026. Salah satunya yakni lembaga Indonesia National Single Window (INSW), yang dibawahi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

    Sementara itu, dilansir dari situs resmi Kedutaan Besar AS di Indonesia pada Juli 2025 lalu, penerapan STM akan fokus pada pengembangan sistem kontrol terhadap ekspor. 

    Nantinya, Kedubes AS melalui program Export Control and Border Security (EXBS) akan memberikan pendampingan kepada pemerintah Indonesia untuk menerapkan STM. 

    Sebagai informasi, program tersebut bertujuan untuk mencegah proliferasi senjata pemusnah massal hingga ekspor ilegal atas barang-barang yang dikategorikan strategis. 

    Cakupan Barang Strategis

    Adapun barang-barang dual use yang dinilai strategis itu mencakup barang-barang untuk keperluan penerbangan luar angkasa, kendaraan listrik, mesin industri, pengujian kesehatan hewan, serta bahan kimia. 

    Kemudian, bahan khusus, elektronik dan komunikasi, peralatan berteknologi tinggi, teknologi informasi, instrumen medis, farmasi serta research and development (R&D) baru. 

    Pada Juli 2025 lalu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut salah satu barang strategis dual use yang masuk dalam kategori pengawasan di bawah STM adalah mineral kritis. 

    “Kita punya itu di critical mineral. Mereka [AS] juga ingin mengetahui komponen strategis jangan sampai jatuh kepada pihak-pihak termasuk untuk penggunaan terrorism,” terang Airlangga pada konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Juli 2025 lalu. 

    Menurut Airlangga, STM penting bagi Indonesia maupun AS agar kedua belah pihak bisa memonitor ekspor dan impor barang-barang dual use yang bernilai strategis itu. 

    “Komoditas yang dianggap strategis juga bisa terhadap ekosistem untuk pesawat udara, ekosistem untuk AI, data center, kemudian ekosistem mendukung penerbangan luar angkasa,” lanjut Menko Perekonomian sejak 2019 itu.  

  • Tak Luput dari Tarif Impor AS 19%, Industri Tekstil Minta Pemerintah Benahi Regulasi

    Tak Luput dari Tarif Impor AS 19%, Industri Tekstil Minta Pemerintah Benahi Regulasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Industri tekstil bakal fokus mendorong pemerintah untuk membenahi regulasi di dalam negeri sejalan dengan pengenaan bea masuk impor 19% oleh Amerika Serikat (AS). Pengenaan tarif resiprokal ini tidak terelakkan lantaran produk tekstil tetap tidak mendapatkan pengecualian. 

    Ketua Umum Asosiasi Garment and Textile Indonesia (AGTI) Anne Patricia Sutanto menyatakan bahwa ke depan, pengusaha tekstil lebih fokus untuk mendorong pembenahan regulasi domestik agar pelaku usaha bisa lebih berdaya saing di tengah gempuran tarif AS. 

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif impor untuk produk yang dikirim dari negara-negara mitra daganganya, dengan Indonesia diganjar tarif 19%, lebih rendah dari sebelumnya yakni 32%. 

    Akan tetapi, melalui executive orders (EO) yang ditetapkan Trump, ada berbagai produk dan komoditas asli negara-negara obyek tarif impor yang dikecualikan dari tarif resiprokal. Untuk Indonesia, komoditas hasil tanaman asli seperti kakao hingga sawit (CPO) telah disepakati untuk bebas dari tarif 19%. Namun demikian, produk tekstil yang merupakan salah satu produk andalan ekspor RI ke AS, tidak luput dari bea masuk 19%. 

    “Yang kami harapkan dari pemerintah RI dari sejak April 2025 adalah fokus di pembenahan regulasi dalam negeri sehingga kami lebih bisa berdaya saing. Ini yang sebenarnya kami lebih tunggu agar 2026 benar benar bisa fokus additional market selain pasar ekspor tradisional Indonesia,” terang Anne kepada Bisnis, Minggu (28/12/2025). 

    Menurut Anne, tantangan yang dihadapi industri manufaktur di Indonesia saat ini lebih ke pembenahan dalam negeri. Bahkan, menurutnya, hal ini tidak hanya berlaku untuk industri manufaktur saja yang di antaranya mencakup tekstil. 

