Sumur PPC-01 Pertamina Lampaui Target Awal, Produksi Minyak Capai 451 Bph

Sumur PPC-01 Pertamina Lampaui Target Awal, Produksi Minyak Capai 451 Bph

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang mencatat produksi minyak dari Sumur PPC-01 di Struktur Padang Pancuran telah melampaui target.

Setelah memperoleh persetujuan Put on Production (POP) dan Penentuan Status Eksplorasi (PSE) dari SKK Migas pada Maret 2025, sumur ini ditargetkan berproduksi awal sebesar 400 barel per hari (bph). Hingga 26 Desember 2025, realisasi produksi PPC-01 tercatat mencapai 451,42 bph, atau melampaui target awal.

Sumur eksplorasi PPC-01 yang berada di Struktur Padang Pancuran, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, merupakan salah satu temuan strategis PHE Jambi Merang.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung pun mengatakan, keberhasilan itu merupakan bagian dari peningkatan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini merupakan bagian peningkatan ketahanan energi secara nasional, kemandirian energi nasional, sehingga bisa mengurangi ketergantungan impor kita,” kata Yuliot melalui keterangan resmi dikutip Kamis (1/1/2026).

Yuliot menyampaikan, terkait teknis di lapangan yang difokuskan pada struktur Padang Pancuran, menunjukkan hasil yang positif. Dari uji produksi yang dilakukan, sumur tersebut memiliki potensi mencapai 1.730 bph.

Dengan potensi yang besar tersebut, diharapkan sumur-sumur lain di Wilayah Kerja Jambi Merang juga bisa memberikan tambahan produksi signifikan bagi produksi migas nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PHE Awang Lazuardi mengatakan, Sumur Padang Pancuran merupakan salah satu dari discovery eksplorasi PHE yang terbesar pada 2024 yang diproduksikan pada 2025.

Menurutnya, melihat proses eksplorasi sampai ke produksi, normalnya itu membutuhkan waktu lima tahun.

“Tapi kami berkomitmen ketika ada discovery, dari Pertamina kita arahkan bagaimana caranya ketika kita menemukan lapangan baru, kita menemukan reservoir yang baru, dan apabila kita mempunyai fasilitas yang terdekat, kita usahakan untuk segera diproduksikan,” tuturnya.

Awang mengungkapkan, dari pengeboran satu sumur di Padang Pancuran membuahkan hasil yang menggembirakan, dimana per tanggal (23/12/2025) sudah on stream dengan produksi minyak sebesar 451 bph. Selanjutnya PHE akan melanjutkan dengan pengeboran-pengeboran sumur lainnya.

Pihaknya pun sedang menyusun POD yang ditargetkan selesai pada 2026. Setelah itu, PH akan melanjutkan dengan pemboran-pemboran berikutnya.

“Dan kalau kita bicara dengan teman-teman subsurface eksplorasi, Padang Pancuran eksplorasi tidak cukup dengan PPC-001. Insyaallah dari seismik nanti akan ada appraisal berikutnya yang akan membuka kotak Pandora di tutupan-tutupan yang lain,” tandasnya.