    “Kalau semua masukan pengusaha bisa dibenahi, saya yakin gempuran atau apapun sifatnya bisa dihadapi, karena daya saing kami meningkat,” ujarnya. 

    Untuk diketahui, pemerintah Indonesia masih akan melalukan perundingan tahap final dengan pemerintah AS terkait dengan tarif resiprokal. Sejauh ini, beberapa komoditas asli Indonesia dikecualikan dari tarif tersebut dan dikenakan bea masuk 0%, salah satunya CPO. 

    Kemenko Perekonomian, yang memimpin proses perundingan dengan pihak AS, menyebut masih akan ada pertemuan dengan pihak United States Trade Representative (USTR) pada awal tahun depan. Dengan demikian, pengenaan tarif 19% secara riil di lapangan belum langsung berlaku pada ekspor awal tahun depan. 

    “Perundingan belum tuntas 100%, ada final round bulan Januari nanti,” terang Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi kepada Bisnis, Minggu (28/12/2025). 

    Edi enggan memerinci lebih lanjut apa yang akan dibahas pada perundingan tahap terakhir Januari tahun depan. Apabila melihat pada pertemuan sebelumnya di Desember 2025, tim yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto serta USTR Jamieson Greer menyepakati pengecualian sawit dari bea masuk 19%. 

    Dengan demikian, sejumlah produk atau komoditas yang asli tumbuh di Indonesia seperti kakao hingga sawit dikenakan bea masuk 0%. Hal ini sebelumnya sudah tertuang dalam instruksi Presiden AS Donald Trump, atau executive orders (EO), yang diterbitkan Gedung Putih beberapa waktu lalu. 

    Sebagai informasi, EO merupakan pernyataan perintah Presiden Trump untuk memberikan pembebasan tarif atas daftar komoditas impor tertentu yang diberikan kepada suatu negara. 

    Terdapat beberapa komoditas yang sebelumnya belum masuk EO, namun harus didahului dengan pertemuan bilateral antara AS dan negara mitra apabila ingin mendapatkan pembebasan tarif. 

    Pada Jumat (26/12/2025), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pun menegaskan bhawa produk tekstil yang notabenenya adalah andalan ekspor RI ke AS akan tetap dikenai tarif 19%. Sebab, tekstil tidak masuk dalam komoditas asli yang ditanam di Indonesia. 

    “Tekstil kan bukan dari akar. Jadi semua yang sumber daya alam berbasis tropical [bebas tarif 19%]. Kalau produk manufaktur kan bukan sumber daya alam,” ujarnya kepada wartawan di Mal Pondok Indah, Jakarta. 

  • Work From Mall jadi Strategi Pemerintah Jaga Laju Ekonomi di Akhir Tahun

    Work From Mall jadi Strategi Pemerintah Jaga Laju Ekonomi di Akhir Tahun

    JAKARTA – Pemerintah terus mengintensifkan berbagai langkah strategis untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

    Adapun upaya tersebut dilakukan melalui penguatan konsumsi dalam negeri, optimalisasi sektor pariwisata, serta pengembangan ekonomi digital.

    Salah satu pendekatan yang kini didorong adalah pemanfaatan ruang publik secara lebih optimal, dengan menjadikan pusat perbelanjaan tidak hanya sebagai tempat transaksi ritel, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi yang mendorong produktivitas, kreativitas, serta keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi digital.

    Langkah ini diambil untuk memastikan roda perekonomian tetap bergerak menjelang akhir tahun, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.

    Sebab itu, pemerintah mendorong sinergi antara kebijakan Work From Anywhere (WFA), termasuk Work From Mall (WFM), dengan berbagai program belanja nasional guna menciptakan momentum pergerakan ekonomi keluarga yang sejalan dengan masa libur sekolah.

    “Kalau kita lihat, tadi seluruh penjualan di setiap toko ada diskonnya sampai dengan 50 persen, bahkan ada yang tambah 25 persen lagi, plus cashback lagi 10 persen,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto saat melakukan peninjauan terhadap kesiapan implementasi program Work From Mall untuk mendukung program BINA dan Indonesia Great Sale di Mal Pondok Indah Jakarta, dikutip Minggu, 28 Desember.

    Menurutnya, hal inilah yang didorong agar konsumsi masyarakat meningkat dan pertumbuhan ekonomi terus terjaga, serta hampir seluruh mal ramai pengunjung, dan diharapkan program ini dapat berjalan lancar serta mendorong aktivitas ekonomi.

    Program Belanja di Indonesia Saja merupakan inisiatif Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) yang dilaksanakan secara serentak di berbagai pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.

    Program ini menargetkan nilai transaksi hingga Rp30 triliun sampai 4 Januari 2025, setelah sebelumnya didahului oleh sejumlah rangkaian program belanja nasional lainnya.

    Secara total, Pemerintah menargetkan perputaran belanja masyarakat hingga akhir tahun dapat melampaui Rp110 triliun.

    Selain mendorong konsumsi domestik, rangkaian program belanja nasional ini juga membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk terlibat dalam ekosistem ritel modern dan kehadiran UMKM di pusat perbelanjaan dinilai penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

    Dari sektor pariwisata, aktivitas wisata belanja turut diposisikan sebagai daya tarik bagi wisatawan mancanegara dan hal ini sejalan dengan capaian sektor pariwisata nasional yang mencatatkan pemulihan signifikan pascapandemi, dengan jumlah kunjungan wisatawan asing yang mencapai lebih dari 15 juta orang sepanjang tahun ini.

    Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat kerja sama perdagangan internasional guna memperluas akses pasar dan memperkokoh fondasi ekonomi nasional, serta sejumlah perjanjian dagang yang disepakati sepanjang tahun ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

    Melalui konsep Work From Mall, Airlangga menyampaikan Pemerintah mendorong pusat perbelanjaan untuk berfungsi sebagai ruang kerja alternatif yang mendukung perkembangan ekonomi digital dan gig economy.

    Dia menambahkan, program ini akan diterapkan secara bertahap di sejumlah provinsi dengan dukungan pemerintah daerah dan perusahaan teknologi, memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia seperti koneksi internet, pasokan listrik, serta layanan penunjang lainnya.

    “Sekali lagi, mall bukan hanya tempat berbelanja, tetapi bisa dimanfaatkan juga untuk kegiatan ekonomi atau bekerja. Nah, kita sekarang sedang mendorong kegiatan ekonomi gig dan ini akan disiapkan anggarannya juga oleh Pemda DKI. Kita akan kerja di 15 provinsi dan akan didukung oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang IT. Sehingga kalau yang bergerak di gig ekonomi butuhnya charger laptop, wifi, dan kopi. Nah, itu semuanya ada di mal,” pungkas Menko Airlangga.

  • Pemerintah Tawarkan Inovasi Work From Mall, Janjikan Fleksibilitas Ala Nongkrong Anak Muda

    Pemerintah Tawarkan Inovasi Work From Mall, Janjikan Fleksibilitas Ala Nongkrong Anak Muda

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Inovasi baru sepertinya bakal diterapkan Pemerintah untuk kaula muda.

    Pemerintah mencoba ide baru dengan memberikan kenyaman lewat tempat ala suasana para pekerja

    Mengusung tema Work From Mall (WFM) ini disebut sebagai spot kerja fleksibel untuk para kaula muda.

    Selain itu, inovasi Pemerintah untuk dunia kerja lewat Work From Mall (WFM) ini juga dianggap selaras dengan gig economy nomor delapan.

    Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, blak-blakan mengusulkan Hippindo sediakan workstation lengkap di mal-mal besar.

    Yang jadi percontohan ada di Jakarta Creative Hub Thamrin dengan enam lantai khusus kreator digital.

    Strategi ini diumumkan langsung saat konferensi pers di Pondok Indah Mall, Sabtu, 27 Desember 2025, buat dorong ekonomi tetap bergulir saat libur panjang Nataru.

    “Bisa disediakan oleh Hippindo untuk menyediakan workstation,” ujar Airlangga

    WFM Janjikan Fleksibelistas dan Beberapa Hiburan

    Airlangga lebih jauh menyebut inovasi ini nantinya jadi sesuatu hal yang bakal disenangi oleh para anak muda.

    Pasalnya, dari program ini menjanjikan hal menarik seperti Wi-fi serta kopi yang bakal disediakan.

    Belum lagi ada rencana bantuan kredit usaha dari Pemerintah yang angkanya mencapai Rp 10 triliun.

    “Jadi ini adalah kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat, anak muda disediakan mentor, meja, Wi-Fi dan kopi,” tuturnya.

    “Mereka silakan berkreasi selama satu tahun, kalau mereka punya produk nanti kita berikan kredit usaha rakyat dengan anggaran Rp 10 triliun,” ujarnya.

  • Negosiasi Tarif RI-AS Belum Deal 100%, Tahap Final Dijadwalkan Januari 2026

    Negosiasi Tarif RI-AS Belum Deal 100%, Tahap Final Dijadwalkan Januari 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia masih akan melakukan perundingan tahap final (final round) dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait dengan tarif resiprokal. 

    Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump telah menyepakati pengenaan tarif impor 19% untuk sebagian besar produk ekspor RI ke Negara Paman Sam itu. 

    Sejalan dengan berlangsungnya proses negosiasi, beberapa komoditas asli Indonesia dikecualikan dari tarif tersebut dan dikenakan bea masuk 0%, salah satunya sawit atau CPO. 

    Kemenko Perekonomian, yang memimpin proses perundingan dengan pihak AS, menyebut masih akan ada pertemuan dengan pihak United States Trade Representative (USTR) pada awal tahun depan. Dengan demikian, pengenaan tarif 19% secara riil di lapangan belum langsung berlaku pada ekspor awal tahun depan. 

    “Perundingan belum tuntas 100%, ada final round bulan Januari nanti,” terang Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi kepada Bisnis, Minggu (28/12/2025). 

    Edi enggan memerinci lebih lanjut apa yang akan dibahas pada perundingan tahap terakhir Januari tahun depan. Apabila melihat pada pertemuan sebelumnya di Desember 2025, tim yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto serta USTR Jamieson Greer menyepakati pengecualian sawit dari bea masuk 19%. 

    Dengan demikian, sejumlah produk atau komoditas yang asli tumbuh di Indonesia, seperti kakao hingga sawit, dikenakan bea masuk 0%. Hal ini sebelumnya sudah tertuang dalam instruksi Presiden AS Donald Trump atau executive orders (EO), yang diterbitkan Gedung Putih beberapa waktu lalu. 

    Sebagai informasi, EO merupakan pernyataan perintah Presiden Trump untuk memberikan pembebasan tarif atas daftar komoditas impor tertentu yang diberikan kepada suatu negara. 

    Adapun terdapat beberapa komoditas yang sebelumnya belum masuk EO, tetapi harus didahului dengan pertemuan bilateral antara AS dan negara mitra apabila ingin mendapatkan pembebasan tarif. 

    “Misalnya, kelapa sawit awalnya ada dalam EO tersebut dengan tarif 0%, lalu dihapus dari daftar dan hanya diberikan ke negara yang telah tanda tangan perjanjian bilateral. Artinya, jika Indonesia telah sepakati perjanjian, maka kelapa sawit akan diberikan tarif 0%,” papar Edi. 

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat mengenakan Indonesia tarif impor 32%. Namun, pada Juli 2025, Presiden Trump dan Presiden Prabowo menyepakati besaran tarif diturunkan menjadi 19%. 

  • Airlangga Sebut I-EAEU FTA sebagai Milestone Baru Indonesia di Eropa

    Airlangga Sebut I-EAEU FTA sebagai Milestone Baru Indonesia di Eropa

    JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia resmi menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan kawasan Eurasia melalui skema Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

    Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam kunjungannya ke Rusia pada Minggu, 21 Desember.

    “Itu sebuah milestone baru di Eropa,” ujar Airlangga saat konferensi pers, pada Jumat 26 Desember.

    Airlangga menjelaskan bahwa sebelumnya Indonesia telah menjalin sejumlah perjanjian dagang dengan negara dan kawasan Eropa lainnya, antara lain Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa atau IEU-CEPA, serta kerja sama dengan Swiss dan negara sekitarnya melalui Indonesia–EFTA CEPA (IE-CEPA).

    Menurutnya, kesepakatan I-EAEU FTA menjadi kabar positif bagi penguatan hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara Eropa.

    Ia menyebut perjanjian ini sebagai salah satu pencapaian penting tahun ini, di mana sebagian besar kerja sama dagang Indonesia telah terwujud, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.

    “Ini merupakan tonggak sejarah di tahun ini, hampir semua negara bekerja sama dengan Indonesia, yang lain masih dalam proses,” ujar Airlangga.

    Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan bahwa penandatanganan perjanjian telah rampung dan pemerintah kini berfokus pada percepatan implementasi.

    Ia menegaskan bahwa Indonesia dan mitra di kawasan Eurasia sepakat untuk segera menindaklanjuti perjanjian tersebut.

    Budi menambahkan langkah awal yang dilakukan adalah pembentukan business council, termasuk rencana pendirian Indonesia–EAEU Business Council, guna mempermudah komunikasi dan kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dengan mitra dagang di negara-negara Eurasia.

    “Semua persiapan sudah dilakukan meskipun perjanjian belum sepenuhnya diimplementasikan. Saat ini, masing-masing pihak sudah mulai mencari mitra usaha,” jelasnya.

    Selain itu, ia menyampaikan pemerintah juga menyiapkan penyelenggaraan business forum yang akan diawali secara daring dan melibatkan kawasan EAEU serta Uni Eropa.

    “Untuk itu, kami telah bekerja sama dengan APINDO dan juga KADIN karena pelaksanaan business forum secara fisik membutuhkan waktu, kami memanfaatkan perwakilan perdagangan dan ITPC di negara-negara Eropa. Di Uni Eropa yang memiliki 27 negara anggota, Indonesia memiliki 12 perwakilan yang akan dimaksimalkan untuk mendukung penyelenggaraan business forum, termasuk dengan EAEU,” jelasnya

    Sebagai informasi, perjanjian I-EAEU FTA ditandatangani pada 21 Desember 2025 dengan lima negara anggota Uni Ekonomi Eurasia, yakni Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Belarus, dan Armenia, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) EAEU yang dihadiri para kepala negara, termasuk Presiden Rusia.

    Budi menambahkan dengan penandatanganan tersebut, proses perjanjian dinyatakan selesai dan tinggal menunggu tahap ratifikasi serta implementasi.

    “Kita tidak menunggu ratifikasi rampung untuk mulai bergerak, melainkan sudah diawali dengan pembentukan business council dan penyelenggaraan business forum,” ujarnya.

    Untuk diketahui, kawasan ini merupakan salah satu tujuan ekspor dan impor penting bagi Indonesia dan pada 2024, nilai perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia tercatat mencapai 4,52 miliar dolar AS, dengan ekspor sebesar 1,89 miliar dolar AS dan impor senilai 2,63 miliar dolar AS.

  • Airlangga: Sudah Ada Pembicaraan Danantara dengan Badan Ekspor AS Terkait Mineral Kritis

    Airlangga: Sudah Ada Pembicaraan Danantara dengan Badan Ekspor AS Terkait Mineral Kritis

    Bisnis.com, JAKARTA — Danantara Indonesia disebut-sebut telah memulai pembicaraan dengan pihak Amerika Serikat (AS) terkait dengan akses terhadap komoditas mineral kritis, sejalan dengan tuntasnya perundingan tarif impor dengan Negeri Paman Sam itu.

    Saat meninjau kesiapan program Work From Mall di Mal Pondok Indah, Jakarta, Jumat (26/12/2025), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut superholding BUMN Indonesia itu sudah memulai pembicaraan potensi kerja sama perdagangan mineral kritis dengan AS. 

    Pihak swasta dari Indonesia juga disebut sudah ikut dalam pembicaraan dengan pihak AS. “Sudah ada pembicaraan Danantara dengan badan ekspornya di Amerika dan beberapa lagi, dan juga ada perusahaan Amerika yang sudah berbicara dengan perusahaan critical mineral di Indonesia,” tutur Airlangga kepada wartawan, dikutip Sabtu (27/12/2025). 

    Kendati pembicaraan sudah dimulai, Airlangga menjelaskan bahwa perusahaan AS sudah lama yang melakukan eksplorasi mineral kritis di Indonesia. Salah satunya untuk copper (tembaga), yang dilakukan oleh Freeport-McMoran Inc. melalui PT Freeport Indonesia. 

    Selain Freeport, beberapa perusahaan asing lain seperti Vale maupun Ford Motor Company juga sudah mengeksplorasi mineral kritis di Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan sudah berada di Tanah Air sejak 1970-an. 

    Ekspor mineral kritis, terang Airlangga, telah disepakati bebas dari tarif impor 19% yang besarannya sudah disepakati antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden RI Prabowo Subianto. Komoditas-komoditas itu sudah masuk dalam executive orders yang diterbitkan oleh pihak Gedung Putih AS. 

    Teranyar, pada Desember 2025 ini Indonesia dan AS juga telah menyepakati pengecualian tarif impor 19% terhadap komoditas kelapa sawit. Dengan demikian, ekspor komoditas atau produk asli berasal dari alam Indonesia ke AS dikenakan bea masuk 0%.

    “Terhadap semua [mineral] kan akses itu mereka perlukan karena untuk otomotif, pesawat terbang, untuk roket, untuk peralatan pertahanan militer,” terang Airlangga.

  • Deretan Perjanjian Perdagangan Internasional Indonesia dan Negara Lain Hingga 2025

    Deretan Perjanjian Perdagangan Internasional Indonesia dan Negara Lain Hingga 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perdagangan Budi Santoso membeberkan sejumlah capaian perjanjian perdagangan internasional antara Indonesia dan negara lain hingga tahun berjalan 2025.

    Menurut Budi, hingga saat ini pemerintah telah menyelesaikan sebanyak 20 perjanjian internasional, dengan lima di antaranya baru diselesaikan pada tahun ini. 

    Hal itu disampaikan Budi saat meninjau kesiapan Work From Mall untuk mendukung gig economy di Mal Pondok Indah, Jakarta, Jumat (26/12/2025). 

    “Jadi perjanjian dagang yang sudah implementasi itu ada 20, sisanya 19 masih dalam proses,” kata Budi kepada wartawan, dikutip Sabtu (27/12/2025). 

    Khusus tahun ini, Budi menyebut terdapat beberapa perundingan dagang yang telah dituntaskan Indonesia dengan sejumlah negara mitra. Contohnya, perjanjian dagang dengan Eurasian Economic Union (EAEU).

    Perjanjian itu sudah disepakati kendati belum secara formal ditandatangani. Negara-negara di forum itu meliputi Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Belarus, dan Armenia.

    Kemudian, perjanjian antara Indonesia-Tunisia yang ditargetkan selesai Januari 2026, serta perjanjian antara Indonesia-Peru yang sudah dituntaskan pada Agustus 2025. 

    Selanjutnya, perjanjian dagang bebas yang ditandatangai di Saint Pertersburg pada 21 Desember 2025 yakni Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (IAEU FTA). Penandatanganan perjanjian itu turut disaksikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. 

    “Jadi tinggal nanti kami mempercepat implementasi,” terang pria yang sebelumnya menjabat Sekjen Kemendag itu. 

    Sejalan dengan proses menuju implementasi, Indonesia dan para negara mitra dagangnya telah menyepakati untuk membentuk business council guna memudahkan komunikasi pelaku usaha antara negara-negara mitra. 

    Selain itu, pemerintah turut menyiapkan business forum yang turut melibatkan Apindo dan Kadin selaku pihak dari Indonesia. Rencananya, forum bisnis tersebut akan diselenggarakan terlebih dahulu secara daring lantaran membutuhkan waktu lebih lama secara fisik. 

    Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa perluasan pasar dagang yang dilakukan dengan sejumlah perundingan bilateral itu guna menjaga ketahanan ekonomi di dalam negeri. 

    “Tetapi di pihak lain kami membuka pasar luar yang baru termasuk EAEU, jadi kepada para pengusaha Indonesia supaya bisa juga mengisi pasar luar dengan biaya masuk rata-rata sudah 0%. Jadi terbuka kesempatan bagi Indonesia termasuk UMKM untuk mengakses pasar global secara lebih kompetitif,” kata Airlangga.